Articles
2,492 Documents
Analisis Yuridis Kekuatan Pembuktian Lie Detector dalam Pemeriksaan Tersangka
Ronaldo Velix;
Nuwarti;
Rizal Syamsul Ma'arif
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.16250
Meski lie detector memiliki akurasi yang cukup baik dalam mendeteksi apa yang disembunyikan dalam pikiran dan hati seorang berdasarkan uji coba, namun perlu dikaji secara hukum tentang keabsahan dari mesin deteksi kebohongan sebab sehebat apapun alat yang digunakan belum tentu dapat mendeketi secara keseluruhan apa yang ada salam pikiran dan hati manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kekuatan hukum pembuktian lie detector atau mesin deteksi kebohongan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu hukum dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan norma, kaidah, dan asas-asas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penafsiran mesin pendeteksi kebohongan atau Lie Detector tidak dapat dijadikan bukti utama untuk menyatakan seorang terdakwa bersalah atau tidak, tetapi dapat digunakan untuk mendukung fakta yang diperoleh dari hasil penyidikan dan bukti-bukti lain yang diperoleh dalam persidangan. Dan di dalam UU ITE tidak menyebutkan secara jelas tentang mesin deteksi kebohongan terdakwa sehingga tidak dapat ditafsirkan bahwa bukti elektronik yang dimaksud dalam UU IT ialah mesin deteksi kebohongan. Mesin deteksi kebohongan tidak disebutkan dalam Pasal 184 KUHAP sebagai alat bukti sehingga tidak dapat dijadikan alat bukti dalam bidang pidana karena peraturan yang berlaku dalam persidangan ialah yang diatur dalam KUHAP bukan UU ITE.
Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Fahri Aji Suryana;
Gotfridrus Goris Seran;
Cecep Wahyudin
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.19779
(Penelitian ini mengkaji partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami makna dan interpretasi subjek penelitian terkait partisipasi dalam forum perencanaan pembangunan ini. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara semi-terstruktur. Validitas dan reliabilitas data ditingkatkan melalui teknik triangulasi, yang melibatkan pemanfaatan berbagai sumber informasi, metode pengumpulan data, dan tinjauan teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terwujud dalam berbagai tahapan Musrenbang. Dalam perencanaan, partisipasi terstruktur melalui Rembuk RW, di mana usulan pembangunan dari masyarakat diidentifikasi dan diprioritaskan secara bottom-up. Pelaksanaan Musrenbang melibatkan penyampaian usulan dan identifikasi permasalahan oleh perwakilan masyarakat. Pemanfaatan hasil Musrenbang dirasakan positif, terutama dalam perbaikan infrastruktur, meskipun realisasinya terbatas oleh anggaran. Evaluasi dan pengawasan dilakukan melalui pemantauan langsung dan penyampaian umpan balik, menunjukkan peran aktif masyarakat dalam mengawal program pembangunan.
Analisis Faktor Kerusakan karena Pengaruh Kondisi Penyimpanan pada Kacang Hijau
Arti Hastuti;
Janitra Yasmine Habibi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.22105
Kacang hijau (Vigna radiata) merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi besar dalam industri pangan halal. Namun, kerusakan pascapanen masih menjadi kendala utama dalam menjaga mutu dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan pascapanen pada kacang hijau serta mencari strategi penanganan yang sesuai. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerusakan fisik akibat penanganan yang tidak tepat, kontaminasi mikroba, serta penyimpanan dalam kondisi lembap menjadi penyebab utama penurunan kualitas kacang hijau. Strategi penanganan meliputi pengeringan optimal dan penggunaan kemasan kedap udara. Upaya ini penting untuk menjaga kualitas dan kehalalan kacang hijau sebagai bahan pangan strategis.
Implementasi Dukungan Ego dalam Persahabatan pada Film Stand by me Doraemon 1 (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Siti Ainayya Sakina;
Muhammad Luthfie;
Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.22750
Film memiliki peran penting dalam menyampaikan sekaligus menerima pesan. Persahabatan merupakn satu diantara banyaknya tema pesan yang terdapat dalam suatu film. Penelitian ini menganalisis tanda yang berada pada adegan-adegan dalam film Stand By Me Doraemon 1 melalui pendekatan Charles Sanders Peirce yang bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian dukungan ego pada film tersebut. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan setiap kalimat dan gambar yang terdapat pada film sebagai unit dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Stand By Me Doraemon 1 terdapat 3 kategori dukungan ego yang berasal dari unsur persahabatan, yaitu mendukung, mendorong, dan membantu.
Minat terhadap Pelajaran Bahasa Inggris di Kalangan Siswa Sekolah Dasar Semakin Memudar
Muhammad Wildanul Mukhtar Arrosyidi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.22791
Pengajaran bahasa Inggris disusun sebagai landasan pokok dalam menguasai bahasa yang berlaku secara internasional. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa minat siswa sekolah dasar terhadap pelajaran ini mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan menelaah faktor-faktor utama yang memengaruhi penurunan minat tersebut serta dampaknya terhadap proses belajar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Hasil kajian menemukan tiga faktor dominan penyebab menurunnya minat belajar. Pertama, metode pengajaran yang digunakan masih bersifat tradisional, dengan penekanan utama pada ceramah, penghafalan kosakata, dan penggunaan lembar kerja tanpa dukungan permainan atau media interaktif. Kedua, tingginya beban kognitif akibat penekanan berlebihan pada tata bahasa yang kompleks dan kurang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Ketiga, lingkungan belajar yang tidak mendukung, di mana Bahasa Inggris jarang dipakai dalam komunikasi sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah, sehingga dianggap abstrak dan kurang relevan. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan minat belajar Bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar lebih disebabkan oleh faktor pedagogis dan kontekstual, bukan keterbatasan kemampuan siswa. Implikasinya, diperlukan peninjauan ulang kurikulum serta metode pengajaran Bahasa Inggris di tingkat dasar agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Efektivitas Metode Phonics dalam Membantu Anak Membaca Bahasa Inggris
Ghea Zanafa Regina Kiram
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.22829
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode phonics dalam meningkatkan kemampuan membaca bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar. Metode phonics adalah metode pengajaran membaca dan menulis bahasa Inggris dengan mengembangkan huruf-huruf alfabet dan bunyinya terlebih dahulu untuk meningkatkan kesadaran fonemik dan pemahaman mereka tentang hubungan antara bunyi-bunyi ini dan bagaimana menggunakan huruf-huruf alfabet untuk mewakilinya. Seorang anak yang belajar phonics akan melihat huruf "p" dan tahu bahwa bunyinya adalah "puh". Keterampilan ini akan terbukti sangat berguna ketika anak tersebut melafalkan kata dan suku kata yang tidak dikenal. Dengan metode ini siswa akan mudah menghubungkan kata dan bunyi. Selain itu, mereka dapat dengan cepat mengenali kata-kata yang familiar dan dengan mudah melafalkan kata-kata baru yang mereka temui. metode phonics mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran melalui aktivitas segmentasi bunyi, blending, dan manipulasi fonem. Temuan ini menegaskan bahwa metode phonics, apabila diterapkan secara terstruktur dan berkelanjutan, efektif dalam memperkuat fondasi literasi awal siswa dan dapat menjadi alternatif pedagogis yang relevan dalam kurikulum pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
Analisis Keefektifan Penggunaan Komik dalam Proses Pembelajaran Bahasa Inggris
Khamdika Nur Anggraini
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.22916
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam pelajaran Bahasa Inggris. Posisi Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia membuka peluang untuk pertumbuhan dan pembelajaran yang lebih baik, terutama karena mata pelajaran ini telah diakui sebagai bagian dari kurikulum pendidikan kita. Pemanfaatan komik berbahasa Inggris sebagai media diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembaca berkat sifatnya yang menghibur. Keterampilan berbahasa sangat krusial, karena menguasai bahasa memungkinkan mahasiswa untuk mengekspresikan ide dan perasaan dalam konteks dan situasi ketika berkomunikasi. Dengan kemampuan berbahasa yang baik, kita dapat berbicara secara efektif, yang membantu membentuk pengertian kreatif dan menghasilkan bahasa yang jelas, koheren, serta mudah dipahami, sambil mengekspresikan ide dan emosi. Masalah penguasaan Bahasa Inggris terlihat jelas dalam penyususnan rencana program pendidikan di tingkat nasional. Bahasa asing dalam praktiknya, masih menjadi bahasa yang penting untuk diajarkan kepada para siswa melalui proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan sampai berakhir dengan penilaian. Intinya, pembelajaran adalah kegiatan komprehensif untuk meraih sasaran tertentu. Komik adalah salah satu alat yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan ide, fantasi, dan inovasi melalui gambar serta teks. Komik mampu mendorong banyak individu untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris secara efektif.
Penggunaan Bahasa Inggris dalam Berinteraksi di Kalangan Mahasiswa
Adzra Huwaida
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.22972
Penggunaan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi di kalangan mahasiswa mungkin sudah menjadi hal yang lumrah di zaman sekarang ini, namun pada kenyataannya masih banyak yang awam akan pentingnya mempelajari Bahasa Inggris, terutama di tingkat perguruan tinggi. Dengan fokus pada bagaimana bahasa ini memengaruhi interaksi sehari-hari di lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi frekuensi, tantangan, dan manfaat penggunaan Bahasa Inggris di antara mahasiswa, terutama di negara-negara non-berbahasa Inggris. Metode yang digunakan yaitu wawancara dengan perwakilan mahasiswa sebagai responden untuk mendapatkan wawasan lebih dalam. Hasil menunjukkan bahwa bahasa Inggris sering digunakan dalam diskusi kelas, proyek kelompok, dan komunikasi online, namun banyak mahasiswa menghadapi hambatan seperti kurangnya kepercayaan diri dan keterbatasan kosakata. Di sisi lain, penggunaan bahasa ini meningkatkan kemampuan komunikasi global dan peluang karir. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya program Pendidikan Bahasa Inggris yang lebih intensif di perguruan tinggi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang semakin terhubung secara internasional.
Alienasi Multidimensi Mahasiswa Pendatang di Universitas Djuanda
Alisha Syailendra Wahyudi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23089
Mahasiswa pendatang merupakan kelompok yang rentan mengalami keterasingan dalam proses adaptasi di lingkungan pendidikan tinggi. Perpindahan dari daerah asal menuju kehidupan kampus menghadirkan tuntutan akademik, sosial, dan psikologis yang berlapis, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan hidup dan pembentukan identitas diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena alienasi multidimensi yang dialami oleh mahasiswa pendatang semester satu di Universitas Djuanda, dengan menelaah keterasingan diri, relasi sosial-digital, serta aspek struktural dan spasial dalam kehidupan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga orang mahasiswa pendatang semester satu yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterasingan muncul tidak hanya akibat tekanan eksternal seperti tuntutan akademik dan ekspektasi sosial, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal berupa konflik identitas dan proses adaptasi awal perkuliahan. Selain itu, penggunaan media sosial dan fenomena phubbing berkontribusi terhadap menurunnya kualitas interaksi interpersonal dan munculnya krisis otentisitas. Sementara itu, aspek spasial dan struktural tidak selalu dimaknai sebagai sumber utama keterasingan, namun keterbatasan partisipasi sosial pada fase awal perkuliahan tetap memengaruhi rasa memiliki mahasiswa pendatang terhadap lingkungan kampus.
Manusia sebagai Aktor Digital: Teori Dramaturgi dan Fenomena Second Account di Media Sosial
Aufaa Nur Fauziah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23092
Perkembangan media sosial mendorong seseorang untuk membangun representasi diri yang telah diseleksi secara sempurna di ruang digital. Dalam hal ini, munculnya fenomena second accound sebagai ruang alternatif bagi seseorang mengekspresikan sisi diri yang yang lebih pribadi dan asli. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji fenomena second account dengan menggunakan teori dramaturgi dari Erving Goffman terutama konsep front stage, back stage, dan manusia sebagai aktor sosial. Metode yang diterapkan adalah wawancara dan analisis konseptual terhadap perilaku pengguna media sosial. Temuan penelitian ini diharapkan mampu menegaskan pentingnya teori dramaturgi dalam memahami perubahan identitas manusia di zaman digital.