cover
Contact Name
Hadi Wiyono
Contact Email
pendidikanips@fkip.untan.ac.id
Phone
+6283110402534
Journal Mail Official
pendidikanips@fkip.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS
ISSN : 28077601     EISSN : 2807761X     DOI : 10.26418/skjpi.v3i1.57376
Core Subject : Education, Social,
SOSIAL KHATULISTIWA Jurnal Pendidikan IPS (SKJPI) is an open access, and peer-reviewed journal. SKJPI aims to disseminate Conceptual thinking or ideas, reviews, and research findings/results in Social Studies Education. The results of research and analysis contained in the journal accommodate manuscripts on integrated social sciences, history, economics, sociology, geography, anthropology, social gender, learning in social studies, and other relevant social sciences. SKJPI will be published in April and September
Articles 50 Documents
PENGARUH PLATFORM KAHOOT TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMPN 12 BANDUNG Andin Rizki Aulia; Kokom Komalasari; Ade Budhi Salira
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v2i1.54695

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran di masa pandemi yang membuat motivasi belajar siswa menurun karena kondisi yang tidak menentu. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar adalah dengn menggunakan media dan platform pembelajaran yang menarik sesuai kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh platform kahoot terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS di SMPN 12 Bandung. Metode yang digunakan quasi experimental design dengan model nonequivalent control group design, dimana kelas eksperimen dan kontrol keduanya diberi pre-test dan post-test. Pengumpulan data motivasi belajar siswa menggunakan angket. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis kuantitatif dengan uji SPSS. Hasil motivasi belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol memperoleh nilai sig(2-tailed) pada pre-test di kelas eksperimen dan kelas kontrol keduanya menunjukkan 0.057> 0.05, artinya Ho diterima. Sedangkan, pada post-test di kelas eksperimen dan kontrol menunjukkan 0.014<0.05 artinya Ho ditolak. Dapat disimpulkan, bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar siswa pada pre-test di kelas eksperimen maupun kontrol. Sedangkan, pada post-test di kelas eksperimen yang menggunakan platform pembelajaran kahoot dengan kelas kontrol yang menggunakan google classroom dalam pembelajaran IPS terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar siswa. Sehingga, platform kahoot lebih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa dibandingkan google classroom. Kata kunci: Platform Kahoot, Motivasi Belajar Siswa, Pembelajaran IPS
INTERNALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI ETNOPEDAGOGI: SUMBER PENGEMBANGAN MATERI PENDIDIKAN IPS BAGI GENERASI MILLENIAL Dwi Erna Susilaningtiyas; Yusuf Falaq
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v1i2.49391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang konsep pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis pada penanaman nilai-nilai kearifan lokal dimana bersumber dari keragaman warisan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa studi dokumentasi dengan melakukan analisis isi dokumen yang telah relevan dengan topik atau kajian penelitian. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini meliputi berbagai buku serta jurnal-jurnal melalui media online. Adapun temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang lebih mengutamakan orientasi lingkungan sosial sangat penting diterapkan sebagai sumber pembelajaran demi mencapai keberhasilan pembelajaran IPS dalam dunia pendidikan. Adanya nilai-nilai kearifan lokal harus dimanfaatkan agar dapat memperkaya sumber materi sebagai pengembangan topik atau tema yang akan dipelajari oleh siswa. Hasil penelitian ini diharap memberikan respons positif agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa setelah menerapkan sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, beberapa langkah yang perlu diperhatikan mengenai tahap pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis pada Internalisasi Nilai Kearifan Lokal, diantaranya; 1) Tahap Pertama, yaitu proses penentuan topik atau tema; 2) Tahap Kedua, yaitu menetapkan judul dari tema; 3) Tahap Ketiga, yaitu pemilihan serta analisis komponen silabus; 4) Tahap Keempat, yaitu menyusun rancangan pembelajaran tematik dengan memadukan beberapa tema materi berdasarkan kompetensi dasar yang relevan.
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) DALAM PEMBELAJARAN IPS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Quasi Experiment di Kelas IX MTs Negeri 9 Majalengka) Dini Muslimatus Sajidin; Sapriya Sapriya; Kokom Komalasari
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v3i1.57437

Abstract

Pasca Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kualitas proses belajar  terus ditingkatkan. Mengingat siswa mengalami dampak dengan adanya penurunan optimalisasi pemahaman terutama dalam mata pelajaran IPS.  Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Student Facilitator and Explaining sebagai model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa untuk mempresentasikan ide atau pendapat. Sehingga dapat menunjang peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap hasil belajar siswa di kelas IX MTs Negeri 9 Majalengka. Hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Student Facilitator and Explaining, dapat diketahui adanya peningkatan pada hasil belajar siswa dengan rata-rata pre-test 30,56 dan rata-rata post test 64,16. Penelitian bersifat Kuasi Eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian adalah tes berbentuk soal pilihan ganda. Anaslisis data dengan Uji-t berdasar hasil perhitungan sig 0,003 lebih kecil dari 0,05, sehingga hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan hasil belajar siswa kelas yang menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe student facilitator and explaining dengan kelas kontrol yang menggunakan model peer teaching.Kata kunci: Cooperative Learning tipe Student Facilitator and Explaining_1. Hasil Belajar_2Post Distance Learning (PJJ) the quality of the learning process continues to be improved. Given that students experience the impact of a decrease in the optimization of understanding, especially in social studies subjects. Cooperative learning model type Student Facilitator and Explaining as a learning model that can improve students' ability to present ideas or opinions. So that it can support increasing student understanding in social studies learning. The purpose of this study was to determine the effect of the Student Facilitator and Explaining learning model on student learning outcomes in class IX MTs Negeri 9 Majalengka. Student learning outcomes before and after using the Cooperative Learning model of Student Facilitator and Explaining type, it can be seen that there is an increase in student learning outcomes with an average pre-test of 30.56 and an average of 64.16 post-test. The research is a quasi-experimental with a quantitative approach. The research instrument is a test in the form of multiple choice questions. Data analysis with t-test based on the calculation results sig 0.003 is smaller than 0.05, so the results show there is a significant difference in student learning outcomes in the class using the cooperative learning type student facilitator and explaining learning model with the control class using the peer teaching model.Keywords: Cooperative Learning type Student Facilitator and Explaining_1, learning outcomes_2
RANCANG BANGUN E-BOOK “KEGIATANKU DALAM MENJAGA LINGKUNGAN ALAMKU” PELAJARAN IPS KELAS V SD Ervhy Indra Puspita; Tin Rustini; Dinie Anggraeni Dewi
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v1i1.48211

Abstract

Penelitian desain dan pengembangan ini bertujuan: 1) Menghasilkan produk e-book untuk mata pelajaran IPS kelas V; 2) Mengetahui kelayakan hasil uji produk e-book untuk mata pelajaran IPS kelas V; 3) Mengetahui respon guru dan siswa terhadap produk e-book untuk mata pelajaran IPS kelas V. Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yang memiliki 5 tahapan, yakni: 1) Analyze; 2) Design; 3) Development; 4) Implementation; 5) Evaluation. Penelitian ini menghasilkan produk e-book multimedia yang berbasis flipbook berupa aplikasi sebagai alat bantu siswa dalam memahami materi interaksi manusia dengan lingkungan alam. Hasil skor penilaian validasi produk pada ahli media sebesar 93,75% (sangat baik), pada ahli materi 95,00% (sangat baik), dan pada ahli bahasa 90,00% (sangat baik). Selanjutnya hasil respon guru dan siswa terhadap e-book secara berurutan 87,50% (sangat baik) dan 87,86% (sangat baik). Dari hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa e-book “Kegiatanku dalam Menjaga Lingkungan Alamku”  layak digunakan dalam pembelajaran IPS.
PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS VIII MTs NEGERI 1 PATI Sadun Sadun
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v2i2.56085

Abstract

Persoalan yang dihadapi peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi perubahan keruangan dan interaksi antarruang Negara ASEAN adalah rendahnya keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tersebut didesain pembelajaran diskusi kelompok pada peserta didik kelas VIII A MTsN 1 Pati. Upaya perbaikan pembelajaran dilakukan dengan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Adapun langkah-langkah kegiatan adalah perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data hasil observasi keaktifan dan data hasil belajar peserta didik pada tiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut: (a) siklus pertama, dari 34 peserta didk kelas VIII A MTsN 1 Pati terdapat 22 peserta didik (65%) yang telah tuntas belajarnya dan 12 Peserta didik belum tuntas (35%),sedang keaktifan peserta didik sebesar 60% Sehingga penelitian ini dilanjutkan pada siklus kedua, (b) siklus kedua, pada siklus kedua dari 34  peserta didik kelas VIII A MTsN 1 Pati terdapat  32 peserta didik ( 94%) yang tuntas dan 2 peserta didik yang belum tuntas, dengan keaktifan sebesar 81%. Oleh karena itu diambil kesimpulan bahwa penerapan metode pembelajaran diskusi kelompok dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada kelas VIII.A MTsN 1 Pati.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN BLENDED LEARNING MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASROOM PADA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA 1 SMAN 3 SIMPANG HILIR Muh Khamid
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v2i1.53968

Abstract

The purpose of this study was to determine the activity process of each cycle in improving geography learning outcomes and to determine whether there was an increase in geography learning outcomes for the basics of mapping, remote sensing, and Geographic Information Systems (GIS) using the blended learning model of the flipped classroom learning for first-class students. X MIPA 1 SMAN 3 Simpang Hilir. This research is a classroom action research, each cycle consists of one study schedule (study at home) and three times a study schedule (study at school). Each stage of the cycle consists of planning actions, implementing actions, observing actions, and reflecting on actions. The research data were analyzed descriptively. data collection techniques using observation, post test, reports. In cycle 1 there are 17 students who have completed with a percentage of 60.71% and 11 students have not completed with a percentage of 39.29% with an average learning outcome belonging to the sufficient category, which is based on the class average value of 73.21%, while in the cycle 1 1 there are 25 who have completed with a percentage of 89.29% and 3 have not completed with a percentage of 10.71% with an average learning outcome including the good category, namely based on the class average score of 83.57%. Thus there was an increase in the average learning outcomes from cycle 1 to cycle 2 of 10.36 and the number of students' scores in one class increased by 290. Keywords: improve, learning outcomes, flipped classroom
KEPEDULIAN SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI WILAYAH KECAMATAN CILINCING JAKARTA UTARA Maulana, Nirwan; Mulyana, Asep; Kusuma Wijaya, Apriyanda
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 3, No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v3i2.70282

Abstract

Kepedulian sosial merupakan sikap alamiah manusia sebagai makhluk sosial. Tujuan penelitian ini untuk: 1) Untuk mengetahui wujud kepedulian sosial masyarakat terhadap kenakalan remaja di wilayah kecamatan cilincing jakarta utara; 2) Untuk mengetahui bentuk dan faktor penyebab kenakalan remaja di wilayah kecamatan cilincing jakarta utara; 3) Untuk mengetahui implikasi kepedulian sosial masyarakat terhadap kenakalan remaja di wilayah kecamatan cilincing jakarta utara. Agar mengetahui sejauh mana implikasi dari kepedulian sosial dengan kenakalan remaja. Berkembang kearah yang positif ataukah arah sebaliknya yaitu negatif. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek yang diambil untuk wawancara yaitu berbagai masyarakat yang seringkali bersinggungan dengan kehidupan remaja dalam keseharian. Hasil Penelitian yaitu: 1) Wujud kepedulian sosial dapat terlihat dari kondisi sarana dan prasarana publik yang menunjang aktivitas masyarakat termasuk remaja serta berbagai kegiatan positif yang dilakukan masyarakat sebagai wadah mengembangkan bakat dan minat remaja; 2) Pertama tawuran penyebabnya dikarenakan terkadang remaja memilih menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah, Kedua merokok penyebabnya dikarenakan orang tua dan lingkungan mencontohkan hal yang buruk yaitu seperti merokok, Ketiga bolos penyebabnya dilakukan disekitar lingkungan luar sekolah seakan masyarakat sekitar tidak peduli dengan hal tersebut, Keempat mengikuti tren negatif penyebabnya pada fase ini remaja seringkali terpengaruh konten-konten negatif di media sosial, Kelima narkoba penyebabnya remaja pada saat ini sangat rentan terpenggaruh dalam lingkaran sindikat narkoba, Keenam melakukan perilaku berbahaya penyebabnya remaja terkadang hanya bertindak sesuai keinginannya tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain disekitarnya; 3) Sebagian masyarakat memiliki kepedulian sosial dan sebagian masyarakat kurang memiliki kepedulian sosial terhadap kenakalan remaja.
Kesetaraan Gender Dalam Pembelajaran di Lingkungan Sekolah wani, sastia
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v4i1.80172

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan kesetaraan gender di kelas VII C SMPN 46 Pekanbaru. Dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, penelitian ini meneliti bagaimana guru dan siswa berinteraksi tanpa diskriminasi gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas VII C sangat menjunjung tinggi kesetaraan gender, dengan guru yang aktif memastikan bahwa tidak ada kesenjangan antara siswa laki-laki dan perempuan. Semua siswa secara setara dalam berbagai kegiatan sekolah. Observasi langsung dan wawancara dengan subjek penelitian mengungkapkan bahwa siswa merasa bebas untuk mengejar minat mereka tanpa dibatasi oleh stereotip gender. Lingkungan yang inklusif ini telah menciptakan suasana belajar yang mendukung, di mana setiap siswa dihargai dan didorong untuk mengembangkan bakat mereka. Kesimpulannya, penerapan kesetaraan gender di kelas VII C menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat dari pendidik, lingkungan pendidikan yang adil dan inklusif dapat tercapai, memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa secara keseluruhan.
Pengaruh Metode Pembelajaran Index Card Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Siswa Kelas VI SD Lestari, Nurita Aulia; Anggraeni Dewi, Dinie; Mulyana, Agus
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 3, No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v3i2.67494

Abstract

This research is motivated by the learning process which is still monotonous or only uses the lecture method and the lack of variations in learning so that students become less active in the learning process. The learning method used is quasi-experimental with a quantitative approach and one group pretest-posttest design which in its implementation only involves one class as an experimental class without any comparison class (control class). The purpose of this study was to determine the effect of the index card match type cooperative learning method on the learning outcomes of PPKn students of grade VI SD. Hypothesis testing was carried out with the Wilcoxon non-parametric test. Based on the results of the paired sample difference test using the Wilcoxon test with the help of SPSS, a p value of 0.000 (p <0.05) was obtained, which means that H₀ is rejected and Ha is accepted, which means that there is a significant difference in the average pretest and posttest scores. on students, or interpreted as treatment of students is proven to be able to increase student scores.
PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR TERHADAP TRADISI NGANTEN MUBENG GAPURA DESA LORAM KABUPATEN KUDUS Nahar, Amelia Nurun
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v4i1.60828

Abstract

Tradisi nganten mubeng gapura di Desa Loram Kulon Kabupaten Kudus dilaksanakan setelah masyarakat desa setempat melaksanakan ijab qabul diacara pernikahan mereka. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1)Bagaimana bentuk tradisi nganten mubeng gapura (2) Bagaimana persepsi masyarakat sekitar mengenai tradisi nganten mubeng gapura (3)   Norma apa saja yang dipercaya dalam tradisi nganten mubeng gapura Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif Sumber data dalam penelitian ini adalah juru kunci gapura Masjid Wali Loram Kulon dan masyarakat yang mendukung tradisi nganten mubeng gapura. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawamcara, observasi dan dokumentasi. Penyajian data dilakukan dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi nganten mubeng gapura ini memiliki bentuk tradisi, norma yang masih dipercaya, serta simbol dan makna tradisi kirab nganten mubeng gapura. Masyarakat sekitar masih banyak yang mengikuti tradisi nganten mubeng gapura ini. Bentuk tradisi ini berupa kegiatan mengitari gapura masjid wali dan disertai doa. Norma yang masih dipercaya ialah norma agama dan norma kesopanan, diwujudkan dengan masyarakat wajib menjaga sikap dan mematuhi aturan agama Islam