cover
Contact Name
Balqis Nurmauli Damanik
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6289682151476
Journal Mail Official
febri@apji.org
Editorial Address
Jl. Adam Malik No. 79 A, Kel. Sei Agul, Kec. Medan Barat, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20114
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Vitamedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
ISSN : 3030900X     EISSN : 30308992     DOI : 10.62027
Core Subject : Health,
Jurnal ini adalah Jurnal Asclepius : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk riset Ilmu Kesehatan Umum
Articles 204 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Di Klinik Sehati Medan Periode Maret-April 2021 Eka Ristin Tarigan; Suryani; Tiara Surena Br Sitepu
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v1i4.430

Abstract

Menurut Word Health Organization (WHO) 2017 pijat bayi terbukti memiliki banyak manfaat tak hanya membuat bayi menjadi nyaman, namun proses pijat bayi juga meningkatkan bonding (ikatan emosional) antara ibu dan bayi. Banyaknya ibu yang patuh melalukan pijat bayi di perhitungkan dari banyaknya ibu yang memiliki anak bayi. Dimana pada setia tahunnya diperkirakan sekitar 40% ibu yang patuh melakukan pijat bayi. Namun pada tahun 2018 pemijatan bayi tidak di lakukan sepenuhnya dan digambarkan pemijatan bayi hanya sekitar 20-25% yang di pengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pendidikan dan sumber informasi. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Klinik Sehati Medan Periode MARET-APRIL 2021 sebanyak 30 orang responden dengan menggunakan total sampling. Dari responden di dapat hasil bahwa pengetahuan ibu tentang pijat bayi mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 14 orang (46,67%), berdasarkan pendidikan mayoritas SMP Sebanyak 8 orang (26,67%), berdasarkan pekerjaan mayoritas berpengetahuan baik pada yang bekerja sebanyak 13 orang (43,34%), berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan baik dan cukup pada umur 20-30 tahun sebanyak 12 orang (40%), berdasarkan sumber informasi mayoritas berpengetahuan baik pada tenaga kesehatan sebanyak 14 orang (46,67%). Dari penelitian ini disarankan pada peneliti selanjutnya agar dapat memanfaatkan KTI ini sebagai bahan bacaan dan menambah wawasan dalam penelitian selanjutnya dengan variabel yang berbeda.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Sex Education Di SMP Etislandia Medan Periode Maret - April 2022 Eka Ristin Tarigan; Adriana Bangun; Putri Nadila; Nureliani Amni; Tiara Surena Br Sitepu
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 2 (2024): April : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v2i2.432

Abstract

Di Indonesia, menurut data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BBKBN) 2015, menunjukkan 51 % remaja di Jabotabek telah melakukan seks di luar nikah telah dilakukan sejumlah remaja usia sekolah. Dan semua sampel penelitian menunjukkan 85 % remaja melakukan mastrubasi sebagai rutinitas kesehariannya. Hal i i juga menunjukkan bahwa pendidikan seks di sekolah, di terima baik hanya 7 % dan 93 % masih menganggap hal ini tabu untuk membicarakan tentang sex buat anak – anak mereka.Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan data primer tujuannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri terhadap sex education pada 40 remaja putri di SMP Etislandia Medan Periode Maret – April 2020. Dengan menggunakan 20 pertanyaan hasil penelitian didapat 40 responden bahwa responden dengan kategori baik sebanyak 10 orang ( 25 % ), pengetahuan cukup 18 orang ( 45 % ), berpengetahuan kurang 8 orang ( 20 % ) dan berpengetahuan buruk 4 ( 10 % ) .Disarankan pada remaja putri agar mencari informasi mengenai pengetahuan terhadap sex education kepada petugas agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan penyuluhan tentang sex education.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Sadari (Periksa Payudara Sendiri) Di Sma Etislandia Medan Periode Maret-Juli 2022 Adriana Bangun; Sabarina Tarigan; Putri Nadila; Etha Tia Dwitha; Febrianty Napitupulu; Ica Hamida Simamora
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v2i4.434

Abstract

Menurut WHO (World Health Organization), 8-9 % wanita akan mengalami kanker payudara. Kanker payudara dapat ditemukan pada tahap awal dengan cara deteksi dini Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan cermin dan dilakukan oleh wanita. Cara ini murah, aman, dapat di ulang dan sederhana, namun dalam kenyataaan baru sedikit wanita yang memakai cara ini yaitu 15-30%. Berdasarkan survey awal yang telah Penelitilakukan di SMA Etislandia Medan dari hasil Kuesioner yang diberikan kepada 30 orang Remaja putri dari kelas X dan XI didapatkan RemajaPutri yang mengetahui tentang SADARI (Periksa payudara sendiri) dan yang sudah melakukan SADARI hanya 16 orang sedangkan yang belum melakukan SADARI sebanyak 14 orang. Hal ini disebabkan karena masih rendahnya kesadarandan rasa peduli wanita terhadap kesehatan payudaranya. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan data primer tujuannya untuk mengetahui Bagaimanakah Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang SADARI (Periksa payudara sendiri) pada 30 remajaputri di SMA Etislandia Medan PeriodeMaret-Juli 2022.Dengan menggunakan 20 pertanyaan hasil Penelitiandidapatkan 30 Responden bahwa responden dengan kategori baik sebanyak 16 orang (53,3%), pengetahuan cukup 4 orang (13,3%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 10 orang (33,3 %).Disarankan pada Remaja Putri agar lebih memperluas pengetahuan tentang SADARI (Periksa payudara sendiri) dengan cara bertanya langsung kepada petugas kesehatan atau pun mencari informasi melalui media cetak, media elektronik baik televisi, radio atau internet.
Gambaran Pengetahuan Ibu Yang Mempunyai Bayi Usia 0-12 Bulan Tentang Pijat Bayi Di Dusun IV Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun 2022 Eka Ristin Tarigan; Adriana Bangun; Putri Nadila; Vera Liliani Hutagalung; Revina Untari
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v2i4.435

Abstract

Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, Dari data WHO tahun 2019 memperkirakan 85,5% bayi per 1000 kelahiran hidup (Under Five Mortality), ibu yang mempunyai bayi tidak melakukan pijat pada bayinya tiap tahunnya, sedangkan bayi yang dipijat tiap tahunnya hanya 14,5%. Pijat bayi adalah memberikan sentuhan pada tubuh bayi yang bermanfaat untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi dan sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan kasih sayang orangtua terhadap bayinya. Jenis penelitian ini bersifat deskritif dengan menggunakan kuesinior yang bertujuan untuk mengetahui Gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan tentang pijat bayi dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bayi yang ada di Dusun IV Desa Serbajadi Tahun 2022 dengan menggunakan Total sampling sebanyak 40 orang. Dengan menggunakan 20 pertanyaan hasil penelitian didapatkan 40 responden, bahwa responden dengan kategori baik hasil penelitian yang ditemukan bahwa gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan tentang pijat bayi berpengetahuan kurang, penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan ibu tentang pijat bayi sebanyak 93% sedangkan ibu yang pengetahuan baik sebanyak 7%. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan di Dusun IV desa Serbajadi agar lebih lagi ditingkatkan pengetahuan tentang Pijat bayi sehingga bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan terampil.
Edukasi Self-Care Management Untuk Mengatasi Nyeri Punggung Bawah Di Desa Tanjung Anom 2024 Aulia Dini Ayuningtias; Rian Federico Ginting; Muhammad Arif; Novi Angelica; Fanisa Dwi Cahyani
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v2i4.436

Abstract

Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan salah satu masalah kesehatan muskuloskeletal yang sering terjadi di masyarakat, terutama pada kelompok usia produktif dan lanjut usia. Di Desa Tanjung Anom, kasus nyeri punggung bawah cukup tinggi akibat gaya hidup tidak aktif, posisi kerja yang salah, serta kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan mandiri. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola nyeri punggung bawah melalui pendekatan self-care management. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi interaktif, demonstrasi latihan peregangan dan penguatan otot, serta pembagian leaflet sebagai media informasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85% dan kemampuan praktik mandiri sebesar 75% dalam melakukan teknik self-care, seperti senam punggung, teknik relaksasi, dan ergonomi sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi self-care management terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Tanjung Anom untuk mencegah dan mengatasi nyeri punggung bawah secara mandiri dan berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model intervensi promotif-preventif yang dapat direplikasi di desa lain dengan masalah serupa.
Tingkat Pengetahuan Pranikah tentang Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) di Wilayah Kerja Puskesmas Bestari Medan Petisah Tahun 2023 Adriana Bangun; Sabariana Tarigan; Putri Nadila; Revina Untari; Shafira Elzahra
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 2 (2024): April : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v2i2.449

Abstract

According to WHO (2015), TT immunization coverage in Africa reached 50%, with TT2 at 60%. In Indonesia, the Making Pregnancy Safer (MPS) program set a target of 95% Antenatal Care (K1) coverage, including TT2 by 2019. Puskesmas data in 2016 showed K1 coverage of 880 with TT1 at 27 (3.1%), and K4 at 739 with TT2 at 64 (8.6%). This study aims to assess premarital knowledge of TT immunization based on age, education, and occupation. Using a descriptive design and total sampling, 32 respondents were involved. Results showed most were under 20 years old (41%), had junior high school education (25%), and worked as entrepreneurs (19%). The lowest knowledge level was found among respondents with primary education (19%) and farmers (3%). It is recommended that midwives at Puskesmas Bestari intensify education to improve premarital knowledge about TT immunization.
Literature Review Peran Perawat Dalam Edukasi Dan Skrining Kanker Serviks Di Indonesia Jamila Rambe
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i3.457

Abstract

Cervical cancer remains a significant public health concern for women in Indonesia, especially due to low awareness and limited early detection practices. Nurses play a strategic role in cervical cancer prevention efforts, particularly in providing health education and implementing early screening methods such as the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test. This literature review aims to examine the involvement of nurses in cervical cancer education and screening across various regions in Indonesia from 2020 to 2025. A total of 18 studies were selected through the PRISMA method and analyzed thematically. The findings indicate that nurses serve not only as health educators but also as frontline practitioners in community-based screening initiatives. Despite their critical roles, nurses face challenges such as lack of training, policy support, and community stigma. This review underscores the need for strengthening the nursing capacity and policy support to optimize their contribution to cervical cancer elimination. The results also provide evidence-based insights for developing future nursing interventions and public health strategies targeting cervical cancer in Indonesia.
Peran Perawat Dalam Edukasi Dan Skrining Kanker Payudara Di Indonesia Martha Sutriska Sagala; Rustianna Tumanggor
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i3.458

Abstract

Breast cancer remains a major cause of cancer-related mortality among women in Indonesia, with late detection being a major contributing factor. Nurses play a critical role in promoting early detection through education and clinical screening. This literature review aims to examine the role of nurses in breast cancer education and screening in Indonesia. A total of 25 relevant articles published between 2019 and 2024 were reviewed from national and international journals. The results show that nurse-led education significantly improves knowledge and practice of breast self-examination (BSE), while nurse involvement in clinical breast examination (CBE) contributes to early detection. However, barriers such as limited training, lack of resources, and insufficient institutional support hinder optimal implementation. The study highlights the importance of strengthening nurse capacity and integrating community-based education models to improve early breast cancer detection in Indonesia. This review provides a theoretical and practical foundation for strengthening the role of nurses in national cancer control strategies.
Hubungan Paparan Media Sosial Tentang Pendidikan Gizi terhadap Tingkat Awareness Remaja pada Produk Makanan dengan Klaim Gizi Najwa Belvana Dofanov
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i3.451

Abstract

Adolescence is a crucial phase in shaping behavior and knowledge, including regarding nutritious food selection. The increased use of social media among adolescents provides opportunities for delivering nutrition education, but also carries risks associated with exposure to misleading information, including inaccurate nutrition claims. This study aims to analyze the relationship between exposure to nutrition education on social media and adolescents' awareness of food products with nutrition claims. The method used in this study was quantitative with an associative study design. The study sample consisted of 302 respondents, students from the Faculty of Public Health and the Faculty of Economics and Business, Airlangga University, class of 2022. Data collection was conducted online through a Google Form questionnaire, which included respondent characteristics and measured perceptions in shaping behavior related to exposure to nutrition education on social media and awareness of nutrition claims on food products. Data analysis was performed using Kendall's tau-b test to measure the relationship between variables. The results showed that TikTok was the most widely used social media platform by respondents, and there was a significant relationship between exposure to nutrition education on social media and adolescents' awareness of food products with nutrition claims (p < 0.01). Respondents who were more frequently exposed to educational content tended to have a better understanding and were able to respond more critically to nutrition claims. These findings emphasize the importance of utilizing social media as an effective nutrition intervention tool, particularly for adolescents who are active social media users, to increase their awareness of the importance of choosing nutritious foods. These results indicate the importance of optimizing social media as an effective nutrition intervention tool, especially for adolescents as a group of active social media users.
Gambaran Pengetahuan Ibu Mengenai Status Gizi Balita di Desa Telaga Sari Tahun 2024 Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Putri Nadila; Revina Untari; Miftah Hul Husna Hutagalung; Dea Novita Sari
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i3.455

Abstract

Nutritional status is a measure of success in fulfilling nutritional needs in children which is shown through the achievement of body weight for age. The nutritional status of toddlers is very significant as a starting point for physical capacity in adulthood. This descriptive study uses primary data, namely data obtained from direct field observations using a questionnaire that has been designed previously to determine maternal knowledge about nutritional status in toddlers in Telaga Sari Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, as many as 30 people in this study. Based on research from 30 people who became respondents, the Description of Mother's Knowledge about nutritional status in toddlers in Telaga Sari Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, the majority of 14 people (47%) have sufficient knowledge and a minority of 6 mothers who have less knowledge (20%). Based on age, the majority were 20-35 years old (23%), and the minority were 1 person (3%) aged <20 years old. Based on education, the majority were high school (27%), and the minority were elementary school (3%). Based on occupation, the majority were employed (27%), and the minority were unemployed (7%). This study is expected to encourage village midwives to provide more information through counseling and increase mothers' knowledge about the nutritional status of toddlers to prevent malnutrition.