cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Continuity of Care (COC) pada Ny L Umur 35 Tahun G2P1A0 di PMB Isnaningsih Ryan Nabela Maha Rani; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care) is the provision of midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate until deciding to use family planning. This aims to help monitor and detect the possibility of complications that accompany each mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. The method of midwifery care at PMB Isnaningsih and through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "L" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 1 delivery, 2 postpartum, 2 neonates, and 1 family planning. In Mrs. "L" the pregnancy process went physiologically without any problems or complications although in TM II the mother experienced back pain. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications and management had been carried out according to the 60 APN steps. In midwifery care during the postpartum period, it was normal and smooth. In providing midwifery care for family planning, the mother has been given counseling and decided to use Injectable Family Planning. Continuous midwifery care (continuity of care) that has been carried out on Mrs. "L" during pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns, and family planning, the examination results were within normal limits and there were no accompanying complications. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu memantau dan mendeteksi adanya Kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertaisetiap ibu dan bayi dari masa kemamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PMB Isnaningsih dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”L” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali,serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.”L” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM II ibu mengalami nyeri punggung. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “L” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan. 
Optimalisasi Tumbuh Kembang pada Balita dengan Smartpunturdi Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Heny Romdiyani; Feronika Askini Mirino; Elsa Umi Anisa; Intan Agustina Sukmajaya; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The toddler period is known as the golden age of child development, which significantly determines intelligence, personality, and social skills in later life. However, many children in Indonesia still experience developmental delays due to a lack of early stimulation. One alternative, effective, and safe stimulation method is the Smartpunktur technique, a non-invasive reflexology massage that can be performed by parents at home. This community service activity aimed to improve mothers' knowledge of child growth and development, as well as their skills in practicing the Smartpunktur massage technique as an early stimulation effort. The activity was conducted on June 10, 2025, in Nyatnyono Village, Ungaran Barat District, Semarang Regency, involving 14 mothers of toddlers. The implementation methods included health education, demonstrations, discussions, hands-on practice, pre-test, and post-test. Educational media used were PowerPoint presentations and instructional videos. The pre-test showed that most participants had a moderate level of knowledge (64.5%) and only 7% fell into the good category. After the educational session and demonstration, there was a significant increase in knowledge, with 85.7% of mothers reaching the good category and no participants remaining in the poor category. The activity was well-received, with active participation from all attendees. Health education and Smartpunktur training effectively increased mothers’ knowledge about early childhood growth and development stimulation. It is recommended that similar training be conducted regularly at Posyandu and be supported by cadres and local health authorities.   Abstrak Masa balita merupakan periode emas perkembangan anak yang sangat menentukan kecerdasan, kepribadian, dan kemampuan sosial di masa mendatang. Namun, masih banyak anak di Indonesia mengalami hambatan perkembangan akibat kurangnya stimulasi dini. Salah satu metode stimulasi alternatif yang efektif dan aman adalah teknik Smartpunktur, yaitu pijat pada titik refleksi tertentu tanpa jarum, yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang tumbuh kembang anak serta keterampilan melakukan teknik pijat Smartpunktur sebagai bentuk stimulasi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada 10 Juni 2025 di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, melibatkan 14 ibu balita. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, diskusi, praktik langsung, pre-test dan post-test. Media yang digunakan berupa PowerPoint dan video edukasi. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas ibu memiliki pengetahuan cukup (64,5%) dan hanya 7% dalam kategori baik. Setelah penyuluhan dan demonstrasi, pengetahuan meningkat signifikan, dengan 85,7% ibu masuk kategori baik dan tidak ada peserta di kategori kurang. Selain itu, kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi aktif seluruh peserta. Penyuluhan dan pelatihan teknik Smartpunktur efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang stimulasi tumbuh kembang. Disarankan agar pelatihan serupa dilakukan secara rutin di Posyandu dan didukung pendampingan kader serta Dinas Kesehatan setempat.
Asuhan Kebidanan pada Ny. D Umur 33 Tahun G2P1A0 di PMB Nur Laila Nur Laila; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of midwives is very important in reducing maternal and child mortality rates through continuous midwifery care from preconception, pregnancy, childbirth, postpartum, to family planning, in accordance with midwifery standards that can be carried out independently, collaboratively, or through referrals. The descriptive research method and type of descriptive research used are case studies with documentation using the SOAP method. The case study was conducted on Mrs. D aged 33 years in November 2024 to March 2025 with data collection methods using observation, interviews and document studies. Midwifery care began from the third trimester pregnancy visit, the mother complained of frequent urination and difficulty sleeping at night. The efforts made were education about the discomfort she experienced was normal. Delivery was carried out spontaneously without complications at Puri Asih Hospital, Salatiga at 39 weeks of gestation. The baby's birth weight was within normal limits and no congenital abnormalities were found. Postpartum care was carried out 4 times and no gaps were found. Family Planning Services The mother chose to use 3-month injections. Continuity of Care (COC) or continuous midwifery care for Mrs. D can be carried out and is well received by the mother, husband and other family members. The mother and family feel the benefits so that the mother and family's knowledge increases.   Abstrak Peran bidan sangat penting dalam menurunkan AKI dan AKB melalui asuhan kebidanan berkesinambungan "continuity of care" dari masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, hingga KB, sesuai dengan standar kebidanan yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaboratif, atau melalui rujukan.  Metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) dengan Pendokumentasian dengan metode SOAP.   Studi kasus dilakukan pada Ny. D umur 33 tahun pada bulan November 2024 sampai Maret 2025 dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Asuhan kebidanan dimulai sejak kunjungan kehamilan Trimester III, ibu mengeluhkan sering buang air kecil dan kesulitan tidur pada malam hari. Upaya yang dilakukan adalah edukasi tentang ketidaknyamanan yang dialaminya adalah hal yang normal. Persalinan dilakukan secara spontan tanpa komplikasi di RS Puri Asih Salatiga pada usia kehamilan 39 minggu. Berat lahir bayi berada dalam batas normal dan tidak ditemukan kelainan kongenital. Asuhan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali dan tidak ditemukan adanya kesenjangan.  Pelayanan KB Ibu memilih menggunakan KB Suntik 3 bulan.  Continuity Of Care (COC) atau asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. D ini dapat dilakukan dan diterima dengan baik oleh ibu, suami dan anggota keluarga lainnya. Ibu dan keluarga merasakan manfaatnya sehingga pengetahuan ibu dan keluarga semakin bertambah.
Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Disminore pada Remaja Putri di SMPN 02 Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Yuniari, Airin; Octavia, Armelinda; Mastri, Annisa; Octavia, Icca; Mayasari, Maryati; Agustina, Rina; Sumiati; Kristiningrum, Wahyu
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common gynecological disorders in adolescent girls. Adolescent girls who have menstruated often complain of menstrual pain (dysmenorrhea). Dysmenorrhea is pain during menstruation, usually characterized by a sensation of cramps concentrated in the lower abdomen. Complaints related to dysmenorrhea can range from mild to severe. The severity of menstrual cramps is directly related to the length of your period and the amount of blood in your period. Menstruation is almost always accompanied by a sensation of cramps or pain. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea is 64.25% with primary dysmenorrhea 54.89% and secondary dysmenorrhea 9.36%. This causes 14% of adolescent girls to often be absent from school and not carry out daily activities. This dysmenorrhea can have an impact on the teaching and learning activities of female students at school. Female students become unable to concentrate on studying and their motivation to learn will decrease due to dysmenorrhea felt during the teaching and learning process (Mulyati et al., 2022). One non-pharmacological method that has been proven effective in reducing dysmenorrhea is the acupressure technique. Acupressure is a technique of pressing certain points on the body based on the principle of meridians in traditional Chinese medicine, which functions to restore energy balance and reduce pain. The points most often used for menstrual pain are the SP6 (Sanyinjiao) point, which is on the inner foot, and the LI4 (Hegu) point, on the hand (Ranjani, 2023; Sari & Usman, 2021). This community service program includes three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. The activity has been carried out once, at SMPN 02 Tanjung Palas Timur, with 49 female students as participants. The results of the implementation showed an increase in knowledge in handling dysmenorrhea pain through acupressure massage.   Abstrak Dismenore adalah salah satu kelainan ginekologi yang paling sering terjadi pada remaja putri. Remaja putri yang sudah mengalami menstruasi sering mengeluh terjadinya nyeri menstruasi (dismenore). Dismenore adalah nyeri saat menstruasi, biasanya ditandai dengan sensasi kram yang terkonsentrasi di perut bagian bawah. Keluhan terkait dismenore dapat berkisar dari ringan hingga berat. Tingkat keparahan kram menstruasi berhubungan langsung dengan lamanya periode Anda dan jumlah darah dalam periode Anda. Menstruasi hampir selalu disertai sensasi mulas atau nyeri. Di Indonesia angka kejadian dismenore 64,25% dengan dismenore primer 54,89% dan dismenore sekunder 9,36%. Hal ini menyebabkan 14% remaja putri sering tidak hadir di sekolah dan tidak menjalani kegiatan sehari-hari. Dismenore ini dapat berdampak pada aktifitas belajar mengajar siswi di sekolah. Siswi menjadi tidak berkonsentrasi belajar dan motivasi belajar akan menurun karena dismenore yang dirasakan pada saat proses belajar mengajar (Mulyati et al., 2022). Salah satu metode non-farmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi dismenore adalah teknik akupresur. Akupresur adalah teknik penekanan pada titik-titik tertentu di tubuh berdasarkan prinsip meridian dalam pengobatan tradisional Tiongkok, yang berfungsi untuk mengembalikan keseimbangan energi dan mengurangi rasa sakit. Titik yang paling sering digunakan untuk nyeri haid adalah titik SP6 (Sanyinjiao), yaitu di kaki bagian dalam, dan titik LI4 (Hegu), di tangan (Ranjani, 2023; A. P. Sari & Usman, 2021). Program pengabdian masyarakat ini mencakup tiga tahapan, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak satu kali, di SMPN 02 Tanjung Palas Timur, dengan peserta sebanyak 49 siswi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam penanganan nyeri disminore melalui pijat akupresure.Diharapkan kepada remaja untuk dapat melakukan penanganan nyeri disminore dengan akupresure secara mandiri.
Penyuluhan Metode Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Haid pada Remaja Nor Aini; Regitha Cahya, Venny Thrissia; Maimunah; Tri Wahyuni S; P, Djandjang; Suprapti; Haniah, Siti; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) refers to pain or cramps in the lower abdomen that occur before or during menstruation. This condition is very common among women and can range from mild to severe, often interfering with daily activities. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and skills in alleviating menstrual pain symptoms through acupressure techniques. The activity was conducted in two different locations: in Kelincauan Village, Sekatak Subdistrict, Bulungan Regency, North Kalimantan Province on May 31, 2025, involving 11 female adolescents, and in Gununggempol Village, Jumo Subdistrict, Temanggung Regency, Central Java Province on June 4, 2025, with 15 female adolescent participants. The methods used included education, hands-on training, and evaluation through pre-tests and post-tests. The evaluation results showed a significant increase in participants’ knowledge of acupressure, from low to high categories after the intervention.   Abstrak Nyeri haid (dismenore) adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah yang dirasakan sebelum atau selama menstruasi. Kondisi ini sangat umum dialami wanita dan bisa bersifat ringan atau berat, nyeri haid dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja untuk meringankan gejala nyeri haid melalui teknik akupresur. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat berbeda yaitu Desa Kelincauan Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Provinsi kalimantan utara di tanggal 31 Mei 2025 dengan jumlah peserta 11 remaja putri dan  di Desa Gununggempol, Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2025 dengan jumlah peserta 15  remaja putri. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai akupresur, dari kategori rendah menjadi tinggi setelah dilakukan  intervensi.               
Asuhan Kebidanan Komperhensif pada Ny. K Umur 25 Tahun G1P0A0 di Desa P Dwisyambirandy, Nofy; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is the process of meeting between sperm and ovum naturally producing single cells (zygote). However, in the third trimester of pregnancy, the occurrence of abdominal enlargement, anatomical changes, and hormonal changes cause various complaints in pregnant women. Various complaints in pregnant women in the third trimester, namely shortness of breath, lower back pain, hemorrhoids, sleep disorders, pain in the pelvic area, dizziness, abdominal cramps, frequent BAK and discomfort due to sudden contractions and not a few mothers die due to childbirth, this is influenced by general health status, education and services during pregnancy and childbirth. The main causes of maternal death are hypertension in pregnancy and postpartum hemorrhage. Some circumstances that can cause an unhealthy condition of pregnant women include handling complications, anemia, pregnant women suffering from diabetes, hypertension, malaria, and too four (too young to be 35 years old, too close to 2 years apart and too many children > 3 years old). In improving public health status, the indicator to be achieved is the decrease in maternal mortality rate from 359 per 100.00 live births in SDKI 2012 to 306 per 100,000 live births in 2019.   Abstrak Abstrak Kehamilan merupakan terjadinya proses pertemuan antara sperma dan ovum secara alami menghasilkan sel tungggal (zigot). Akan tetapi pada kehamilan trimester ketiga terjadinya pembesaran perut perubahan anatomis dan perubahan hormonalhal tersebut menimbulkan berbagai keluhan pada Wanita hamil. Macam- macam keluhan pada Wanita hamil ditrimester tiga yaitu nafas terasa sesak, nyeri punggung bagian bawah, hemoroid, gangguan tidur, nyeri pada area pelvis, pusing, kram pada perut, sering BAK dan rasa tidak nyaman akibat kontraksi yang muncul tiba-tiba dan tidak sedikit pula ibu meninggal dunia akibat melahirkan hal ini dipengaruhi oleh status Kesehatan secara umum, Pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan. Penyebeb utama kematian ibu yaitu hipertensi dalam kehamilan dan perdarahan postpartum. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan kondisi ibu hamil tidak sehat antara lain adalah penanganan komplikasi, anemia, ibu hamil yang menderita diabetes, hipertensi, malaria, dan empat terlalu (terlalu muda 35 tahun, terlalu dekat jaraknya 2 tahun dan terlalu banyak anaknya > 3 tahun). Dalam peningkatan status kesehatan masyarakat, indikator yang akan dicapai adalah menurunnya angka kematian ibu dari 359 per 100.00 kelahiran hidup pada SDKI 2012 menjadi 306 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2019
Pengabdian Masyarakat pada Remaja dengan Metode Akupresur untuk Mengatasi Nyeri Haid Dewi Muawanah; Heni Setyowati; Rudh Dama Yanthi; Salmiyah Rasyid; Suji Wahyuningsih; Endah Sulistiyowati; Mutoharoh; Sofiyatun
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a common complaint among adolescent girls that often disrupts their learning activities and daily routines. Acupressure is recognized as a safe, simple, and self-applicable non-pharmacological method to help relieve menstrual pain. This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge and skills in using acupressure techniques as an alternative for managing dysmenorrhea. The activity was conducted on May 26, 2025, at SMP Patra Darma 1 Balikpapan and involved 51 female students from grades VII and VIII. The implementation methods included health education through small group discussions, delivery of material using visual aids such as PowerPoint presentations and educational leaflets, as well as hands-on practice of acupressure techniques. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure changes in participants’ knowledge. Pre-test results indicated that most participants had a moderate level of knowledge (76.5%), with only 13.7% in the high category. After the intervention, a significant improvement was observed, with 78.4% of participants achieving a high level of knowledge. The Paired Samples Test showed a significance value of < 0.001, indicating that the program effectively enhanced participants’ understanding of acupressure for managing menstrual pain. This program proved to be beneficial and is recommended for replication in other schools as part of ongoing reproductive health education efforts for adolescents.   Abstrak Dismenore atau nyeri haid merupakan keluhan yang umum dialami oleh remaja putri dan sering mengganggu aktivitas belajar serta keseharian mereka. Akupresur dikenal sebagai salah satu metode non-farmakologis yang aman, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri untuk mengatasi nyeri haid. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam menggunakan teknik akupresur sebagai alternatif pengelolaan dismenore. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2025 di SMP Patra Darma 1 Balikpapan dan melibatkan 51 siswi kelas VII dan VIII sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan melalui diskusi kelompok kecil, penyampaian materi menggunakan media visual berupa PowerPoint dan leaflet, serta praktik langsung teknik akupresur. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil pre-test menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan sedang (76,5%) dan hanya 13,7% yang berada pada kategori tinggi. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan, dengan 78,4% peserta mencapai tingkat pengetahuan tinggi. Uji Paired Samples Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,001, menandakan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai akupresur untuk mengatasi nyeri haid. Program ini terbukti bermanfaat dan layak untuk direplikasi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah lain sebagai bagian dari upaya edukasi kesehatan reproduksi remaja.
Metode Akupresure untuk Mengurangi Dismenorea Remaja Nafi’ah; Retno Ginanjar; Anggraeni Indri Hapsari; Inayatul Hidayah; Kurniawati Tri Utami; Reni Mustikaningrum; Rizky Febria Suseno; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a common complaint experienced by adolescent girls and can interfere with their daily activities, both at school and in social settings. This issue is often not addressed optimally due to the limited knowledge adolescents have about non-pharmacological approaches to managing menstrual pain. Acupressure is known as an effective and safe non-pharmacological method for pain management. This community service program aimed to increase adolescents’ knowledge about dysmenorrhea and to teach acupressure techniques as an alternative approach. The activity was conducted simultaneously on May 31, 2025, in three locations: Loragung Village (Pekalongan), Girimukti Village (Penajam Paser Utara), and Tanjung Redeb Sub-district (Berau), involving 29 female adolescents. The methods used included health education, small group discussions, hands-on acupressure practice, and evaluation through pre-test and post-test assessments. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with a statistical significance value of < 0.001. This program proved to be effective and is recommended for sustainable replication in other communities.   Abstrak Dismenore atau nyeri haid merupakan keluhan umum yang dialami oleh remaja perempuan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan sosial. Masalah ini seringkali tidak ditangani secara optimal karena minimnya pengetahuan remaja tentang penanganan nyeri haid yang non-farmakologis. Metode akupresur dikenal sebagai salah satu penanganan non-farmakologis yang efektif dan aman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dismenore dan keterampilan akupresur sebagai alternatif pengelolaannya. Kegiatan dilaksanakan serempak pada 31 Mei 2025 di tiga lokasi: Desa Loragung (Pekalongan), Desa Girimukti (Penajam Paser Utara), dan Kelurahan Tanjung Redeb (Berau), melibatkan 29 remaja perempuan. Metode yang digunakan mencakup edukasi, diskusi kelompok kecil, praktik akupresur, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dengan nilai signifikansi < 0,001.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. T, Umur 22 Tahun, G1P0A0 di Desa Sukorejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan Kamini; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and neonatal mortality remain major challenges in Indonesia's healthcare system. One effective strategy to reduce maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) is the implementation of Continuity of Care (CoC), a comprehensive and continuous midwifery care approach from pregnancy through childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. This case study aims to describe the implementation of comprehensive midwifery care for Mrs. T, a 22-year-old primigravida (G1P0A0), in Sukorejo Village, Kesesi District, Pekalongan Regency. This descriptive research employed a case study design and was carried out using the seven-step Varney midwifery management process, documented using the SOAP format. Antenatal care was provided at 38 weeks of gestation, during which the mother and fetus were found to be in physiological condition with no complications. Counseling focused on nutrition, adequate rest, birth preparedness, and recognizing early signs of labor. During labor, comprehensive care was provided through all four stages of delivery. Labor progressed spontaneously, and the baby was delivered in good condition with a birth weight of 3,450 grams. Postpartum care was carried out in three visits, showing no signs of complications and indicating a normal recovery. The mother was counseled about postpartum nutrition, breastfeeding, and newborn care. Newborn care included physical examination, administration of vitamin K, immunization with Hepatitis B (Hb 0), and education on thermal protection and exclusive breastfeeding. In the family planning phase, the mother received counseling on various contraceptive methods, including their benefits and possible side effects. She chose a long-acting reversible contraceptive (LARC), specifically an implant. The decision was made with informed consent, and she expressed readiness to adhere to the recommended method. This case study found no gap between theoretical knowledge and clinical practice. The care provided was aligned with national midwifery service standards and demonstrated the effectiveness of CoC in improving maternal and neonatal health outcomes. Furthermore, it highlights the importance of integrating CoC into midwifery education to ensure students gain practical skills and experience in providing comprehensive care.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan maternal di Indonesia. Salah satu upaya untuk menurunkan angka tersebut adalah melalui pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pemberian asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana (KB). Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. T, usia 22 tahun, G1P0A0, di Desa Sukorejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan berdasarkan tujuh langkah proses kebidanan Varney dan dicatat dalam format SOAP. Asuhan kehamilan dilakukan pada usia gestasi 38 minggu, menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan fisiologis tanpa keluhan atau risiko yang memerlukan penanganan khusus. Asuhan persalinan diberikan secara menyeluruh dari kala I hingga kala IV, dengan hasil persalinan spontan dan bayi lahir dalam kondisi sehat. Selama masa nifas dilakukan tiga kali kunjungan yang menunjukkan kondisi ibu dalam masa pemulihan yang baik, dan tidak ditemukan komplikasi. Asuhan pada bayi baru lahir meliputi pemeriksaan fisik, pemberian imunisasi hepatitis B (Hb 0), edukasi perawatan bayi, serta dukungan terhadap praktik menyusui eksklusif. Pada fase KB, ibu memilih metode kontrasepsi implan setelah diberikan konseling terkait jenis, manfaat, serta efek samping alat kontrasepsi jangka panjang. Hasil dari studi kasus ini menunjukkan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktik, serta pelaksanaan asuhan kebidanan yang sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pendekatan Continuity of Care secara komprehensif dan konsisten dapat mendeteksi dini risiko dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Pendekatan ini juga memberikan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan teori ke dalam praktik nyata.
Mengurangi Nyeri Haid dengan Terapi Akupresure Disminorea Ninda Azifati Nurfitri; Vera Yunita; Christlin Dika Kappu; Mega Riani Mangiwa; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is a menstrual pain disorder that is commonly experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities. Repeated use of painkillers can cause side effects, so safe and easy-to-apply non-pharmacological alternatives are needed. Acupressure is one alternative method that has been proven effective in relieving menstrual pain through stimulation of certain points on the body. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of adolescents in dealing with dysmenorrhea using acupressure techniques. The activity was carried out in desa Margadana Jawa Tengah,Village Suka Karya Kalimantan Barat,Kampung Merapun Kalimantan Timur serta Brau Kalimantan Timur.on June 8, 2025, involving 16 adolescent girls as participants. The implementation method consisted of five stages, namely: coordination, pretest, counseling, practice, and posttest. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score from 38.7 (pretest) to 84.2 (posttest). All participants were also declared able to practice acupressure techniques independently and correctly. This activity proves that direct practice-based education is effective in improving adolescents' understanding and skills in managing dysmenorrhea, and can be applied as a promotive and preventive effort in adolescent health services.   Abstrak Dismenore merupakan gangguan nyeri saat menstruasi yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penggunaan obat pereda nyeri secara berulang dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Akupresur adalah salah satu metode alternatif yang terbukti efektif meredakan nyeri haid melalui stimulasi titik-titik tertentu pada tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam menangani dismenore menggunakan teknik akupresur. Kegiatan dilaksanakan di desa Margadana Jawa Tengah,Desa Suka Karya Kalimantan Barat,Kampung Merapun Kalimantan Timur serta Brau Kalimantan Timur.pada 8 Juni 2025, dengan melibatkan 16 remaja putri sebagai peserta. Metode pelaksanaan terdiri atas lima tahap yaitu: koordinasi, pretest, penyuluhan, praktik, dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 38,7 (pretest) menjadi 84,2 (posttest). Seluruh peserta juga dinyatakan mampu mempraktikkan teknik akupresur secara mandiri dan benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam mengelola dismenore, serta dapat diterapkan sebagai upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan remaja.