cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 773 Documents
Yoga untuk Mengurangi Ketidaknyamanan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III yunita, yunita la tanjo; Aprilia Putri Ayu; Fransiska Bertha Verdiawati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is one of the stages of life that must be prepared by a woman, in the process of physiological and psychological changes due to an increase in estrogen and progesterone. The process of adaptation to deal with these changes must be prepared from the beginning of pregnancy. maturity will have an important role in pregnancy (Guyton, A.C., and Hall, J.E. 2008). Pregnancy is a beautiful period, major changes in the body with short ones often cause some disturbances and complaints that reduce enjoyment during pregnancy (Suananda, 2018). Lower back pain is the most commonly reported muscle and bone problem in pregnancy. The hormones progesterone and relaxin cause the joints to soften, especially along the spinal column, as the center of gravity changes as the game progresses, generally contributing to back pain complaints. Upper back pain is associated with increased breast size and postural factors often associated with working conditions. Lower back pain with lordosis that results when the increased weight of the uterus pulls the spine away from the body line (Linda, 2008). This study aims to determine the level of knowledge of pregnant women TM III. Pregnancy is one of the stages of life that must be prepared by a woman, in the process of pregnancy physiological and psychological changes occur due to an increase in estrogen and progesterone. The process of adaptation to deal with these changes must be prepared from the beginning of pregnancy. Careful preparation will have an important role in pregnancy. In the process of adaptation, it is not uncommon for pregnant women to experience discomfort, although it is physiological but still needs to be given a prevention and treatment, some of the third trimester discomforts in pregnant women include frequent urination 50%, vaginal discharge 15%, constipation 40%, flatulence 30%, swelling in the legs 20%, leg cramps 10%, headaches 20%, striae gravidarum 50%, hemorrhoids 60%, shortness of breath 60% and back pain 70%. Yoga exercise carried out in the third trimester of pregnancy can reduce the complaints felt by pregnant women during the third trimester, one of which is back pain. What is used is by demonstrating prenatal yoga directly. The evaluation of this activity showed that there was an increase in knowledge about the benefits of yoga for pregnant women. Yoga can be used as a non-pharmacologic method to overcome discomfort in TM III pregnant women.   Abstrak Kehamilan merupakan salah satu tahap kehidupan yang harus dipersiapkan oleh seorang perempuan, dalam proses kehamilan terjadi perubahan fisiologis dan psikologis karena adanya peningkatan estrogen dan progesterone. Proses adaptasi untuk menghadapi perubahan ini harus sudah disiapkan semenjak awal kehamilan. Persiapan yang matang akan mempunyai peran penting dalam kehamilan (Guyton, A.C., dan Hall, J.E. 2008). Masa kehamilan adalah masa yang indah, tetapi perubahan besar pada tubuh dengan waktu yang singkat sering menimbulkan beberapa gangguan dan keluhan yang mengurangi kenikmatan pada masa kehamilan (Suananda, 2018).  Sekitar 50% – 72% dari wanita ketika hamil mengalami nyeri punggung bawah, nyeri akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Ibu hamil mengeluh nyeri punggung bawah. Karena itu terganggunya aktivitas fisik sehari-hari seperti naik tangga (47%), berjalan (40%), bekerja berat (28%), berpartisipasi dalam latihan (30%), terganggu kualitas tidur (58%), 10% dari semua ibu hamil yang mengeluh nyeri punggung bawah terpaksa mengambil cuti dari pekerjaannya.Nyeri punggung bagian atas berhubungan dengan peningkatan ukuran payudara dan faktor-faktor postural yang sering dihubungkan dengan kondisi pekerjaan. Nyeri punggung bagian bawah dihubungkan dengan lordosis yang diakibatkan jika peningkatan berat uterus menarik tulang belakang keluar dari garis tubuh (Linda, 2008). Nyeri punggung pada kehamilan harus mendapatkan penanganan yang serius agar aktifitas ibu hamil tidak terganggu. Nyeri punggung dapat menyebabkan gejala yang mencegah ibu hamil untuk menjalani aktifitasnya dengan normal, seperti gangguan motorik, susah tidur, bahkan depresi (Wahyuni & Prabowo, 2012). Upaya untuk mengatasi keluhan nyeri punggung yaitu biasanya dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Senam yoga kehamilan (Prenatal Gentle Yoga) merupakan bagian dari terapi non farmakologis yang dapat menurunkan nyeri (Sindhu, 2009). Senam yoga yang dilakukan pada kehamilan trimester III dapat mengurangi keluhan yang dirasakan ibu hamil selama trimester III salah satunya yaitu nyeri punggung (Devi M, 2014).Yoga selama kehamilan merupakan salah satu jenis modifikasi dari hatha yoga yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Tujuan prenatal yoga adalah untuk mengurangi keluhan-keluhan ibu selama kehamilan serta mempersiapkan ibu hamil secara fisik, mental, dan spiritual untuk proses persalinan. Dengan persiapan matang, sang ibu akan lebih percaya diri dan memperoleh keyakinan menjalani persalinan dengan lancar dan nyaman (Pratignyo, 2014).Metode  Yang digunakan  yaitu dengan penyuluhan diawali dengan pretest,  mendemonstrasi prenatal yoga secara langsung dengan menggunakan media leaflet ,dan diakhiri dengan posttes.
Senam Yoga untuk Mengatasi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester II dan III di Puskesmas Bergas sapitri, dewi; yani, erli; kristiningrum, wahyu
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoga exercise is a type of body, mind and mental exercise that really helps pregnant women flex their joints, including calming the mind. Yoga exercise is a light exercise program that combines yoga principles. Yoga is a holistic approach in physical, mental and spiritual form that involves a combination of stretching the body's muscles, breathing meditation, and encouraging health and spiritual growth while doing it. The purpose of implementing this community service is to reduce complaints of back pain in pregnant women in the second and third trimesters. A sample of 15 respondents (15 pregnant women). The method used is lectures and leaflets. Followed by a demonstration of yoga exercises. Results of Discussion The implementation of the activity was carried out at the Bidan Siwi PMB, Wringinputih Village, Bergas District, Semarang Regency, the yoga series of heroes was carried out for 1 time, with a duration of 45 minutes. It was carried out by pregnant women in the second and third trimesters who attended by giving a pre-test according to the mother's complaints and then a post-test to measure pain scale with the results that almost half of the second and third trimester pregnant women experienced back pain with a slight pain category of 3 people (20%), a little pain of 7 people (46.7%), and no pain 5 people (33.3%). Then after being given yoga series hero poses to pregnant women with no pain category a total of 12 people (120%) Slight pain 3 people (5%). It can be concluded that there is a change in complaints of back pain felt by pregnant women in the second and third trimesters after being given the yoga posture series hero to reduce back pain. Suggestions for this next community service, namely that it is necessary to increase the application of yoga exercise activities given the magnitude of the benefits generated from yoga exercise activities.   Abstrak Senam yoga merupakan jenis olah raga tubuh, pikiran, dan mental yang sangat membantu ibu hamil melenturkan persendiannya, termasuk menenangkan pikiran. Senam yoga merupakan program olah raga ringan yang menggabungkan prinsip-prinsip yoga. Yoga adalah pendekatan holistik dalam bentuk fisik, mental dan spiritual yang melibatkan kombinasi peregangan otot tubuh, meditasi pernapasan, dan mendorong pertumbuhan kesehatan dan spiritual saat melakukannya. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengurangi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester II dan III. Sampel sebanyak 15 responden (15 ibu hamil). Metode yang digunakan adalah ceramah dan leaflet. Dilanjut dengan demonstrasi senam yoga. Hasil Pembahasan Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di PMB Bidan Siwi, Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, senam yoga seri pahlawan dilakukan selama 1 kali, dengan durasi 45 menit. Dilakukan oleh ibu hamil trimester II dan III yang hadir dengan memberikan pre-test sesuai keuluhan ibu lalu post-test untuk pengukuran skala nyeri dengan hasil  hampir setengah ibu hamil trimester II dan III mengalami nyeri punggung dengan kategori sedikit nyeri 3 orang ( 20%), sedikit nyeri 7 0rang ( 46,7%), dan tidak nyeri 5 orang ( 33,3%). Kemudian sesudah diberikan yoga seri postur pahlawan pada ibu hamil dengan kategori tidak nyeri sejumlah  12 orang ( 120%) Sedikit nyeri 3 orang (5%). Dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan pada keluhan nyeri punggung yang dirasakan oleh ibu hamil trimester II dan III setelah diberikan senam yoga seri postur pahlawan untuk mengurangi nyeri punggung. Saran Saran untuk pengambdian masyarakat selanjutnya ini yaitu diperlukan adanya peningkatan penerapan kegiatan latihan senam yoga mengingat besarnya manfaat yang dihasilkan dari kegiatan senam yoga.
Pijat Bayi Common Cold untuk Mengatasi Bayi dan Balita Batuk Pilek di Posyandu Tolokan Getasan Anissa Regita; Diah Ayu Ningsih; Luvi Dian Afriyani; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infant massage is a skin-to-skin touch therapy that provides a sense of safety and comfort for babies. If done regularly, this therapy will increase catecholamine hormones (epinephrine and norepinephrine), increase growth and development as well as can be a therapy when the baby / toddler is sick. One of them is when suffering from a common cold, massage therapy can be done independently by the mother. Many mothers do not know how to massage commond cold babies. This service activity was carried out at the Posyandu in Tolokan Village, Getasan to increase mothers' knowledge about coughs and colds that can be treated not only by pharmacology but also non-pharmacology, namely by means of common cold therapy. The participants of this activity are mothers who have babies / toddlers at the Posyandu Tolokan Village, Getasan, totaling 18 people. The activity consists of three stages, namely, the first stage is to assess the mother's knowledge about cough and cold disease and common cold therapy. The second stage is to conduct socialization to mothers and families to provide health education about cough and cold disease and common cold therapy. The third stage is to evaluate the mother's knowledge about cough and cold disease and common cold therapy. The methods used were lecture, discussion and demonstration. The evaluation results showed an increase in knowledge from a percentage of 18% (pre test) increased to 86% (post test). It is hoped that mothers can practice baby massage when their babies/toddlers have a common cold.   Abstrak Abstrak Pijat bayi adalah terapi sentuh kontak langsung dengan kulit yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi bayi. Jika dilakukan teratur, terapi ini akan meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin), peningkatan pertumbuhan dan perkembangan sekaligus dapat menjadi terapi saat bayi/balita sakit. Salah satunya ketika menderita commond cold, terapi pijat dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu. Banyak ibu yang tidak mengetahui cara pijat bayi commond cold. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Posyandu Desa Tolokan, Getasan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang batuk pilek yang bisa di obati tidak hanya dengan cara farmakologi tetapi juga non farmakologi yaitu dengan cara terapi common cold. Peserta kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai bayi/balita di Posyandu Desa Tolokan, Getasan sejumlah 18 orang. Kegiatan terdiri dari tiga tahap yaitu, tahap pertama adalah melakukan kajian terhadap pengetahuan ibu tentang penyakit batuk pilek dan terapi common cold. Tahap kedua melakukan sosialisasi kepada ibu dan keluarga untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang penyakit batuk pilek dan terapi common cold. Tahap ketiga adalah melakukan evaluasi terhadap pengetahuan ibu tentang penyakit batuk pilek dan terapi common cold. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari presentase 18% (pre test) meningkat menjadi 86% (post test). Diharapkan ibu dapat mempraktikkan pijat bayi saat bayi/balitanya mengalami common cold.
Yoga untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak Ardilla; Nor Jannah, Siti; Farah Diba; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is a solution as well as a cause of various problems that occur in Indonesia, various problems that occur in Indonesia. One of the causes of the occurrence of crimes that involve early childhood perpetrators is the chaos of the education system in Indonesia. Likewise with children who cannot read or write, education is a solution that can help them overcome this. Education is a place that can help children to develop their potential more deeply to be useful in the future. The knowledge that children get at school does not only apply at that time, but nowadays, the education provided also implicitly helps children to better understand their surroundings and how to deal with their problems. Learning concentration is one aspect that can improve student achievement. This was also expressed by Kintari (2014), namely learning concentration can significantly increase student achievement in class. The process of teaching and learning in schools requires students to sit in class and listen to explanations from the teacher. Through the explanation by the teacher, students can absorb information and learn it well. Indirectly, if a child can absorb information well, he will also have superior academic achievement. Relaxation is one of the easiest techniques to implement for children. According to Margolis (1990), relaxation training can reduce anxiety, impulsivity, hyperactivity, ability to be distracted, and emotional stability for children, besides that relaxation can also positively improve self-concept, learning achievement, and positive behavior in the classroom. Relaxation is generally known as the process of regulating your breath so that it is more regular in a sitting position and your head is straight ahead. However, nowadays an activity that focuses on uniting the body and mind through movement and relaxation is becoming known, namely Yoga. Yoga is an activity that directs a person to concentrate, regulate breathing, calm the mind, with certain poses. Yoga is done based on a realistic recognition of one's current psychological state (Chidananda, 1991). Many benefits can be obtained from yoga, namely improving posture, improving blood flow, reducing stress, increasing strength, and increasing concentration. Besides being able to be done on adults, Yoga can also be applied to children. Research by Peck, Bray and Theodore (2005), revealed that yoga can be an alternative that guarantees an increase in positive behavior and a substitute for medical intervention in children with concentration problems. The yoga method is an option because it contains instructions.   Abstrak Pendidikan merupakan sebuah solusi sekaligus sebab dari berbagai masalah yang terjadi di Indonesia berbagai masalah yang terjadi di Indonesia. Salah satu penyebab terjadinya kriminalitas yang menyeret pelaku anak usia dini adalah kekacauan sistem pendidikan di Indonesia. Begitu juga dengan anak yang tidak bisa membaca maupun menulis, pendidikan menjadi solusi yang dapat membantu mereka mengatasi hal tersebut. Pendidikan merupakan sebuah wadah yang dapat membantu anak untuk mengembangkan potensinya secara lebih dalam untuk kelak berguna di masa depannya. Ilmu yang didapatkan oleh anak di bangku sekolah tidak hanya berlaku pada saat itu saja, namun dewasa ini, pendidikan yang diberikan juga secara implisit membantu anak untuk lebih memahami lingkungan sekitar serta bagaimana menghadapi masalah-masalahnya. Konsentrasi belajar menjadi salah satu aspek yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini juga diungkapkan oleh Kintari (2014), yaitu konsentrasi belajar secara signifikan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas. Proses belajar mengajar di sekolah mengharuskan siswa untuk duduk di dalam kelas dan mendengarkan penjelasan dari guru. Melalui penjelasan oleh guru tersebut, siswa dapat menyerap informasi dan mempelajarinya dengan baik. Secara tidak langsung apabila anak dapat menyerap informasi dengan baik, maka ia juga memiliki prestasi akademik yang unggul. Relaksasi adalah salah satu teknik yang mudah untuk diterapkan untuk anak-anak. Menurut Margolis (1990), pelatihan relaksasi dapat mengurangi kecemasan, impulsivitas, hiperaktif, kemampuan terdistraksi, dan kestabilan emosi untuk anak, selain itu relaksasi juga secara positif dapat meningkatkan konsep diri, prestasi belajar, dan perilaku positif di dalam kelas. Relaksasi umumnya dikenal sebagai proses pengaturan nafas agar lebih teratur dengan posisi duduk dan kepala lurus ke depan. Namun, dewasa ini mulai dikenal sebuah aktivitas yang berfokus pada penyatuan tubuh dan pikiran melalui gerakan dan relaksasi, yaitu Yoga. Yoga adalah sebuah aktivitas yang mengarahkan seseorang untuk berkonsentrasi, mengatur nafas, menenangkan pikiran, dengan pose-pose tertentu. Yoga dilakukan berdasarkan rekognisi realistis dari keadaan psikologis seseorang saat ini (Chidananda, 1991). Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari yoga, yaitu memperbaiki postur tubuh, melancarkan aliran darah, mengurangi stress, menambah kekuatan, dan meningkatkan konsentrasi. Selain dapat dilakukan pada orang dewasa, Yoga juga bisa diterapkan pada anak. Penelitian oleh Peck, Bray dan Theodore (2005), mengungkapkan bahwa yoga dapat menjadi alternatif yang menjamin peningkatkan perilaku positif dan pengganti intervensi medis pada anak dengan masalah konsentrasi. Metode yoga menjadi pilihan karena mengandung instruks.
Akupresure untuk Mengatasi Nyeri pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Sumowono Semarang Rahayu, Erna; Putri, Nabila; Susanti, Rini
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pain causes a person to experience fear and anxiety that increases stress and experiences drastic physiological changes during pregnancy and anxiety synergize and worsen each other. Acupressure is a type of massage therapy that can stimulate the body to produce endorphins and opioids so as to reduce pain and anxiety. This Community Service activity aims to increase interaction and sharing experiences between participants (pregnant women with pregnant women) and between pregnant women and health workers / midwives and increase understanding, attitudes and behaviors of pregnant women about acupressure, body changes and complaints, pregnancy care, childbirth. Method used by the implementation team seeks to provide more focused knowledge about acupressure in the second and third trimester of pregnant women to overcome pain and discomfort during pregnancy. Results This service activity begins with the stage of identifying or collecting data on the target number of pregnant women, then first a pre-test is carried out to find out the extent of pregnant women's knowledge about acupressure to overcome pain in pregnant women in the second and third trimesters and its benefits. Second, counseling was carried out on acupressure to overcome pain in pregnant women in the second and third trimesters, and a post test was carried out to determine the level of knowledge of pregnant women about acupressure to overcome pain in pregnant women in the second and third trimesters. Third, a demonstration and practice of implementing acupressure to overcome pain in pregnant women in the second and third trimesters was followed by 7 pregnant women in Bumen Village. This devotion showed that there was a level of knowledge of pregnant women about acupressure to treat pain in pregnant women in the second trimester and third trimester after being given counseling increased, namely 7 participants of pregnant women became well informed (70%). Suggestion Pregnant women can do acupressure to overcome pain in pregnant women trimester II and III independently at home. It is necessary to do similar activities in other areas that have not had the opportunity to do this activity to help pregnant women who often experience pain during pregnancy. Abstrak Nyeri menyebabkan seseorang mengalami ketakutan serta kecemasan sehingga meningkatkan stres dan mengalami perubahan fisiologis secara drastis selama  kehamilannya serta kecemasan saling sinergis dan memperburuk antara satu  sama  lainnya. Akupresur merupakan jenis terapi pijat yang dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi hormon endorfin dan opioid sehingga dapat mengurangi rasa sakit dan cemas. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan meningkatkan interaksi dan berbagi pengalaman antar peserta (ibu hamil dengan ibu hamil) dan antar ibu hamil dengan petugas kesehatan/bidan dan meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang akupresure, perubahan tubuh dan keluhan, perawatan kehamilan, persalinan. Metode yang digunakan oleh tim pelaksana berupaya memberikan pengetahuan secara lebih fokus tentang akupresure pada ibu hamil trimester II dan trimester III untuk mengatasi nyeri dan ketidaknyaman selama kehamilan. Hasil Kegiatan pengabdian ini diawali dengan tahapan identifikasi atau pendataan jumlah sasaran ibu hamil, selanjutnya pertama dilakukan pre test untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan ibu hamil mengenai akupresure untuk mengatasi nyeri pada ibu hamil trimester II dan III serta manfaatnya. Kedua dilakukan penyuluhan mengenai akupresure untuk mengatasi nyeri pada ibu hamil trimester II dan III, dan dilakukan post test untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang akupresure untuk mengatasi nyeri pada ibu hamil trimester II dan III. Ketiga dilakukan demonstrasi dan praktik pelaksanaan akupresure untuk mengatasi nyeri pada ibu hamil trimester II dan III yang di ikuti oleh 7 ibu hamil di desa bumen. Pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai akupresure untuk mengaasi nyeri pada ibu hamil trimester II dan trimester III setelah diberikan penyuluhan meningkat yaitu 7 peserta ibu hamil menjadi berpengetahuan baik (70%).
Pijat Commond Cold untuk Mengurangi Batuk Pilek pada Bayi dan Balita di Desa Lebak bellatika, sitasalsha; putri, yulinda yasa; khayati, yulia nur; christiani, ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cold cough in babies is a common health problem that affects the quality of life of babies and their families. Massage therapy has been widely used to reduce symptoms of cough and cold in children, but not many mothers or health cadres in Lebak Village know about common cold massage and handling their babies/toddlers when they suffer from common cold is to take them to a health facility to get medicine. This community service activity is carried out through direct counseling in Lebak village carried out in several stages, namely licensing to the village midwife and then carrying out activities for common cold toddlers. Participants in this activity totaled 9 toddlers who met the inclusion criteria. Massage therapy performed on infants/toddlers can increase the child's weight, increase neuromotor development, better emotional bonds, reduce the rate of nosocomial infections (including the common cold) (Kulkarni et al, 2010). It is hoped that this community service can provide a better understanding of the effectiveness of Common Cold Massage Therapy in reducing cold coughs in infants in Lebak Village.   Abstrak Batuk pilek pada bayi merupakan masalah kesehatan umum yang memengaruhi kualitas hidup bayi dan keluarga mereka. Terapi pijat telah digunakan secara luas untuk mengurangi gejala batuk pilek pada anak-anak, namun tidak banyak ibu maupun kader Kesehatan di Desa Lebak yang mengetahui mengenai pijat Common cold dan penanganan bayi/balita mereka ketika menderita commond cold adalah membawa ke tempat fasilitas kesehatan untuk mendapatkan obat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung di desa Lebak dilaksanakan beberapa tahapan yaitu perizinan kepada bidan desa kemudian pelaksanaan kegiatan pada balita commond cold. Perserta dalam kegiatan ini berjumlah 9 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Terapi pijat yang dilakukan pada bayi/balita dapat membuat berat badan anak naik, peningkatan perkembangan neuromotorik, ikatan emosional yang lebih baik, penurunan tingkat infeksi nosocomial (termasuk didalamnya Common cold) (Kulkarni et al, 2010). Diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas terapi pijat Common Cold Massage Therapy dalam mengurangi batuk pilek pada bayi di Desa Lebak
Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester II dan III Desa Pringsari Kecamatan Pringapus Kab. Semarang Glenita Nive Yesie; indah, Nur Indah Sari; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain in pregnant women in the second and third trimesters is a common complaint that often occurs among pregnant women. Pain causes fear and anxiety so that it can cause stress and drastic physiological changes during pregnancy. Acupressure is a form of physiotherapy by providing massage and stimulation at certain points on the body that are useful for reducing various aches and pains and reducing anxiety. The problems experienced in pringsari Village are experiencing pain and dizziness This Community Service activity aims to provide benefits to cadres and village midwives. All cadres can obtain correct information to reduce back pain in pregnant women in the second and third trimesters so that they can be applied and taught to be independent of pregnant women. The method used in the implementation Determines targets for pregnant women timester II and trimester III and conducts a pre-test on acupressure to reduce back pain, Provides information to reduce back pain in pregnancy trimester II and III, demonstrates acupressure, distribution of leaflets and posttest. The results of this service indicate that there is a difference between the pre test and post test given a questionnaire, namely pregnant women before being given a questionnaire with good knowledge of 5 people (50%), sufficient knowledge of 5 people (50%), while pregnant women after being given a questionnaire who have good knowledge good as many as 7 people (70%), sufficient knowledge of 3 people (30%). And post test from the results given a questionnaire and then with ongoing activities every week according to the complaints of pregnant women. Suggestion For midwives and health workers and cadres, they can explain related to acupressure which can reduce back pain in pregnant women Tm II and III   Abstrak Nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II dan III merupakan keluhan umum yang sering terjadi di kalangan ibu hamil. Nyeri menyebabkan ketakutan dan kecemasan sehingga dapat menimbulkan stress dan perubahan fisiologis yang drastis selama kehamilan. Akupresure merupakan salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh yang berguna untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi kecemasan. Persoalan yang dialami di Desa pringsari mengalami nyeri dan pusing. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberi manfaat kepada kader dan bidan desa. Seluruh kader dapat memperoleh informasi untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil Trimester II Dan III yang benar agar dapat di aplikasikan dan diajarkan untuk memandirikan ibu hamil. Metode yang di gunakan dalam pelaksanaan, menentukan sasaran  pada ibu hamil trimester II dan trimester III dan melakukan pre test tentang akupresure untuk mengurangi nyeri punggung, Memberikan informasi untuk mengurangi nyeri punggung pada kehamilan trimester II dan III, mendemontrasikan akupresure, pembagian leaflet dan postest. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre test dan pos test diberikan kuesioner yaitu ibu hamil sebelum diberikan kuesioner yang berpengetahuan baik sebanyak 5 orang (50%), pengetahuan cukup sebanyak 5 orang(50%),  sedangkan ibu hamil sesudah diberikan kuesioner yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 orang (70%), pengetahuan cukup sebanyak 3 orang (30%). dan pos test dari hasil diberikan kuesioner dan selanjutnya dengan kegiatan berkelanjutan setiap minggu sesuai dengan keluhan ibu hamil. Saran Untuk bidan dan tenaga kesehatan beserta kader dapat memaparkan terkait akupresure yang dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester II dan III.
Peningkatan Pengetahuan Prenatal Yoga untuk Mengatasi Ketidaknyamanan Fisik dan Psikologi Ibu Hamil di Desa Gogodalem Shinta Lutfiani; masruroh; elviatun nisa, risha nur; veftisia, vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In pregnant women there are physica and psychological changes and even the emergence of complaints in the body. Discomfort that is considered trivial can endanger the safety of the mother and baby's soul. This can be prevented by doing prenatal yoga, the advantage of which is to reduce physical complaints. This community service activity is carried out through direct counseling in the village of Gogodalem carried out in several stages, namely observing prenatal yoga training, licensing for village midwives, carrying out activities for pregnant women. Yoga is an ideal way to stay fit during pregnancy because almost any yoga pose can be easily modified to suit the needs of the pregnant woman and the abilities of the pregnant woman, yoga helps build muscle strength and flexibility, and teaches a pregnant woman to listen to her own body (Sun et al. al. 2010). This community service activity is carried out through direct counseling in Gogodalem Bringin Village. Participants in this activity totaled 7 pregnant women. All pregnant women do prenatal yoga well. Pregnant women can follow instructions from servants to do yoga exercises and can practice them at home.   Abstrak Pada ibu hamil terjadi perubahan fisik maupun psikologis dan bahkan timbulnya keluhan pada tubuhnya. Ketidaknyamanan yang dianggap sepele bisa membahayakan keselamatan jiwa ibu dan bayinya. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan prenatal yoga, keuntungannya yaitu mengurangi keluhan- keluhan fisik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung di desa Gogodalem dilaksanakan beberapa tahapan yaitu pengamatan pelatihan prenatal yoga, perizinan kepada bidan desa, pelaksanaan kegiatan pada ibu hamil. Yoga adalah cara yang ideal untuk tetap bugar selama kehamilan karena hampir semua pose yoga dapat dengan mudah dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan saat hamil serta kemampuan wanita saat hamil, yoga membantu membangun kekuatan otot dan fleksibilitas, dan mengajar wanita hamil untuk mendengarkan tubuhnya sendiri (Sun et al. 2010). Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung di Desa Gogodalem Bringin. Peserta dalam kegiatan ini   berjumlah   7 ibu Hamil. Semua ibu hamil melakukan prenatal yoga dengan baik. Ibu hamil dapa mengikuti instruksi dari pengabdin untuk melakukan senam yoga dan dapat mempraktikkannya saat dirumah.
Literature Review: Sikap dan Pengetahuan Catin Terhadap Pemeriksaan Hepatitis B dan HIV pada Skrining Pranikah Manik, Frisca Anggraeni; Hapsari Windayanti; Rini Septianasari; Ikka Bella Seftiyani; Denil Shintiya; Dita Sintama
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage is a means of procreation and regeneration of the nation's human resources. Regeneration should be maintained in order to obtain superior human resources free from infectious diseases, including Hepatitis B (HBV) and Human Immunodeficiency Virus (HIV). In the midst of increasing prevalence of HIV and HBV from year to year globally and nationally, the rate of vertical transmission is also increasing. Screening examinations are needed to reduce mortality, morbidity, and the financial burden on the state. This is what drives the importance of premarital HBV and HIV screening for prospective brides (Catin). Differences in policy and program implementation make this policy not optimal. Several obstacles such as culture, education, economy, and stigmatization made it difficult to implement the program. This literature review research was conducted to examine the attitudes and behavior of premarital HIV and HBV screening for prospective brides and grooms. A total of 6 journals from pubmed and google scholar were reviewed after going through the inclusion criteria screening: Journals published in 2016 – 2023, in English or Indonesian, can be accessed in full text. The results of the review show that the catin volunteering rate for HBV and HIV testing is quite high, although this number can be maximized through premarital transmission education and counseling to increase confidence. Adult age, higher education, economic level, up to men showed higher results of understanding and volunteering for HIV and HBV testing. Reluctance to take tests tends to be caused by unpreparedness in dealing with the results (stigmatization) and post-test treatment. Support and socialization are needed either by friends, family, or educational/health institutions. Some of the strongest factors in motivating premarital Hepatitis B and HIV tests are knowledge, trust, norms, assurance of confidentiality, and costs. Thus, obstacles in the form of reluctance can be overcome through these things.   Abstrak Pernikahan merupakan sarana prokreasi dan regenerasi sumber daya manusia bangsa. Regenerasi selayaknya dijaga agar didapatkan sumber daya manusia unggul terbebas dari penyakit menular, diantaranya Hepatitis B (HBV) dan Human Immunodeficiecy Virus (HIV). Di tengah meningkatnya prevalensi HIV dan HBV dari tahun ke tahun secara global dan nasional, angka penularan vertikal juga ikut meningkat. Dibutuhkan pemeriksaan screening guna mengurangi mortalitas, morbiditas, serta beban keuangan negara. Hal itulah yang mendorong pentingnya skrining HBV dan HIV Pranikah bagi Calon Pengantin (Catin). Perbedaan kebijakan dan pelaksanaan program membuat kebijakan ini tidak maksimal. Beberapa kendala seperti budaya, pendidikan, ekonomi, hingga stigmatisasi menjadikan hambatan dalam pelaksanaan program. Penelitian tinjauan Pustaka ini dilakukan untuk menelaah sikap dan perilaku skrining HIV serta HBV pranikah bagi calon pengantin. Sebanyak 6 jurnal bersumber pubmed dan google scholar ditelaah setelah melalui skrining kriteria inklusi: Jurnal terbitan tahun 2016 – 2023, Berbahasa Inggris atau Indonesia, dapat diakses secara full text. Hasil tinjauan menunjukkan cukup tingginya angka kesukarelaan catin terhadap pengujian HBV dan HIV, walaupun angka tersebut dapat dimaksimalkan melalui edukasi dan konseling pranikah terhadap penularan guna meningkatkan keyakinan. Usia dewasa, pendidikan tinggi, level ekonomi, hingga laki-laki menunjukkan hasil pemahaman serta kesukarelaan terhadap tes HIV dan HBV yang lebih tinggi. Keengganan melakukan tes cenderung diakibatkan ketidaksiapan dalam menghadapi hasil (stigmatisasi) dan pengobatan paska tes. Diperlukan dukungan dan sosialisasi baik oleh teman, keluarga, ataupun institusi Pendidikan/Kesehatan. Beberapa faktor terkuat dalam memotivasi pemeriksaan Hepatitis B dan HIV pranikah ialah pengetahuan, kepercayaan, norma, penjaminan kerahasiaan, hingga biaya dikeluarkan. Sehingga, kendala berupa keengganan dapat teratasi melalui hal-hal tersebut.
Yoga Prenatal untuk Ibu Hamil Trimester II dan III di Desa Bajangan Pukesmas Bringin Alya Fernanda Khairani; Hapsari Windayanti; Widayati; Vanisa
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In pregnant women who experience prolonged stress can cause developmental barriers to the fetus, including emotional disturbances after birth. Yoga is a form of exercise that pregnant women can do. By doing yoga, you can flex your back muscles, improve your body's blood circulation and increase your client's awareness so that you can easily respond to pain in your mother's body. Pregnant women in Bajangan Village complain that they experience anxiety. The anxiety is in the form of having sleep disturbances, panic, and fear of facing labor. The solutions given to overcome these problems include providing health education about discomfort during pregnancy, providing yoga movements for those who are useful for reducing discomfort for mothers during pregnancy, providing efforts to reduce discomfort during pregnancy, publishing reports in the form of scientific journals. This activity was held on June 24 2023 at PMB BidanWati Margi Lestari in the presence of 14 pregnant women. The results of the implementation of community service activities can be described through 3 (three) stages of activity, namely preparation, implementation and evaluation. In the preparatory stage, which is the planning of the community service program, activities and coordination with the village midwife are carried out. The village midwife accepts and supports the community service activities carried out by the Community Service Team in the context of prenatal yoga training. The implementation phase was carried out in 5 stages, pre-test, session giving material about anxiety in pregnant women, giving prenatal yoga material, teaching mothers to do prenatal yoga movements, and finally doing a post-test. And at the evaluation stage, the results obtained from a series of activities were that there was an increase in knowledge of pregnant women in Bajangan Village.   Abstrak Pada ibu hamil yang mengalami stress yang berkepanjangan dapat menimbukan hambatan perkembangan pada janin termasuk gangguan emosi setelah kelahiran. Yoga merupakan bentuk olahraga yang dapat dilakukan oleh ibu hamil. Dengan melakukan olahraga yoga dapat melenturkan otot punggung, dapat memperlancar peredaran darah tubuh dan dapat menambah kesadaran klien sehingga dapat dengan mudah merespon terjadinya nyeri pada tubuh ibu. Ibu hamil di Desa Bajangan mengeluhkan bahwa mereka mengalami kecemasan. Kecemasan tersebut berupa memiliki gangguan tidur, panik, dan takut menghadapi persalinan. Solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain memberikan pendidikan kesehatan tentang ketidaknyamanan pada masa kehamilan, memberikan gerakan yoga bagi yang berguna untuk mengurangi ketidaknyamanan ibu saat hamil, memberikan upaya cara mengurangi ketidaknyamanan pada masa kehamilan, terpublikasinya hasil laporan dalam bentuk jurnal ilmiah.Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 24 Juni 2023 di PMB Bidan Wati Margi Lestari dengan dihadiri 14 orang ibu hamil. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat diuraikan melalui 3 (tiga) tahapan kegiatan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan yang merupakan perencanaan program pengabdian dilakukan kegiatan serta koordinasi dengan pihak bidan desa. Pihak bidan desa menerima dan mendukung kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Tim Pengabdian masyarakat dalam rangkapelatihan yoga prenatal. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan 5 tahap, dilakukan pre-test, sesi pemberian materi tentang kecemasan pada ibu hamil, pemberian materi yoga prenatal, mengajarkan ibu melakukan gerakan yoga prenatal, dan yang terakhir dilakukan post-test. Dan pada tahap evaluasi didapatkan hasil dari serangkaian kegiatan bahwa didapatkan peningkatan pengetahuan pada ibu hamil di Desa Bajangan.