cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
SEJARAH RINGKAS JEPANG KUNO DAN AWAL MASUK DAN PERKEMBANGAN KONFUSIANISME DI JEPANG Rustamana, Agus; Maharani, Afrida; Nursabila, Nursabila; Yanti, Febi; Ilham Rusdi, Mohammad
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1299

Abstract

Jepang kuno adalah periode sejarah yang mencakup zaman Jomon (sekitar 10.000-300 SM), zaman Yayoi (sekitar 300 SM-250 M), zaman Kofun (sekitar 250-538 M), dan zaman Asuka (538-710 M). Dalam periode ini, Jepang mengembangkan budaya dan masyarakat yang unik, dipengaruhi oleh kontak dengan Korea dan Cina. Jepang kuno juga menyaksikan munculnya agama Shinto, sistem tulisan, dan pembentukan negara Yamato. Konfusianisme adalah ajaran moral dan politik yang disebarkan oleh Kongzi (Confucius) dan pengikutnya di Cina pada abad ke-6 SM. Konfusianisme menekankan pentingnya hubungan sosial, kesetiaan, budi pekerti, dan kewajiban. Konfusianisme juga mempromosikan pendidikan, pemerintahan yang bijaksana, dan kesejahteraan rakyat. Konfusianisme pertama kali diperkenalkan ke Jepang melalui Korea pada abad ke-5 M, bersama dengan Buddhisme dan Taoisme. Konfusianisme awal di Jepang berfokus pada aspek ritual dan etiket, serta penggunaan teks-teks klasik sebagai sumber pengetahuan. Pada abad ke-7 M, Konfusianisme menjadi dasar hukum dan administrasi negara Jepang, terutama di bawah pengaruh Cina Sui dan Tang. Konfusianisme berkembang lebih lanjut di Jepang selama periode Heian (794-1185 M), Kamakura (1185-1333 M), Muromachi (1336-1573 M), dan AzuchiMomoyama (1568-1600 M). Konfusianisme diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan kondisi sosial, politik, dan budaya Jepang. Konfusianisme juga bersaing dan berinteraksi dengan aliranaliran lain seperti Buddhisme, Shinto, dan Neo-Konfusianisme. Konfusianisme mencapai puncaknya di Jepang selama periode Tokugawa (1603-1868 M), ketika menjadi ideologi resmi pemerintah dan pendidikan. Konfusianisme Tokugawa menekankan loyalitas kepada shogun, ketaatan kepada aturan, dan hierarki sosial. Konfusianisme Tokugawa juga menghasilkan banyak pemikir dan sarjana yang berkontribusi pada pengembangan budaya dan ilmu pengetahuan Jepang.
PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NON CETAK: PROGRAM VIDEO Rustamana, Agus; Aura Felisha, Afifah; Putri Damayanti, Ianthine; Agi Subahgia, Daffa
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1307

Abstract

Di masa sekarang, banyak sekali inovasi yang digunakan oleh guru untuk digunakan sebagai bahan ajar yang salah satunya yaitu bahan ajar non-cetak, Sebagai salah satu cara yang baik untuk lebih interaktif serta menyenangkan bagi siswa, karena dinilai kurangnya minat siswa dalam pembelajaran, sehingga membuat beberapa pengajar sepakat membuat bahan ajaran sehingga memotivasi siswa agar menjadi lebih aktif. Bahan ajar yang tersedia membuat siswa menjadi memiliki kesempatan untuk belajar secara mandiri serta dapat mencari informasi dengan lebih luas, serta tidak hanya terpaku pada materi yang diberikan oleh pengajar saja. Tetapi pembelajaran melalui media seperti ini pastinya memiliki kekurangan serta kelebihannya tersendiri, seperti siswa yang hanya menyimak sehingga mengurangi kompetensi membaca mereka, lalu tidak semua siswa mendengarkan dan melihat materi nya, untuk kelebihannya yaitu lebih mudah dalam segi peralatan, serta informasi yang didapat pun menjadi lebih luas. Penelitian dengan judul “Pemanfaatan Dan Pengembangan Bahan Ajar Non Cetak: Program Video Dan Bahan Ajar Berbantuan Komputer” bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengembangan dan pemanfaatan bahan ajar non cetak berbentuk video maupun melalui komputer. Dengan menggunakan metode learning journal, diharapkan pembaca dan penulis dapat mendapat manfaat yang baik.
PRESPEKTIF GURU TERHADAP KONSEP PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR DI MTS ZIYADATUL IHSAN Fiki Alfinnimah; Dany Miftahul Ula
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi guru terhadap konsep pendidikan merdeka belajar di MTs Ziyadatul Ihsan kota Jakarta Timur. Pendidikan merdeka belajar merupakan konsep yang mendorong siswa untuk menjadi agen pembelajaran yang aktif, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola proses pembelajaran mereka sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah guru di MTs Ziyadatul Ihsan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru di MTs Ziyadatul Ihsan memiliki persepsi positif terhadap konsep pendidikan merdeka belajar. Mereka menyadari pentingnya memberikan kebebasan kepada siswa dalam mengambil inisiatif dan tanggung jawab dalam pembelajaran mereka. Dampak dari penerapan konsep ini adalah peningkatan motivasi dan kemandirian siswa, serta peningkatan hasil belajar mereka. Guru-guru melaporkan bahwa siswa lebih aktif dalam mencari sumber belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kemampuan diri. Dalam praktik pembelajaran, guru-guru di MTs Ziyadatul Ihsan telah mengadopsi strategi pembelajaran yang lebih inklusif, kolaboratif, dan memberikan ruang bagi inisiatif siswa. Dengan demikian, konsep pendidikan merdeka belajar telah membawa dampak positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah ini. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman lebih lanjut tentang implementasi konsep pendidikan merdeka belajar di lembaga pendidikan menengah seperti MTs Ziyadatul Ihsan.
FAKTOR DAN PROSEDUR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH Agus Rustamana; Al Wiyah; Icah Munika; Khoirunisa, Khoirunisa
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1337

Abstract

Mengenai pengembangan bahan ajar bahwasannya pengembangan bahan ajar yaitu proses yang sistematis dalam mengidentifikasi,mengembangkan, mengevaluasi isi dan strategi pembelajaran yang ditunjukan untuk mencapai sebuah capaian pembelajaran secara lebih efektif dan lebih efisien. Pengaruh yang harus dipertimbangkan di bahan ajar yaitu kecermatan isi, ketepatan cakupan, ketercernaan, penggunaan Bahasa, ilustrasi, pengemasan serta kelengkapan komponen bahan ajar. dalam penulisan jurnal ini yang digunakan dalam penelitian ini adalahh metode sejarah yang terdiri dari 5 tahap, yaitu: menentukan topik, pengumpulan sumber, verifikasi (kritik sejarah), interpretasi dan penulisan. Setelah menentukan topik, langkah berikutnya adalah mengumpulkan sumber-sumber yang di dapat dari jurnal- junal dan artikel yang di internet, langkah selanjutnya adalah melakukan verifikasi atau krtik sumber baik ekstern maupun intern. Kemudian dilakukan interpretasi atau penapsiran sumber. Pada tahap ini dilakukan analisis dan sistensis terhadap fakta-fakta yang diperoleh melalui kritik sumber. Tahap yang terakhir adalah penulisan, yakni menyajikan data yang diperoleh dalam bentuk tulisan
TUMBUH BERKARAKTER PANCASILA DI TENGAH KELUARGA BROKEN HOME DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA Denny Adi S; Defyanti Khairunnisak; Bima Bustanul Lutfi; Didit Pramudita Darmaputra; Sausan Maulidyah F
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1357

Abstract

Pola pengasuhan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga. Pengasuhan ini mencakup perilaku dan sikap yang digunakan oleh orang tua untuk mengarahkan dan merawat anak- anak mereka. Melalui pola pengasuhan, terbentuklah interaksi sosial yang membantu anak-anak memahami aturan, norma, serta nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Keluarga, sebagai pusat pendidikan, memiliki peran khusus dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak- anaknya. Namun, penting untuk menciptakan keseimbangan dalam memberikan kasih sayang dan perhatian agar anak merasa didukung tanpa kelebihan kebebasan yang dapat membahayakan. Keluarga broken home, dengan segala dinamika dan tantangannya, sering kali menjadi panggung bagi tantangan dalam menumbuhkan karakter Pancasila pada anak-anak. Meskipun kondisi keluarga yang terpecah tersebut bisa menimbulkan ketidakstabilan emosional, bukan berarti menghentikan proses pembentukan karakter yang kuat dan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. Pentingnya peran orang tua tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak-anak, meskipun dalam konteks keluarga broken home. Komunikasi yang terbuka, kehadiran yang konsisten, dan pemberian contoh yang baik tetap dapat diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka, meskipun dalam situasi yang kompleks. Nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan dapat diperkenalkan dan ditanamkan melalui interaksi harian dalam keluarga. Pancasila, sebagai identitas karakter bangsa Indonesia, menggambarkan nilai-nilai luhur yang tercermin dalam lima sila Pancasila yang dijelaskan dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, untuk mengembangkan karakter bangsa yang berkarakter Pancasila, diperlukan proses internalisasi nilai-nilai luhur bangsa melalui pembiasaan.
KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU SERTA MENINGKATKAN PROFESIONALISME SEORANG GURU Asi, Asi; Nuraini Meltari; Jesi Alexander
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1366

Abstract

This research aims to describe and find out how professional competency knowledge of prospective teachers improves teacher performance and increases student learning motivation on student learning outcomes. The journal we created took data from several journals related to teacher professionalism. Through continuous improvement and development of performance, it is hoped that student guidance, teaching and training efforts can develop and increase the effectiveness of the teaching and learning process. To increase professionalism, teachers are required to understand the demands of existing professional standards and achieve the required qualifications and competencies. In the. Apart from that, teachers are also expected to be able to build good and broad relationships with their colleagues through professional organizations and develop a work ethic or work culture that prioritizes high quality service to consumers. There is a positive and significant influence between teacher competence on overall student learning outcomes. There is a positive and significant influence between student learning motivation on overall student learning outcomes.
IMPLEMENTASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS SMKN 6 KAB. TANGERANG Ana Nurhasanah; Pipit Wahyu Ramadani; Hilma Liana; Nurul Rohmah; Putri Wahyuningsih; Stefanny Datu P
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1380

Abstract

Penulisan ini dilakukan setelah penelitian terhadap implementasi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah mempunyai peran yang amat penting dalam membentuk kepribadian siswa. Sebelum pembelajaran dilaksanakan, seorang guru harus melakukan perencanaan terlebih dahulu. Artikel ini membahas implementasi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran sejarah di kelas X Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMKN 6 Kab. Tangerang. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa guru sejarah di SMKN 6 Kab. Tangerang telah berjalan dengan baik meskipun terdapat beberapa kendala di dalam proses pembelajaran.
PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NON CETAK: PROGRAM VIDEO Agus Rustamana; Ibnu Wardana; Ahmad Rinova Hariri; Shifa Hafizha Safira
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1388

Abstract

Keberhasilan akademik seorang siswa tidak hanya bergantung pada faktor internal seperti motivasi belajar siswa itu sendiri, tetapi juga faktor eksternal yang berkaitan dengan keadaan lingkungan dan profesionalisme guru. Di era digital saat ini, metode pembelajaran semakin diarahkan pada pemanfaatan teknologi. Metode yang semakin populer adalah penggunaan program video dalam proses pembelajaran. Penggunaan program video tidak hanya memungkinkan pembelajaran interaktif dan dinamis tetapi juga memfasilitasi pemahaman konsep-konsep kompleks dengan cara yang lebih sederhana. Artikel ini membahas tentang pemanfaatan dan pengembangan bahan ajar pendidikan non-cetak melalui program video dan membahas jenis-jenis bahan ajar pendidikan non-cetak. Dengan memanfaatkan potensi teknologi video, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendalam dan menarik, memastikan bahwa pendidikan terus berkembang seiring kemajuan teknologi.Dengan memahami cara menggunakan program video secara efektif, guru dapat membantu siswa memperdalam pemahaman mereka dan membangun landasan yang kuat dalam pembelajaran mereka.
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME : RADIKALISME TERORISME ANCAMAN STABILITAS NASIONAL DI INDONESIA Agus Rustamana; Rika Oktavia; Fajar Sucipto; Malki Al Mansur
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1392

Abstract

Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena radikalisme dan terorisme di Indonesia serta peranan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menangani masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme dan terorisme di Indonesia dipengaruhi oleh faktor ideologi, politik, sosial, ekonomi, dan budaya. BNPT memiliki peran strategis dalam melakukan pencegahan, penindakan, dan deradikalisasi terhadap kelompok radikal dan teroris. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa radikalisme dan terorisme di Indonesia memerlukan penanganan yang komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk BNPT, dengan mengedepankan pendekatan soft power dan human security.
STUDI LITERATUR : PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DALAM PARTISIPASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Neysiana Febrianti Sundusiah; Jumadi, Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1405

Abstract

Pembelajaran abad 21 merupakan konsekuensi dari evolusi masyarakat dari zaman primitif hingga masyarakat informatif saat ini, yang ditandai oleh perkembangan digitalisasi. Transformasi ini melibatkan perubahan dari masyarakat offline menjadi masyarakat online, terutama dipercepat oleh penggunaan media digital seperti komputer, internet, dan handphone. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, penyesuaian dengan perkembangan digital menjadi suatu keharusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial TikTok dalam partisipasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan metode literature review, dengan pendekatan analisis terhadap sumber data dari literatur seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen terkait. Langkah-langkah melibatkan menentukan topik penelitian, mencari sumber data relevan, membaca, memahami, dan menganalisis sumber data, serta menyusun kesimpulan berdasarkan literatur yang telah dikaji. Penggunaan media sosial TikTok dalam partisipasi belajar siswa SMP telah menjadi fenomena signifikan. TikTok tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan. Meskipun berhasil meningkatkan interaksi dan motivasi belajar siswa, perlu diidentifikasi dan diatasi potensi risiko seperti distraksi, konten tidak sesuai, dan isu privasi. Dengan pemahaman yang holistik, pendidik dapat merancang strategi untuk memaksimalkan manfaat TikTok sebagai alat pendukung partisipasi belajar siswa, sambil memitigasi risiko yang mungkin timbul.

Page 12 of 160 | Total Record : 1595


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue