cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Law and Justice
ISSN : -     EISSN : 30310016     DOI : https://doi.org.10.47134/lawjustice
Core Subject : Social,
The Indonesian Journal of Law and Justice ISSN 3031 0016 is a peer-reviewed scholarly journal dedicated to presenting high quality research in the field of law and justice in Indonesia. The focus and scope of this journal are, Constitutional Law, Criminal Law and Criminology, Civil and Business Law, International Law, Justice and Human Rights. Indonesian Journal of Law and Justice welcomes contributions in the form of research articles, literature reviews, legal notes, and legal essays related to the aforementioned topics. We invite contributions from various perspectives, both academic and practitioner, to enrich discussions and understanding in the field of law and justice in Indonesia.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2025): June" : 37 Documents clear
Construction of Judicial Interpretation In Indonesia's Criminal Justice System Regarding The Implementation of The New Penal Code Suryana, Iyus
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3853

Abstract

Judicial interpretation within Indonesia’s criminal justice system presents a complex challenge, particularly with the implementation of the new Criminal Code (KUHP) under Law Number 1 of 2023. The new Criminal Code incorporates legal pluralism, including customary law (living law), creating a tension between the principle of legality and substantive justice. In practice, judges struggle to balance legal certainty with interpretative flexibility to align legal decisions with societal values. This study aims to analyze judicial interpretation patterns in Indonesia’s criminal justice system following the enactment of the new Criminal Code and to identify factors contributing to judicial inconsistencies. Using a normative legal approach combined with legal hermeneutics, this research examines how judges apply legal provisions through an analysis of legislation, court rulings, and relevant legal theories. The findings indicate that most judges still adhere to legal positivism, prioritizing legal certainty, although sociological and teleological approaches are increasingly applied in certain cases, particularly those involving restorative justice. However, inconsistencies in judicial rulings remain a concern due to judicial subjectivity, political pressure, and public opinion. Strengthening legal hermeneutic methodologies in judicial education and developing more binding legal precedents are essential steps to improving judicial consistency and public trust in Indonesia’s criminal justice system.
Komparasi Penjatuhan Pidana Mati Bagi Pelaku Pembunuhan Menurut KUHP dan Kitab Kutaramanawadharmasastra Kerajaan Majapahit Tanti Kirana Utami; Arfa Fadillah Tanjung; Shela Agnesia; Maulana Hasanudin; Kyran Miquel; Taopik Hidayat
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif penerapan pidana mati terhadap pelaku pembunuhan sebagaimana diatur dalam Kitab Kutaramanawadharmasastra Kerajaan Majapahit dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Melalui pendekatan historis dan yuridis, penelitian ini menganalisis dasar filosofis, kriteria penjatuhan pidana, serta pertimbangan-pertimbangan yang mendasari penerapan pidana mati di kedua sistem hukum tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam mengenai perubahan hukum pidana di indonesia, serta menjadi bahan pertimbangan dalam perbaikan terhadap sistem peradilan pidana yang berlaku saat ini. Untuk menjawab penelitian tersebut, penelitian hanya memfokuskan kepada aspek penjatuhan hukum pidananya saja melalui penelitian hukum normatif yang didukung oleh penelitian berdasarkan pengalaman dengan pendekatan sejarah (historical approach) dan pendekatan undang-undang (statute approach).
Tantangan Hukum dan Keamanan dalam Mitigasi Sampah Luar Angkasa Tak Teridentifikasi: Ancaman bagi Misi Antariksa dan Keselamatan Astronaut Nurul Adzkia; Rahwa Wati, Linda; Erzavin Daveri; Ema Septaria; M. Ilham Adepio
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3911

Abstract

Unidentified space debris poses a significant threat to the sustainability of space exploration and the safety of astronauts. As the number of artificial objects in Earth's orbit increases, the risk of collisions and damage to operational satellites and spacecraft also grows. This study examines the legal and security challenges in mitigating unidentified space debris using a normative approach, analyzing key international treaties such as the Treaty on Principles Governing the Activities of States in the Exploration and Use of Outer Space, including the Moon and Other Celestial Bodies (Outer Space Treaty 1967), the Convention on International Liability for Damage Caused by Space Objects 1972 (Liability Convention 1972), and the Agreement on the Rescue of Astronauts, the Return of Astronauts and the Return of Objects Launched into Outer Space 1967 (Rescue Agreement 1967). While these treaties establish a legal framework for space object responsibility, gaps remain in ownership attribution and enforcement mechanisms, particularly for unidentified debris. Additionally, limited monitoring technology hampers effective collision risk mitigation. To address these challenges, stronger international regulations, the development of more precise tracking technologies, and enhanced global cooperation in space debris removal efforts are essential to maintaining the safety and sustainability of future space missions.
Kebijakan Hukum terhadap Asas Perlindungan Konsumen pada Praktik Lelang Mobil secara Online Febriana, Nabilah; Zazili, Ahmad; Rohaini
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3913

Abstract

Modernisasi lelang di Indonesia ditandai oleh sistem Electronic Goverment, masyarakat dengan mudah dan praktis mendapatkan informasi pelayanan publik. Artikel ini menganalisis Putusan Pengadilan Nomor 256/Pdt.G/2023 Jakarta Barat tidak berkesesuaian hukum berdasarkan perspektif asas-asas perlindungan konsumen, sebagaimana telah diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang. Hasil penelitian menunjukkan perlunya kesesuaian pertimbangan hakim agar tidak terdapat penyalahgunaan keadaan demi mewujudkan keadilan yang bersifat distributif yaitu pada pembagian hak dan kewajiban secara proporsional dan keadilan retributif yaitu menitikberatkan pada pemberian sanksi yang setimpal terhadap pelanggaran hukum. Dampak dari akibat hukum yang diberikan berupa sanksi administrasi, sanksi perdata, dan sanksi pidana.
Doktrin Force Majeure dalam Hukum Perikatan: Implikasi terhadap Kontrak Bisnis di Era Digital Kamilah, Anita; Kusworo, Fuji; MAY, Nazwa St; Lestari, Retno
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3870

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah mengubah praktik bisnis secara fundamental, termasuk dalam pembuatan dan pelaksaan kontrak bisnis. Kontrak yang sebelumnya berbentuk konvensional kini dapat dilakukan secara digital melalui berbaga platform online. Namun, digitalisasi kontrak juga menimbulkan tantangan hukum baru, salah satunya terkait penerapan doktrin force majeur. Tantangan utama dalam penerapan force majeure dalam kontrak adalah menentukan apakah gangguan teknologi termasuk keadaan memaksa atau akibat kelalaian pihak yang terlibat. Selain itu, regulasi yang ada perlu disesuaikan agar dapat mengakomodasi aspek force majeure dalam kontrak berbasis digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketijakjelasan dalam penerapan force majeure pada kontrak digital, terutama dalam menetukan apakah suatu gangguan teknologi dapat dikategorikan sebagai keadaan memaksa atau akibat kelalaian penyelenggara sistem hal ini meningkatkan risiko ketidakpastian hukum bagi para pihak. Oleh karena itu, mitigasi risiko dapat dilakukan melalui penyusunan klausus force majeure yang lebih spesifik dan penguatan regulasi terkait perlindungan hukum dan kontrak digital.
The Existence of Legal Principles and The Changing Times: Challenges and Adaptations in The Formation of Laws and Regulations Tanti Kirana Utami; Ega Puspita; Fauzan Hidayat, Shidqi; Pradipa, M Rafly; Dwi Lestari, Retno; Syahdan Fauzi
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3931

Abstract

The existence of legal principles in the formation of legislation plays a crucial role in modern legal systems. This article examines the challenges and adaptations faced in maintaining the relevance of legal principles amidst rapid changes in society, using a qualitative normative juridical research method. This method focuses on legal norms found in legislation and norms that are living and evolving within society. The aim is to understand how the existence of legal principles has evolved in the context of rapid societal changes, reaching the present era, and how the legislative process reflects adaptation to these changes, as well as to explore examples of legislation that successfully integrate legal principles with the needs of modern society. The findings of this study show that the existence of legal principles relies not only on their ability to uphold timeless fundamental principles but also on their capacity to transform according to the context of the times. By understanding the challenges and opportunities present, legal principles can remain relevant in addressing societal needs and global developments.
Implikasi Hukum atas Tidak Dicantumkannya Bahasa Indonesia dalam Kontrak WNI dengan Pihak Asing Kasih, Natasia; Pawestri, Aris
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3954

Abstract

Bahasa Indonesia wajib dicantumkan dalam perjanjian internasional, pengharusan tersebut diatur dalam Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang No. 24 Tahun 2009, namun dalam praktik masih sering dijumpai perjanjian yang tidak mencantumkan penggunaan bahasa Indonesia. Ketiadaan sanksi yang jelas terkait kewajiban tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai implikasi yuridis dari ketentuan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis norma hukum positif melalui kajian dokumen dan literatur hukum. Fokus utama penelitian adalah Implikasi Yuridis Tidak Dicantumkannya Bahasa Indonesia dalam Perjanjian Kontrak Antara WNI dengan Pihak Asing Berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2009. Kata “wajib” dalam Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 merupakan norma imperatif yang mengikat para pihak. Dalam Putusan Nomor 451/Pdt.G/2012/PN.Jkt.Bar, majelis hakim menilai telah terjadi pelanggaran terhadap syarat objektif, sehingga secara yuridis perjanjian tersebut batal demi hukum menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2009. Dalam penyusunan perjanjian, hal-hal yang terkandung di dalamnya wajib diperhatikan. Pencantuman bahasa Indonesia dalam perjanjian kontrak dengan pihak asing diatur secara khusus dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2009. Putusan Nomor 451/Pdt.G/2012/PN.Jkt.Bar membuktikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia bukan hanya formalitas, tetapi kewajiban hukum yang menimbulkan konsekuensi yuridis nyata.
Analisis Perbuatan Melawan Hukum Terhadap Tanah Sita Eksekusi Auliany, Nafisa; Adhan, Sepriyadi; Sumarja, F.X.
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3955

Abstract

This research aims to analyze whether the act is unlawful and legal protection for third parties in good faith. The method used is normative juridical, by examining the application of rules or norms in positive law and the type of research used in this research is descriptive research type with a problem approach using a case approach (legal case study). The legal materials used in this research are primary, secondary, and tertiary legal materials. The results of the research of Party B's actions can be categorized as unlawful acts in accordance with Article 1365 of the Civil Code which causes material and immaterial losses and and legal protection serves as a guarantee of legal certainty in buying and selling transactions in the event of a dispute can be resolved with a civil claim to the court.
Branding Islam dalam Kampanye Politik 2024: Dampaknya terhadap Preferensi Memilih Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati dan Universitas Pendidikan Indonesia Hastarini, Rasya; Prastiwi, Puja; Rahmat, Aulia; Fadilah, Nizah; Suresman, Edi
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3962

Abstract

Pemilu 2024 di Indonesia menunjukkan peningkatan penggunaan branding Islam dalam kampanye politik, yang dapat memengaruhi preferensi mahasiswa sebagai pemilih mayoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh branding Islam terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih calon Presiden dan Wakil Presiden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap mahasiswa dan strategi kampanye berbasis agama. Analisis dilakukan secara tematik untuk memahami pola preferensi pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol keagamaan dalam kampanye meningkatkan elektabilitas kandidat di kalangan mahasiswa. Namun, sebagian mahasiswa tetap mempertimbangkan visi misi dan kapabilitas kandidat. Kesimpulannya, meskipun politik identitas berbasis agama berpengaruh, mahasiswa tetap memiliki kecenderungan rasional dalam memilih. Diperlukan edukasi politik agar pemilih dapat mengambil keputusan secara objektif.
Pendekatan Hukum Humaniter terhadap Kegiatan Operasional TNI dalam Menangani Separatisme Bersenjata di Papua Gumelar, Laksono M.A.; Putri, Ria Wierma; Amrullah, Rinaldi
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3978

Abstract

Konflik bersenjata yang terjadi di Papua antara aparat militer Republik Indonesia dan kelompok separatis seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM) serta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), telah berlangsung selama beberapa dekade dan menunjukkan intensitas kekerasan yang signifikan. Meskipun pemerintah Indonesia tidak secara eksplisit menyatakan situasi di Papua sebagai konflik bersenjata non-internasional (Non-International Armed Conflict/NIAC), kenyataan di lapangan menunjukkan keterlibatan aktor non-negara bersenjata dan penggunaan kekuatan militer reguler yang terus meningkat. Hal ini menimbulkan dilema hukum terkait legalitas tindakan militer, serta urgensi penerapan prinsip-prinsip dasar Hukum Humaniter Internasional (HHI) dalam operasi militer di dalam negeri. Masalah ini penting untuk segera diselesaikan karena dampaknya yang terus meluas terhadap keamanan nasional, perlindungan hak asasi manusia, dan stabilitas sosial-politik baik di tingkat lokal maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kegiatan operasional TNI dalam menangani separatisme bersenjata di Papua dengan prinsip-prinsip HHI, yaitu prinsip distinction, proportionality, dan military necessity. Melalui pendekatan yuridis-normatif, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip HHI belum optimal karena berbagai kendala, mulai dari ketidakjelasan status hukum konflik, minimnya regulasi teknis nasional, hingga absennya evaluasi strategis terhadap dampak operasi militer terhadap warga sipil. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perlunya reformasi kebijakan keamanan dan transparansi operasi militer sebagai bagian dari tanggung jawab hukum dan moral negara dalam melindungi hak asasi manusia serta menjaga legitimasi di mata hukum internasional. Oleh karena itu, penguatan kerangka hukum nasional yang selaras dengan HHI merupakan langkah strategis dalam menyelesaikan konflik Papua secara damai dan berkeadilan.

Page 1 of 4 | Total Record : 37