cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
PERAN PEMBELAJARAN IPS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SD Ni Made Griyanthi; Ni Luh Raka Apsari; Ni Kompiang Puspadhini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i10.6598

Abstract

The flow of globalization also has a negative impact on people's lives, namely the erosion of character values ​​among Indonesia's young generation. If this behavior is allowed, the Indonesian people will lose their identity and unique characteristics as a nation that is friendly, polite, ethical and full of a sense of family. This shift in values ​​and morals needs to be observed because it is the root cause of changes in the nation's character. Character education is expected to be a solution offered in resolving problems involving juvenile delinquency. Character formation, especially of the younger generation, requires the role of schools. Schools as formal institutions that develop the younger generation need to plan the implementation of conceptual social studies learning, so that it can be more effective in forming character. Social studies learning has a strategic role in character formation. Character education has the same direction and goals as social studies learning objectives, both of which aim to develop students into good citizens. Through character education, students are expected to become good citizens guided by religion, traditions and values ​​according to Indonesian culture. Therefore, it is necessary to develop values ​​that are part of students' lives, namely the values ​​of faith and devotion, nationalism, patriotism, responsibility, honesty, caring, discipline and independence.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN SEKOLAH TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH DASAR Hamsiah
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i10.6630

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh lingkungan keluarga dan sekolah terhadap minat belajar anak usia sekolah dasar. Minat belajar merupakan fondasi penting bagi keberhasilan akademik, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dukungan dari keluarga dan suasana di sekolah. Lingkungan keluarga berfungsi sebagai lembaga pendidikan awal yang memberikan nilai-nilai dan dukungan emosional. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam keluarga harmonis cenderung memiliki minat belajar yang lebih tinggi, sedangkan kondisi keluarga yang penuh konflik dapat menghambat perkembangan tersebut. Di sisi lain, lingkungan sekolah yang menyenangkan, dengan metode pengajaran yang interaktif dan hubungan baik antara guru dan siswa, juga berperan signifikan dalam meningkatkan minat belajar. Namun, data menunjukkan rendahnya minat belajar di kalangan siswa sekolah dasar, yang dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan dari keluarga dan metode pengajaran yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar dan memberikan wawasan bagi orang tua, guru, serta pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis untuk meningkatkan minat belajar anak dan mendukung perkembangan akademik mereka di masa depan.Kata kunci: Lingkungan Keluarga, Minat Belajar, Lingkungan Sekolah, Dukungan Orang Tua
PENERAPAN MEDIA PIRALOG (PIRAMIDA EKOLOGI) PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR Tiyasaputri, Hana; Hidayatus, Octarina; Endang Suprihatin
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i10.6648

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan penerapan media Piralog dalam memperbaiki hasil belajar peserta didik kelas V Sekolah Dasar selama pembelajaran IPA, terutama pada topik ekosistem. Penerapan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus telah melibatkan 26 peserta didik. Temuan mengindikasikan bahwa terjadi perbaikan yang signifikan terhadap hasil belajar, dimana nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 68,5 di Siklus I menjadi 82,3 di Siklus II. Selain itu, proporsi ketuntasan juga meningkat dari 57,69% menjadi 88,46%. Dalam penelitian ini, skor N-gain yang dianalisis menunjukkan kenaikan yang moderat dengan nilai rata-rata sebesar 0,438. Selanjutnya, observasi terhadap kegiatan pengajar dan peserta didik mengindikasikan peningkatan yang signifikan dalam kualitas pembelajaran dan partisipasi aktif dari peserta didik. Beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada kesuksesan ini termasuk keefektifan media dalam memvisualisasikan konsep-konsep abstrak, peningkatan keahlian pedagogis pengajar, serta pengembangan keahlian dalam berpikir pada tingkat yang lebih tinggi oleh para peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media Piralog terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep ekosistem dan mendukung pengembangan literasi sains pada tingkat pendidikan dasar. The objective of this research is to assess the impact of incorporating Piralog Media (Ecological Pyramid) into the pedagogical process aimed at enhancing the Science Learning outcomes among fifth-grade elementary pupils, with a focus on ecosystem content. Employing a Classroom Action Research (CAR) approach across two cycles, this investigation engaged 26 learners. Findings demonstrate a marked enhancement in Learning Outcomes, evidenced by the escalation of the mean score from 68.5 in Cycle I to 82.3 in Cycle II, and an ascent in the proportion of completion from 57.69% to 88.46%. The analysis of N-gain scores reveals a moderate augmentation, with an average value of 0.438. Investigations into the activities of both educators and learners demonstrate marked enhancements in instructional quality and the active participation of students. The principal contributors to this success encompass the capacity of the media to render abstract notions visually comprehensible, the augmentation of instructional capabilities among educators, and the cultivation of advanced cognitive abilities in students. The research deduces that Piralog Media plays a pivotal role in augmenting comprehension of ecosystem theories and aids in fostering scientific literacy among primary school learners. This enhancement is notably evident in the Learning Outcome associated with Science Learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS 5 PADA MATERI TEKS DESKIPSI BAHASA INDONESIA Azzahra Dwi Rosdianingrum; Cerianing Putri Pertiwi; Misini, Misini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 pada materi teks deskripsi Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran demonstrasi di SDN 01 Demangan Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 siswa yang terpilih berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan rendahnya hasil belajar mereka. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai yang meningkat dari 61,25 pada pra siklus, menjadi 67,59 pada siklus I, dan mencapai 86,30 pada siklus II. Persentase ketuntasan siswa juga meningkat dari 38,89% menjadi 100% setelah penerapan model pembelajaran demonstrasi. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran demonstrasi tidak hanya efektif dalam meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran yang inovatif, yang penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa.
ANALISIS KESULITAN MENERJEMAH TEKS BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH TARJAMAH DI INSTITUT AGAMA ISLAM AL-ZAYTUN INDONESIA TAHUN 2024 Mahfudlon, Mahfudlon; Fanirin, Hasyim; Arifin, Mas’ud
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6658

Abstract

The aim of this research is to obtain accurate data regarding the translation process, discover the difficulties faced by students in translating, and find out the steps taken to overcome difficulties translating Arabic. This research method uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, documentation and interviews with Arabic Language Education study program students and also lecturers who teach tarjamah courses. The results of the research show: 1) The process of translating Arabic in tarjamah courses at IAI AL-AZIS is carried out in various ways, such as lecturers recording voices and giving them to students to write and translate, also by forming small groups and then presenting or translating Arabic texts, then the lecturer corrects the reading from the student's translation results, after discussing the Arabic text and providing teaching regarding qawaid related to the Arabic text being studied. 2) The difficulties experienced by students during the process of translating Arabic texts can be divided into two parts, namely linguistic factors and non-linguistic factors. The linguistic factors in question are: morphological factors, syntactic factors, semantic factors and also restructuring factors. Meanwhile, non-linguistic factors include: internal factors and external factors. Key Words: Difficulty Translating, Arabic,Tarjamah Courses.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN KAHOOT Choirunisa, Vadilla Salma; Hidayatus, Octarina; Suprihatin, Endang
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6668

Abstract

Penelitian ini digagas dengan tujuan untuk memajukan hasil belajar siswa di kelas IV SDN Bantengan 01 dalam mata pelajaran IPAS yang mengkaji keberagaman budaya Indonesia, dengan mengadopsi Kahoot sebagai media pembelajaran digital. Dalam kerangka Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kegiatan ini dijalankan melalui dua siklus yang menarik partisipasi dari 14 siswa. Pengumpulan data diwujudkan dengan pelaksanaan tes hasil belajar serta pengamatan atas aktivitas siswa. Dari hasil yang dicapai, terlihat adanya peningkatan pada nilai rata-rata hasil belajar, naik dari 84 di Siklus I menjadi 89 di Siklus II. Terbukti, pemanfaatan Kahoot telah efektif dalam meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Elemen-elemen yang mendukung keberhasilan ini mencakup interaktivitas Kahoot, visualisasi materi, kompetisi yang bersifat positif, ketertarikan siswa terhadap platform, modifikasi strategi pengajaran, serta peningkatan mutu konten. Disimpulkan oleh penelitian ini bahwa Kahoot, sebagai media pembelajaran yang terintegrasi dengan permainan, dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara efektif dan memperkenalkan solusi inovatif untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam pendidikan dasar. The objective of this investigation is to enhance the educational achievements of fourth-grade pupils at SDN Bantengan 01 in the IPAS subject, focusing particularly on the content of Indonesian cultural diversity. This was achieved by employing Kahoot as a digital learning media. Executed over two phases, this Classroom Action Research encompassed 14 learners. Data collection was performed by administering tests on learning outcomes and observing student activities. An enhancement was observed in the average educational achievements, escalating from 84 in the initial cycle to 89 in the subsequent cycle. The deployment of Kahoot was determined to be effective in amplifying student engagement, motivation, and comprehension of the educational content. Factors contributing to this success include Kahoot's interactivity, material visualization, positive competition, students' familiarity with the platform, adjustments in teaching strategies, and improved content quality. This research establishes that Kahoot, characterized as a game-based digital learning media, can enhance student learning outcomes effectively and provides an innovative method for incorporating digital technology into elementary education.
ANALISIS PROFIL PELAJAR PANCASILA BERBASIS PROYEK KELAS IV SD NEGERI 1 SUKUN MALANG Putra, Ardian Enggar; Yulianti, Yulianti; Ladamay, Iskandar
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6669

Abstract

Instilling character education is one of the characteristics of the independent curriculum. Instilling character education is carried out through P5 which is an extension of the Pancasila Student Profile Strengthening Project. P5 takes the form of observing and solving environmental problems through cross-disciplinary learning. P5 uses project-based learning or PjBL as its approach. However, the P5 approach is different from projects that are integrated into school subjects as usual. Therefore, This research seeks to explore the implementation process and identify the challenges faced in applying P5 at SDN 1 Sukun Malang. This research uses a qualitative descriptive approach, namely in the form of research that describes words in written form obtained or the results of observations in the field. Qualitative methods are used, because the problem is not yet clear, complex and meaningful. Thus, qualitative research will describe a research object that is not yet clear and systematically meaningful. Data collection can be carried out in a scientific setting (natural setting) or in natural conditions using observation, interviews and documentation methods. Meanwhile, the data analysis technique used is source triangulation. The research results state that the school ecosystem supports the implementation of P5. The design of the project to strengthen the profile of Pancasila students adapts to the conditions of the school environment. Meanwhile, the management and evaluation results adjust the project guidebook for strengthening the profile of Pancasila students. The following are several obstacles in implementing P5. First, it is difficult to find a suitable project theme. Second, difficulties in collaborating across sectors. P5 activities involve other stakeholders. Unfortunately, when it comes to collaborating with cross-school stakeholders, teachers and schools usually experience obstacles. Third, the rapid flow of globalization. The close interaction that students carry out with social media often has the effect of conveying values ​​beyond national characteristics. Based on the results of this research, it was concluded that the implementation of P5 at SDN 1 Sukun was going well. Penanaman pendidikan karakter merupakan salah satu ciri khas dari kurikulum merdeka. Penanaman pendidikan karakter dilakukan melalui P5 yang merupakan kepanjangan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. P5 berbentuk pengamatan dan pemecahan masalah lingkungan sekitar melalui pembelajaran lintas disiplin. P5 menggunakan pembelajaran berbasis proyek atau PjBL sebagai pendekatannya. Akan tetapi, pendekatan P5 berbeda dengan proyek yang diintegrasikan pada mata pelajaran di sekolah seperti biasanya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi serta kendala pelaksanaan P5 di SDN 1 Sukun Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu berupa sebuah penelitian yang bersifat mendeskripsikan sebuah kata-kata dalam bentuk tulisan yang diperoleh atau hasil pengamatan di lapangan. Metode kualitatif digunakan, karena masalah yang belum jelas, kompleks dan bermakna. Dengan demikian penelitian kualitatif akan menggambarkan suatu objek penelitian yang belum jelas dan bermakna secara sistematis. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan latar ilmiah (natural setting) atau sebuah kondisi yang alami dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekosistem sekolah menunjang pengimplementasian P5. Desain proyek penguatan profil pelajar Pancasila menyesuaikan keadaan lingkungan sekolah. Sedangkan pengelolaan dan hasil evaluasi menyesuaikan buku panduan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Berikut adalah beberapa kendala dalam pengimplementasian P5. Pertama, kesulitan mencari tema proyek yang sesuai. Kedua, kesulitan bekerjasama lintas sektor. Kegiatan P5 melibatkan stakeholder lainnya. Sayangnya pada saat harus bekerjasama dengan stakeholder lintas sekolah, biasanya guru dan sekolah mengalami kendala Ketiga, pesatnya arus globalisasi. Interaksi erat yang dilakukan oleh siswa terhadap sosial media kerap kali berdampak terbawanya nilai di luar karakteristik bangsa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diperoleh kesimpulan yakni pengimplementasian P5 di SDN 1 Sukun berjalan dengan baik.
OPTIMALISASI HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DENGAN “METODE PANCASILA TREASURE HUNT” PADA SISWA KELAS 4 SDN BANTENGAN 01 Wulandari, Silvia; Suprihatin, Endang; Hidayatus, Octarina
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan metode 'Pancasila Treasure Hunt' bagi peserta didik di kelas 4 SDN Bantengan 01. Dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, penelitian ini melibatkan 30 siswa. Metode 'Pancasila Treasure Hunt' mengintegrasikan konsep permainan berburu harta karun dengan materi Pendidikan Pancasila, yang menciptakan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar, dimana persentase ketuntasan mengalami peningkatan dari 73,33% di siklus I menjadi 90% di siklus II. Aktivitas dan motivasi belajar peserta didik juga menunjukkan peningkatan, dengan partisipasi dalam kelompok meningkat dari 75% menjadi 88%, dan interaksi antar peserta didik dari 82% menjadi 90%. Metode ini terbukti efektif dalam menjembatani konsep abstrak Pancasila dengan kemampuan kognitif peserta didik usia sekolah dasar, mendorong pembelajaran aktif dan kolaboratif. Tantangan dalam implementasi, seperti penyesuaian tingkat kesulitan, dapat diatasi melalui strukturisasi tantangan dan penguatan peran guru. Kesimpulannya, 'Pancasila Treasure Hunt' menawarkan pendekatan inovatif untuk merevitalisasi pembelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar, dengan potensi pengembangan lebih lanjut untuk berbagai tingkat pendidikan. This research aims to optimize learning outcomes in Pancasila Education through the application of the 'Pancasila Treasure Hunt' method for students in grade 4 at SDN Bantengan 01. Utilizing the Classroom Action Research (CAR) approach comprising two cycles, this study involved 30 students. The 'Pancasila Treasure Hunt' method integrates the concept of a treasure hunt game with Pancasila Education material, creating an interactive and enjoyable learning experience. The research results indicate a significant improvement in learning outcomes, where the completion percentage increased from 73.33% in Cycle I to 90% in Cycle II. Students' learning activities and motivation also showed improvement, with group participation increasing from 75% to 88%, and interaction among students from 82% to 90%. This method proved effective in bridging the abstract concepts of Pancasila with the cognitive abilities of elementary school-aged students, promoting active and collaborative learning. Challenges in implementation, such as adjusting difficulty levels, were addressed through challenge structuring and strengthening the teacher's role. In conclusion, 'Pancasila Treasure Hunt' offers an innovative approach to revitalize Pancasila Education learning at the elementary school level, with potential for further development across various educational levels.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MELALUI PENDEKATAN CRT Primadani, Rafita Eka; Listiani, Ivayuni; Hidayat, Taufiq Syamsu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6673

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memajukan keaktifan belajar siswa kelas IV di SDN 04 Manisrejo dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam kurikulum IPAS. Metodologi yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan penelitian ini dikerjakan dalam dua siklus. Hasil dari studi ini menunjukkan kenaikan yang signifikan pada keaktifan belajar siswa. Persentase siswa yang tergolong sangat aktif dan aktif telah naik dari 56% di siklus I hingga mencapai 93,75% di siklus II. Implementasi CRT dalam PBL telah menunjukkan keefektifannya dalam membentuk lingkungan pembelajaran yang inklusif, memajukan pemahaman yang berbasis kontekstual, dan memperkaya metode pembelajaran dengan perspektif budaya yang beragam. Metode ini turut menggali kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan problem, serta berkolaborasi. Secara keseluruhan, sinergi antara PBL dan CRT diakui sebagai taktik yang handal untuk menambah kualitas edukasi dan menyiapkan siswa dalam mengatasi tantangan dalam era yang semakin kompleks. This study was conducted with the aim of enhancing the learning engagement of fourth-grade students at SDN 04 Manisrejo by implementing a problem-based learning (PBL) model integrated with Culturally Responsive Teaching (CRT) within the Science and Social Studies curriculum. The methodology employed was Classroom Action Research (CAR), and the research was carried out over two cycles. The findings of this study indicate a significant increase in student engagement. The percentage of students classified as highly active and active increased from 56% in the first cycle to 93.75% in the second cycle. The integration of CRT within PBL demonstrated its effectiveness in creating an inclusive learning environment, promoting context-based understanding, and enriching teaching methods with diverse cultural perspectives. This approach also fostered critical thinking, problem-solving, and collaboration skills. Overall, the synergy between PBL and CRT is recognized as a reliable strategy to enhance the quality of education and prepare students to face challenges in an increasingly complex era.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PENDEKATAN CRT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Hayati, Fiina Nur; Listiani, Ivayuni; Hidayat, Taufiq Syamsu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6676

Abstract

Dalam konteks kegiatan pembelajaran, penting bagi guru agar memilih model dan pendekatan pembelajaran yang sesuai agar proses belajar mengajar terlaksana dengan baik. Salah satu model pembelajaran yang efektif adalah Problem-Based Learning (PBL) melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilakukan di kelas IV SDN 04 Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan jika penerapan model PBL melalui pendekatan CRT berdampak positif pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Terjadi peningkatan hasil belajar dari pra-siklus hingga siklus I dan siklus II. Pada pra-siklus, hanya 10 siswa (33,33%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Namun, saat siklus I, jumlah siswa yang tuntas bertambah bertambah 16 siswa (53,33%), dan saat siklus II, sebanyak 24 siswa (80%) berhasil mencapai KKM.

Page 83 of 160 | Total Record : 1595


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue