cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 367 Documents
SURVEY GEJALA dan PENGOBATAN yang DILAKUKAN MASYARAKAT JAWA TENGAH PASCA VAKSIN COVID-19 Muthoharoh, Ainun; Waznah, Urmatul
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.5224

Abstract

Vaksin covid-19 dapat menyebabkan gejala efek samping. Gejala efek samping akibat vaksin covid-19 yang ringan dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau Adverse Events Following Immunization (AEFI). yang dirasakan dapat ditangani oleh masyarakat sendiri melalui pengobatan mandiri obat kimia maupun herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala dan menganalisis pengobatan mandiri yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah pasca vaksin covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Data penelitian diambil dengan teknik random sampling pada tahun 2021. Sampel diperoleh sebanyak 56 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data yang digunakan adalah analisis dekriptif. Hasil penelitian menunjukkan gejala yang dialami masyarakat adalah nyeri/pegal, demam, mual, muntah, dan mengantuk. Obat yang dikonsumsi meliputi Parasetamol, Demacoline®, Pamol®, Panadol®, Sanmol®, dan Imboost®, sedangkan herbal yang dikonsumsi yaitu air kelapa, jahe, madu, dan spirulina. Berdasarkan gejala KIPI pasca vaksin covid-19, dapat disimpulkan bahwa Demacoline® bukanlah obat yang tepat yang dikonsumsi oleh masyarakat karena tidak menunjukkan gejala seperti pilek
FORMULASI GUMMY CANDY DARI GETAH BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PEKTIN K, Kurniawan; Abdillah Rasyid, Hanifa; Fitrian, Ahyana
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.6233

Abstract

Pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi sebagai enzim proteolitik yang bekerja dengan cara memecah jaringan ikat. Enzim papain relatif banyak pada getah pepaya yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antelmintik herbal yang diformulasikan dalam bentuk nutrasetikal misalnya gummy candy. Pemilihan gelling agent  perlu diberi perhatian khusus pada formulasi gummy candy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik formulasi gummy candy dari getah buah papaya dan mengetahui aktivitas proteolitik dalam sediaan gummy candy. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan membuat sediaan gummy candy. Pada penelitian gelling agent ini  yang dipakai yaitu pektin. Variasi konsentrasi pektin yang digunakan adalah 0.5%, 1.5% dan 2.5%. Uji karakteristik sediaan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji keseragaman bobot, uji kadar air dan uji abu. Aktivitas proteolitik dalam penelitian ini berdasarkan metode anson yang menggunakan kasein sebagi substrat. Hasil penelitian menunujukkan sediaan memiliki karakteristik berwarna hijau, bertekstur kenyal, memiliki rasa manis dan berbau melon. Hasil pengujian pH antara 6.2-6.7, bobot sediaan antara 1-1.37%, kadar air antara 14.61%-19.83%, kadar abu antara 0.9%-1.02% dan aktivitas proteolitik dalam sediaan gummy candy antara 0.171014 U/ml - 0.620473 U/ml.
FORMULASI dan UJI KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Nur Sholikhah, Anggun Mahirotun
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.6557

Abstract

Bunga telang adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di alam Indonesia dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bunga telang memiliki senyawa antosianin yang bermanfaat sebagai zat warna alami dan dapat digunakan sebagai pengganti zat pewarna sintesis. Salah satu produk yang memerlukan zat pewarna adalah lip balm. Lip balm merupakan pelindung bibir agar tetap lembap, tidak kering dan pecah-pecah. Lip balm dengan pewarna ekstrak bunga telang dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Tujuan dari penelitian ini adalah hasil uji karakteristik sediaan lip balm ekstrak bunga telang dan mengetahui konsentrasi yang dapat menghasilkan intensitas warna yang baik. Metode eksperimental laboratorium menggunakan rancangan percobaan acak lengkap. Hasil aplikasi zat warna ekstrak bunga telang yang diformulasikan dengan konsentrasi 2%,4%, dan 6% menghasilkan karakteristik organoleptis dengan bentuk semi padat, berwarna ungu, dan berbau essence bubble. Sediaan lip balm memiliki homogenitas yang baik dan memiliki rentang yang aman. Daya sebar yang dihasilkan juga optimal dengan nilai 6,27 untuk formula 1, 6,12 untuk formula 2 dan 5,92 untuk formula 3. Hasil dari uji titik lebur sesuai dengan produk komersial yang deredar di pasaran dan sesuai dengan SNI 1996. Analisis data menggunakan SPSS menunjukkan nilai p 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna pada setiap penambahan ekstrak bunga telang pada sediaan lip balm.
TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP dan PERILAKU SWAMEDIKASI JERAWAT pada MAHASISWA di KAMPUS 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Novrita, Sisri
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.7138

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang banyak terjadi dan mengenai hampir 80%-100% populasi. Jerawat mengenai 85% orang dewasa muda berusia 12–25 tahun. Swamedikasi merupakan penggunaan obat-obatan tanpa resep oleh seseorang atas inisiatifnya sendiri, biasa oleh masyarakat terhadap penyakit yang umum diderita. Salah satu keluhan yang dapat dilakukan swamedikasi yaitu jerawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku swamedikasi jerawat pada mahasiswa di Kampus I Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Cross Sectional dengan metode survey menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling dengan perhitungan sampel 298 dari 5 Fakultas di Kampus I Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden dalam kategori cukup (73,3%), sikap dengan kategori cukup (65,3%), dan perilaku dengan kategori kurang (53,1%). Hasil ini menunjukkan sebagian besar mahasiswa Kampus I Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat memiliki pengetahuan yang Cukup, Sikap yang Cukup dan diikuti dengan Perilaku yang Kurang tentang pengobatan jerawat sendiri (Swamedikasi).
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI ANTIHIPERTENSI pada PASIEN PROLANIS di KEBUMEN Ristiyorini, Iin
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.7022

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola terapi antihipertensi, baik obat tunggal maupun kombinasi, efektivitas terapi antihipertensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas antihipertensi di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik. Data penelitian diambil secara retrospektif untuk periode waktu 3 bulan dan ditambah pengambilan data secara prospektif selama 1 bulan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi peserta Prolanis yang dirujuk balik ke Apotek Luk Ulo Kebumen. Penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 322 pasien hipertensi peserta Prolanis di Kabupaten Kebumen pada bulan Oktober 2019 sampai Januari 2020. Pola penggunaan terapi antihipertensi adalah terapi obat antihipertensi tunggal dengan golongan obat terbanyak adalah Calcium Channel Blockers (CCB) amlodipin sebanyak 84%, dan terapi kombinasi yang terbanyak adalah kombinasi dua golongan yaitu kombinasi Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dan Calcium Channel Blocker (CCB) candesartan dan amlodipin sebanyak 56,3%. Penggunaan obat antihipertensi tunggal sebanyak 54%, terapi kombinasi sebanyak 46% dengan kombinasi terbanyak yaitu kombinasi dua golongan obat (91,2%). Terapi obat tunggal yang paling efektif adalah CCB, meskipun hanya mampu menurunkan tekanan darah mencapai target sebanyak 4 pasien dari total 146 pasien. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi antihipertensi yaitu diet garam (p=0,002) dan sisa obat (p=0,043) dengan rata-rata sistole dan diastole nilai p 0,005. Angka korelasi sistole untuk diet garam 0,616 yang bermakna hubungannya sangat kuat, sedangkan sisa obat korelasinya lemah yaitu 0,436. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai p-value sistole dan diastole 0,05, dengan demikian terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah baik tekanan sistole maupun tekanan diastole dengan jenis dan masing-masing kombinasi obat. Beberapa jenis golongan obat menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.
FORMULASI SEDIAAN NUTRASETIKAL POWDER DRINK KULIT BAWANG MERAH BREBES (Allium cepa L. var. aggregatum) Febriani, Alik Kandhita; Balfas, Rifqi Ferry; Purwanti, Yunika; Maesarah, Ifani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.7861

Abstract

Indonesia, known for its rich biodiversity, boasts many medicinal plants with significant development potential. One such plant is shallots (Allium cepa L.), a valuable vegetable commodity that plays an important role in society due to its economic and nutritional value. Shallots are rich in various secondary metabolites, including flavonoids, tannins, saponins, essential oils, kaempferol, flavonglycosides, phloroglucin, dihydroaliin, cycloaliin, metiallin, quercetin, and polyphenols, with sulfur also present in the tubers. This research aims to formulate shallot skin into a nutraceutical powder drink. Using experimental laboratory methods, we formulated the shallot skin powder drink and conducted physical tests on the preparation. The results indicated that while the formulations met the criteria for ash content, pH, dissolution time, flow time, and compressibility, not all formulas satisfied the requirements. Specifically, the shallot skin powder drink did not meet the standards for water content and angle of repose.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT BUAH KEMUKUS (Piper cubeba L.) MENGGUNAKAN METODE ABTS SERTA PENETAPAN KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID TOTAL Anwar, Khoirul
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.6917

Abstract

Buah kemukus (Piper cubeba L.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid total yang dapat berperan sebagai antioksidan dan dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi etil asetat ekstrak etanol buah kemukus menggunakan metode ABTS serta penetapan kadar fenolik dan flavonoid total. Fraksi etil asetat ekstrak etanol buah kemukus dengan konsentrasi (15, 30, 45, 60, 75, dan 90 µg/mL) diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS dengan pembanding Trolox konsentrasi (5, 10, 15, 20, 25, dan 30 µg/mL) dan diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 730 nm. Penetapan kadar fenolik dan flavonoid total menggunakan pereaksi folin-ciocalteu dan AlCl3 dengan pembanding asam galat konsentrasi (50, 100, 150, 200, 250, dan 300 µg/mL) dan kuersetin konsentrasi (2, 4, 6, 8, 10, dan 12 µg/mL), kemudian diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 743 nm dan 430 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak etanol buah kemukus (Piper cubeba L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 50,359 ± 0,104 µg/mL menggunakan pembanding trolox dengan nilai IC50 sebesar 19,654 ± 0,18 µg/mL. Penetapan kadar fenolik dan flavonoid total diperoleh sebesar 32,57± 0,47 mg GAE/gram fraksi dan 5,283 ± 0,04 mgQE/gram fraksi. Aktivitas antioksidan fraksi etil asetat ekstrak etanol buah kemukus (Piper cubeba L.) dikategorikan sebagai antioksidan kuat.  
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK KULIT KAYU RAPET (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK indriyanti, erwin; Hanhadyanaputri, Eka Susanti; Sundoro, Aries Koes
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.7959

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang terkenal akan keanekaragaman hayatinya, khususnya tanaman obat. Tanaman obat yang potensial diantaranya adalah kayu rapet (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke. Tanaman ini banyak digunakan untuk mengobati luka, koreng, disentri dan keputihan pada organ kewanitaan yang disebabkan oleh adanya bakteri dan jamur.  Bagian tanaman kayu rapet yang dimanfaatkan terutama bagian kulitnya, pada bagian kulitnya mengandung flavonoid, polifenol dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit kayu rapet secara spektrofotometri sinar tampak.  Ekstrak kulit kayu rapet diperoleh secara remaserasi dengan  menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak kulit kayu rapet mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid dan saponin.  Penetapan kadar flavonoid total dilakukan berdasarkan metode AlCl3 dengan flavonoid total dinyatakan dalam RE (Rutine Equivalen) pada panjang gelombang maksimum 416 nm. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kandungan flavonoid total sebesar 5,2054 ± 0,3427 mgRE/g ekstrak.
SKRINING FITOKIMIA dari TIGA TANAMAN FAMILI ASTERACEAE dengan BERBAGAI PEREAKSI KIMIA Saepudin, Syumillah -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i3.7069

Abstract

Tumbuhan famili Asteraceae banyak terdapat di Indonesia. Beberapa spesies dari famili Asteraceae seperti bandotan (Ageratum conyzoides (L.) L.), kirinyuh (Chromolaena odorata (L.)), dan ketul (Bidens pilosa L.) belum banyak diketahui kandungan senyawa metabolit sekundernya. Skrining fitokimia adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk menelusuri adanya metabolit sekunder yang terkandung pada tanaman sehingga potensinya sebagai tanaman obat bisa digunakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan golongan senyawa metabolit sekunder dari simplisia dan ekstrak etanol 96% daun bandotan, daun kirinyuh, dan daun ketul dengan menggunakan berbagai pereaksi kimia. Hasil yang diperoleh dari analisis kandungan golongan senyawa metabolit sekunder pada daun bandotan, daun ketul dan daun kirinyuh terdapat enam golongan senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, fenol, flavonoid, tanin, saponin, serta terpenoid.
PENGELOLAAN OBAT TIDAK TERPAKAI DAN KADALUARSA PADA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN MAGETAN, JAWA TIMUR Kartikaningrum, Vidya; Nurcahyani, Diah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i1.8081

Abstract

Obat merupakan komponen penting dari pelayanan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Pengelolaan obat yang tidak tepat dapat mempengaruhi stabilitas obat dan mengakibatkan obat tidak bisa digunakan. Obat tersebut dapat berpotensi menjadi limbah dan dapat merugikan orang lain serta lingkungan sekitar.  Laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan diikuti dengan peningkatan penggunaan obat obatan. Hal tersebut dapat berpotensi meningkatkan jumlah limbah obat. Sisa obat yang tidak terpakai dan kadaluarsa akan menjadi limbah obat. Limbah tersebut masuk dalam kategori bahan beracun dan berbahaya (B3) yang dapat membahayakan lingkungan. Permasalahan mengenai limbah ini terjadi karena pembuangan obat yang tidak tepat pada skala rumah tangga. Hal tersebut dapat memicu terjadinya daur ulang illegal kemasan atau produk obat kadaluarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengelolaan obat yang tidak terpakai dan kadalurasa pada lingkup  rumah tangga. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif. Data penelitian didapatkan melalui wawancara. Instrumen pada penelitian ini adalah kuisioner.  Kuesioner tersebut diberikan kepada responden rumah tangga yang diwakili oleh ibu ibu PKK di Kabupaten  Magetan. Responden  yang dipilih dengan metode cluster random  sampling. Data penelitian yang didapatkan adalah (1) jumlah dan jenis obat berdasarkan bentuk sediaan yang tidak digunakan dalam skala rumah tangga (2) alasan obat tidak digunakan, (3) metode penyimpanan dan (4) metode pembuangan obat yang tidak digunakan tersebut. Penelitian ini  menunjukkan data bahwa  93% rumah tangga menyimpan  obat di rumah. Obat tersebut berasal dari fasilitas kesehatan (rumah sakit, klinik, dan puskesmas) (42%) dan apotek (39%). Obat tidak terpakai tersebut diantaranya obat golongan analgesik-antipiretik (20,8%) dan obat batuk dan flu (16,6%). Sebanyak 72% responden telah mampu menyimpan obat dengan benar. Obat yang tidak digunakan tersebut dibuang ke tempat sampah tanpa perlakuan khusus dan sebagian dibuang langsung ke saluran air oleh 94 % responden di Kabupaten Magetan. Tindakan tersebut beresiko terjadinya  pencemaran lingkungan dan dampak buruk terhadap segi kesehatan serta perekonomian. Medicines are an important component of health services which are a community need. Mishandling a drug can cause the drug to become unusable and potentially harm people and the environment. Medicine waste is predicted to increase along with the increase in population growth rate followed by increasing consumption of medicines in the community. Medicine waste includes unused and expired medicines. Leftover medicines that are no longer used by the public will become household B3 waste which endangers the environment. On a household scale, improper disposal of medicines can cause serious problems and give rise to the potential for illegal recycling of expired medicine packaging or products. The aim of the research is to determine the management of unused and expired medicines on a household scale. The method used in this research is quantitative analysis research methods. Data was obtained through interview techniques using an instrument in the form of a questionnaire to household respondents in Magetan Regency who were selected through cluster random sampling. The data collected are (1) the number and type of medicines based on dosage forms that are not used on a household scale (2) the reasons why the medicines are not used, (3) how to store them and (4) how to dispose of the unused medicines.The results showed that 93% of households had medicine at home obtained from health facilities (hospitals, clinics and health centers) (42%) and pharmacies (39%). These drugs are dominated by analgesics-antipyretics (20.8%) and cough and flu drugs (16.6%). As many as 72% of respondents were able to store medicine correctly. Almost all respondents in Magetan Regency (94%) throw away medicines that are no longer used in the trash without proper procedures and throw the rest into waterways. This can pose a risk of environmental pollution and other negative environmental, economic and health impacts

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue