cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora
ISSN : 30255163     EISSN : 2987713X     DOI : https://doi.org/10.61104/jq.v1i2
QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dengan e-ISSN 2987-713X (online) p-ISSN 3025-5163 (cetak) dan Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal multidisiplin dan akses terbuka peer-reviewed dengan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora merupakan hasil penelitian orisinal, ide konseptual, dan kajian terkini dalam ruang lingkup Ilmu Sosial & Humaniora, yakni; Pendidikan, Ekonomi, Manajemen, Kebudayaan, Studi Agama, dan penelitian yang relevan. Artikel ilmiah Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora dapat ditulis perorangan maupun ditulis secara tim dengan maksimal 5 (lima) orang penulis pada satu artikel ilmiah yang akan dipublikasikan pada Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, baik berafiliasi pada lembaga di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa lembaga. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humainora adalah jurnal akses terbuka dan akses gratis (dan pendaftaran gratis). Penulis dapat mendaftar secara online di website dan tidak dipungut biaya apapun dari proses pendaftaran. Para penulis dari universitas atau yang diteliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. Jurnal ini memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan mendetail dari akademisi dan praktisi terkait dengan masalah Ilmu Sosial & Humaniora. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humainora diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yakni pada bulan Mei dan bulan November oleh Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor jurnal dan reviewer yang berkompeten di bidang masing-masing. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora akan menerbitkan artikel terpilih di bawah Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2026): 2026" : 78 Documents clear
Peran Guru Dalam Menumbuhkan Motivasi Santri Untuk Menghafal Al Quran Di Taman Pendidikan Al Quran Masjid Nurul Huda Warsono; Ubaidilah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5401

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi sebagian santri dalam menghafal Al-Qur’an di TPQ Masjid Nurul Huda Rawabuaya. Kegiatan tahfidz merupakan proses pembelajaran yang menuntut konsistensi, kedisiplinan, serta kesiapan psikologis, sehingga motivasi menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Rendahnya motivasi santri dipengaruhi oleh faktor internal seperti minat, kesiapan belajar, dan kondisi emosional, serta faktor eksternal seperti metode pengajaran, pendekatan guru, dan lingkungan belajar. Dalam konteks ini, guru memegang peranan yang sangat strategis sebagai motivator, pembimbing, dan fasilitator untuk menumbuhkan dorongan santri agar mampu menghafal Al-Qur’an secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan motivasi anak untuk menghafal Al-Qur’an di TPQ Masjid Nurul Huda Rawabuaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terhadap kegiatan tahfidz, wawancara mendalam dengan guru dan santri, serta dokumentasi program hafalan sebagai upaya triangulasi data untuk memperoleh hasil yang valid dan komprehensif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an di TPQ Masjid Nurul Huda berada pada kondisi yang beragam dan cenderung fluktuatif, baik antarindividu maupun pada diri santri yang sama dalam waktu yang berbeda. Fluktuasi motivasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, seperti minat belajar, kesiapan mental, tingkat kelelahan, serta kondisi emosional santri, dan juga oleh faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang diterapkan, intensitas interaksi guru dengan santri, serta dukungan lingkungan keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa proses menghafal Al-Qur’an bukan hanya aktivitas kognitif, melainkan juga melibatkan aspek afektif dan psikologis yang memerlukan perhatian khusus dari pendidik. Dalam konteks tersebut, guru memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menumbuhkan serta menjaga motivasi santri. Guru berperan aktif melalui pendekatan personal dengan mengenali karakter, kemampuan, dan kondisi psikologis masing-masing santri. Pendekatan ini memungkinkan guru memberikan bimbingan yang lebih humanis dan sesuai dengan kebutuhan santri. Selain itu, guru juga memberikan nasihat yang bersifat edukatif dan spiritual, menanamkan nilai-nilai keutamaan menghafal Al-Qur’an, serta menyampaikan pesan motivasional yang mampu menumbuhkan kesadaran santri bahwa tahfidz merupakan bagian dari ibadah dan bentuk kedekatan kepada Allah SWT. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi santri juga dilakukan melalui pemberian penghargaan baik secara verbal maupun nonverbal, seperti pujian, apresiasi atas kemajuan hafalan, dan pemberian kepercayaan kepada santri untuk tampil atau menyetorkan hafalan di hadapan teman-temannya. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan santri terhadap proses hafalannya. Di samping itu, guru menerapkan metode tahfidz yang variatif, seperti talaqqi, tasmi’, pengulangan hafalan secara berkelompok, dan pembiasaan muroja’ah secara rutin. Variasi metode ini membantu mengurangi kejenuhan santri dan menjadikan proses menghafal Al-Qur’an lebih menyenangkan serta berkelanjutan. Faktor pendukung motivasi santri meliputi lingkungan TPQ yang religius dan kondusif, keterlibatan guru yang konsisten dalam mendampingi proses hafalan, serta adanya dukungan dari orang tua yang memberikan dorongan moral dan pendampingan di rumah. Lingkungan yang bernuansa religius terbukti mampu menumbuhkan suasana belajar yang nyaman dan memotivasi santri untuk berinteraksi lebih dekat dengan Al-Qur’an. Sebaliknya, faktor penghambat yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain pengaruh penggunaan gadget yang berlebihan, keterbatasan pendampingan orang tua di rumah, serta kondisi psikologis santri seperti mudah bosan, kurang fokus, dan kelelahan. Faktor-faktor penghambat ini menunjukkan perlunya sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan dalam mendukung keberhasilan program tahfidz. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru memiliki pengaruh yang signifikan dalam menumbuhkan dan mempertahankan motivasi santri untuk menghafal Al-Qur’an secara berkelanjutan. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar hafalan, tetapi juga sebagai motivator, pembimbing, dan teladan yang mampu menciptakan suasana pembelajaran tahfidz yang efektif, bermakna, dan bernilai ibadah. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam aspek pedagogik, psikologis, dan spiritual menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembelajaran tahfidz di TPQ Masjid Nurul Huda
Pendekatan Diversi Dalam Kasus Tawuran Anak Yang Dipicu Oleh Mabuk Alkohol Hasan, Sawia
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5488

Abstract

Dalam kasus tawuran anak yang disebabkan oleh konsumsi alkohol, serta pertanggungjawaban pidana anak dari perspektif hukum positif di Indonesia, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi tawuran anak yang mabuk alkohol, seperti faktor sosial, keluarga, dan lingkungan. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dikaji dengan yuridis normatif dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa diversi adalah metode penting untuk menyelesaikan kasus anak dengan menerapkan keadilan restoratif, yang berarti mengembalikan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Setiap tahap peradilan pidana anak harus diperbarui. Ini tidak berlaku untuk pelanggaran yang telah dilakukan satu kali lagi, serta untuk pelanggaran dengan ancaman yang telah berlangsung selama 7 (tujuh) tahun. Namun demikian, masih ada masalah normatif dan praktis yang terkait dengan penerapan diversi. Ini termasuk kemungkinan pelanggaran prinsip praduga tidak bersalah dan cakupan perkara yang terbatas. Anak-anak dapat dimintai pertanggungjawaban dalam hal pertanggungjawaban pidana karena kondisi psikologis mereka dan tingkat kedewasaan mereka. Akibatnya, sanksi yang diberikan lebih ringan dan mendidik. Oleh karena itu, prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan pendekatan rehabilitatif harus menjadi pilar utama dalam menangani masalah anak.
Efek Jera Pemidanaan Terhadap Pelaku KDRT: Studi Putusan Nomor 544/Pid.Sus/2024/PN.TJK Dioni Wuantika; Nabila Zatadini
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5561

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan tindak pidana yang masih sering terjadi di Indonesia dan berkaitan erat dengan pelanggaran hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemidanaan dalam memberikan efek jera terhadap pelaku KDRT. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan fokus pada Putusan Nomor 544/Pid.Sus/2024/PN.TJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana penjara yang dijatuhkan belum sepenuhnya efektif dalam memberikan efek jera, terutama karena adanya kekerasan yang dilakukan secara berulang serta dampak fisik dan psikologis yang dialami korban. Pidana yang relatif ringan dinilai belum mencerminkan prinsip proporsionalitas dan tujuan pemidanaan, khususnya dalam aspek pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui integrasi antara sanksi pidana, rehabilitasi pelaku, serta perlindungan korban guna mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana KDRT di masa mendatang.
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Bintang Try Anastasya Manalu; Nandang; Rengga Madya Pranata
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5564

Abstract

Penelitian kuantitatif ini, yang menggunakan desain survei, secara khusus menyelidiki hubungan sebab-akibat antara disiplin kerja dan pengawasan manajerial terhadap tingkat kinerja karyawan di Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, di mana populasi penelitian terdiri dari 128 pegawai tetap dengan sampel representatif sebanyak 97 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin untuk memastikan generalisasi yang akurat; pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner terstruktur, pengamatan langsung terhadap dinamika kerja sehari-hari, dan pengumpulan informasi dari arsip dokumen internal, sedangkan pengolahan data mencakup serangkaian uji pendahuluan seperti validitas dan reliabilitas instrumen pengukuran, verifikasi asumsi regresi klasik (normalitas distribusi residu, tidak adanya multikolinearitas, dan homogenitas varians), diikuti oleh analisis inti yang terdiri dari model regresi linier berganda yang dilengkapi dengan uji parsial menggunakan uji t dan uji simultan menggunakan uji F—menghasilkan temuan bahwa disiplin kerja secara individual memberikan kontribusi positif dan signifikan secara statistik (nilai t yang dihitung sebesar 3,791 lebih besar dari nilai t kritis sebesar 1,985 dengan tingkat signifikansi 0,000), demikian pula pengawasan (nilai t yang dihitung sebesar 3,348, lebih besar dari nilai t kritis sebesar 1,985 dengan tingkat signifikansi 0,001), dan secara kolektif, keduanya memiliki efek yang kuat (nilai F yang dihitung sebesar 26,703 dengan tingkat signifikansi 0,000, menjelaskan 36,2 persen variasi melalui nilai R-kuadrat sebesar 0,362) —dengan demikian, implikasi praktisnya menekankan perlunya strategi terpadu berupa penguatan budaya disiplin yang konsisten yang bersinergi dengan mekanisme pengawasan yang efektif untuk mendorong peningkatan kinerja pegawai yang berkelanjutan di sektor publik
Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Kebahagiaan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Nirmala, Riska Amelia; Nandang; Rengga Madya Pranata
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5575

Abstract

Dalam Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, pengujian empiris terhadap lingkungan kerja dan kebahagiaan terhadap kinerja pegawai menjadi fokus utama studi ini. Khususnya, data dari 97 responden dikumpulkan via instrumen survei dan diolah melalui SPSS (meliputi skrining validitas-reliabilitas, pengujian asumsi klasik, regresi berganda, serta R²) mengungkap pola pengaruh yang mencolok. Secara parsial, elemen lingkungan kerja seperti tata letak ruang dan sarana pendukung tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kinerja pegawai, persepsi responden justru memandangnya sebagai prasyarat operasional biasa yang telah terpenuhi. Sebaliknya, aspek kebahagiaan psikologis di tempat kerja terbukti mendorong peningkatan kinerja secara nyata dan kuat, menjadikannya pendorong primer di balik produktivitas. Bersama-sama, keduanya menjelaskan koefisien determinasi 55,8% variansi dalam kinerja pegawai, sementara 44,2% sisanya diatribusikan pada variabel eksternal di luar kerangka model. Temuan ini, yang bersumber dari analisis kuantitatif ketat, menggarisbawahi urgensi bagi organisasi untuk memprioritaskan dimensi emosional misalnya, melalui penguatan budaya apresiatif dan dukungan kenyamanan jiwa daripada sekadar optimalisasi infrastruktur fisik. Pendekatan semacam itu diharapkan mempertahankan momentum produktivitas pegawai secara berkelanjutan. Pemahaman faktor-faktor ini punya implikasi strategis luas bagi pencapaian tujuan institusional yang ambisius.
Analisis Penyelesaian Pelanggaran Hukum Melalui Restorative Justice Berbasis Mediasi Adat Di Kelurahan Padang Serai Najwa Renanda Lheviola; Rina iswani; Nabilla Tiffany Dwinov; Bagas Prithajaya Putra; Mardhatillah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pelanggaran hukum yang diselesaikan melalui mediasi adat, mekanisme penyelesaian perkara, serta efektivitas dan hambatan penerapannya di Kelurahan Padang Serai, Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, aparat kelurahan, dan Bhabinkamtibmas, serta didukung oleh studi dokumentasi dan peraturan perundang-undangan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran yang diselesaikan melalui mediasi adat umumnya termasuk dalam kategori dapek salah, seperti cempalo tangan, cempalo mulut, dan cempalo mato. Proses penyelesaian dilakukan melalui tahapan pengaduan, pemanggilan para pihak, musyawarah adat yang dipimpin oleh Ketua Adat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan aparat keamanan, hingga tercapainya kesepakatan berupa permintaan maaf, ganti kerugian, atau denda adat. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk tertulis sebagai legitimasi hasil musyawarah. Penerapan mediasi adat terbukti efektif dalam menyelesaikan konflik sosial karena mampu memulihkan hubungan antarwarga dan menjaga keharmonisan masyarakat. Mekanisme ini juga mencerminkan prinsip restorative justice yang berorientasi pada pemulihan, bukan pembalasan. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa perubahan nilai sosial masyarakat, lemahnya administrasi dokumentasi, serta belum optimalnya integrasi antara hukum adat dan hukum positif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan dan sinergi normatif agar mediasi adat dapat berfungsi lebih optimal dalam sistem hukum nasional.
Dinamika Interaksi antara Pemimpin Transformasional dan Karyawan Generasi Z dalam Membangun Loyalitas di Lingkungan Startup Ulya, Nadziratul; Mughayyirah , Yuniar; Pratama , Neng Dyah Surya; Yanti , Dewi; Sari , Janna Aulia Pulung
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5633

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami secara mendalam peran kepemimpinan transformasional dalam membangun loyalitas di antara karyawan Generasi Z di perusahaan rintisan selama era transformasi digital. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi dinamika hubungan antara pemimpin dan karyawan dalam konteks lingkungan kerja yang serba cepat, fleksibel, dan penuh tekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat menciptakan hubungan kerja yang lebih bermakna dengan memberikan visi, motivasi, dan perhatian terhadap kebutuhan individu karyawan. Loyalitas karyawan dipengaruhi tidak hanya oleh faktor struktural organisasi tetapi juga oleh aspek psikologis seperti keterlibatan karyawan dan kepuasan kerja, yang terbentuk melalui interaksi yang autentik dan suportif. Lebih lanjut, kesejahteraan di tempat kerja merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas emosional dan komitmen karyawan. Namun, risiko burnout yang tinggi di lingkungan perusahaan rintisan merupakan tantangan utama yang dapat melemahkan pengaruh positif kepemimpinan terhadap loyalitas. Temuan juga mengungkapkan bahwa Generasi Z mengharapkan gaya kepemimpinan yang lebih partisipatif, komunikatif, dan fleksibel dalam organisasi. Oleh karena itu, pendekatan kepemimpinan adaptif yang berorientasi pada kesejahteraan karyawan dibutuhkan secara holistik. Penelitian ini berkontribusi untuk memperkaya pemahaman tentang perilaku modern dan memberikan dasar bagi perusahaan rintisan dalam merancang strategi kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan loyalitas dan keberlanjutan organisasi
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Di UPT SMPN 13 Gresik Ujungpangkah Nur Izzah; Moh. Syafi’i
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di UPT SMPN 13 Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatori. Data status sosial ekonomi orang tua diperoleh melalui kuesioner yang mencakup indikator pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan pendapatan orang tua, sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh melalui dokumentasi nilai raport. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. hasil analisis outer model menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Selanjutnya, hasil analisis inner model menunjukkan bahwa status sosial ekonomi orang tua hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi prestasi belajar siswa. Hasil uji hipotesis melalui bootstrapping menunjukkan bahwa pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan pendapatan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa tidak hanya ditentukan oleh kondisi sosial ekonomi orang tua, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, kemandirian siswa, dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu upaya peningkatan prestasi belajar siswa perlu difokuskan pada penguatan faktor internal siswa serta peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Cultural Representation in the L'Oréal Paris Advertisement "Nous le valons bien" Nurfebry Salsabila Isdiansyah; Diah Vitri Widayanti
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5658

Abstract

The expansion of digital media has transformed advertising into a medium that constructs cultural meanings and social values beyond its promotional function. This study aims to analyze cultural representation in the L’Oréal Paris 2024 advertisement “Nous le valons bien”, focusing on how meaning is constructed through visual and verbal elements. The research applies a qualitative descriptive method using a constructionist approach. The data source is a 40 second advertisement video obtained from the official YouTube platform, with scenes and sequences as the unit of analysis. The findings reveal that representation operates through reflective, intentional, and constructionist approaches. While the advertisement reflects multicultural diversity and communicates empowerment, the constructionist approach dominates by actively producing meanings of inclusive beauty, contemporary feminism, and global identity. In conclusion, the advertisement functions as a cultural text that not only reflects but also shapes social reality, contributing to cultural studies and language learning.
Latihan Plyometric Model Circuit Training Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Atlet Basket Di UPTD SMPN 1 Kamal Bangkalan Alif Rafi Nugraha Putra; Supriatna, Supriatna
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5660

Abstract

Power otot tungkai merupakan komponen kondisi fisik yang sangat penting dalam olahraga bola basket karena berkaitan dengan kemampuan melompat, melakukan rebound, dan melakukan shooting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric dengan model circuit training terhadap peningkatan power otot tungkai atlet bola basket. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain pretest–posttest control group design. Populasi penelitian adalah atlet bola basket putri ekstrakurikuler di UPTD SMP Negeri 1 Kamal dengan jumlah 20 atlet yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes vertical jump untuk mengukur power otot tungkai. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan latihan plyometric model circuit training terhadap peningkatan vertical jump atlet bola basket. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan plyometric model circuit training efektif dalam meningkatkan power otot tungkai atlet bola basket.