cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 773 Documents
Senam Yoga untuk Mengatasi Nyeri Dismenorea pada Remaja Putri Fitriyani, Aice Bela; Wonggo, Sulisnawati; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence or the transition period of childhood to adulthood which is indicated by psychic, emotional, and physical changes. Dysmenorrhoea is menstrual cramps or menstrual pain. Menstrual pain occurs mainly in the lower abdomen, but can spread to the lower back, waist, pelvis, upper thighs, to the calves. Yoga is a technique that teaches relaxation, breathing, and body position techniques to improve strength, balance and reduce pain. Yoga during menstruation is an exercise consisting of physical movements, deep breathing, and meditation to relieve problems that arise during menstruation. method used is the provision of Health Education Yoga Gymnastics to overcome Dysmenorrhoea Pain, Doing yoga gymnastics movements to overcome Dysmenorrhoea Pain. The results obtained before the Pretest there is still a lack of knowledge related to the importance of the benefits of Yoga in reducing pain. Judging from the data, most of the information has good knowledge only 3 people (23.08%), enough knowledge 1 person (7.69%) and knowledge less 9 people (69.23%). After the socialization of the importance of Yoga to reduce the pain of dysmenorrhoea, socialization related to this knowledge has been achieved. Judging from the data, the information shows that most of them have good knowledge, only 13 people (100%). The conclusion of community service activities to adolescents is the increase in insight and knowledge of adolescents about the benefits of yoga gymnastics to overcome dysmenorrhoea pain in adolescents.   Abstrak Masa remaja atau masa peralihan periode bocah menuju dewasa yang ditunjukkan oleh perubahan psikis, emosi, serta fisik. Dismenorea adalah kram menstruasi atau nyeri menstruasi. Nyeri menstruasi terjadi terutama di perut bagian bawah, tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, paha atas, hingga betis. Yoga merupakan tehnik yang mengajarkan seperti tehnik relaksasi, pernafasan, dan posisi tubuh untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan mengurangi rasa nyeri. Senam Yoga Saat Menstruasi merupakan latihan yang terdiri dari gerakan fisik, pernafasan dalam, dan meditasi untuk meringankan masalah yang muncul saat menstruasi. Metode yang digunakan yaitu pemberian Pendidikan Kesehatan Senam Yoga untuk mengatasi Nyeri Dismenorea, Melakukan Gerakan senam yoga untuk mengatasi Nyeri Dismenorea. Hasil yang diperoleh sebelum dilakukan Pretes terdapat masih minimnya pengetahuan terkait pentingnya manfaat Senam Yoga dalam mengurangi rasa nyeri. Dilihat dari data  menunjukan informasi sebagian besar memiliki pengetahuan baik hanya 3 orang (23.08%), pengetahuan cukup 1 orang (7.69%) dan pengetahuan kurang 9 orang (69.23%). setelah dilakukannya kegiatan Sosialisasi pentingnya Yoga untuk mengurangi rasa nyeri Dismenorea, telah tercapainya sosialisasi terkait pengetahuan tersebut. Dilihat dari data  menunjukan informasi sebagian besar memiliki pengetahuan baik hanya 13 orang (100%). Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat kepada remaja adalah Bertambahnya wawasan dan pengetahuan remaja tentang manfaat senam yoga untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja.
Smartpunktur untuk Meningkatkan Daya Ingat pada Anak Prasekolah Nova Oktaviani; Eti Salafas; Nafa Nofitasari; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preschool-age children are children between the ages of 3 and 6 years, during this period physical growth slows down and psychosocial and cognitive development increases. Children begin to develop their curiosity, and are able to communicate better. Games are a way that children use to learn and develop relationships with other people (DeLaune & Ladner 2011). Smartpuncture is part of acupressure, a legal alternative complementary therapy, in accordance with the RI Minister of Health Regulation No. 1109/Menkes/PER/IX/2007 concerning the administration of alternative complementary medicine in health care facilities (Sudijayana 2012). This community service activity is carried out through direct counseling. At Kuncup Mawar Kindergarten, several stages are carried out, namely observing children's learning in the classroom, licensing to the school principal, implementing activities for teachers and children. Smartpuncture is part of acupressure, which is an alternative complementary therapy that has a legal legal basis. Smartpuncture massage is a technique of stimulation to improve the flow of blood, nerves and meridians towards the head and brain. This community service activity is carried out through counseling taking place at the Kuncup Mawar Ngrawan Getasan Kindergarten. Participants in this activity were 18 children aged 5-6 years who attended Kuncup Mawar Ngrawan Getasan Kindergarten. Smartpuncture is carried out 1 time by explaining it to the child and the teacher. All children do smartpuncture well. Parents and teachers get information about martpuncture in children. Children who are selected to participate in community service can practice smartpuncture. Children can follow the instructions from the servant to do smartpuntur and can practice it at home.   Abstrak Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun, pada periode ini pertumbuhan fisik melambat dan perkembangan psikososial serta kognitif mengalami peningkatan. Anak mulai mengembangkan rasa ingin tahunya, dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik. Permainan merupakan cara yang digunakan anak untuk belajar dan mengembangkan hubungannya dengan orang lain (DeLaune & Ladner 2011). Smartpunktur merupakan bagian dari akupresur, salah satu terapi komplementer alternatif yang legal, sesuai dengan Permenkes RI No.1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer alternatif di fasilitas pelayanan kesehata (Sudijayana 2012). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung Di TK Kuncup Mawar  dilaksanakan beberapa tahapan yaitu pengamatan pembelajaran anak diruang kelas, perizinan kepada pihak kepala sekolah, pelaksanaan kegiatan pada guru dan anak. Smartpunktur  merupakan  bagian  dari  akupresur, merupakan  salah  satu  terapi komplementer  alternatifyang legal  dasar  hukumnya. Pijat  mencerdaskan otak (Smartpunktur)  adalah  suatu  teknik  rangsangan  untuk melancarkan  aliran  darah,  syaraf  dan meridian   yang   menuju   kearah      kepala   dan   otak. Kegiatan Pengabdian  masyarakat  ini  dilakukan  melalui  penyuluhan berlangsung  di  TK Kuncup Mawar Ngrawan Getasan.  Peserta dalam  kegiatan  ini  berjumlah  18  anak  berusia  5-6  tahun yang  bersekolah  di  TK  Kuncup Mawar Ngrawan Getasan. Smartpunktur diakukan  1  kali dengan  menjelaskan  kepada  anak  dan guru. Semua  anak  melakukan  smartpunktur  dengan  baik. Orang  tua  dan  pengajar  mendapatkan  informasi  tentang martpunktur pada anak. Anak-anak yang terpilih mengikuti pengabdian   kepada   masyarakat   dapat   mempraktikkan smartpunktur. Anak-anak   dapat   mengikuti   instruksi   dari pengabdi untuk melakukan smartpunktur dan dapat mempraktikkannya saat di rumah.
Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita Stunting di Desa Tolokan Lestari, Wahyu Indah; Ryan Nabela Maha Rani; Cahyaningrum; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of 2023 data, it shows that 17.7% of infants under 5 years of age (toddlers) are still experiencing nutritional problems. This figure consists of children under five who experience malnutrition by 3.9% and those who suffer from malnutrition by 13.8%. Significantly, there are 17 toddlers who are stunted. The incidence of malnutrition in Indonesia is still a major health problem. The incidence of malnutrition in Indonesia among toddlers in 2018 is still high, namely 17.7% compared to the 2019 RPJMN target of 17%. The high incidence of malnutrition has a negative impact, including the physical and mental growth and mindset of toddlers, which can lead to disability and death. This is due to the low knowledge of mothers about nutrition. Impact of stunting in Indonesia Health impact Failure to thrive (low birth weight, small, short, thin), cognitive and motor development barriers, metabolic disorders in adulthood, non-communicable diseases (diabetes, obesity, stroke, heart disease, etc.). Method This Community Service activity is in the form of providing counseling and training to mothers of toddlers who often experience stunting. The training activities were carried out in Tolokan Village, Kab. This Semarang activity was carried out using the lecture method, discussion and practice of implementing tuina massage. Participants in this activity were mothers of toddlers who experienced stunting and often participated in posyandu activities in Tolokan Village as many as 17 mothers of toddlers with stunting.   Abstrak Berdasarkan hasil data 2023 menunjukkan 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8%. Secara signifikan tolokan ada 17 balita yang mengalami stunting Angka kejadian gizi buruk di Indonesia masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama. Angka kejadian gizi kurang di Indonesia pada balita pada tahun 2018 masih tinggi yaitu 17,7% dibandingkan target RPJMN 2019 sebesar 17%. Tingginya angka kejadian gizi buruk berdampak negatif, antara lain pertumbuhan fisik mental dan pola pikir pada balita, yang dapat mengakibatkan kecacatan dan kematian. Hal ini disebabkan masih rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi. Dampak masalah stunting di Indonesia Dampak kesehatan Gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus), hambatan perkembangan kognitif dan motoric, Gangguan metabolik pada saat dewasa risiko penyakit tidak menular (diabetes, obesitas, stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya). Metode Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah berupa pemberian penyuluhan dan pelatihan pada ibu balita yang sering mengalami stunting. Kegiatan pelatihan dilakukan di Desa Tolokan Kab. Semarang Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik pelaksanaan pijat tuina. Peserta dari kegiatan ini ibu balita yang mengalami stunting dan sering mengikuti kegiatan posyandu di Desa Tolokan sebanyak 17 orang ibu balita dengan stunting. Sebelum dilakukan penyuluhan pijat tuina ibu yang memiliki balita dengan stunting tidak mengetahui tentang manfaat serta gerakan pijat tuina yaitu untuk meningkatkan nafsu makan. Sedangkan setelah dilakukan penyuluhn tentang pijat tuina dan praktik kepada balita masing-masing didapatkan hasil bahwa ibu dapat mengulang kembali beberapa materi yang telah dipaparkan serta mempraktikkan beberapa gerakan yang sudah diajarkan oleh peneliti.
Pendidikan Kesehatan Pijat Akupresure untuk Mengatasi Keluhan Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Faresa, Nesa; ERLITA; pertiwi, Nabila putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting is one of the signs of pregnancy about 70% of pregnant women will experience it and hyperemesis is the most severe form.It is characterized by persistent nausea and vomiting with ketosis which can lead to depression of electrolyte volume and acid-base-electrolyte imbalance, malnutrition and even death in the mother. Nausea and vomiting usually occurs in the morning, but some occur at any time and at night and occur as a result of changes in the endocrine system that occur during pregnancy, especially the increase in the hCG hormone in pregnancy.One of the nonpharmacological therapies to treat nausea and vomiting is acupressure at the Pericardium 6 (P6) point. The stimulatory effect at that point can increase the release of beta-endorphin in the pituitary and adrenocorticotropic (ACTH) along the chemoreceptor trigger zone (CTZ) which can inhibit the vomiting center. Based on the results of interviews conducted with pregnant women, they said that they had never heard of the term pericardium 6 and also did not know the benefits of this procedure. Therefore, it is necessary to increase knowledge in an effort to reduce nausea and vomiting in pregnant women. The activity carried out in this community service is to do acupressure at the pericardial point. This activity aims to reduce the intensity of nausea and vomiting experienced by pregnant women. The result of this activity is that there is a change in the intensity of nausea and vomiting felt by pregnant women after acupressure is done at the pericardium 6 point.   Abstrak Mual muntah merupakan salah satu tanda kehamilan sekitar 70% wanita hamil akan mengalaminya dan hiperemesis adalah bentuk yang paling parah. Ini ditandai dengan mual muntah persisten dengan ketosis yang dapat menyebabkan depresi volume elektrolit dan asam basa elektrolit ketidakseimbangan, kekurangan gizi bahkan kematian pada ibu. Mual muntah biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi ada yang timbul setiap saat dan malam hari dan terjadi akibat dari perubahan sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan terutama meningkatnya hormom hCG dalam kehamilan. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi mual muntah adalah akupresur pada titik Perikardium 6 (P6). Efek stimulasi pada titik tersebut mampu meningkatkan pelepasan beta-endorphin di hipofise dan adrenocortikotropic (ACTH) sepanjang chemoreceptor tringger zone (CTZ) yang dapat menghambat pusat muntah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada ibu hamil mengatakan bahwa tidak pernah mendengar istilah perikardium 6 dan juga tidak tahu manfaat dari tindakan tersebut. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan dalam upaya mengurangi mual muntah pada ibu hamil  Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan akupresur pada titik perikardium . Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi intensitas mual muntah yang dialami oleh ibu hamil . Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat perubahan intensitas mual muntah yang dirasakan oleh ibu hamil setelah dilakukan  akupresur pada titik perikardium 6.
Akupresure untuk Mengurangi Disminore atau Nyeri Haid pada Remaja Putri Sulistiyani, Tyas; Alia Agustina; Isri Nasifahi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common gynecological disorders in adolescent girls. Adolescent girls who have experienced menstruation often complain of menstrual pain (dysmenorrhea). Signs of dysmenorrhea symptoms have very varied physical symptoms (De Sanctis, et al, 2016). Dysmenorrhea is not harmful to health, but if not treated it can cause discomfort that can interfere with adolescent activities, both daily activities and activities at school. Dysmenorrhea has a high impact on women's lives, resulting in restrictions on daily activities, lower academic achievement in adolescents, and poor sleep quality, as well as having a negative effect on mood, causing anxiety and depression From the problems mentioned above, there are several problems that can affect This community service is carried out in stages, namely the selection of young women, licensing of village midwives,  implementation of activities, evaluation. This devotion aims to study acupressure massage to overcome dysminore pain or menstrual pain. This devotional population is 10 young women. This activity uses PPT media and leaflets and is carried out offline (face-to-face)   Abstrak Dismenore adalah salah satu kelainan ginekologi yang paling sering terjadi pada remaja putri. Remaja putri yang sudah mengalami menstruasi sering mengeluh terjadinya nyeri menstruasi (dismenore). Tanda gejala dismenore memiliki gejala fisik yang sangat bervariasi (De Sanctis, et al, 2016). Dismenore tidak berbahaya bagi kesehatan, namun apabila tidak diatasi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang dapat mengganggu aktivitas remaja, baik aktivitas sehari- hari maupun aktivitas di sekolah. Dismenore berdampak tinggi pada kehidupan wanita, berakibat pada pembatasan aktivitas sehari-hari, prestasi akademis yang lebih rendah pada remaja, dan kualitas tidur yang buruk, serta memiliki efek negatif pada suasana hati, menyebabkan kecemasan dan depresi Dari masalah tersebut di atas, ada beberapa masalah yang bisa mempengaruhi Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tahapan yaitu pemilihan remaja putri, perizinan pada bidan desa, pelaksanaan kegiatan, evaluasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji pijat akupresur untuk mengatasi nyeri disminore atau nyeri haid. Populasi pengabdian ini adalah remaja putri 10 orang. Kegiatan ini menggunakan media PPT dan leaflet dan dilakukan secara luring (tatap muka).
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Usia 0-12 Bulan Pratiwi, Rina; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infancy is a stage where growth and development occurs very quickly, up to the age of 12 months (Dewi, 2018). According to WHO, 2017, globally around 20-40% of infants aged 0-3 years experience delays in the development process. National data according to the Indonesian Ministry of Health that in 2014, 13% - 18% of children under five in Indonesia experienced growth and development disorders (WHO, 2019). The purpose of this study is to determine the factors related to mother's knowledge about massage for babies aged 0-12 months in Saka Village, Sangkulirang District, East Kalimantan. This type of quantitative research uses a descriptive analytic design with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies 0-12 months as many as 50 people. sampling technique using Accidental Sampling. the majority had good knowledge, there were 36 (72.0%) mothers. While the majority of respondents had received information on infant massage 0-12 months, there were 46 people (92.0%). Based on the level of education, the majority of respondents with higher education (SMA, PT) were 35 (70.0%). Most of the respondents are in late adulthood (26-35 years), namely there are 35 people (70.0%). There is a relationship between knowledge and sources of information (P-value: 0.029 and OR 9.45), education (P-value: 0.000 and OR 66.0 ), and age (P-value: 0.009 and OR 0.181). The conclusion is all variables have a relationship with knowledge of infant massage.   Abstrak Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat, hingga usia 12 bulan (Dewi, 2018). Menurut WHO, 2017, secara global sekitar 20-40% bayi usia 0-3 tahun mengalami masalah keterlambatan dalam proses perkembangan. Data nasional menurut Kementrian Kesehatan Indonesia bahwa pada tahun 2014, 13%- 18% anak balita di Indonesia mengalami kelainan pertumbuhan dan perkembangan (WHO,2019). Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang pijat bayi usia 0-12 bulan Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi 0-12 bulan sebanyak 50 orang.  teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. mayoritas berpengetahuan baik ada 36 (72,0%) Ibu. Sedangkan mayoritas responden pernah mendapatkan informasi pijat bayi 0-12 bulan ada 46 orang (92,0%). Berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas responden berpendidikan tinggi (SMA, PT) ada 35 (70,0%). Sebagian besar usia responden masuk dewasa akhir (26-35 tahun) yaitu ada 35 orang (70,0%). Ada hubungan pengetahuan dengan sumber infomasi (P-value: 0,029 dan OR 9,45), pendidikan (P-value: 0,000 dan OR 66.0 ), dan umur (P-value: 0,009 dan OR 0,181). seluruh variable terdapat hubungan dengan pengetahuan pijat bayi.
Pengaruh Minuman Kunyit Dari Industri X Terhadap Penurunan Nyeri Haid (Dismenore) pada Remaja -, Bqyulia100499; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain or dysmenorrhea is lower abdominal pain to the stage that occurs during menstruation. This can occur because the production of chemicals in the body called prostaglandins increases, causing hypertonicity and vasoconstriction which can cause pain. Symptoms that often appear during dysmenorrhea are lower abdominal pain radiating to the back and along the thighs, generally lasting 1-3 days. To determine the effect of turmeric drink from industry x on reducing menstrual pain (dysmenorrhea) in female students of SMAN 9 Semarang Banyumanik, Jawa Tengah This study used quantitative research with a pre-experimental design using a one group pretest-posttest design approach. A population of 138 respondents was taken using stratified random sampling and 25 respondents were tested using Wilcoxon. analysis in this study using univariate and bivariate analysis. Of the 25 respondents with a pain scale level before the intervention (treatment) of turmeric drink, 19 respondents (76%) experienced mild pain as many as 6 respondents (24.0%), moderate pain 19 respondents (76.0%) Level of pain scale after intervention (treatment) of turmeric drink 15 respondents (60.0%) experienced no pain, 10 had mild pain (40.0%). as many as 15 respondents (60%). From the Wilcoxon test results obtained p value = 0.000. a < 0.05, so H0 is rejected H1 is accepted. This shows that there is an effect of turmeric drink from industry x on reducing menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescents. there is an effect of turmeric drinks from industry x on reducing menstrual pain (dysmenorrhea) in female students of SMAN 9 Semarang Banyumanik, Jawa Tengah   Abstrak Latar belakang: Nyeri haid atau dysmenorrhea adalah nyeri perut bagian bawah sampai tahap yang terjadi saat haid. Hal ini dapat terjadi karena produksi zat kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin meningkat sehingga menyebabkan hipertonisitas dan vasokonstriksi yang dapat menyebabkan nyeri. Gejala yang sering muncul saat dismenore adalah nyeri perut bagian bawah menjalar ke punggung dan sepanjang paha, umumnya berlangsung 1-3 hari. Mengetahui pengaruh minuman kunyit industri x terhadap penurunan nyeri haid (dismenore) pada siswi SMAN 9 Semarang Banyumanik Jawa Tengah.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental dengan menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi sebanyak 138 responden diambil dengan menggunakan stratified random sampling dan 25 responden diuji dengan menggunakan Wilcoxon. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Dari 25 responden dengan tingkat skala nyeri sebelum dilakukan intervensi (pengobatan) minuman kunyit sebanyak 19 responden (76%) mengalami nyeri ringan sebanyak 6 responden (24,0%), nyeri sedang 19 responden (76,0%) Tingkat skala nyeri setelah intervensi (pengobatan) minuman kunyit 15 responden (60,0%) tidak mengalami nyeri, 10 mengalami nyeri ringan (40,0%). sebanyak 15 responden (60%). Dari hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000. a < 0,05, maka H0 ditolak H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh minuman kunyit industri x terhadap penurunan nyeri haid (dismenore) pada remaja.  ada pengaruh minuman kunyit dari industry x terhadap penurunan nyeri haid (dismenore) pada remaja siswi SMAN 9 Semarang banyumanik, jawa tengah.Tersusunnya jadwal kegiatan pemberian informasi dan pendidikan kesehatan tentang pengobatan alternative untuk mengurangi nyeri haid sehingga pengetahuan remaja semakin maningkat dan dapat mengurangi pemakaian obat analgesic bagi siswi yang mengalami nyeri haid.
Efektivitas Prenatal Yoga Terhadap Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III di PMB Bidan Umiyati Desa Kalijambe Astuti, Anazully; Jumilah Fitriana; Heni Setyowati; isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During pregnancy there are usually many complaints or discomfort that can occur. One of them is back pain that occurs in third trimester pregnant women. Back pain in third trimester pregnant women is caused by the enlargement of the uterus so that it makes the pregnant woman's body move forward or lordosis. After observing pregnant women at PMB midwife Umiyati, Kalijambe village, many third trimester pregnant women complained of back pain in their pregnancy. One effort to overcome complaints of back pain is prenatal yoga. Prenatal yoga can flex the muscles around the spine and flex the body. The purpose of this activity is to provide complementary yoga therapy to pregnant women in Kalijambe village to treat back pain through counseling and training. Realizing this, the community service team of the Midwifery Study Program, Faculty of Health, feels they are also responsible for providing counseling to pregnant women so that they are able to deal with back pain by practicing yoga. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the first stage of filling out a pre-test questionnaire about prenatal yoga. The second stage provides counseling about overcoming back pain with yoga exercises. The third stage is to carry out direct practice and evaluation with a post test.After being given health education there is an increase in knowledge of pregnant women about discomfort in pregnancy such as back pain, and the discomfort can be overcome by doing prenatal yoga and most mothers experience an increase in attitude and ability in doing yoga movements of pregnant women to reduce back pain.   Abstrak Selama masa kehamilan biasanya banyak keluhan atau ketidaknyamanan yang bisa terjadi. Salah satunya yaitu nyeri punggung yang terjadi pada ibu hamil trimester III. Nyeri punggung pada ibu hamil trimester III disebabkan semakin bertambah besar rahim sehingga membuat tubuh ibu hamil semakin ke depan atau lordosis. Setelah melakukan observasi pada ibu hamil di PMB bidan Umiyati desa Kalijambe banyak ibu hamil trimester III yang mengeluh mengalami nyeri punggung pada kehamilanya. Salah satu upaya untuk mengatasi keluhan nyeri punggung adalah prenatal yoga. Prenatal yoga dapat melenturkan otot-otot disekitar tulung punggung dan melenturkan tubuh.  Tujuan kegiatan ini untuk memberikan terapi komplementer yoga pada ibu hamil di desa Kalijambe untuk mengatasi nyeri punggung yang dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan.  Menyadari hal tersebut tim pengabdian masyarakat prodi Kebidanan Fakultas Kesehatan merasa ikut bertanggung jawab untuk memberikan penyuluhan kepada ibu hamil agar mereka mampu mengatasi nyeri punggung dengan motede yoga. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yait Tahap Pertama pengisian kuesioner pre tes tentang prental yoga. Tahap Kedua memberikan penyuluhan tentang mengatasi dnyeri punggung dengan senam yoga. Tahap Ketiga melakukan praktek langsung dan evaluasi dengan post test. Setelah diberikan pendidikan kesehatan terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ketidaknyamanan pada kehamilan seperti nyeri punggung, dan ketidaknyamanan tersebut dapat diatasi dengan melakukan prenatal yoga dan sebagian besar ibu mengalami kenaikan sikap dan kemampuan dalam melakukan gerakan yoga ibu hamil untuk mengurangi nyeri punggung.
Literature Review Yoga untuk Dismenorea Pinto, Martinha; Hapsari Windayanti; Khoeriah, Hanifah; Lisa Komalasari; Dania Aprilia; Mila Elvi Ekayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a process of transition from childhood to adulthood, characterized by rapid changes in body development. Puberty is an important part of adolescence that emphasizes the biological processes that lead to reproductive ability. Women will experience ovulation and menstruation which is sometimes also accompanied by menstrual pain (dysmenorrhea). Dysmenorrhea is a state of pain in the abdomen, cramps, and back pain and can interfere with daily activities. Dysmenorrhea can appear because during painful menstruation there is an increase in prostaglandins (substances that cause the uterine muscles to contract). Dysmenorrhea is divided into two, namely primary dysmenorrhea and secondary dysmenorrhea. Treatment of dysmenorrhea can be done in two ways, namely pharmacology and non-pharmacology. Pharmacologically by taking drugs and non-pharmacology can be done warm compresses, massage, adequate sleep, hypnotherapy, acupressure, yoga etc. Yoga therapy is one of the relaxation techniques that can be used to reduce dysmenorrhea. The benefits of practicing yoga include, increasing blood circulation throughout the body, increasing lung capacity when breathing, reducing body tension, mind and mental, and reducing pain. The method of collecting Literature study data used by the compiler is to use the Literature Review method, which is collecting data by searching and researching journal articles related to the formulation of problems that have been made and published in national online journal publications. Keywords used to search for articles are Yoga, and menstrual pain (dysmenorrhea).  Journal articles used in this study through the national database lincluding google scholar, and Pubmed. Based on the results of the literature review that has been analyzed by the authors it can be concluded that dysmenorrhea experienced by women before doing yoga scales mild pain, moderate to severe, after doing yoga berkurng pain from great to moderate and mild, some even sudh not experiencing dysmenorrhea. Yoga is effective for reducing dysmenorrhea in menstruating women.   Abstrak Masa remaja merupakan suatu proses transisi dari masa anak-anak menuju tahap dewasa yang ditandai dengan berubahnya perkembangan tubuh yang cepat. Pubertas merupakan suatu bagian penting dari masa remaja yang lebih menekankan proses biologis yang mengarah pada kemampuan reproduksi. Perempuan akan mengalami ovulasi dan menstruasi yang terkadang juga disertai nyeri haid (dismenore). Dismenore adalah keadaan nyeri di bagian abdomen, kram, dan sakit punggung serta dapat mengganggu aktivitas sehari- hari. Dismenore bisa muncul dikarenakan saat nyeri menstruasi terjadi peningkatan prostaglandin (zat yang menyebabkan otot rahim berkontraksi). Dismenore dibedakan menjadi dua yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Penanganan dismenore dapat dilkukan dengan du cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Secara farmakologi dengan meminum obat- obatan dan non farmakologi dapat dilakukn kompres hangat, massage, tidur yang cukup, hipnoterapi, akupresure yoga dll. Terapi yoga merupakan salah satu tehnik relaksasi yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore. Manfaat berlatih yoga di antaranya, meningkatkan sirkulasi darah keseluruh tubuh, meningkatkan kapasitas paru saat bernafas, mengurangi ketegangan tubuh, fikiran dan mental, serta mengurangi rasa nyeri. Metode pengumpulan  data  Studi  Literature  yang  digunakan  penyusun  adalah menggunakan metode Literature Review, yaitu pengumpulan data dengan cara mencari dan meneliti dari artikel jurnal yang berkaitan dengan rumusan masalah yang telah dibuat dan dipublikasikan dalam publikasi jurnal online Nasional. Kata  kunci  yang  digunakan untuk mencari artikel yaitu Yoga, dan Nyeri  Haid (Dismenore).  Artikel  jurnal  yang  digunakan dalam penelitian ini melalui  data  base  nasiona lmeliputi  google  scholar, dan  Pubmed. Berdasarkan hasil literature review yang telah dianalisa oleh penulis dapat disimpulkan bahwa dismenore yang dialami oleh wanita sebelum dilakukan yoga skala nyeri ringan, sedang hingga hebat, setelah dilakukan yoga nyeri berkurng dari hebat menjadi sedang dan ringan, bahkan ada yang sudh tidak mengalami dismenore. Yoga efektif untuk mengurangi dismenore pada wanita yang sedang menstruasi
Pijat Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid (Dismenore) pada Remaja putri di SMP Negeri 1 Long Ikis Hidayati, Anis; Christiani, Ninik; Sari, Herlina; Yuliarta, Marliana
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is discomfort in the form of pain during menstruation. Dysmenorrhea is defined as pain felt before, during and after menstruation (Kadija et al, 2022). Acupressure massage is one way to reduce dysmenorrhea pain by massaging or pressing on certain points that will increase endorphin levels, so as to reduce pain faster. According to Rifiana AJ et al (2023). Acupressure massage can reduce menstrual pain levels in adolescent girls, because by pressing on the meridian point L1 4 (Hegu) can stimulate the release of endorphins so that it reduces pain faster, the body becomes more relaxed and can respond to immunity. A preliminary study has been conducted on 47 adolescent girls consisting of grades VII and VIII at SMP Negeri 1 Long Ikis. This activity aims to provide complementary obstetric care to female students about acupressure massage to reduce dysmenorrhea pain. The method used in this activity uses several stages including: pre test, distribution of leatflet, Health Education about reducing Dysmenorrhea Pain With Acupressure Budget, Acupressure Practice, Post Test. The results of the Univariate Analysis before counseling were given from 47 respondents there were 7 respondents who had less understanding results, 27 respondents had sufficient understanding results and 13 respondents had good understanding and after counseling was obtained the results of 47 respondents there were 47 respondents who had good understanding results.from the results obtained after counseling there was an increase in respondents' understanding of the material provided. Of the 47 respondents, there were 47 respondents who had a good level of understanding and could practice on their own.   Abstrak Dismenore merupakan ketidaknyamanan berupa rasa nyeri pada saat menstruasi. Dismenore didefinisikan sebagai nyeri yang dirasakan sebelum, saat dan setelah menstruasi (Kadija dkk, 2022). Pijat akupresur merupakan salah satu cara untuk mengurangi nyeri dismenore dengan cara pemijatan atau penekanan pada titik tertentu yang akan meningkatkan kadar endorphin, sehingga dapat menurunkan rasa nyeri lebih cepat. Menurut Rifiana AJ dkk (2023). pijat akupresur dapat menurunkan tingkat nyeri menstruasi pada remaja putri, karena dengan penekanan pada titik meridian L1 4 (Hegu) bisa menstimulasi pengeluaran hormon endorfin sehingga lebih cepat menurunkan rasa nyeri, tubuh menjadi lebih rileks dan dapat merespon kekebalan tubuh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan karena masih banyak remaja putri yang mengalami dismenore, namun masih bingung bagaimana cara mengatasi atau mengurangi nyeri haid. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komplemeter kepada siswi tentang pijat akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan beberapa tahapan diantaranya : pre test, pembagian leatflet, pendidikan kesehatan tentang mengurangi nyeri dismenore dengan pijat akupresure, praktik akupresur dan post test. Hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan dari 47 responden terdapat 7 responden memiliki hasil pemahaman kurang, 27 responden memiliki hasil pemahaman cukup dan 13 responden memiliki pemahaman baik dan sesudah dilakukannya penyuluhan didapatkan hasil dari 47 responden, semua responden memiliki hasil kepahaman baik. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan kepahaman responden terhadap materi yang diberikan. Dari 47 responden, semua responden memiliki tingkat kepahaman baik dan dapat mempraktekkan pijat akupresur sendiri. Semoga hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat bermanfaat, terutama bagi para remaja putri dalam mengatasi nyeri haid dengan menggunakan pijat akupresur.