cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 309 Documents
Efektivitas dukungan keluarga dan tingkat spritual dengan self management pada lansia hipertensi Pratiwi, Rika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1535

Abstract

Background: Hypertension is a condition in which a person experiences elevated blood pressure above normal, resulting in increased morbidity and mortality. A systolic blood pressure reading of 140 mmHg indicates the phase of blood being pumped by the heart, and a diastolic reading of 90 mmHg indicates the phase of blood returning to the heart. One way to prevent and manage hypertension in the elderly is through routine blood pressure monitoring, regular medication intake, and physical activity. This can be achieved through self-management. Purpose: To determine the effectiveness of family support and spirituality on self-management in elderly hypertensive patients. Method: A quantitative study involving 25 elderly hypertensive patients. Data were collected through questionnaires. Data analysis was performed using the chi-square statistical test to determine the relationship between family support and spirituality. Results: There was a significant relationship between family support and self-management in patients with hypertension (p-value 0.017) and an odds ratio of 53.22. Conclusion: There was an effective relationship between family support and spirituality on self-management in elderly hypertensive patients.   Keywords: Family Support; Self-management; Spiritual Level; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi adalah keadaan seseorang yang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal sehingga mengakibatkan peningkatan angka morbiditas maupun mortalitas, tekanan darah fase sistolik 140 mmHg menunjukkan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik 90 mmHg menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung. Salah satu upaya pencegahan dan penanganan hipertensi pada lansia yaitu dengan rutin pemantauan tekanan darah, rutin minum obat, dan melakukan aktivitas fisik. Hal tersebut bisa dilakukan dengan self-management. Tujuan: Untuk mengetahui  efektifitas dukungan keluarga dan tingkat spiritual dengan Self Management pada lansia hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif yang melibatkan 25  responden pasien lansia hipertensi. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi-square untuk menentukan adanya hubungan antara variabel dukungan keluarga dan tingkat spiritual . Hasil: Terdapat efektivitas yang signifikan antara dukungan keluarga dan self management pada penderita hipertensi (p-Value 0.017) dan nilai Odd Ratio (53,22). Simpulan: Terdapat efektivitas dukungan keluarga dan tingkat Spiritual dengan self management pada lansia hipertensi.   Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Self- management; Tingkat Spiritual,Hipertensi.
Formulasi teh fungsional dari kombinasi daun kelor (Moringa oleifera) dan daun sirsak (Annona muricata) Jaya, Pingkan Mutiara; Kustiani, Ai; Puteri, Hidayatusy Syukrina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1541

Abstract

Background: Iron deficiency is a major nutritional problem in Indonesia, impacting immunity, productivity, and concentration, particularly in adolescent girls and pregnant women. Preventive measures through the development of functional food products based on natural ingredients rich in iron and antioxidants are an important strategy. Purpose: To formulate a functional tea from a combination of Moringa oleifera leaves and soursop leaves (Annona muricata), and to evaluate the product's organoleptic quality, iron content, and antioxidant activity. Method: This study used a Completely Randomized Design (CRD) using three formulations (F1, F2, F3) and one control. Twenty-five semi-trained panelists conducted a hedonic test covering color, aroma, taste, and texture. Iron content was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), while antioxidant activity was analyzed using the DPPH method. Results: Formulation F2 (2g moringa leaves: 3g soursop leaves: 2g palm sugar) was the best formulation with the highest preference rating: color 3.56, aroma 3.44, taste 3.12, and texture 2.96 (like category). Conclusion: The formulation used has high iron content and antioxidant activity, making it a potential functional beverage to support health and prevent iron deficiency anemia.   Keyword: Iron; Moringa Leaves; Soursop Leaves.   Pendahuluan: Defisiensi zat besi merupakan masalah gizi utama di Indonesia yang berdampak pada penurunan imunitas, produktivitas, dan konsentrasi, terutama pada remaja putri dan ibu hamil. Upaya preventif melalui pengembangan produk pangan fungsional berbasis bahan alami yang kaya zat besi dan antioksidan merupakan strategi penting. Tujuan: Untuk memformulasi teh fungsional dari kombinasi daun kelor (Moringa oleifera) dan daun sirsak (Annona muricata), serta mengevaluasi kualitas organoleptik, kandungan zat besi, dan aktivitas antioksidan produk. Metode: Penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan tiga formulasi (F1, F2, F3) dan satu kontrol, serta uji hedonik yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur oleh 25 panelis semi-terlatih. Kandungan zat besi dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH. Hasil: Formulasi F2 (2g daun kelor: 3g daun sirsak: 2g gula aren) merupakan formulasi terbaik dengan tingkat kesukaan tertinggi: warna 3.56, aroma 3.44, rasa 3.12, dan tekstur 2.96 (kategori suka). Simpulan: Formulasi yang digunakan memiliki kandungan zat besi dan aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi minuman fungsional untuk mendukung kesehatan dan mencegah anemia defisiensi besi.   Kata Kunci: Daun Kelor, Daun Sirsak; Zat Besi.
Pengaruh pemberian edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam Dani, Kharisma Wulan; Zainaro, M.Arifki; Isnainy, Usastiawaty C.A.S.
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1550

Abstract

Background: In North Lampung, the incidence of febrile seizures in children reached 110 cases in 2023. At the Ketapang Community Health Center, there were 23 cases, while in Gedung Ketapang Village, there were 8 cases. Of these, 100% of families in Gedung Ketapang Village were unaware of the home-based management of febrile seizures. Therefore, it is necessary to improve family knowledge regarding the management of febrile seizures in children. Purpose: To determine the effect of providing educational materials using video media on family knowledge in emergency management of febrile seizures. Method: Quantitative research with a quasi-experimental design, one group pre-test-post-test. The population was all families with children aged 0-5 years in Gedung Ketapang Village, totaling 76 children. The sample size was determined using 40 respondents using simple random sampling. The instrument used was a questionnaire, and the statistical test used was the t-test. Results: The average pre-test knowledge score was 7.03 and the average post-test knowledge score was 15.55. The t-test results obtained a p-value of 0.0001. Conclusion: There is an effect of providing education using video media on family knowledge in emergency management of febrile seizures in children with a p-value of 0.0001.   Keywords: Education; Febrile Seizures; Video Media.   Pendahuluan: Lampung Utara angka kejadian kejang demam pada anak tahun 2023 mencapai 110 kasus dan pada Puskesmas Ketapang terdapat 23 kasus kejang demam sedangkan di Desa Gedung Ketapang terdapat 8 kasus kejang demam dan 100% tersebut keluarga di Desa Gedung Ketapang belum mengetahui tentang kejang demam terkait penanganan di rumah. Maka dari itu perlu meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan kejang demam pada anak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan media  video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group Pre-test – Post-test dengan populasi adalah seluruh keluarga yang mempunyai anak umur 0-5 tahun yang berada di Desa Gedung Ketapang yang berjumlah 76 anak. Penetapan jumlah sampel dengan menggunakan sebanyak 40 responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan  uji t test. Hasil: Rata-rata nilai pengetahuan pre test sebesar 7.03 dan rata-rata nilai pengetahuan post test sebesar 15.55. Hasil Uji t-test diperoleh p value 0.0001. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan keluarga dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada anak dengan p value 0.0001.   Kata Kunci: Edukasi; Kejang Demam; Media Video.
Hubungan dukungan keluarga dengan self management pada pasien diabetes melitus Ramadani, Yulita; Hermawan, Nur Sefa Arief; Arisandi, William
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1620

Abstract

Background: Way Halim II Community Health Center (Puskesmas) experienced a surge in Diabetes Mellitus (DM) cases, from 20 patients (1.88%) in 2020 to 473 patients (33.8%) in 2024. This surge highlights the importance of optimal self-management in patients with diabetes mellitus. Purpose: To determine the relationship between family support and self-management in DM patients. Method: This quantitative study used a cross-sectional approach, with a sample of 105 out of 141 patients selected using the Slovin formula and purposive sampling technique. Data were collected through interviews using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. Results: Univariate analysis revealed 50 respondents (47.6%) with good family support and 57 respondents (54.3%) with good self-management. The Chi-Square test showed a significant relationship between family support and self-management (p-value = 0.000).Conclusion: There is a relationship between family support and self-management in patients with diabetes mellitus.   Keywords: Diabetes Mellitus; Family Support; Self-Management.   Pendahuluan: Puskesmas Way Halim II mengalami lonjakan kasus Diabetes Mellitus (DM) dari 20 pasien 1.88% tahun 2020 dan menjadi 473 pasien 33.8% pada tahun 2024. Lonjakan ini menyoroti pentingnya pengelolaan mandiri (self-management) yang optimal pada pasien dengan diabetes mellitus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan self-management pada pasien DM. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel sebanyak 105 orang dari 141 pasien yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Uji analisis univariat diperoleh sebanyak 50 responden (47.6%) dengan dukungan keluarga yang baik dan 57 responden (54.3%) dengan self-management yang baik. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan self-management (p-value = 0.000). Simpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan self management pada pasien diabetes melitus.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Dukungan Keluarga; Self-Management.
Hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh Rohmah, Eis Ainun; Kusumaningsih, Dewi; Gunawan, M.Ricko; Isnainy, Usastiawaty C.A.S.
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1631

Abstract

Background: Discharge planning is a crucial process for patients at risk of falling. Patient safety is a primary concern in hospitals, given that falls can result in serious injury and prolong recovery time. Families play a crucial role in supporting patients during discharge, making family motivation in caring for patients a crucial factor. Purpose: To determine the relationship between discharge planning implementation and family motivation in caring for patients at risk of falling. Method: This quantitative study used an analytical survey design with a cross-sectional approach. The population in this study were respondents at risk of falling at Bintang Amin Hospital in March 2025. A total sampling technique was used for 72 patients. Data analysis used univariate and bivariate analyses using the chi-square test. Results: The majority of discharge planning implementation was categorized as poor (42 respondents (58.3%). The majority of motivation to care for patients at risk of falling was categorized as moderate (40 respondents (55.6%), with a chi-square test result of p-value = 0.013 < 0.05). Conclusion: There is a relationship between discharge planning implementation and family motivation in caring for patients at risk of falling.   Keywords: Discharge Planning; Fall Risk; Family Motivation.   Pendahuluan: Discharge planning merupakan proses penting dalam pasien dengan risiko jatuh. Keselamatan pasien menjadi perhatian utama di rumah sakit, mengingat insiden jatuh dapat mengakibatkan cedera serius dan memperpanjang waktu pemulihan. Keluarga memiliki peran krusial dalam mendukung pasien selama masa pemulangan, sehingga motivasi keluarga dalam merawat pasien menjadi faktor yang sangat penting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah responden dengan resiko jatuh di RS Bintang Amin yaitu bulan Maret Tahun 2025 sebanyak terdapat 72 pasien menjadi sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar pelaksanaan discharge planning dengan kategori kurang baik sebanyak 42 responden (58.3%). Sebagian besar motivasi merawat pasien resiko jatuh dengan kategori sedang sebanyak 40 responden (55.6%) dengan hasil uji chi square dengan p-value = 0.013 < 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan pelaksanaan discharge planning dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien resiko jatuh.   Kata Kunci: Discharge Planning; Motivasi Keluarga; Resiko Jatuh.
Hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik Kitry, Adelia Lisma Dana; Kusumaningsih, Dewi; Triyoso, Triyoso; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1638

Abstract

Background: A victim of bullying is someone who is anxious, easily nervous, constantly feels insecure, shy, quiet, has low self-esteem, has a physical or mental disability, behavioral problems, or a neurological developmental disorder. Purpose: To determine the relationship between bullying behavior and physically violent behavior in adolescents. Method: Quantitative research using an analytical survey design and a cross-sectional approach. The study involved 80 respondents, using accidental sampling. Univariate and bivariate data analysis used Fisher's exact test. Results: The characteristics with the highest percentages were male gender (55 respondents (68.8%) and age 15 years (43 respondents (53.8%). Most respondents stated they were not perpetrators of bullying (51 respondents (63.8%), and engaged in high-moderate violence (55 respondents (68.8%). The p-value was 0.024 (<α 0.05). Conclusion: There is a relationship between bullying behavior and physical violence at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. Schools need to have clear, transparent, and consistently enforced anti-bullying policies.   Keywords: Bullying; Behavior; Physical Violence.   Pendahuluan: Seseorang yang menjadi korban bullying adalah seseorang yang pencemas, mudah gugup, selalu merasa tidak aman, pemalu, pendiam, self-esteem rendah, memiliki cacat fisik atau mental, masalah tingkah laku, atau gangguan perkembangan neurologis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian desain Survei Analitik dan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian sebanyak 80 responden dengan teknik sampling menggunakan accidental sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan fisher exact. Hasil : Karakteristik dengan persentase terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 55 responden (68.8%) dan usia 15 tahun sebanyak 43 responden (53,8%). Sebagian besar responden menyatakan bukan pelaku bullying sebanyak 51 responden (63,8%) melakukan perilaku kekerasan tinggi-sedang sebanyak 55 responden (68,8%). P-value = 0.024 0.05. Simpulan : Ada hubungan perilaku bullying dengan perilaku kekerasan fisik sehingga sekolah perlu memiliki kebijakan anti-bullying yang jelas, transparan, dan ditegakkan secara konsisten.   Kata Kunci: Bullying; Perilaku; Kekerasan Fisik.
Hubungan tingkat pengetahuan suami terhadap kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan antenatal care (ANC) Caristia, Angga; Wardiyah, Aryanti; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1549

Abstract

Background: Pregnancy is a natural process that lasts approximately 37 to 40 weeks from conception to delivery. Although normal, pregnancy still carries risks for the mother. Physical changes and common complaints can occur, but certain conditions should be monitored as signs of pregnancy danger that require special attention. Purpose: To determine the relationship between husbands' knowledge of pregnancy emergencies and antenatal care (ANC) visits. Methods: This quantitative study used an observational analytical design using a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women who attended ANC visits in the Maja Pesawaran Community Health Center (Puskesmas) working area in 2024, totaling 283 respondents, with a sample size of 166 respondents. Sampling used a simple random sampling technique. Data analysis used the chi-square test. Results: The frequency distribution showed that most respondents had good knowledge (53.6%) and were compliant with ANC visits (52.4%). The analysis revealed a significant association between husbands' knowledge and ANC visits (p=0.000). Respondents with poor knowledge were 7.652 times more likely to be non-compliant with ANC visits than those with good knowledge (OR = 7.652; 95% CI: 3.836–15.263). Conclusion: There is a relationship between husbands' knowledge of pregnancy emergencies and antenatal care (ANC) visits.   Keywords: ANC Visits; Emergency Pregnancy; Husband's Knowledge.   Pendahuluan: Kehamilan merupakan proses alami yang berlangsung sekitar 37 hingga 40 minggu sejak pembuahan hingga persalinan. Meskipun normal, kehamilan tetap memiliki risiko bagi ibu. Perubahan fisik dan keluhan umum bisa terjadi, namun beberapa kondisi tertentu perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya kehamilan yang memerlukan perhatian khusus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan antenatal care (ANC). Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang melaksanakan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas maja pesawaran 2024 berjumlah 283 responden dengan jumlah sampel 166 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil: Distribusi frekuensi menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (53.6%) dan tergolong patuh dalam kunjungan ANC (52.4%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan suami dengan kunjungan ANC (p=0.000). Responden dengan pengetahuan kurang baik memiliki risiko 7.652 kali lebih besar untuk tidak patuh melakukan kunjungan ANC dibandingkan yang berpengetahuan baik (OR = 7.652; CI 95%: 3.836–15.263). Simpulan: Ada hubungan pengetahuan suami tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan pemeriksaan antenatal care (ANC).   Kata Kunci: Kegawatdaruratan Kehamilan; Kunjungan ANC; Pengetahuan Suami.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri Rahmawati, Cori Dwi; Sunarsih, Sunarsih; Susilawati, Susilawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1556

Abstract

Background: Menstrual disorders are common among adolescents worldwide, with a prevalence of approximately 45% in early adolescence among women. Furthermore, 13.7% of Indonesian adolescents aged 10-17 experience irregular menstruation. Factors associated with menstrual cycle disorders include stress, nutritional status, hemoglobin levels, physical activity, and sleep duration. Objective: To identify factors associated with menstrual cycle disorders in adolescent girls. Purpose: To determine factors associated with menstrual cycle disorders in adolescent girls. Method: This quantitative study used a cross-sectional design. The population in this study was all 125 female students of SMP Negeri 44 Gunung Sulah Bandar Lampung. The sampling technique used purposive sampling with 55 respondents. Bivariate analysis used the chi-square test. Results: The chi-square test obtained a p-value of 0.198 > 0.05 for the variables of menarche age and menstrual cycle. Furthermore, a p-value of 0.000 < 0.05 was obtained for the variables of stress and menstrual cycle. The chi-square test results showed a p-value of 0.000 < 0.05 for the variables of nutritional status and menstrual cycle. Conclusion: Stress and nutritional factors influence the menstrual cycle, but age at menarche does not affect the menstrual cycle in adolescents.   Keywords: Age at Menarche; Menstrual cycle; Nutritional status; Stress level.   Pendahuluan: Gangguan menstruasi merupakan hal yang umum terjadi pada kelompok remaja di dunia dengan prevalensi pada wanita di awal masa remaja sekitar 45%. Selain itu, remaja di Indonesia usia 10-17 tahun mengalami masalah menstruasi tidak teratur sebanyak 13.7%. Faktor-faktor yang berhubungan  dengan gangguan siklus menstruasi meliputi stres, status  gizi,  kadar hemoglobin, aktivitas  fisik,  dan  durasi  tidur. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus  menstruasi pada remaja putri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh siswi remaja putri SMP Negeri 44 Gunung Sulah Bandar Lampung sebanyak 125 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 55 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Uji chi square diperoleh p value  0.198 > 0.05 pada variabel faktor usia menarche dan siklus menstruasi. Selain itu, diperoleh juga nilai p 0.000 < 0.05 pada variabel faktor stres dan siklus menstruasi. Kemudian hasil uji chi square menunjukkan nilai p 0.000 < 0.05 pada variabel status gizi dan siklus menstruasi. Simpulan: Faktor stress dan faktor gizi mempengaruhi siklus menstruasi, namun faktor usia menarche tidak memengaruhi siklus menstruasi pada remaja.   Kata Kunci: Siklus menstruasi; Status gizi; Tingkat stress; Usia menarche.
Gambaran pengetahuan ibu terhadap penanganan tersedak pada anak usia dini Supiyawati, Supiyawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1616

Abstract

Background: There are 17,537 cases of choking in Indonesia, of which 12,400 are children aged 14 years and older. The Segala Mider Community Health Center in Bandar Lampung City reported that families lacking knowledge about the causes and treatment of choking can result in death. Purpose: To determine maternal knowledge about choking management in early childhood. Method: This study was quantitative with a descriptive design. The population was all 150 mothers with children under 5 years old. The sampling technique used was proportional random sampling. The sample used the Slovin formula, resulting in 109 respondents. Data analysis used bivariate and univariate analysis. Results: The frequency distribution of education was high school graduates (46.8%) of the 109 respondents. Based on occupation, the majority were housewives (34.9%), and the majority of patients were in the poor knowledge category (52.3%). Conclusion: Most respondents had a low level of knowledge regarding the management of choking in toddlers.   Keywords: Choking; Management; Maternal Knowledge.   Pendahuluan: Kasus tersedak di Indonesia sebanyak Sebanyak 17.537 jiwa dan diantara jumlah tersebut, sebanyak 12.400 anak-anak berusia 14 tahun. Puskesmas Segala Mider di Kota Bandar Lampung melaporkan bahwa keluarga yang memiliki kekurangan pengetahuan tentang penyebab dan penanganan tersedak dapat mengakibatkan kematian. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penanganan tersedak pada anak usia dini. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak di bawah 5 tahun yang berjumlah 150 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 109 responden. Analisis data menggunakan analisis bivariat dan univariat. Hasil: Distribusi frekuensi pendidikan mayoritas adalah lulusan SMA sebanyak 46.8% dari 109 responden. Berdasarkan pekerjaan, mayoritas bekerja sebanyak ibu rumah tangga yaitu sebanyak 34.9%, dan pengetahuan pasien sebagian besar berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 52.3% dari 109 responden. Simpulan: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang penanganan tersedak pada balita.   Kata Kunci: Penanganan; Pengetahuan Ibu; Tersedak.
Faktor-faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap peningkatan risiko sindrom metabolik di kalangan mahasiswa Wahyuddin, Ahmad; Putri, Try Kartika Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1744

Abstract

Background: Metabolic syndrome is increasingly common among young people, including college students, as a result of modern lifestyle changes. Shifts in eating behavior toward high-fat and high-sugar foods, low physical activity, and high academic pressure lead to metabolic imbalance. Purpose: To analyze lifestyle factors contributing to the increased risk of metabolic syndrome among college students. Method: This was a descriptive qualitative study utilizing in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) with students from various study programs. Data were analyzed thematically, emphasizing health behavior patterns, eating habits, physical activity, and students' perceptions of metabolic syndrome prevention efforts. Results: Three main factors are indicated to interact and influence the risk of metabolic syndrome: an unbalanced lifestyle, low physical activity and a predominantly sedentary lifestyle, and low preventive awareness and minimal campus institutional support, which undermine the implementation of healthy lifestyle behaviors. Conclusion: Preventing metabolic syndrome in college students requires a holistic approach based on a healthy campus (Healthy Campus Framework) that includes the integration of health education, increased physical activity, and strengthening institutional policies that support sustainable healthy lifestyle behaviors.   Keywords: College Students; Metabolic Syndrome; Physical Activity; Prevention; Sedentary Lifestyle.   Pendahuluan: Sindrom metabolik semakin umum di kalangan anak muda termasuk mahasiswa, sebagai akibat dari perubahan gaya hidup modern. Pergeseran perilaku makan ke arah makanan tinggi lemak dan tinggi gula, aktivitas fisik yang rendah, dan tekanan akademik yang tinggi menyebabkan ketidakseimbangan metabolik. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor gaya hidup yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko sindrom metabolik di kalangan mahasiswa. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (FGD) kepada mahasiswa dari berbagai program studi. Data dianalisis secara tematik, menekankan pola perilaku kesehatan, kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan persepsi mahasiswa terhadap upaya pencegahan sindrom metabolik. Hasil: Terindikasi ada tiga faktor utama yang berinteraksi dan memengaruhi risiko sindrom metabolik, yaitu gaya hidup tidak seimbang, aktivitas fisik yang rendah dan gaya hidup yang didominasi sedenter, dan kesadaran preventif yang rendah dan minimnya dukungan institusi kampus yang melemahkan penerapan perilaku hidup sehat. Simpulan: Pencegahan sindrom metabolik pada mahasiswa memerlukan pendekatan holistik berbasis kampus sehat (Healthy Campus Framework) yang mencakup integrasi edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas fisik, dan penguatan kebijakan institusi yang mendukung perilaku hidup sehat berkelanjutan.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Gaya Hidup Sedentary; Mahasiswa; Pencegahan; Sindrom Metabolik