cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 245 Documents
Kajian Teoretis dan Praktis Integrasi Sumber Daya, Teknologi, serta Proses Pengawasan Organisasi Yuli Supriani Yuli; Defi Meliyana; Susilawati; Muslim
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.656

Abstract

Organisasi modern, baik di sektor publik maupun swasta, menghadapi tekanan untuk mengelola sumber daya secara efektif, efisien, dan akuntabel, sementara dinamika lingkungan menuntut sistem pengawasan yang responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis dan praktis integrasi sumber daya manusia, teknologi, dan proses pengawasan dalam sistem akuntansi manajemen, serta implikasinya terhadap kinerja organisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, dokumen organisasi, dan literatur relevan, yang dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menafsirkan keterkaitan antarkonsep pengawasan, teknologi, dan sumber daya. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ini meningkatkan kecepatan, akurasi, dan transparansi pengawasan, memperkuat akuntabilitas, serta mendukung pengambilan keputusan strategis. Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kompetensi SDM, kesiapan organisasi menghadapi perubahan, serta keamanan dan interoperabilitas sistem. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi praktis bagi manajer dan pembuat kebijakan dalam merancang sistem pengendalian adaptif serta membuka prospek penelitian lebih lanjut mengenai penerapan Management Control 4.0 dan teknologi Industry 4.0 untuk meningkatkan kinerja organisasi secara real-time dan berkelanjutan.
ANALISIS BARRIER KOGNITIF BILANG Analisis Barrier Kognitif Bilangan Desimal di Sekolah Dasar Sopian Hasanah; Dadang Hawari; Salwa Iqlima Liyudza; Luthfia Auliannisa; Adelia Novi Liana; Cantika Ananda
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.660

Abstract

Pembelajaran bilangan desimal di sekolah dasar masih menghadapi berbagai hambatan kognitif yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan memahami konsep nilai tempat, perbandingan bilangan, dan operasi hitung desimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk hambatan kognitif siswa serta menganalisis transformasi pembelajaran yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut di SDN 28 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa dan 1 guru matematika di SDN 28 Mataram yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, serta analisis hasil pekerjaan siswa pada materi bilangan desimal. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan kognitif siswa meliputi rendahnya pemahaman konsep dasar matematika, kesalahan operasi hitung bilangan desimal, rendahnya kemampuan numerasi, kurangnya motivasi belajar, dan rendahnya konsentrasi belajar. Guru mengatasi hambatan tersebut melalui pembelajaran bertahap, latihan terstruktur, evaluasi formatif, pendekatan individual, dan pembelajaran kontekstual. Transformasi pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa terbukti membantu meningkatkan pemahaman konsep, mengurangi kesalahan operasi hitung, serta meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa secara bertahap.
Evaluasi Pembelajaran PAI Dalam Mendukung Pengembangan Kurikulum Merdeka di MAN 2 Mataram Khizam Aulia; Akhmad Syahri; Suhirman; Abdul Fattah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mendukung pengembangan Kurikulum Merdeka di MAN 2 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memahami secara mendalam praktik evaluasi pembelajaran dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan guru, kepala madrasah, dan peserta didik sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI di MAN 2 Mataram telah mengarah pada asesmen autentik yang menilai aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa secara holistik. Guru menerapkan berbagai bentuk evaluasi seperti proyek, portofolio, observasi, dan asesmen formatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran berkontribusi terhadap pengembangan Kurikulum Merdeka melalui peningkatan partisipasi, kreativitas, dan kemandirian siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, kompleksitas administrasi penilaian, dan kesiapan guru dalam menyusun instrumen evaluasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian evaluasi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka serta implikasi praktis bagi guru dan madrasah dalam mengembangkan sistem asesmen yang lebih kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik
Integrasi Pembelajaran Etnosains Melalui Proyek Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Literasi Sains Mahasiswa Qurrotul Anfa; Desi Nuzul Agnafia; Ratna Tri Widyawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.663

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi penting bagi calon guru Sekolah Dasar (SD) dalam menghadapi tuntutan abad ke-21. Berdasarkan framework PISA 2018 dari OECD, literasi sains mencakup keterampilan menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterampilan literasi sains mahasiswa calon guru SD masih tergolong sedang hingga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran etnosains berbasis proyek ramah lingkungan terhadap literasi sains mahasiswa. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain non-equivalent post-test control group design. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran melalui praktikum pembuatan sabun dari minyak jelantah dan eco-enzyme, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data dianalisis menggunakan statistik inferensial melalui independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata literasi sains mahasiswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, pembelajaran etnosains berbasis proyek ramah lingkungan berpengaruh positif terhadap keterampilan literasi sains mahasiswa calon guru SD.
Analisis Penerapan Model Kooperatif Think Pair Share dalam Pembelajaran IPS Novia Alifah Mawardah; Nurlayalia Ramadhini; Naila Aziza; Aldy Ferdiyansyah; Fathul Jannah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.664

Abstract

Pembelajaran IPS di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya keterlibatan peserta didik, seperti kurang aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat selama pembelajaran. Berdasarkan observasi awal di kelas IV SDN Sungai Miai 11, pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga partisipasi peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan keterlibatan belajar peserta didik yang meliputi partisipasi aktif, kepercayaan diri, komunikasi, dan kerja sama. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru dan peserta didik kelas IV yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPS melalui tahapan think, pair, dan share mampu meningkatkan keterlibatan belajar peserta didik. Peserta didik menjadi lebih aktif berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, serta lebih mudah memahami materi IPS. Penggunaan media flash card dan LKPD juga mendukung efektivitas pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan TPS berbantuan media visual sederhana untuk meningkatkan keterlibatan belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS sekolah dasar.
Implementasi Permainan Ular Tangga Berbasis Teori Behavioristik Pada Pembelajaran IPAS Annisa Rukmana Dalima; Karunia Lestari; I Kadek Wiana; Aldy Ferdiyansyah; Noorhapizah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.665

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar kerap mengalami kendala dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa karena dominasi metode ceramah dan keterbatasan media pembelajaran yang interaktif. Berdasarkan hasil observasi di kelas IV SDN Pulau Alalak, siswa menunjukkan tingkat partisipasi yang rendah serta kurangnya variasi media yang mampu menyesuaikan karakteristik belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran permainan ular tangga berbasis teori behavioristik serta mengetahui pengaruhnya terhadap keterlibatan dan fokus belajar siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Media ini dirancang untuk mendorong pengalaman belajar yang menyenangkan melalui stimulus dan penguatan positif, sesuai dengan prinsip teori behavioristik. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan dapat belajar secara aktif dan termotivasi, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPAS. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan fokus dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung
Pembelajaran Deep Learning Berbasis Gamification: Dampaknya terhadap Literasi dan Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurul Syakirah Siregar; Nurdiana Siregar
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.666

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan kompetensi fundamental yang mendukung keberhasilan belajar serta pengembangan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Namun, capaian literasi dan numerasi siswa Madrasah Ibtidaiyah masih belum optimal, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konseptual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran deep learning berbasis gamification terhadap kemampuan literasi dan numerasi siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe pretest–posttest non-equivalent control group design. Sampel berjumlah 60 siswa kelas V yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran deep learning berbasis gamification berpengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi dan numerasi, baik secara simultan maupun parsial. Uji multivariat memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi meaningful, mindful, dan joyful learning melalui gamification efektif meningkatkan keterlibatan, pemahaman konseptual, serta berpikir kritis siswa.
Pemanfaatan Media Digital Monopoli Edukatif pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Sekolah Dasar Lelien Oktapiani; Komang Surya Adnyana; I Ketut Ngurah Ardiawan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.670

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti rendahnya minat belajar siswa, kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta penggunaan media pembelajaran yang masih kurang variatif. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan media digital monopoli edukatif sebagai media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian pustaka (tinjauan pustaka) dengan mengumpulkan berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan media pembelajaran digital, monopoli edukatif, dan pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital monopoli edukatif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan minat belajar, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Pancasila. Selain itu, penggunaan media pembelajaran digital juga membantu guru dalam menyampaikan materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dengan demikian, media digital monopoli edukatif dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif yang mendukung proses pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
Model Penanganan Bullying Pada Peserta Didik Kelas Rendah Rizki Irmaningsih; Ati Sukmawati; Muhamad Ahyar Rasidi Ocid
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.671

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya perilaku bullying pada peserta didik sekolah dasar, khususnya di kelas rendah, yang berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model penanganan bullying di SDN 27 Mataram, mengidentifikasi model yang paling dominan digunakan, serta mengetahui tantangan yang dihadapi guru dalam menangani bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan bullying dilakukan melalui Multidimensional Model of Coping, Restorative Justice, dan Whole-School Approach. Model yang paling dominan diterapkan adalah Whole-School Approach karena efektif menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Adapun tantangan yang dihadapi guru meliputi rendahnya kesadaran peserta didik terhadap dampak bullying, anggapan bahwa bullying hanya candaan, keterbatasan pengawasan, serta kurangnya dukungan sebagian orang tua
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IV dalam Proses Pembelajaran Azizanisa; Muhamad Yazid Bukhori; Diyan Puji Lestari; Dhinie Auliya; Dinda Lusiana; Desti Adha
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan pemecahan masalah serta komunikasi matematis siswa kelas IV di SDN 2 Peresak (Jalan Baloq Mekel, Peresak, Kec. Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB 83371), khususnya dalam dinamika pembelajaran di kelas. Kedua kompetensi ini memegang peranan krusial dalam pendidikan matematika modern. Sayangnya, rujukan empiris mengenai perkembangannya di tingkat sekolah dasar daerah perdesaan masih sangat minim. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini melibatkan 28 siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi terstruktur selama proses pembelajaran, serta wawancara mendalam bersama enam siswa yang dipilih mewakili kelompok kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Analisis data dikaji melalui model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa performa pemecahan masalah siswa masuk dalam kategori sedang (rata-rata 58,6), dengan hambatan terbesar pada fase merumuskan strategi dan mengecek kembali jawaban. Sejalan dengan itu, kemampuan komunikasi matematis siswa juga berada di level sedang (rata-rata 55,3), di mana merumuskan ekspresi matematika formal menjadi aspek yang paling sulit. Ditemukan pula adanya keterkaitan positif yang konsisten antara kedua kemampuan tersebut. Berdasarkan temuan ini, guru disarankan untuk mulai menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah kontekstual secara aktif guna mendongkrak kedua kompetensi ini sekaligus.