cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 285 Documents
NILAI MORAL DALAM TERJEMAHAN SYAIR AJONGA YINDA MALUSA KARYA SYEKH HAJI ABDUL GANIU (SUATU PENDEKATAN HERMENEUTIKA) la muda; Kadirun Kadirun
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v6i2.13253

Abstract

Abstract: The moral value in the translation of Ajonga Yinda Malusa  lyric by Sheikh Haji Abdul Ganiu is the cultural heritage of the Indonesian people that can be used as a reference in character education that is being echoed by the government at this time. The purpose of this research is to describe moral values in the translation of Ajonga Yinda Malusa lyric by Sheikh Haji Abdul Ganiu. This study used content analysis method with a hermeneutic Paul Ricouer approach about text analysis and text reconstruction. The data of this study was the translation of Ajonga Yinda Malusa lyric by Syekh Haji Abdul Ganiu. The data analysis appropriate with the components of good moral values was moral knowledge, moral feeling, and moral action. The results showed that the translation of Ajonga Yinda malusa lyric, there was moral knowledge in the aspect of moral awareness, knowledge of moral values, determination of perspective, moral thinking, decision making, and personal knowledge. Moral feeling led to the aspect of conscience, self-esteem, empathy, love a good thing, poise, and humility. Moral action led to aspect of competence, desire, and habits. These three components were an aspect that led to the birth of moral values.Abstrak: Nilai moral dalam terjemahan syair Ajonga Yinda Malusa karya Syekh Haji Abdul Ganiu merupakan warisan budaya bangsa  Indonesia yang dapat dijadikan referensi dalam pendidikan karakter yang sedang digaungkan pemerintah saat ini. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan nilai moral dalam terjemahan syair Ajonga Yinda Malusa karya Syekh Haji Abdul Ganiu. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan hermeneutika Paul Ricouer tentang analisis teks dan rekontruksi teks. Data yang digunakan sebagai objek kajian adalah terjemahan syair Ajonga Yinda Malusa karya Syekh Haji Abdul Ganiu. Data analisis sesuai dengan komponen nilai moral yang baik yakni pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada terjemahan syair Ajonga Yinda Malusa terdapat pengetahuan moral pada aspek kesadaran moral, pengetahuan nilai moral, penentuan prespektif, pemikiran moral, pengambilan keputusan dan pengetahuan pribadi. Perasaan moral mengarah pada aspek hati nurani, harga diri, empati, mencintai hal yang baik, kendali diri dan kerendahan hati. Tindakan moral mengarah pada aspek kompetensi, keinginan, dan kebiasaan. Ketiga komponen itu merupakan aspek yang mendorong lahirnya nilai-nilai moral.  
STUDI KESALAHAN PENULISAN KALIMAT DALAM KARANGAN PELAJAR BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA) Mokh. Yahya; Andayani -; Kundharu Saddhono
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v5i1.6295

Abstract

Abstract: This study aims to describe the tendency of sentence error and it’s contributing factors in sentence errors of BIPA students' writings on academic level at UPT Bahasa of Universitas Sebelas Maret, Surakarta. This research uses qualitative research type in the form of case study. This study shows that the sentence errors of BIPA students' writings in UPT Bahasa UNS Surakarta are diction errors, spelling errors, and conjunction errors. The errors are caused by several obstacles, namely the more-likely hard and difficult Indonesian syntax material, the lack of vocabulary mastery, the less maximum out-of-class lesson time, the low learning motivation and attitude, and the less rigorous selection of BIPA students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kecenderungan kesalahan kalimat dalam karangan pelajar BIPA tingkat akademik di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret dan faktor penyebabnya. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 11 pelajar BIPA Level Akademik yang mengikuti Program Darmasiswa di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berupa studi kasus. Penelitian ini menunjukkan bahwa tendensi kesalahan kalimat dalam karangan pelajar BIPA di UPT Bahasa UNS Surakarta berupa penggunaan diksi yang tidak tepat, ejaan yang salah, dan konjungsi yang tidak tepat. Kesalahan tersebut terjadi karena beberapa kendala, yakni materi kalimat bahasa Indonesia yang cukup sulit dan banyak, penguasaan kosakata yang kurang, pemanfaatan waktu pembelajaran di luar kelas yang kurang maksimal, sikap dan motivasi belajar yang rendah, dan penyeleksian pelajar BIPA yang kurang ketat.  
Perspektif Najwa Shihab dalam Tragedi Kanjuruhan: Kajian Wacana Kritis Nourman Fairclough Faznur, Lutfi Syauki; Rasyid, Yumna; Anwar, Miftahulkhairah; D'Agostino, Matteo
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v10i2.30239

Abstract

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya menuai perhatian banyak masyarakat dalam dan luar negeri. Tragedi yang telah menghilangkan korban dalam jumlah yang banyak mengakibatkan beberapa tokoh ikut berbicara, salah satunya adalah Najwa Shihab, seorang news anchor dan presenter talkshow professional yang memiliki kompetensi komunikasi yang sangat baik Ketika melakukan praktik komunikkasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi Najwa Shihab dalam menanggapi tragedi Kanjuruhan yang di kemas dalam kajian wacana kritis yang dikembangkan oleh Nourman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan teoritis analisis wacana kritis Nourman Fairclough. Penelitian ini akan mengkaji melalui tiga tradisi Nourman Fairclough analisis teks discourse practice, dan sociocultural practice . Hasil penelitian menunjukkan adanya temuqn mengenai representasi masyarakat terhadap pertaaggungjawaban tragedi Kanjuruhan.  Aspek kebahasaan diksi dan penggunaan kalimat yang digunakan oleh Najwa Sihab telah menempatkan representasi masyarakat Indonesia terhadap ketidakbecusan pelaksana sepak bola. Keberpihakan Najwa Sihab pada korban tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan produksi teks yang dihasilkan menimbulkan citra negatif terhadap pihak tertentu.
Representasi Kekerasan Simbolik terhadap Perempuan Betawi dalam Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala Nina Farlina
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4181

Abstract

Abstract: This article is an analysis of the representation on the symbolic violence by Pierre Bourdieu against the Betawi women in Kronik Betawi Novel’s Ratih Kumala. This methode uses the qualitative methode from literature studies to analize the symbolic violence against the Betawi women in this novel. The symbolic violence in this novel occurs when the traditional values and religion that tend to patriachal system. It can infleuence the Betawi women in determining the role and the position of Betawi women in everyday life, like Juleha character in this novel. The Betawi women can not contribute freely in public area. However, the Betawi women can also contribute in the reconstruction of Betawi women identity in public area with the cultural values and religion like Edah character. Indeed, in this novel, there is the construction of identity Betawi women and the important role of Betawi women in development of country. Keywords: symbolic violence; Betawi women; patriarchal; Kronik Betawi Abstrak: Artikel ini membahas tentang representasi kekerasan simbolik oleh Pierre Bourdieu terhadap kaum perempuan Betawi dalam novel Kronik Betawi karya Ratih Kumala. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang diambil dari kajian pustaka mengenai kekerasan simbolik terhadap kaum perempuan Betawi dalam novel Kronik Betawi. Kekerasan simbolik dalam novel ini terjadi karena adanya nilai-nilai tradisional Betawi dan religi yang cenderung patriaki yang memberikan pengaruh dalam menentukan peran dan posisi kaum perempuan Betawi dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat termarginalisasi, subordinasi, sebagaimana karakter Juleha dalam novel tersebut. Sehingga kaum perempuan Betawi tidak dapat berkontribusi di ranah publik dengan leluasa karena adanya nilai-nilai adat dan religi. Namun, kaum perempuan Betawi dapat juga memberikan kontribusinya dalam proses rekontruksi identitas perempuan Betawi dalam nilai-nilai budaya dan agama di ranah publik sebagaimana yang diperankan Edah meskipun marginalisasi juga terjadi. Hal tersebut merupakan bentuk kontruksi identitas kaum perempuan Betawi sehingga kekerasan simbolik dapat terhindarkan. Peran perempuan Betawi dapat diperhitungkan dalam kemajuan bangsa dan negara. Kata Kunci: kekerasan simbolik; perempuan betawi; patriarki; Kronik Betawi 
Rekonstruksi Instrumen Tes Perbuatan Teks Hikayat pada Siswa Kelas X Bermuatan Literasi Membaca (Assesmen Kompetensi Minimum) Dina Purnama Sari; Sulistia Ellsa; Wagiran Wagiran; Deby Luriawati Nuryatmojo
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i2.21541

Abstract

The development of the education system in the 21st century demanded change in all aspects. Determination of Minimum Competency Assessment (AKM) has the impact of changes in the implementation of the learning evaluation process. The implementation of AKM in the education system applies to all subjects, including Bahasa Indonesia. One of the components related to the learning of Bahasa Indonesia precisely the learning of Expression Of Writing Literature is AKM Literacy. The limitation of the resources and test instruments in the implementation of learning evaluation becomes a problem that needs to be addressed wisely and immediately because it will affect the achievement of learning objectives. The purpose of this study is 1) describe the analysis of the error of the instrument of the test of deeds in the Indonesian Language Student Book Grade XI SMA which is charged with AKM reading literacy, and 2) describe the reconstruction of the error of the test instrument in the Book of Indonesian Language Students grade XI high school loaded with AKM reading literacy. The method used is descriptive qualitative with the model of literature and literature studies as well as strengthening through documentation and field observation. The results of this study showed that based on the results of the analysis of the test instrument there are several components that are not yet appropriate which include material aspects, construction aspects, and language aspects. As well as attaching the reconstruction results by making improvements to the test of the act of developing the text of the saga on the aspects of material, construction, language and improving reading literacy on the question.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NARASI (EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V MI TAUFIQURRAHMAN 1 DEPOK) Sangaji Niken Hapsari
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3626

Abstract

Abstract: This paper attempts to look at the effect of the use of learning media on the ability to write narrative . Instructional media used is the projected media and media image series. The method used is the experimental method of data analysis using t-test . The findings based on the analysis of data using normality test and homogeneity test , followed by calculation of the t test at significance level = 0.05 and degrees of freedom (df ) = n1 + n2 - 2 , obtained t ttable of 7.469 and 2.001 . This suggests that thitung greater than ttable ( 7.469 > 2.001 ) . Thus , it was concluded that the working hypothesis ( Ha ) is accepted , which means there is a significant difference between the use of learning media to the ability to write narrative.   Abstrak:Tulisan ini mencoba melihat pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi. Media pembelajaran yang  digunakan adalah media yang diproyeksikan dan media gambar seri. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis data menggunakan Uji t. Hasil temuan berdasarkan analisis data menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas yang dilanjutkan dengan perhitungan Uji t pada taraf signifikansi  = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2 – 2, diperoleh thitung sebesar 7,469 dan ttabel sebesar 2,001. Hal ini menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (7,469 > 2,001). Berdasarkan itu, hipotesis kerja (Ha) diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi.   Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3626
PANDANGAN PENDIDIKAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA DAN NOVEL MATA DAN RAHASIA PULAU GAPI Suhailah Naili Salsabila
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.13820

Abstract

Abstract: The study of education on the main character in novel Negeri 5 Menara by A. Fuadi and Mata dan Rahasia Pulau Gapi by Okky Madasari is to dissect and explain the differences in the intellectual development of both personalities to explain that their age and sex may be a factor in the difference in their attitude toward the issue they face, the education they face. In addition, the study has another factor, that the thinking of the main character influences one to act according to one’s age. The study employed the theory of literary psychology with a literary approach to comparison. Using a qualitative method to do a descriptive interpretation to see a comparison in both characters by a quotation in the novel. In this method use the library technique of reading and note for a descriptive interpretation. The data used is novel Negeri 5 Menara by A. Fuadi in 2009 and novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi by Okky Madasari appears in 2018. The ten-year-old novel of problems raised in the study over time. Studies of age and gender differences affect a person’s actions and thoughts on addressing a problem.Abstrak: Penelitian pandangan mengenai pendidikan pada tokoh utama dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi dan novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari adalah membedah dan menjabarkan perbedaan perkembangan intelektual dari kedua tokoh untuk menjelaskan bahwa umur dan jenis kelamin bisa menjadi faktor perbedaan sikap mereka dalam menyikapi permasalahan yang mereka hadapi, yaitu dalam memandang dunia pendidikan. Selain itu, penelitian ini mempunyai faktor lain, bahwa pemikiran tokoh utama berpengaruh untuk mengambil tindakan sesuai umurnya. Penelitian ini menggunakan teori psikologi sastra dengan pendekatan sastra bandingan. Menggunakan metode kualitaif untuk melakukan penafsiran secara deskriptif untuk melihat adanya perbandingan dalam kedua tokoh tersebut melalui kutipan dalam novel sesuai permasalahan. Pada metode ini menggunakan teknik pustaka yaitu baca dan catat untuk dapat melakukan penafsiran secara deskriptif. Data yang digunakan yaitu novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi terbit tahun 2009 dan novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari terbit tahun 2018. Perbedaan karya novel yang 10 tahun ini juga mempermudah untuk melihat perkembangan permasalahan yang diangkat pada penelitian ini dari jarak waktu. hasil penelitian adanya perbedaan umur dan jenis kelamin mempengaruhi seseorang bertindak dan berpikir untuk mengatasi suatu masalah. 
BIDADARI DAN SI PENGGODA REPRESENTASI TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL STUDENT HIDJO Novi Diah Haryanti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v4i1.7002

Abstract

Abstract: This paper examines the representation of women characters in the novel “Student Hidjo” (SH) and how the world of movement affects Mas Marco Kartodikromo in creating his female characters. In his depiction of the female character, Marco uses the European (Dutch) and the Javanese, or in post colonial terms the West (Dutch) and East binary opposition. By re-reading this literary work, it appears that Marco portrayed the native female character as angel while the Dutch female character as vampish. Marco also shows that European woman is not always perfect, independent, and superior, while the native woman is not always weak, ignorant, left behind, dan only thinking about the affairs of love (household).   Abstrak: Tulisan ini akan mengulas bagaimana representasi tokoh-tokoh perempuan dalam novel Student Hidjo (SH) dan bagaimana dunia pergerakan mempengaruhi Mas Marco Kartodikromo dalam menciptakan tokoh perempuan. Dalam menggambarkan tokohnya, Marco menggunakan oposisi binner Eropa (Belanda) dan Jawa atau dalam istilah pascakolonial Barat/Timur. Melalui hasil re-reading terhadap karya tersebut tampak bahwa Marco mencitrakan perempuan pribumi sebagai bidadari sedangkan perempuan Belanda sebagai si penggoda. Lewat Student Hidjo Marco memperlihat bahwa perempuan Eropa tak selamanya sempurna, mandiri, dan superior sedangkan perempuan pribumi tak selalu lemah, bodoh, tertinggal, dan hanya memikirkan urusan cinta (rumah tangga). Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v4i1.7002
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DRAMA DENGAN STRATEGI TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBASIS DONGKREK Dwi Rohman Sholeh; Herman J. Waluyo; Setya Yuwana Sudikan; Nugraheni Eko Wardani
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, NO 1 (2019)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v6i1.9679

Abstract

Abstract: This research is meant to: (1) describe the planning of Drama learning using Dongkrek-based Teams Games Tournament (TGT) strategy, (2) describe the implementation of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy, and (3) describe the obstacles faced by the lecturers and students in drama learning using Dongkrek-Based TGT  strategy. This descriptive qualitative research took place in IKIP PGRI Madiun, East Java. The result shows that (1) The lecturer who responsible for the planning of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy has implemented the designed syllabus while the objectives has been in accordance with the Standard Competency and Basic Competence.  Furthermore, the syllabus has includes the complete implementation procedures starting from initial activity of apperception, elaboration, confirmation and motivation. Main activities includes exploration, elaboration and confirmation followed by closing. (2) The implementation of Drama learning using Dongkrek-based TGT strategy included ‘Practice/performance test” in the syllabus but performed written test in the implementation while giving assignment to the student. In addition, there are some points of indicators which have not been achieved by students and didn’t received any special attention from the lecturer. The learning objectives have been in accordance with the Standard Competency and Basic Competency of the syllabus. (3) Obstacles faced by lecturer and students in the implementation of drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy proved to be joyful learning as it comes from local culture called Dongkrek as students gained immediate competency on literacy instead of the theory. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan  perencanaan pembelajaran drama dengan strategi Teams Games Tournament (TGT) berbasis dongkrek, (2) mendeskripsikan  penerapan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, dan (3) mendeskripsikan kendala-kendala apa sajakah yang dihadapi dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di IKIP PGRI Madiun Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dosen pengampu dalam perencanaan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, sudah mengikuti silabus yang dibuat, tujuan sudah sesuai dengan SK dan KD yang digunakan. Kemudian silabus langkah-langkah pembelajaran sudah lengkap dimulai dari kegiatan awal yang melingkupi apersepsi, elaborasi, konfirmasi dan motivasi. Kegiatan inti melingkupi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, kemudian penutup. (2) Penerapan pembelajaran drama dengan TGT berbasis dongkrek pada teknik penilaian pada silabus dicantumkan “tes praktik/ kinerja” namun dosen lebih kepada tes tulis ketika memberikan tugas mahasiswa, ada pula beberapa poin indikator yang belum mampu dicapai oleh mahasiswa dan tidak mendapat perhatian khusus dari dosen. Tujuan pembelajaran juga sudah sesuai dengan SK dan KD pada silabus. (3) Kendala-kendala dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, karena sebuah pembelajaran yang berangkat dari sebuah kesenian lokal yaitu kesenian dongkrek maka pembelajaran drama untuk mahasiswa  menyenangkan (joyful learning) karena mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung tentang kompetensi kesastraan dan bersastra dan tidak hanya berteori.Permalink/DOI: http://doi.org/10.15408/dialektika.v6i1.9679 
MULTIKULTURALISME, BAHASA INDONESIA, DAN NASIONALISME DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL H.A.R. Tilaar
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v1i2.6287

Abstract

Multiculturalism in Indonesia is growing and thriving from nationalism. Indonesian multiculturalism acknowledges the cultural diversity of ethnic groups in Indonesia, moreover as the basis of living together in Indonesia. The diversity of cultural tribes of Indonesia is not a separator but the elements of national unity. Through youth oath, Indonesian language takes an important role in an effort to unite the diversity. Language is an important part of a culture. Not only that, the use of language shows the mindset of the community members. Thus the education of language or the use of language as the national language should be started from kindergarten to higher education. The development of good Indonesian-use is important in order to strenghten the identity of Indonesia with the result that Indonesia can compete and become developed country and free from "middle income country trap.