cover
Contact Name
Nugroho Heri Cahyono
Contact Email
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa Jl. Tamansiswa No.25, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa
ISSN : 23559691     EISSN : 28092260     DOI : 10.30738
Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality thoughts and research results in the field of Fine Arts and Fine Arts Education, the study or creation of fine arts but is flexible and not implicitly limited. All publications in CILPA are open access, allowing articles to be freely available without any violation.
Articles 112 Documents
KINERJA PEGAWAI ISTANA KEPRESIDENAN JAKARTA BERBASIS SELF-EFFICACY Kukuh Pamuji
CILPA Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh remunerasi, self-efficacy, self-adversity dan self-monitoring terhadap kinerja karyawan. Penelitian dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta dengan menggunakan metode survei yang diterapkan dalam model persamaan struktural dan pengujian hipotesis dimana 117 sampel dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh langsung efikasi positif terhadap kinerja karyawan; (2) adanya pengaruh langsung positif self monitoring terhadap kinerja pegawai; dan ada pengaruh langsung positif secara bersama-sama antara remunerasi, self-efficacy, adversity, dan self-monitoring terhadap kinerja karyawan.Dengan demikian, remunerasi, efikasi diri, kesulitan, dan Pemantauan diri merupakan faktor penting yang menentukan kinerja karyawan.
ALAT PERMAINAN TRADISIONAL BERBAHAN DASAR BAMBU SEBAGAI INSPIRASI KARYA SENI GRAFIS Muhammad Fakhrul Rozi
CILPA Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Permainan Tradisional Berbahan Dasar Bambu sebagai Inspirasi Karya Seni Grafis, sebagai Tugas Akhir Bukan Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Tujuan penciptaan ini untuk meperkenalkan serta membagikan suatu gagasan yang dijadikan sebagai kesadaran bersama untuk selalu menjaga warisan budaya dan menerapakan nilai- nilai yang terkandung di dalamnya. Metode penciptaan karya ini menggunakan metode Eksplorasi yang diantaranya Eksplorasi ide dan Eksplorasi visual dan Analisis Data yaitu terdiri dari primer dan sekunder. Hasil perwujudan dari karya ini berupa karya seni grafis dengan media kertas. Dengan karya seni grafis ini untuk mengenalkan dan menjadikan sebuah kesadaran bersama untuk melestarikan alat permainan tradisional berbahan dasar bambu dengan harapan menjaga warisan serta kebudayaan bangsa Indonesia ini.
KARAKTERISTIK VISUAL PADA KARYA – KARYA SENIMAN SANGGAR DEWATA INDONESIA: Ida Bagus Manuaba
CILPA Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana (1) karaktersitik visualkarya – karya seniman Sanggar Dewata Indonesia (2) konsep dan gagasan, dan (3) factordan proses seniman Sanggar Dewata Indonesia berkarya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi yang menggunakan teknik deskriptif. Inimerupakan kajian dari beberapa sumber literasi, seperti buku, jurnal, dan katalog pameranseni. Dan kajian mengenai ini sudah penulis temukan, lalu objek dari penelitian ini adalahseniman Sanggar Dewata Indonesia. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metodeobservasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melali teknik analisis kualitatifdengan tahapan reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan(1) karakteristik visual pada karya seniman Sanggar Dewata Indonesia saat ini sangatberagam, beberapa seniman telah meinggalkan ikon – ikon bali dalam visual dalamkaryanya. (2) Konsep Bali tidak dihilangkan karena itu adalah ruh dalam karya seniman Sanggar Dewata Indonesia, meskipun pada karya tidak Nampak ikon – ikon visual Bali. Konsep tersebut adalah Tri Hita Karana, Desa Kala Patra, Rwa Bhineda, TatTwam Asi, Karmapala, Taksu, dan Menyame Braya. (3) Semangat nasionalisme bernegara lewat berkesenian, membuat seniman Sanggar Dewata Indonesia mengembantugas serta fungsi yang sangat penting yaitu menyuarakan kehidupan berbangsa yang plural,menyuarakan kekayaan tradisi serta nilai lokalitas dan harmoni dalam perbedaan. Dalamprosesnya seniman Sanggar Dewata Indonesia selalu melihat hal – hal disekitar sebagaibentuk keresahan yang dituangkan ke dalam karya.
PENCIPTAAN ILUSTRASI PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK ANAK USIA DINI Ruhul Amin
CILPA Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traditional games are one of the traditions that are starting to be forgotten byyoung generations. This is because the advance of technology that is more enjoyable orfun. However, this will have a negative impact, especially on children's motor development. Therefore, through the creation of this illustration paintings, the author wants to reintroduce the traditional games and try to improve the motor skills of children through these works. The method of creation carried out by the author is through exploration from various aspects, such as ideas, concepts, media, and techniques. The author also performs asimulation in the form of sketching to facilitate the creation of the work. The results of thisexploration and simulation are then visualized into illustration paintings using acrylic colorson canvas. The work was made with a total of 10 paintings. The games used as source ofthe works include: Ular Naga, Cublak-Cublak Suweng, Lompat Tali, Congklak, Engklek,Benthik, Boy-Boyan, Jejamuran, Obar-Abir, Dhingklik Oglak Aglik.
A PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUNGGING MELALUI METODE EXPLICIT INSTRUCTION PADA MATA PELAJARAN TATAH SUNGGING DI KELAS XI B KRIYA KREATIF KULIT DAN IMITASI SMK NEGERI 5 YOGYAKARTA sumarzilah saiman rais
CILPA Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Teknik Sungging dengan metode Explicit Intrauction dapat meningkatkan kemampuan personal (soft skills), dan diharapkan lulusan siap memasuki dunia kerja yang sesungguhnya setelah menyelesaikan pendidikan sekolah kejuruan. Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk Meningkatkan kemampuan menyungging melalui model Explicit Instruction kelas XI B Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi SMK Negeri 5 Yogyakarta, semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran produktif kriya kulit; (2) Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran oleh guru; dan (3) Mengetahui kualitas dan hasil pembelajaran siswa setelah menggunakan model Explicit Instruction. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Produk Tatah Sungging. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa metode Explicit Instruction dapat meningkatkan kemampuan menyungging pada siswa Kelas XI B Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi SMK Negeri 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2021/2022
Nilai Nilai Artistik Rumah Adat Tradisional di Kabupaten Belitung Widia, Widia; Sugiyamin, Sugiyamin; Pamungkas, Dharmawati Dewi; Cahyono, Nugroho Heri
CILPA Vol 8 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v8i1.13848

Abstract

ABSTRAK Rumah panggung adalah rumah tradisional yang dibuat diatas tanah tetapi tidak menyentuh tanah dengan cara batu atau kayu sebagai alas pondasi. Rumah adat ini dibuat dibuat dengan bahan baku kayu yang terkenal kuat yaitu kayu Bulin. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) Mendeskripsikan Ruangan apa yang ada di Rumah Adat Belitung, (2) Mendeskripsikan Elemen Interior apa  yang ada di Rumah Adat Belitung, (3) Mendeskripsikan Nilai Artistik seperti apakah yang ada pada Rumah Adat Belitung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Variabelnya adalah ruangan  dan elemen interior pada Rumah Adat Tradisional Belitung. Subjek pada penelitian ini adalah Rumah Adat Belitung. Objek penelitiannya adalah Nilai Nilai Artistik pada Rumah Adat Belitung. Hasil Penelitian dapat disimpulkan (1) Mengetahui Ruangan yang ada di Rumah Adat Belitung tersebut memiliki tiga ruangan yaitu ruangan utama, loss, dan ruangan dapur, (2) Elemen Interior pada Rumah Adat Tradisional Belitung terdapat pada elemen pembentuk, Elemen pendukung, dan Elemen penunjang, (3) Nilai Nilai Artistik Interiornya pada setiap ruangan yang ada di Rumah Adat tersebut. Kesimpulan penelitian pada rumah adat tradisional Belitung memiliki 3 ruangan. Terdapat elemen-elemen pada rumah adat ini yaitu elemen pembentuk, pendukung, dan penunjang. Rumah adat ini juga memiliki nilai-nilai artistik yang sesuai dengan kebudayaannya. Abstract: The background of Belitung Island has a traditional house called a stilt house. A stilt house is a traditional house that is made on the ground but does not touch the ground by means of stone or wood as a foundation base. This traditional house is made with a famously strong wood raw material, namely Bulin wood. The purpose of the study is to find out (1) Describe what space is in Traditional House Belitung, (2) Describe what  Interior Elements are in Traditional House Belitung, (3) Describe what kind of Artistic Artist Value is in Traditional House Belitung. This Research uses the qualitative descriptive method. The variables are the room and interior elements in the Belitung Traditional House. The subject of this research is the Belitung Traditional House. The object of his research is the Value of Artistic Value in the Belitung Traditional House. Research can conclude (1) that the Belitung Traditional House has three rooms, namely the main room, loss, and kitchen room; (2) Interior Elements in the Belitung Traditional House are found in the forming elements, supporting elements, and supporting elements, (3) The Value of Artistic Indigo Interior in each room in Traditional House. Research conclusions on traditional Belitung traditional houses have three rooms. There are elements in this traditional house, namely forming and supporting elements. This traditional house also has artistic values that are in accordance with its culture.      
Tradisi Selasa Wage Di Malioboro Sebagai Sumber Ide Penciptaan Seni Lukis Kuswardana, Bima Arindra; Dewobroto, Bambang Trisilo; Musfalri, Andrik
CILPA Vol 8 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v8i1.13935

Abstract

Abstrak “Tradisi Selasa Wage” atau biasa masyarakat sekitar dan para pedagang kaki lima area Malioboro dengan julukan “Jogja Reresik Malioboro Selasa Wage”, salah satu aktivitas sosial dimana kendaraan umum tidak diperbolehkan untuk melintas atau melewati sepanjang Jalan Malioboro, sehingga para wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara yang sedang berlibur di Malioboro sangat menikmati suasana tradisional tersebut.  Tujuan penciptaan ini adalah menjadikan sebuah media yang dapat mengembangkan sebuah ide, konsep, gagasan, dan teknik lukis dalam menciptakan suatu karya. Mengekspresikan sebuah konsep pada moment aktivitas “Tradisi Selasa Wage” dalam sajian karya lukis kontemporer. Menggali proses kreatif secara Teknik yang pada akhirnya dapat menemukan sebuah karakter yang khas dalam proses kreatifnya. Penciptaan karya ini yang terinspirasi dari aktivitas masyarakat Malioboro melakukan gotong royong, guna untuk menjaga kelestarian, kebersihan lingkungan sepanjang jalan Malioboro. Metode penciptaan dengan melakukan eksplorasi, dari segi eksplorasi visual, eksplorasi bentuk, eksplorasi konsep, eksplorasi teknik, dan analisis data yang meliputi data premier, data sekunder. Tema yang dipilih adalah pengenalan tradisi di daerah Yogyakarta. Hasil penelitian ini menggambarkan suasana kegiatan Tradisi Selasa Wage di Malioboro yang menjadi objek dalam membuat karya-Karya seni Lukis, yang menghasilkan sebanyak 7 karya lukisan dengan berbagai jenis ukuran dan teknik, diantaranya yang berjudul Gelap Malam Tengah Kota, Hiburan Jalanan, Guyup Rukun, Reresik Malioboro, Tarian Anak, Talk Show, dan Berjalan Bebas. Abstrak "Tuesday Wage Tradition" or commonly the local community and street vendors in the Malioboro area with the nickname "Jogja Reresik Malioboro Tuesday Wage", one of the social activities where public vehicles are not allowed to pass or pass along Jalan Malioboro, so tourists both local and foreigners who are on vacation in Malioboro really enjoy the atmosphere of this tradition. The purpose of this creation is to make a medium that can develop an idea, concept, ideas, and painting techniques in creating a work. Expressing a concept at the moment of the “Tuesday Wage Tradition” activity in the presentation of contemporary paintings. Exploring the creative process technically which in the end can find a specific characteristic in the creative process.The creation of this work was inspired by the activities of the Malioboro people doing mutual cooperation, in order to maintain sustainability, clean the environment along the Malioboro road. The creation method is by exploring, in terms of visual exploration, form exploration, concept exploration, technical exploration, and data analysis which includes premier data, secondary data. The chosen theme is the introduction of traditions in the Yogyakarta area, the atmosphere of the Tuesday Wage Tradition activities in Malioboro which are the objects in making works.7 painting works with various types of sizes, techniques, and creation of works in 2021 entitled Dark Midnight City, Street Entertainment, Guyup Rukun, Malioboro Rehearsal, Children's Dance, Talk Show, and Free Walking
Tradisi Adat Muang Jong Suku Sawang Di Belitung Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Febratama, Therta; Chandra, Dio Pamola; Cahyono, Nugroho Heri
CILPA Vol 8 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v8i1.14064

Abstract

Abstrak Tradisi Muang Jong merupakan tradisi adat yang diselenggarakan oleh masyarakat Suku Sawang di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Selama berabad-abad masyarakat ini menetap didekat laut dengan memegang nilai-nilai kehidupan leluhurnya serta memiliki kebudayaan yang unik. Nilai-nilai leluhur tersebut hingga sekarang masih dilestarikan. Oleh karena itu, fokus dari permasalahan yang dapat di ambil adalah kurangnya visualisasi mengenai Tradisi Adat Muang Jong Suku Sawang melalui hasil karya Seni Lukis, kurangnya keinginan masyarakat untuk belajar tradisi budaya khususnya tradisi muang jong yang ada di Belitung sebagai salah satu kebudayaan di Indonesia, kurangnya keinginan masyarakat untuk memahami dan memaknai pesan moral dalam tradisi muang jong. Tujuan karya tulis ini adalah  menjelaskan konsep dari penciptaan lukisan, dapat memvisualisasikan makna pada suasana ide penciptaan seni lukis dengan tujuan tradisi muang jong yang berasal dari kabupaten belitung timur, dan dapat mendeskripsikan tema, bentuk dan teknik penciptaan lukisan. Metode penciptaan tugas akhir ini menggunakan metode skema penciptaanya yaitu Eksplorasi, Analisis Data, Perancangan Karya dan Perwujudan Karya Hasil perwujudan karya ini adalah karya seni lukis menggunakan media kanvas. Karya ini menceritakan tentang tradisi adat muang jong suku sawang yang terletak di Belitung provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karya ini diharapkan sebagai media edukasi kebudayaan dan adat istiadat bagi masyarakat luas. Abstrak The Muang Jong tradition is a traditional tradition held by the Sawang Tribe community in East Belitung Regency, Bangka Belitung Islands. For centuries these people have lived near the sea by holding the values of their ancestral lives and having a unique culture. These ancestral values are still preserved today. Therefore, the focus of the problem that can be taken is the lack of visualization of the Muang Jong Customary Tradition of the Sawang Tribe through the results of Painting, the lack of public desire to learn cultural traditions, especially the Muang Jong tradition in Belitung as one of the cultures in Indonesia, the lack of the desire of the people to understand and interpret the moral messages in the Muang Jong tradition. The purpose of this paper is to explain the concept of creating paintings, to be able to visualize the meaning in the atmosphere of the idea of creating paintings with the aim of the Muang Jong tradition originating from East Belitung Regency, and to be able to describe the themes, forms and techniques of creating paintings.The method of creating this final project uses the creation scheme method, namely Exploration, Data Analysis, Work Design and Realization The work that results from the embodiment of this work is a work of art using canvas media. This work tells about the traditional traditions of Muang Jong, the Sawang tribe, which is located in Belitung, the province of the Bangka Belitung Islands. This work is expected to be a medium for educating culture and customs for the wider community.
Perahu Pinisi Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Logam Akbar, Andi Muh. Fadlullah; Triyono
CILPA Vol 8 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v8i1.14282

Abstract

ABSTRAK Perahu pinisi merupakan kapal layar yang dibuat oleh masya rakat pesisir Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Bulukumba. Menurut sejarahnya, perahu pinisi tercipta dari serpihan kapal pangeran Sawerigading yang karam diperairan Bulukumba setelah ia menjemput sang kekasih yaitu Wacudai yang berada di daratan Cina. Dalam proses eksplorasi penulis melakukan riset langsung ke lokasi pembuatan perahu sehingga penulis dapat mengambil sudut pandang yang dinilai memiliki nilai estetik. Dimana penulis setelah mencari tau dengan pengharapan setelah terciptanya karya seni logam yang mengeksplor bentuk perahu pinisi ini dapat menjadi inspirasi dalam pembuatan karya-karya seni rupa lainnya dan banyak dikenal oleh masyarakat sekitar bahwa Indonesia memilki sebuah sejarah perairan yang sangat dikenal oleh dunia. Metode  penciptaan  ini menggunakan skema  penciptaan yang terdiri dari Eksplorasi,  Analisis  Data,  Perancangan dan Perwujudan Karya.Perwujudan karya dengan metode ini menghasilkan sebuah karya  seni relief  logam yang menggunakan media  tembaga dan kuningan. Karya  ini menceritakan tentang bentuk prahu pinisi yang merupakan warisan budaya tak benda yang berasal dari Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. Karya ini diharapkan sebagai media edukasi dan informasi terkait warisan budaya kemaritiman Indonesia ABSTRAK Pinisi boat is a sailing ship made by the coastal community of South Sulawesi, precisely in Bulukumba Regency. Historically, the pinisi boat was created from the wreckage of the Sawerigading prince's ship that sank in the waters of Bulukumba after he picked up his lover, Wacudai, who was in mainland China. In the exploration process, the author conducted direct research to the location of the boat so that the author could take a point of view that was considered to have aesthetic value. Where the author after finding out with the hope that after the creation of a metal artwork that explores the shape of this Pinisi boat can be an inspiration in making other works of art and is widely known by the surrounding community that Indonesia has a history of waters that are well known to the world. This method of creation uses a creation scheme consisting of Exploration, Data Analysis, Design and Realisation of Work. The realisation of the work with this method produces a metal relief artwork using copper and brass media. This work tells about the shape of the pinisi boat which is an intangible cultural heritage originating from Bulukumba Regency, South Sulawesi Province. This work is expected to be a medium of education and information related to Indonesia's maritime cultural heritage.  
Strategi Identitas Karya Seni Lukis Pada Komunitas Satu Titik Di Yogyakarta Susanti, Juli; Pamungkas, Dharmawati Dewi
CILPA Vol 8 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v8i2.14305

Abstract

Abstrak Meningkatnya aktivitas berkesenian perupa komunitas Satu Titik yang didirikan ide beberapa mahasiswa yang berlatar belakang seni rupa. Ide tersebut menjadi kegiatan positif dapat memberikan wadah untuk perupa dalam berproses. Tujuan penelitian ini (1) peningkatan berkesenian dalam komunitas Satu titik, (2) karya seni lukis perupa komunitas Satu Titik, dan (3) strategi identitas yang digunakan komunitas Satu Titik. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Menggunakan 6 perupa sebagai sampel yang memiliki keunggulan dalam berkarya seni lukis. Cara pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumen. Instrumen penelitian menggunakan kamera dan laptop sebagai alat pendukung penelitian. Menganalisa data dalam penelitian, peneliti menerapkan beberapa cara, yaitu menghimpun data, mereduksi data, mengklasifikasi data, menarik kesimpulan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Komunitas Satu Titik mengalami peningkatan secara perlahan dalam berkesenian seni rupa, ditunjukkan dengan berbagai pameran, event maupunkegiatan yang dilaksanakan membuat perupa produktif mengasah skill dalam berkarya, sehingga meningkat dalam berkesenian. (2) Karya perupa komunitas Satu Titik memiliki perbedaan dalam identitas karya setiap perupa. Perupa memiliki teknik untuk mengemas karya semenarik mungkin. Identitas karya seni lukis, dapat dilihat dari media yang digunakan, judul, dan deskripsi dari perupa. (3) Strategi identitas karya yang digunakan komunitas Satu Titik berpedoman pada analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities, and Threats) dan segitiga kehidupan teori Maslow yaitu kebutuhan dasar, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan mendapatkan penghargaan, dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. ABSTRACTIncreased activity of the artist of the one -point artist founded by the ideas of several students with a background in fine arts. The idea becomes a positive activity can provide a forum for artists in the process. The purpose of this study (1) improvement of art in a one -point community, (2) a one -point community artist painting, and (3) an identity strategy used by the one-point community. The type of research uses descriptive qualitative. Using 6 artists as samples that have advantages in creating painting. Research data collection techniques using observation, interview, and document methods. Research instruments using cameras and laptops as research support tools. Analyzing data in research, researchers apply several ways, namely collecting data, reducing data, classifying data, drawing conclusions, and preparation of reports. The results showed (1) the one -point community experienced a slow increase in the art of art, shown by various exhibitions, events and activities carried out making productive artists hone skills in work, so that it increases in art. (2) The work of one -point community artist has differences in the identity of the work of each artist. Artists have techniques to package work as attractive as possible. The identity of the painting work, can be seen from the media used, the title, and description of the artist. (3) The work identity strategy used by the one -point community is guided by SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunities, and Threats) and Maslow's Theory Life Triangle, namely the basic needs, the need for security, social needs, the need to get an award, and the need to actualize self.

Page 5 of 12 | Total Record : 112