cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 306 Documents
Kemandirian pada pasien lanjut usia dalam aktivitas sehari-hari dengan resiko jatuh Riyanto, Eko; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty C.A.S; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1429

Abstract

Background: Aging is a natural process that causes a decline in physical and cognitive function in older adults, such as impaired balance, vision, hearing, and muscle strength, which increases the risk of falls. Falls in older adults can have serious consequences, including injury, disability, and even death. Activities of daily living (ADL) are an important indicator for assessing the level of independence in older adults, which can influence the risk of falls. Purpose: To determine the relationship between independence in daily activities and the risk of falls in older adults. Method: This quantitative study used an observational cross-sectional design. The sample size for this study was 138 respondents, drawn using a random sampling technique. The research instrument used a questionnaire, and the results were tested using the chi-square statistical test. Results: Statistical tests using SPSS yielded a p-value of 0.008 with an odds ratio of 2.9. Conclusion: There is a relationship between independence in daily activities and the risk of falls in older adults.   Keywords: Elderly; Fall Risk; Independence.   Pendahuluan: Penuaan merupakan proses alami yang menyebabkan penurunan fungsi fisik dan kognitif pada lansia, seperti gangguan keseimbangan, penglihatan, pendengaran, dan kekuatan otot yang berisiko meningkatkan kejadian jatuh. Jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera, kecacatan, hingga kematian. Aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL) menjadi salah satu indikator penting untuk menilai tingkat kemandirian lansia yang dapat memengaruhi risiko jatuh. Tujuan: Untuk mengetahui  hubungan kemandirian dalam aktivitas sehari hari dengan resiko jatuh pada lanjut usia . Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional melalui pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 138 responden dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan hasil penelitian ini diuji dengan uji statistik chi-square. Hasil: Uji statistic menggunakan SPSS didapatkan p-value sebesar 0.008 dengan Odd Ratio sebesar 2.9. Simpulan: Ada hubungan kemandirian dalam aktivitas sehari hari dengan resiko jatuh pada lanjut usia.   Kata Kunci: Kemandirian; Lanjut Usia; Resiko Jatuh.
Efektivitas pemberian terapi sari kurma untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri penderita anemia Mariyam, Siti Herlina; Setiawati, Setiawati; Wandini, Riska
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1446

Abstract

Background: Anemia is a condition characterized by low hemoglobin (Hb) levels in the blood and is more common in adolescent girls due to iron loss during menstruation. One non-pharmacological approach to increasing hemoglobin levels is administering date palm juice, due to its rich nutritional content and iron content, which plays a role in red blood cell formation. This intervention is administered twice daily, in the morning and evening. Purpose: To determine the effectiveness of administering date palm juice on increasing hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. Method: This quantitative research used a nursing case study approach. A sample of 4 respondents was selected using purposive sampling and divided into two intervention groups: date palm juice and iron tablets. Results: After administering date palm juice for 7 days, hemoglobin levels increased. Participant An. M's hemoglobin level increased from 9.7 g/dL to 11.1 g/dL, while An. A's increased from 10.9 g/dL to 12.3 g/dL. Meanwhile, in the group taking iron tablets, An. K increased from 10.3 g/dL to 10.9 g/dL, and An. N from 11.1 g/dL to 12.3 g/dL. Conclusion: There is an effect between date palm juice administration and increased hemoglobin levels in adolescent girls.   Keywords: Anemia; Adolescent Girls; Date Palm Juice.   Pendahuluan: Anemia adalah kondisi rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dan lebih sering terjadi pada remaja putri akibat kehilangan zat besi saat menstruasi. Salah satu upaya non farmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah melalui pemberian sari kurma, hal ini dikarenakan kaya nutrisi dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Intervensi ini diberikan dengan dosis 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan. Sampel penelitian sebanyak 4 responden dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok intervensi, yaitu sari kurma dan tablet Fe. Hasil: Setelah pemberian sari kurma selama 7 hari menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin. Partisipan An. M memiliki kadar hemoglobin meningkat dari 9.7 g/dL menjadi 11.1 g/dL, sedangkan pada An. A meningkat dari 10.9 g/dL menjadi 12.3 g/dL. Sementara itu, pada kelompok yang mengonsumsi tablet Fe, An. K mengalami peningkatan dari 10.3 g/dL menjadi 10.9 g/dL, dan An. N dari 11.1 g/dL menjadi 12.3 g/dL. Simpulan: Terdapat pengaruh antara pemberian sari kurma dengan peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri.   Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri; Sari Kurma.
Hubungan jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap Anastasya, Cyntia; Nurmalasari, Yesi; Detty, Ade Utia; Tarida, Fransisca
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1477

Abstract

Background: COPD is a respiratory disorder that causes persistent and progressive airflow obstruction. This condition occurs due to damage to the bronchi and bronchioles, as well as damage to the air sacs (alveoli), which progresses to emphysema. Purpose: To determine the relationship between leukocyte count and COPD severity in hospitalized patients. Method: This was a quantitative study with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The sample was selected using purposive sampling. Bivariate statistical tests used chi-square. Results: A total of 34 respondents had normal leukocyte counts, 1 respondent (2.9%) had COPD grade 4. Of the 7 respondents with low leukocyte counts, none had COPD grade 4. Of the 21 respondents with high leukocyte counts, 4 respondents (19.0%) had COPD grade 4. The chi-square statistical test yielded a p-value of 0.042. Conclusion: There is a relationship between leukocyte count and COPD severity in hospitalized patients.   Keywords: COPD; GOLD; Leukocyte Count.   Pendahuluan: PPOK merupakan gangguan pada organ pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara berkelanjutan dan cenderung memburuk. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada saluran bronkus dan bronkiolus, serta kerusakan pada kantung udara (alveoli) yang berkembang menjadi emfisema. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Uji statistik bivariat menggunakan Chi Square. Hasil: Jumlah responden sebanyak 34 orang yang memiliki leukosit normal, sebanyak 1 responden (2.9%) dengan derajat PPOK GOLD 4, dari 7 responden yang jumlah leukositnya rendah, tidak ada yang mengalami PPOK dengan derajat PPOK GOLD 4, dan dari 21 responden yang jumlah leukositnya tinggi, sebanyak 4 responden (19,0%) dengan derajat PPOK GOLD 4. Hasil uji statistik menggunakan Chi – Square diperoleh nilai p value 0,042. Simpulan: Terdapat hubungan jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap. Kata Kunci: GOLD; Jumlah Leukosit; PPOK.  
Penerapan terapi murottal surah ar-rahman dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Dewi, Lita Citra; Rohmah, Anis Ika Nur
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1476

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in the elderly and can lead to serious complications if left uncontrolled. Management efforts include non-pharmacological therapies, one of which is murottal therapy of Surah Ar-Rahman, which has a relaxation effect. Purpose: To demonstrate the application of murottal therapy of Surah Ar-Rahman to reduce blood pressure in elderly people with hypertension. Method: Community service activities in the form of microtrial therapy of Surah Ar-Rahman were conducted in Cokro Hamlet, Sukoanyar Village, Pakis District, Malang Regency on July 2, 2025. The instruments used were a standard operating procedure (SOP) sheet for implementing murottal therapy of Surah Ar-Rahman using a mobile phone, an observation sheet, and a digital sphygmoman. In the evaluation stage of hypertension patients, blood pressure measurements were carried out before and after listening to the Al-Quran murottal therapy of Surah Ar-Rahman verses 1-78 for ± 10-11 minutes in 3 consecutive days. Results: The initial blood pressure reading decreased from 194/121 mmHg to 185/118 mmHg. The therapy provided a relaxing effect that helped lower blood pressure. Conclusion: Al-Quran recitation therapy of Surah Ar-Rahman is effective as a complementary non-pharmacological intervention to lower blood pressure in elderly people with hypertension. This therapy also provides spiritual comfort and can be used as part of holistic nursing care.   Keywords: Elderly; Hypertension; Recitation Therapy; Surah Ar-Rahman.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya tinggi pada lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Upaya penatalaksanaan dilakukan dengan terapi non farmakologi, salah satunya terapi murottal Surah Ar-Rahman yang memberikan efek relaksasi. Tujuan: Untuk memberikan penerapan terapi murottal Surah Al-Qur’an Ar-Rahman terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman yang dilaksanakan di Dusun Cokro Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada tanggal 02 Juli 2025. Instrument menggunakan lembar standar operasional (SOP) pelaksanaan terapi murottal Al-Qur’an menggunakan handphone, lembar observasi, dan tensimeter digital. Pada tahap evaluasi pada pasien hipertensi dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah setelah mendengarkan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman ayat 1-78 selama ± 10-11 menit dalam 3 hari berturut-turut. Hasil: Hasil pertama tekanan darah, turun dari 194/121 mmHg menjadi 185/118 mmHg. Terapi memberikan efek relaksasi yang membantu menurunkan tekanan darah Simpulan: Terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman efektif sebagai intervensi komplementer non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, terapi ini juga memberikan kenyamanan spiritual dan dapat dijadikan bagian dari pelayanan keperawatan holistik.   Kata Kunci: Hipertensi; Lansia; Surah Ar-Rahman; Terapi Murottal.  
Hubungan status gizi, umur, dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue pada anak Arafah, Siti Nurbyan; Herlina, Nina; Dharmawan, Akhmad Kheru; Pinilih, Astri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1481

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and remains a major health problem in Indonesia, especially among children. The severity of dengue infection is thought to be influenced by nutritional status, age, and gender, but previous studies have shown varying results. Purpose: To determine the relationship between nutritional status, age, and gender and the severity of dengue infection in children. Method: This study used an observational analytical design with cross-sectional proximity. The sample consisted of 140 children diagnosed with dengue infection at Dr. H. Abdul Moeloek Regional Hospital in 2023 and who met the inclusion criteria. Secondary data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between variables and the severity of dengue infection. Results: Bivariate analysis showed no association between age and the severity of dengue infection (p=0.219), gender and the severity of dengue infection (p=0.360), or nutritional status and the severity of dengue infection (p=0.292). Conclusion: There is no significant relationship between age, gender, and nutritional status and the severity of dengue infection in children.   Keywords: Age; Dengue Hemorrhagic Fever; Degree of Dengue Infection; Gender; Nutritional Status.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan masih menjadi masalah Kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada anak-anak. Tingkat keparahan infeksi dengue diduga dipengaruhi oleh faktor status gizi, umur, dan jenis kelamin, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukan hasil yang bervariasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi, umur, dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 140 anak yang terdiagnosa infeksi dengue di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2023 dan memenuhi kriteria inklusi. Data sekunder diperoleh dari data rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan derajat infeksi dengue. Hasil: Analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan antara umur dengan derajat infeksi dengue (p=0.219), jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue (p=0.360), maupun status gizi dengan derajat infeksi dengue (p=0.292). Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara umr, jenis kelamin, dan status gizi dengan derajat infeksi dengue pada anak.   Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue; Derajat Infeksi Dengue; Jenis Kelamin; Status Gizi;  Umur.
Hubungan manajemen waktu terpadu melalui kesiapsiagaan penanganan kegawatdaruratan dengan keselamatan keluarga saat bencana banjir Azis, Jhon; Zainaro, M Arifki; Hermawan, Dessy
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1488

Abstract

Background: Floods pose a significant threat to family safety. Integrated time management plays a crucial role in improving family preparedness. Education on effective time management in emergency situations is expected to improve family preparedness and safety. Purpose: To analyze the relationship between integrated time management and family safety in the face of flood disasters. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design to measure family knowledge and skills before and after the educational intervention. The research instrument was a questionnaire adapted from the National Disaster Preparedness Guidebook (BNPB). The study population consisted of 277 individuals, with a sample size of 30 individuals aged 17 years and older living along the Kaliawi River. Results: A paired-sample t-test showed a significant difference between pre-test (22.73) and post-test (37.47) scores with a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: Integrated time management is significantly associated with family safety during flood disasters. Education is effective in improving preparedness and reducing disaster risk.   Keywords: Disaster Preparedness; Family Safety; Flood; Integrated Time Management.   Pendahuluan: Bencana banjir merupakan ancaman yang cukup besar terhadap keselamatan keluarga. Manajemen waktu yang terpadu memegang peranan penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga. Pendidikan mengenai manajemen waktu yang efektif dalam situasi darurat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan keluarga. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara manajemen waktu terpadu dengan keselamatan keluarga dalam menghadapi bencana banjir. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi eksperimen untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan keluarga sebelum dan sesudah intervensi pendidikan. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diadaptasi dari buku panduan kesiapsiagaan bencana BNPB. Populasi penelitian berjumlah 277 orang dengan sampel sebanyak 30 orang yang berusia ≥17 tahun yang tinggal di sepanjang Sungai Kaliawi. Hasil: Uji t sampel berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pra-tes (22.73) dan pasca-tes (37.47) dengan nilai p sebesar 0.000 (<0.05). Simpulan: Manajemen waktu terpadu berhubungan signifikan dengan keselamatan keluarga selama bencana banjir. Pendidikan efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana.   Kata Kunci: Banjir; Keselamatan Keluarga; Kesiapsiagaan Bencana; Manajemen Waktu Terintegrasi.
Hubungan pengetahuan, pendapatan, dan pekerjaan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis Liana, Safa; Surya, Syiefa Renanda; Rukmana, Nova Mega
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1491

Abstract

Background: Many factors can determine a person's exposure to disease or their health behaviors. A theoretical framework known as the Health Belief Model (HBM) is a concept used to examine factors that influence individuals' health practices, including tuberculosis prevention measures by TB patients. Purpose: To explore the relationship between knowledge, income, and employment on tuberculosis prevention behaviors at the Kedaton Community Health Center in Bandar Lampung City. Method: This was a quantitative study using an analytical cross-sectional method. The subjects were 78 pulmonary TB patients registered in medical records within the Kedaton Community Health Center's work area during January–June 2025. The sample selection method used total sampling because the available population size was less than 100 respondents. Analysis was performed using the chi-square test. Results: The bivariate test for the variables of knowledge, income, employment, and tuberculosis prevention behavior yielded a p-value of 0.003 (<0.05). Conclusion: There is a relationship between knowledge, income, and employment with tuberculosis transmission prevention behavior at the Kedaton Community Health Center in Bandar Lampung City in 2025. Suggestion: The Community Health Center is expected to develop transmission prevention education and health promotion program planning, particularly in efforts to improve TB prevention behavior.   Keywords: Occupation; Income; Knowledge; TB Prevention Behavior.   Pendahuluan: Banyak faktor yang dapat menentukan seseorang terpapar penyakit/perilaku kesehatan seseorang. Sebuah kerangka teori yang dikenal sebagai Health Belief Model (HBM) merupakan konsep yang dipakai untuk menelaah faktor yang memengaruhi individu dalam melakukan tindakan kesehatan, termasuk langkah pencegahan penyakit tuberkulosis oleh pasien TB. Tujuan: Untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan, pendapatan, dan pekerjaan terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis di Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung Metode: Studi kuantitatif dengan metode cross-sectional yang bersifat analitis. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru yang tercatat dalam rekam medis di wilayah kerja Puskesmas Kedaton pada periode Januari–Juni 2025, berjumlah 78 orang. Pemilihan sampel memakai metode total sampling karena jumlah populasi yang tersedia dibawah 100 responden. Analisis dilakukan melalui uji chi-square. Hasil: Uji bivariat pada variabel pengetahuan, pendapatan, pekerjaan, dan perilaku pencegahan tuberkulosis diperoleh nilai p = 0.003 (<0.05). Simpulan: Ada hubungan pengetahuan, pendapatan, dan pekerjaan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis di puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung pada tahun 2025 Saran: Puskesmas diharapkan bisa menyusun penyuluhan pencegahan penularan dan perencanaan program promosi kesehatan, khususnya dalam upaya peningkatan perilaku pencegahan TB   Kata Kunci: Pekerjaan; Pendapatan; Pengetahuan; Perilaku Pencegahan Penularan TB.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke Yozi, Adinda Vira; Stiexs, Anggie; Anita, Fitri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1514

Abstract

Background: Stroke is a condition characterized by rapidly developing clinical signs of focal or global neurological deficit, which can worsen and persist for 24 hours or more, and/or lead to death, with no apparent cause other than vascular origin. Purpose: To determine the factors associated with stroke incidence. Method: Quantitative research where the results of the research will be interpreted in numerical form. The population in this study were all stroke patients treated at the Adventist Hospital Bandar Lampung, totaling 153 respondents, so the sample was 116 respondents. Sampling was carried out using the proportional sampling technique. This research was conducted at the Adventist Hospital Bandar Lampung on August 11 and 12, 2025. This research is a descriptive analytical study with a cross-sectional approach. Results: Statistical tests using the Chi-Square test revealed a relationship between cholesterol and stroke (ρ value 0.001 < 0.05), a relationship between hypertension and stroke (ρ value 0.001 < 0.05), and a relationship between diabetes and stroke (ρ value 0.000 < 0.05). Conclusion: Therefore, it can be concluded that there is a relationship between cholesterol, hypertension, and diabetes and the incidence of stroke.   Keywords: Cholesterol; Diabetes Mellitus; Hypertension; Stroke.   Pendahuluan: Stroke merupakan suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor  yang berhubungan dengan kejadian stroke. Metode: Penelitian kuantitatif yang hasil penelitiannya akan diinterpretasikan dalam bentuk angka. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang dirawat di  Rumah Sakit Advent Bandar Lampung sejumlah 153 responden, sehingga sampel sejumlah 116 responden.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung pada 11-12 Agustus 2025. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil: Uji statistik menggunakan uji Chi Square menyatakan terdapat hubungan antara kolesterol dengan stroke (ρ value 0.001 < 0.05), terdapat hubungan antara hipertensi dengan stroke (ρ value 0.001 < 0.05), dan terdapat hubungan antara diabetes dengan stroke 0.000<0.05. Simpulan: Terdapat hubungan antara kolesterol, hipertensi, dan diabetes dengan kejadian stroke sehingga menyarankan kepada masyarakat agar menjaga berat badan, pola makan, dan aktivitas agar terhindar dari penyakit stroke.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Hipertensi; Kolesterol; Stroke
Hubungan pendidikan, pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang 3M plus dengan kejadian DBD Affrianti, Nabillah Dwi; Djamil, Achmad; Hermawan, Nur Sefa Arief
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1522

Abstract

Background: More than 6 million cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) have been reported from 29 countries worldwide, including Indonesia, resulting in an extraordinary outbreak (KLB) of 114,720 cases and 894 deaths in 2023. Purpose: To determine the relationship between education, knowledge, and community behavior regarding 3M Plus and the incidence of DHF. Method: This quantitative study used a case-control approach. The population was the entire community within the Yosomulyo Community Health Center (Puskesmas) working area. A sample of 192 families was taken, divided into 96 case groups and 96 control groups. The research instrument was a questionnaire, and bivariate analysis used the chi-square test. Results: The frequency distribution of DHF cases was 96 people (50%), while 96 people (50%) did not experience DHF. 99 people (51.6%) had basic education, 100 people (52.1%) had insufficient knowledge, and 114 people (59.4%) had poor 3M Plus behavior. Conclusion: There is a relationship between community education (p-value: 0.038; OR: 2.047), knowledge (p-value: 0.006; OR: 2.333), and community 3M Plus behavior with dengue fever incidence (p-value: 0.001; OR: 2.896).   Keywords: Dengue Fever; Education; Knowledge; 3M Behavior.   Pendahuluan: Lebih dari 6 juta kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaporkan dari 29 negara di seluruh dunia dan di Indonesia menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dimana terdapat 114.720 kasus dengan 894 kematian tahun 2023. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang 3M Plus dengan Kejadian DBD. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan case control. Populasi adalah seluruh masyarakat di wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 192 KK yang terbagi menjadi 96 kelompok kasus dan 96 kontrol,  instrumen penelitian berupa kuesioner, analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Distribusi frekuensi kejadian DBD sebanyak 96 orang (50%) dan yang tidak mengalami DBD sebanyak 96 orang (50%), Pendidikan dasar sebanyak 99 orang (51.6%), pengetahuan kurang sebanyak 100 orang (52.1%), perilaku 3M Plus kurang baik sebanyak 114 orang (59.4%). Simpulan: Terdapat hubungan antara pendidikan masyarakat (p value: 0.038; OR: OR 2.047), pengetahuan (p value: 0.006; OR: 2.333), dan perilaku 3M Plus masyarakat dengan kejadian DBD dengan nilai (p value 0.001; OR 2.896).   Kata Kunci: DBD; Pendidikan; Pengetahuan; Perilaku 3M.
Efektivitas pendekatan mindfulness therapy terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Dewi, Komala; Sulastri, Diah; Sari, Nova Nurwinda
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1808

Abstract

Background: Hypertension is a chronic condition characterized by increased blood pressure in the walls of the arteries. Hypertension is treated in two ways: pharmacological and non-pharmacological. Purpose: To determine the effectiveness of mindfulness therapy in reducing blood pressure in the elderly at the Tresna Werdha Lampung Elderly Social Services Unit (UPTD) in 2024. Method: Quantitative research, with a quasi-experimental design using a non-equivalent control group pretest-posttest approach. The population in this study was all 33 elderly respondents with hypertension. The sampling technique used was total sampling. The average systolic blood pressure after mindfulness therapy was 128, with a minimum value of 120 and a maximum of 145. Meanwhile, the average diastolic blood pressure after mindfulness therapy was 82.666, with a minimum value of 80 and a maximum value of 90. Results: Based on the Independent Sample T-Test, the significance value for the control group was 0.000, while the significance value for the intervention group was 0.000, or a significance value <0.05. Conclusion: Mindfulness therapy has an effect on blood pressure in elderly people with hypertension at the UPTD PSLU Tresna Werdha, Natar District, South Lampung Regency in 2024.   Keywords: Mindfulness Therapy; Blood Pressure Reduction; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah di dinding pembuluh darah arteri. Pengobatan hipertensi dilakukan dengan dua cara yaitu pengobatan secara farmakologis dan pengobatan non farmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi mindfulness terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Lampung tahun 2024 Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain atau rancangan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan Non-equivalent Control Group Pretest –Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami hipertensi berjumlah 33 responden. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Diketahui bahwa rata-rata (mean) tekanan darah sistolik sesudah diberikan terapi mindfulness adalah 128 dengan nilai minimal 120 dan maksimal 145. Sedangkan rata-rata (mean) tekanan darah diastolik sesudah diberikan terapi mindfulness adalah 82.666 dengan nilai minimal 80 dan maksimal 90. Hasil: Berdasarkan Uji Independent Sample T-Test didapatkan kelompok kontrol nilai signifikansi sebesar 0.000, kemudian pada kelompok intervensi nilai signifikansi sebesar 0.000 atau nilai signifikan < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi mindfulness terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.   Kata Kunci: Terapi Mindfulness; Penurunan Tekanan Darah; Hipertensi.