cover
Contact Name
M Riyan Hidayat
Contact Email
mrhidayat28@gmail.com
Phone
+6282245839804
Journal Mail Official
mrhidayat28@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indaralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 27747425     DOI : https://doi.org/10.53649/at-tahfidz
Core Subject : Religion,
The Journal At Tahfidz concentrates on publishing scientific papers with the theme of Quranic studies with the following coverage Study of Quran Science, Quran Translation, Study of Quranic Tafsir, Research on the Quran, Living Quran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Epistemologi Penafsiran Nasaruddin Umar (Studi Buku Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an) Rani
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.362

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang struktur epistemlogi dalam tafsir yang terdapat dalam Buku Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur’an karya Nasarudin Umar. Kajian ini akan berfokus pada struktur fundamental pemikirannya yang membentuk epistemlogi dalam proses penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka atau library research, dengan menggali dan meneliti karya-karya yang berkaitan dengan topik pembahasan. Penelitian ini berfokus untuk memahamii tiga hal, yakni: a) bagaimana latar belakang pemikiran Nasaruddin Umar? (b) bagaimana kondisi sosio-historis yang melingkupi Nasaruddin Umar? (c) bagaimana struktur epistemologi Nasaruddin Umar dalam menafsirkan Al-Qur’an? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Nasaruddin Umar berawal dari realitas ketimpangan gender yang ada dalam tafsir Al-Qur’an, yang menuntut pembacaan ulang dengan menggunakan nalar kritis serta perlunya memosisikan Al-Qur’an, realitas dan penafsir sebagai suatu kesatuan yang saling berkaitan. Hasil kajian ini juga menyoroti pentingnya memahami pergeseran sosial yang terjadi seiring waktu, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi interpretasi terhadap ajaran Al-Qur’an. Nasaruddin Umar menggunakan metode maudhu’i dalam proses pembacaan ulang terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan gender, dengan memanfaatkan beragam pendekatan seperti hermeneutika, semantik dan juga sosiologi. Temuan ini menggambarkan bahwa karya Nasaruddin Umar memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkanperspektif baru terhadap studi tafsir Al-Qur’an, dengan menekankan urgensi kesetaraan gender dalam teks suci Islam.
Bullying Dalam Al-Qur’an (Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Qs. Al-Hujurat (49): 11) Ekatul Hilwatis Sakinah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.367

Abstract

Abstrak Fenomena bullying telah meresahkan seluruh umat muslim dan seluruh manusia pada umumnya. Pada dasarnya fenomena ini telah terjadi sejak masa kenabian hingga pada zaman sekarang ini. Padahal Allah telah menyinggung terkait bullying dalam ayat al-Qur’an seperti dalam QS. al-Hujurat (4): 11, untuk itu diperlukan pemahaman terhadap struktur kata yang terdapat dalam ayat tersebut agar fenomena bullying dapat dicegah. Penelitian ini berfokus pada aplikasi semiotika Roland Barthes terhadap ayat tentang bullying dalam QS. al-Hujurat (49): 11. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur teks yang terdapat dalam QS. al-Hujurat (49): 11, makna di zaman sekarang, dan mengetahui pesan serta informasi yang terkandung dalam ayat tersebut dengan menggunakan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif analitik dengan jenis kepustakan (library research). Hasil menunjukkan bahwa dalam QS. al-Hujurat (49): 11 menurut sistem linguistiknya adalah perbuatan bullying nonfisik. Sedangkan sistem mitologinya adalah bahwa agama Islam telah melarang perbuatan bullying nonfisik dalam bentuk apapun baik berupa bullying verbal, bullying relasional, maupun cyberbullying karena tidak sesuai dengan prinsip etika, moral, dan akhlak umat Islam. Kata Kunci: Bullying, Qs. al-Hujurat (49): 11, Semiotika, Roland Barthes. Abstract The phenomenon of bullying has worried all Muslims and all humans in general. Basically this phenomenon has occurred since prophetic times to the present day. Even though Allah has alluded to bullying in the verses of the Qur'an as in QS. al-Hujurat (4): 11, for this it is necessary to understand the structure of the words contained in the verse so that the phenomenon of bullying can be prevented. This research focuses on the application of Roland Barthes's semiotics to the verse about bullying in QS. al-Hujurat (49): 11. The purpose of this research is to find out the structure of the text contained in QS. al-Hujurat (49): 11, the current meaning, and find out the message and information contained in the verse by using Roland Barthes's semiotics. The method used in this research is descriptive analytic with the type of library. The results show that in QS. al-Hujurat (49): 11 according to the linguistic system is an act of non-physical bullying. While the mythological system is that Islam has prohibited acts of non-physical bullying in any form, whether in the form of verbal bullying, relational bullying, or cyberbullying because it is not in accordance with the ethical, moral and ethical principles of Muslims. Keywords: Bullying, Qs. al-Hujurat (49): 11, Semiotics, Roland Barthes.
Reevaluasi Kajian Metode Tafsir Tematik (Mustafa Muslim dalam Karyanya “Mabahits Fii Tafsir Maudhu’i”) Ayu Novita Sari ayu novita sari
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i02.371

Abstract

Perkembangan dunia penafsiran mengalami perkembangan drastis di era modern ini. Banyak sekali penelitian dan pengkajian terkait tafsir, dimana memfokuskan pada isu-isu yang menjadi pembahasan utama di era modern yang dikaitkan dengan tema-tema yang ada sesuai permasalahan yang sedang diteliti. Metode yang tepat dalam kajian ini adalah metode tafsir maudhu’i (tematik). Tokoh yang populer dalam merumuskan metode ini adalah Al-Farmawi. Namun banyak tokoh lain yang merumuskan metode tafsir maudhu’i ini, salah satunya adalah Mustafa Muslim, ia merupakan salah satu ulama’ di Suria terkemuka di bidang tafsir al-Qur’an. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Mustafa Muslim merumuskan metode ini, kemudian melihat bagaimana sejarah ia merumuskan dan apa saja yang menjadi fokus utama dalam metode yang dirumuskan oleh Mustafa Muslim. Dari penelusuran yang dilkukan penulis, didaparkan hasil bahwaTafsir Maudhu’i (Tematik) yang dirumuskan oleh Mustafa Muslim ada fokus kajian pada tiga pembahasan terkait tafsir maudhu’i (tematik) yaitu pertama kajian tematik yang terfokus pada kata. Kedua kajian tematik yang terfokus pada surah, dan terakhir yang terfokus pada al-Qur’an. Lalu tahap-tahapan yang harus dilalui dalam penggunaan tafsir maudhu’i (tematik) hampir sama yang dirumuskan oleh tokoh lain al-Farmawi, yaitu memilih tema yang akan dibahas, mengumpulkan ayatnya, melihat asbabun nuzulnya, munasabah ayat dan surat yang setema, lalu menjelaskan ayat-ayat yang digunakan dalam penelitian dan tertib serta memperhatikan prosedur-prosedurnya.
Studi Kodikologi Dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Madura Khozinul Alim
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.381

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi akan kayanya peninggalan manuskrip mushaf al-Qur’an yang beredar dan di tanah nusantara, khususnya Indonesia. Tulisan ini merupakan salah satu upaya memperkaya kajian berkenaan manuskrip mushaf al-Qur’an. penulis berusaha mengungkap aspek kodikologi dan tekstologi manuskrip mushaf kuno Madura. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui. Mushaf berumur sekitar 80 tahun. Iluminasi ditemukan pada bagian awal, tengah, dan akhir motif floral sederhana dengan warna hijau mendominasi. Khat yang digunakan dominan menggunakan khat naskhi. Rasm pada manuskrip ini menggunakan rasm campuran yaitu rasm utsmānī dan rasm imlai/istilahi dengan qiraat ‘Āṣim riwayat Ḥafṣ. Tanda baca serta tanda waqaf yang digunakan cenderung sama dengan mushaf standar Indonesia yang beredar saat ini. tipologi kesalahan di dalam manuskrip ini meliputi kesalahan dalam ḍabṭ syak, huruf, kata, kalimat, bahkan ketidakjelasan huruf. Kata kunci: Manuskrip, scholia, ḍabṭ, kuras.
Analisis Tematik pada Ayat-ayat Musyawarah dalam Tafsir An-Nur Karya Teuku Hasbi as Siddiqiey Munshihah, Aty; Nurun Nisaa Baihaqi
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.389

Abstract

Salah satu mufassir lokal yakni Teuku Hasbi Ash-Shiddieqiey dikenal dengan corak fikihnya. Hal ini menunjukkan ketegasan Hasbi dalam memutuskan hukum pada tema pembahasan ayat yang dibahas. Kendati demikian, karakteristik kenusantaraanya menjadi indikator untuk melenturnya hukum yang ada, sebab menyesuaikan pada kondisi dan situasi masyarakatnya. Oleh karena itu, menarik untuk kembali digali dengan tema sosial yang diambil penulis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan model penafsiran tematik yang secara keseluruhan akan menganalisa ayat-ayat bertemakan musyawarah (QS. Al-Baqarah [2]: 233, QS. Ali Imran [3]: 159, QS. Asy-Syura [42]: 38). Penelitian ini menghasilkan bahwa (1) titik tumpu dalam musyawarah bukanlah mengenai hasil akhir melainkan proses saat hal itu terjadi; (2) peleburan sikap dan ego merupakan tujuan yang lebih penting dari hasil yang di hasilkan dalam musyawarah; (3) pemikiran Hasbi dalam musyawarah cenderung diwarnai oleh kondisi dan situasi masyarakat Indonesia.
Kontekstualisasi Modern Slavery (Analisis Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman) Huzaifah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i02.393

Abstract

Modern Slavery (Perbudakan Modern) tersembunyi di depan mata dan sangat terkait dengan kehidupan di setiap sudut dunia. Setiap hari, orang ditipu, dipaksa untuk masuk ke dalam situasi eksploitatif yang tidak dapat mereka tolak atau tinggalkan. Modern slavery memiliki banyak bentuk dan dikenal dengan berbagai nama. Dalam segala bentuknya, praktik tersebut secara sistematis menghilangkan kebebasan seseorang untuk keuntungan personal dan komersial. Praktik modern slavery ini sangat bertentangan dengan nilai Qur’ani. Al-Qur’an mengedepankan kebebasan manusia, dan menghendaki perubahan sosial secara universal dengan memuat ayat-ayat tentang perbudakan. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (library research) dengan metode deskriptif-analitis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontekstualisasi modern slavery kini merupakan lebih berbahaya terhadap humanisme, yakni perbudakan pemikiran, perbudakan ekonomi, kekuasaan, bahkan kemerdekaan suatu negara. Ideal Moral (Pesan moral ) dalam teori double movement Fazlur Rahman dalam memerdekakan budak yaitu memberikan kesetaraan kepada orang lain, membebaskan dari penindasan, dan tidak mengganggu hak asasi manusia dalam bentuk apa pun itu.
Al-Qur’an Masa Formasi: Pandangan Alternatif dari Orientalis Matsna Afwi Nadia
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 02 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i02.398

Abstract

Artikel ini menunjukkan salah satu kecenderungan studi al-Qur’an dalam tradisi orientalis berupa pandangan alternatif tentang historiografi al-Qur’an masa formasi. Pemetaan didasarkan pada kajian pustaka terhadap karya-karya mereka. Tiga persoalan yang hendak diulas: Pertama, bagaimana respon orientalis terhadap historiografi al-Qur’an masa formasi versi sarjana muslim klasik. Kedua, bagaimana metode yang digunakan mereka. Ketiga, tipologi pandangan alternatif. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa orientalis cenderung bersikap skeptis terhadap pandangan ulama klasik. Mereka mendekati topik ini dengan metode historiografi dan sudut pandang sejarah, dengan fokus pada kritik terhadap sumber-sumber sejarah yang digunakan oleh ulama klasik. Selain itu, mereka juga menulusuri sumber sejarah yang sezaman. Berbagai pandangan alternatif yang diusulkan melibatkan isu kanonisasi Al-Qur’an, pra history Al-Qur’an, dan variasi teks Al-Qur’an.
Analisis Kajian Tafsir Ahkam tentang Kedudukan Akad Muamalah pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia Fadli Daud Abdullah; Ah. Fathonih; Mohamad Athoillah
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.402

Abstract

Penelitian ini menganalisis kajian tafsir ahkam tentang kedudukan akad muamalah pada lembaga keuangan syariah di Indonesia. Sebagaimana Industri keuangan syariah menjadi semakin penting dalam perekonomian global, termasuk di Indonesia, di mana lembaga keuangan syariah memainkan peran utama. Akad muamalah, sebagai dasar hukum transaksi ekonomi syariah, memiliki kedudukan yang penting dalam operasional lembaga keuangan syariah. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan anaisis data sekunder dan pendekatan metode analisis maudhu'i dengan mencoba mencari jawaban al-Qur'an dengan mengumpulkan tafsir ayat-ayat al-Qur'an untuk menemukan kedudukan akad tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pentingnya menyediakan komitmen dan perjanjian dalam transaksi ekonomi, kecuali jika melanggar hukum syariah. Prinsip ini menciptakan landasan etika dan moral bagi bisnis dan transaksi ekonomi, yang mencerminkan integritas dan keadilan. Berdasarkan beberapa ayat Al-Qur'an, akad juga memegang peran penting dalam mengikat individu dalam menjalankan perjanjian dan komitmen mereka, dengan tanggung jawab moral dan spiritual yang kuat. sebagaimana telah dijelaskan dalam tafsir ahkan Quran surat Al-Maidah ayat 1 dan surat Al-Isra ayat 34 dan di pertegas lagi dalam Qur’an surat An-Nissa ayat 29 agar setiap perencanaan transaksi dan pelaksanaannya didasarkan atas niat baik, sehingga segala bentuk penipuan, kecurangan, dan penyelewengan dapat dihindari. Artikel ini memberikan kontribusi bagi praktisi, sejarawan, dan regulator di bidang perbankan syariah di Indonesia, yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan berkelanjutan lembaga keuangan syariah di negara ini. Kata Kunci: Akad Muamalah, Lembaga Keuangan Syariah, dan Tafsir Ahkam
Lokalitas Tafsir Rahmat Karya H. Oemar Bakry Ahmad Daiyan
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.406

Abstract

Interpretation studies in Indonesia have their own local wisdom. In an effort to understand the Qur'an and convey the messages contained in it to the public, of course the use of locality elements can make it easier for the community to understand the contents and explanations of the verses of the Koran. The purpose of this research is to reveal locality aspects in H. Oemar Bakry's Tafsir Rahmat. This article discusses the locality of Rahmat's interpretation, which is one example of interpretation in Indonesia. In fact, there are many other works of interpretation that have developed in Indonesia, including Turjuman al-Mustafid, which was written by a well-known scholar named Shaykh Abd al-Rauf as-Sinkili, who came from Aceh. Tafsir Faidl al-Rahman written by Syekh Soleh Darat, Semarang, and Tafsir Marah Labid or better known as Tafsir Munir by Syekh Nawawi al-Bantani from Banten. In the following era, insight into the interpretation of the Koran in Indonesia was enriched by the presence of al-Ibriz by KH Bisri Musthofa, father of the charismatic figure KH Musthofa Bisri from Rembang, Central Java, as well as Tafsir Al-Azhar by Haji Abdul Malik Karim Amrullah or known as Buya Hamka. He is an influential figure as well as the first Chairman of the Indonesian Ulema Council (MUI) from Agam Regency, West Sumatra, and there are many other examples of interpretations that have developed in Indonesia. This research category is qualitative research with library research. The method that the writer uses in collecting data and the data analysis method that the writer uses is descriptive-analytical.
Kaidah-Kaidah Ilmu Tafsir Yang Berisi Penisbatan Perspektif Khalid Utsman As-Sabt (Kitab Qowaid At-Tafsir) Ilma Amalia; Junaida; Ican Mandala
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.408

Abstract

Ilmu Tafsir merupakan ilmu yang menjadi jembatan dalam memahami isi Al-Qur’an. Meskipun tidak semua maksud dari Al-Qur’an dapat difahami secara keseluruhan, tetapi sebagai seorang muslim kaidah-kaidah tafsir terutama yang berhubungan dengan fikih praktis haruslah kita fahami untuk memutuskan suatu perkara dalam amaliah praktis keislaman kita. Tulisan ini membahas lima kaidah tafsir yang berhubungan dengan praktik dalam kehidupan sehari-hari yaitu kaidah terhadap ayat-ayat yang dinisbatkan terhadap Allah SWT, kaidah penetapan terhadap suatu hukum, kaidah kejelasan hukum dalam suatu perkara yang telah Allah SWT tetapkan, kaidah pengambilan lafadz dan kaidah yang menjelaskan bahwa tidak semua larangan menunjukkan pada keharaman. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang memfokuskan pembahasan pada lima kaidah yang terdapat dalma kitab Qowaid fi Tafsir juz 2 karya Kholid ‘Utsman As-Sabt. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengungkap makna dalam lafadz-lafadz al-Qur’an melalui kaidah-kaidah tafsir. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah adanya ayat-ayat yang serumpun dan bisa dikaidahkan dalam 1 kaidah sehingga lebih mudah untuk melakukan penafsiran dengan ayat tersebut dengan metode ini.