cover
Contact Name
Tutik Haryanti
Contact Email
tutik.hryanti@gmail.com
Phone
+6282178391117
Journal Mail Official
mgmppai.smp.bintan22@gmail.com
Editorial Address
SMPN 4 Bintan Jalan. Kampung Jawa Sei Lekop Bintan Timur Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Al Bahru
ISSN : 29617715     EISSN : 29617715     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
ALBAHRU: Jurnal ilmiah pendidikan agama Islam diterbikan oleh Musyawah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kepulauan Riau (MGMP PAI KEPRI). Jurnal ini menerika naskah artikel yang memuat kajian tentang studi Islam, pendidikan agama Islam dan ilmu pendidikan. ALBAHRU terbit dua periode, yakni Januari-Juni dan Juli-Desember.
Articles 54 Documents
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Aspek Membaca Al-Quran dan Pemahaman mufradat pada Siswa Kelas VI: Studi Kasus di Madrasah Tarbiyatul Islamiyah Sukoharjo MOHAMMAD JAILANI
ALBAHRU Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengacu pada Badan Jenderal Pendidikan Islam Urusan Kementerian Agama bahwa di jumpai 80% dari tingkat TK hingga perguruan tinggi belum bis abaca Al-Qur’an dan bahasa Arab. 60% dari tingkat TK hingga SMP, sendagkan 40% dari tingkat SMA hingga Perguruan tinggi. Hal ini banyak ditemui dari Lembaga swasta ke Islaman. Penelitian ini menginvestigasi tingkat kemampuan membaca Al-Quran dan penguasaan kosakata bahasa Arab (mufrodat) siswa kelas VI di Madrasah Tarbiyatul Islamiyah Desa Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Dimana subyek penelitian ini adalah siswa madrasah tarbiyatul Islamiyah, Sukoharjo. Hasil penelitian dapat dirangkum di antaranya adalah pertama, Kemampuan membaca Al-Quran siswa kelas VI dapat dianggap baik, mengingat nilai r hitung lebih tinggi dari nilai r tabel dan tingkat signifikansi (α) lebih rendah daripada nilai α yang telah ditentukan. Ke-dua, penguasaan siswa terhadap kosakata bahasa Arab (mufrodat) pada pelajaran kelas VI juga dapat dianggap memadai, dengan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai r hitung lebih besar daripada nilai r tabel, dan tingkat signifikansi (α) lebih kecil daripada nilai α yang telah ditetapkan. Ketiga, hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kemampuan membaca Al-Quran dan penguasaan kosakata bahasa Arab (mufrodat) siswa kelas VI di Madrasah Tarbiyatul Islamiyah Desa Sukoharjo, ditandai dengan koefisien korelasi sebesar 0,983. Temuan ini menekankan pentingnya peran guru, orang tua, lingkungan, dan motivasi siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dan penguasaan kosakata bahasa Arab (mufrodat). Keikutsertaan siswa dalam kegiatan mengaji di luar sekolah, upaya untuk membiasakan membaca Al-Quran, penggunaan metode pengajaran yang efektif, penyediaan fasilitas yang memadai, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan orang tua, semuanya memiliki potensi untuk berkontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dan penguasaan kosakata bahasa Arab (mufrodat) siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya fokus lebih lanjut pada pengembangan kemampuan membaca Al-Quran dan penguasaan kosakata bahasa Arab (mufrodat) dalam konteks pendidikan Islam.
Organisasi dan Desain Pengembangan Kurikulum Hidayah, Jerni
ALBAHRU Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia pendidikan tidak dapat terlepas dari kurikulum. Kurikulum adalah salah satu komponen pendidikan yang sangat penting. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang luas dan lingkup yang sempit. Kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan yang ada dalam masyarakat.Kurikulum juga harus mampu menyesuaikan komponen-komponen yang ada di dalamnya. Dalam pelaksanaannya di sebuah lembaga pendidikan, kurikulum perlu dikembangkan, dalam mengembangkan kurikulum tentu tidak dapat dilakukan secara begitu saja tanpa acuan atau pedoman. Kurikulum yang dikembangkan salah satunya harus memperhatikan organisasi dan desain pengembangan kurikulum. Pengorganisasian dan desain kurikulum merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar dalam pengembangan kurikulum dapat memenuhi segala kebutuhan dan tuntutan peserta didik, pendidik, dan juga masyarakat.
Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di Era Digital: Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di Era Digital AL AKHYAR, DWIKI
ALBAHRU Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat memaksa manusia untuk meningkatkan aspek intelektual dan moral. Dalam konteks ini, pendidikan memiliki peranan penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak baik. Pendidikan agama Islam menjadi landasan yang mengarahkan pada nilai-nilai kebenaran dan kekuatan, yang mendukung upaya membangun karakter sebagai kebutuhan penting bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam dalam era revolusi digital. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini berfokus pada studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur, seperti buku, jurnal, dan prosiding seminar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Implementasi nilai akhlak dalam pendidikan agama Islam dilakukan melalui pengajaran, teladan, pembiasaan, serta penerapan sanksi dan hukuman.
Efektifitas Model Mind Mapping untuk Meningkatkan Motivasi dan Pemahaman Belajar Siswa Masitah, Siti
ALBAHRU Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar merupakan usaha memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang dilakukan melalui proses perubahan tingkah laku secara keseluruhan yang berorientasi pada lingkungan. Belajar pada intinya membedakan antara sebelum dan sesudah belajar serta dilakukan lewat kegiatan atau praktik yang disengaja. Dalam agama Islam belajar merupakan kewajiban setiap muslim agar memperoleh ilmu pengetahuan sehingga dapat meningkatkan derajat kehidupan mereka. Pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat signifikan dalam mencapai tujuan pendidikan Islam, karenanya, penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Hasil belajar siswa kelas VII.A SMPN 9 Tanjung Jabung Timur tergolong rendah. Hal ini bisa dilihat dari hasil penilaian yang dilaksanakan oleh guru PAI bahwa masih banyak siswa yang mendapat nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal. Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan metode Mind Mapping, dan diperoleh hasil adanya peningkatan motivasi dan pemahaman belajar siswa yang cukup signifikan sehingga berimbas pada hasil belajarnya.
Penerapan Metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur'an di SD IT Al-Fikri Islamic Green School Pekanbaru Susiana, Elmi
ALBAHRU Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur'an di SD IT Al-Fikri Islamic Green School Pekanbaru serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an. Metode Ummi diterapkan berdasarkan tingkat kualitas bacaan siswa sesuai dengan tingkatan kelasnya, sehingga memberikan fleksibilitas pembelajaran sesuai kemampuan tiap siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan observasi, wawancara, dan analisis data sebagai teknik pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Ummi secara signifikan meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur'an siswa di semua tingkat kelas. Data dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 85% siswa mencapai tingkat kelancaran bacaan yang baik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode Ummi. Selain itu, metode ini menciptakan suasana belajar yang kondusif, melibatkan peran aktif guru sebagai fasilitator, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran siswa.
KH. Ahmad Dahlan di Kelas Digital; Relevansi Pemikirannya Dalam Pendidikan Masa Kini Darimus, Darimus; Zuhri, Zuhri
ALBAHRU Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K.H. Ahmad Dahlan dikenal sebagai tokoh gerakan pembaru dan reformis Islam meletakkan pendidikan Islam sebagai sarana dan upaya yang strategis untuk menyelamatkan umat Islam dari pemikiran yang statis di bawah penjajahan kolonial Belanda dan Jepang, menuju pemikiran yang dinamis untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan yang digagas oleh K.H. Ahmad Dahlan diimplementasikan dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang digunakan sebagai sentral kaderisasi bagi umat Islam Indonesia. K.H. Ahmad Dahlan berpendapat bahwa pendidikan yang mampu mengantarkan umat manusia menjadi manusia yang sempurna. Secara umum, ide-ide pembaharuan Ahmad Dahlan dapat diklasifikasikan kepada dua dimensi pendidikan masa kini, yaitu: Pertama, berupaya memurnikan (purifikasi) ajaran Islam dari khufarat, tahayul, dan bid’ah yang selama ini telah bercampur dalam akidah dan ibadah umat Islam. Kedua, mengajak umat Islam untuk keluar dari jejaring pemikiran tradisional melalui re-interpretasi terhadap doktrin Islam dalam rumusan dan penjelasan yang dapat diterima oleh rasio.
Implementasi Konsep Deradikalisasi pada Kurikulum Pendidikan Agama Islam Zuhri, Zuhri; Darimus
ALBAHRU Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Islam diakui sebagai agama yang komprehensif dengan dua sumber hukum utama, yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Deradikalisasi adalah langkah strategis untuk menghentikan penyebaran pemikiran ekstrem dan intoleran di masyarakat, terutama di kalangan siswa. Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peranan penting dalam membentuk karakter yang moderat, toleran, dan berakhlak baik. Artikel ini bertujuan menjelaskan penerapan konsep deradikalisasi dalam kurikulum PAI. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan menganalisis berbagai referensi akademis yang berhubungan dengan pendidikan, radikalisasi, dan kurikulum PAI. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengintegrasian konsep deradikalisasi dapat dilakukan dengan menekankan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘aalamiin, internalisasi prinsip moderasi dalam beragama, dan penguatan sikap kritis terhadap ideologi yang bertentangan dengan keberagaman dan Pancasila. Pelaksanaan deradikalisasi dalam kurikulum PAI tidak hanya memberikan pengetahuan agama kepada siswa, tetapi juga membentuk sikap terbuka, damai, dan toleran dalam berinteraksi di masyarakat. Dengan demikian, kurikulum PAI berfungsi sebagai alat strategis dalam mengurangi kemungkinan munculnya radikalisme sejak awal.
Peningkatan Kemampuan Baca Al Qur’an Siswa melalui Problem Based Learning Rikiansyah
ALBAHRU Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca Al Qur’an adalah keterampilan fundamental yang perlu dimiliki oleh setiap siswa Muslim untuk memahami ajaran Islam dengan baik. Namun, banyak siswa yang masih menghadapi kesulitan dalam membaca Al Qur’an, baik dalam pelafalan huruf hijaiyah, makhraj, maupun tajwid. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an siswa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan evaluasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa di tingkat SD yang memiliki kemampuan membaca Al Qur’an dalam kategori rendah hingga menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PBL dapat meningkatkan partisipasi siswa, membangkitkan motivasi belajar, dan secara bertahap memperbaiki keterampilan membaca Al Qur’an. Peningkatan ini terlihat dari hasil penilaian kemampuan membaca yang mengalami peningkatan signifikan di setiap siklus. Siswa terlibat aktif dalam memecahkan masalah, diskusi kelompok, dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Peningkatan Mutu Pembelajaran Islam melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal Berbasis Nilai Islami Karnila, Dendang; Kurniawaty, Ria
ALBAHRU Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran sistem penjaminan mutu internal yang dikembangkan di Pondok Pesantren Al Falah Assyafi’iyyah dengan pendekatan berbasis nilai-nilai Islami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur dan studi kasus pada lembaga pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islami seperti amanah, ihsan, kejujuran, dan tanggung jawab ke dalam setiap siklus penjaminan mutu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan, dapat memperkuat budaya mutu dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Implementasi SPMI berbasis nilai Islami juga mendorong kolaborasi seluruh elemen lembaga pendidikan dalam membangun sistem yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses yang sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dengan demikian, sistem penjaminan mutu internal berbasis nilai Islami menjadi strategi yang relevan dan efektif dalam mendorong transformasi pendidikan Islam yang berkualitas dan berkelanjutan.
Mengenal Makna Tafsir, Takwil dan Terjemah dalam Upaya Memahami Al-Qur’an Tutik Haryanti; Kadar M.Yusuf
ALBAHRU Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al Qur`an merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dalam bahasa Arab, sehingga dalam memahami makna dan kandungannya kita memerlukan pemahaman terhadap arti dari setiap lafaznya. Karenanya, makalah ini difokuskan pada pembahasan tentang pengertian tafsir, takwil dan terjemah, dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami makna yang terkandung dalam ayat Al Qur’an secara komprehensif. Dari analisis data melalui metode kajian pustaka, ditemukan bahwa upaya penafsiran terhadap ayat-ayat Al Qur’an harus dipandang sebagai sesuatu yang niscaya, demi memposisikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umatnya yang sesuai dengan kondisi, situasi apapun dan dimanapun sesuai dengan zamannya. Oleh karena itu diperlukan kaidah-kaidah dan disiplin keilmuan yang tepat sehingga tidak mengurangi makna yang terkandung di dalamnya.