cover
Contact Name
Toni Nasution
Contact Email
toniandrionasution@gmail.com
Phone
+6285361305340
Journal Mail Official
jurnalpendis2023@gmail.com
Editorial Address
Editor In Chief Abd. Kholik Munthe, M.Psi Editorial Board Gumarfi Rahis Pasaribu, M.Pd Desi Fitria (STKIP ydb Lubuk Alung) ID Sinta: 6780476 Muhammad Saleh Assingkily, M.Pd Sahlan, M.Pd Torkis Dalimunthe, M.Pd Reviewer Dr. Sri Rahayu Pudjiastuti, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Harmona Daulay, M.Si Dr. Deni Setiawan, M.Pd (UNIMED) Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I (STIT AILU) Dr. Eka Susanti, M.Pd UIN SU Medan Layout Editor Ahmad Syarqawi, M.Pd
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 28307763     DOI : https://doi.org/10.61721/pendis.v1i1
Jurnal pendis merupakan salah satu jurnal yang dikelola oleh yayasan insan cipta medan. jurnal pendis memberikan peluang kepada setiap para akademisi (baik dosen, mahasiswa dan para pendidik lainnya) yang akan menerbitkan tulisan terbaiknya. Secara garis besar tulisan ini akan memuat berbagai pembahasan ilmiah tentang penelitian dan pendidikan ilmu sosial. Tulisan yang akan diterbitkan harus melalui prosedur yang telah disepakati oleh pengelola jurnal pendis, sehingga secara administratif dapat berjalan dengan baik. Jurnal pendis akan diterbitkan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu tahun (April, Agustus, dan Desember), sehingga diharapkan dapat menampung antusias penulis untuk menerbitkan tulisannya pada jurnal pendis.
Articles 69 Documents
ANALISIS KETERAMPILAN LITERASI DIGITAL SISWA DALAM MENANGGAPI HOAKS ISU SOSIAL POLITIK DI MEDIA SOSIAL Nanda Dwi Astri
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i2.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan literasi digital siswa dalam menanggapi hoaks yang berkaitan dengan isu sosial politik di media sosial. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena maraknya penyebaran berita palsu (hoaks) di berbagai platform digital yang sering kali menimbulkan disinformasi dan konflik sosial. Siswa sebagai generasi digital (digital natives) memiliki akses luas terhadap berbagai sumber informasi, tetapi belum semuanya memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memverifikasi kebenaran suatu informasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan literasi digital siswa dalam menghadapi hoaks sosial politik serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa sekolah menengah atas di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan literasi digital siswa berada pada tingkat sedang. Siswa umumnya telah memiliki kesadaran untuk tidak langsung mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya, namun kemampuan mereka dalam mengevaluasi kredibilitas sumber dan memahami konteks sosial politik masih terbatas. Faktor-faktor seperti bimbingan guru, lingkungan keluarga, dan kebiasaan diskusi terbukti memengaruhi kemampuan literasi digital siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menggunakan media digital, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, sosial, dan etika dalam menilai serta merespons informasi.
PERAN PENDIDIKAN SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA Saihu
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i2.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan sosial dalam pembentukan karakter tanggung jawab siswa di lingkungan sekolah. Pendidikan sosial berfungsi tidak hanya sebagai sarana penyampaian pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembinaan nilai-nilai moral, sosial, dan kemanusiaan yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sosial berperan penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab melalui tiga aspek utama: integrasi nilai-nilai sosial dalam pembelajaran, pembiasaan perilaku positif di sekolah, serta keteladanan guru sebagai model moral bagi siswa. Melalui ketiga aspek tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep tanggung jawab secara kognitif, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam tindakan nyata baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan sosial memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan generasi yang berkarakter kuat, beretika, dan berjiwa sosial tinggi. Oleh karena itu, pendidikan sosial perlu dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperkuat fondasi karakter bangsa di tengah dinamika perubahan sosial.
PENGUATAN NILAI-NILAI KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS PROYEK SOSIAL Muhammad Khoiruddin
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i2.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis proyek sosial dapat memperkuat nilai-nilai kewarganegaraan pada peserta didik di tingkat sekolah menengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya kesadaran peserta didik terhadap tanggung jawab sosial, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut menandakan perlunya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan sikap dan tindakan nyata sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa yang terlibat dalam kegiatan proyek sosial. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berbasis proyek sosial berperan efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai kewarganegaraan seperti tanggung jawab, kepedulian sosial, partisipasi, dan kerja sama. Keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan sosial di masyarakat menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter. Selain itu, guru berperan penting sebagai fasilitator dan pembimbing dalam mengarahkan kegiatan agar tetap sejalan dengan tujuan pembelajaran IPS dan nilai-nilai Pancasila. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pembelajaran IPS berbasis proyek sosial dapat menjadi strategi inovatif dalam pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Melalui kegiatan nyata yang melibatkan siswa dalam pemecahan masalah sosial, nilai-nilai kewarganegaraan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diinternalisasikan melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang relevan untuk membentuk generasi muda yang berjiwa sosial, nasionalis, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
HAKIKAT KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN: ANALISIS PERAN, FUNGSI, DAN TANTANGAN DI ERA MODERN Rahmi Audina Putri; Lisa Rahmania Dewi; Dedek Rahmi Suci; Belia Ismiarefa; Mulyadi
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i3.617

Abstract

Penelitian ini mengkaji hakikat kepemimpinan dalam pendidikan melalui survei literatur dengan penekanan pada peran, fungsi, dan tantangan yang dihadapi administrator sekolah saat ini. Fungsi untuk meningkatkan kualitas pengajaran, memenuhi misi sekolah, dan mendorong potensi semua komponen pendidikan, kepemimpinan pendidikan memainkan peran penting sebagai katalis perubahan. Untuk menyediakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan efektif, fungsi kepemimpinan mengintegrasikan aspek manajerial, instruksional, dan transformasional. Pada masa kini, administrator sekolah menghadapi berbagai tantangan kompleks seperti adaptasi teknologi digital, manajemen keberagaman, tuntutan kompetensi abad ke-21, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan menyeimbangkan standar akademik dengan pengembangan karakter siswa. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa kepemimpinan efektif membutuhkan kombinasi keterampilan profesional, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan kepemimpinan distributif yang mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan. Studi ini menyoroti pentingnya mengembangkan model kepemimpinan pendidikan yang responsif, visioner, dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan pendidikan kontemporer sambil mempertahankan standar mutu pembelajaran yang tinggi.
PENGARUH PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH DI SEKOLAH, TERHADAP CINTA TANAH AIR Zainuddin; Nanda Dwi Astri; Gumarpi Rahis Pasaribu
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i3.629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran bahasa daerah di sekolah terhadap penumbuhan sikap cinta tanah air peserta didik. Bahasa daerah dipandang sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa yang memiliki peran strategis dalam penguatan identitas nasional melalui jalur pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam kontribusi pembelajaran bahasa daerah terhadap pembentukan sikap nasionalisme peserta didik. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah menengah di Provinsi Sumatera Utara yang menerapkan pembelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa daerah memberikan pengaruh positif terhadap sikap cinta tanah air peserta didik. Nilai-nilai cinta tanah air diinternalisasikan melalui materi pembelajaran berupa cerita rakyat, ungkapan adat, dan praktik kebahasaan tradisional yang sarat dengan nilai budaya lokal. Meskipun demikian, pembelajaran bahasa daerah masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya variasi media pembelajaran, serta perbedaan latar belakang kebahasaan peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa daerah perlu dioptimalkan sebagai bagian dari pendidikan karakter untuk memperkuat rasa cinta tanah air yang berbasis pada keberagaman budaya bangsa.
PENDIDIKAN SOSIAL SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN KARAKTER DAN SOLIDARITAS SOSIAL Wenselinus Nong Kardinus
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i3.630

Abstract

Pendidikan sosial memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan memperkuat solidaritas sosial peserta didik di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, arus globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan perilaku sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidikan sosial sebagai instrumen penguatan karakter dan solidaritas sosial peserta didik di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, dan peserta didik yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pendidikan sosial. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sosial telah diimplementasikan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran, kegiatan sekolah, dan budaya sekolah. Implementasi tersebut berkontribusi positif terhadap penguatan karakter peserta didik, khususnya dalam aspek tanggung jawab, disiplin, kejujuran, kerja sama, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, pendidikan sosial juga berperan dalam membangun solidaritas sosial yang tercermin dari meningkatnya rasa kebersamaan, sikap saling menghargai perbedaan, serta kesediaan peserta didik untuk saling membantu. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan perbedaan latar belakang peserta didik, pendidikan sosial tetap menunjukkan efektivitas apabila didukung oleh komitmen guru dan kebijakan sekolah yang konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan sosial merupakan instrumen penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter kuat dan memiliki solidaritas sosial tinggi, sehingga perlu dikembangkan secara berkelanjutan dalam sistem pendidikan.
PERAN SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI PENDIDIKAN SOSIAL DI ERA MASYARAKAT DIGITAL Rusfandi
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i3.631

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan. Kondisi ini menuntut sekolah untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menanamkan nilai pendidikan sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sekolah dalam menanamkan nilai pendidikan sosial di era masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah berperan penting dalam menanamkan nilai pendidikan sosial melalui integrasi pembelajaran berbasis digital, pembiasaan etika digital, serta penguatan budaya sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Nilai-nilai sosial seperti tanggung jawab, toleransi, kerja sama, empati, dan etika berkomunikasi di ruang digital ditanamkan melalui pembelajaran kolaboratif, keteladanan guru, serta penerapan aturan penggunaan teknologi secara bijaksana. Meskipun masih ditemukan beberapa tantangan, seperti perbedaan tingkat literasi digital peserta didik dan pengaruh lingkungan luar sekolah, peran sekolah tetap menunjukkan efektivitas apabila didukung oleh komitmen guru, kebijakan sekolah yang konsisten, serta kerja sama dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran sosial yang kuat di era masyarakat digital.
ANALISIS ISI PEMBERITAAN RRI MEDAN TERHADAP ISU BENCANA ALAM SUMATERA UTARA Jambak, Susansi; Ghefira Nur Azzahra; Ahmad Nabawi; Hasan Sazali
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i3.636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pemberitaan daring Radio Republik Indonesia (RRI) Medan terkait isu bencana alam di Sumatera Utara. Media online memiliki peran strategis dalam komunikasi kebencanaan, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan mitigasi risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif untuk mengkaji fokus pemberitaan, narasi, serta peran media dalam menyampaikan informasi kebencanaan. Objek analisis difokuskan pada berita “Relawan Independen Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir” yang dipublikasikan di kanal daring RRI Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RRI Medan cenderung menekankan aspek human interest dengan menyoroti peran relawan dan kondisi psikologis anak sebagai kelompok rentan pascabencana. Pemberitaan bersifat informatif dan edukatif, disampaikan dengan bahasa yang empatik dan tidak sensasional, mencerminkan prinsip jurnalisme bencana dan karakter media publik. Namun, aspek mitigasi dan kesiapsiagaan bencana masih kurang mendapat perhatian, karena fokus pemberitaan lebih dominan pada fase pascabencana dan rehabilitasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RRI Medan berperan positif dalam pelayanan informasi publik kebencanaan, tetapi perlu memperkuat konten mitigatif untuk mendukung pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
GATEKEEPING DALAM JURNALISME TELEVISI. STUDI LITERATUR TENTANG PRAKTIK REDAKSI KOMPASTV Khairanda Siregar, Raja; Muhammad Hasbi Maulana; Hasan Sazali
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i3.637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan praktik gatekeeping dalam jurnalisme televisi melalui studi literatur, dengan fokus pada posisi KompasTV dalam konteks jurnalisme televisi Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah jurnal ilmiah dan buku akademik terbitan tahun 2018 ke atas yang membahas teori gatekeeping, praktik redaksi televisi, serta kajian empiris tentang KompasTV. Hasil kajian menunjukkan bahwa gatekeeping dipahami sebagai proses keputusan berlapis yang melibatkan individu jurnalis, rutinitas redaksi, kebijakan organisasi, serta pengaruh eksternal dan ideologis media. Dalam jurnalisme televisi, praktik gatekeeping dipengaruhi oleh keterbatasan durasi siaran, tuntutan visual, dan tekanan kecepatan produksi berita. Literatur juga menunjukkan bahwa KompasTV diposisikan sebagai media televisi berita yang relatif konsisten menjaga kontrol editorial dan standar jurnalistik, meskipun beradaptasi dengan konvergensi media dan platform digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis komprehensif yang mengintegrasikan teori gatekeeping mutakhir dengan temuan empiris jurnalisme televisi dan kajian tentang KompasTV, sehingga memberikan pemahaman konseptual mengenai gatekeeping sebagai sistem keputusan redaksional yang adaptif dalam jurnalisme televisi Indonesia.