cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Counter Pressure Massage untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I Alfina Ifada; Dian Ayu Tias P; Kasari, Miki; Cahyaningrum; Isfaizah; Yulia Nur Khayati; Puji Catur
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a physiological process that is often accompanied by intense pain, especially during the first active phase. Excessive pain can have a negative impact on the mother's physiology and psychology, prolong labor and increase the risk of complications. Counter pressure massage is an effective non-pharmacological method for reducing the intensity of labor pain. This study aims to determine the effect of counter pressure massage on reducing pain in the first stage of labor in the VK Room at Magelang City Hospital. The method used was pretest and posttest observation of 17 mothers giving birth, with measurement of pain levels using the Numerical Rating Scale (NRS). The research results showed that before the counter pressure massage was carried out, the majority of respondents experienced moderate (58.8%) and severe (41.2%) pain. After the intervention, there was a decrease in pain intensity, with 76.5% of respondents experiencing moderate pain and 23.5% experiencing mild pain. The average pain score before intervention was 2.41 and decreased to 1.76 after intervention. In conclusion, counter pressure massage is effective in reducing the intensity of labor pain in the first stage. This technique can be an alternative choice for health workers to help manage labor pain non-pharmacologically.   Abstrak Persalinan adalah proses fisiologis yang seringkali disertai nyeri intens, terutama pada kala I fase aktif. Nyeri yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap fisiologi dan psikologi ibu, memperpanjang persalinan, serta meningkatkan risiko komplikasi. counter pressure massage merupakan salah satu metode non-farmakologi yang efektif untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan nyeri persalinan kala I di Ruang VK RSUD Kota Magelang. Metode yang digunakan dengan pemberian counter pressure massage dan menggunakan lembar observasi pretest dan posttest terhadap 17 ibu bersalin, dengan pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan counter pressure massage, mayoritas responden mengalami nyeri sedang (58,8%) dan berat (41,2%). Setelah intervensi, terjadi penurunan intensitas nyeri, dengan 76,5% responden mengalami nyeri sedang dan 23,5% mengalami nyeri ringan. Rata-rata skor nyeri sebelum intervensi adalah 2,41 dan menurun menjadi 1,76 setelah intervensi. Kesimpulannya, counter pressure massage efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I. Teknik ini dapat menjadi alternatif pilihan bagi tenaga kesehatan dalam membantu mengelola nyeri persalinan secara non-farmakologi.
Prenatal Yoga untuk Mengurangi Ketidaknyamanan Nyeri Punggung Ibu pada Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Sragi II Kabupaten Pekalongan Dian Wijayati; Vivi Ulfianingsih; Nurafni Isrina; Linda Ratna Sari; Handayana; Diana Febriana; Susanti; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During pregnancy, mothers experience physical and psychological changes that, although physiological, can cause discomfort such as back pain, shortness of breath, frequent urination, false contractions, and swelling. As the gestational age increases, changes in body posture and weight increase the risk of back pain due to the load that must be supported by the spine. The purpose of this community service is to provide a prenatal yoga program to reduce back pain in pregnant women in Sumublor Village, Sragi District, Pekalongan Regency. This community service activity will be divided into 3 stages of activities, the first is planning, the second is counseling and practicum, and the third is evaluation. Participants in the prenatal yoga counseling were 11 pregnant women in their second and third trimesters. They are the main target because they often experience discomfort during pregnancy, which can interfere with daily activities. Prenatal yoga counseling aims to increase the knowledge of pregnant women about the benefits of prenatal yoga in reducing back pain. The results of the univariate analysis before counseling was given to 11 respondents, there were 8 respondents who had poor knowledge, after counseling, all respondents had good knowledge. Based on the results obtained after counseling, there was an increase in respondents' knowledge of the material provided. This activity can be one of the efforts to maintain maternal health during pregnancy and can be used as one of the materials in the routine pregnancy class. According to the results of the activity, pregnant women can practice yoga movements and understand more about yoga as an alternative complementary therapy during pregnancy.   Abstrak Selama kehamilan, ibu mengalami perubahan fisik dan psikologis yang, meskipun fisiologis, dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti nyeri punggung, sulit bernapas, sering buang air kecil, kontraksi palsu, dan pembengkakan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, perubahan postur tubuh dan berat badan meningkatkan risiko nyeri punggung akibat beban yang harus ditopang tulang belakang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan program prenatal yoga untuk mengurangi nyeri punggung ibu hamil di Desa Sumublor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dibagi menjadi 3 tahap kegiatan yang pertama perencanaan, kedua penyuluhan dan praktikum yang ketiga evaluasi. Peserta penyuluhan prenatal yoga adalah ibu hamil trimester 2 dan trimester 3 sebanyak 11 ibu hamil. Mereka menjadi target utama karena sering mengalami ketidaknyamanan saat kehamilan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyuluhan prenatal yoga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat prenatal yoga dalam mengurangi nyeri punggung. Hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan terhadap 11 responden terdapat 8 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil seluruh responden memiliki pengetahuan kategori baik. Berdasarkan hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan.  Kegiatan ini bisa menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan ibu selama kehamilan dan bisa dijadikan salah satu materi dalam kelas ibu hamil yang rutin dilaksanakan. Sesuai dengan hasil kegiatan, ibu hamil dapat mempraktekkan gerakan yoga dan lebih memahami tentang yoga sebagai salah satu alternatif terapi komplementer pada masa kehamilan.
Massage Counterpressure untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I di RS Puri Asih Salatiga Nova Harianti; Ruliana Isna Rosida; Yulinda Yasa Putri; Vistra Veftisia; Risma Aliviani Putri; Wahyu Kristiningrum; Wening Dwijayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pain is an unpleasant sensation caused by stimulation of special nerve endings. During labor and vaginal birth, pain is caused by uterine contractions, cervical dilation, and perineal distension. Pain during labor is uterine contraction pain that can result in increased activity of the sympathetic nervous system, changes in blood pressure, heart rate, respiration and skin color and if not treated will increase feelings of worry, tension, fear, and stress. One of the midwifery care provided to reduce pain in mothers in labor is counterpressure. Counterpressure is a strong pressure massage by placing the heels of the hands or flat parts of the hands, or also using a tennis ball on the lumbar area where she is experiencing back pain. Based on the problems that arise, community service activities are needed to overcome this. The activity began with a pre-test related to counterpressure then the delivery of material using the pre-test and post-test methods to 5 mothers in labor. From this activity, it was found that there was an increase in knowledge of pregnant women after being given counseling about counterpressure to reduce pain in mothers in labor.   Abstrak Nyeri adalah rasa tidak enak akibat perangsangan ujung-ujung saraf khusus. Selama persalinan dan kelahiran pervaginam, nyeri disebabkan oleh kontraksi rahim, dilatasi serviks, dan distensi perineum. Rasa nyeri pada persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktivitas system saraf simpatis, perubahan tekanan darah, denyut jantung, pernafasan dan warna kulit dan apabila tidakditangani akan meningkatkan rasa khwatir,tegang, takut, dan stress, Salah satu asuhan kebidanan yang diberikan untuk mengurangi nyeri pada ibu bersalin tersebut adalah counterpressure. Permasalahan yang masih banyak ditemui yakni nyeri punggung pada ibu bersalin.   Counterpresurre adalah pijatan tekanan kuat dengan cara meletakkan tumit tangan atau bagian-bagian datar dari tangan, atau juga menggunakan bola tenis pada daerah lumbal dimana ia sedang mengalami sakit punggung. Berdasarkan  masalah yang muncul, Maka diperlukanlah kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan diawali dengan pre-tes yang berkaitan dengan counterpressure kemudia penyampaian materi menggunakan metode penyuluhan, pemantauan skala nyeri, pre test dan post test pada 25 ibu bersalin Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah setelah diberikan penyuluhan tentang counterpressure untuk mengurangi nyeri pada ibu bersalin.
Kelas Ibu Hamil dan Prenatal Yoga sebagai Upaya Persiapan Persalinan Any Sugesti; Masruroh; Siti Apriyati; Mudrikah; Sri Renita Utami; Diana Novitasari; Sintia Pagirik; Watmawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is an important period that demands the physical and mental readiness of the mother in facing childbirth. Lack of readiness can increase the risk of anxiety, stress, and complications during childbirth. Based on the results of initial observations in the work area of the Kedungwuni II Health Center, it was found that most pregnant women did not have adequate knowledge regarding preparation for childbirth, especially related to non-pharmacological relaxation techniques such as prenatal yoga. This causes low maternal readiness in facing the labor process. One effective non-pharmacological approach to preparing for childbirth is prenatal yoga. This activity is a community service program that aims to improve the knowledge and readiness of pregnant women through counseling for pregnant women's classes and prenatal yoga exercises. The activity methods include participant identification, knowledge pre-test, implementation of yoga education and practice, and post-test evaluation. The study was conducted in the work area of the Kedungwuni II Health Center with a total of 20 respondents. The pre-test results showed that 65% of pregnant women had poor knowledge regarding prenatal yoga, while the post-test results showed an increase in knowledge with 70% of respondents in the good category. The age and education level of pregnant women affect the level of understanding. Prenatal yoga has been shown to improve physical and mental readiness, reduce back pain, and help relaxation before labor. The conclusion of this activity is that prenatal classes and prenatal yoga play an important role in improving labor readiness holistically. Suggestion: It is hoped that prenatal classes integrated with prenatal yoga exercises can be implemented sustainably by health workers at the Kedungwuni II Health Center.   Abstrak Kehamilan merupakan masa penting yang menuntut kesiapan fisik dan mental ibu dalam menghadapi persalinan. Kurangnya kesiapan dapat meningkatkan risiko kecemasan, stres, dan komplikasi saat persalinan. Berdasarkan hasil observasi awal di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II, ditemukan bahwa sebagian besar ibu hamil belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai persiapan persalinan, khususnya terkait teknik relaksasi non-farmakologis seperti prenatal yoga. Hal ini menyebabkan rendahnya kesiapan ibu dalam menghadapi proses persalinan. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif untuk mempersiapkan persalinan adalah prenatal yoga. Kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil melalui penyuluhan kelas ibu hamil dan latihan prenatal yoga. Metode kegiatan meliputi identifikasi peserta, pre-test pengetahuan, pelaksanaan edukasi dan praktik yoga, serta evaluasi post-test. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II dengan total 20 responden. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 65% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang terkait prenatal yoga, sementara hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan 70% responden berada pada kategori baik. Faktor usia dan tingkat pendidikan ibu hamil mempengaruhi tingkat pemahaman. Prenatal yoga terbukti meningkatkan kesiapan fisik dan mental, mengurangi nyeri punggung, serta membantu relaksasi menjelang persalinan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa kelas ibu hamil dan prenatal yoga berperan penting dalam meningkatkan kesiapan persalinan secara holistik. Saran: Diharapkan kegiatan kelas ibu hamil yang terintegrasi dengan latihan prenatal yoga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Kedungwuni II.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. O Umur 24 Tahun G1P0A0 di Desa X Kecamatan Y Kabupaten Semarang Gisella Alifia Saputri; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators for measuring the level of health of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC which starts from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to be able to provide midwifery care to Mrs. O in a comprehensive and continuous manner starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, and secondary data. This study was conducted in November 2024 - June 2025. From the results of the provision of pregnancy care, it was found that during the first visit the mother experienced nausea and vomiting, the care given was to suggest consuming warm ginger to relieve nausea. During the labor process, the mother experienced premature rupture of membranes and labor induction was carried out at the Hospital, Mrs. O gave birth spontaneously pervaginally. During the second postpartum visit, Mrs. O complained of production breast milk is not smooth and given lactation massage care and suggested consuming katuk leaves. In newborn care, all were found to be within normal limits, By Mrs. O was given HB 0 immunization, vitamin K, eye ointment and SHK. While in family planning care Mrs. O used 3-month injection birth control. It is expected that health workers provide comprehensive care to pregnant women to improve the welfare of the mother and fetus.   Abstrak Angka  kematian  ibu  dan  bayi  merupakan  salah  satu indikator  untuk  mengukur  derajat  kesehatan  bagi  suatu negara.  Kegiatan  upaya  deteksi  dini  untuk  mengatasi kesakitan  maupun  kematian  baik  ibu,  bayi  dan  balita tersebut  dapat  dilakukan  dengan  salah  satunya  yaitu implementasi  asuhan  berkelanjutan  atau  Continuity  Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas,  bayi  baru  lahir, sampai  dengan KB. Tujuan penelitian ini adalah mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. O secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonates dan   KB.   Jenis   penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study). Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan data sekunder.  Penelitian ini dilakukan pada  bulan November 2024 - Juni  2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah  pada  kunjungan  pertama ibu mengalami mual muntah, asuhan  yang  diberikan  yaitu  menyarankan mengonsumsi jahe hangat untuk pereda mual.  Pada  proses  persalinan  ibu mengalami  ketuban  pecah  dini  dan dilakukan Tindakan induksi persalinan di Rumah Sakit, Ny. O melahirkan secara spontan pervaginam. Pada   kunjungan nifas kedua Ny. O mengeluh produksi asi tidak lancar dan diberikan asuhan Pijat laktasi dan menyarankan mengonsumsi daun katuk. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, By Ny O diberikan imunisasi HB 0, vitamin K, salep mata dan SHK. Sedangkan  pada  asuhan  KB  Ny. O menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan asuhan  kepada  ibu  hamil  secara  komprehensif  untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny.D 20 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 37 Minggu Fisiologis di Puskesmas Sragi 1 Kurniati, Irma; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (AKI) and Infant Mortality Rate (AKB) are one of the important indicators in describing the degree of health in society. Based on data from the Ministry of Health’s Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) system, the maternal mortality rate in 2022 reached 4,005 and in 2023 increased to 4,129.The causes of maternal death include hypertension and postpartum hemorrhage. The infant mortality rate in 2022 is 20,882 and in 2023 is 29,945 with the cause of death due to BBLR, asphyxia and congenital diseases (Mediakom, 2024) Continuity of Care in midwifery is a series of continuous and comprehensive care ranging from pregnancy, childbirth, postpartum to newborn services and family planning services that connect women's health needs, especially in the personal circumstances of each individual. Continuity of care is fundamental in the midwifery practice model to provide holistic care, build sustainable partnerships and provide support, and foster a relationship of mutual trust between midwives and clients (Yulizwati, henni fitria, 2021) Based on Permenkes Number 21 of 2021 concerning the Implementation of Health Services in the Pre-Pregnancy, Pregnancy, Childbirth and Postpartum Period, Contraceptive Services and Sexual Health Services in article 4 states that health services during pregnancy, pre-pregnancy, childbirth, postpartum period, contraceptive services and sexual health services are carried out with a promotive, preventive, curative, and rehabilitative approach that is carried out in a proactive manner comprehensive, integrated and sustainable. These services are carried out by health workers and/or non-health workers, both in government-owned and private health service facilities, as well as outside health facilities. The Continuity of Care approach seeks to address maternal and child health problems from preconception to pregnancy, childbirth, and postpartum as a unit. This study aims to provide obstetric care to Mrs.D aged 20 years G1P0A0 37 weeks pregnant with a normal pregnancy at the Sragi 1 Health Center. The data collection method uses primary data and secondary data. Primary data was obtained from observations, Mrs. D decided to use 3-month injectable birth control, after being given comprehensive obstetric care starting from pregnancy, childbirth, postpartum.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indicator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) system pencatatan kematian ibu Kementrian Kesehatan , Angka Kematian Ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan Tahun 2023 meningkat menjadi 4.129. Penyebab kematian ibu diantaranya hipertensi dan perdarahan pasca salin. Angka Kematian Bayi pada tahun 2022 sebanyak 20.882 dan Tahun 2023 sebesar 29.945 dengan penyebab kematian karena BBLR, asfiksia dan penyakit bawaan (Mediakom, 2024). Continuity of Care dalam kebidanan adalah serangkaian asuhan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dalam keadaan pribadi setiap individu. Continuity of Care merupakan hal yang mendasar dalam model praktik kebidanan untuk memberikan asuhan yang holisttik, membangun kemitraan yang berkelanjutan dan memberikan dukungan, serta membina hubungan saling percaya antara bidan dengan klien (Yulizwati, henni fitria, 2021). Berdasarkan Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi dan Pelayanan Kesehatan Seksual dalam pasal 4 menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan masa sebeum hamil, mas hamil, persalinan, masa sesudah melahirkan, pelayanan kontrasepsi dan pelayanan kesehatan seksual diselenggarakan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan tersebut dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan atau tenaga non kesehatan, baik di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta, maupun di luar fasyankes. Pendekatan Continuity of Care diupayakan menangani masalah kesehatan ibu dan anak dari masa pra konsepsi sampai masa kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan sebagai satu kesatuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada Ny. D umur 20 tahun G1P0A0 hamil 37 minggu dengan kehamilan normal di Puskesmas Sragi 1. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi, hasil pemeriksaan di buku KIA, Rekam medic dan hasil pemeriksaan lain seperti hasil USG, hasil laboratorium. Pendokumentasian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi secara komprehensif dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir didapatkan data Ny.D umur 20 tahun G1P0A0 hamil 37 minggu dengan kehamilan normal. ANC dilakukan 9 kali kunjungan di Puskesmas Sragi 1, di Posyandu maupun kunjungan rumah. Persalinan berlangsung secara normal di Poned Puskesmas Sragi 1, bayi baru lahir dalam keadaan sehat dan normal. Kunjungan nifas dilakukan 4 kali , masa nifas dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, tidak ditemukan tanda bahaya nifas, luka jahitan perineum baik. Pada bayi baru lahir, hasil pemeriksaan antropometri normal. Kunjungan neonatal dilakukan 3 kali, bayi dalam keadaan sehat, tidak ada tanda ihterus, tidak ada tanda infeksi, perkembangan berat badan normal dan bayi menyusu secara Eksklusif on demand. Ny. D memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Setelah diberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonates didapatkan asuhan berjalan dengan dengan lancar, ibu dan bayi dalam kondisi baik. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang diberikan sehingga memberi manfaat bagi kesehatan ibu dan bayi, serta meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonates.Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek dalam pemberian Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC)
Edukasi Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil di Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Anita Dyah Listyarini; Nadya Arum Kusuma; Nia Noor Permata Sari; Deana Sal’zhya Tiarani Putri; Ahindanur El Habibah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country that has three nutritional problems (triple burden), namely malnutrition (stunting and wasting), excess nutrition (overweight and obesity) and micronutrient deficiencies such as anemia. The prevalence of anemia in pregnant women and adolescent girls in Indonesia is still high and is a public health problem. The prevalence of anemia is 38% in pregnant women and out of 32 million pregnant women worldwide. After being given health education for  30 minute, it is hoped that counseling participants can understand anemia and how to prevent it. Lecture, discussion, Q&A on preventing anemia in pregnant women. Health education by conducting counseling is the right intervention for pregnant women because it will provide a good mindset that will have an impact on every decision making. The audience who attended this counseling event were 13 pregnant women, the audience seemed responsive and active in discussing during the counseling. Conclusion: There are differences in the results of the pre-test and post-test answers to participants' questions regarding the definition of anemia, symptoms, impacts, and how to prevent it.   Abstrak Indonesia merupakan negara yang mempunyai tiga masalah gizi ( triple burden) yaitu kekurangan gizi (stunting dan wasting), kelebihan gizi ( overweight dan obesitas) dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Prevalensi anemia pada ibu hamil dan remaja putri di Indonesia masih tinggi dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Prevalensi kejadian anemia sebanyak 38% terjadi pada ibu hamil dan dari 32 juta wanita hamil diseluruh dunia.  Setelah diberikan Pendidikan kesehatan, diharapkan peserta penyuluhan dapat memahami tentang anemia dan cara pencegahannya. Ceramah, diskusi, tanya jawab mengenai pencegahan anemia pada ibu hamil. Pendidikan kesehatan dengan melakukan penyuluhan merupakan intervensi yang tepat dilakukan kepada ibu hamil karena akan memberikan pola pikir yang baik yang akan berdampak pada setiap pengambilan keputusan. Pembahasan : Audien yang hadir dalam acara penyuluhan ini ada 13 ibu hamil,audien tampak responsive dan aktif dalam berdiskusi saat penyuluhan berlangsung. Ada perbedaan hasi pre test dan post test jawaban pertanyaan peserta mengenai pengertian anemia, gejala, dampak, dan cara pencegahannya.
Edukasi Gangguan Psikologis dan Prenatal Yoga untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil di Kelas Ibu Hamil Puskesmas Paninggaran Kabupaten Pekalongan Yuliati; Susanti Rahayu; Rumisih; Dayu Kartikasari R; Purniyati; Dewi Maryani; Hesti Setyowati; Silvia Fitri Eva W; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychological disorders during pregnancy, such as anxiety and stress, are common health issues experienced by pregnant women and can negatively impact both maternal and fetal well-being. One non-pharmacological approach that can help alleviate these disorders is prenatal yoga. This community service activity aimed to increase pregnant women’s knowledge about psychological disorders and the benefits of prenatal yoga as a safe relaxation method. The activity was conducted on May 30, 2025, in Paninggaran Village, Pekalongan Regency, involving 22 pregnant women and a village midwife. The methods used included active learning-based education, small group discussions, hands-on yoga practice, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed that the participants were able to perform prenatal yoga movements after the session. This program was found to be effective in enhancing pregnant women’s understanding and preparedness in facing pregnancy both physically and psychologically, and it is suitable to be replicated in ongoing maternal class activities.   Abstrak Gangguan psikologis selama kehamilan, seperti kecemasan dan stres, merupakan masalah kesehatan yang umum dialami ibu hamil dan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan ibu dan janin. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat membantu meredakan gangguan tersebut adalah yoga prenatal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gangguan psikologis dan manfaat yoga prenatal sebagai metode relaksasi yang aman. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Mei 2025 di Desa Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, dengan melibatkan 22 ibu hamil dan bidan desa. Metode yang digunakan mencakup edukasi berbasis active learning, diskusi kelompok kecil, praktik langsung yoga, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan ibu dapat mempraktekan gerakan prenatal yoga setelah mengikuti kegiatan. Program ini dinilai efektif dalam memperluas pemahaman dan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan secara fisik dan psikologis, serta layak untuk direplikasi dalam kegiatan kelas ibu hamil secara berkelanjutan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Y Umur 24 Tahun G2P1A0 di PMB Sri Harti Bela Catur Sakti Rahayu; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) are important indicators in assessing public health status. In Indonesia, MMR and IMR are still high, including in Semarang Regency. Efforts to reduce these rates can be made through the provision of continuity of care (COC). This research is a case study that aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. Y, 24 years old, G2P1A0, starting from pregnancy, labor, postpartum, newborn to contraceptive selection. The method used was descriptive with data collection techniques through interviews, observation, physical examination, and documentation in the MCH book. The results of care showed that Mrs. Y experienced a physiological pregnancy with third trimester complaints which were handled through education and nonpharmacology. Delivery was performed by sectio caesarea due to premature rupture of membranes (KPD) and unpreparedness for vaginal delivery. The baby was born healthy, but had mild jaundice which was managed with increased frequency of breastfeeding and sun therapy. The puerperium showed complaints of SC wound and breast milk dam which were managed with education and complementary therapy. In the contraceptive period, counseling was conducted on the selection of post-SC family planning methods to prevent obstetric complications in subsequent pregnancies. In conclusion, the continuity of care approach is effective in detecting, preventing, and managing obstetric problems from pregnancy to postpartum.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia, AKI dan AKB masih tergolong tinggi, termasuk di Kabupaten Semarang. Upaya penurunan angka ini dapat dilakukan melalui pemberian asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/COC). Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh kepada Ny. Y, usia 24 tahun, G2P1A0, mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pemilihan kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dalam buku KIA. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. Y mengalami kehamilan fisiologis dengan keluhan trimester III yang ditangani melalui edukasi dan nonfarmakologis. Persalinan dilakukan melalui sectio caesarea karena ketuban pecah dini (KPD) dan ketidaksiapan persalinan pervaginam. Bayi lahir sehat, namun mengalami ikterus ringan yang ditangani dengan peningkatan frekuensi menyusui dan terapi jemur. Masa nifas menunjukkan adanya keluhan luka SC dan bendungan ASI yang diatasi dengan edukasi dan terapi komplementer. Pada masa kontrasepsi, dilakukan konseling tentang pemilihan metode KB pasca SC untuk mencegah komplikasi obstetri pada kehamilan berikutnya. Kesimpulannya, pendekatan continuity of care efektif dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani masalah kebidanan sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “H” Umur 25 Tahun G1P0A0 di Desa X dengan Anemia Ringan Ana Zully Astuti; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure health status for a country. Early detection activities to overcome morbidity and mortality of both mothers, infants and toddlers can be done with one of them, namely the implementation of continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study was able to provide midwifery care to Mrs. H comprehensively starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. the type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and literature studies. This research was conducted in November - June 2025. From the results of providing pregnancy care, the problem was found that the mother had mild anemia with HB 10.5 gr / dl and the discomfort of third trimester pregnancy, namely back pain and was given counseling about anemia, danger signs of anemia in TM III pregnancy, nutrition IEC, IEC how to take Fe tablets and IEC how to overcome back pain with prenatal yoga. During the first stage of labor, the mother complained of pain during contractions and was given the Counter Pressure Technique, the second stage had no problems. The mother was given care in accordance with APN 60 steps, the third and fourth stages had no problems. In postpartum care KF 2 the mother complained of low milk production and was given an oxytocin massage technique to help launch breast milk. In newborn care, all were found to be within normal limits, SHK examination was carried out. While in family planning care Mrs. H decided to use the contraceptive method of progestin birth control pills. Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. H secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Juni 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami anemia ringan dengan HB 10,5 gr/dl dan ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri punggung dan diberikan konseling   tentang   anemia,   tanda   bahaya   anemia   di kehamilan  TM  III,  KIE  nutrisi,  KIE  cara  mengkonsumsi tablet Fe dan KIE cara mengatasi nyeri punggung dengan yoga prenatal. Saat persalinan kala I ibu mengeluh nyeri saat kontraksi dan diberikan Teknik Counter  Pressure, kala II tidak ada masalah Ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah, kala III-IV tidak ada masalah. Pada asuhan nifas KF 2 ibu mengeluh produksi ASInya sedikit dan diberikan teknik pijat oksitosin untuk membantu melancarkan ASI. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. H memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi pil KB progestin.