cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285641123450
Journal Mail Official
lppm@stekom.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No.304, Pedurungan Kidul, Kec. Pedurungan, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 52361
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu
ISSN : 28091574     EISSN : 28091566     DOI : 10.51903
Berkaitan Bidang Teknik/MIPA: Teknik Mesin, Teknik Informatika, Ilmu Komputer dan Teknik Sipil Berkaitan Bidang Pertanian: Agroteknologi, Budidaya Perairan Berkaitan Bidang Sosial Humaniora Berkaitan Bidang Seni: Ilmu Seni, Arsitek Berkaitan Bidang Ekonomi : Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan Berkaitan Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 219 Documents
DEEP LEARNING ALGORITHM INVENTORY FOR SUGAR CANE LEAF DISEASE DETECTION Zaidal, Nisar; Admi syarif; Mahfut Mahfut
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/ccz51528

Abstract

Tebu (Saccharum spp.) merupakan komoditas industri utama yang produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh penyakit daun, sehingga deteksi dini dan akurat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi. Deep learning menawarkan solusi canggih dan non-destruktif untuk diagnosis penyakit melalui analisis citra secara otomatis. Namun, penelitian yang ada mengenai deteksi penyakit daun tebu masih bersifat terfragmentasi, dengan variasi pada dataset, metode praproses, serta metrik evaluasi yang menyulitkan perbandingan langsung antar algoritma. Penelitian ini secara sistematis melakukan inventarisasi dan evaluasi algoritma deep learning yang diterapkan pada deteksi penyakit daun tebu, termasuk Convolutional Neural Networks (CNN), Vision Transformers (ViT), dan arsitektur hibrida CNN–Transformer. Sintesis komparatif terhadap berbagai model pretrained yang banyak digunakan—seperti ResNet, EfficientNet, DenseNet, dan MobileNet—dilakukan untuk mengidentifikasi kinerja relatif serta adaptabilitasnya terhadap citra lapangan dan UAV. Studi ini juga mengusulkan rekomendasi metodologis terstandar terkait praproses, augmentasi, dan evaluasi guna meningkatkan replikasi serta penerapan di tingkat lapangan. Hasil penelitian ini menjembatani kesenjangan antara kemajuan teoretis dan aplikasi praktis dalam pertanian presisi, serta memberikan kerangka acuan bagi peneliti dan praktisi untuk memilih pendekatan deep learning yang paling sesuai dalam pemantauan kesehatan tebu di kondisi nyata.  
Komparasi Metode Ceramah dan PBL terhadap Berpikir Kritis Siswa di SMAN 14 Kota Jambi Naja Napizo
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/8pa5dz79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji komparasi efektivitas metode pengajaran Ceramah terstruktur dan model Problem-Based Learning (PBL) dalam mendorong peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Studi kuasi-eksperimen ini dilaksanakan pada siswa Kelas XI SMAN 14 Kota Jambi dengan menggunakan materi pokok Gerak Melingkar. Sampel penelitian dibagi menjadi kelompok Ceramah (kelompok eksperimen, n=27) dan kelompok PBL (kelompok kontrol, n=28). Analisis hasil posttest menunjukkan bahwa rerata nilai kelompok Ceramah mencapai 78,59, sementara kelompok PBL memperoleh 75,55. Hasil ini mengindikasikan bahwa metode Ceramah, ketika diterapkan dengan alur logika yang kuat, memiliki efektivitas yang setara atau sedikit lebih unggul dalam membentuk kerangka konseptual yang diperlukan untuk penalaran kritis pada topik Fisika yang bersifat abstrak.  
Pengaruh Model PBL dan Konvesional Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Fluida Statis di Kelas XI SMK 01 Muaro Jambi Sihombing, Tessalonika Putri
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/4qh3cf10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara model Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran konvensional pada materi fluida statis di kelas XI SMK 1 Muaro Jambi. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan dua kelas, XI TKJ sebagai kelas PBL dan XI BDP sebagai kelas konvensional. Hasil menunjukkan bahwa kelas PBL mengalami peningkatan nilai yang lebih tinggi, dari 28 menjadi 91, sedangkan kelas konvensional meningkat dari 38 menjadi 79. Nilai N-gain kelas PBL sebesar 87 (kategori tinggi), lebih besar dibandingkan kelas konvensional sebesar 67 (kategori sedang). Hasil angket juga menunjukkan bahwa siswa pada kelas PBL memiliki sikap ilmiah yang lebih baik. Dengan demikian, model PBL terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan hasil belajar fluida statis
Upaya Pemerintah dalam Penanganan Hambatan Pelaporan Ekspor di Boyolali Hastuti, Sholikah Dwi; Wahyutari, Sherena
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/t1v6x654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah Kabupaten Boyolali, khususnya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISDAGPERIN), dalam menangani hambatan pelaporan ekspor. Pelaporan ekspor memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional dan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi, pendampingan, dan pengingat administrasi kepada pelaku usaha, namun pelaksanaan kebijakan tersebut belum optimal. Hambatan utama meliputi rendahnya kesadaran pelaku usaha, terbatasnya regulasi yang bersifat mengikat, dan belum tersedianya sistem pelaporan digital yang terintegrasi. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan koordinasi antarlembaga turut memengaruhi efektivitas pelaporan. Pemerintah daerah perlu memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas aparatur, serta mengembangkan sistem digital agar pelaporan ekspor menjadi lebih efisien dan akurat.
Analisis Pemahaman Siswa SMA Kelas X SMAN 15 Muaro Jambi Terhadap Materi Pengukuran Rona Pinta Uli Debata Raja
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/25m1p378

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman siswa SMA Kelas X SMAN 15 Muaro Jambi terhadap materi pengukuran sebagai salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran fisika. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam menjelaskan konsep besaran dan satuan, membaca alat ukur, serta menerapkan aturan angka penting dalam penyelesaian soal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes pemahaman dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan untuk menggambarkan capaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa berada pada kategori sedang dengan variasi penguasaan konsep yang berbeda pada setiap indikator, khususnya pada aspek penggunaan alat ukur yang masih rendah. Temuan ini mengindikasikan perlunya metode pembelajaran yang lebih kontekstual, penggunaan alat peraga secara langsung, serta penekanan pada latihan penerapan konsep. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif pada materi pengukuran.
Analisis Peningkatan Hasil Belajar Termodinamika Melalui model Problem Based Learning Berbantuan PhET Simulation Surya Paola Dinata; paola, surya
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/772h0181

Abstract

Physics learning on thermodynamics topics is often considered difficult due to its abstract concepts and the need for strong visualization. This study aims to analyze the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by PhET Simulation in improving students’ learning outcomes compared to conventional instruction. The research was conducted at SMK Negeri 9 Muaro Jambi and involved two classes: a control class that learned through the lecture method and an experimental class that received PBL instruction supported by PhET Simulation. Data were collected through pretest and posttest instruments and analyzed using descriptive statistics and N-Gain analysis. The results show that the control class experienced a moderate improvement with an N-Gain value of 0.52, while the experimental class demonstrated a high improvement with an N-Gain value of 0.72. These findings indicate that the implementation of PBL assisted by PhET Simulation is more effective in helping students develop a deeper understanding of thermodynamics concepts. The implications of this study highlight that integrating problem-based learning models with digital simulations can serve as a relevant and adaptive strategy to enhance the quality of physics learning in the classroom.
Perancangan Interior Salon Kecantikan dengan Tema Girly Luxury Berbasis Palet Blush & Gold pada Era Media Sosial Santi Widiastuti; Jennie Kusumaningrum
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/1xr0sk70

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang interior salon kecantikan dengan tema girly luxury berbasis palet blush & gold yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung kebutuhan citra visual pada era media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah research by design dengan tahap: pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi salon referensi, perumusan konsep girly luxury blush & gold, penyusunan layout fungsional, pemodelan tiga dimensi, serta evaluasi visual terhadap performa ruang. Denah dan pengukuran teknis dikembangkan menggunakan AutoCAD, sementara pemodelan interior dan visualisasi fotorealistik dilakukan dengan 3ds Max dan Corona Renderer untuk mensimulasikan pencahayaan berlapis, karakter material marmer, kayu, serta aksen metal emas dalam suasana ruang yang fotogenik. Kriteria perancangan mencakup integrasi aspek fungsi (ergonomi kursi, jarak antarstasiun kerja, alur resepsionis–waiting–styling–washing–back-of-house), aspek estetika konsep (konsistensi palet blush putih emas, bentuk lengkung, tekstur mengilap), aspek instagramability (penentuan titik foto strategis dengan latar bersih dan cahaya flattering), serta aspek higienitas (penggunaan material nonporos dan warna terang yang mendukung persepsi bersih). Hasil perancangan menghasilkan prototipe interior yang menampilkan citra clean luxury feminin dan siap menjadi latar konten digital, sekaligus menawarkan kerangka operasional penerapan tema girly luxury blush & gold dalam desain salon kecantikan kontemporer.
Mystical Pathways to Ecological Harmony Saipul Annur; Afriantoni Afriantoni; Edi Zalharis
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/g1rgyw87

Abstract

 Di tengah percepatan degradasi lingkungan, eksplorasi terhadap kerangka spiritual dan etis yang mendorong keseimbangan ekologi menjadi semakin penting. Sufisme Hijau, sebagai interpretasi kontemporer dari mistisisme Islam klasik, menawarkan kesadaran ekologis yang mendalam, berakar pada kosmologi sakral, disiplin spiritual, dan penghormatan terhadap seluruh ciptaan. Penelitian ini meneliti dimensi-dimensi ekologis dalam ajaran Sufi, dengan menekankan bagaimana prinsip-prinsip inti seperti tawḥīd (kesatuan ilahi), ḥub (cinta ilahi), dhikr (zikir/pengingatan), dan khalīfa (khalifah/pemelihara) membentuk etika lingkungan yang melampaui paradigma utilitarian modern. Dengan merujuk pada teks-teks klasik Sufi, puisi, dan praktik spiritual, studi ini  mengeksplorasi bagaimana Sufisme membangun visi holistik tentang alam sebagai manifestasi dari Yang Ilahi. Karya-karya para sufi seperti Rūmī, Ibn 'Arabī, dan al-Ghazālī menekankan keterhubungan ontologis yang menghapuskan dikotomi antara dunia manusia dan non-manusia. Sufisme Hijau mendorong kembalinya harmoni batin sebagai sarana penyembuhan dunia luar, serta menghubungkan kesadaran ekologis dengan kebangkitan spiritual. Selanjutnya, makalah ini juga menelaah gerakan-gerakan Sufi kontemporer dan inisiatif lingkungan yang mengintegrasikan praktik-praktik tradisional seperti retret sunyi di alam, berkebun meditatif, dan gaya hidup berkelanjutan sebagai bagian dari aktivisme ekologis mereka. Dengan menggabungkan teologi mistik dan keprihatinan lingkungan modern, Sufisme Hijau menawarkan pendekatan terhadap keberlanjutan yang kaya secara spiritual dan kokoh secara etis. Pendekatan ini menantang model eksploitasi yang dominan dan mengajak umat manusia untuk membayangkan kembali posisinya dalam tatanan alam bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai penjaga yang sadar. Studi ini menyimpulkan bahwa jalan Sufi, ketika dikaji kembali melalui perspektif ekologis, dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap diskursus global tentang etika lingkungan, ekologi spiritual, dan kehidupan berkelanjutan tidak hanya dalam bentuk kritik, tetapi juga sebagai tawaran alternatif berbasis kasih sayang bagi planet yang tengah mengalami krisis.
From Ego to Essence: The Intersection of Sufi Mysticism and Psychotherapy in Islamic Thought Iqbal Ramdhani; Yuniar Yuniar; Naila Putri Imani
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/037dq182

Abstract

Artikel ini mengkaji secara mendalam persinggungan antara mistisisme Sufi dan psikoterapi dalam kerangka pemikiran intelektual dan spiritual Islam. Kajian ini berupaya menelusuri bagaimana konsepsi Sufi tentang jiwa manusia, dengan berbagai tahap penyucian dan transformasinya, memiliki kesetaraan dan saling melengkapi dengan proses psikoterapi yang berorientasi pada penyembuhan, pengetahuan diri, dan integrasi kepribadian. Inti dari spiritualitas Sufi adalah perjalanan dari ego (nafs) menuju esensi (ruh), di mana individu berupaya melampaui nafsu dan keterikatan duniawi untuk mencapai kesatuan ilahi serta kedamaian batin. Demikian pula, psikoterapi dalam bentuk modern dan integratifnya bertujuan membebaskan individu dari fragmentasi psikologis dan konflik bawah sadar, serta menuntunnya menuju keotentikan dan keseimbangan emosional. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan hermeneutik dengan melakukan analisis tekstual dan konseptual terhadap karya-karya klasik tokoh-tokoh Sufi seperti al-Ghazali, Rumi, dan Ibn ‘Arabi, serta membandingkannya dengan kerangka psikologi kontemporer, termasuk psikologi humanistik dan transpersonal. Melalui kajian komparatif ini, penelitian menemukan sejumlah konsep yang beririsan, seperti kesadaran diri (muraqabah), perhatian penuh atau mindfulness (dhikr), katarsis atau penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs), serta peran terapeutik cinta dan kepasrahan (mahabba dan fana’). Titik temu tersebut menunjukkan bahwa baik tasawuf maupun psikoterapi sama-sama menekankan pentingnya transendensi diri sebagai jalan menuju penyembuhan dan keutuhan batin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mistisisme Sufi tidak hanya memberikan dasar metafisik, tetapi juga menawarkan psikologi praktis tentang diri yang dapat memperkaya wacana terapi modern. Dengan mengintegrasikan praktik kontemplatif dan transformasi etis dengan wawasan psikologis, muncul suatu model penyembuhan holistik yang memandang manusia sebagai entitas spiritual sekaligus psikologis. Pada akhirnya, sintesis ini berkontribusi pada pengembangan paradigma psikoterapi Islam yang memadukan dimensi sakral dan ilmiah, serta menawarkan perspektif baru tentang kesehatan mental dan pertumbuhan spiritual di dunia Muslim modern.