cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 338 Documents
Hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja Anggraeni, Ratisa Dwipa; Suryani, Suryani; Sudyasih, Tiwi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2683

Abstract

Background: Adolescence is a period marked by physical and psychological changes that can affect sleep patterns. Sleep is essential for adolescents because it plays a role in maintaining physical condition and readiness to carry out daily activities. Lack of quality and duration can lead to less than optimal body conditions, such as the risk of hypertension due to autonomic nervous system disorders, increased inflammation, and changes in metabolism and body weight. Other impacts include fatigue, lethargy, difficulty concentrating, anxiety, headaches, and excessive sleepiness. Purpose: To determine the relationship between the intensity of social media use and sleep quality in adolescents. Method: This non-experimental quantitative research used a cross-sectional study approach. The population of this study was 105 students in grades 10 and 11. The sampling technique used total sampling. The instrument used to measure sleep quality was the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire, while the Social Media Use Intensity questionnaire was used to measure the intensity of social media use. Data analysis used the non-parametric Spearman Rho test. Results: The results of statistical tests using the Spearman Rho test show a significant relationship between sleep quality and intensity of social media use with values ​​(p = 0.005) and (r = 0.274) indicating a positive relationship with a low level of closeness. Conclusion: There is a significant relationship and a weak relationship between sleep quality and the intensity of social media use in grade X and XI.   Keywords: Adolescents; Intensity Of Social Media Use; PSQI; Sleep Quality.   Pendahuluan: Masa remaja adalah periode yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi pola tidur. Tidur sangat penting bagi remaja karena berperan dalam menjaga kondisi fisik dan kesiapan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kurangnya kualitas dan durasi tidur dapat menyebabkan kondisi tubuh yang kurang optimal, seperti risiko hipertensi akibat gangguan sistem saraf otonom, peningkatan peradangan, dan perubahan metabolisme serta berat badan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan kualitas tidur pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini menggunakan pendekatan studi cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 105 siswa kelas 10 dan 11. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas tidur adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kuesioner Intensitas Penggunaan Media Sosial digunakan untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho non-parametrik. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Spearman Rho menunjukkan hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan intensitas penggunaan media sosial dengan nilai (p = 0,005) dan (r = 0,274) yang menunjukkan hubungan positif dengan tingkat kedekatan yang rendah. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan hubungan yang lemah antara kualitas tidur dan intensitas penggunaan media sosial pada siswa kelas X dan XI.   Kata Kunci: Intensitas Penggunaan Media Sosial; Kualitas Tidur; PSQI; Remaja.
Hubungan tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi Sulastriningsih, Inda; Prasestiyo, Hamudi; Sriyati, Sriyati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2690

Abstract

Background: Cancer is a chronic disease that affects not only physical health but also patients’ psychological well-being, including anxiety. Cancer patients undergoing chemotherapy frequently experience anxiety due to treatment side effects, uncertainty regarding prognosis, and concerns about disease recurrence, which may ultimately reduce their quality of life. Purpose: To determine the relationship between anxiety levels and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy. Method: This study employed a quantitative approach with a descriptive correlational design using a cross-sectional method. The sample consisted of 47 cancer patients undergoing chemotherapy, selected through purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), while quality of life was assessed using the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The findings indicated that 34.0% of patients experienced moderate anxiety, and 57.4% had a moderate level of quality of life. The Spearman Rank correlation test showed a significant relationship between anxiety level and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy (p-value = 0.000 [< 0.05]) with a correlation coefficient of −0.792. Conclusion: There is a statistically significant and strong negative correlation between anxiety level and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy.   Keywords: Anxiety; Cancer; Chemotherapy; EORTC QLQ-C30; Quality Of Life.   Pendahuluan: Kanker merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis pasien, salah satunya kecemasan. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi sering mengalami kecemasan akibat efek samping terapi, ketidakpastian prognosis, serta kekhawatiran terhadap kekambuhan penyakit, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 47 pasien kanker yang menjalani kemoterapi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Menunjukkan tingkat kecemasan sedang (34%) dan kualitas hidup sedang (57.4%). Uji korelasi spearman rank menandakan adanya hubungan antara tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dengan p-value = 0.000 < 0.05 dan koefisien korelasi -0.792. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.   Kata Kunci: EORTC QLQ-30; Kanker; Kecemasan; Kemoterapi; Kualitas Hidup.
Hubungan kontrasepsi suntik dan berat badan dengan tekanan darah pada wanita usia subur Ramadhini, Natasya; Hidayah, Noor; Sukesih, Sukesih
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2715

Abstract

Background: Each type of contraception has different benefits and side effects, but hormonal contraceptives containing progesterone, such as injections, generally have side effects in the form of menstrual disorders, weight changes or gain , headaches and increased blood pressure Purpose: To determine the relationship between the use of injectable contraceptives and weight changes with blood pressure in women of childbearing age. Method: This study used an observational analytical design with a retrospective cohort approach and secondary data from medical records. The sample consisted of 80 respondents, comprising 40 users of 1-month contraceptive injections and 40 users of 3-month contraceptive injections. Statistical tests used chi-square. Results: Bivariate analysis showed no statistically significant relationship between injectable contraceptive use and blood pressure, or between weight change and blood pressure (p > 0.05). However, the Relative Risk value indicated that users of 1-month injectable contraceptives had a higher risk of experiencing an increase in blood pressure compared to users of 3-month injectable contraceptives. Conclusion: There was no relationship between injectable contraceptive use and weight change with blood pressure in women of childbearing age at the Batealit Community Health Centre.   Keywords: Blood Pressure; Injectable Contraceptives; Wight.   Pendahuluan: Setiap jenis kontrasepsi memiliki manfaat dan efek samping yang berbeda, namun pada kontresepsi metode hormonal  yang berisi hormon progesteron seperti suntik ini umumnya memiliki efek samping berupa gangguan haid , perubahan atau kenaikan berat badan , sakit kepala dan kenaikan tekanan Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dan perubahan berat badan dengan tekanan darah pada wanita usia subur. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan kohort retroprospektif dan data sekunder dari rekam medis. Sampel berjumlah 80 responden, terdiri dari 40 pengguna kontrasepsi suntik 1 bulan dan 40 pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan. Uji statistic menggunakan chi square. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan tekanan darah, maupun antara perubahan berat badan dengan tekanan darah (p > 0,05). Meskipun demikian, nilai Relative Risk menunjukkan bahwa pengguna kontrasepsi suntik 1 bulan memiliki risiko lebih tinggi mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan. Simpulan: Tidak terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dan perubahan berat badan dengan tekanan darah pada wanita usia subur di Puskesmas Batealit.   Kata Kunci : Berat Badan; Kontrasepsi Suntik; Tekanan Darah.
Jenis kanker dengan kualitas hidup pada pasien kanker Aisah, Mugni; Prasestiyo, Hamudi; Widiastuti, Widiastuti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2716

Abstract

Background: Cancer is a chronic disease that not only affects physical conditions but also influences patients’ psychological, social, and environmental aspects. Differences in cancer types may lead to variations in symptoms, treatment processes, and patients’ responses to the disease, which potentially affect quality of life. Purpose: To determine the relationship between cancer type and quality of life among cancer patients. Method: This study is a quantitative research with a descriptive-analytic design and a cross-sectional approach. The study population consisted of 173 cancer patients, with a total sample of 70 respondents selected based on inclusion and exclusion criteria using a purposive sampling technique. The type of cancer was measured using respondents’ characteristic data, while quality of life was assessed using the European Organisation for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Data were analyzed using Kendall’s Tau correlation test. Results: Most respondents had breast cancer (85.7%) and good quality of life (92.9%). Kendall’s Tau correlation test showed no significant relationship between cancer type and quality of life, with a p-value of 0.056 >0.05 and a correlation coefficient of -0.185. Conclusion: There was no significant relationship between cancer type and quality of life among cancer patients. The strength of the relationship between the two variables was categorized as very weak with a negative direction, indicating an inverse or non-proportional relationship.   Keywords: Cancer; Cancer Type; Quality Of Life.   Pendahuluan: Kanker merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis, sosial, dan lingkungan pasien. Perbedaan jenis kanker dapat menyebabkan variasi gejala, proses pengobatan, serta respons pasien terhadap penyakit, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara jenis kanker dengan kualitas hidup pasien kanker. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analtik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 173 pasien kanker dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden yang dipilih dengan kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan teknik purposive sampling. Jenis kanker diukur menggunakan data karakteristik responden, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Teknik Analisa data menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil: Sebagaian besar responden memiliki jenis kanker payudara (85,7%) dan kualitas hidup baik (92,9%). Uji korelasi Kendall’s Tau menunjukan tidak ada hubungan antara jenis kanker dengan kualitas hidup pada pasien kanker dengan nilai p-value = 0.056 < 0.05 dan koefisien korelasi -0.185. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kanker dengan kualitas hidup pada pasien kanker dan tingkat keeratan hubungan kedua variabel ini di kategorikan sangat rendah dengan arah hubungan negatif yang memiliki makna hubungan berlawanan atau tidak berbanding lurus.   Kata Kunci: Jenis Kanker; Kanker; Kualitas Hidup.
Pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat demensia pada lansia Sari, Yeni Eka Apita; Salmiyati, Suri; Rohmawati, Zubaida
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2720

Abstract

Background: Dementia is a common health problem among the elderly and is characterized by progressive cognitive decline, including impairment in memory, concentration, and thinking ability. This condition reduces independence and quality of life. Purpose: To determine the effect of puzzle play therapy on the level of dementia among elderly residents. Method: This study used a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach conducted at UPT RPSLUT Budhi Dharma Yogyakarta in September 2025. Twenty elderly participants were selected through purposive sampling based on inclusion criteria. Dementia level was measured using the Mini Mental State Examination (MMSE) before and after the intervention. Puzzle play therapy was administered over two weeks (six sessions). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of <0.05. Ethical approval and institutional permission were obtained prior to the study. Results: The results showed an increase in MMSE scores after the puzzle play therapy intervention. Statistical analysis revealed a p-value < 0.05, specifically 0.000, indicating a significant effect of puzzle play therapy on reducing the level of dementia among the elderly. Conclusion: Puzzle play therapy is effective as a nonpharmacological intervention in reducing dementia levels and maintaining cognitive function among the elderly.   Keywords: Cognitive Function; Dementia; Elderly; Puzzle Play Therapy.   Pendahuluan: Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan ditandai dengan penurunan fungsi kognitif secara progresif, seperti gangguan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir. Kondisi ini berdampak pada penurunan kemandirian serta kualitas hidup lansia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat demensia pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Studi pendahuluan dilakukan di UPT RPSLUT Budhi Dharma Yogyakarta pada September 2025 dengan 20 lansia yang dipilih melalui purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah terapi bermain puzzle, sedangkan variabel dependen adalah tingkat demensia yang diukur menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) sebelum dan sesudah intervensi. Terapi diberikan selama dua minggu (enam sesi). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi < 0.05. Penelitian telah memperoleh izin dari instansi terkait. Hasil: Adanya peningkatan skor MMSE setelah intervensi terapi bermain puzzle. Analisis statistik menunjukkan nilai p < 0.05 yaitu sebesar 0.000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi bermain puzzle dalam menurunkan tingkat demensia pada lansia. Simpulan: Terapi bermain puzzle efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam memperlambat dan menurunkan tingkat demensia serta mempertahankan fungsi kognitif pada lansia.   Kata Kunci: Demensia; Fungsi Kognitif; Lansia; Terapi Bermain Puzzle.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa Lestari, Puput Ayu; Istiqomah, Istiqomah; Prasestiyo, Hamudi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2724

Abstract

Background: Gastritis is a condition that causes inflammation of the lining of the stomach and is common in people of productive age, including college students. Purpose: To analyze factors related to the occurrence of gastritis in 5th semester nursing students, which include diet, stress levels, medication consumption, and coffee consumption. Method: This research is quantitative with a descriptive correlation design using a cross-sectional approach. The sample consisted of 70 students selected using simple random sampling from a total population of 233. Data were collected through a questionnaire and analyzed using the Chi-Square statistical test. Results: The analysis showed that there was a significant relationship between stress and the incidence of gastritis (p-value 0.014 < 0.05) and consumption of NSAIDs with the incidence of gastritis (p-value 0.000 < 0.05). In contrast, diet (p-value 0.242 > 0.05) and coffee consumption (p-value 0.065 > 0.05) did not statistically show a significant relationship with the incidence of gastritis in the respondents of this study. The characteristics of the respondents were dominated by women (87.1%) with moderate stress levels (44.3%) and poor diet (55.7%). Conclusion: Stress and medication use were the main factors contributing significantly to gastritis.   Keywords: Diet; Drug Consumption; Gastritis; Nursing Students; Stress.   Pendahuluan: Gastritis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan lambung dan umum terjadi pada orang usia produktif, termasuk mahasiswa. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya gastritis pada mahasiswa yang meliputi pola makan, tingkat stres, konsumsi obat, dan konsumsi kopi. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain korelasi deskriptif menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 70 mahasiswa yang dipilih menggunakan simple random sampling dari total populasi 233 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara stres dan kejadian gastritis (nilai p 0.014 < 0.05) serta konsumsi NSAID dengan kejadian gastritis (nilai p 0.000 < 0.05). Sebaliknya, pola makan (nilai p 0.242 > 0.05) dan konsumsi kopi (nilai p 0.065 > 0.05) tidak menunjukkan hubungan signifikan secara statistik dengan kejadian gastritis pada responden penelitian ini. Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (87.1%) dengan tingkat stres sedang (44.3%), dan pola makan buruk (55.7%). Simpulan: Stres dan penggunaan obat-obatan merupakan faktor utama yang berkontribusi signifikan terhadap gastritis.   Kata Kunci : Gastritis; Konsumsi Obat; Mahasiswa Keperawatan; Pola Makan; Stres.
Hubungan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien penderita diabetes melitus tipe 2 Rubianto, Tria Afifah; Istiqomah, Istiqomah; Widiastuti, Widiastuti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2728

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that requires long-term management and can impact a patient's quality of life physically, psychologically, socially, and environmentally. Successful disease management is determined not only by patient adherence to treatment but also by family support, the primary support system that helps patients maintain self-care, maintain blood sugar control, and improve well-being. Purpose: To determine the relationship between family support and quality of life in type 2 diabetes mellitus patients. Method: This study used a quantitative method with a correlational cross-sectional design. The sample consisted of 87 respondents selected using a purposive sampling technique. Data collection was conducted using the Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) questionnaire to measure family support and the Diabetes Quality of Life (DQOL) to measure quality of life. Data analysis used the Spearman Rank test. Results: The majority of respondents reported high family support and good quality of life (81.6%, respectively). There is a significant relationship between family support and quality of life in patients with type 2 diabetes mellitus (p = 0.000) and a correlation coefficient of 0.923, indicating a very strong positive relationship. Conclusion: Family support plays a crucial role in improving the quality of life in patients with type 2 diabetes mellitus.   Keywords: Family Support; Outpatients; Quality of Life; Type 2 Diabetes Mellitus.   Pendahuluan: Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien secara fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Keberhasilan pengelolaan penyakit tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatan, tetapi juga oleh dukungan keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam membantu pasien menjalani perawatan diri, menjaga kontrol gula darah, serta meningkatkan kesejahteraan hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) untuk mengukur dukungan keluarga dan Diabetes Quality of Life (DQOL) untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi dan kualitas hidup baik masing-masing sebesar 81.6%. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan nilai p = 0.000 dan koefisien korelasi 0.923 yang menunjukkan hubungan positif sangat kuat. Simpulan: Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus tipe 2.   Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Dukungan Keluarga; Kualitas Hidup; Pasien Rawat Jalan.
Pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Haqqoni, Habib Fatih; Rahmadewi, Triani; Arifah, Siti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2946

Abstract

Background: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an important effort to improve health and prevent various diseases, but its implementation in Indonesia is still not optimal. Low PHBS implementation has resulted in high incidences of diseases such as diarrhea and dengue fever. Purpose: This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with the implementation of clean and healthy living behavior (PHBS). Method: This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach conducted at Muhammadiyah 1 Wates Junior High School. The research respondents were 71 students using the entire population or so-called total sampling technique. The research instrument used a questionnaire on knowledge and attitudes regarding the implementation of PHBS. Data analysis was carried out using the Spearman rank correlation test. Results: The Spearman rank obtained a correlation coefficient value between the level of knowledge and PHBS with a p-value of 0.311 > 0.05 and a correlation value between the level of attitude and PHBS with a p-value = 0.720 > 0.05 which indicates that there is no significant relationship between knowledge and attitudes with the implementation of PHBS in students, with a negative relationship direction and less correlation strength. Conclusion: The results of the relationship analysis using the Spearman correlation test show that there is no significant relationship between the level of knowledge and the implementation of PHBS, and there is no significant relationship between the level of attitude and the implementation of PHBS (p > 0.05).   Keywords: Attitude; Clean And Healthy Living Behavior; Knowledge.   Pendahuluan: PHBS merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah berbagai penyakit, namun penerapannya di Indonesia masih belum optimal. Rendahnya pelaksanaan PHBS berdampak pada tingginya kejadian penyakit seperti diare dan demam berdarah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan PHBS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Wates. Responden penelitian adalah siswa sebanyak 71 orang dengan menggunakan keseluruhan populasi atau disebut teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan PHBS. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil: Uji spearman rank diperoleh nilai koefisiensi korelasi antara tingkat pengetahuan dengan PHBS dengan p-value 0.311 >0.05 dan nilai korelasi antara tingkat sikap dengan PHBS dengan p-value = 0.720 > 0.05 yang menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan PHBS pada siswa, dengan arah hubungan negative dan kekuatan korelasi kurang. Simpulan: Hasil analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pelaksanaan PHBS, serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat sikap dengan pelaksanaan PHBS (p > 0.05).   Keywords: Pengetahuan; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Sikap.