cover
Contact Name
Nining Nuraida
Contact Email
Nining@uinjambi.ac.id
Phone
+6282314000724
Journal Mail Official
edu-bio@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Faculty of Education and Teacher Training, State Islamic University of Sulthan Thaha Saifuddin, Jambi, Indonesia Jl. Jambi - Muara Bulian Km.16, Muara Jambi-Jambi. Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
EDU-BIO : Jurnal Pendidikan Biologi
ISSN : -     EISSN : 25984284     DOI : https://doi.org/10.30631/edubio
Core Subject : Science, Education,
Edu-Bio is a journal that contains scientific articles of research results in the field of biology and biological education. The focus and scopes of Jurnal Biotek are as follows. 1. Motivation, perception and profiles of educators and learners in learning process and biological learning 2. Development and application of learning sources and media 3. Design of biological learning 4. Application of biological learning in schools (classroom action research and quasi experimental research) 5. Evaluation of biology education 6. Lesson study
Articles 62 Documents
Analisis Kondisi Awal Preferensi Peserta Didik terhadap Pembelajaran Kolaboratif pada Mata Pelajaran Biologi di Kelas X SMA Negeri 3 Kota Jambi Rifda Zaiza; Ali Sadikin; Desfaur Natalia
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i1.181

Abstract

Pembelajaran kolaboratif merupakan salah satu pendekatan yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dalam  mengembangkan keterampilan kerja sama peserta didik. Namun, keberhasilan penerapannya dipengaruhi oleh kondisi awal dan preferensi peserta didik terhadap pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi awal pembelajaran kolaboratif sebagai dasar kajian preferensi peserta didik pada pembelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 3 Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pendahuluan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dengan guru Biologi kelas X dan observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif telah diterapkan, namun pelaksanaannya belum berjalan optimal. Partisipasi peserta didik masih bervariasi, sebagian peserta didik aktif bekerja sama, sementara sebagian lainnya cenderung pasif, kurang percaya diri, dan bergantung pada teman yang lebih dominan. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai preferensi peserta didik sebagai dasar perancangan strategi pembelajaran kolaboratif yang lebih adaptif.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Hasil Belajar IPA Terpadu Siswa MtsN 2 Muaro Jambi Muhammad Robbi Ikhsani; Miftahur Rahmi
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i1.182

Abstract

Model pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan yang menantang siswa untuk memecahkan masalah nyata melalui proyek, sehingga mendorong kemandirian dan meningkatkan kemampuan berpikir. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode Kuasi-eksperimental dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 68 siswa kelas VIII di MTs Negeri 2 Muaro Jambi, yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing 17 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang diberikan setelah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa, dibuktikan dengan nilai thitung = 10.096 > ttabel = 0.8. Temuan ini mendukung Hipotesis Alternatif (H1), yang menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran berbasis proyek memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar.
EFEKTIVITAS BRAIN DUMP TERHADAP AKTIVITAS DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TADRIS BIOLOGI Riko Aprianto; Ica Wandari Anisia; Donal Saputra
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.219

Abstract

Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan mahasiswa di kelas dan kurangnya dorongan internal untuk mencapai prestasi akademik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik brain dump terhadap aktivitas dan motivasi belajar mahasiswa. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimen menggunakan desain one-group pretest–posttest design. Populasi target adalah mahasiswa semester 1 T.A 2025/2026 Program Studi Tadris Biologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Sampel penelitian adalah kelas 1B yang ditentukan melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas belajar dan angket motivasi belajar. Data hasil penelitian diperoleh skor rata-rata aktivitas belajar pada pretest 39,43 dan posttest 56,14. Sedangkan skor rata-rata motivasi belajar pada pretest 72,93 dan posttest 74,07. Selanjutnya, hasil analisis data aktivitas belajar menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi 0,004<0,05 (H1 diterima) sedangkan data motivasi belajar terdistribusi normal menggunakan uji hipotesis paired samples t-test diperoleh nilai signifikansi 0,53>0,05 (H0 diterima). Kedua data uji hipotesis tersebut menunjukan aktivitas belajar mahasiswa yang mengikuti teknik brain dump memilki perbedaan nilai secara signifikan sedangkan pada aspek motivasi belajar tidak memiliki perbedaan secara siginifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa teknik Brain Dump efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, tetapi belum efektif dalam meningkatkan motivasi belajar.  
A Kajian Kritis terhadap Modul Ajar dan Media Pembelajaran Biologi sebagai Dasar Pengembangan Inovasi Pembelajaran Linda Safitri; Paidi Paidi
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas modul ajar dan media pembelajaran biologi pada materi Sel. Selain itu, penelitian ini bertujuan menghasilkan gagasan inovatif sebagai dasar pengembangan pembelajaran menggunakan pendekatan SCAMPER. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, analisis dokumen, dan pencatatan terhadap komponen modul ajar serta media pembelajaran. Data dianalisis menggunakan pendekatan SCAMPER yang meliputi Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, dan Rearrange. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar telah mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada peserta didik, namun masih diperlukan pengembangan pada variasi aktivitas pembelajaran dan pemanfaatan media digital. Inovasi yang dihasilkan meliputi pembelajaran aktif berbasis diskusi, praktikum, Problem Based Learning (PBL), mini project berbasis kasus kesehatan, dan penggunaan media digital interaktif. Pengembangan inovasi tersebut selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, diferensiasi, penguatan kompetensi, dan pengembangan keterampilan abad ke-21.
Analisis Strategi Pembelajaran Biologi Terhadap Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 3 Kota Jambi Nikita Rahmadhani; Ali Sadikin; Desfaur Natalia
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran biologi yang digunakan guru serta mendeskripsikan minat belajar siswa kelas X terhadap strategi pembelajaran tersebut di SMA Negeri 3 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Jambi yang berjumlah 419 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket minat belajar siswa menggunakan skala Likert. Indikator minat belajar yang dianalisis meliputi perasaan senang, ketertarikan untuk belajar, menunjukkan perhatian saat belajar, dan keterlibatan dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap berbagai strategi pembelajaran biologi berada pada kategori cukup hingga sangat tinggi dengan rentang persentase 72,20%–86,60%. Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE) memperoleh persentase tertinggi pada sebagian besar indikator minat belajar, terutama pada indikator ketertarikan untuk belajar sebesar 86,60%. Selain itu, strategi pembelajaran kooperatif, kontekstual, dan afektif juga menunjukkan kategori minat belajar yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan karakteristik siswa mampu meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran biologi.
Pengaruh Dosis Asam Humat pada Media Cocopeat terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) cv. Ori 202 Evan Vria Andesmora; Riko Aprianto; Ani Sulistiyani; Arin Ulfiana Mubarokah; Steffanie Nurliana; Eben Ezer Simanungkalit; Khonita Rahma Diani
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.222

Abstract

Cocopeat banyak digunakan sebagai media tanam organik dalam budidaya hortikultura karena memiliki kapasitas menahan air yang tinggi dan aerasi yang baik; namun demikian, ketersediaan haranya yang relatif rendah sering kali membatasi pertumbuhan tanaman secara optimal. Asam humat telah dikenal sebagai biostimulan tanaman yang mampu meningkatkan ketersediaan hara serta merangsang proses fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons dosis asam humat terhadap pertumbuhan vegetatif cabai rawit (Capsicum frutescens L.) kultivar Ori 202 yang dibudidayakan pada media cocopeat. Percobaan dilakukan menggunakan empat konsentrasi asam humat, yaitu 0, 2,5, 5,0, dan 7,5 mL L⁻¹. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, biomassa segar, dan biomassa kering, yang diukur pada fase awal pertumbuhan vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengamatan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang, mengindikasikan adanya dinamika pertumbuhan vegetatif yang aktif pada fase pertumbuhan awal. Aplikasi asam humat berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan, khususnya akumulasi biomassa. Performa pertumbuhan vegetatif tertinggi diperoleh pada perlakuan asam humat 7,5 mL L⁻¹, yang menghasilkan tinggi tanaman tertinggi serta biomassa segar dan kering terbesar. Sebaliknya, perlakuan 5,0 mL L⁻¹ menunjukkan pertumbuhan yang relatif lebih rendah, yang mengindikasikan pola respons dosis yang tidak linier. Efek peningkatan pertumbuhan akibat aplikasi asam humat diduga berkaitan dengan stimulasi perkembangan akar, peningkatan efisiensi penyerapan hara, serta peningkatan produksi biomassa. Temuan ini menunjukkan asam humat berpotensi digunakan sebagai biostimulan yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan C. frutescens yang dibudidayakan pada media berbasis cocopeat, serta dapat menjadi strategi alternatif meningkatkan produktivitas dalam sistem hortikultura tanpa tanah.
Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Alternatif Indikator Alami dalam Pengujian Kandungan Boraks Hans Filbert Nadeak; Aida Turrohma Hasibuan; Helen Cindytha Pasaribu; Rahel Oriza Girsang; Larasati Arum Utami; Nurbaity Situmorang
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.223

Abstract

Keamanan pangan merupakan isu krusial yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, namun penyalahgunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti boraks masih marak ditemukan pada produk pangan olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai indikator alami untuk mendeteksi kandungan boraks secara kualitatif pada berbagai sampel makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap tujuh sampel makanan, yaitu bakso ayam, bakso ikan, pempek, tahu putih, bihun, mie kuning, dan kerupuk ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang yang mengandung pigmen antosianin sensitif terhadap perubahan pH, di mana kondisi basa akibat keberadaan boraks akan memicu perubahan warna dari biru keunguan menjadi hijau. Dari seluruh sampel yang diuji, hanya sampel mie kuning yang menunjukkan perubahan warna menjadi hijau, yang mengindikasikan adanya kandungan boraks. Sementara itu, enam sampel lainnya menunjukkan hasil negatif. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga telang efektif digunakan sebagai instrumen skrining awal yang sederhana, aman, dan ekonomis untuk mengidentifikasi kontaminasi boraks pada makanan, serta berpotensi dikembangkan sebagai media edukasi keamanan pangan bagi masyarakat.
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Sebagai Indikator Alami dalam Deteksi Boraks Pada Sampel Makanan Grace Dearni Batubara; Aprilla Rahel Yolanda Sinaga; Syahilla Az Zahra; Dea Alfioni Br. Tarigan; Muhammad Hafiz Siddiq; Larasati Arum Utami; Nurbaity Situmorang
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.224

Abstract

Penyalahgunaan boraks sebagai bahan tambahan pangan ilegal masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) sebagai indikator alami dalam mendeteksi kandungan boraks pada berbagai sampel makanan secara kualitatif. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan teknik ekstraksi pelumatan dan penyaringan untuk memperoleh pigmen antosianin. Sampel penelitian terdiri dari tujuh jenis pangan populer: bakso ayam, bakso ikan, tahu putih, bihun, mie kuning, pempek, dan makaroni. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari seluruh sampel, hanya mie kuning yang menunjukkan perubahan warna menjadi hijau secara signifikan (positif mengandung boraks). Enam sampel lainnya tetap berwarna merah keunguan (negatif). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak bunga kembang sepatu efektif digunakan sebagai instrumen deteksi dini boraks melalui mekanisme perubahan warna akibat reaksi antara senyawa basa boraks dengan zat warna antosianin.
Pemanfaatan Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Sebagai Indikator Alami Dalam Uji Boraks Pada Makanan Boi David Nainggolan; Jemima Fevriera Bangun; Nabil Arkan Harahap; Salsabilla Salsabilla; Yulan Marcelia Banjarnahor; Larasati Arum Utami; Nurbaity Situmorang
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.225

Abstract

Keamanan pangan menjadi isu penting di Indonesia akibat masih ditemukannya penyalahgunaan bahan tambahan pangan terlarang, salah satunya boraks, pada berbagai produk olahan untuk meningkatkan tekstur dan daya simpan. Berbagai indikator alami berbasis antosianin telah dikembangkan untuk mendeteksi senyawa bersifat basa, namun sebagian besar penelitian masih menggunakan satu jenis bahan indikator atau terbatas pada jenis pangan tertentu sehingga kajian mengenai konsistensi respons indikator pada berbagai matriks pangan masih perlu diperluas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai indikator alami dalam mendeteksi keberadaan boraks secara kualitatif pada berbagai sampel pangan di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengamatan perubahan warna pigmen antosianin setelah bereaksi dengan sampel uji. Sebanyak tujuh jenis pangan olahan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dari wilayah Kota Medan diuji menggunakan ekstrak ubi jalar ungu sebagai indikator alami. Sampel tersebut meliputi bakso ayam, bakso ikan, tahu putih, mie kuning, mie bihun, pempek, dan kerupuk, dengan masing-masing sampel dilakukan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan untuk memastikan konsistensi hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sampel mie kuning yang memberikan respons positif dengan perubahan warna indikator dari ungu menjadi biru kehitaman, sedangkan enam sampel lainnya tidak menunjukkan perubahan warna yang mengindikasikan keberadaan boraks. Perubahan warna tersebut terjadi akibat transformasi struktur antosianin pada kondisi basa yang dipicu oleh keberadaan senyawa natrium tetraborat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak ubi jalar ungu memiliki potensi sebagai indikator alami berbasis antosianin yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk skrining awal keamanan pangan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengujian konsistensi kemampuan indikator ubi jalar ungu terhadap beberapa jenis pangan olahan dengan karakteristik matriks yang berbeda sehingga memperluas pemanfaatan bioindikator alami dalam deteksi cemaran kimia pangan.
Pemanfaatan Ekstrak Buah Naga Sebagai Indikaotor Alami Dalam Uji Kandungan Boraks Pada Sampel Makanan Ezra Sijabat; Yohana Putri Girsang; Muhammad Rio Adinatha; Gloria Caroline Siahaan; Larasati Arum Utami; Nurbaity Situmorang
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2026): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v9i2.226

Abstract

Keamanan pangan di Indonesia masih menghadapi tantangan akibat penyalahgunaan bahan tambahan pangan yang dilarang, salah satunya boraks, yang sering digunakan secara ilegal untuk meningkatkan tekstur dan daya simpan produk pangan. Berbagai metode deteksi telah dikembangkan menggunakan indikator sintetis maupun indikator alami, namun sebagian besar penelitian masih terbatas pada penggunaan satu jenis sumber indikator atau pengujian pada matriks pangan tertentu. Pemanfaatan pigmen betalain dari kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai indikator alami untuk mendeteksi boraks pada berbagai karakteristik pangan masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan ekstrak kulit buah naga merah sebagai indikator alami dalam mendeteksi keberadaan boraks secara kualitatif pada berbagai sampel pangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan perubahan warna indikator akibat perubahan kondisi pH setelah bereaksi dengan sampel uji. Sebanyak tujuh jenis sampel pangan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dari beberapa lokasi penjualan diuji menggunakan ekstrak kulit buah naga merah, meliputi bakso ayam, bakso ikan, tahu putih, mie kuning, mie bihun, pempek, dan kerupuk. Setiap sampel dilakukan pengujian sebanyak tiga kali pengulangan untuk memastikan konsistensi hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah menghasilkan perubahan warna yang berbeda pada sampel yang terindikasi mengandung senyawa basa, ditandai dengan perubahan warna pigmen betalain dari merah keunguan menjadi warna yang lebih pucat setelah berinteraksi dengan boraks. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah berpotensi digunakan sebagai indikator alami berbasis pigmen betalain yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk skrining awal keamanan pangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi konsistensi respons pigmen betalain dari limbah kulit buah naga merah terhadap berbagai matriks pangan dengan karakteristik berbeda sebagai metode deteksi boraks berbasis bahan lokal.