cover
Contact Name
Magfiroh
Contact Email
dokicti@gmail.com
Phone
+6285288852893
Journal Mail Official
dokicti@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Surya Alam 8 Blok A No. 15 Jl. Masjid Jami, Talang Jambe, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
ISSN : 29867762     EISSN : 29858070     DOI : https://doi.org/10.61994/jipbs
Focus - Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences is a scientific journal published by CV. Doki Course and Training. The papers to be published in JIPBS are research articles (quantitative or qualitative research approaches), literature studies or original ideas that are considered to contribute to scientific studies of Islamic Psychology, Psychology and Behavioral Sciences. Scope - Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences calls for scientific articles on Islamic Psychology, Psychology and Behavioral Siences. It covers problems in psychological studies such as islamic psychology, educational psychology, social psychology, personality psychology, clinical psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, psychometrics and psychological measurement, counseling psychology, psychotherapy, family psychology.
Articles 60 Documents
Dampak Lingkungan Pertemanan Toxic Terhadap Kesehatan Mental Berbasis Islam pada Remaja Aliya Rohali; Ike Utia Ningsih
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i3.1035

Abstract

Penelitian kualitatif fenomenologis ini menyelidiki dampak pertemanan toxic terhadap kesehatan mental remaja di Indonesia, dengan perspektif Islam sebagai kerangka analisis.  Studi kasus tunggal ini melibatkan wawancara mendalam dengan seorang remaja perempuan yang menggambarkan pengalaman pertemanan yang tidak nyaman, ditandai dengan perilaku intrusif dan agresi verbal dari seorang teman sekelas. Meskipun tidak mengalami gangguan mental berat, remaja tersebut menunjukkan indikasi stres, seperti perubahan pola tidur dan menghindari berbagi masalah dengan teman sebaya.  Ia menggunakan sholat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bershalawat sebagai mekanisme koping, menunjukkan peran agama dalam kesejahteraan mentalnya.  Namun, ia belum sepenuhnya memanfaatkan ajaran Islam untuk mengatasi masalah pertemanan secara proaktif.  Penelitian ini menyoroti pentingnya kualitas pertemanan dan peran agama dalam kesehatan mental remaja, serta perlunya intervensi yang fokus pada identifikasi dan penanganan pertemanan toksik.
Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga Ditinjau dari Jumlah Anak Flasindah Rizkiavi Purwoko; Dini Permana Sari
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i3.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kesehatan mental pada ibu rumah tangga berdasarkan jumlah anak yang dimiliki. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa jumlah anak dapat memengaruhi beban psikologis dan emosional ibu, yang pada gilirannya berdampak terhadap kondisi kesehatan mental mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Penelitian ini memiliki keterbatasan sumber data yang sebagian besar berasal dari lingkar sosial peneliti. Hal ini berpotensi menimbulkan bias dan membatasi generalisasi temuan terhadap populasi ibu rumah tangga secara lebih luas. Jumlah subjek penelitian berjumlah 148 orang ibu rumah tangga. dengan pembagian kelompok berdasarkan jumlah anak, yaitu sedikit (1–2 anak) dan banyak (≥3 anak). Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner kesehatan mental yang telah melalui proses validasi. Uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilakukan menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,849 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesehatan mental ibu rumah tangga dengan jumlah anak sedikit dan banyak. Secara deskriptif, ibu dengan jumlah anak sedikit tampak lebih banyak yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa jumlah anak bukanlah satu-satunya determinan kesehatan mental ibu rumah tangga, faktor lain seperti dukungan sosial, spiritualitas, dan peran domestik turut berkontribusi dalam membentuk kondisi psikologis seorang ibu.
Perbedaan Ketangguhan Mental Ibu-Ibu Komunitas Umum dengan Ibu-Ibu Majelis Taklim dari Segi Keimanan Siti Husnul Chotimah
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i3.1062

Abstract

Ketangguhan mental merupakan kondisi kejiwaan yang terkait pada kesanggupan untuk mengembangkan kemampuan menghadapi gangguan, ancaman, dalam kondisi apapun, baik dari dalam dirinya maupun dari luar diri individu.   Ketangguhan mental perlu dimilki oleh Ibu-ibu Komunitas Umum, dan Ibu-ibu Majelis Taklim,  agar Ibu-ibu dapat menghadapi situasi-situasi kritis di keluarga,  maupun di masyarakat dengan penuh kepercayaan diri, dapat menguasai, dapat mengontrol diri, tetap tenang, khususnya saat menghadapi kemungkinan permasalahan hidup tersulit, agar dapat bangkit kembali, dan bisa bersosialisasi dengan baik dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan kondisi dan perbedaan Mental Toughness/Ketangguhan Mental pada Ibu-ibu Komunitas dan Ibu-ibu Majelis Taklim.  Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.  Dalam penelitian kualitatif, karakteristik utama berasal dari latar belakang alami/kenyataan di masyarakat, menggunakan metode kualitatif dengan langkah pengamatan, wawancara, dan penelaahan dokumen.  Teori dibangun berdasarkan data. Penyajian dan analisis data pada penelitian kualitatif dilakukan secara naratif.  Jenis penelitian kualitatif seperti misalnya deskriptif, studi kasus, fenomenologis, dan historis.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 100 responden yaitu masing-masing berjumlah 50 orang untuk Ibu-ibu Komunitas,  dan Ibu-ibu Majelis Taklim.  Adapun instrument yang digunakan adalah adaptasi dari segi Keimanan Mental/Toughness Quetioner, dengan 13(tiga belas) pertanyaan, ditambah penyajian dan analisis data pada penelitian kualitatif secara naratif, dan studi library research. Dari hasil questioner tersebut menghasilkan bahwa Ketangguhan Mental Ibu-ibu memerlukan adanya motivasi Keimanan dari masing-masing individu agar dapat beradaptasi, dan bersosialisasi di tengah-tengah Masyarakat.
Peran Dzikir dalam Membantu Remaja Muslim Mengelola Kecemasan Muhammad Ichlasul Amal; Ike Utia Ningsih
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i3.1098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dzikir dalam membantu remaja Muslim mengelola kecemasan. Kecemasan merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering dialami remaja, disebabkan oleh berbagai faktor seperti tekanan akademik, konflik keluarga, pergaulan sosial, hingga ketidakpastian dalam pencarian jati diri. Dalam perspektif Islam, dzikir diyakini sebagai salah satu cara efektif untuk menenangkan hati dan pikiran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan satu orang partisipan, yaitu seorang remaja Muslim berinisial R, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang berusia 21 tahun. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis berdasarkan empat aspek kecemasan menurut Nevid, yaitu aspek kognitif, fisik, emosional, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir membantu subjek dalam mengalihkan pikiran dari hal-hal negatif ke pola pikir yang lebih positif dan penuh penerimaan, meredakan gejala fisik seperti ketegangan otot dan gangguan tidur, menenangkan emosi seperti rasa panik dan gelisah, serta mendorong perilaku adaptif berupa refleksi diri dan pendekatan spiritual daripada menghindari masalah. Dzikir berperan tidak hanya sebagai bentuk ibadah ritual, tetapi juga sebagai mekanisme coping spiritual yang efektif dalam membantu remaja mengendalikan kecemasan di tengah tekanan kehidupan akademik, sosial, dan keluarga. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi upaya pengembangan strategi pengelolaan kecemasan berbasis nilai spiritual dalam kehidupan remaja Muslim.
Integrasi Psychological First Aid (PFA) dalam Pendidikan Indonesia untuk Kesehatan Mental Siswa sebagai Remaja Bahril Hidayat; Arief, Yanwar
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i3.1125

Abstract

Masalah kesehatan mental di kalangan remaja Indonesia terus mengalami peningkatan, khususnya dalam lingkungan sekolah yang merupakan ruang utama interaksi sosial dan pembentukan identitas psikososial. Banyak sekolah belum memiliki sistem dukungan psikologis yang memadai, sementara akses terhadap layanan profesional masih terbatas. Dalam konteks ini, Psychological First Aid (PFA) menjadi salah satu pendekatan strategis untuk mendeteksi dini dan merespons tekanan psikologis ringan hingga sedang pada siswa. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi integrasi PFA dalam sistem pendidikan Indonesia dengan meninjau efektivitas, tantangan, dan arah praktik yang dapat dikembangkan. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan analisis tematik. Data dianalisis dari  40 sumber literatur nasional dan internasional yang relevan mengenai implementasi PFA di lingkungan pendidikan. Hasil kajian tematik menghasilkan lima tema utama: (1) PFA sebagai pendekatan psikososial awal dalam pendidikan, (2) efektivitas PFA dalam meningkatkan kesehatan mental siswa, (3) peran strategis guru, konselor sebaya, dan struktur sekolah, (4) kebutuhan standar operasional PFA di lembaga pendidikan, dan (5) arah kebijakan serta praktik PFA berkelanjutan di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa PFA mampu meningkatkan resiliensi, empati, dan kesejahteraan psikologis siswa, serta membentuk ekosistem sekolah yang suportif secara emosional. Namun demikian, penerapan PFA masih menghadapi tantangan struktural, seperti rendahnya literasi psikologis, kurangnya pelatihan, dan belum adanya kebijakan sistemik. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan pengarusutamaan PFA dalam kebijakan pendidikan, penguatan kapasitas guru dan konselor sebaya, serta kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem dukungan psikososial yang berkelanjutan bagi siswa remaja di sekolah maupun di perguruan tinggi. 
Peran Shalat dalam Regulasi Emosi pada Remaja Juwita Sari; Ike Utia Ningsih
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i4.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran shalat dalam regulasi emosi pada remaja, dengan fokus pada bagaimana shalat diterapkan sebagai strategi pengelolaan emosi ketika menghadapi tekanan emosional. Masa remaja merupakan periode yang ditandai oleh ketidakstabilan emosi dan konflik internal, sehingga kemampuan untuk mengelola emosi menjadi sangat penting. Melalui pendekatan kualitatif dan wawancara semi terstruktur terhadap satu orang subjek, yaitu seorang remaja perempuan berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi islam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik berdasarkan model regulasi emosi dari Gross (2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa shalat berfungsi sebagai strategi antecedent-focused emotion regulation, di mana remaja mempersiapkan diri secara mental sebelum menghadapi situasi yang berpotensi memicu emosi negatif. Selain itu, shalat juga berperan sebagai response-focused emotion regulation, membantu remaja menenangkan diri setelah emosi negatif muncul. Gerakan shalat dan bacaan doa memberikan efek relaksasi yang signifikan, serta menciptakan ruang refleksi pribadi yang mendalam. Temuan ini menegaskan bahwa shalat tidak hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai mekanisme efektif dalam pengelolaan emosi, yang berkontribusi pada ketahanan emosional remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.
Syukur dalam Perspektif Psikologi Islam terhadap Kesejahteraan Pekerja: Kajian Narasi Literatur Nurul Islamiyah
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i4.1111

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengkaji hubungan antara rasa syukur (gratitude) dalam perspektif psikologi islam dan kesejahteraan psikologis pekerja. Menggunakan metode naratif literature review, sebanyak 11 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025 dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan tematik komparatif. Hasil menunjukkan bahwa rasa syukur secara konsisten berkontribusi positif terhadap berbagai dimensi kesejahteraan psikologis, seperti makna hidup, emosi positif, dan kualitas relasi sosial diberbagai konteks pekerjaan. Dalam pandangan islam, syukur diposisikan sebagai bentuk ibadah dan penguatan spiritual yang berfungsi sebagai mekanisme adaptif menghadapi tekanan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai syukur dalam pendekatan psikologi islam bisa memperkaya intervensi kesejahteraan secara holistic. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan pelatihan syukur dan instumen pengukuran berbasis nilai-nilai islam dalam mendukung kesejahteraan pekerja muslim secara berkelanjutan.
Dampak Standar Media Sosial terhadap Kesehatan Mental pada Remaja : Antara Dunia Maya dan Realita Adinda Dinanti Revilina; Ike Utia Ningsih
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i4.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak standar media sosial terhadap kesehatan mental pada remaja. Metode penelitian menggunakan pendektan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang dikumpulkan dengan meelalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Adapun subjek dari penelitian ini adalah seorang remaja perempuan berinisial AR yang berusia 19 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkkan bawa media sosial menciptakan standar, gaya hidup serta citra diri yang berbeda dari realita yang ada sehingga remaja mengejar validasi sosial. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi dampak dari media sosial ialah mengurangi waktu penggunaan media sosial, memilah konten, serta menjalani gaya hidup sesuai realita.
Teenagers in Vortex Emotions: Reveal the Secrets of Aggressive Behavior Siti Hapsoh
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i4.1066

Abstract

Aggressiveness is a form of intentional harm to others, a tendency to behave in a way that can hurt others, either physically or verbally that can destroy property intentionally, which is manifested in very strong counter behavior, such as saying harsh words, bullying, threatening, fighting, injuring, attacking, damaging facilities, stabbing, and even killing. In general, these behaviors often appear at the adolescent stage of development. This systematic review aims to analyze 16 national and international journals on adolescent aggressiveness behavior. The results of this systematic review found that there are factors of aggressive behavior in adolescents, aggressiveness behavior in adolescents is influenced by internal and external factors. These internal factors include: frustration, impaired thinking and intelligence of adolescents, and emotional disorders in adolescents while external factors include family or peer factors, school factors and environmental factors. Aggressive behavior in adolescents can actually be minimized and even reduced, one of which is through positive activities and controlling negative behaviors.
Peran Istighfar terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Anisa Salsabila; Ike Utia Ningsih
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i4.1076

Abstract

Artikel ini menyelidiki peran praktik istighfar terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap satu orang partisipan, yakni seorang mahasiswi semester empat jurusan Psikologi Islam. Hasil temuan menunjukkan bahwa istighfar, meskipun dilakukan secara spontan dan tidak dalam bentuk rutinitas ibadah yang terstruktur, mampu berperan efektif dalam meredakan stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Partisipan melaporkan merasakan ketenangan batin dan kejernihan pikiran setelah beristighfar, terutama ketika menghadapi tekanan akademik maupun persoalan emosional. Praktik ini berfungsi sebagai mekanisme coping spiritual yang membantu mengalihkan fokus dari sumber stres, menciptakan rasa aman, serta memfasilitasi proses refleksi diri. Temuan ini mendukung literatur sebelumnya yang menyatakan bahwa istighfar memiliki dampak positif dalam mengurangi gejala depresi dan stres, serta relevan dengan teori coping stress. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam jumlah partisipan, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi, namun memberikan gambaran awal mengenai kontribusi istighfar terhadap manajemen stres dan kesejahteraan psikologis mahasiswa.