cover
Contact Name
Budirman
Contact Email
mediakesehatan@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6281342567647
Journal Mail Official
mediakesehatan@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 46 Banta-Bantaeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 19078153     EISSN : 25490567     DOI : https://doi.org/10.32382/medkes.v18i2
Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal dengan reviewer teman sejawat sesuai dengan bidang keilmuannya yang dikembangkan untuk mendorong pengembangan keilmuan dalam bidang kesehatan secara umum sehingga dapat menjadi sumber referensi dalam mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan yang berbasis Evidence Based Practice di Indonesia. Selain itu, jurnal itu menjadi wadah bagi peneliti dalam bidang ilmu kesehatan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya sehingga mampu memperkaya referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Indonesia
Articles 175 Documents
IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella Sp. PADA FESES ANAK DI PUSKESMAS RIJALI AMBON Natsir, Ramdhani M
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.448

Abstract

Penyakit diare adalah salah satu masalah kesehatan penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang khususnya di Indonesia. Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Feses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella Sp pada feses anak. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah Puskesmas Rijali Ambon dan lokasi untuk pemeriksaan sampel adalah balai laboratorium kesehatan provinsi Maluku. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp digunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula). Hasil penelitian: Dari hasil pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp dengan menggunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula) didapatkan hasil yaitu 5 sampel feses dinyatakan positif ditemukan bakteri Salmonella Sp. Kesimpulan: Dari hasil penelitian pada feses anak di puskesmas rijali ambon ditemukan 5 sampel feses terdapat bakteri Salmonella Sp. Kata kunci : Diare, Feses, Salmonella sp.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN NUGGET TINGGI PROTEIN TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA WASTING USIA 12-59 BULAN DI PUSKESMAS TAMAN BACAAN Veronica, Winda; Siregar, Afriyana; Podojoyo, Podojoyo; Susyani, Susyani; Hartati, Yuli
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.449

Abstract

Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan anak dan unsur penting dalam membentuk status kesehatan. Masa lima tahun adalah periode penting dimana anak membutuhkan kecukupan gizi dalam tumbuh kembang anak. Status gizi kurang pada anak yaitu Wasting yang disebabkan oleh inadekuat nutrisi dan penyakit infeksi. Jenis produk pangan yang dapat menjadi makanan lauk hewani tinggi protein sebagai penambah nilai gizi untuk anak wasting adalah Nugget Tinggi Protein yang berbahan utama ikan patin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget tinggi protein terhadap peningkatan berat badan pada balita wasting usia 12-59 bulan di Puskesmas Taman Bacaan Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Sampel berjumah 52 balita wasting yang dibagi dua kelompok yaitu intervensi dan kontrol dengan menggunakan metode simple random sampling.Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan selisih rata-rata kenaikan berat badan kelompok intervensi 0,533 kg (p-value =0,000) dan kelompok kontrol 0,253 kg (p-value =0,000. Sedangkan hasil independent sample t-test adalah p-value =0,000 bahwa ada pengaruh pemberian nugget tinggi protein terhadap peningkatan berat badan pada balita wasting di Puskesmas Taman Bacaan Kota Palembang. Hasil uji multivariat <0,005 pada asupan protein, artinya asupan protein mempengaruhi peningkatan berat badan setelah diberi nugget tinggi protein. Kata Kunci: Berat Badan Kurus , Nugget Tinggi Protein
PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA Subriah, Subriah; Husain, Hastuti; Nurfatimah, Nurfatimah; Ningsi, Agustina; Muhasidah, Muhasidah; Umar, Syaniah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.450

Abstract

Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value < 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan. Kata kunci: pengambilan keputusan, peran gender
PROPIOCEPTIVE NEUROMUSKULAR LEBIH BAIK DARIPADA CORE STABILITY PADA PENURUNAN NYERI LOW BACK PAIN NON SPESIFIK DI RSAD TK.II PELAMONIA MAKASSAR Wildayati, Wildayati; Arpanjam’an, Arpanjam’an; Halimah, Andi
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.451

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Non spesifik low back pain merupakan keluhan muskulokeletal yang sering menyebabkan nyeri gerak dan hipomobile pada segmen lumbal. Sumber nyeri umunya berasal dari facet joint dan otot, sehingga sering menimbulkan nyeri saat terjadi pembebanan pada facet joint dan otot. Kondisi Low back pain non-spesific sering berkembang menjadi chronic low back pain dan akibatnya akan menimbulkan penurunan aktivitas penurunan aktivitas fungsional lumban.Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen dengan desain pre test – post test two group design, bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian PNF dengan Core Stability pada penerapan MWD terhadap penurunan nyeri pada penderita non spesifik low back pain. Penelitian ini dilaksanakan di RSAD TK.II Pelamonia Makassar, dengan sampel adalah penderita non spesifik low back pain yang sesuai dengan kriteria inklusi dan cara pengambilan sampel dengan cara purposive sampeling. Jumlah populasi 71 orang dengan sampel adalah 18 orang yang dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan PNF dan MWD sebanyak 9 orang dan kelompok perlakuan Core Stability dan MWD sebanyak 9 orang Hasil: Berdasarkan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa PNF dan MWD menghasilkan penurunan nyeri yang signifikan dengan 3,667 ± 0,931 cm dengan nilai p< 0,05, sedangkan Core Stabilty dan MWD menghasilkan penurunan nyeri yang signifikan dengan 4,300 ± 0,507 cm dengan nilai p< 0,05. Berdasarkan Ujii Mann Whitney, menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,053 < 0,05 Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah PNF dan MWD dengan Core Stability dan MWD memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri pada penderita non spesifik low back pain Kata Kunci : PNF, MWD, Core Stability, Non Spesifik Low Back Pain
EDUKASI GIZI ONLINE MELALUI MEDIA VIDEO DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET PENDERITA DM Rianti, Nur Awalia; Siregar, Afriyana; Podojoyo, Podojoyo
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.452

Abstract

Edukasi gizi merupakan pilar utama penatalaksanaan DM yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mengubah perilaku kepatuhan diet menjadi lebih baik. Media edukasi yang dipilih adalah video dan leaflet yang penyebarannya secara online menyesuaikan kondisi pandemi dan perkembangan teknologi informasi yang membuat semakin banyak cara dan jenis alat bantu untuk melakukan edukasi. Penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Non-Randomized Control Group Pretest Posttest Design bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi gizi online melalui media video dan leaflet terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet penderita DM di Puskesmas Padang Selasa Palembang. Sampel berjumlah 60 orang yang dibagi dua kelompok yaitu intervensi dan kontrol dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan food recall 3 x 24 jam. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan pada uji t-dependent didapatkan p-value pengetahuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar 0,000 (p-value <0,05) dan kepatuhan diet kelompok intervensi sebesar 0,048 dan kelompok kontrol sebesar 0,039 (p-value <0,05). Pada uji t-independent didapatkan p-value pengetahuan sebesar 0,000 (p-value <0,05), sedangkan p-value kepatuhan diet sebesar 0,902 (p-value >0,05). Edukasi gizi online melalui media video dan leaflet ada pengaruh terhadap pengetahuan namun tidak ada pengaruh terhadap kepatuhan diet penderita DM di Puskesmas Padang Selasa Palembang. Kata kunci : Edukasi, Kepatuhan Diet, Online, Pengetahuan Diet
Tinjauan Hubungan Antara Kebiasaan Sarapan, Kebiasaan Jajan Dan Asupan Zat Gizi Dengan Kekurangan Energi Kronis Pada Siswi SMAN 18 Makassar Sari, Novi; Khatimah, Husnul
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.453

Abstract

n adolescence there are often health problems related to nutrient intake, tend to experience malnutrition (calories and protein), the habit of skipping breakfast and unhealthy snacking habits that can lead to chronic energy deficiency (CED). This study aims to determine the relationship between breakfast habits, snack habits and nutritional intake with the incidence of chronic energy deficiency in female students at SMAN 18 Makassar. The research design used was cross sectional. The population in this study was all 504 young women in class XI and XII at SMA Negeri 18 Makassar. A total of 54 female students were selected as samples using simple random sampling. Data collected included breakfast habits and snack habits by direct interviews using questionnaires, nutrient intake was obtained using the 24-hour food recall method, and nutritional status was determined based on mid-upper arm circumference (MUAC) measurements. The results showed that there were 59.2% of students who had frequent breakfast habits and 79.6% of students who had frequent snacking habits. There were 88.9% of students with a category of insufficient energy intake and 77.8% of students with a category of insufficient protein intake. It was also found that 59.3% students experienced CED. There is no relationship between breakfast habits, snacking habits, energy and protein intake with Chronic Energy Deficiency in students at SMAN 18 Makassar (p value>0.05). However, the proportion of students with low energy and protein intake was more likely to experience chronic energy deficiency. The conclusion in this study is that there is no relationship between breakfast habits, snacking habits, and nutrient intake with the incidence of chronic energy deficiency.
Hubungan Perilaku Makan Dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Remaja Putri Sukmawati, Sukmawati; Mustamin, Mustamin; Adam, Adriyani; Ningsih, Ana Purnama
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.492

Abstract

Chronic lack of energy is one of the main nutritional problems experienced by many teenagers, especially young women. Based on the results of Riskesdas data (2018), the prevalence of KEK among adolescent girls in Indonesia is 36.3%. Adolescents who experience CED are at risk of giving birth to premature babies, bleeding during delivery, infant and child deaths and giving birth to babies <2.5 kg which is often called Low Birth Weight (LBW). The aim of the research is to determine the relationship between eating behavior and the incidence of chronic energy deficiency in adolescent girls. The type of research used is analytical research with a cross-sectional study approach. The research was carried out from June to August 2023. The sample in this research was all class XI female students at SMA Negeri 21 Makassar who were selected as samples with a total of 75 people. The variables in this research are the level of knowledge, attitudes and actions regarding balanced nutrition obtained using a questionnaire. The statistical analysis used was the chi square test. The statistical test results of the relationship between the level of knowledge and action and KEK both show a value of p=0.00 (p<0.05), meaning that there is a significant relationship between knowledge and action and the incidence of KEK. The relationship between attitude and SEZ shows a value of p=0.07 (p>0.05), meaning that there is no significant relationship between attitude and the incidence of SEZ. It was concluded that young women in the context of this research had good knowledge and actions towards balanced nutrition, even though their attitudes were predominantly negative. It is hoped that teenagers will further increase their knowledge which will later be able to change their attitudes regarding balanced nutrition through persuasion and pressure from those around them so that they are aware of the importance of health by meeting nutritional needs with balanced nutrition. Keywords : KEK, Knowledge, Attitude, Action
Prevalensi Kejadian Pediculosis Capitis Pada Anak Panti Asuhan di Kota Palangka Raya Merrary, Lifrie; Augustina, Indria; Teresa, Astrid; Jabal, Arif Rahman; Mutiasari, Dian
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.513

Abstract

Background: Pediculosis capitis in Indonesia is often also called mites. Pediculosis capitis usually attacks the child population in the age group of 6-12 years. Pediculosis capitis easily attacks children, this is because children still do not understand and pay attention to hygiene. Factors that increase the risk of developing pediculosis capitis are gender, frequency of washing hair, sharing combs and hair accessories, sharing beds, long hair, and hair type. Objective: This study aims to determine the prevalence of pediculosis capitis in orphanage children in Palangka Raya City. Method: This type of research uses a descriptive method with a cross sectional design. Cross sectional research is a type of research that measures data at one time and the research subjects are observed only once at a time. Results: In this study, the prevalence of pediculosis capitis infestation was found in 36 girls (47.3%) and 4 boys (5.2%). Conclusion: Research conducted on children in four orphanages in Palangka Raya City found that the prevalence of pediculosis capitis was 50% of the 76 population. Keywords: Pediculosis Capitis, Prevalence
Uji Kemampuan Umbi Gadung (Dioscorea Hispida) Dan Buah Bintaro (Cerbera Manghas) Dalam Mematikan Tikus Ahmad, Hamsir; Rahman, Abd
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.528

Abstract

The existence of rats is very disturbing and endangers human life because of the role of rats as agents that spread Murine thypus, Leptospirosis, and Salmonellosis. Natural rodenticides that can be used to kill rats with the use of vegetable rodenticides ie. gadung tubers and bintaro fruit because they contain toxic chemicals This research is a pseudo-experiment (Quasi Experimental) with the aim of determining the ability of gadung tubers (Dioscorea hispida) and bintaro fruit (Cerbera magas) in killing rat pests with doses of 20 grams, 40 grams and 60 grams and control with observation time for 10 days, replication was carried out 2 times. The results showed that a dose of 20 grams of gadung tubers can kill rats by 50%, a dose of 40 grams can kill rats by 66%, a dose of 60 grams can kill rats by 66% while a dose of bintaro shows a dose of 20 grams can kill rats by 66%, a dose of 40 grams can kill rats by 33%, a dose of 60 grams can kill rats by 16%. The conclusion of this study is that the results of the study proved that gadung tubers (Dioscorea hispida) with doses of 20 gr, 40 gr and 60 gr were able to kill rats because they had met the requirements for 50% rat death and 20 gr of bintaro fruit (Cerbera magas) was able to kill rats because it had met the requirements for 50% rat death. While at doses of 40 gr and 60 gr are not able to kill rats because they do not meet the requirements of 50% mortality in rats. People can use vegetable rodenticides of gadung tubers 40 grams and bintaro fruit 20 grams as an alternative for environmentally friendly rat control because the treatment is able to kill rats with a smaller dose and high mortality rate.
Analisis Kandungan Formalin Pada Ikan Asin Air Tawar Di Kabupaten Wajo Inayah, Inayah; Asmarani, Asmarani
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.529

Abstract

Tempe Lake which is located in Wajo Regency is the second largest lake in South Sulawesi Province. There are abundant fish produced which can be processed into salted fish products. Salted fish is made by preserving the fish by using salt. In the manufacturing process, people often use formalin-type food additives to make the storability can be longer. This research aims to analyse fomaldehyde content in wet saltwater fish, semi-dried salted fish, and dry saltwater fish in Tanjong Manik Market, Tempe District, Wajo Regency. The data were obtained through observation and laboratory examination using the test kit method. The number of samples in this research were 30 samples of salted fish using a purposive sampling technique. The results show that 90% of 30 samples contained formaldehyde for wet saltwater fish, 70% for semi-dried salted fish, and 90% for dry saltwater fish. Based on the results, it can be concluded that there is formalildehyde content in the freshwater salted fish in the samples examined. It is hoped that the public will know more about the characteristics of salted fish containing formalin. For the salted fish producers, it is hoped not to add food additives and maximize the drying process. The government is hoped to supervise and guide the producers on the use of formalin in food ingredients.

Page 9 of 18 | Total Record : 175