cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 27 Tahun G1P0A0 di Desa Randugunting Wahyu Indah Lestari; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia remain major challenges in the healthcare system, highlighting the need for continuous and comprehensive midwifery care through the Continuity of Care approach. This case study aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. A, a 27-year-old woman, covering the stages of pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning services. The method used in this study is a case study approach, with data collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation. The results indicate that Mrs. A and her baby were in good condition throughout the entire care process, with no significant complications observed, and both showed good understanding and compliance with the education provided. These findings demonstrate that Continuity of Care plays a crucial role in improving maternal and child health outcomes and provides a positive experience for clients throughout the maternity care continuum.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam dunia kesehatan, sehingga diperlukan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A, usia 27 tahun, mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Hasil dari asuhan menunjukkan bahwa Ny. A dan bayinya berada dalam kondisi baik selama seluruh rangkaian asuhan, dengan tidak ditemukannya komplikasi yang berarti serta menunjukkan pemahaman dan kepatuhan terhadap edukasi yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi, serta memberikan pengalaman positif bagi klien dalam menjalani proses kehamilan hingga perawatan pasca persalinan.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. W Umur 32 Tahun di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Ningsih, Diah Ayu; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain major public health problems in Indonesia. One strategic effort to reduce these rates is by providing comprehensive and high-quality midwifery care. This study aims to provide continuity of midwifery care (Continuity of Care) for Mrs. W, a 32-year-old pregnant woman, starting from the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, to family planning services. This research employed a single case study design with a qualitative approach and SOAP documentation. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation from the Maternal and Child Health (MCH) handbook. The results showed that all stages of care provided from antenatal care, delivery, neonatal care, postpartum care, to the use of implant contraception were in accordance with current midwifery theories and service standards. Additionally, oxytocin massage was proven effective in increasing breast milk production during the postpartum period. Continuity of midwifery care delivered in accordance with professional standards can improve care quality without causing complications or service gaps. This study recommends enhancing the quality of sustainable midwifery services and providing continuous maternal education to support early detection of complications.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia. Salah satu upaya strategis untuk menurunkan angka tersebut adalah melalui pemberian asuhan kebidanan yang komprehensif dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) kepada Ny. W, ibu hamil berusia 32 tahun, yang dimulai dari kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pendekatan kualitatif dan dokumentasi SOAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pencatatan dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan asuhan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan terkini, mulai dari kehamilan, persalinan, perawatan neonatus, masa nifas, hingga penggunaan kontrasepsi implan. Selain itu, pemberian pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) pada masa nifas. Asuhan kebidanan berkelanjutan yang dilakukan sesuai teori dan standar pelayanan dapat meningkatkan kualitas perawatan tanpa menimbulkan komplikasi maupun kesenjangan pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan mutu pelayanan kebidanan yang berkelanjutan serta edukasi kepada ibu dalam rangka deteksi dini komplikasi.
Penatalaksanaan Anemia Sedang pada Ny. S G1P0A0 Umur 21 Tahun Ernanda, Rika Yunita; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the level of health of a country. starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, up to family planning. Anemia is one of the indirect causes of death in pregnant women, therefore anemia is a health problem throughout the world, especially in developing countries. The aim of this research is to provide midwifery care to Mrs. S. The research instrument uses a descriptive approach and is documented in SOAP form. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and study of educational lists. This research was conducted in November - Juni 2025. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely that the mother experienced pregnancy anemia, so she was given Fe tablets according to needs and motivated the mother to consume foods that contain high iron. During labor until postpartum there were no problems, and the mother received vitamin A.     Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Anemia salah satu penyebab kematian tidak langsung pada ibu hamil, maka dari itu anemia menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia terutama negara berkembang. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S. Intsrumen penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi, metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November- Mei 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami anemia kehamilan sehingga diberikan tablet Fe sesuasi kebutuhan dan memotivasi ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mngandung zat besi tinggi. Selama persalinan sampai dengan nifas tidak mengalami masalah, serta ibu mendapatakan vit A. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal.
Edukasi Prenatal Yoga untuk Meningkatakan Kesehatan Ibu Hamil Pristiarsih; Partini; Safa'atilah, Erlin; Tuti Utami, Nurul; Marlina, Leni; Burhan, Nurasia; Wahyuni, Sri; Hadi, Maryam; Afriyani, Luvi Dian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is often accompanied by various physiological and psychological changes that can cause discomfort and anxiety, particularly approaching labor. One effective non-pharmacological approach to support maternal physical and mental health is prenatal yoga. This study aims to examine the implementation of prenatal yoga in antenatal classes as a promotive and preventive intervention, as well as its impact on maternal readiness for childbirth. The research design used is descriptive with a pre-experimental one-group pretest-posttest approach, conducted over four weeks in primary healthcare settings. The intervention consisted of structured yoga sessions involving breathing techniques, physical postures, relaxation, and meditation. Literature review results indicate that prenatal yoga can reduce maternal anxiety, facilitate the labor process, and enhance emotional well-being during pregnancy. However, limited knowledge among pregnant women and lack of access to trained instructors remain significant barriers to implementation. Continuous health education strategies and system support are needed to integrate yoga into antenatal care programs. Therefore, prenatal yoga has the potential to serve as an effective holistic intervention in promoting healthy pregnancies and optimal childbirth outcomes.   Abstrak Kehamilan sering kali disertai dengan perubahan fisiologis dan psikologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kecemasan, terutama menjelang persalinan. Salah satu upaya non-farmakologis yang terbukti efektif dalam mendukung kesehatan ibu hamil secara fisik dan mental adalah latihan prenatal yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prenatal yoga dalam kelas ibu hamil sebagai intervensi promotif dan preventif, serta dampaknya terhadap kesiapan menghadapi persalinan. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pretest-posttest, yang dilaksanakan selama empat minggu di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat primer. Intervensi diberikan dalam bentuk latihan yoga terstruktur yang terdiri dari latihan pernapasan, postur tubuh, relaksasi, dan meditasi. Hasil telaah pustaka menunjukkan bahwa prenatal yoga dapat menurunkan kecemasan, memperlancar proses persalinan, dan meningkatkan kesejahteraan emosional ibu hamil. Namun demikian, keterbatasan pengetahuan dan akses terhadap instruktur terlatih masih menjadi hambatan dalam implementasi. Diperlukan strategi edukasi yang berkelanjutan dan dukungan sistem kesehatan untuk mengintegrasikan yoga sebagai bagian dari kelas ibu hamil. Dengan demikian, prenatal yoga berpotensi menjadi intervensi holistik yang efektif dalam mendukung kehamilan sehat dan persalinan yang optimal.                          
Edukasi Pijat Common Cold untuk Optimalisai Pertumbuhan pada Anak Fathmah Nurul Aslamiah; Isnawati, Fevi; Limbong, Lusiana Tandi; Margareta, Marisa; Dewi, Putri Astria; Tasik, Yulianti; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute respiratory infections (ARI), including the common cold, are among the leading causes of morbidity in children under five, particularly in areas with poor air quality such as Bulungan Regency, North Kalimantan. One non-pharmacological approach to alleviating common cold symptoms is massage therapy, specifically the common cold massage. This community service program aimed to provide education and hands-on training in common cold massage therapy to health cadres and mothers of toddlers at Posyandu Menur 3, Jelarai Village. The methods included lectures, discussions, demonstrations, and practical sessions with participants. Participants responded enthusiastically and expressed a commitment to applying the massage techniques at home. The massage education program proved effective in enhancing maternal knowledge and skills in managing ARI symptoms in children naturally and has the potential to be a sustainable complementary health intervention within the community.   Abstrak Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), termasuk common cold, merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak balita, khususnya di wilayah dengan kualitas udara yang buruk seperti Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala common cold adalah terapi pijat (massage common cold). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan mengenai terapi pijat common cold kepada kader Posyandu dan ibu-ibu balita di Posyandu Menur 3, Desa Jelarai. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung oleh peserta. Respon peserta sangat positif, dengan antusiasme tinggi dan komitmen untuk menerapkan terapi ini secara mandiri. Edukasi pijat common cold efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam penanganan gejala ISPA pada anak secara alami, serta berpotensi menjadi intervensi berkelanjutan di komunitas.                          
Penyuluhan Akupressur Dismenorea Primer pada Remaja Putri di Puskesmas Bojong II Kabupaten Pekalongan Eni Trisniningtyas; Naning Dianasari; Mila Cholilah; Kholifah; Endang Kartiasih; Nurmilah; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a dynamic phase of development in a person's life. One of the biological signs of adolescence is the start of menstruation which begins between the ages of 10 and 16 years. Menstruation is a physiological thing that happens to every woman. However, in reality, many women experience menstrual problems, including menstrual pain/ dysmenorrhea. Menstrual pain/ dysmenorrhea is a gynecological complaint due to an imbalance of the hormone progesterone in the blood, resulting in pain. The purpose of this community service is to provide counseling and training on Acupressure to reduce dysmenorrhea pain. This community service activity will be divided into 3 stages of activity, the first is planning, the second is counseling and practicum, and the third is evaluation. Participants in the dysmenorrhea acupressure counseling are adolescent girls. They are the main target because they often experience menstrual pain or dysmenorrhea, which can interfere with daily activities. Acupressure counseling aims to provide knowledge and practical skills about acupressure techniques as an alternative to relieve dysmenorrhea pain. From the results of univariate analysis before counseling was given to 17 respondents, there were 11 respondents who had knowledge in the poor category, after counseling, the results were obtained from 17 respondents, 16 respondents had good knowledge and 1 respondent had knowledge in the poor category. From the results obtained after counseling, there was an increase in respondents' knowledge of the material provided.   Abstrak Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seseorang. Salah satu tanda keremajaan secara biologi yaitu mulainya remaja mengalami menstruasi yang dimulai antara usia 10 sampai 16 tahun. Menstruasi merupakan hal yang bersifat fisiologis yang terjadi pada setiap perempuan. Namun pada kenyataannya banyak perempuan yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya nyeri haid/dismenore. Nyeri haid / dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan Akupresur untuk mengurangi nyeri dismenorea. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dibagi menjadi 3 tahap kegiatan yang pertama perencanaan, kedua penyuluhan dan praktikum yang ketiga evaluasi. Peserta penyuluhan akupresur dismenore adalah remaja putri. Mereka menjadi target utama karena sering mengalami nyeri haid atau dismenorea, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyuluhan akupresur bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang teknik akupresur sebagai alternatif untuk meredakan nyeri dismenore. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan terhadap 17 responden terdapat 11 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari 17 responden sebanyak 16 responden memiliki pengetahuan kategori baik dan 1 responden memiliki pengetahuan kategori kurang. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan.
Metode Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Haid pada Remaja Sutanto, Yolanda; Hasniati; Uni; Julita Lerim Elia Ajang; Widya Rahma Anggraini; Veronika Enitawati; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common health issue experienced by adolescent girls and can disrupt daily activities and reduce quality of life. Many adolescents lack knowledge of effective, safe, and easy non-pharmacological treatment alternatives. This community service program aimed to improve adolescents' knowledge and skills in managing menstrual pain through acupressure techniques. The activity was conducted in Tg Agung Village, Tanjung Palas Timur Subdistrict, North Kalimantan, involving 15 adolescent girls as participants. The methods used included education, hands-on training, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge of acupressure, shifting from predominantly low to high categories after the intervention. The acupressure points introduced included SP6 (Sanyinjiao), LI4 (Hegu), and LV3 (Taichong). This activity proved effective in enhancing the adolescents’ understanding and independence in naturally and non-pharmacologically managing menstrual pain.   Abstrak Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta menurunkan kualitas hidup. Banyak remaja belum memahami alternatif penanganan non-obat yang efektif, aman, dan mudah dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengatasi nyeri haid melalui teknik akupresur. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tg Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kalimantan Utara, dengan melibatkan 15 remaja putri sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai akupresur, dari mayoritas kategori rendah menjadi tinggi setelah intervensi. Teknik akupresur yang diperkenalkan meliputi titik SP6 (Sanyinjiao), LI4 (Hegu), dan LV3 (Taichong). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian remaja dalam mengelola nyeri haid secara alami dan non-farmakologis.                         
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Gizi Balita di Kelurahan Batin Tikal Kecamatan Tamansari Kota Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Zone Asia Alva Berty; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a group of people who have at least one characteristic in common such as geography, occupation, ethnicity, interests and others. Toddler nutritional status is the nutritional condition of children under the age of five years which is assessed based on anthropometric indices (weight for age, height for age, and weight for height). Good nutritional status is very important for the growth and development of children, because poor nutritional status can cause various health problems such as stunting and malnutrition. The participants in this counseling activity were 11 mothers of toddlers. The activity was carried out by providing an explanation of the purpose of the activity, distributing pre-tests to target mothers of toddlers, providing health counseling on "nutrition in toddlers", providing opportunities for targets to ask questions, distributing post-tests to target mothers of toddlers. From this activity, it was found that there was an increase in adolescent knowledge after being given health education on nutrition in toddlers. Suggestions related to children's nutritional status include routine monitoring of growth and development, providing nutritional education to parents, and ensuring the fulfillment of balanced nutrition through diverse and nutritious foods. In addition, it is important to carry out early detection of nutritional problems such as stunting, wasting, or obesity, and provide appropriate interventions if problems are found.   Abstrak Komunitas adalah kumpulan orang yang memiliki karkteristik minimal satu karakteristik yang sama seperti geografis, pekerjaan, etnik, minat dan lain-lainnya. Status gizi balita adalah keadaan gizi anak di bawah usia lima tahun yang dinilai berdasarkan indeks antropometri (berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, dan berat badan menurut tinggi badan). Status gizi yang baik sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, karena status gizi yang buruk dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti stunting dan gizi buruk. Peserta kegiatan penyuluhan ini adalah ibu balita yang berjumlah 11 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan memberikan penjelasan tentang tujuan dilakukannya kegiatan, membagikan pre-test kepada sasaran ibu balita, memberikan penyuluhan kesehatan tentang “gizi pada balita”, memberikan kesempatan sasaran untuk bertanya, membagikan post-test kepada sasaran ibu balita. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan pada ibu balita setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang gizi pada balita. Saran terkait status gizi anak mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara rutin, memberikan edukasi gizi kepada orang tua, serta memastikan pemenuhan gizi seimbang melalui makanan yang beragam dan bergizi. Selain itu, penting untuk melakukan deteksi dini masalah gizi seperti stunting, wasting, atau obesitas, serta memberikan intervensi yang tepat jika ditemukan masalah. 
Continuity of Care (COC) pada Ny. B Umur 30 Tahun G2P1A0 di PMB X Eva Desitasari; Windayanti, Hapsari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate until deciding to use family planning. This aims to help monitor and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. The method of midwifery care at PMB X and through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "B" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 1 delivery, 2 postpartum, 2 neonates, and 1 family planning. In Mrs. "D" the pregnancy process went physiologically without any problems or complications although in TM II the mother experienced back pain. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications and management had been carried out according to the 60 APN steps. In midwifery care during the postpartum period, it was normal and smooth. In providing midwifery care for family planning, the mother has been given counseling and decided to use Injectable Family Planning. Continuous midwifery care (continuity of care) that has been carried out on Mrs. "B" during pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns, and family planning, the examination results were within normal limits and there were no accompanying complications. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu memantau dan            mendeteksi adany kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PMB X dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”B” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali,serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.”B” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM II ibu mengalami nyeri punggung. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “B” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. K Umur 27 Tahun G2P1A0 di PMB Bidan N Kasari, Miki; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates until deciding to use family planning (KB). This aims to assist, monitor, and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses KB. The method of midwifery care at PMB Bidan N is through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "K" lasts from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, to KB with a frequency of 3 pregnancy visits, 4 postpartum visits, and 4 neonates. The method in this study uses a data collection method, namely using interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book, physical examinations and this study began from November-April 2025, the research instrument used SOAP documentation. Based on the results of a Comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. K from the second trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates. Mrs. K, 27 years old, G2P1A0, 28 weeks of gestation was found. Mrs. K's delivery took place at the Health Center, the postpartum period was normal, there was no abnormal bleeding, uterine contractions were good. The newborn baby had normal anthropometric examination results, and Mrs. K decided to use a 3-month injection of contraception. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan keluarga bersencana (KB). Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi  yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PMB Bidan N melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. “K” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 4 kali. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai dari bulan November-April 2025 instrumen penelitian menggunakan dokumentasi SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. K dari kehamilan trimester II, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan neonates. Didapatkan Ny. K umur 27 Tahun G2P1A0 usia kehamilan 28 minggu. Persalinan pada Ny. K berlangsung di Puskesmas, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, dan Ny. K memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.