cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
ANALISIS PERAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI KOTA BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS KERAJINAN TENUN TAPIS DI KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG) Albertus Noven Nugroho Setyo Adi; Muhammad Ardiansyah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3195

Abstract

Kerajinan khas Provinsi Lampung berupa kain tenun Tapis yang terletak di Sentra Tapis Kemiling. Pemerintah akan membangun sentra perajin tekstil desa di Kota Bandar Lampung dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat khususnya generasi muda untuk belajar menjadikan kain songket sebagai tujuan wisata para wisatawan. Selain itu, peran pemerintah daerah mutlak diperlukan dalam hal ini. Sebab berhasil tidaknya membangun dan mengembangkan ekonomi kreatif sangat ditentukan oleh kapasitas seluruh pihak yang terlibat dalam prosesnya. Walikota Kota Bandar Lampung mempunyai potensi ekonomi yang inovatif khususnya di bidang kerajinan tangan. Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: Hambatan pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bandar Lampung; Kendala pemerintah daerah dalam proses pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bandar Lampung; Kendala lainnya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Ekonomi Kreatif adalah sebuah pendekatan ekonomi yang menekankan peran kreativitas dan inovasi dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor utama dalam aktivitas ekonomi. Pemerintah telah menetapkan fokus pada pelatihan, bimbingan, dan dukungan bagi generasi mendatang untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif, terutama dalam kerajinan tangan seperti Tenun Tapis Lampung. Dalam upaya ini, pemerintah daerah memiliki peran yang penting sebagai penyedia layanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dinas Ekonomi Kreatif, Perindustrian, dan Perdagangan terlibat secara langsung dalam memajukan sektor ekonomi kreatif, khususnya melalui pengembangan kerajinan Tenun Tapis Lampung di Balai Tapis Kemiling.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KECAMATAN DI PAMEKASAN Mohammad Hamzah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3207

Abstract

Leadership has a central role in organizational and group life. To achieve common goals, people in an organization need to build togetherness by following the control of their leader. With this control, differences in desires, wills, wishes, feelings, needs and so on are brought together to be moved in the same direction. This means that in every organization individual differences are utilized to achieve the same goals as leadership activities. A leader is a person who leads or influences other people in a company or organization. Organizational culture is a characteristic that exists in a group and is used as a guide for their behavior and differentiates them from other groups. Or organizational culture is a set of behavioral norms and values that must be understood and obeyed by the group of people who adhere to it. So, this will have an impact on the performance of employees in an organization or company
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KIA (KARTU IDENTITAS ANAK) DALAM MENJAMIN PEMENUHAN HAK KONSTITUSI ANAK STATELES DI KELURAHAN PEGIRIAN KOTA SURABAYA Arya Wibisono; Achludin Ibnu Rochim; Indah Murti
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3208

Abstract

Anak stateless adalah anak yang tidak memiliki kewarganegaraan dari negara mana pun dan tidak memiliki orang tua atau wali yang bertanggung jawab atas perawatan, perlindungan, dan pendidikan mereka. Identitas kependudukan, termasuk Kartu Identitas Anak (KIA), merupakan hak fundamental penduduk yang dijamin oleh Konstitusi 1945 dan UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. KIA berperan penting dalam melindungi hak anak, mempermudah akses publik, mencegah perdagangan manusia, dan mengonfirmasi identitas anak secara resmi. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan KIA untuk anak stateless di Kelurahan Pegirian, Kota Surabaya, dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menyoroti kompleksitas implementasi kebijakan tersebut, termasuk dalam aspek Standar dan Tujuan Kebijakan, Sumber Daya Kebijakan, Kegiatan Komunikasi dan Penegakan Antar Organisasi, Karakteristik Badan Pelaksana, Kondisi Ekonomi, Sosial, dan Politik, serta Diposisi Pelaksana. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi pembuat kebijakan, praktisi, dan peneliti dalam upaya meningkatkan efektivitas dan relevansi kebijakan KIA dalam memenuhi hak-hak konstitusi anak stateless di Kelurahan Pegirian.
PENGARUH SOFT POWER KOREA DALAM MARGINALISASI KEBAYA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA INDONESIA Secelia A.P.Simanjuntak; I Ketut Putra Erawan; Tedi Erviantono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3211

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh soft power Korea Selatan dalam marginalisasi kebaya sebagai identitas budaya Indonesia. Melalui studi kasus pada komunitas-komunitas kebaya, penelitian ini mengungkap adanya hegemoni budaya Korea yang menciptakan konstruksi identitas hibrid di kalangan anak muda Indonesia. Budaya populer Korea dianggap lebih modern dan atraktif, sementara kebaya dipandang kuno dan tidak relevan. Namun, komunitas kebaya melakukan resistensi dengan menegaskan kembali kebaya sebagai identitas budaya Indonesia melalui negosiasi identitas dan hibriditas baru. Kebaya dipadukan dengan unsur-unsur modern untuk menarik minat generasi muda sambil mempertahankan warisan budaya. Temuan ini menyoroti dinamika budaya dan identitas di era globalisasi, serta peran soft power dalam mempengaruhi pergeseran budaya lokal. Upaya pelestarian dan revitalisasi kebaya menjadi penting untuk mempertahankan warisan budaya Indonesia dan memperkuat identitas nasional.
ANALISIS PERANAN PEMUDA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI ERA GLOBALISASI Haminah Sabiah Vitry; Syamsir, Syamsir
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3225

Abstract

Pemuda memiliki potensi dan kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk melestarikan budaya, seperti kreativitas, inovasi, dan akses terhadap teknologi informasi. Pemuda dapat mengemas budaya dengan cara yang menarik dan kekinian sehingga dapat diterima oleh generasi muda lainnya. Teknologi informasi juga dapat digunakan untuk mempromosikan budaya Indonesia ke dunia internasional. Melestarikan budaya bukan berarti menolak modernisasi. Justru, pemuda dapat memanfaatkan modernisasi untuk memperkuat budaya bangsa. Dengan demikian, budaya Indonesia dapat terus berkembang dan lestari di era globalisasi. Globalisasi membawa berbagai tantangan bagi budaya bangsa, termasuk Indonesia. Arus budaya asing yang deras dapat menggerus nilai-nilai budaya luhur bangsa. Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa sangatlah penting dalam melestarikan budaya.
MEWUJUDKAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN: MELALUI PROGRAM BANK SAMPAH DI INDONESIA Zharfan Surya Nauvally
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3246

Abstract

Tujuan penelitian ini agar bisa melihat keberlanjutan lingkungan di Indonesia melalui adanya bank sampah sebagai solusinya. Artikel ini membahas tentang dampak signifikan limbah rumah tangga terhadap lingkungan di Indonesia. Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, volume limbah yang dihasilkan juga meningkat, dan sebagian besar limbah tersebut adalah organik, yang menjadi masalah lingkungan yang serius. Kurangnya ketegasan hukum dan kurangnya inisiatif masyarakat untuk mengelola limbah menjadi faktor yang memperparah masalah ini. Artikel ini menekankan pentingnya implementasi praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan, seperti sistem "bank sampah", yang memungkinkan masyarakat untuk mengambil alih pengelolaan limbah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan pendidikan untuk mengubah perilaku dan mengurangi masalah pengelolaan limbah. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya limbah dan berpartisipasi aktif dalam upaya mengelola limbah yang lebih berkelanjutan. Menggunakan green theorysebagai pedoman penelitian ini. bahasan dari teori ini sebenarnya membantu para pemikir negara atau aktor hubungan internasional merevisi peraturan atau kebijakan yang bertentangan dengan nilai lingkungan.
PERAN AKTOR POLITIK DALAM MEREDAM STIGMATISASI TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA DI INDONESIA Denica Sharon Siahaan; I Ketut Putra Erawan; Tedi Erviantono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3252

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran aktor politik, seperti partai politik dan tokoh politik, dalam meredam stigmatisasi terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia. Stigmatisasi masih terjadi akibat kurangnya pemahaman tentang status pengungsi dan stereotip negatif yang melekat pada etnis Rohingya. Aktor politik memiliki pengaruh dan kekuatan politik yang dapat digunakan untuk mengedukasi masyarakat serta mempromosikan kebijakan yang lebih ramah terhadap pengungsi. Upaya yang telah dilakukan antara lain mendorong peraturan perundang-undangan yang melindungi hak-hak pengungsi, mengkampanyekan penghapusan diskriminasi, dan memberikan dukungan bantuan kemanusiaan. Namun, tantangan seperti kurangnya komitmen, kepentingan politik, dan minimnya kesadaran tentang isu pengungsi masih menjadi kendala. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kerjasama antara pemerintah, aktor politik, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga internasional, serta keterlibatan masyarakat dalam meredam stigmatisasi melalui program-program yang mendorong interaksi dan pemahaman antar budaya.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP KUALITAS LAYANAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Nuraina, Nuraina; Muhammad Dalimunthe; Muslih Fathurrahman
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3256

Abstract

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Labuhanbatu Selatan merupakan salah satu perpustakaan umum di kabupaten Labuhanbatu Selatan yang memiliki kepuasan pengguna dari berbagai kalangan masyarakat dalam menggunakan layanan perpustakaan. Dimana ada terdapat beberapa masalah dibidang pelayanan yang diberikan pustakawan masih kurang memuasakan bagi pengguna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menggali pemahaman mendalam tentang kepuasan pengguna terhadap layanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menjelaskan fenomena secara detail, tanpa mengubah variabel atau mengontrol situasi penelitian. Penelitian ini menghasilkan bahwa Analisis kualitas layanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Labuhanbatu Selatan menunjukkan bahwa pengguna belum sepenuhnya puas dengan layanan yang diberikan. Pada aspek Affelct of Selrvilcel, kinerja petugas dalam pelayanan masih belum mencapai tingkat kepuasan yang diharapkan. Meskipun ada indikasi bahwa pengguna merasa cukup puas dengan layanan, seperti dalam aspek Elmpathy, tanggapan cepat dari petugas terhadap kebutuhan masih menjadi kekurangan yang perlu diperbaiki.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, DISIPLIN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN BUBUTAN SURABAYA Lilis Rahmadhanti; Bambang Kusbandrijo; Supri Hartono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i8.3267

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kantor kecamatan bubutan Surabaya. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel X yaitu budaya organisasi, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap variabel Y yaitu kinerja pegawai di kantor kecamatan bubutan Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah kantor kecamatan bubutan. Populasinya adalah pegawai kantor kecamatan bubutan Surabaya sebanyak 43 pegawai. Teknik pengambilan sampel menggunkan Teknik non probability sampling artinya dalam penelitian ini memberikan kesempatan yang sama untuk responden. Sehingga dalam penelitian ini menggunakan sampel seluruh pegawai kantor kecamatan bubutan Surabaya sebanyak 43 responden. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda yang diolah dengan program SPSS for windows versi 26. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa variabel budaya organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di kantor kecamatan bubutan Surabaya, disiplin kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di kantor kecamatan bubutan Surabaya, dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di kantor kecamatan bubutan Surabaya. Dalam pengujian secara simultan variabel budaya oragnisasi, disiplin kerja, dan motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di kantor kecamatan bubutan Surabaya.
EVALUASI DAMPAK PROGRAM PEMBINAAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS: (Studi Kasus UPTD Liponsos Keputih di Kota Surabaya) Octavia Fransiska; Bambang Kusbandrijo; Supri Hartono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i9.3268

Abstract

Masalah sosial merupakan tantangan kompleks dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, namun definisi yang diterima umum masih belum jelas. Salah satu contoh masalah sosial di Indonesia adalah masalah gelandangan dan pengemis. Penyebab dari permasalahan tersebut adalah kemiskinan yang belum teratasi sampai tuntas, seperti ketimpangan pembangunan, kualitas layanan kesehatan, Sumber Daya Manusia yang rendah, keterampilan tenaga kerja yang rendah, angka putus sekolah tinggi dan rendahnya etos kerja. Penelitian ini fokus pada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang menjadi bagian dari populasi gelandangan dan pengemis (gepeng) di Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial dan Lingkungan (UPTD) Keputih. Fasilitas ini digunakan untuk menampung para PMKS, termasuk para gelandangan dan pengemis yang di razia oleh Satpol PP, Operasi Gabungan, maupun dari masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap program pembinaan UPTD Liponsos Keputih untuk menilai keberhasilan mereka dalam menjalankan tugas organisasinya untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan kemampuannya dalam penanganan PMKS gepeng. Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan di UPTD Liponsos Kota Surabaya adalah bahwa dampak dari program pembinaan gelandangan dan pengemis tersebut tidak memiliki dampak yang maksimal terhadap gelandangan dan pengemis ditandai dengan banyaknya gelandangan dan pengemis yang kembali ke jalanan. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan di UPTD Liponsos Keputih adalah program pembinaan tersebut telah berjalan dengan prosedur yang berlaku, akan tetapi dampak yang diberikan kepada gelandangan dan pengemis belum dikatakan berhasil.

Page 48 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue