cover
Contact Name
Wahyu Arif Raharjo
Contact Email
w.arifraharjo@unwahas.ac.id
Phone
+6287827114410
Journal Mail Official
jkhi@unwahas.ac.id
Editorial Address
Universitas Wahid Hasyim Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan - Semarang 50236
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JKHI
ISSN : 29869498     EISSN : 29869501     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/khi.
Core Subject : Social,
Kajian Hubungan Internasional adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Laboratorium Diplomasi, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim Semarang, tujuannya adalah menjadi ruang diskusi ilmiah ,tentang berbagai wacana keilmuan Hubungan internasional dalam bentuk penelitian mandiri dosen maupun penelitian bersama antara dosen dengan mahasiswa. Jurnal ini terbit setahun dua kali, pada Bulan April dan Oktober. Sebagai ruang atmoster akademik, maka jurnal ini terbuka bagi seluruh hasil penelitian mandiri dosen maupun penelitian bersama antar dosen dengan mahasiswa, diluar program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim Semarang Semoga kehadiran jurnal ini mampu memperkaya cakrawala keilmuan Hubungan Internasional, baik secara internasional maupun nasional.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023)" : 10 Documents clear
Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional Oleh Batalion Azov Ukraina Dalam Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2014-2022 Nabil, Muhammad Hilmy; Purwanto, Adi Joko
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10191

Abstract

Penelitian ini melakukan pembahasan terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Batalyon Azov Ukraina pada konflik Rusia-Ukraina tahun 2014 - 2022. Azov Battalion merupakan tentara sukarelawan, bukan buatan pemerintah. Batalion Azov didirikan pada Maret 2014 dan mengambil nama dari wilayah pesisir kota Mariupol yang menjadi markasnya. Batalion Azov berkembang dari patriot Ukrayíny (“Patriots Ukraina”), kelompok paramiliter neo-Nazi yang merupakan organisasi sayap kanan, Battalion Azov dikenal juga sebagai “Men in Black” atau tentara dalam seragam serba hitam di daerah Mariupol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan studi pustaka melalui buku, jurnal, serta sumber-sumber resmi atau sumber-sumber yang tersedia di internet. Dalam penelitian ini menggunakan teori Hukum Humaniter Internasional dari Jean Pictet. Menurut Jean Pictet, Hukum Humaniter masuk ke dalam bagian dari hukum publik internasional yang penerapannya dilakukan pada saat berlangsungnya perang atau konflik bersenjata guna memberikan perlindungan terhadap orang-orang yang mengalami penderitaan atas hak asasinya akibat dari konflik bersenjata, seperti penduduk sipil, anggota militer yang terluka, sakit atau tawanan semasa konflik bersenjata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh Batalion Azov termasuk ke dalam pelanggaran hukum humaniter internasional dan pelanggaran ini kemudian dilakukan penindakan secara hukum melalui perantara Perserikatan Bangsa-bangsa.
Peran Uni Eropa Dalam Kampanye Lingkungan Melalui Film ‘’SAVE KALIMANTAN’’ Santoso, Muhammad Feri Teguh; Martin, Ali
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10196

Abstract

 Skripsi ini bertujuan untuk menggambarkan peran Uni Eropa dalam kampanye lingkungan melalui film “Save kalimantan”, teori Organisasi Internasional adalah bahan yang digunakan dalam kajian penelitian ini. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualiatatif yang mencakup penelitian dan pengumpulan berbagai material empiris. Kesimpulan menunjukan bahwa peran Uni Eropa dalam kampanye lingkungan melalui film “Save kalimantan” adalah peran sebagai advokasi, peran sebagai komunikator, peran sebagai motivator. Program kampanye lingkungan yang di lakukan Uni Eropa melalui film “Save kalimantan” yaitu terjadinya perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat yang termotivasi membangun mental masyarakat yang berkomitmen untuk mendukung kelestarian lingkungan terutama dalam menjaga hutan dan flora fauna yang ada di dalamnya.
Kebijakan Luar Negeri Indonesia Dalam Mendukung Upaya Kemerdekaan Palestina Esperanza, Fedora; Sukri, Sukri
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10192

Abstract

Kebijakan luar negeri dimaknai sebagai aktualisasi kepentingan dalam negeri suatu negara di ranah internasional. Indonesia sebagai suatu negara yang berdaulat berdasarkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah untuk menciptakan perdamaian dunia. Upaya negara Indonesia untuk menciptakan perdamaian dunia kemudian ditantang dengan permasalahan berkepanjangan terkait dengan perebutan wilayah yang berlangsung antara Israel dan Palestina. Realita memperlihatkan bahwa Indonesia dan palestina telah memiliki hubungan yang baik dalam jangka waktu yang lama. Tentunya kemudian dengan konflik yang berlangsung antara Israel dan Palestina menjadi penting untuk mencermati upaya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sebagai perwujudan dari upaya Indonesia untuk menciptakan perdamaian dunia sebagai salah satu tujuan bernegara Indonesia. peluang Indonesia untuk mewujudkan hal tersebut semakin terbuka dnegan terpilihnya Indonesia sebagai anggota non-permanen Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Posisi ini memberikan ruang yang lebih besar bagi Indonesia untuk membawa isu konflik Israel dan Palestina menjadi perhatian Internasional. Penelitian ini kemudian berupaya untuk menjelaskan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dan alasan Pemerintah Indonesia untuk mendukung Palestina melalui kebijakan luar negeri yang diambilnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan neorealisme. Peneliti kemudian melihat negara sebagai aktor utama dalam perumusan kebijakan, namun terdapat aktor pendukung lainnya. Penelitian ini bersifat kualitatif dan peneliti menggunakan wawancara sebagai teknik pengumpulan data.
“Wolf Warior Diplomacy” Bentuk Desakan China Bagi Korea Selatan Kurniawati, Rhisma; Kartikasari, Wahyuni
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10197

Abstract

Dalam penelitian kali ini akan membahas mengenai kajian diplomasi publik China yang sering kali disebut sebagai “Wolf Warior Diplomacy”. Diplomasi ini membangun citra China yang tegas dan mengancam yang ditujukan dan digunakan untuk melindungi kepentingan nasional China. Dalam hal ini hubungan China dan Korea Selatan akhir – akhir ini terlihat kurang baik karena kedekatan Korea Selatan dan Amerika Serikat yang terlihat semakin menunjukan kemesraannya. China juga mulai menunjukan penggunaan Wolf Warior Diplomacy terhadap Korea Selatan. Dengan latar belakang tersebut muncul pertanyaan mengapa China menggunakan Wolf Warior Diplomacy terhadap Korea Selatan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, riset ini menggunakan metode kualitatif yang didukung dengan data sekunder. Dari hasil data yang diperoleh terdapat dua pembahasan yaitu mengenai alasan dibalik penggunaan Wolf Warior Diplomacy oleh China, dan juga respon yang dikeluarkan oleh Korea Selatan atas Wolf Warior Diplomacy China. Dari Pembahasan tersebut bisa diperoleh kesimpulan bahwa melalui Wolf Warior Diplomasi, China berhasil menyatakan ketegasannya terhadap Korea Selatan sehingga dengan kasus yang baru ini memungkinkan bagi China untuk kembali mewujudkan ketegasannya jika Korea Selatan semakin jauh dari China dan mengancam kepentingan nasional China dengan kedekataannya terhadap Amerika Serikat. Dengan penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih mengenai Wolf Warrior Diplomacy dan juga hubungan antara China, Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Preservasi Keamanan Internasional Dari Ancaman Terorisme Melalui Pemaknaan Salaam Dalam Ajaran Islam Parawati, Erina Dwi; Asfar, Khalimatus Sa'diyah; Farihah, Irzum
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan preservasi keamanan internasional dari ancaman terorisme melalui pemaknaan salaam sebagaimana yang diajarkan Islam. Sebagaimana diketahui manakala aksi terorisme terjadi, seringkali dikaitkan dengan pemeluk agama Islam sebagai pelakunya. Konsep salaam (perdamaian) dalam Islam menjadi salah satu upaya dalam menjaga keamanan internasional. Islam sebagai agama cinta memuat nilai-nilai kasih sayang dan kelembutan yang kemudian menjadi dasar dalam berinteraksi dan bersikap. Pembacaan ini sangat penting di tengah prasangka Islam sebagai agama teroris, mengkaji konsep perdamaian dalam Islam sedikit-banyak akan membantu dalam mengklarifikasi Islam sebagai agama cinta damai, baik bagi intern pemeluk agamanya, maupun dunia internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep salaam mampu menjadi jawaban dalam memelihara keamanan internasional dari ancaman terorisme dengan membangun sikap kasih sayang, keharmonisan sosial, ‘adl atau keadilan, kejujuran, mengembangkan sikap kelembutan (layn), membiasakan dialog dengan membuka lebar ruang perjumpaan antar maupun intern agama.
Diplomasi Indonesia terhadap Singapura Dalam Pengambilalihan Pelayanan Ruang Udara di Atas Wilayah Kepulauan Riau Dan Natuna 2015-2022 Wiguna, Arya Raditya; Putri, Gustrieni
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10198

Abstract

Singapura telah menguasai pelayanan ruang udara (FIR) di atas wilayah Kepulauan Riau dan Natuna sejak tahun 1946, dimana wilayah tersebut merupakan wilayah teritorial Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, Indonesia mulai untuk menata kembali FIR Singapura di kawasan Kepulauan Riau hingga Natuna. Berbagai upaya diplomasi yang dijalankan oleh Indonesia melalui forum Regional Aviation Navigation (RAN). Diplomasi yang dilakukan oleh Indonesia pada saat itu belum berhasil, sehingga dewan pemimpin sidang yang pada saat itu ICAO menyarankan melalui penyelesaian bilateral. Namun, penyelesaian secara bilateral masih belum membuahkan hasil bagi Indonesia, pada tahun 1996 Indonesia justru mendelegasikan pelayanan navigasi udaranya kepada Singapura. Tidak berhenti begitu saja, upaya Indonesia untuk pengambilalihan FIR Singapura dengan membentuk Undang Undang No.1 Tahun 2009 sebagai landasan hukum penerbangan Indonesia. Pada tahun 2022 lalu, status quo kepemilikan FIR Singapura di atas wilayah udara Kepulauan Riau menjadi FIR Jakarta. Keberhasilan ini merupakan upaya diplomasi yang dilakukan Presiden Jokowi selama masa pemerintahannya. Diplomasi yang dimulai dari tahun 2015 hingga tercapainya perjanjian kesepakatan FIR pada tahun 2022 telah berhasil dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam penelitian ini bermaksud untuk menjawab langkah-langkah diplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia 2015-2022, berdasarkan pada tiga tahap diplomasi menurut teori dari G.R. Berridge.
Peran World Food Programme (WFP) Dalam Mengatasi Krisis Pangan Di Republik Demokratik Kongo Tahun 2016-2019 Rahayu, Tresnaning; Raharjo, Wahyu Arif
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10199

Abstract

Konflik politik pada tahun 2016 - 2019 akibat keputusan perpanjangan masa jabatan Presiden Joseph Kabila meningkatkan angka kerawanan pangan dan jumlah pengungsi di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo). Kebijakan pemerintah belum mampu mengatasi krisis pangan di dalam negaranya, dengan adanya peran dari organisasi internasional seperti World Food Programme (WFP), bisa menyelamatkan banyak nyawa masyarakat melalui pendistribusian bantuan darurat. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis peran WFP dalam mengatasi krisis pangan di RD Kongo pada tahun 2016-2019 menggunakan konsep implementasi organisasi internasional. WFP menerapkan visi, misi serta program bantuannya dengan melakukan pengawasan dan mengelola bantuan pangan, memberikan transparansi dan terbuka akan peran yang dijalankan. WFP membantu pemerintah RD Kongo agar bisa mengembangkan kapasitas negaranya, serta WFP bekerjasama dengan mitra lokal seperti kementerian RD Kongo dan mitra internasional seperti beberapa badan Persatuan Bangsa-Bangsa serta para donatur.
Peran United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women Dalam Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Perempuan Afghanistan 2021 - 2022 Nurfitriyani, Resti; Bintarsari, Nuriyeni Kartika
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (UN Women) dalam pemenuhan hak perempuan dan anak perempuan di Afghanistan dimulai sejak pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban di bulan Agustus 2021. Taliban telah menerapkan serangkaian kebijakan yang membatasi pergerakan perempuan dan anak perempuan Afghanistan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan kerangka pemikiran Teori Peran Organisasi Internasional, penelitian menunjukan bahwa UN Women sebagai sebuah organisasi internasional yang memiliki peran sebagai instrumen, arena atau forum, dan aktor dalam sistem internasional melalui program dan kebijakannya telah berperan aktif dalam pemenuhan hak perempuan dan anak perempuan Afghanistan 2021-2022.
KEPENTINGAN UNI EROPA MENGURANGI IMPOR ENERGI DARI RUSIA DI TENGAH KONFLIK INVASI RUSIA TERHADAP UKRAINA TAHUN 2022 Luthfiani, Khansa Safira; Ismiyatun, Ismiyatun; Suharto, Suharto
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10190

Abstract

Uni Eropa yang memberikan respon terhadap invasi Rusia-Ukraina 24 Februari 2022 berupa penerapan kebijakan sanksi ekonomi dengan mengurangi impor energi Uni Eropa dari Rusia, lalu dilanjutkan kepentingan-kepentingan Uni Eropa menerapkan kebijakan tersebut. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu deskriptif kualitatif. Penulis juga menggunakan teori politik internasional melalui kacamata realis dan pendekatan prinsip politic realism dari Hans J. Morgenthau. Politik internasional merupakan pola tindakan negara sebagai reaksi atas respon negara lain yang berkisar pada konflik, perang, baik skala kecil maupun besar. Kepentingan Uni Eropa memperjuangkan bangsanya dengan menerapkan sanksi ekonomi terhadap Rusia didasarkan pada ketergantungan atau interdependensi antara Rusia-Uni Eropa dalam kerja sama ekonomi khususnya energi dan sebagai bentuk respon Uni Eropa guna menekan perilaku agresif invasi Rusia terhadap Ukraina yang berakibat pada ketidakstabilan perekonomian global juga menjadi kepentingan Uni Eropa menerapkan sanksi ekonomi kepada Rusia bersama negara-negara barat seperti Amerika, Kanada, dan Jepang.
Hambatan ASEAN sebagai Organisasi Regional Dalam Merealisasikan Pertahanan dan Keamanan Terkait Kerjasama AUKUS (Australia, United Kingdom, dan United States) Ramadani, Wiwi; Haitsam, Ahyul
Kajian Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/khi.2023.2.2.10195

Abstract

Pakta pertahanan trilateral atau dikenal dengan AUKUS kini menjadi sorotan utama ASEAN selaku organisasi regional. Adanya pakta pertahanan ini memberi pengaruh tersendiri bagi stabilitas pertahanan dan keamanan kawasan, namun keberlanjutan pakta pertahanan ini membuat ASEAN mengalami kesulitan tersendiri dalam mengatasinya. Oleh karenanya, problematik inilah yang diangkat penulis sebagai rumusan masalah terkait hambatan yang di hadapi ASEAN dalam merealisasikan pertahanan dan keamanan kawasannya terkait pakta pertahanan AUKUS. Dalam mengkaji fenomena ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data berupa data sekunder melalui studi pustaka, data observasi dan data audio-visual. Dengan adanya hasil riset ini, dapat diketahui bahwa ASEAN mengalami hambatan dalam menyelesaikan pakta pertahanan tersebut karena pengaruh prinsip dan keanggotaan ASEAN itu sendiri. Sehingga, penulis memaparkan secara jelas dan deskriptif terkait hambatan yang dialami oraganisasi regional Asia Tenggara. Penulis berharap dengan adanya tulisan ini mampu menjadi refrensi atau kajian yang lebih lanjut terhadap seluruh pembaca.

Page 1 of 1 | Total Record : 10