cover
Contact Name
Nugroho Heri Cahyono
Contact Email
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa Jl. Tamansiswa No.25, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa
ISSN : 23559691     EISSN : 28092260     DOI : 10.30738
Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality thoughts and research results in the field of Fine Arts and Fine Arts Education, the study or creation of fine arts but is flexible and not implicitly limited. All publications in CILPA are open access, allowing articles to be freely available without any violation.
Articles 112 Documents
Inovasi Motif Pace Batik Cap Upcycle Limbah Kertas pada Kain Kombinasi Lurik Miskun, Yeni Astuti; Sugiyamin, Sugiyamin
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.15911

Abstract

Penelitian terapan ini terinspirasi dari karakter da bentuk buah Pace sebagai bentuk inovasi motif batik Cap dengan Upcycle Limbah Kertas pada Kain Kombinasi Lurik. Tujuan penelitian ini memperkenalkan kepada masyarakat bahwa batik dapat berkembang sesuai dengan tehnologi khusunya di bidang fashion, selain itu juga memanfaatkan beberapa limbah kertas sebagai bahan untuk membuat cap. Metode yang dipakai dalam penciptaan karya seni ini yaitu eksplorasi ide, konsep, visual, estetika, perancangan dan perwujudan. Teknik yang digunakan dalam pembuatan batik dengan teknik cap dari bahan kertas yang memanfaatkan limbah kertas, dan menggunakan media kain mori kombinasi kain lurik untuk dijadikan bahan sandang, baju, dan selendang. Warna yang digunakan dalam pembuatan batik ini yaitu pewarna sintetis. Teknik dalam pewarnaan adalah teknik celup dengan dua kali proses pewarnaan. Hasil penelitian ini yaitu karya seni yang menampilkan inovasi motif buah pace dengan teknik cap yang menggunakan media kain kombinasi kain lurik. Karya batik ini mengacu pada prinsip kesatuan, keselarasan, keharmonisan, proporsi, keseimbangan, dan irama. Karya batik akan dijadikan sebagai bahan sandang maupun produk seperti baju atau selendang yang mempunyai nilai estetis. Setiap karya batik memiliki makna tersendiri dengan menciptakan 8 karya yang berjudul Batik Kembang Pace, Batik Pace Mrambat, Batik Ceplok Pace Kawung, Batik Isi Pace, Batik Pace Belah Wajik, Batik Pace Utuh, Batik Pace, dan Batik Ceplok Pace Belah.   ABSTRACT: This applied research is inspired by the character and shape of the Pace fruit as an innovative form of batik Cap motif with Upcycle Waste Paper on Lurik Combination Fabric. The purpose of this research is to introduce to the public that batik can develop in accordance with technology, especially in the field of fashion, while also utilizing some paper waste as material for making stamps. The methods used in the creation of this artwork are the exploration of ideas, concepts, visuals, aesthetics, design, and realization. The technique used in making batik with stamps is paper material that utilizes paper waste and uses more fabric media combined with striated fabric to be used as clothing, clothes, and shawls. The colors used in making this batik are synthetic dyes. The technique in coloring is the dipping technique with two coloring processes. The result of this research is a work of art that displays innovations in the pace fruit motif with a stamping technique using a combination of striated fabric media. This batik work refers to the principles of unity, harmony, harmony, proportion, balance, and rhythm. The batik work will be used as clothing or products such as clothes or shawls that have aesthetic value. Each batik work has its own meaning creating eight works entitled Batik Kembang Pace, Batik Pace Mrambat, Batik Ceplok Pace Kawung, Batik Isi Pace, Batik Pace Belah Wajik, Batik Pace Utuh, Batik Pace, and Batik Ceplok Pace Belah.
Strategi Contextual Teaching And Learning Pembelajaran Seni Rupa Siswa Kelas VII SMPN 2 Wonosari Prihatini, Prihatini; Susanto, Dwi
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.16051

Abstract

Abstrak Strategi Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran Seni Rupa Siswa Kelas VII Di SMPN 2 Wonosari. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, 2023. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui persiapan yang dilakukan dalam pelaksanaan strategi CTL pada pembelajaran seni rupa siswa kelas VII ; 2) Mengetahui pelaksanaan strategi CTL dalam pembelajaran seni rupa siswa kelas VII di SMPN 2 Wonosari; 3) Mendeskripsikan evaluasi hasil penerapan strategi CTL pada pembelajaran seni rupa siswa kelas VII di SMPN 2 Wonosari; 4) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi CTL pada pembelajaran seni rupa siswa kelas VII di SMPN 2 Wonosari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan strategi fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru Seni Budaya, Waka Kurikulum, Kepala Sekolah, dan Siswa Kelas VII di SMPN 2 Wonosari. Objek dalam penelitian ini adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi hasil, serta faktor pendukung dan penghambat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, kuesioner (siswa), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tahap persiapan pembelajaran seni rupa dengan strategi CTL dilakukan dengan baik sebagai upaya menuju Impelentasi Kurikulum Merdeka (IKM); 2) Tahap pelaksanaan pembelajaran seni rupa dengan strategi CTL dapat berimplikasi dengan baik terhadap capaian pembelajaran dengan mengkombinasikan pembelajaran berdiferensiasi; 3) Tahap evaluasi hasil dalam penerapan strategi CTL pada pembelajaran seni rupa dapat mencapai tujuan pembelajaran; 4) Faktor penghambat lebih banyak daripada faktor pendukung namun pembelajaran seni rupa dengan menerapkan strategi CTL dapat dilaksanakan dengan baik. Abstract Prihatini. 2019003050. Contextual Teaching and Learning (CTL) Strategy in Fine Arts Learning for Grade VII Students at SMPN 2 Wonosari. Thesis. Fine Arts Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sarjana Wiyata Tamansiswa University, Yogyakarta, 2023. This study aims to 1) Know the preparations made in the implementation of CTL strategies in fine arts learning for grade VII students; 2) Knowing the implementation of CTL strategies in learning fine arts for grade VII students at SMPN 2 Wonosari; 3) Describe the evaluation of the results of implementing the CTL strategy in fine arts learning for grade VII students at SMPN 2 Wonosari; 4) Knowing the supporting and inhibiting factors in the application of CTL strategies in fine arts learning for grade VII students at SMPN 2 Wonosari. This research is a descriptive-qualitative research with phenomenological strategies. The subjects in this study were Cultural Arts Teachers, Waka Kurikulum, School Principals, and Class VII Students at SMPN 2 Wonosari. The objects in this study are the preparatory stage, the implementation stage, the result evaluation stage, as well as supporting and inhibiting factors. The data collection techniques used were interviews, observations, questionnaires (students), and documentation. The results showed that 1) The preparation stage of fine arts learning with the CTL strategy was carried out well as an effort towards the Implementation of the Independent Curriculum (IKM); 2) The implementation stage of fine arts learning with CTL strategies can have good implications for learning outcomes by combining differentiated learning; 3) The evaluation stage of results in the application of CTL strategies in fine arts learning can achieve learning objectives; 4) There are more inhibiting factors than supporting factors, but fine arts learning by applying CTL strategies can be implemented well. Keywords: Contextual Teaching And Learning Strategy; Learning; Art.
Peningkatan Dimensi Kreatif SBdP Melalui Metode Pembelajaran Kolaborasi Bersama Guru Tamu Terintegrasi Ajaran Tri-Nga Pamungkas, Fajar Satrya; Susanto, Moh. Rusnoto
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.16318

Abstract

Abstrak Pada masa transisi dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menginstruksikan kepada SD yang masih menggunakan Kurikulum 2013 agar menyisipkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran salah satunya nilai dimensi kreatif. Jika dilihat dari hasil pembelajaran SBdP saat ini, dimensi kreatif yang dimiliki oleh peserta didik masih rendah. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dirumuskan strategi pembelajaran untuk meningkatkan dimensi kreatif pada mata pelajaran SBdP. Strategi pembelajaran tersebut adalah menyusun pembelajaran dengan metode pembelajaran kolaborasi bersama guru tamu dengan berlandaskan ajaran Tri-Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). Penilitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dalam bentuk naratif dan membuat kesimpulan sementara terkait keterlaksanaan aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kolaborasi bersama guru tamu terintegrasi ajaran Tri-Nga dapat meningkatkan dimensi kreatif pada muatan pelajaran SBdP.  Abstract During the transition period from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum, the Ministry of Education, Culture, Research and Technology instructed elementary schools that were still using the 2013 Curriculum to insert Pancasila Student Profile values ​​in learning, one of which was the value of the creative dimension. If we look at the current SBdP learning results, the creative dimension possessed by students is still low. Based on these conditions, it is necessary to formulate learning strategies to increase the creative dimension in SBdP subjects. The learning strategy is to organize learning using a collaborative learning method with guest teachers based on the teachings of Tri-Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). The research carried out is a type of qualitative descriptive research. The techniques used in data collection are observation and documentation techniques. The data obtained is then analyzed in narrative form and makes temporary conclusions regarding the implementation of activities. The research results show that the application of collaborative learning methods with guest teachers integrated with Tri-Nga teachings can increase the creative dimension of SBdP lesson content.
Perang Diponegoro Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Widiyanto, Imam Juni; Susanto, Dwi; Cahyono, Nugroho Heri
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16531

Abstract

ABSTRAK Kisah perang seringkali mencerminkan nilai, moral, aspek kemanusiaan, krisis, kematian, keterasingan, romantisme, dan beragam aspek kehidupan lainnya. Perang Diponegoro adalah cerita menarik dan tragis yang menyimpan sejumlah nilai moral yang dapat dipetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvisualkan penggalan cerita Perang Diponegoro menjadi sebuah karya seni lukis yang mampu merepresentasikan pesan moral yang ada dalam kisah tersebut. Dalam proses penciptaan karya seni lukis ini, digunakan metode Practice Based Research yang dikombinasikan dengan metode Eksplorasi, Perancangan, dan Perwujudan. Eksplorasi pada penciptaan karya seni ini meliputi eksplorasi ide, konsep, visual, media, teknik serta eksplorasi estetik, dengan mengkaji historiografi Perang Diponegoro. Hasil penelitian ini menghasilkan karya seni lukis yang merepresentasikan penggalan kisah Perang Diponegoro dengan berbagai trik dan intriknya serta nilai moral yang melingkupinya.  Nilai kesejarahan tersebut akan diidentifikasi dengan heroisme tokoh utama dalam alur sejarahnya. Sejarah tersebut diinterpretasikan kembali, sehingga memiliki kompleksitas makna. Melalui karya seni lukis ini, diharapkan pesan moral dan kerumitan kisah Perang Diponegoro dapat terpancar dengan kuat dan menginspirasi.Top of Form ABSTRACT War stories often reflect values, morals, humanitarian aspects, crisis, death, alienation, romance, and many other aspects of life. The Diponegoro War is an interesting and tragic story that holds a number of moral values that can be learned. The purpose of this research is to visualize a fragment of the Diponegoro War story into a painting that is able to represent the moral message in the story. In the process of creating this painting, the Practice Based Research method is used in combination with the Exploration, Design, and Realization methods. Exploration in the creation of this artwork includes exploration of ideas, concepts, visuals, media, techniques and aesthetic exploration, by examining the historiography of Diponegoro War. The result of this research is a painting that represents a fragment of the Diponegoro War story with its various tricks and intrigues as well as the moral values that surround it.  The historical value will be identified with the heroism of the main character in the historical flow. The history is reinterpreted, so that it has a complexity of meaning. Through this painting, it is hoped that the moral message and complexity of the Diponegoro War story can emerge strongly and inspiringly.
Strategi Pembelajaran Seni Rupa Dalam Meningkatkan Kreativitas Pada Anak Madrasah Ibtidaiyah apriliyanti, vanny; Rosyidi , Zudan
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16539

Abstract

Penelitian ini mengangkat peran seni dalam pendidikan anak usia dasar, khususnya di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, seni diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, pemikiran kritis, dan ekspresi diri siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan peran seni dalam pengembangan siswa MI. Dalam pembahasan, penelitian ini menyoroti peran penting seni dalam pengembangan berbagai aspek keterampilan dan kepribadian anak usia dasar. Melalui seni, siswa dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan pemikiran kritis. Selain itu, seni memberikan wadah untuk ekspresi diri, memperkenalkan warisan budaya, dan membangun kepercayaan diri siswa. Meskipun demikian, penelitian ini juga menyoroti tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman yang terbatas tentang nilai seni. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan dukungan terhadap pendidikan seni di MI, baik dari pihak sekolah maupun pemerintah. Penguatan peran guru seni sebagai fasilitator dan motivator siswa juga dianggap penting. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana seni dapat menjadi elemen integral dalam membentuk karakter dan perkembangan holistik anak usia dasar di masa depan.
Proses Mewarnai Gambar Oleh Siswa Tunagrahita:: Tinjauan Psikoanalisis Saputri, Supeni; Handayaningrum, Warih; Rahayu, Eko Wahyuni
CILPA Vol 9 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i2.16574

Abstract

Abstrak Penelitian ini menjelaskan pentingnya pendidikan seni dalam pengembangan kreativitas siswa tunagrahita. Pendidikan seni memberikan ruang ekspresi dan pertumbuhan emosional yang vital bagi siswa berkebutuhan khusus. Psikoanalisis, terutama konsep ketidaksadaran dan dinamika psikologis menjadi landasan dalam memahami sumber daya kreativitas manusia, terutama dalam konteks seni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada siswa SLBN Gedangan Sidoarjo yang terlibat dalam kelas mewarnai. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap siswa tunagrahita mengekspresikan kreativitasnya dengan karakteristik yang unik. Ada yang memilih warna secara acak, ada yang menunjukkan preferensi warna yang cerah sesuai dengan kepribadiannya yang ceria. Bahkan ada yang lebih suka menggambar saja tanpa mau mewarnai. Temuan ini menekankan bahwa pendidikan seni bukan hanya tentang hasil akhir dari karya seni, tetpai juga tentang proses kreatif yang memengaruhi perkembangana siswa secara menyeluruh. Ini menegaskan bahwa melalui seni dan pemahaman psikoanalisis, pendidikan seni dapat menjadi sarana penting untuk meningkatkan ekspresi diri, interaksi sosial, dan pengembangan keterampilan siswa tunagrahtia dalam konteks psikomotorik mereka. Abstract This research explains the importance of arts education in developing the creativity of students with intellectual disabilities. Arts education provides a vital space for emotional expression and growth for students with special needs. Psychoanalysis, especially the concepts of the unconscious and psychological dynamics, is the basis for understanding the resources of human creativity, especially in the context of art. This research uses a qualitative method with a case study approach on SLBN Gedangan Sidoarjo students who are involved in coloring classes. The results show that each mentally retarded student expresses his creativity with unique characteristics. Some choose colors at random, while others show a preference for bright colors to suit their cheerful personality. There are even those who prefer to just draw without coloring. These findings emphasize that arts education is not only about the end result of the work of art, but also about the creative process that influences students' overall development. This confirms that through art and psychoanalytic understanding, arts education can be an important means to improve self-expression, social interaction, and skill development of students with intellectual disabilities in their psychomotor context.
Analisis Pola Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kreativitas Melalui Optimalisasi Kecerdasan Visual Spacial Pembelajaran Seni Budaya Ramdani, Nurrahmad; Susanto, Dwi; Chandra, Dio Pamola
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.16628

Abstract

Abstrak   Penelitian ini dilakukan di SMK Sosial Islam 1 Prambanan, siswa memiliki kendala atau masalah yang dihadapi seperti minimnya pemahaman tentang seni. Siswa kesulitan dalam menerima pembelajaran teori, dan lebih suka ke prakteknya langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan yang dilakukan guru dalam meningkatkan kreativitas siswa. Proses guru dalam membentuk kreativitas siswa kelas X. Upaya guru dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas X.  Hasil penerapan optimalisasi visual spacial seni rupa 2 dimensi untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas X. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan kreativitas siswa melalui optimalisasi kecerdasan visual spacial. Pada pengamatan peneliti tidak menemukan adanya kesamaan kajian dengan judul di atas, akuntabilitas penelitian dapat terjaga dan terhindar anasir tiruan. Guru mengoptimalisasikan kecerdasan visual spacial siswa melalui kegiatan menggambar pada pelajaran seni budaya. 1. Guru menyiapkan semua struktur pembelajaran seni budaya, seperti: RPP, buku pembelajaran seni rupa, alat dan bahan praktek seni rupa 2 dimensi. 2. Proses guru pada tahap kreativitas siswa dengan mengajarkan siswa step by step pada proses belajarnya. 3. Guru menggunakan pendekatan Scientific Learning, model Project Based Learning, dan metode penugasan pada pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa. 4. Hasil penerapan optimalisasi visual spacial yang diterapkan guru dengan menginstruksi siswa mengkolaborasikan hasil karya seninya dengan desain pada pelajaran tata busana. Abstract  Research conducted at SMK Sosial Islam 1 Prambanan, students have obstacles or problems faced such as a lack of understanding of art. Students have difficulty in accepting theoretical learning, and prefer to practice directly. This study aims to describe the preparations made by teachers in increasing student creativity. The teacher's process in shaping the creativity of grade X students. Teachers' efforts in improving the creativity of grade X students.  The results of the application of visual spacial optimization of 2-dimensional fine art to increase the creativity of grade X students. Data collection methods by means of observation, interviews and documentation. This research is descriptive qualitative, aims to find out the teacher's efforts in improving student creativity through optimizing visual spatial intelligence. In the researcher's observation, there is no similarity in the study with the title above, the accountability of the research can be maintained and avoid imitation factors. Teachers have maximized students' visual spatial intelligence through drawing activities in cultural arts lessons. 1. Teachers prepare all cultural arts learning structures, such as: lesson plans, art learning books, tools and materials for practicing 2-dimensional art. 2. The teacher process at the student creativity stage by teaching students step by step in the learning process. 3. Teachers use the Scientific Learning approach, Project Based Learning model, and assignment method in learning to increase student creativity. 4. The results of the application of visual spacial optimization applied by the teacher by instructing students to collaborate the results of cultural arts to be used as designs in fashion lessons.
Cerita Roro Jonggrang Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Tulis Untuk Busana Wanita TrI Astuti, Erma; Barriyah, Insanul Qisti
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.16902

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan melestarikan batik sekaligus cerita Roro Jonggrang dalam sajian karya seni. Dari alur cerita tersebut diciptakan motif batik tulis dengan sketsa gambar adegan-adegan didalam cerita Roro Jonggrang. Kemudian diwujudkan dalam bentuk busana wanita. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya ada tahapan yaitu eksplorasi ide, konsep, visual, estetik, bentuk, media, teknik, dan sumber. Teknik yang digunakan dalam pembuatan batik adalah batik tulis. Teknik pewarnaan menggunakan teknik coletan dengan zat warna remasol. Hasil penciptaan karya seni batik ini mewujudkan inovasi baru, berupa busana dengan motif batik dengan gambar adegan cerita Roro Jonggrang. Karya seni tersebut diciptakan dengan teknik batik tulis. Penciptaan karya ini menghasilkan 8 busana wanita yang berjudul Peperangan Pranbanan dan Pengging, Bandung terpikat Roro Jonggrang, Permintaan Roro Jonggrang, Sumur Jalatunda, Membangun 1000 Candi, Tipu Muslihat Roro Jonggrang, Tertipu, Roro Jonggrang Candi ke-1000.Karya disajikan dengan perbedaan motif dan variasi warna pada ke delapan karya dan memiliki makna di setiap karyanya. Karya disajikan dengan warna-warna yang beragam sehingga memiliki nilai keindahan dan motif yang artistik untuk menjadi busana siap pakai. Abstract The creation of the final project is not a thesis with the title "The Story of Roro Jonggrang as an Idea for the Creation of Written Batik Motifs for Women's Clothing". The purpose of this research aims to preserve batik as well as the story of Roro Jonggrang in the presentation of works of art. From the storyline, a written batik motif was created with sketches of scenes in the Roro Jonggrang story. Then realized in the form of women's clothing. The method used in the process of creating the work is the exploration of ideas, concepts, visuals, aesthetics, forms, media, techniques, and sources. The technique used in making batik is written batik. The coloring technique uses coletan technique with remasol dye. The results of the creation of this batik art work embody new innovations, in the form of clothing with batik motifs with images of the Roro Jonggrang story scene. The artwork was created using written batik technique. The creation of this work produced 8 women's clothing entitled Pranbanan and Pengging Warfare, Bandung captivated by Roro Jonggrang, Roro Jonggrang's Request, Jalatunda Well, Building 1000 Temples, Roro Jonggrang's Deception, Deceived, Roro Jonggrang 1000th Temple. The work is presented with different motifs and color variations in the eight works. So that it has a meaning in each work. The works are presented with various colors so that they have beauty value and interesting motifs to become ready-to-wear clothing.
Implementasi Motif Batik Tembakau Temanggung Dalam Pembelajaran Seni Rupa Kelas VIII C SMPN 1 Kaloran Temanggung Dika, Aisyah Dika Mastura; Triyono; sugiyamin
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17385

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persiapan pembelajaran motif batik Tembakau Temanggung, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran motif batik Tembakau Temanggung, mendeskripsikan evaluasi pembelajaran motif batik Tembakau Temanggun. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dalam tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas VIII C SMP N 1 Kaloran Temanggung yang berjumlah 29 siswa. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa data observasi, lembar angket, dan data aktivitas siswa dalam pembelajaran. Data kuantitatif merupakan data yang diperoleh nilai tes yang dilaksanakan siswa. Hasil penelitian ini; 1) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan yaitu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai persiapan untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. RPP memuat waktu dan tempat pembelajaran, materi yang akan diajarkan, metode pembelajaran, kesepakatan waktu. 2) Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi pendahuluan, inti, dan penutup. 3) Evaluasi pembelajaran yang dilakukan pada proses belajar mengajar batik motif tembakau antara lain yaitu; Evaluasi pada saat proses belajar mengajar, evaluasi pada akhir materi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rentang nilai rata rata kegiatan adalah 75 yaitu menunjukan bahawa penyajian hasil karya siswa sudah memperoleh nilai yang baik. Penyajian dari gambar motif tembakau yang siswa buat sudah baik. ABSTRACT This study aims to describe the preparation of learning batik motifs Temanggung Tobacco, describe the implementation of learning batik motifs Temanggung Tobacco, describe the evaluation of learning batik motifs Temanggun Tobacco. This research method is Classroom Action Research (PTK). This research consists of two cycles, each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were students of class VIII C SMP N 1 Kaloran Temanggung, totaling 29 students. Data collection conducted in this research is qualitative and quantitative data. Qualitative data in the form of observation data, questionnaire sheets, and data on student activity in learning. Quantitative data is data obtained from test scores carried out by students. The results of this study are; 1) The implementation of learning is done by preparing a lesson plan (RPP) as a preparation for the implementation of teaching and learning activities at school. The lesson plan contains time and place of learning,  material to be taught, learning methods, and time agreement. 2) Implementation of learning which includes introduction, core, and closing. 3) Evaluation of learning carried out in the teaching and learning process of batik motif tobacco, among others, namely; Evaluation during the teaching and learning process, evaluation at the end of the material. The results of this study indicate that the average value range of activities is 75, which shows that the presentation of student work has obtained a good value range. The presentation of the tobacco motif drawings that students make is good.
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Seni Budaya Terhadap Capaian Pembelajaran Siswa SMPN 14 Bandung Hasela Nur Fadila; Endis Dara Viyanti; Rasyaputeri Pelangi Raya
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17537

Abstract

Abstrak Seni Budaya penting diajarkan kepada setiap generasi melalui pendidikan formal di Sekolah agar setiap siswa mengetahui kayanya seni dan budaya yang ada di Indonesia, memahami pentingnya Seni dan Budaya serta dapat mengimplementasikan di kehidupan masyarakat sehingga Seni Budaya tetap berfungsi dengan seharusnya di era gempuran seni dan budaya luar masuk dan lebih diminati oleh anak muda Indonesia. Kurikulum merupakan roh dalam tubuh pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap capaian pembelajaran Seni Budaya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk menggambarkan dan memahami gambaran umum hasil dari pembelajaran siswa pada pelajaran seni budaya yang ditinjau berdasarkan kurikulum merdeka dengan capaian pembelajaran yang didapatkan melalui asesmen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi di SMPN 14 Bandung guna melihat capaian hasil dari pembelajaran siswa pada mata pelajaran Seni Budaya di lapangan dan studi kepustakaan sebagai pengumpulan data dari berbagai media yang berkaitan dengan penelitian ini. Kebaruan penelitian ini berfokus pada evaluasi pembelajaran seni budaya yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka sebagai capaian dari pembelajaran siswa di SMPN 14 Bandung melalui asesmen yang diterapkan. Kebaruan penelitian ini terkait dengan pendekatan yang berfokus pada seni budaya di SMP yang belum banyak diteliti sebelumnya atau masih terbatas. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai bentuk evaluasi yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yaitu dengan asesmen diagnostik, asesmen sumatif, dan asesmen formatif yang diterapkan sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka. Kemudian membahas juga capaian pembelajaran seni rupa hasil dari asesmen yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yang telah cukup baik dilakukan, namun masih terdapat beberapa kendala yang datangnya dari siswa sendiri. Informasi ini dapat membantu guru menentukan jenis diferensiasi pembelajaran yang tepat dan efektif, sehingga mencapai tujuan pembelajaran yang lebih berkeadilan. Abstract It is important for arts and culture to be taught to every generation through formal education at school so that every student knows the richness of arts and culture in Indonesia, understands the importance of arts and culture and can implement it in people's lives so that arts and culture continue to function as they should in the era of the onslaught of foreign arts and culture. entered and is more popular with young Indonesians. The curriculum is the spirit in the body of education which greatly influences the learning outcomes of Arts and Culture. The aim of this research is to describe and understand the general picture of the results of student learning in arts and culture lessons which are reviewed based on the independent curriculum with learning outcomes obtained through assessments. The method used in this research was observation at SMPN 14 Bandung to see the results of student learning in Arts and Culture subjects in the field and literature study to collect data from various media related to this research. The novelty of this research focuses on evaluating arts and culture learning adapted to the independent curriculum as an achievement of student learning at SMPN 14 Bandung through implemented assessments. The novelty of this research is related to the approach that focuses on arts and culture in junior high schools which has not been widely researched before or is still limited. This research produces a description of the form of evaluation implemented at SMPN 14 Bandung, namely diagnostic assessments, summative assessments and formative assessments which are implemented as part of the implementation of the independent curriculum. Then we also discuss the fine arts learning achievements resulting from the assessments implemented at SMPN 14 Bandung which have been carried out quite well, but there are still several obstacles that come from the students themselves. This information can help teachers determine the appropriate and effective type of learning differentiation, thereby achieving more equitable learning goals.

Page 7 of 12 | Total Record : 112