Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN METODE KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI MODEL BOUNDED INQUIRY LABORATORY SISWA SMAN 1 ULAKAN TAPAKIS Har, Erman; Purnama Sari, Reski; Indra, Ristapawa; Ahmad, Aprizal; Roza, Welya
Cerdas Proklamator Vol 10 No 2 (2022): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Study program PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/cerdas.v10i2.168

Abstract

The purpose of this study was to determine whether the use of the Listening Team type of cooperative learning model could improve student learning outcomes. This research was conducted in two cycles, each cycle consisting of three meetings. The subjects of this study were the fourth grade students of SD Negeri 16 Surau Gadang, Nanggalo Padang District, totaling 32 people.The research instruments used in this study were student learning process observation sheets, teacher learning process observation sheets and student learning outcomes. 68.7 percent and the average score at the end of the second cycle is 80.47 with a learning completeness percentage of 87.5 percent. Analysis of the student process observation sheet obtained the average percentage in the first cycle was 66.9 percent while in the second cycle the average percentage obtained was 83 percent. This means that the implementation of science learning through the Listening Team type cooperative learning model is going well. The results obtained can be concluded that learning science through cooperative learning model type Listening Team can improve the process and learning outcomes of fourth grade students of SD Negeri 16 Surau Gadang, Nanggalo Padang District.
FUNDAMENTAL HUMAN RESOURCE MANAGEMENT CONCEPTS FOR ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS: FOSTERING CHARACTER AND RELIGIOUS VALUES THROUGH STRATEGIC WORKFORCE DEVELOPMENT Basit, Abdul; Ahmad, Aprizal; Azhari, Devi Syukri; Ingriza, Resva; Qurba, Alqanit
Abjadia : International Journal of Education Vol 9, No 3 (2024): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v9i3.29828

Abstract

In Islamic educational institutions, Human Resource Management (HRM) plays a critical role not only in supporting organizational sustainability but also in nurturing a workforce that aligns with Islamic values. HRM in this context goes beyond traditional personnel management, aiming to recruit, develop, and evaluate educators and staff who exemplify Islamic morals and ethics. By strategically planning, managing, and supervising human resources, Islamic institutions can create an environment that fosters moral integrity, religious attitudes, and a commitment to lifelong learning. This article explores foundational HRM concepts, with a focus on their application in Islamic education to enhance character formation, strengthen religious values, and support academic excellence
Kinerja Pegawai Tata Usaha dalam Pelayanan Administrasi di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pariaman Rizki, Ridonal; Ahmad, Aprizal; Hidayat, Hidayat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28343

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan terkait dengan kinerja pegawai tata usaha di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pariaman lamban terhadap responsif kepada pelanggan di madrasah dan pegawai tata usaha terkendala dalam mengoperasikan komputer, sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan dengan tidak efektif dan efisien. Penelitian ini difokuskan pada gambaran kinerja pegawai tata usaha dalam pelayanan administrasi dan upaya meningkatkan kinerja pegawai tata usaha dalam pelayanan administrasi di Madrasah Aliyah (MAN) Negeri Kota Pariaman. Selanjutnya yang menjadi pembahasan utamanya yaitu tentang kinerja pegawai tata usaha dalam pelayanan administrasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota PariamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja pegawai tata usaha dalam pelayanan administrasi dan untuk mengetahui cara meningkatkan kinerja pegawai tata usaha di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) Gambaran kinerja pegawai tata usaha di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pariaman dalam pelayanan administrasi dapat dilihat dari, kualitas: pegawai melaksanakan tugas sesuai perintahnya cermat atau teliti dalam memberikan pelayanan walaupun dalam kedisiplinan belum terlihat. Kuantitas: jumlah pekerjaan pegawai diselesaikan yang telah ditetapkan yang mana pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak saling berbenturan jadwal karena sudah tercantum dalam beban kerja setiap pegawai. Ketepatan waktu: pegawai tata usaha telah memiliki pengetahuan yang baik dan paham apa yang dikerjakannya sehingga tidak butuh waktu lama dalam memberikan pelayanan. Efektivitas: sudah memiliki kemampuan dan keahlian dalam memanfaatkan teknologi dalam memberi pelayanan. Kemandirian: dalam menyelesaikan pekerjaannya masih memerlukan pertolongan atau bantuan dari rekan kerja bahkan meminta arahan dari atasan kerja apabila menemukan hambatan. 2) Dalam peningkatan kinerja dalam pelayanan administrasi dengan melakukan diskusi bersama baik dengan sesama pegawai maupun bersama atasan dan selalu terbuka terhadap saran yang diberikan oleh tim kerja. Pelatihan pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan-pelatihan kecil yang dilakukan dalam mempelajari ilmu-ilmu teknologi. Pemimpin memberikan motivasi, arahan-arahan dan saling terbuka dalam segala hal.
Kepemimpinan (Manajer) Pada Madrasah/Sekolah Sari, Wanda Nurita; ahmad, Aprizal; Fauzan, Husni
Journal of Education and Teaching Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jete.v5i2.23030

Abstract

Abstrak Kepemimpinan (leadership) berasal dari memimpin (lead). Lead berasal dari bahasa Anglo Saxon yang artinya jalur perjalanan kapal yang mengarahkan awak kapal. Artinya, pemimpin kapal (nakhoda) harus mampu mengarahkan kapal sebagai wadah organisasi dan mengarahkan awak kapal sebagai pengikut (bawahan), untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. lain untuk mengikutinya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui definisi kepemimpinan di madrasah dan sekolah, peranan manajer madrasah, serta tugas dan tanggung jawab manajer madrasah. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research). Oleh karena itu, dengan pentingnya manajemen di suatu lembaga pendidikan, penulis mengharapkan agar kita semua dapat mempelajari dengan sungguh-sungguh mengenai hal-hal yang terkait dengan manajemen pendidikan berbasis Madrasah sebagai bekal calon pemimpin lembaga pendidikan. Kata kunci: Kepemimpinan, Manajer Sekolah/Madrasah
PERBANDINGAN KUALITAS GURU DAN SARANA PENDIDIKAN ANTARA INDONESIA DAN CHINA Abdurrahman, Khalid; Rahmat, Zul Hafriadi; Rifanzel, Nabilla; Aliya, Aliya; Ahmad, Aprizal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru dan ketersediaan sarana pendidikan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas guru dan sarana pendidikan antara Indonesia dan China. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur review dengan cara menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel publikasi yang membahas tentang sistem pendidikan di Indonesia dan China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang cukup signifikan dalam sistem pendidikan kedua negara. China memiliki sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan terorganisir dengan baik. Standar kualitas guru di China sangat tinggi dengan proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif. China juga melakukan investasi yang sangat besar dalam pembangunan infrastruktur pendidikan sehingga sarana dan prasarana pendidikan tersebar merata hingga ke pelosok negara. Sementara itu, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang cukup kompleks dalam hal pemerataan kualitas guru dan distribusi sarana pendidikan. Kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Indonesia masih sangat besar. Banyak daerah terpencil yang masih kekurangan guru berkualitas dan fasilitas pendidikan yang memadai. Faktor-faktor seperti geografis, ekonomi, dan kebijakan pendidikan menjadi penyebab utama perbedaan ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang perbandingan sistem pendidikan di kedua negara dan dapat menjadi referensi untuk pengembangan kebijakan pendidikan di Indonesia dengan cara mengadopsi praktik-praktik terbaik dari China namun tetap disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik Indonesia. Kata kunci: kualitas guru, sarana pendidikan, perbandingan pendidikan, Indonesia, China.
MODEL KOLABORASI SEKOLAH DAN KOMUNITAS MUSLIM DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI FINLANDIA Marta, M. Afif; Suryadi, Fathurahman; Salsabila, Raihani; Ahmad, Aprizal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji model kolaborasi antara sekolah dan komunitas Muslim dalam menyelenggarakan pendidikan Islam di Finlandia. Finlandia dikenal memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia, namun tantangan khusus muncul dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan agama bagi minoritas Muslim. Melalui kajian literatur, penelitian ini menganalisis bagaimana sekolah-sekolah di Finlandia berkolaborasi dengan komunitas Muslim untuk menyediakan pendidikan Islam yang berkualitas dalam kerangka sistem pendidikan nasional yang sekuler namun inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini melibatkan beberapa aspek penting, yaitu integrasi kurikulum pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional, keterlibatan guru dari komunitas Muslim, penggunaan fasilitas sekolah untuk kegiatan keagamaan, dan pembentukan dewan konsultatif yang melibatkan perwakilan komunitas. Model kolaborasi ini berhasil menciptakan pendidikan Islam yang tetap menjaga identitas keagamaan sambil mengadopsi prinsip-prinsip pedagogis Finlandia yang progresif. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendidikan multikultural dapat diimplementasikan secara efektif melalui kerjasama antara institusi pendidikan formal dan komunitas agama minoritas. Kata kunci: pendidikan Islam, Finlandia, kolaborasi sekolah-komunitas, pendidikan multikultural, minoritas Muslim. Abstract This study examines a collaborative model between schools and Muslim communities in providing Islamic education in Finland. Finland is known for having one of the best education systems in the world, but particular challenges arise in accommodating the religious education needs of the Muslim minority. Through a literature review, this study analyzes how Finnish schools collaborate with Muslim communities to provide quality Islamic education within the framework of a secular yet inclusive national education system. The results show that this collaboration involves several important aspects: the integration of the Islamic education curriculum into the national education system, the involvement of teachers from the Muslim community, the use of school facilities for religious activities, and the establishment of a consultative council involving community representatives. This collaborative model successfully creates Islamic education that maintains religious identity while adopting progressive Finnish pedagogical principles. This study provides insights into how multicultural education can be effectively implemented through collaboration between formal educational institutions and minority religious communities. Keywords: Islamic education, Finland, school-community collaboration, multicultural education, Muslim minority.
Analisis Kebijakan Kurikulum Dwibahasa di Singapura dan Dampaknya terhadap Penguasaan Bahasa Inggris Siswa Siregar, Fathiyah Ikhsani; Afifah, Aisyah; Rusdan, Syarif; Dairoby, Ahmad; Ahmad, Aprizal
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan kurikulum dwibahasa di Singapura serta dampaknya terhadap penguasaan Bahasa Inggris siswa. Penelitian ini menggunakan metode literature review, yaitu menelaah, membandingkan, dan mensintesis hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan. Sumber data berasal dari empat artikel jurnal yang membahas implementasi kebijakan dwibahasa di Singapura. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan dwibahasa yang menempatkan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa, didukung oleh kurikulum yang terstruktur dan lingkungan sosial yang multibahasa. Namun, kebijakan ini juga berdampak pada menurunnya penggunaan bahasa ibu dan nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya, terutama pada siswa dari latar belakang sosial ekonomi rendah. Dengan demikian, diperlukan strategi penguatan pembelajaran bahasa ibu agar keseimbangan antara kompetensi global dan identitas budaya tetap terjaga.
The Values of Moral Education in View Imam Al-Ghazali (Analysis Study of The Book Ihya'ulumuddin) Qurba, Al-Qanit; Auliana, Primaresa; Ahmad, Aprizal; Said, Mukti
Jurnal Prajaiswara Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55351/prajaiswara.v6i2.221

Abstract

Introduction: This study arises from the observable moral decline in society, visible both directly and through various media, which underscores the urgency of re-examining moral education. The research is limited to four main issues: (1) the importance of akhlak mahmudah and the dangers of akhlak mazmumah, (2) the nature of virtuous and vicious morals, (3) ways to cultivate good character, and (4) the starting point of moral education. The objectives are to understand the importance and risks of moral qualities, to clarify the essence of good and bad morals, to identify methods for nurturing virtuous character, and to outline the path towards moral education. Research Methods: This research uses a library research method, drawing primarily on volume II of Imam al-Ghazali’s Ihya’ ‘Ulum al-Din, translated by Prof. T.K.H. Ismail Yakub, which elaborates the basic principles of religion with a focus on ethics, soul training, refinement of character, and treatment of spiritual diseases. Secondary data are taken from other works on moral education. The data are analyzed using both deductive and inductive approaches. Finding/Results: The findings show that Imam al-Ghazali grounds moral education in four principal virtues: wisdom, courage (shaja’ah), self-restraint or self-respect (iffah), and justice. Wisdom enables a person to distinguish truth from falsehood and right from wrong. Courage is the power of anger governed by reason. Self-restraint directs desire under the guidance of intellect and religion so that noble traits emerge. Justice regulates and harmonizes anger and desire under reason and religious guidance, thereby producing balanced and just character.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI NEGARA IRAN DAN INDONESIA Nada Asyva, Nayla; Fitri Frantiska, Syalfa; Dieni, Hafizah; Ahmad, Aprizal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan sistem pendidikan di Indonesia dan Iran melalui studi pustaka. Data dikumpulkan dari buku, artikel, jurnal ilmiah, serta sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Iran bersifat sentralistik, berbasis nilai-nilai Islam, dan dibiayai penuh oleh negara. Struktur pendidikannya terdiri dari pra-sekolah, pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi dengan kurikulum terpusat. Sementara itu, pendidikan Islam di Indonesia berkembang melalui pesantren, madrasah, dan sekolah umum yang mengalami modernisasi sejak masa kemerdekaan hingga reformasi kurikulum. Kedua negara sama-sama menekankan nilai agama dalam pendidikan, namun Indonesia memiliki sistem yang lebih fleksibel dan plural dibanding Iran. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai karakteristik, tujuan, serta kebijakan pendidikan kedua negara. This study compares the education systems in Indonesia and Iran through a literature review. Data were collected from books, articles, scientific journals, and other relevant sources. The study shows that Iranian education is centralized, based on Islamic values, and fully funded by the state. Its educational structure consists of preschool, primary, secondary, and tertiary education, with a centralized curriculum. Meanwhile, Islamic education in Indonesia has developed through Islamic boarding schools (pesantren), madrasahs (Islamic schools), and public schools, which have undergone modernization since independence and subsequent curriculum reform. Both countries emphasize religious values in education, but Indonesia has a more flexible and pluralistic system than Iran. This study provides an overview of the characteristics, goals, and educational policies of both countries.
PERBANDINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA STUDI PADA MADRASAH, SEKOLAH UMUM, DAN PESANTREN Razelia, Zaskya Putri; Husna, Nabilatul; Febrianti, Lara; Ilham, Ijratil; Ahmad, Aprizal
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education plays a crucial role in shaping the moral and intellectual character of Muslim societies around the world. This study aims to compare the development, curriculum policies, and implementation of Islamic education systems in Indonesia and Egypt. Indonesia's Islamic education system has evolved from traditional institutions such as pesantren and madrasah into modern, integrated educational models aligned with the national education system. Meanwhile, Egypt, through the influence of Al-Azhar University, has established a centralized and structured Islamic education framework that strongly emphasizes religious sciences and teacher quality. The comparison reveals similarities in the objectives of moral and spiritual formation, yet differences lie in historical backgrounds, curriculum design, infrastructure equity, and government support. Indonesia’s challenge remains in professional management and equitable distribution of educational resources, while Egypt maintains stronger state involvement and curriculum uniformity. The study concludes that both nations play strategic roles in promoting moderate, inclusive, and globally competitive Islamic education, with the need for continuous collaboration and innovation to address the challenges of modernization and globalization. Keywords: Islamic education, curriculum, Indonesia, Egypt, comparison, modernization. Abstrak Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, serta identitas keagamaan masyarakat muslim di berbagai negara. Indonesia dan Mesir merupakan dua negara dengan mayoritas penduduk muslim yang menjadikan pendidikan Islam sebagai bagian utama dari sistem pendidikan nasionalnya. Artikel ini membahas perkembangan, kebijakan, dan sistem pendidikan Islam di Indonesia serta membandingkannya dengan sistem pendidikan Islam di Mesir. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kedua negara memiliki dasar dan tujuan yang sama, namun terdapat perbedaan dalam kebijakan, kurikulum, metode pembelajaran, serta pemerataan sarana pendidikan. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Indonesia, Mesir, Kurikulum, Pesantren, Al-Azhar.