cover
Contact Name
Abdul Muchlis
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285695565558
Journal Mail Official
jurnal@admi.co.id
Editorial Address
Perumahan Bumi Dirgantara Permai Blok CL NO 5, Jl. Durian, Jati Asih, Bekasi, Provinsi Jawa Barat, 17421
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
ISSN : 28290437     EISSN : 2829050X     DOI : 10.56127
Core Subject : Health,
Anatomi Anestesiologi Bedah Mulut Biokimia dan Biologi Molekular Cardiovaskular Dermatologi dan Venerologi Epidemiologi Farmakologi Farmasi Fisiologi Forensik Geriatri Genetika Gizi Medik Hematologi Histologi Ilmu Bedah Ilmu Kedokteran Gigi Anak Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Mulut Kedaruratan Medik Kedokteran Preventif Konservasi Gigi Mikrobiologi Neurologi Obstetrik dan Ginekologi Onkologi Optalmologi Oral Diagnostik Ortodonti Otorinolaringologi Oral Biologi Parasitologi Patalogi Anatomi Patologi Klinik Periodonti Prostodonti Psikiatri Pulmonologi Radiologi Rehabilitasi Medik
Articles 133 Documents
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN HONORER Alfian Darmawan; Dewi, Mahargyantari Purwani
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2024): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i2.1439

Abstract

Permasalahan pegawai honorer selama ini memang menjadi permasalahan kepegawaian. Di Indonesia masalah ketenagakerjaan ini sangat kompleks, melihat sekelumit masalah yang dihadapi dari internal maupun eksternal, berkaitan dengan kejelasan status sebagai honorer sampai soal pembiayaan yang menjadi masalah mendasar. Sebagai seorang karyawan honorer mengharuskan individu untuk memiliki peran lebih di luar pekerjaan yang telah menjadi tugasnya terlepas dari status karyawan honorer. Hal ini berkaitan dengan organizational citizenship behavior yaitu perilaku extra-role individu di luar apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya dalam sebuah organisasi terlepas dari kompensasi atau imbalan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior. Untuk mengukur kecerdasan emosional, penelitian ini menggunakan skala kecerdasan emosional dari Goleman (2005) dan untuk mengukur organizational citizenship behavior menggunakan skala dari Organ, Podsakoff, dan MacKenzie (2006). Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 (p≤0,01). Sehingga dikatakan sangat signifikan positif, yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi organizational citizenship behavior pada karyawan honorer.
PROFIL PERESEPAN PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT X KARAWANG Fitri Dwi Wijayanti; Lia Dewi Faridah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2024): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i2.1452

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal (Kemenkes RI, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan penggunaan obat diabetes mellitus tipe II pada pasien rawat jalan poliklinik penyakit dalam di Rumah Sakit X Karawang Periode Juli-Desember Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif retrospektif dan menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembar resep obat diabetes mellitus tipe II pasien rawat jalan poliklinik penyakit dalam. Terdapat 157 resep yang dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukan, perempuan paling banyak menderita Diabetes Mellitus sebanyak 92 orang (58,60%). Usia pasien paling banyak ≥ 55 tahun sebanyak 79 orang (50,32%). Golongan Sulfonilurea paling banyak diresepkan yaitu sebanyak 147 resep (60,74%). Jenis obat yang paling banyak diresepkan glimepiride sebanyak 133 resep (54,96%). Pengobatan kombinasi lebih banyak diresepkan sebanyak 82 resep (52,23%) sedangkan pengobatan tunggal sebanyak 75 resep (47,77%). Obat kombinasi paling banyak diresepkan yaitu glimepiride dikombunasikan metformin sebanyak 66 resep (80,49%).
CYBERBULLYING PENGGUNA MEDIA SOSIAL X (TWITTER) : (DESKRIPTIF) Erza Lurien; Desi Susianti
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2024): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i2.1594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cyberbullying pengguna media sosial X (twitter). Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala cyberbullying. Skala cyberbullying disusun berdasarkan bentuk-bentuk cyberbullying menurut Willard (2007). Responden dalam penelitian ini adalah pengguna X (twitter) aktif yang berusia minimal 12 tahun dan tidak menggunakan identitas asli sebagai username. Jumlah responden yang didapatkan yaitu sebanyak 103 responden yang terdiri dari 32 responden laki-laki dan 71 responden perempuan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor mean empirik sebesar 77,29 dan skor mean hipotetik sebesar 60. Hal ini berarti cyberbullying pengguna media sosial X (twiiter) masuk dalam kategori tinggi.
PENGARUH KOMBINASI JUS BUAH BELIMBING (AVERRHOA CARAMBOLA), LEMON (CITRUS LIMON) DAN WORTEL (DAUCUS CAROTA) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Sambine, Gracetika; Achirman, Achirman; Maryati, Maryati
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2024): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i2.1604

Abstract

Hipertensi dijuluki juga sebagai Silent Killer atau dikenal juga sebagai Silent Disease, karena secara diam-diam dapat menyebabkan kematian bagi para penderitanya. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu alternatif yang tepat untuk menurunkan tekanan darah tanpa ketergantungan obat dan efek samping adalah dengan dengan kombinasi jus buah belimbing, lemon dan wortel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Kombinasi Jus Buah Belimbing, Lemon dan Wortel terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di RT.004 RW.010 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan - Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Desain penelitian quasy experiment dengan rancangan one group pretest-post test design without control. Teknik sampling yang digunakan adalah metode non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sejumalah 18 orang yang menderita hipertensi dengan kategori hipertensi ringan dan hipertensi sedang. Agar karakteristik sampel tidak menyimpang dari populasinya, maka sebelum pengambilan sampel perlu ditentukan kriteria inkulsi dan ekslusi. Instrument yang digunakan adalah Spyghmomanometer dan Stetoskop dengan uji statistik menggunakan paired T- test. Hasil Penelitian menunjukkan adanya pengaruh Kombinasi Jus Buah Belimbing, Lemon dan Wortel terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi.
LITERATURE REVIEW: PENGOBATAN SANGKAL PUTUNG ADALAH PENGOBATAN TRADISIONAL YANG MASIH DIPERCAYA DAN DILAKUKAN DI PULAU JAWA Hidayat, Agit Dwi; Arlin Adam
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2024): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i3.1644

Abstract

Pengobatan Sangkal Putung adalah jenis pengobatan tradisional yang masih dipercaya dan dilakukan di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Praktik ini fokus pada penyembuhan cedera tulang seperti patah tulang dan keseleo, melalui teknik manipulasi manual yang dilakukan oleh dukun atau tabib lokal. Sangkal Putung masih sangat penting dalam sistem kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang memiliki akses terbatas ke layanan medis modern. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai praktik pengobatan Sangkal Putung di Indonesia, sejarah dan asal usul dan perkembangan Sangal Putung, prevalensi pasien yang memilih Sangkal Putung, metode pengobatan, faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan dan popularitasnya di tengah masyarakat modern, sudut pandang dari antropologi dan sosiologi kesehatan, Perbandingan antara pengobatan Sangkal Putung dan ortopedi modern. Selain itu, akan dieksplorasi juga bagaimana pengobatan ini dapat diintegrasikan dalam sistem kesehatan nasional untuk memberikan layanan yang lebih holistik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan akan dibahas juga tantangan yang dihadapi dalam upaya mengintegrasikan pengobatan Sangkal Putung dengan sistem kesehatan modern. Berdasarkan literatur yang ada, pengobatan Sangkal Putung menunjukkan relevansinya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, meskipun masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya dalam konteks kesehatan modern. Artikel ini berupa literature review diskriptif kualitatif yang sistematis untuk mengevaluasi dan menganalisis studi-studi yang relevan dengan pengobatan Sangkal Putung, dibuat dengan mengumpulkan, menganalisis, dan membandingkan artikel dari jurnal penilitian terdahulu dari Google. Dalam konteks pengobatan Sangkal Putung, literatur review bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mensintesis pengetahuan yang ada tentang praktik ini dari berbagai perspektif, termasuk sejarah, budaya, sosiologi, antropologi, serta aspek medis.
Studi kasus Leiomoma Apoplektik : Morfologi Tidak Biasa dari Leiomioma yang Menyerupai Keganasan Hamidiyah, Silpi
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2024): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i3.1651

Abstract

Leiomioma apoplektik merupakan tumor jinak mesenkimal asal sel otot polos miometrium yang mengalami perubahan degenerasi hemoragik akibat paparan hormon progesterone. Tidak banyak perhatian yang ditujukan terhadap leiomioma apoplektik, namun tumor ini memiliki spektrum morfologi yang luas dan seringkali menimbulkan kesalahan diagnosis, terutama dengan keganasan. Kami melaporkan kasus seorang wanita usia 34 tahun, postpartum dengan leiomioma uteri multipel yang mengandung fokus nekrotik dan bekuan darah pada bagian sentral. Pendekatan teoritis mengenai leiomioma apoplektik menjadi penting mengingat kemiripan morfologi dari tumor ini dengan leiomyosarcoma dan smooth muscle tumors of uncertain malignant potential yang merupakan diagnosis banding dari neoplasia ini.
POLA KEPEKAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS LINI PERTAMA PADA PASIEN TBC Suwanto, Yustiana Arie; Yekti Hediningsih; Purnomo Hadi
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2024): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i3.1681

Abstract

Tuberkulosis (TBC) sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Krisis TB dikarenakan penderita TBC mengalami resistensi obat anti tuberkulosis (OAT). Diagnosa TB terdapat 3 cara yakni pemeriksaan mikroskopis, biakan dan uji kepekaan Mycobacterium tuberculosis. Menurut Permenkes nomor 13 tahun 2013, uji resistensi OAT termasuk dalam program pengendalian dan pengobatan TB. Balai laboratorium kesehatan (Balabkes) Jawa Tengah ditunjuk sebagai salah satu laboratorium uji kepekaan OAT. Pengobatan TB yang adekuat dapat mengurangi angka kematian di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pola kepekaan OAT pada pasien TB. Metode penelitian adalah observasional. Hasil penelitian adalah tingkat sensitivitas OAT lini pertama INH 0,1 (31%), INH 0.4 (45%) dan Pirazinamid (65%).
RISIKO LOW BACK PAIN (LBP) AKIBAT POSTUR KERJA PADA PEMBUAT KUE KERING DI DESA KALIANGET TIMUR Rahmadani, Desi; Sri Sunaringsih Ika Wardojo
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2024): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i3.1697

Abstract

Low back pain atau nyeri punggung bawah merupakan masalah yang sering terjadi pada orang dewasa. LBP merupakan kondisi nyeri yang dirasakan pada area punggung bawah. Masalah ergonomi menjadi hal utama yang menyebabkan terjadinya LBP seperti duduk terlalu lama, membungkuk dan gerakan duduk ke berdiri. Posisi membungkuk 200% memberikan beban yang lebih berat dibandingkan dengan posisi tegak. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura. Pendekatan penelitian ini berupa penyuluhan dengan materi dan demonstrasi latihan seated lower back rotation dan knee to chest stretch. Pengukuran nyeri punggung bawah menggunakan Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ) dan Oswestry Disability Index (ODI). Total skor menggunakan PSEQ yang terdiri dari 10 item adalah 23 dengan interpretasi sedang sedangkan ODI sebesar 30% sehingga interpretasi nyeri pada kelompok ini lebih banyak dan terdapat masalah duduk, mengangkat dan tidur. Sedangkan kehidupan sosial, berdiri dan seks ringan. Penanganan dini, berjalan dan berpergian pengaruhnya kecil. Setelah dilakukan pengukuran PSEQ dan ODI dapat dinyatakan bahwa pekerja pembuatan kue di desa Kalianget mengalami LBP saat melakukan aktivitas yang lama dan gangguan LBP saat duduk dan mengangkat serta sedikit kesulitan dalam bekerja.
PENGARUH WORK ENGAGEMENT DAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN KANTOR PADA PT. TELKOM SAMARINDA Suprihatin, Puput; Tuti Wediawati
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2024): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v3i3.1708

Abstract

Dalam mencapai tujuan untuk memajukan perusahaan dibutuhkan peran penting kinerja karyawan. Perilaku kinerja karyawan dihubungkan dengan sifat individu seperti semangat, ketekunan serta dedikasi karyawan dalam bekerja. Sifat semangat, ketekunan serta dedikasi yang dimiliki karyawan ini kemudian memunculkan perilaku keterlibatan kerja atau yang disebut juga work engagement. Selain itu, kinerja karyawan dihubungkan dengan lingkungan sekitar karyawan ketika bekerja seperti fasilitas perusahaan. Lingkungan kerja merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan oleh perusahaan dan merupakan salah satu faktor penentu kinerja karyawan Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah work engagement dan lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap kinerja karyawan bagian kantor pada PT. Telkom Samarinda. Subjek penelitian yaitu 50 karyawan PT. Telkom Samarinda. Teknik Sampel menggunakan nonprobability sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala work engagement, skala lingkungan kerja fisik, dan skala kinerja karyawan Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung 257.631 > F tabel 3.200 dan taraf sigifikan 0.000 < 0.05, artinya hipotesis diterima, dimana terdapat pengaruh antara variabel work engagement dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Samarinda.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PNEUMONIA BILATERAL DI RSUD DUNGUS MADIUN: CASE REPORT Herlambang, Rahmat; Adnan Faris Naufal; Mulatsih Nita Utami
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2025): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v4i1.1843

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang menyerang paru-paru, hal ini menyebabkan peradangan dan terisi cairan sehingga mengganggu pernapasan. Pneumonia dapat diakibatkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, ataupun parasit. Gejala dari pneumonia meliputi adanya sesak napas, batuk, takipneu, dan dan terdengar suara ronkhi pada saat auskultasi. Penelitian ini menerapakan metode studi kasus untuk menekankan pada satu objek sebagai sebuah kasus yang dipelajari. Intervensi fisioterapi diberikan selama 3 hari, dari tanggal 29 November 2024 hingga 01 Desember 2024, di Rumah Sakit Umum Daerah Dungus Madiun. Kemudian dari hasil evaluasi yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa kondisi pasien saat ini mengalami peningkatan dari kondisi sebelumnya.

Page 8 of 14 | Total Record : 133