cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. R Umur 30 Tahun di TPMB Siwi Indriatni Musarofah, Siti; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data information from PMB Siwi Indriatni in August - November 2024 there were high risk pregnant women patients. A total of 6 people with a history of SC, 2 people with a history of hypertension, 2 people with KEK, and 1 person with twin pregnancies. Through the implementation of comprehensive midwifery care, it is hoped that if there are abnormalities or complications, they can be prevented so as to reduce the morbidity and mortality rate of mothers and babies. Therefore, the author is interested in conducting comprehensive midwifery care on Mrs R, age 30 years G2P1A0 at PMB Siwi Indriatni. The method used is a case review study conducted at PMB Siwi Indriatni from November 2024 to February 2025. The subject used was a second trimester pregnant woman, followed by the process of childbirth, postpartum, LBW, neonates and family planning. Data collection techniques were carried out by interview, observation, examination, and documentation study. The results obtained: in pregnancy care Mrs R aged 30 years G2P1A0 was carried out starting from the gestational age of 29 - 38 weeks 2 days. During the assessment, the mother complained of leg and back pain, but the mother could cope well after being given health care. Delivery care for Mrs R with a gestational age of 38 weeks 2 days, vaginally normal. The baby was born spontaneously on 15 January 2025 at 13.08 WIB, immediately crying, moving actively, reddish skin, female sex. Birth weight of the baby Mrs. R 2900 grams, PB 49 cm, LD 32 cm, LK 33 cm, Lila 12 cm. Neonate assessment obtained the results of a healthy baby. In the assessment of the postpartum period, the results obtained that the postpartum period took place normally. In family planning midwifery care, Mrs R uses IUD birth control.   Abstrak Informasi data dari PMB Siwi Indriatni pada bulan Agustus – November 2024 terdapat pasien ibu hamil resiko tinggi. Sebanyak 6 orang dengan riwayat SC, 2 orang dengan riwayat hipertensi, 2 orang dengan KEK, dan 1 orang dengan kehamilan kembar. Melalui pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif diharapkan jika terdapat kelainan atau komplikasi, agar dapat di cegah sehingga mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan asuhan kebidanan komprerhensif pada Ny. R umur 30 tahun G2P1A0 di PMB Siwi Indriatni. Metode yang digunakan adalah Study penelaahan kasus yang dilaksanakan di PMB Siwi Indriatni pada bulan November 2024 sampai Februari 2025. Subyek yang digunakan yakni seorang ibu hamil trimester II, diikuti sampai proses persalinan, nifas, BBL, neonatus dan KB. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pemeriksaan, dan studi dokumentasi. Didapatkan hasil : pada asuhan kehamilan Ny. R umur 30 tahun G2P1A0 dilakukan mulai dari umur kehamilan 29 - 38 minggu 2 hari. Saat pengkajian ibu mengeluh pegel kaki dan pinggang, namun ibu bisa mengatasi dengan baik setelah diberikan penkes. Asuhan persalinan Ny. R dengan usia kehamilan 38 minggu 2 hari, secara normal pervaginam. Bayi lahir spontan tanggal 15 januari 2025 jam 13.08 WIB, langsung menangis, bergerak aktif, kulit kemerahan, jenis kelamin perempuan. BB lahir bayi Ny. R 2900 gram, PB 49 cm, LD 32 cm, LK 33 cm, Lila 12 cm. Pengkajian neonatus diperoleh hasil bayi sehat. Pada pengkajian masa nifas diperoleh hasil bahwa masa nifas berlangsung normal. Pada asuhan kebidanan keluarga berencana, Ny. R menggunakan KB IUD.
Edukasi Pijat Oksitosin Sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Postpartum di RSU Puri Asih Salatiga Ana Zully Astuti; Ryan Nabela Maharani; Vistra Veftisia; Ninik Christiani; Rinda Murtiningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxytocin massage is one of the non-pharmacological methods that has been proven effective in stimulating breast milk production through stimulation of oxytocin and prolactin hormones. This study aims to determine the level of knowledge of breastfeeding mothers about oxytocin massage before and after education. The research design used was community service with a one group pretest-posttest approach. A total of 15 respondents of breastfeeding mothers were involved in this study. The results showed that before education, most respondents did not understand the concept, duration, frequency, and technique of oxytocin massage correctly, with a low percentage of correct answers, especially in technical aspects. After education was provided, there was a significant increase in knowledge on all aspects of the question. The conclusion of this study is that education has an important role in improving breastfeeding mothers' knowledge about oxytocin massage. It is recommended that this education is conducted routinely and involves the role of family and health workers to support successful breastfeeding.   Abstrak Pijat oksitosin merupakan salah satu metode non-farmakologis yang terbukti efektif dalam merangsang produksi air susu ibu (ASI) melalui stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai pijat oksitosin sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Desain penelitian yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 15 responden ibu menyusui dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebagian besar responden belum memahami secara tepat konsep, durasi, frekuensi, serta teknik pijat oksitosin, dengan persentase jawaban benar masih rendah, terutama pada aspek teknis. Setelah edukasi diberikan, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh aspek pertanyaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui mengenai pijat oksitosin. Disarankan agar edukasi ini dilakukan secara rutin dan melibatkan peran keluarga serta tenaga kesehatan guna mendukung keberhasilan menyusui.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.K Umur 27 Tahun G2P1A0 dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskesmas Pringapus Nova Oktaviani; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are still health problems that are prioritized in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in 2030. One of the efforts made to reduce MMR and IMR is to provide comprehensive midwifery care through a continuity of care (COC) approach. Providing midwifery care in continuity of care to Mrs. K starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn to family planning services. The method used in this report is a case study of one physiological pregnant woman in the second trimester conducted in the Pringapus Health Center working area on November 16, 2024 - May 11, 2025. Data were collected using the assessment format, KIA/KMS book and analyzed using the Varney 7-step midwifery management approach and SOAP documentation. Mrs. K, 27 years old, G2P1A0 with physiological pregnancy and hemoglobin level of 10.2 g/dl was given care from 15 weeks gestation to 30th day postpartum. Care included education about anemia, monitoring fetal growth and development, danger signs of pregnancy and childbirth, and preparation for delivery. The mother gave birth spontaneously at 40 weeks 2 days gestation with a baby boy weighing 3300 grams in good condition. During the postpartum period, education was provided on exclusive breastfeeding, wound care, danger signs, and nutrition. The newborn was visited until day 25 and showed good development. At the end of the postpartum period, the mother became a MAL family planning acceptor. There was no gap between the theory and practice of midwifery care. Continuity of care midwifery care has a positive impact on improving the health of mothers and babies and encouraging mothers to be more prepared and independent in undergoing pregnancy to postpartum. It is expected that health workers, especially midwives, continue to improve the quality of continuity of care services, and midwifery students can apply theory in practice to reduce MMR and IMR in Indonesia.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan pemberian asuhan kebidanan secara komprehensif melalui pendekatan Continuity Of Care (COC). Memberikan asuhan kebidanan secara continuity of care pada Ny. K mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah studi kasus (Case Study) terhadap satu orang ibu hamil fisiologis trimester II yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pringapus pada tanggal 16 November 2024 sampai 10 Mei 2025. Data dikumpulkan menggunakan format pengkajian, buku KIA/KMS dan dianalisis dengan pendekatan 7 langkah manajemen kebidanan Varney serta dokumentasi SOAP. Ny. K, 27 tahun, G2P1A0 dengan kehamilan fisiologis dan kadar hemoglobin 10,2 g/dl diberikan asuhan sejak usia kehamilan 15 minggu hingga masa nifas hari ke-30. Asuhan meliputi edukasi tentang anemia, pemantauan tumbuh kembang janin, tanda bahaya kehamilan dan persalinan, serta persiapan persalinan. Ibu melahirkan spontan pada 12 Mei 2025 di RS Ken Saras usia kehamilan 40 minggu 2 hari dengan bayi laki-laki BB 3.300 gram dalam kondisi baik. Selama masa nifas, dilakukan edukasi terkait ASI eksklusif, perawatan luka, tanda bahaya, dan pemenuhan nutrisi. Bayi baru lahir dilakukan kunjungan hingga hari ke-25 dan menunjukkan perkembangan baik. Pada akhir masa nifas, ibu menjadi akseptor KB MAL. Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik asuhan kebidanan. Asuhan kebidanan continuity of care memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesehatan ibu dan bayi serta mendorong ibu untuk lebih siap dan mandiri dalam menjalani masa kehamilan hingga pasca persalinan. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan terus meningkatkan kualitas pelayanan continuity of care, serta mahasiswa kebidanan dapat mengaplikasikan teori dalam praktik guna menurunkan AKI dan AKB di Indonesia.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.S Usia 19 Tahun G3P2A0 di PKM Kalongan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Windu Lestari; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During pregnancy, childbirth, newborns, postpartum period to the use of contraception, women will experience various health problems. In order for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum period and the use of contraception to run normally, good health services are needed through continuous care (continuity of care). The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with documentation using the SOAP method. The case study was conducted on Mrs. S G3P2A0 in December 2024 to March 2025, the data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Comprehensive midwifery care for pregnancy was given counseling on pregnancy danger signs, the mother gave birth by Caesarean Section at 37 weeks of pregnancy at Kariadi Hospital. Neonatal visits were conducted 1 time with normal results. Postpartum visits 2 times with normal results. The mother chose to use Implant KB. Comprehensive midwifery care will improve the health and well-being of the mother and fetus.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas hingga penggunaan kontrasepsi, wanita akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Supaya kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas serta penggunaan KB berjalan normal diperlukan pelayanan kesehatan yang baik melalui Asuhan yang berkesinambungan (continuity of care). Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Pendokumentasian dengan metode SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny.S G3P2A0 pada bulan Desember 2024 sampai Maret 2025 metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif kehamilan diberikan konseling tanda bahaya kehamilan, Ibu bersalin secara Seksio Sesarea pada umur kehamilan 37 minggu di RS Kariadi. Kunjungan neonatal dilakukan 1 kali hasil normal. Nifas 2 kali kunjungan hasil normal. Ibu memilih untuk ber KB Implant. Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. NA Usia 30 Tahun G3P2A0 dengan KEK dan Kala I Lama di Puskesmas Rizky Rahayu Pradani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality is defined as all deaths during the period of pregnancy, childbirth and the postpartum period caused by management but not due to other causes such as accidents or incidents. According to the Indonesian Ministry of Health (2023), there were 466 maternal deaths in Central Java Province. In Pekalongan City, based on data from the Pekalongan City Health Service, there were 5 maternal deaths during November 2024 period. Reducing maternal and child mortality rates are priorities for Indonesia's health program. So, midwives must have a midwifery philosophy that emphasizes services for women (Women Centered Care). One of way to improve midwifery  services is implementating Continuity of Care (CoC) Model. CoC is continuous and comprehensive care from pregnancy period until family planning services and the aim of this continuity of care is to prevent complications in pregnancy. The purpose of this case study is the author able to apply theory and practice into real experiences to provide comprehensif Midwifery Care during antenatal, intranatal, postnatal, neonatus and  Family Planning Services. The method is descriptive and the type is Case study by caring of a pregnant woman with gestational age of 20 weeks 5 days in PPS Health Center. The results during comprehensive care found the complications during pregnancy, there were Chronic Energy Deficiency (CED) and Mild Anemia. During the labor stage, found complications, there were prolonged first stage and oligohydramnion, so midwife give the treatment according to the case.  The conclusion is Continuity of Care by the midwife has been provided starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonatus and newborn so that the mother can avoid the complications.     Abstrak Kematian ibu didefinisikan sebagai semua kematian selama periode kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh pengelolaannya tetapi bukan karena sebab lain seperti kecelakaan atau insidental. Menurut Kemenkes RI (2023) kasus kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 466 kasus. Di Kota Pekalongan sendiri, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bahwa kasus kematian ibu per November 2024 adalah sebanyak 5 kasus. Penurunan AKI dan AKB saat ini terus menjadi prioritas program kesehatan Indonesia. Oleh karena itu, bidan harus mempunyai filosofi kebidanan yang menekankan pada pelayanan tehadap perempuan (Women Centered Care). Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kebidanan adalah menerapkannya model Continuty of Care (COC) yaitu perawatan yang berkesinambungan dan menyeluruh yang diberikan mulai dari masa kehamilan sampai dengan pelayanan keluarga berencana dengan tujuan untuk mencegah komplikasi dalam kehamilan. Tujuan dari studi kasus ini adalah penulis mampu mengaplikasikan teori dan praktek ke dalam pengalaman nyata yaitu dengan melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas pelayanan KB serta BBL secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu hamil dengan usia kehamilan 20 minggu 5 hari di wilayah kerja Puskesmas PPS. Hasil yang diperoleh selama asuhan komprehensif ditemukan peyulit selama kehamilan yaitu ibu mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan Anemia Ringan dan di tahap persalinan ibu mengalami penyulit kala I lama dan Oligohidramnion sehingga diberikan tata laksana sesuai dengan kasus. Kesimpulannya adalah asuhan kebidanan komprehensif telah diberikan dimulai saat hamil, bersalin, nifas, neonatus, bayi baru lahir sehingga ibu terhindar dari komplikasi.
Penatalaksanaan Emesis Gravidarum pada Ny. H G3P2A0 Umur 31 Tahun dengan Pijat Akupresur Sari, Lidia Ratna; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis Gravidarum is a symptom of nausea accompanied by vomiting that occurs in early pregnancy (Niebyl, 2010). The cause of emesis gravidarum is increased levels of the hormones Estrogen, Progesterone and Human Chorionic Gonodothropine (HCG). Nausea and vomiting in pregnancy are often also called "morning sickness". However, around 17% of pregnant women report experiencing nausea and vomiting only in the morning. A prospective study involving 160 mothers found that 74% of mothers reported experiencing nausea with an average duration of 34.6 days. "Morning sickness" occurred in only 1.8% and 80% of mothers reported experiencing nausea that lasted all day. Only half of the mothers reported not experiencing nausea and vomiting after 14 weeks of gestation. The purpose of this study was to provide midwifery care to Mrs. H. The research instrument used a descriptive approach method and was documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in November 2024 - June 2025. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother experienced emesis Gravidarum, so she taught the mother acupressure massage techniques. During labor and postpartum, there were no problems. In newborn care, all were found to be within normal limits. Based on the results of the comprehensive midwifery care report on Mrs. H aged 31 years in Sidorahayu, the researcher obtained the following conclusions: pregnancy care, the mother complained of morning sickness, HB 11 gr / dL, was given comprehensive care with acupressure massage techniques and advised the mother to eat little by little but often. The labor process went smoothly and the mother was given Endorphin massage care to reduce labor pain. The second postpartum care, the mother had no complaints, In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given vitamin K 1 mg care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care Mrs. H used 3-month injection birth control. It is hoped that the client can apply the midwifery care that has been given so that it can increase knowledge and experience. The family can also be expected to help meet the mother's needs, provide psychological support, carry out the role and function of the family to maintain the health of the mother and child.   Abstrak Emesis Gravidarum adalah gejala mual yang disertai dengan muntah yang terjadi pada awal kehamilan (Niebyl, 2010). Penyebab emesis gravidarum adalah meningkatnya hormon Estrogen, Progesteron dan Human Chorionic Gonodothropine (HCG). Mual dan muntah pada kehamian sering juga disebut ‘’morning sickness’’. Akan tetapi sekitar 17% ibu hamil yang melaporkan mengalami mual dan muntah hanya di pagi hari. Sebuah penelitian prospektif yang melibatkan 160 ibu menemukan bahwa 74% ibu melaporkan mengalami mual dengan durasi rata-rata selama 34,6 hari ‘’morning sickness’’ terjadi hanya pada 1,8% dan 80% ibu melaporkan mengalami mual yang berlangsung sepanjang hari. Hanya setengah dari ibu yang melaporkan tidak mengalami mual muntah setelah usia gestasi 14 minggu. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. H Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 – Juni 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami emesis Gravidarum, sehingga mengajarkan ibu tehnik pijat akupresur. Selama persalinan sampai dengan nifas tidak mengalami masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal.Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.H umur 31 tahun di sidorahayu, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagia berikut asuhan kehmailan, ibu mengeluh mual pada pagi hari, HB 11 gr/dL, diberikan asuhan komperhensif teknik pijat akupresur dan menyarankan ibu untuk makan sedikit-sedikit tapi sering. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan Endorphin massage untuk mengurangi nyeri persalinan. Asuhan nifas kedua, ibu tidak ada keluahan, Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. H menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan sehingga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. Keluarga juga dapat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan ibu, memberikan dukungan psikologis, menjalankan peran dan fungsi keluarga untuk tetap mempertahankan kesehatan ibu dan anak.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “A” Usia 35 Tahun G2P0A1 di Rumah Sakit Hermina Yulinda Yasa Putri; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator of the success of a country's services. Every day in 2020, almost 800 women died from preventable causes related to pregnancy and childbirth. A maternal death occurred almost every two minutes in 2020. Between 2000 and 2020, the maternal mortality ratio (MMR, the number of maternal deaths per 100,000 live births) fell by about 34% worldwide. Nearly 95% of all maternal deaths occurred in low- and lower-middle-income countries in 2020. Complications that cause maternal death are bleeding, infection and preeclampsia. Care by health professionals before, during and after childbirth can save the lives of women and newborns (WHO, 2024). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in a Continuity of Care (COC) manner for Mrs. A Age 35 Years G2P0A1 at Hermina Hospital with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and at the time of choosing a contraceptive device and documenting using SOAP. While health services for children are carried out when the baby is born, neonatal visits and counseling on how to care for the umbilical cord to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques use interview methods and direct observation of patients. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely back pain and was given prenatal yoga care. During labor there were no problems, the mother was given care according to the APN 60 steps. No problems were found in postpartum care. In newborn care, all were found to be within normal limits, an SHK examination was carried out. While in family planning care, Mrs. A decided to use a short-term contraceptive method, namely condoms.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan suatu negara. Setiap hari di Tahun 2020, hampir 800 wanita meninggal karena penyebab yang dapat dicegah terkait kehamilan dan persalinan. Kematian ibu terjadi hampir setiap dua menit pada Tahun 2020. Antara Tahun 2000 dan 2020, rasio kematian ibu (MMR, jumlah kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup) turun sekitar 34% di seluruh dunia. Hampir 95% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah pada Tahun 2020. Komplikasi yang menyebabkan kematian ibu yaitu perdarahan, infeksi dan preeklampsia. Perawatan oleh tenaga kesehatan profesional sebelum, selama, dan setelah melahirkan dapat menyelamatkan nyawa wanita dan bayi baru lahir (WHO, 2024). Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 35 Tahun G2P0A1 di Rumah Sakit Hermina dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehantan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lair, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri pinggang dan diberikan asuhan yoga prenatal. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. A memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka pendek yaitu kondom.
Kanggoro Mother Care (KMC) untuk Tatalaksana pada BBLR Aprillia, Rika; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low birth weight babies (BBLR) are more often problematic than full-term babies and normal birth weight babies. Especially for BBLR because of premature birth, the function of the organs of the body is still not perfect, so it needs to get special treatment. Problems that are often experienced by BBLR include difficulty maintaining body temperature due to: increased heat loss, lack of subcutaneous fat, large ratio of skin surface area to body weight, and reduced heat production due to inadequate brown fat and inability to shiver. This BBLR can increase mortality, morbidity, disability in neonates, infants and children and have a long-term impact on their lives in the future. Related to the adverse impact of BBLR, general management of BBLR is indispensable to prevent complications. Common assessments that can be given to babies with BBLR are maintaining body temperature, regulating and monitoring nutritional intake, preventing infection, weighing weight, giving oxygen and monitoring the airway. Efforts that can be made are Kangaroo Mother Care (KMC) or Kangaroo Method Care (FMD) which is a treatment for premature babies and low birth weight babies (BBLR) by making direct contact between the baby's skin and the mother's skin or skin-to-skin contact, where the mother uses her body temperature to warm the baby. This study uses a descriptive case study method. Case studies are carried out by researching a problem through a case consisting of a single unit. The method used is a descriptive method of a case study of BBLR management. Data collection techniques with Primary Data are the type of data collected by researchers directly from primary sources through interviews, surveys, experiments, KIA books etc. The care provided after the baby returns home at the age of 10 days is to teach mothers to do KMC (Kanggoroe Mother Care), as well as education related to the use of small baby KIA books. From the obstetric care of By. Mrs. S Low Birth Weight with the application  of Kanggoroo Mother Care (KMC), the results of weight gain from 1430 grams increased to 2600 grams at the age of 1 month and 23 days and body temperature was stable. The authors conclude that the kangaroo method can be used as a non-pharmacological therapy to be prescribed in babies with cases of low birth weight.   Abstrak Bayi  berat  badan  lahir  rendah  (BBLR)  lebih  sering  bermasalah dibanding dengan  bayi cukup bulan dan bayi berat lahir normal. Terutama untuk BBLR karena kelahiran prematur, fungsi organ-organ  tubuh  masih  belum  sempurna,  sehingga  perlu  mendapatkan  penanganan  khusus. Masalah yang sering dialami BBLR antara lain kesulitan untuk mempertahankan suhu tubuh karena: peningkatanhilangnya panas, kurangnya lemak subkutan, rasio luas permukaan kulit terhadap berat badan  yang  besar,  serta  produksi  panas  berkurang  akibat  lemak  coklat  yang  tidak  memadai  dan ketidakmampuan  menggigil. BBLR  ini  dapat  meningkatkan  mortalitas,  morbiditas, disabilitas neonatus, bayi dan anak serta memberikan dampak jangka panjangterhadap kehidupannya di masa depan. Terkait dengan dampak buruk BBLR maka  penatalaksanaan umum pada  BBLR menjadi hal yang sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Penatalaksaan umum yang dapat diberikan pada bayi dengan BBLR yaitu mempertahankan suhu tubuh, pengaturan dan pengawasan intakenutrisi, pencegahan infeksi, penimbangan berat badan, pemberian oksigen dan pengawasan jalan nafas. Upaya yang dapat dilakukan yaitu Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan perawatan untuk bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu atau skin-to-skin contact, dimana ibu menggunakan suhu tubuhnya untuk menghangatkan bayi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus. Studi kasus dilaksanakan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Metode yang digunakan merupakan metode deskritif studi kasus penatalaksanaan BBLR. Teknik pengumpulan data dengan Data Primer adalah jenis data yang dikumpulkan oleh peneliti langsung dari sumber utama melalui wawancara, survei, eksperimen, buku KIA dll. Asuhan yang diberikan setelah bayi pulang ke rumah umur bayi 10 hari yaitu mengajarkan ibu untuk melakukan KMC (Kanggoroe Mother Care), serta edukasi terkait penggunaan buku KIA bayi kecil. Dari asuhan kebidanan pada By. Ny. S Berat Badan Lahir Rendah dengan penerapan Kanggoroo Mother Care (KMC) didapatkan hasil berat badan bertambah dari 1430 gram bertambah menjadi 2600 gr di usia 1 bulan 23 hari dan suhu tubuh dalam keadaan stabil. Penulis menyimpulkan metode kangguru bisa digunakan sebagai terapi nonfarmakologi untuk ditetapakan pada bayi dengan kasus lahir berat badan lahir rendah.
Pelaksanaan Komunitas Praktik Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas di Kelurahan Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Wahyu Indah Lestari; Aprillia, Rika; Jumilah Fitriana; Ryan Nabela Maha Rani; Yulinda Yasa Putri; Alya Fernanda Khairani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public health issues, particularly in the community midwifery sphere, remain an important concern that requires comprehensive treatment. This activity aims to improve community knowledge and behavior through communication, information, and education to target groups such as pregnant women, postpartum mothers, toddlers, and adolescents in Gogik Village. The methods used include interviews, observations, counseling, and direct practical training such as prenatal yoga, oxytocin massage, and nutrition education and child growth and development. The interview method was carried out directly with community leaders such as the Village Head and Village Midwife to obtain primary data, which was then followed by an assessment of the target through door-to-door interviews  with families. The work steps implemented in community midwifery practice include: initial meetings with midwives and village cadres, identification and assessment of problems from 2-7 June 2025 directly to 19 RT 1 RW, analysis and formulation of problems, determination of priorities and diagnosis of problems based on the data obtained, planning and implementation of activities carried out on June 21, 2025,  and evaluation of the results of activities carried out on the same day. The results of the activity show that there is an increase in understanding and active involvement of the community in maintaining maternal and child health. The education provided also helps the community in recognizing and overcoming basic health problems independently. Thus, a participatory and educational community midwifery approach has proven to be effective in improving the degree of public health in the intervention area. Based on all the activities that have been carried out, both physically and non-physically, it is hoped that the results achieved can provide real benefits to the community and can be maintained and developed sustainably.   Abstrak Masalah kesehatan masyarakat, khususnya dalam lingkup kebidanan komunitas, masih menjadi perhatian penting yang memerlukan penanganan komprehensif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu nifas, balita, dan remaja di Kelurahan Gogik. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, penyuluhan, dan pelatihan praktik secara langsung seperti yoga prenatal, pijat oksitosin, serta edukasi nutrisi dan tumbuh kembang anak. Metode wawancara dilakukan secara langsung dengan tokoh masyarakat seperti Kepala Kelurahan dan Bidan Kelurahan untuk memperoleh data primer, yang kemudian dilanjutkan dengan pengkajian kepada sasaran melalui wawancara door to door kepada keluarga. Langkah kerja yang diterapkan dalam praktik kebidanan komunitas meliputi: pertemuan awal dengan bidan dan kader kelurahan, identifikasi dan pengkajian masalah mulai 2–7 Juni 2025 secara langsung ke 19 RT 1 RW, analisis dan perumusan masalah, penentuan prioritas dan diagnosis masalah berdasarkan data yang diperoleh, perencanaan dan implementasi kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2025, serta evaluasi terhadap hasil kegiatan yang dilakukan pada hari yang sama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Edukasi yang diberikan juga membantu masyarakat dalam mengenali dan mengatasi permasalahan kesehatan dasar secara mandiri. Dengan demikian, pendekatan kebidanan komunitas yang dilakukan secara partisipatif dan edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah intervensi. Berdasarkan seluruh kegiatan yang telah dilakukan, baik secara fisik maupun nonfisik, diharapkan hasil yang dicapai dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta dapat dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.  
Persalinan Aman, Nyaman dengan Teknik Counterpressure Wiwik Ardhiani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is the process of delivering a fetus that occurs during a term pregnancy (37-42 weeks), occurs spontaneously with a head-first presentation and lasts for 18 hours. The mother's response to pain can lead to weakened uterine contractions resulting in prolonged labor and even death. Labor is a process that begins with uterine contractions, followed by cervical dilation, birth of the baby, and expulsion of the placenta. During this process, mothers often experience pain and anxiety. One way to cope with pain is through counter pressure technique, which involves using a fist to apply constant pressure on the spine during contractions. Additionally, increased anxiety can worsen pain during labor. The counter pressure technique helps relieve muscle cramps, reduce pain and anxiety, accelerate thigh muscle relaxation, and support the dilation of the pelvis by relaxing the muscles around the pelvis. This technique is effective in reducing back pain and is considered relatively safe as it almost does not cause side effects. Research Objective This study aims to determine the effectiveness of the counterpressure massage technique. The research method used in this study is descriptive analytical observational with a case study approach. The sample of this study is a pregnant woman in her third trimester, 39 weeks  pregnant, G1P0A0. This research was conducted at a hospital. The research instrument uses the SOAP documentation method. The data collection techniques used are primary data and secondary data. Primary data is data obtained through interviews either directly or via WhatsApp media, observation, physical examination, and documentation using SOAP documentation. Secondary data is data obtained from KIA books. The results obtained show that counterpressure techniques have been performed to reduce labor pain. The results obtained indicate that midwifery care has been provided to the laboring mother by applying counterpressure techniques to reduce pain during the first stage of labor. It is hoped that the client gains knowledge and understanding about childbirth, newborns, postpartum care, and neonatology that is clearer in accordance with the midwifery care provided. Additionally, the client also receives knowledge about complementary therapies in the midwifery care that has been given..   Abstrak Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37- 42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. Respon ibu terhadap nyeri dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama bahkan kematian. Persalinan merupakan proses yang diawali dengan kontraksi rahim, dilanjutkan dengan pembukaan serviks, kelahiran bayi, dan pengeluaran plasenta. Selama proses ini, ibu sering mengalami nyeri dan kecemasan. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri adalah dengan teknik counter pressure, yaitu pijatan menggunakan kepalan tangan yang memberikan tekanan konstan pada tulang belakang selama kontraksi. Selain itu, meningkatnya kecemasan dapat memperburuk rasa nyeri selama persalinan. Teknik counter pressure membantu meredakan kram otot, mengurangi nyeri dan kecemasan, mempercepat relaksasi otot paha, serta mendukung pelebaran tulang panggul dengan merilekskan otot-otot di sekitar panggul. Teknik ini efektif dalam mengurangi nyeri pinggang dan dianggap relatif aman karena hampir tidak menimbulkan efek samping. Tujuan Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik massage counterpressure. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus ( Case Study ). Sampel penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 39 minggu, G1P0A0. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui wawancara baik secara langsung maupun melalui media WhatsApp, observasi, dan pemeriksaan fisik, serta dokumentasi menggunakan dokumentasi SOAP. Data sekunder adalah data yang di dapat dari buku KIA. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan teknik counterpressure untuk mengurangi nyeri persalinan. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan menerapkan teknik counterpressure untuk mengurangi nyeri pada persalinan kala I. Diharapkan klien mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan neonatus yang lebih jelas sesuai dengan asuhan kebidanan yang diberikan. Selain itu klien juga mendapatkan pengetahuan tentang terapi komplementer pada asuhan kebidanan yang telah diberikan.