cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 881 Documents
Implementasi Akupresure Mengurangi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di RT 03 Dusun Keraban Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak lusiana, widetri_Plantika; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development in the health sector has an important meaning in national life, especially in maintaining and improving health. To achieve this success is closely related to the development and development of human resources as the basic capital of national development. The development of human resources is a big effort, so it is not only done by the government without the involvement of the community. To support the increase in knowledge and welfare of the community, the role of health workers is to study problems that occur and to plan for problems through health promotion programs. Community service activities carried out on May 16 2023 to May 23 2023 in the form of public health counseling for pregnant women, teenagers and mothers with babies or toddlers. However, the focus of this community service is carried out on pregnant women who experience nausea and vomiting by giving acupressure to reduce nausea and vomiting in pregnant women. Emesis gravidarum is physiological, but if it is not treated immediately it will become pathological. Most emesis gravidarum can be treated with outpatient treatment and the administration of sedatives and anti-emetics, but a small number of pregnant women cannot cope with ongoing nausea and vomiting so that it interferes with daily activities, and falls into a condition called hyperemesis gravidarum. Not all pregnant women can undergo therapy using drugs there are some mothers who do not really like when they have to take drugs so non-pharmacological therapy is needed here. One non-pharmacological therapy that can be used to treat emesis gravidarum is massaging the P6 point with acupressure. Nausea, vomiting is a common symptom that occurs in pregnant women, many factors influence this. So alternative care is needed, such as herbal acupressure treatment. Acupressure is a non-pharmacological treatment that mothers can do independently at home. Acupressure is carried out using heat stimulation techniques at points P6 and ST36 for 5 days (7 minutes per day). Point P6 is located on the inside of the wrist, 2-3 fingers (2 cun) above the wrist between the tendons and point ST 36 is located 3 cun (4 fingers) below the lower border of the patella. So after being given counseling and demonstrations to pregnant women, mothers are able to do acupressure about nausea, vomiting, mothers can do it independently and their knowledge increases about high-risk pregnancies.   Abstrak Pembangunan di bidang kesehatan mempunyai arti yang penting dalam kehidupan nasional, khususnya didalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Untuk mencapai keberhasilan tersebut erat kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai modal dasar pembangunan nasional. Pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu upaya yang besar, sehingga tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa adanya keterlibatan masyarakat. Untuk menunjang peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat maka tenaga kesehatan berperan untuk mengkaji masalah-masalah yang terjadi serta melakukan perencanaan terhadap masalah melalui program promosi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2023 sampai dengan tanggal 23 Mei 2023 dalam bentuk penyuluhan kesehatan masyarakat kepada ibu hamil, remaja dan ibu yang memiliki bayi atau pun balita. Namun fokusnya pengabdian masyarakat ini dilakukan pada ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan pemberian akupresure untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Emesis gravidarum merupakan hal yang fisiologis akan tetapi apabila tidak segera diatasi akan menjadi hal yang patologis. Sebagian besar emesis gravidarum dapat diatasi dengan berobat jalan serta pemberian obat penenang dan anti muntah, tetapi sebagian kecil wanita hamil tidak dapat mengatasi mual muntah berkelanjutan sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari, dan jatuh dalam keadaan yang disebut hiperemesis gravidarum.Tidak semua ibu hamil dapat menjalani terapi dengan menggunakan obat-obatan ada beberapa ibu yang tidak terlalu suka apabila harus mengkonsumsi obat-obatan maka pemberian terapi non farmakologi diperlukan disini. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat dilakukan untuk menangani emesis gravidarum adalah pemijatan titik P6 dengan akupresur.  Mual muntah merupakan gejala umum yang terjadi pada ibu hamil banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut. Maka diperlukan perawat alternatif seperti pengobatan herbal akupresure. Akupresure merupakan salah satu pengobatan nonfarmakologi yang dapat dilakukan ibu secara mandiri dirumah. Akupresure dilakukan dengan teknik stimulasi panas pada titik P6 dan ST36 dalam 5 hari (7 menit perhari). Titik P6 terletak di pergelangan tangan bagian dalam, 2-3 jari (2 cun) diatas pergelangan diantara tendon dan Titik ST 36 terletak 3 cun (4 jari) di bawah batas bawah patela. Maka setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi pada ibu hamil maka ibu mampu melakukan akupresure tentang mual muntah ibu bisa melakukannya secara mandiri dan pengetahuan ibu meningkat tentang kehamilan resiko tinggi.
Massage Endorphine Untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III di Desa Pasekan Ambarawa sari, melly kurnia; alif, Widayati; efendi, arifatun; rahmadani, mutia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endorphine massage is a light-touch method first developed by Constance Palinsky. This light touch aims to increase endorphins which are useful for reducing and even alleviating pain during labor, during pregnancy and endorphin massage is useful for reducing physical discomfort. The purpose of endorphine massage, is a light touch and massage technique that aims to normalize heart rate and blood pressure, and improve the relaxed condition in the body of pregnant women by triggering a feeling of comfort through the surface of the skin. The problem of pregnant women in the third trimester in Pasekan village, Ambarawa sub-district, most mothers complain of back pain before delivery. Back pain experienced by third trimester pregnant women in Tambak selo village made researchers decide to provide non-pharmacological therapy, namely Endorphine massage. Efforts to reduce pain can use methods by providing anti-pain drugs carried out by health workers and non-pharmacological methods can be done by health workers or families, one of which is endorphins massage therapy. Implementation at Pasekan village hall by providing health education about Endorphine Massage for Third Trimester pregnant women to reduce back pain and provide comfort. At the time of conducting health education, a demonstration of the third trimester Endorphine massage movement was also carried out on 14 pregnant women. The instrument used is a questionnaire about the knowledge of Endorphine Massage III trimester in pregnant women. The knowledge of pregnant women in the third trimester about Endorphine Massage in pregnant women before health education was carried out was still while 13 mothers (92.9%) had good knowledge and 1 mother had sufficient knowledge (7.1%). Knowledge after health education there was an increase in knowledge, namely 14 mothers (100%) mothers with good knowledge about the III trimester Endorphine Massage as an effort to reduce back pain and mothers have understood and can practice the III trimester Endorphine Massage movements. Health education activities about the Third trimester Endorphine Massage as an effort to reduce back pain and make mothers more comfortable are a means of education and discussion that can provide many benefits for third trimester pregnant women so that they can overcome the problem of back pain experienced independently.   Abstrak Massage Endorphine merupakan suatu metode sentuhan ringan yang dikembangkan pertama kali oleh Constance Palinsky. Sentuhan ringan ini bertujuan meningkatakan endorphin yang berguna untuk mengurangi bahkan mengilangkan rasa sakit pada saat persalinan, dalam masa kehamilan dan endorphin massage bermanfaat untuk mengurangi ketidaknyamanan fisik. Tujuan endorphine massage, merupakan teknik sentuhan dan pemijatan ringan yang bertujuan menormalkan denyut jantung dan tekanan darah, serta meningkatkan kondisi rileks dalam tubuh ibu hamil dengan memicu perasaan nyaman melalui permukaan kulit. Permasalahan ibu hamil Trimester III di desa Pasekan kecamatan Ambarawa sebagian besar ibu mengeluh nyeri punggung saat menjelang persalinan. Nyeri punggung yang dialami oleh ibu hamil trimester III di desa Tambak selo membuat peneliti memutuskan untuk memberikan terapi non farmakologi yaitu Endorphine massage. Upaya untuk mengurangi rasa nyeri dapat menggunakan cara dengan memberikan obat anti nyeri yang dilakukan oleh petugas kesehatan dan cara non farmakologi dapat di lakukan oleh tenaga kesehatan atau keluarga salah satunya yaitu dengan terapi endorphin massage. Pelaksanaan di balai desa pasekan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang Massage Endorphine ibu hamil Trimester III untuk mengurangi nyeri punggung dan memberikan rasa nyaman. Pada saat melakukan pendidikan kesehatan juga dilakukan demonstrasi gerakan massage Endorphine trimester III pada 14 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan Massage Endorphine trimester III pada ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil trimester III tentang  Massage Endorphine  pada ibu hamil sebelum dilakukan pendidikan kesehatan masih sedangkan 13 ibu (92.9%) pengetahuan baik dan 1 ibu berpengetahuan cukup (7.1%). Pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan yaitu 14 ibu (100%) ibu dengan pengetahuan baik tentang Massage Endorphine trimester III sebagai upaya mengurangi nyeri punggung serta ibu telah memahami dan dapat mempraktikkan  gerakan Massage Endorphine trimester III. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang Massage Endorphine trimester III sebagai upaya mengurangi nyeri punggung dan membuat ibu lebih nyaman ini menjadi sarana edukasi dan diskusi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil trimester III sehingga dapat mengatasi masalah nyeri punggung yang di alami secara mandiri.
Pijat Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Disminore pada Remaja Putri di Puskesmas Jambu Semarang Meisinta Vika Putri; Kharisma Mutiara .D.; Reni, Reni saputri; Afriyani, Luvi Dian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common gynecological disorders in adolescent girls. Adolescent girls who have menstruated often complain of menstrual pain (dysmenorrhea). Dysmenorrhea is classified into two, namely primary dysmenorrhea and secondary dysmenorrhea. Dysmenorrhea has an impact on the activities of young women and there are also side effects from pharmacological treatment of dysmenorrhea, so it is very necessary to provide information through counseling to young women which aims to provide knowledge about treating primary dysmenorrhea using non-pharmacological methods. Acupressure is a technique for reducing menstrual pain by massaging certain points. Activities are carried out through 3 stages of preparation, implementation and evaluation. 13 young women participated in community service and the result was 13 young women with good knowledge.   Abstrak Dismenore adalah salah satu kelainan ginekologi yang paling sering terjadi pada remaja putri. Remaja putri yang sudah mengalami menstruasi sering mengeluh terjadinya nyeri menstruasi (dismenore). Dismenore diklasifikasikan menjadi dua, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore memberikan dampak terhadap aktivitas remaja putri dan juga adanya efek samping dari penanganan dismenore secara farmakologis, maka sangat diperlukan pemberian informasi melalui penyuluhan kepada remaja putri yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang penanganan dismenore primer dengan metode nonfarmakologi. Akupresure adalah teknik untuk menurunkan nyeri haid dengan cara melakukan pijat pada titik-titik tertentu. Kegiatan dilakukan melalui 3 tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian masyarakat diikuti oleh remaja putri sejumlah 13 orang dan hasilnya 13 remaja putri berpengetahuan baik.
Stimulasi Pijat Bayi Sehat di Dusun Pengkol Desa Ceweng Jombang ariani, pipit; widayati; kusbaryati; riandari, ana
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of infant growth and development is a golden period as well as a critical period for the development of a child aged 0-12 months. It is said to be a critical period because at this time babies are very sensitive to the environment and need nutrition and provide good stimulation for their growth and development. One form of stimulation that is commonly done by parents to babies is tactile stimulation in the form of baby massage. Baby massage provides benefits to both mother and baby. Lack of information about infant massage techniques causes mothers to be unable to massage their babies independently. Therefore this problem is related to efforts to improve healthy baby massage skills for parents who have babies aged 0-24 months in Pengkol Hamlet, Ceweng Village. The purpose of this community service is to provide knowledge and socialization for mothers about massage stimulation for healthy babies. This activity was carried out on June 2, 2023 in Pengkol Hamlet during the Posyandu for babies and toddlers with 17 participants attending along with their babies. The data collection instrument was in the form of pretest and posttest questionnaire sheets. The method used is in the form of counseling about stimulating baby growth and development with baby massage along with the right way to massage babies, practice of baby massage and questions and answers. The result of this community service activity is that community service participants in Pengkol Hamlet understand and are able to practice how to do baby massage in accordance with the procedures that have been submitted. The health center is advised to always carry out counseling or socialization regarding stimulation of baby growth and development with healthy baby massage.   Abstrak Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seorang anak usia 0-12 bulan. Dikatakan masa kritis karena pada masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungan dan membutuhkan asupan nutrisi serta memberikan stimulasi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu bentuk stimulasi yang umum dilakukan orangtua kepada bayi yaitu stimulasi taktil dalam bentuk pijat bayi. Pijat bayi memberikan manfaat pada ibu dan bayi. Kurangnya informasi tentang tehnik pijat bayi menyebabkan pada ibu tidak bisa memijat bayinya secara mandiri. Oleh karena itu permasalahan ini berkaitan dengan upaya peningkatan keterampilan pijat bayi sehat pada orangtua yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan di Dusun Pengkol Kelurahan Ceweng. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan sosialisasi bagi ibu ibu tentang stimulasi pijat bayi sehat. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 2 Juni 2023 di Dusun Pengkol pada waktu posyandu bayi dan balita dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 17 orang ibu sekaligus bayinya. Instrumen pengumpulan data berupa Lembar Quesioner pretest dan posttest. Metode yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan tentang stimulasi tumbuh kembang bayi dengan pijat bayi beserta cara memijat bayi yang benar, praktek pijat bayi dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta pengabdian masyarakat di Dusun pengkol memahami dan mampu mempraktekkan cara melakukan pijat bayi sesuai dengan prosedur yang telah disampaikan. Disarankan kepada pihak puskesmas agar selalu melakukan penyuluhan atau sosialisasi mengenai stimulasi tumbuh kembang bayi dengan pijat bayi sehat.
Literature Review : Pengaruh Pemberian Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara pada Ibu Post Partum Elpina Ripka Yudi; Liya Ishlahul Afiyah; Elis Widyawati; Anisa Indarti; Oni Elena; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the postpartum period, the mother's body is experiencing recovery or adaptation of the reproductive system to conditions before pregnancy. One of the physical changes during the puerperium is lactation, the inhibition of milk production is influenced by one of the reasons for the release of the hormone oxytocin that is not smooth. This triggers the occurrence of breast engorgement which results in discomfort experienced by the mother during the puerperium. There are various ways to deal with swelling in the breast, one of which is a cabbage leaf compress. Cabbage leaf compress is a non-pharmacological intervention that is safe and easy to do for postpartum mothers. To identify the application of cabbage leaf compresses to reduce the incidence of breast engorgement in postpartum mothers. This research is a literature study of the last 5 years by searching for scientific journals/articles through the Google Scholar database, published between 2020 and 2022. Inclusion and exclusion criteria were used to search for scientific journals/articles. Based on the inclusion and exclusion criteria, there were 5 scientific journals/articles that met the requirements. All studies state that cabbage compresses are effective in reducing the incidence of breast engorgement in postpartum mothers. Cabbage compress is one of the non-pharmacological interventions that can be considered as an alternative action independently by postpartum mothers in reducing swelling in the breast.   Abstrak Pada masa nifas tubuh ibu mengalami pemulihan atau adaptasi system reproduksi ke kondisi sebelum hamil. Salah satu perubahan fisik dalam masa nifas adalah laktasi, terhambatnya pengeluaran ASI dipengaruhi salah satunya karena pengeluaran hormon oksitosin yang tidak lancar. Hal ini memicu terjadinya pembengkakan payudara (breast engorgement) yang berakibat pada rasa tidak nyaman yang dialami ibu pada masa nifas Ada berbagai cara dalam mengatasi pembengkakan pada payudara, salah satunya adalah kompres daun kubis. Kompres daun kubis merupakan intervensi non farmakologis yang aman dan mudah dilakukan oleh ibu nifas. Mengidentifikasi penerapan kompres daun kubis terhadap penurunan kejadian pembengkakan payudara pada ibu nifas. Penelitian ini merupakan studi literatur dari 5 artikel ilmiah yang diperoleh melalui database google Scholar, dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2022. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, terdapat 5 jurnal/artikel ilmiah yang memenuhi syarat. semua penelitian menyatakan bahwa kompres kubis efektif terhadap penurunan kejadian pembengkakan payudara pada ibu nifas. Kompres kubis merupakan saah satu intervensi non farmakologis yang bisa dipertimbangkan sebagai tindakan alternatif secara mandiri oleh ibu nifas dalam menurunkan pembengkakan pada payudara.
Literatur Review: Pemanfaatan Bahan Alam Guna Memperlancar ASI pada Ibu Menyusui Mudy Oktiningrum; Agnes Isti Harjanti; anisa nurhidayah; inge dewi; linda; maulidya
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The psychological factors of the mother in breastfeeding are very influential on breastfeeding mothers and smooth milk production. Mothers who are stressed and worried can cause reduced milk production, breast milk is very important for baby's brain development. If you want large amounts of breast milk, you must think positively that you are able to produce enough breast milk (Proverawati, 2010 in the Journal of Anggorowati Nuzulia, 2013). In Indonesia there are many plants that are believed to increase milk production (galactogogue). Local plants designated in 2016 as galactogogue in native Indonesian herbal medicine include katuk leaves (Sauropus androgynus), clabet seeds (Trigonella foenum-graceum), and cumin or torbangun leaves (Coleus ambonicius). The purpose of this journal review is to find out the use of natural ingredients that can be used to facilitate breastfeeding for nursing mothers. The method used is literacy reflection, sources include computerized database system search studies (Pubmed, The Corrain Collaboration, Elsevier, Google Scholar). The questions used to review the journal are adapted to the PICO analysis. The journal used amounted to 6 Journals. The success of breastfeeding mothers is largely determined by diet, both during pregnancy and after delivery. In order to guarantee the quality and quantity of mother's breast milk, highly nutritious and balanced food needs to be consumed every day. Breastfeeding mothers can take advantage of this natural ingredient as an alternative to increase the amount of breast milk because some of these alternatives have been researched and experimented with proven results to increase the amount of breast milk. Apart from being easy to obtain, these natural ingredients can also prevent postpartum mothers from various drugs that can affect the quality of breast milk. Abstrak Faktor psikologis ibu dalam menyusui sangat berpengaruh terhadap ibu menyusui dan produksi ASI yang lancar. Ibu yang stress dan khawatir dapat menyebabkan produksi ASI berkurang, ASI sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Apabila menginginkan ASI dengan jumlah yang banyak ibu harus berfikir positif bahwa mampu menghASIlkan ASI yang cukup (Proverawati, 2010 dalam Jurnal Anggorowati Nuzulia, 2013). Di Indonesia terdapat banyak tanaman yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI (Galaktogogue). Tanaman lokal yang ditetapkan dalam obat herbal asli Indonesia tahun 2016 sebagai galaktogogue antara lain, daun katuk (Sauropus androgynus), biji klabet (Trigonella foenum-graceum), dan daun jinten atau torbangun (Coleus ambonicius). Tujuan dari telaah jurnal ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan bahan alam yang dapat digunakan untuk memperlancar ASI bagi ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah tinjauan literartur, sumber meliputi studi pencarian sistem database terkomputerisASI (Pubmed, The Corhrain Collaboration, Elsevier, Google Scholar). Pertanyaan yang digunakan untuk melakukan review jurnal yaitu disesuaikan dengan Analisis PICO. Sehingga jurnal yang digunakan berjumlah 6 Jurnal. KeberhASIlan ibu menyusui sangat ditentukan oleh pola makan, baik di masa hamil maupun setelah melahirkan. Agar ASI ibu terjamin kualitas maupun kuantitasnya, makanan bergizi tinggi dan seimbang perlu dikonsumsi setiap harinya. Ibu menyusui dapat memanfaatkan bahan alami ini sebagai alternatif untuk meningkatkan jumlah ASI karena beberapa alternatif ini sudah dilakukan penelitian dan eksperimen dengan hASIl terbukti dapat meningkatkan jumlah ASI. Selain mudah untuk didapatkan, bahan-bahan alami ini juga dapat menghindarkan ibu nifas dari beragam obat-obatan yang dapat mempengaruhi kualitas ASI.
Implementasi Pengabdian Masyarakat di RT 04 Kampung Maluang Kabupaten Berau Nelly, Nelly Yohanis Pasorong; Kristiningrum, Wahyu
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Healthy Indonesia 2025, the strategic environment for health development that is expected is an environment that is conducive to the realization of healthy physical, spiritual and social conditions, namely an environment free from socio-cultural insecurities and pollution, availability of drinking water and adequate environmental sanitation facilities, healthy housing and settlements, health-oriented regional planning and the realization of community life that has social solidarity by maintaining the nation's cultural values. The expected community behavior in a healthy Indonesia 2025 is proactive behavior to maintain and improve health, prevent the risk of disease, protect oneself from the threat of disease and other health problems, be aware of the law, and actively participate in the public health movement, including organizing a healthy and safe community (Dewi Parwati, S.ST,.M.Keb, Fatima Pres 2023) The role of midwives as community mobilizers has the ability to facilitate families and communities to understand, support and implement health messages, especially regarding maternal and child health, adolescent reproductive health and elderly health in collaboration with various cross-sectors using the principle of partnership and community empowerment according to the authority and scope midwife practice. Health services according to standards are not only emphasized at the level of service (in-service) but also at the level of education (pre-service). (Anita Dewi L, Catur Setyorini, 2021). In community midwifery practice activities, student midwives play a role in communicating effectively with women, families and the community, providing community understanding of the knowledge and implementation of prevention around maternal health, adolescent reproductive health, and elderly health. The targets of community midwifery services are individuals, families and community groups (community). Individuals served are part of a family or community. (Dewi Parwati, S.ST,.M.Keb, Fatima Pres 2023). This program was carried out on 02 May 2023 to 23 May 2023 in the form of assessments, priority grouping of problems, implementation of problem solving that had been formulated together in the form of counseling and demonstrations for pregnant women, adolescents and the elderly. And it is hoped that the participation of the presence of the target community. The delivery of counseling and demonstrations was quite good and acceptable to the participants regarding pregnant women's health, adolescent reproductive health, elderly health, Dismenorhoe Yoga demonstrations for young women to reduce menstrual pain and relaxation acupressure techniques for the elderly. Counseling participants can apply the knowledge gained after participating in counseling and demonstrations to improve health quality and be more productive in carrying out daily activities.   Abstrak Indonesia sehat 2025, lingkungan strategis pembagunan kesehatan yang diharapkan adalah lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat jasmani, rohani, maupun sosial, yaitu lingkungan bebas dari kerawanan sosial budaya dan polusi, tersedianya air minum dan sarana sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang memiliki solidaritas sosial dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa. Perilaku masyarakat yang diharapkan dalam Indonesia sehat 2025 adalah perilaku yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit dan masalah kesehatan lainnya, sadar hukum, serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat, termaksuk menyelenggarakan masyarakat sehat dan aman (safe community) (Dewi Parwati,S.ST,.M.Keb, Fatima Pres 2023. Peran bidan sebagai penggerak masyarakat memiliki kemampuan memfasilitasi keluarga dan masyarakat agar memahami, mendukung dan melaksanakan pesan-pesan kesehatan khususnya tentang kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi remaja dan kesehatan lansia bekerjasama dengan berbagai lintas sektoral dengan menggunakan prinsip partnership dan pemberdayaan masyarakat sesuai kewenanangan dan lingkup praktik bidan. Pelayanan kesehatan sesuai standar tidak hanya ditekankan pada tingkat pelayanan (in-service) namun juga pada tingkat pendidikan (pre-service) khususnya institusi pendidikan kebidanan berkewajiban menghasilkan bidan yang kompeten dan dapat memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan kebidanan. (Anita Dewi L, Catur Setyorini, 2021). Pada kegiatan praktik kebidanan komunitas mahasiswa bidan berperan dalam berkomunikasi secara efektif dengan perempuan, keluarga dan masyarakat,memberikan  pemahaman masyarakat akan pengetahuan dan implementasi pencegahan seputar kesehatan ibu, kesehatan reproduksi remaja, dan kesehatan lansia. Sasaran pelayanan kebidanan komunitas adalah individu, keluarga, dan kelompok masyarakat (komunitas). Individu yang dilayani adalah bagian dari keluarga atau komunitas. (Dewi Parwati,S.ST,.M.Keb, Fatima Pres 2023). Program ini dilaksanakan tgl 02 Mei 2023 sampai dengan tanggal 23 Mei 2023 dalam bentuk pengkajian, pengelompokan prioritas masalah, implementasi penyelesaian masalah yang telah dirumuskan bersama baik berupa penyuluhan, dan demonstrasi kepada ibu hamil, remaja dan lansia. Dan sangat diharapkan partisipasi kehadiran dari sasaran masyarakat tersebut.  Penyampaian penyuluhan dan demonstarsi  sudah cukup baik dan dapat diterima oleh peserta tentang kesehatan ibu hamil, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan lansia, demonstrasi Yoga Dismenorhoepada remaja putri untuk mengurangi nyeri haid dan teknik akupresure relaksasi pada lansia.  Peserta penyuluhan dapat menerapkan ilmu yang didapat setelah mengikuti penyuluhan dan pendemonstrasian untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan lebih produktif dalam menjalankan aktifitas sehari hari.
Gambaran Kelompok Resiko Rujukan Persalinan Mardianita Aulia Icwanti; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) in the last ten years has decreased by 45%. .In 2022 the MMR in Central Java was 335 per 100 thousand births, while in Semarang Regency there were 0 cases of maternal mortality in the first half of 2023. For to prevent maternal and infant mortality, a midwifery service effort is needed. which aims for early detection of obstetric risks and complications from the basic level and the appropriate referral system and as early as possible. This action can be guided by the Poedji Rochyati score card (KSPR). The phenomenon of referrals in 2022 of 101 cases was confirmed by referrals from the Independent Midwife Practice (PMB) and Community Health Centers (Puskesmas).The purpose of this research is toto know the risk factors for referral of childbirth at the District Bergas Branch Gateway Semarang. this type of research is a quantitative research with a research design used is descriptive. The research population is 101 cases, technique taking samples with total sampling, so the sample is 101 people, tools data collection using reported data and written on the gas branch gateway, using analysis tests frequency distribution. from the results of the study that the number of risk factors, which is divided into 3group, namely the Low Risk Group (KRR) as many as 29 cases (28.7%), then High Risk Group (KRT) as many as 47 cases (46.5%), and the least The Very High Risk Group (KRST) was 25 cases (24.8%). it can be concluded that the group with the most number is the Group High Risk (KRT) as many as 47 cases (46.5%). Increase awareness to always do pregnancy checks routinely for early detection of complications of pregnancy and childbirth.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) sepuluh tahun terakhir mengalami penurunan 45%. .Pada tahun 2022 AKI di Jawa  Tengah 335 per 100 ribu kelahiran, Sementara di Kabupaten Semarang tercatat 0 kasus Kematian Ibu pada semester pertama tahun 2022. Untuk mencegah kematian ibu dan bayi maka diperlukan suatu Upaya pelayanan kebidana. yang bertujuan untuk deteksi dini resiko dan komplikasi kebidanan dari tingkat dasar dan system rujukan yang tepat dan sedini mungkin. Tindakan ini dapat berpedoman pada kartu skor Poedji Rochyati (KSPR). Fenomena rujukan  tahun 2022 sebanyak 101 kasus hal tersebut terkonfirmasi rujukan dari Praktik Mandiri Bidan (PMB) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko rujukan persalinan di Gateway Ranting Bergas Kabupaten Semarang. jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitan yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian yaitu 101 kasus, teknik pengambilan sampel dengan total sampling, jadi sampel berjumlah 101 orang, alat pengumpulan data menggunakan data yang terlapor dan tertulis di gateway ranting bergas, uji analisis menggunakan distribusi frekuensi. dari hasil penelitian bahwa Jumlah Faktor Resiko, yang terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu Kelompok Resiko Rendah (KRR) sebanyak 29 kasus (28.7%), kemudian Kelompok Resiko Tinggi (KRT) sebanyak 47 kasus (46.5%), dan yang paling sedikit Kelompok Resiko Sangat Tinggi (KRST) sebanyak 25 kasus (24.8%). dapat disimpulkan bahwa kelompok yang paling banyak yaitu Kelomok Resiko Tinggi (KRT) sebanyak 47 Kasus (46.5%). Meningkatkan kesadaran untuk selalu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin agar terdeteksi sejak dini komplikasi kehamilan dan persalinan
Literatur Review : Pengaruh Metode Persalinan Terhadap Transisi Sirkulasi pada Bayi Baru Lahir Nurul Hikmah Annisa
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Newborns experience major changes in their blood circulation when they adapt to life outside the womb. Some methods of delivery, such as vacuum delivery or forceps-assisted delivery, can affect the circulatory transition in the newborn. In addition, the method of delivery can also affect the risk of the baby experiencing complications such as hypoxia or neonatal asphyxia. Therefore, it is important to understand the effect of the method of delivery on the circulatory transition in newborns in order to provide appropriate midwifery care and minimize the risk of complications to the baby. to provide an understanding of the effect of the method of delivery on the circulatory transition in newborns. The type of research used is the type of search used is a literature search. This study focuses on analyzing the effect of the method of delivery on the circulation transition in newborns. The method of collecting data in this study uses a literature survey or literature study. This technique is carried out by reading, studying and evaluating literature such as books, documents, journals, journals, previous research or scientific articles and previous research related to the effect of the delivery method on the circulation transition in newborns. from the 10 journals listed above the authors conclude that there is influence from each journal and has similarities with the titles that researchers take. Based on the search results, it can be concluded that the method of delivery can affect the circulation transition in newborns. The four most dramatic and rapid aspects of the transition in the newborn are the respiratory system, circulation, ability to generate heat, and ability to take up and use glucose.   Abstrak Bayi baru lahir mengalami perubahan besar dalam sirkulasi darahnya saat mereka beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim. Beberapa metode persalinan, seperti persalinan vakum atau persalinan dengan bantuan forceps, dapat mempengaruhi transisi sirkulasi pada bayi baru lahir. Selain itu, metode persalinan juga dapat mempengaruhi risiko bayi mengalami komplikasi seperti hipoksia dan asfiksia neonatorum. Oleh karena itu, penting untuk memahami pengaruh metode persalinan terhadap transisi sirkulasi pada bayi baru lahir agar dapat memberikan asuhan kebidanan yang tepat dan meminimalkan risiko komplikasi pada bayi. untuk memberikan pemahaman tentang pengaruh metode persalinan terhadap transisi sirkulasi pada bayi baru lahir. Jenis penelitian yang digunakan adalah Jenis pencarian yang digunakan adalah pencarian literatur/perpustakaan. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh metode persalinan terhadap transisi sirkulasi pada bayi baru lahir. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survey literatur atau studi literatur. Teknik ini dilakukan dengan cara membaca, mempelajari dan mengevaluasi literatur seperti buku, dokumen, jurnal, jurnal, penelitian terdahulu atau artikel ilmiah dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh metode persalinan terhadap transisi sirkulasi pada bayi baru lahir. dari 10 jurnal yang tercantum diatas penulis menyimpulkan bahwa ada pengaruh dari masing-masing jurnal dan memiliki kesamaan dengan judul yang peneliti ambil. Berdasarkan hasil pencarian, dapat disimpulkan bahwa metode persalinan dapat mempengaruhi transisi sirkulasi pada bayi baru lahir. Empat aspek transisi pada bayi baru lahir yang paling dramatis dan cepat terjadi adalah sistem pernapasan, sirkulasi, kemampuan menghasilkan sumber panas, dan kemampuan mengambil dan menggunakan glukosa.
Yoga Anak untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar di Paud Ceria Desa Sruwen Enjes Sita, Sang Ayu Putu; Yuliance Kabak; Risma Aliviani Putri; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childhood is a sensitive time.   At this time, all aspects of child development will later become the basis for further development. Children's abilities cannot just be present, there are processes or stages that must be passed. Stimulus from the environment is needed to support its development optimally, namely through a good parenting pattern.  Stimulus or support can have a positive impact on themselves and the child's environment, not only optimizing every aspect of development (Rakhmawati, D., Ismah, I., & Lestari, F. W. 2020). The goal to stimulate gross motor so that children can get good growth and development.  As expressed by Asana, yoga movements have benefits for the physical and psychological, among others, can strengthen the mind or concentration, train self-discipline, provide a relaxing effect and strengthen the body (Widya Sena, 2018). The means in this activity are cheerful early childhood children in Sruwen Village, the media used in this community service is power points and leaflets. The results of the activity were known that after being given counseling and children's yoga methods to increase learning concentration, the children experienced an increase, good knowledge was 8 children (72.7%) and enough as many as 30 children (27.3%). This shows that there is an increase in children's knowledge after being given counseling   Abstrak Masa kanak-kanak   adalah   masa sensitif.   Pada   masa   ini, seluruh aspek perkembangan    anak    yang    nantinya    menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya. Kemampuan anak tidak dapat hadir begitu saja, ada proses atau tahapan yang harus dilalui.Diperlukan stimulus dari lingkungan untuk mendukung perkembangannya secara optimal, yaitu    melalui pola    pengasuhan    yang    baik.  Stimulus atau      dukungan dapat berdampak positif bagi diri dan lingkungan anak, tidak hanya mengoptimalkan setiap aspek perkembangan yang dilalui (Rakhmawati, D., Ismah, I., & Lestari, F. W. 2020). Tujuannya untuk menstimulasi motorikkasar sehingga anak dapat memperoleh tumbuh kembang yang baik.  Sesuai yang diungkapkan oleh Asana yaitu Gerakan -gerakan yoga memiliki manfaat bagi fisik maupun psikis antara lain, dapat menguatkan fikiran atau konsentrasi, melatih disiplin diri, memberikan efek rileksasi dan menguatkan tubuh (Widya Sena, 2018). Sarana dalam kegiatan ini adalah anak-anak paud ceria di desa sruwen, media yang digunakan dalam pengabdian masyarkat ini adalah power point dan leaflat. Hasil kegiatan diketahui bahwa sesudah diberi penyuluhan dan cara yoga anak terhadap peningkatan konsentrasi belajar, anka-anak mengalami peningkatan, pengetahuan baik sebanyak 8 anak (72,7%) dan cukup sebanyak 30 anak (27,3%). Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan anak setelah diberikan penyuluhan