cover
Contact Name
Munif Akbar
Contact Email
triwikrama325@gmail.com
Phone
+6285859888365
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cendikia Pendidikan
  • sindorocendikiapendidikan
  • Website
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30256488     DOI : -
Sindoro: Cendikia Pendidikan. Jurnal ini terbit tiap bulan dalam setahun. Jurnal ini termasuk jurnal open acces yang memungkinkan penulis dari berbagai lintas dapat elaborasi untuk menulis di jurnal ini. Jurnal ini merupakan buah pemikiran dari terhadap bidang Ilmu khususnya Pendidikan. Jurnal ini menerima artikel Pendidikan, Pengajaran, Metode Pendidikan, Studi Kasus dalam Pendidikan, Media Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,595 Documents
IMPLEMENTASI KONSEP SATUNGGALING RASA SATUNGGALING KARYA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI DUSUN BLANTIKAN DERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Rafika Hana Wiratri; Umi Nurhidayah; Fahma Putri Mahanani; Aprita Destiani; Cindy Deviasari; Budi Setiawan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6681

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kendala yang dialami oleh UMKM SlidShoe.co yang disebabkan karena kurangnya koordinasi dan kurangnya komunikasi antar individu yang saling bekerjasama dalam usaha tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penerapan konsep satunggaling rasa satunggaling karya pada UMKM SlidShoe.Co dalam mengatasi kendala usaha yang dialami. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan data primer melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan data sekunder berupa konsep satunggaling rasa memiliki makna bahwa setiap individu perlu memiliki rasa kebersamaan dalam hal ini dapat diterapkan melalui penyampaian aspirasi dan perasaan sesama anggota. konsep satunggaling karya memiliki makna bahwa dalam menyuksesakan sebuah UMKM diperlukan adanya pelaksaan tanggung jawab dari setiap anggota. Sehingga melalui kedua konsep tersebut berdampak positif pada lancarnya komunikasi dan penciptaan suasana yang kondusif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI VIDEO PEMBELAJARAN Agustina, Evita Dwi; Listiani, Ivayuni; Hidayat, Taufiq Syamsu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6704

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa pada kelas V disebabkan karena guru belum menggunakan model pembelajaran yang menunjang ketertarikan siswa, tentunya akan menjadikan siswa kurang aktif saat kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning melalui video pembelajaran. Metode yang peneliti gunakan berupa penelitian tindakan kelas menggunakan teknik penelitian observasi dan angket. Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan model yang berfokus pada siswa, model ini mengajak siswa untuk berpatisipasi secara aktif mengenai pemecahan masalah. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, ini terlihat dari persentase sebesar 40,62% dikategorikan kurang pada tahap prasiklus, peningkatan motivasi belajar siswa terjadi pada tahap siklus I sebesar 59,37% dikategorikan cukup, pada tahap siklus II terjadi peningkatan sebesar 72,87% dikategorikan baik. Proses pembelajaran yang mengaplikasikan model pembelajaran ini melalui video pembelajaran dapat meningkatkan memotivasi siswa pada kegiatan pembelajaran, serta menambah keaktifan dan mendorong siswa untuk antusias menentukan gagasan utama dalam paragraf pada pelajaran bahasa Indonesia. Low learning motivation of students in grade V is caused by teachers not using learning models that support student interest, of course it will make students less active during learning activities. This study aims to improve student learning motivation using the Problem Based Learning learning model through learning videos. The method used by researchers is classroom action research using observation and questionnaire research techniques. The Problem Based Learning learning model is a model that focuses on students, this model invites students to actively participate in solving problems. Based on the results of the study, it proves that the use of this learning model can increase student learning motivation, this can be seen from the percentage of 40.62% categorized as lacking in the pre-cycle stage, an increase in student learning motivation occurred in cycle I stage of 59.37% categorized as sufficient, in cycle II stage there was an increase of 72.87% categorized as good. The learning process that applies this learning model through learning videos can increase student motivation in learning activities, as well as increase activeness and encourage students to be enthusiastic in determining the main idea in paragraphs in Indonesian language lessons.
PENINGKATAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 4 SD PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Fardani, Tika Sindi; Kurniawati, Rissa Prima; Hadi, Nur
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i11.6712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Margomulyo 2 Ngawi dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitiannya siswa kelas 4 SDN Margomulyo 2 Ngawi sebanyak 13 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ini adalah teknik non tes yang meliputi observasi, kuesioner dan dokumentasi. Ketrampilan berpikir kritis pada studi awal pendahuluan menunjukan sebanyak 13 siswa terdapat 14% menduduki kategori sangat tinggi, 14% menduduki kategori tinggi, 24% menduduki kategori sedang, dan 48% menduduki kategori rendah. Hasil siklus I menunjukan 38% menduduki kategori sangat tinggi, 29% menduduki kategori tinggi, 19% menduduki kategori sedang, dan 14% menduduki kategori rendah. Pada hasil peningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa ini ditunjukkan dengan perolehan rerata skor pada siklus I sebesar 65,85 %. Hasil dari siklus II menunjukan 52,5% menduduki kategori sangat tinggi, 33,5% menduduki kategori tinggi, 14% menduduki kategori sedang. Pada hasil peningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa ini ditunjukkan dengan perolehan rerata skor pada siklus II sebesar 73,85. Berarti terjadi peningkatan sebesar 10,31%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Matematika dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas 4 SDN Margomulyo 2 Ngawi. This research aims to improve the critical thinking skills of class IV students at SDN Margomulyo 2 Ngawi by applying the Problem Based Learning learning model to mathematics subjects. This type of research includes Classroom Action Research (PTK), which consists of two cycles. The research subjects were 13 grade 4 students at SDN Margomulyo 2 Ngawi. The data collection technique used by this researcher is a non-test technique which includes observation, questionnaires and documentation. Critical thinking skills in the initial preliminary study showed that of 13 students, 14% were in the very high category, 14% were in the high category, 24% were in the medium category, and 48% were in the low category. The results of cycle I showed that 38% were in the very high category, 29% were in the high category, 19% were in the medium category, and 14% were in the low category. The results of improving students' critical thinking skills are shown by the average score obtained in cycle I of 65.85%. The results from cycle II showed that 52.5% were in the very high category, 33.5% were in the high category, 14% were in the medium category. The results of improving students' critical thinking skills are shown by the average score obtained in cycle II of 73.85. This means there was an increase of 10.31%. The results of the research show that the application of the Problem Based Learning learning model in Mathematics subjects can improve the critical thinking skills of grade 4 students at SDN Margomulyo 2 Ngawi.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA KONKRIT PADA MATERI CAHAYA DAN SIFATNYA IPAS KELAS V SDN MARGOMULYO 2 NGAWI Anugrahini, Fitria; Kurniawati, Rissa Prima; Hadi, Nur
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i12.6713

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Margomulyo 2 Ngawi pada materi cahaya dan sifatnya melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media konkret. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 14 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam persentase ketuntasan belajar dari 21,43% pada prasiklus, menjadi 57,14% pada siklus I, dan mencapai 85,71% pada siklus II. Penerapan model PBL dengan media konkret tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Perubahan positif juga terlihat dalam aktivitas belajar siswa, dengan peningkatan keterlibatan dan kepercayaan diri dalam melakukan eksperimen dan diskusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model PBL dengan media konkret efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. This classroom action research aimed to improve the learning outcomes of fifth-grade students at SDN Margomulyo 2 Ngawi on the topic of light and its properties through the implementation of Problem Based Learning (PBL) model with concrete media. The research was conducted in two cycles, involving 14 students. Data were collected through observation, learning outcome tests, and interviews. The results showed a significant increase in the percentage of learning mastery from 21.43% in the pre-cycle, to 57.14% in cycle I, and reaching 85.71% in cycle II. The application of the PBL model with concrete media not only enhanced students' conceptual understanding but also developed critical thinking and problem-solving skills. Positive changes were also observed in students' learning activities, with increased engagement and confidence in conducting experiments and discussions. This research concludes that the PBL model with concrete media is effective in improving learning outcomes and student activities in science learning at the elementary school level.
ANALISIS PEMBENTUKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SEKOLAH BERASRAMA SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH MA'HAD AL-ZAYTUN Supriyati, Wiwin; Mardani, Dadan; Iswandi, Irvan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i12.6720

Abstract

This research analyses the character building of responsibility in boarding school for grade IV students of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun. The purpose of this research is to find out how the boarding school life activities of grade IV students of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun as well as how Ma'had Al-Zaytun Educational Institution in shaping the responsibility character of grade IV students of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun through boarding school life activities. The research method used by the researcher is to use a qualitative research approach, with the type of research chosen, namely case studies and field research. With data search procedures through interview techniques, observation and documentation. The sampling technique with purposive sampling technique. Observations made by researchers are with passive participation techniques. For data analysis using the concept of Miles and Huberman. And to check the validity of the data through the source triangulation test. The results of this study show that boarding school life activities for fourth grade students of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun refer to the unsyitoh yaumiyah (daily activities) of students from waking up to sleeping again which is routinely carried out from 04.30 to 19.30, coupled with development activities from the unsyitoh yaumiyah programme. As for the formation of responsibility character in grade IV students of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun, which includes the formation of responsibility character as follows: 1) Character building of responsibility towards God Almighty 2) Character building of responsibility towards oneself 3) Character building of responsibility for the social environment / society 4) Formation of character responsibility towards others 5) Formation of character responsibility towards the state Keywords: Responsibility Character, Boarding School
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP AL ULUM ISLAM TERPADU JL.TUASAN NO.35 MEDAN TEMBUNG Mhd. Isnain Nasution
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i12.6726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Islam Al Ulum Terpadu. Fokus utama penelitian ini meliputi strategi kepemimpinan, kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan mutu, serta berbagai solusi yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf administrasi sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berperan sangat signifikan dalam mendorong perubahan positif di sekolah. Kepala sekolah menjalankan strategi yang mencakup pendekatan berbasis karakter dan kolaborasi dengan orang tua siswa untuk membentuk moral dan nilai-nilai luhur pada siswa. Upaya ini diperkuat dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai serta partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang berskala lokal, nasional, dan internasional. Namun, kepala sekolah menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran dan seringnya perubahan kurikulum yang membutuhkan adaptasi berkelanjutan. Berbagai upaya ditempuh untuk mengatasi tantangan ini, antara lain melalui peningkatan kolaborasi dengan masyarakat sekitar serta optimalisasi sumber daya yang ada. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang adaptif dan inovatif merupakan kunci dalam peningkatan kualitas pendidikan.
PROMOSI SEKOLAH BERBASIS DIGITAL MARKETING DI SMP IT NURUL ILMI MEDAN Mhd Zacky Bangun
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i12.6727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi digital marketing dalam promosi sekolah di SMP IT Nurul Ilmi Medan serta kendala yang dihadapi dan solusi yang diajukan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP IT Nurul Ilmi menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk mempromosikan sekolah. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan biaya, kebutuhan peningkatan keterampilan teknologi, dan perubahan tren digital yang cepat. Solusi yang diusulkan termasuk pelatihan keterampilan teknologi dan inovasi dalam pemanfaatan media sosial.
PERAN PEMBELAJARAN IPS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMP Griyanthi, Ni Made; Apsari, Ni Luh Raka; Puspadhini, Ni Kompiang
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i12.6729

Abstract

Arus globalisasi tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif dalam kehidupan masyarakat yakni semakin lunturnya nilai-nilai karakter dikalangan para generasi muda Indonesia. Kalau perilaku itu dibiarkan, bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri dan karakteristik yang khas sebagai bangsa yang ramah, santun, beretika dan penuh rasa kekeluargaan. Pergeseran nilai dan moral ini perlu dicermati karena menjadi akar penyebab dari perubahan karakter bangsa. Pendidikan karakter diharapkan sebagai solusi yang ditawarkan dalam penyelesaian permasalahan-permasalahan yang menyangkut kenakalan remaja. Pembentukan karakter khususnya generasi muda dibutuhkan peran sekolah. Sekolah sebagai lembaga formal yang membina generasi muda perlu direncanakan pelaksanaan pembelajaran IPS yang konseptual, sehingga bisa lebih efektif untuk membentuk karakter. Pembelajaran IPS mempunyai peran yang strategis dalam pembentukan karakter. Pendidikan karakter mempunyai arah dan tujuan yang sama dengan tujuan pembelajaran IPS, keduanya sama-sama bertujuan untuk mengembangkan siswa menjadi warga negara yang baik. Melalui pendidikan karakter, siswa diharapkan menjadi warga negara yang baik dengan berpedoman pada agama, tradisi dan nilai-nilai sesuai budaya Indonesia. Oleh karena itu, perlu dikembangkan nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan siswa yakni nilai keimanan dan ketaqwaan, nasionalisme, patriotisme, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan kemandirian The flow of globalization also has a negative impact on people's lives, namely the erosion of character values ​​among Indonesia's young generation. If this behavior is allowed, the Indonesian people will lose their identity and unique characteristics as a nation that is friendly, polite, ethical and full of a sense of family. This shift in values ​​and morals needs to be observed because it is the root cause of changes in the nation's character. Character education is expected to be a solution offered in resolving problems involving juvenile delinquency. Character formation, especially of the younger generation, requires the role of schools. Schools as formal institutions that develop the younger generation need to plan the implementation of conceptual social studies learning, so that it can be more effective in forming character. Social studies learning has a strategic role in character formation. Character education has the same direction and goals as social studies learning objectives, both of which aim to develop students into good citizens. Through character education, students are expected to become good citizens guided by religion, traditions and values ​​according to Indonesian culture. Therefore, it is necessary to develop values ​​that are part of students' lives, namely the values ​​of faith and devotion, nationalism, patriotism, responsibility, honesty, caring, discipline and independence.
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH KELAS V B DI SDN BANDUNGREJOSARI 3 MALANG DENGAN PENDEKATAN STUDI KASUS Agustina, Yesica Ira; Setiawan, Dwi Agus; Delawanti, Denna
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i12.6730

Abstract

Perubahan kurikulum saat ini membawa pengaruh bagi dunia pendidikan yaitu terciptanya suatu gerakan baru dengan adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi sekolah adalah usaha yang dilakukan untuk menjadikan organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat dan pelibatan public. Permasalahan yang terjadi di SDN Bandungrejosari 3 Malang yaitu rendahnya minat baca peserta didik, ketiga tahapan literasi yang kurang maksimal, peserta didik harus diingatkan untuk melaksanakan kegiatan literasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program Gerakan Literasi (GLS) di SDN Bandungrejoasi 3 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya menggunakan studi kasus dengan instrument penelitian berupa lembar observasi, wawancara, dan lembar dokumentasi. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, peserta didik kelas V B, dan pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Bandungrejosari 3 Malang sudah menerapkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berdasarkan kebijakan pemerintah dan kebijakan sekolah. Program GLS memiliki tiga tahapan yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Adapun program GLS yang berjalan di SDN Bandungrejosari 3 Malang yaitu kunjungan perpustakaan, pembelajaran di luar kelas, menghias mading, dan penataan pojok baca.
PERSEPSI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA GEOMETRI BANGUN RUANG DI SEKOLAH DASAR Matos, Gabriella Aisyah; Agetta, Yulinar Maharani; Kowiyah, Kowiyah
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i12.6747

Abstract

Pembelajaran matematika telah menjadi hal yang menakutkan, ketika saat berada di bangku sekolah dasar dan sampai ke perguruan tinggi. Seorang peneliti mewawancarai salah satu guru sekolah dasar di Jakarta dan menemukan bahwa banyak siswa merasakan kendala dan kesulitan terhadap sebuah proses pembelajaran matematika, yang diutamakan perihal geometri bangun ruang, sekolah dasar. Tujuan penelitian dilakukan untuk menemukan variabel serta faktor yang dimana mengakibatkan cara siswa melihat sulitnya siswa dalam belajar geometri dan pengaruhnya terhadap pembelajaran. Data kami dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara langsung dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Menurut hasil penelitian, sebagian besar siswa kesulitan memahami konsep dasar geometri yang contohnya seperti keliling, luas, dan volume karena kurangnya minat, motivasi, dan metode pengajaran yang tidak cukup efisien sehingga siswa menilai matematika ialah subjek kompleks dan sulit untuk di telaah. Maka karena itu, artikel ini merekomendasikan penggunaan metode pembelajaran yang lebih menarik dan terkait terhadap di kehidupan sehari-hari siswa agar siswa juga mampu untuk lebih memahami materi geometri terutama bangun ruang.

Page 84 of 160 | Total Record : 1595


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 12 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 10 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 9 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 8 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 5 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 9 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan More Issue