cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN APLIKASI QUIZIZZ TERHADAP PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SDN MANGGAHANG 02 Latifah, Risya Intan; Riani, Dini; Indriani, Rina
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V SDN Manggahang 02. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS, peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui penerapan model PBL berbantuan aplikasi quizizz dibandingkan dengan model direct instructional, serta besarnya pengaruh model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode penelitian yang digunakan ialah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas V SDN Manggahang 02 dengan sampel dua kelas, yaitu VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, hipotesis, N-gain, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL pada pembelajaran IPAS berjalan lancar dan meningkatkan aktivitas guru serta peserta didik di setiap pertemuan. Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kontrol, dengan rata-rata nilai posttest masing-masing 89,24 dan 79,32. Uji effect size menunjukkan nilai sebesar 3,22 yang termasuk kategori sangat besar, sehingga model problem based learning berbantuan quizizz terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kata kunci: Problem Based Learning, Berpikir Kritis, Quizizz, IPAS, Peserta Didik Sekolah Dasar. Abstract This research was motivated by the low critical thinking skills of fifth-grade students at SDN Manggahang 02. The study aimed to examine the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model in the IPAS subject, the improvement of students’ critical thinking skills using PBL assisted by the quizizz application compared to the direct instructional model, and the extent of PBL effect on enhancing students’ critical thinking skills. The research employed a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The population consisted of fifth-grade students at SDN Manggahang 02, with two classes selected as samples: class VA as the experimental group and class VB as the control group. Data were collected through tests, observations, and documentation, and analyzed using normality, homogeneity, hypothesis, N-gain, and effect size tests. The results showed that the implementation of PBL in IPAS learning ran smoothly and increased both teacher and student activities in each session. There was a difference in students’ critical thinking improvement between the experimental and control classes, with posttest averages of 89.24 and 79.32, respectively. The effect size value of 3.22 indicated a very large effect, proving that the problem based learning model assisted by quizizz significantly enhances students’ critical thinking skills. Keywords: : Problem Based Learning, Critical Thinking, Quizizz, IPAS, Elementary Students.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SD NEGERI JELEGONG 02 Aulia, Siti Rahma Suci; Indriani, Rina; Hamdani, Acep Roni
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students at SDN Jelegong 02. The research aimed to (1) describe the learning process using the Problem Based Learning (PBL) model assisted by instructional videos, (2) determine the effect of the PBL model assisted by instructional videos on improving students’ science learning outcomes, and (3) measure the increase in students’ learning outcomes through the implementation of the model. The study employed a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The sample consisted of two classes: class IVA as the experimental group and class IVB as the control group. Data were collected through tests, observations, and documentation, and analyzed using normality and homogeneity tests. The results showed that the implementation of the PBL model assisted by instructional videos was effective and enhanced student learning activities. The experimental class’s average score increased from 43.02 (pretest) to 80.04 (posttest), while the control class increased from 36.00 to 64.00. The effect size value of 1.131 indicates a large effect, meaning that the PBL model assisted by instructional videos had a significant impact on improving students’ learning outcomes. Keywords: Problem Based Learning, Instructional Video, Learning Outcomes, Elementary School Abstract Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN Jelegong 02. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pembelajaran, pengaruh, dan peningkatan hasil belajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan video pembelajaran pada mata pelajaran IPAS. Metode yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan IVB sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan video pembelajaran berjalan efektif dan meningkatkan aktivitas belajar siswa. Rata-rata nilai pretest dan posttest kelas eksperimen meningkat dari 43,02 menjadi 80,04, sedangkan kelas kontrol dari 36,00 menjadi 64,00. Nilai effect size sebesar 1,131 termasuk kategori tinggi, yang berarti model PBL berbantuan video pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Problem Based Learning, Video Pembelajaran, Hasil Belajar, Sekolah Dasar
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN QUIZIZZ TERHADAP PENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS DI KELAS IV SD Indriani, Rina; Roni Hamdani, Acep; Fathimah Zahra, Lutfiah Nur
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS pada peserta didik di kelas IV SDN 130 Batunggal Sekelimus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan model discovery learning berbantuan quizizz, peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model discovery learning berbantuan quizizz, dan seberapa besar pengaruh model discovery learning dengan bantuan quizizz terhadap peningkatan hasil belajar IPAS di kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis, uji N-gain, uji-t, dan uji effect size. Berdasarkan hasil penelitian, proses pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning berbantuan quizizz berjalan lancar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Peningkatan hasil belajar dianalisis menggunakan N-gain ternormalisasi, dengan hasil 0,78 untuk kelas eksperimen dan 0,19 untuk kelas kontrol. Uji effect size menunjukkan hasil sebesar 0,24 yang diinterpretasikan sebagai kategori sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berbantuan quizizz memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV. This research is motivated by the low learning outcomes in IPAS among fourth-grade students at SDN 130 Batununggal Sekelimus. The purpose of this study is to understand the learning process using the discovery learning model assisted by Quizziz, the improvement of student learning outcomes using the discovery learning model assisted by Quizziz, and the extent of the effect of the discovery learning model assisted by Quizziz on improving IPAS learning outcomes in elementary school students. The research method used is a quasi-experiment with a nonequivalent control group design. Data collection techniques included tests, observations, and documentation. Data analysis was conducted using normality tests, homogeneity tests, hypothesis testing, N-gain tests,t-test and effect size tests. Based on the research results, the learning process using the discovery learning model assisted by Quizziz ran smoothly. The analysis results showed that the post-test average of the experimental class was higher than that of the control class. The improvement in learning outcomes analyzed using normalized N-gain showed a result of 0.78 for the experimental class and 0.19 for the control class. The effect size test showed a result of 0.24, which is interpreted as a very strong category. Thus, it can be concluded that the discovery learning model assisted by Quizziz has a very large influence on improving IPAS learning outcomes among fourth-grade students.
MANAGEMEN PEMBELAJARAN PAI KURIKULUM BERBASIS CINTA PADA SMK KESEHATAN ATHALLA PUTRA Annisa Fitri, Rizqi; Zainuri, Ahmad; Arni
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dikelola berdasarkan kurikulum cinta di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Athallah. Metode kualitatif dengan studi kasus digunakan untuk memahami perencanaan, cara mengajar, media pembelajaran, penilaian berbasis cinta, dan dampak dari pendekatan ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan langsung, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI berbasis cinta menciptakan lingkungan belajar yang hangat, manusiawi, dan penuh emosi. Para guru berperan penting sebagai pembimbing yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan toleransi melalui metode pengajaran yang aktif dan reflektif. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, yang tidak hanya mengukur pencapaian kognitif tetapi juga mengevaluasi sikap religius dan perilaku sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kurikulum ini membantu mengembangkan karakter religius siswa, kesadaran sosial, dan kesadaran spiritual. Pembelajaran PAI menjadi lebih dari sekadar proses transfer pengetahuan, tetapi juga perubahan hati. Model manajemen pembelajaran berbasis cinta ini menawarkan alternatif strategis untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah menengah. This study aims to explain how Islamic Religious Education (PAI) learning is managed based on a compassionate curriculum at Athallah Health Vocational School. A qualitative case study method was used to understand the planning, teaching methods, learning media, compassionate-based assessment, and the impact of this approach. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation, then analyzed interactively. The results show that the compassionate-based PAI curriculum creates a warm, humane, and emotional learning environment. Teachers play a crucial role as guides, instilling the values of compassion, empathy, and tolerance through active and reflective teaching methods. Assessment is comprehensive, not only measuring cognitive achievement but also instilling students' religious attitudes and social behavior in their daily lives. The implementation of this curriculum helps develop students' religious character, social awareness, and spiritual awareness. PAI learning is more than just a process of transferring knowledge, but also a change of heart. This compassionate-based learning management model offers an alternative strategy to strengthen character education in secondary schools.
PERBANDINGAN KUALITAS GURU DAN SARANA PENDIDIKAN ANTARA INDONESIA DAN CHINA Abdurrahman, Khalid; Rahmat, Zul Hafriadi; Rifanzel, Nabilla; Aliya, Aliya; Ahmad, Aprizal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru dan ketersediaan sarana pendidikan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas guru dan sarana pendidikan antara Indonesia dan China. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur review dengan cara menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel publikasi yang membahas tentang sistem pendidikan di Indonesia dan China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang cukup signifikan dalam sistem pendidikan kedua negara. China memiliki sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan terorganisir dengan baik. Standar kualitas guru di China sangat tinggi dengan proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif. China juga melakukan investasi yang sangat besar dalam pembangunan infrastruktur pendidikan sehingga sarana dan prasarana pendidikan tersebar merata hingga ke pelosok negara. Sementara itu, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang cukup kompleks dalam hal pemerataan kualitas guru dan distribusi sarana pendidikan. Kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Indonesia masih sangat besar. Banyak daerah terpencil yang masih kekurangan guru berkualitas dan fasilitas pendidikan yang memadai. Faktor-faktor seperti geografis, ekonomi, dan kebijakan pendidikan menjadi penyebab utama perbedaan ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang perbandingan sistem pendidikan di kedua negara dan dapat menjadi referensi untuk pengembangan kebijakan pendidikan di Indonesia dengan cara mengadopsi praktik-praktik terbaik dari China namun tetap disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik Indonesia. Kata kunci: kualitas guru, sarana pendidikan, perbandingan pendidikan, Indonesia, China.
PENGEMBANGAN LKPD INTERAKTIF BERBASIS KETERAMPILAN 4C UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD Restiyanti; Sunanto, Liyana
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Interaktif berbasis keterampilan 4C dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konsep IPA siswa Sekolah Dasar (SD). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel jurnal dan prosiding seminar nasional yang terbit antara tahun 2021-2025, yang diperoleh dari database Google Scholar. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa LKPD interaktif secara konsisten terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep IPA. Namun, mayoritas penelitian terdahulu belum mengintegrasikan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) secara mendalam sebagai fondasi pengembangan. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat peluang dan urgensi untuk mengembangkan LKPD interaktif yang tidak hanya menekankan aspek kemudahan dan daya tarik visual, tetapi juga secara sistematis dirancang untuk menguatkan keterampilan 4C siswa. Pengembangan LKPD interaktif berbasis 4C diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk menciptakan pembelajaran IPA yang lebih aktif, bermakna, dan relevan dengan tuntutan abad 21 di tingkat SD. This study aims to investigate the potential of developing interactive Student Worksheets (LKPD) based on 4C skills to enhance the engagement and science concept understanding of elementary school students. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing 15 journal articles and national seminar proceedings published between 2021-2025, obtained from the Google Scholar database. The results of the literature synthesis indicate that interactive LKPDs have consistently proven effective in increasing student engagement and understanding of science concepts. However, most previous studies have not deeply integrated the 4C skills (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) as a development foundation. Therefore, this study concludes that there is an opportunity and urgency to develop interactive LKPD that not only emphasizes usability and visual appeal but is also systematically designed to strengthen students' 4C skills. The development of 4C-based interactive LKPD is expected to be an innovative solution for creating more active, meaningful, and relevant science learning that meets the demands of the 21st century at the elementary school level.
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU TANTANGAN BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPA SD Ayu Ningsih, Nur; Sunanto, Liyana
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pengembangan media pembelajaran kartu tantangan berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti Google Scholar dan Elicit.ai, dengan artikel yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2021 hingga 2024. Proses SLR dilakukan untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan menganalisis berbagai hasil penelitian yang relevan dengan topik pengembangan media kartu tantangan berbasis PBL di lingkungan sekolah dasar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis kartu tantangan dengan model Problem Based Learning (PBL) memiliki potensi besar dalam menciptakan proses pembelajaran yang aktif, interaktif, serta mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. This study aims to explore and analyze the development of challenge card-based learning media using the Problem Based Learning (PBL) model to enhance students’ activeness and critical thinking skills in science subjects at the elementary school level. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) with a descriptive qualitative approach. Data were collected from various sources such as Google Scholar and Elicit.ai, focusing on articles published between 2021 and 2024. The SLR process was conducted to identify, review, and analyze research findings relevant to the development of challenge card-based learning media integrated with the PBL model in elementary school settings. The findings of this study indicate that challenge card-based learning media utilizing the Problem Based Learning (PBL) model have great potential to create an active and interactive learning process, while also fostering students’ critical thinking skills in accordance with the demands of 21st-century learning.
PEMANFAATAN FOTO DAN VIDEO SEBAGAI PERSONAL BRANDING STUDIO PATUNG YUSMAN MELALUI INSTAGRAM DAN YOUTUBE Deva Yusman, Santara
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan YouTube telah menjadi strategi esensial dalam membangun personal branding di era digital. Namun, implementasinya pada bisnis seni rupa tradisional seperti studio patung memiliki dinamika unik yang belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan foto dan video sebagai strategi personal branding Studio Patung Yusman (SPY) melalui platform Instagram dan YouTube. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatori. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tim marketing dan pengelola media sosial, observasi, serta analisis dokumen konten media sosial perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan positif dalam membangun personal branding SPY. Pemanfaatan foto dan video terfokus untuk memperkuat citra SPY sebagai studio patung realis, dengan fungsi utama sebagai alat dokumentasi proses karya, portofolio digital, dan arsip kegiatan pameran. Ditemukan bahwa platform ini lebih berfungsi sebagai referensi bagi audiens daripada sebagai alat penjualan langsung, di mana akuisisi klien mayoritas masih berasal dari pameran luring (offline). Simpulannya, SPY berhasil menggunakan Instagram dan YouTube untuk memperkuat identitas merek dan dokumentasi, namun terdapat kesenjangan antara fungsi branding dan potensi penjualan yang belum dimanfaatkan secara signifikan.
SEJARAH ILMU TAFSIR Akbar, M. Fahmi; Agustin, Clara; Aulia, Reza
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu tafsir adalah bidang kajian dalam Islam yang bertujuan untuk mengungkap makna ayat-ayat Al-Qur’an secara mendalam. Awalnya, Nabi Muhammad SAW sendiri yang menjelaskan isi wahyu kepada para sahabat. Setelah masa kenabian berakhir, para ulama mulai mengembangkan metode penafsiran, baik yang berdasarkan sumber-sumber otoritatif seperti hadits dan pendapat sahabat (tafsir bil ma’tsur), maupun yang menggunakan akal dan analisis logis (tafsir bil ra’yi). Seiring waktu, terutama sejak abad ke-19, muncul pendekatan tafsir yang lebih kritis dan kontekstual, dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya umat Islam. Beberapa tokoh yang berperan besar dalam perkembangan ini antara lain Ibn Abbas, al-Razi, Abduh, dan Qutb. Tafsir (Qur’anic Exegesis) is a field of study in Islam aimed at uncovering the deeper meanings of the verses of the Qur’an. Initially, it was the Prophet Muhammad (peace be upon him) himself who explained the revelations to his companions. After the end of the prophetic era, scholars began to develop interpretive methods some based on authoritative sources such as hadith and the opinions of the companions (tafsir bil ma’tsur), and others relying on reason and logical analysis (tafsir bil ra’yi). Over time, especially since the 19th century, more critical and contextual approaches to tafsir emerged, taking into account the social and cultural conditions of the Muslim community. Key figures who played significant roles in this development include Ibn Abbas, al-Razi, Muhammad Abduh, and Sayyid Qutb.
MODEL KOLABORASI SEKOLAH DAN KOMUNITAS MUSLIM DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI FINLANDIA Marta, M. Afif; Suryadi, Fathurahman; Salsabila, Raihani; Ahmad, Aprizal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji model kolaborasi antara sekolah dan komunitas Muslim dalam menyelenggarakan pendidikan Islam di Finlandia. Finlandia dikenal memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia, namun tantangan khusus muncul dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan agama bagi minoritas Muslim. Melalui kajian literatur, penelitian ini menganalisis bagaimana sekolah-sekolah di Finlandia berkolaborasi dengan komunitas Muslim untuk menyediakan pendidikan Islam yang berkualitas dalam kerangka sistem pendidikan nasional yang sekuler namun inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini melibatkan beberapa aspek penting, yaitu integrasi kurikulum pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional, keterlibatan guru dari komunitas Muslim, penggunaan fasilitas sekolah untuk kegiatan keagamaan, dan pembentukan dewan konsultatif yang melibatkan perwakilan komunitas. Model kolaborasi ini berhasil menciptakan pendidikan Islam yang tetap menjaga identitas keagamaan sambil mengadopsi prinsip-prinsip pedagogis Finlandia yang progresif. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendidikan multikultural dapat diimplementasikan secara efektif melalui kerjasama antara institusi pendidikan formal dan komunitas agama minoritas. Kata kunci: pendidikan Islam, Finlandia, kolaborasi sekolah-komunitas, pendidikan multikultural, minoritas Muslim. Abstract This study examines a collaborative model between schools and Muslim communities in providing Islamic education in Finland. Finland is known for having one of the best education systems in the world, but particular challenges arise in accommodating the religious education needs of the Muslim minority. Through a literature review, this study analyzes how Finnish schools collaborate with Muslim communities to provide quality Islamic education within the framework of a secular yet inclusive national education system. The results show that this collaboration involves several important aspects: the integration of the Islamic education curriculum into the national education system, the involvement of teachers from the Muslim community, the use of school facilities for religious activities, and the establishment of a consultative council involving community representatives. This collaborative model successfully creates Islamic education that maintains religious identity while adopting progressive Finnish pedagogical principles. This study provides insights into how multicultural education can be effectively implemented through collaboration between formal educational institutions and minority religious communities. Keywords: Islamic education, Finland, school-community collaboration, multicultural education, Muslim minority.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue