cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281999049329
Journal Mail Official
jiimcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM)
ISSN : 29874513     EISSN : 29874505     DOI : https://doi.org/10.61116/jiim.v1i3.247
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang IPA dan Matematika.
Articles 51 Documents
KENDALA DAN SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS AZHARUDDIN, AZHARUDDIN
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 2 No. 4 (2024): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v2i4.485

Abstract

Penelitian tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran Biologi berbasis Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas (SMA) serta mengeksplorasi solusi-solusi yang potensial untuk mengatasi kendala tersebut. Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada fleksibilitas, relevansi, dan pembelajaran yang mendalam, membawa perubahan signifikan dalam pendekatan pembelajaran Biologi. Tinjauan ini menganalisis berbagai literatur dan studi kasus terkait implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam konteks mata pelajaran Biologi. Kendala-kendala yang diidentifikasi meliputi kesiapan guru, ketersediaan sumber daya, adaptasi materi ajar, tantangan dalam asesmen autentik, serta respons siswa terhadap pendekatan pembelajaran yang baru. Selanjutnya, penelitian ini juga mengkaji berbagai solusi yang diusulkan dan telah diimplementasikan, seperti pelatihan guru yang berkelanjutan, pengembangan sumber daya ajar yang relevan, strategi diferensiasi pembelajaran, inovasi dalam asesmen, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih personal dan menarik. Hasil tinjauan literatur ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang komprehensif bagi para pemangku kepentingan pendidikan dalam mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Biologi di SMA, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Model Pembelajaran Berbasis Problem Solving pada Materi Aljabar Putri Budi Lestari
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i1.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru Matematika di Banyuwangi dalam mengimplementasikan model pembelajaran berbasis Pemecahan Masalah (Problem Solving PS) pada materi Aljabar, sesuai tuntutan kurikulum terbaru. Pembelajaran PS penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ganda ini melibatkan lima guru Matematika dari tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banyuwangi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap PS, menganggapnya efektif meningkatkan penalaran siswa. Namun, implementasi menghadapi kendala signifikan: (1) Keterbatasan Waktu alokasi kurikulum yang padat; (2) Kesulitan Desain Soal Kontekstual yang relevan dengan konteks Banyuwangi; dan (3) Resistensi Siswa yang terbiasa dengan metode drill dan merasa frustrasi dengan soal terbuka (non-rutin). Adaptasi yang dilakukan guru sering kali berupa modifikasi model PS menjadi Problem Posing sederhana atau mengurangi langkah refleksi (Pólya’s steps). Studi ini merekomendasikan perlunya lokakarya desain masalah autentik dan pengembangan modul Aljabar berbasis PS yang kontekstual.
Analisis Pengalaman Guru Kimia dalam Peningkatan Keterampilan Proses Sains Nabila, Nabila
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i1.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menginterpretasikan esensi pengalaman hidup (lived experience) guru Kimia di Sekolah Menengah Atas (SMA) Banyuwangi dalam mengimplementasikan model pembelajaran berbasis Inkuiri (terbimbing maupun bebas) sebagai strategi untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS). KPS adalah kompetensi krusial untuk menghasilkan lulusan yang berpikir ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif (Heideggerian) dengan melibatkan enam guru Kimia dari tiga SMA berbeda di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam naratif dan refleksi tertulis. Analisis tematik menghasilkan tiga tema esensial: (1) The Tension of Time: Konflik antara Kedalaman Eksplorasi dan Kepadatan Kurikulum, yang menjadi kendala utama; (2) The Joy of Discovery: Validasi Profesional Guru melalui Keberhasilan Siswa, yang menjadi motivasi intrinsik; dan (3) Scaffolding Dilemma: Keseimbangan antara Bantuan dan Kemerdekaan Siswa dalam Berinkuiri. Interpretasi fenomenologis menunjukkan bahwa pengalaman implementasi inkuiri merupakan proses eksistensial struggle (perjuangan) yang ditandai dengan upaya gigih guru untuk merekonsiliasi idealisme ilmiah dengan realitas pedagogis di lapangan. Studi ini merekomendasikan perlunya forum berbagi praktik inkuiri dan peningkatan alokasi waktu praktik laboratorium.
Identifikasi Kebutuhan dan Potensi Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Matematika Arsi Mukti
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i1.622

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pendahuluan (need assessment) dalam kerangka penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan mengidentifikasi kebutuhan mendesak dan menganalisis potensi pemanfaatan teknologi digital (aplikasi/game edukasi) dalam pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar (SD) Banyuwangi. Pembelajaran Matematika SD seringkali dianggap abstrak dan kurang menarik, membutuhkan media inovatif untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konseptual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan melibatkan 8 guru kelas (Kelas IV, V, VI) dan 40 siswa di empat SD (kota dan pinggiran) Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner kebutuhan, dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan dominan pada media digital untuk materi Geometri Ruang dan Pecahan. Potensi teknologi digital sangat tinggi karena (1) Tingginya Frekuensi Penggunaan Smartphone oleh Siswa dan Guru, dan (2) Efektivitas Gamification dalam mengatasi kecemasan matematis (math anxiety). Kendala utama adalah (a) Keterbatasan Akses Internet Stabil di sekolah pinggiran, dan (b) Minimnya Ketersediaan Aplikasi Berbahasa Indonesia yang sesuai kurikulum lokal. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan game edukasi Matematika berbasis konten lokal Banyuwangi sangat dibutuhkan, dengan desain yang memperhatikan mode offline untuk mengatasi kendala infrastruktur.
Analisis Kendala dan Strategi Guru dalam Praktikum Biologi Ridho Kurniawan
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i1.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara kualitatif kendala serta strategi adaptasi yang diterapkan guru Biologi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banyuwangi dalam mengembangkan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa melalui praktikum berbasis Inquiry Laboratorium. KPS (seperti mengobservasi, merumuskan hipotesis, dan menginterpretasi data) adalah fondasi literasi ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus ganda (multiple case study) dengan melibatkan enam guru Biologi dari empat SMA di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi praktik laboratorium, dan analisis modul praktikum yang digunakan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kendala utama: (1) Kesenjangan Fasilitas Laboratorium (terutama mikroskop dan reagen); (2) Procedural Fixation: Kecenderungan guru dan siswa mengikuti cookbook lab (prosedur jadi) alih-alih merancang inkuiri mandiri; dan (3) Kendala Manajemen Waktu antara durasi praktikum dan kepadatan materi kurikulum. Strategi adaptasi guru yang ditemukan mencakup: (a) Modifikasi Inkuiri Terbuka menjadi Terbimbing yang Bertahap, (b) Pemanfaatan Isu Biologi Lokal Banyuwangi (misalnya, ekosistem mangrove atau konservasi penyu) sebagai topik inkuiri, dan (c) Penggunaan Simulasi Digital untuk KPS yang sulit diobservasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan KPS melalui inkuiri terhambat oleh realitas fasilitas dan tuntutan kurikulum, sehingga diperlukan coaching profesional yang fokus pada desain inkuiri yang efisien dan kontekstual.
Interpretasi Fenomenologis tentang Pengalaman Siswa dalam Penanggulangan Math Anxiety Siti Hajar
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i1.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menginterpretasikan esensi pengalaman hidup (lived experience) siswa Jurusan Teknik di SMK N. 1 Medang Deras Batu Bara dalam mengatasi Kecemasan Matematika (Math Anxiety / MA). MA adalah fenomena psikologis yang menghambat kinerja akademik, terutama pada siswa vokasi yang membutuhkan dasar Matematika kuat untuk kompetensi kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif (Husserlian) dengan melibatkan delapan siswa kelas XI dan XII dari dua jurusan Teknik berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara fenomenologis mendalam dan refleksi naratif tertulis. Analisis tematik menghasilkan tiga tema esensial: (1) The Trigger of Performance: Tekanan Ujian dan Kegagalan Masa Lalu sebagai Pemicu MA yang Utama; (2) The Power of Praktikum: Penemuan Koneksi Kontekstual Matematika dalam Tugas Kejuruan sebagai Strategi Reduksi MA; dan (3) The Social Barrier: Stigma Negatif dan Persepsi Ketidakmampuan dari Lingkungan Sekolah/Keluarga. Interpretasi fenomenologis menunjukkan bahwa mengatasi MA bagi siswa Teknik adalah proses menemukan relevansi pragmatis (kegunaan) Matematika dalam konteks kejuruan, yang mengubah fokus dari kewajiban akademik menjadi alat profesional. Studi ini merekomendasikan integrasi materi Matematika dengan project-based learning kejuruan.
Potensi Pengembangan Media Digital Berbasis Flora dan Fauna Endemik Makkiyatul Mukaromah
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan (needs assessment) dan potensi pengembangan media pembelajaran digital yang mengintegrasikan flora dan fauna endemik Banyuwangi ke dalam materi Biologi SMA/MA. Latar belakang penelitian adalah rendahnya relevansi materi Biologi yang bersifat universal dengan konteks lingkungan lokal, khususnya di Banyuwangi yang kaya akan keanekaragaman hayati endemik (misalnya, Rafflesia zollingeriana dan Banteng Jawa). Penelitian ini menggunakan desain Survei Kebutuhan Kualitatif-Kuantitatif Campuran dengan melibatkan 30 siswa kelas X dan XI, 5 Guru Biologi, dan 2 Pakar Konservasi/Lingkungan di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui angket kebutuhan siswa, wawancara terstruktur dengan guru, dan analisis silabus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% siswa merasa materi Biologi saat ini kurang relevan dan 85% guru kesulitan mencari media yang kontekstual. Potensi pengembangan media digital sangat tinggi, khususnya dalam format Aplikasi Mobile Berbasis Augmented Reality (AR) yang dapat menyajikan visualisasi 3D Banteng Jawa atau proses penyerbukan Rafflesia. Studi menyimpulkan adanya kesenjangan signifikan antara materi ajar Biologi dan konteks lokal, sehingga pengembangan media digital berbasis endemik Banyuwangi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat belajar, relevansi materi, dan kesadaran konservasi siswa.
Implementasi Manajemen K3 pada Laboratorium Kimia oleh Guru dan Siswa Ikrimatus Sholeha
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif persepsi dan implementasi Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium Kimia oleh guru dan siswa SMA di Kabupaten Banyuwangi. Laboratorium Kimia merupakan tempat vital untuk praktik ilmiah, namun juga berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan desain Survei Kualitatif-Kuantitatif Campuran (Mixed Methods) dengan melibatkan 5 Guru Kimia, 5 Pranata Laboratorium/Teknisi, dan 50 Siswa kelas XI IPA dari lima SMA berbeda di Banyuwangi. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (untuk mengukur persepsi risiko dan kepatuhan prosedur), sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi kinerja praktik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat persepsi risiko siswa (Rata-rata 3.8/5.0) berada pada kategori sedang, namun tingkat kepatuhan implementasi K3 (Rata-rata 2.9/5.0) berada di kategori rendah, terutama dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan pengelolaan limbah B3. Wawancara mengungkap bahwa hambatan utama adalah minimnya anggaran rutin untuk pemeliharaan APD dan budaya quick-fix yang mengabaikan prosedur baku. Studi menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara pengetahuan prosedural K3 dan perilaku aktual di lapangan, menuntut intervensi melalui pelatihan praktis dan pengawasan struktural yang lebih ketat.
Strategi Guru dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Inklusif untuk Mengatasi Math Anxiety pada Siswa I Putu Erdi Hendra
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Manajemen Kelas Kualitatif yang diterapkan oleh Guru Matematika di Banyuwangi dalam dua konteks krusial: menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mereduksi Kecemasan Matematika (Math Anxiety) pada siswa. Math Anxiety adalah hambatan afektif signifikan yang menghambat potensi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Multisitus dengan memilih tiga Guru Matematika SMA/SMK di Banyuwangi yang teridentifikasi berhasil menciptakan kelas yang suportif. Partisipan penelitian meliputi 3 Guru Matematika, 6 siswa dengan tingkat Math Anxiety sedang/tinggi, dan 3 guru Bimbingan Konseling (BK). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif (minimal 4 sesi per guru), dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencerminkan praktik inklusif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga strategi manajemen kelas yang berhasil: (1) Error-as-Opportunity: Guru secara eksplisit mengubah kesalahan menjadi sumber belajar bersama, bukan kegagalan individu; (2) Flexible Grouping: Penggunaan pengelompokan yang dinamis dan non-hierarkis untuk menghilangkan stigma "siswa pintar" dan "siswa lambat"; dan (3) Affective Scaffolding: Guru menggunakan humor, kontak mata, dan waktu tunggu (wait-time) yang lebih lama untuk mengurangi tekanan kognitif. Studi menyimpulkan bahwa Manajemen Kelas Afektif oleh guru berperan penting dalam memediasi hubungan antara pembelajaran dan emosi siswa, sehingga menciptakan safe space kognitif yang inklusif.
Interpretasi Fenomenologis dari Perspektif Siswa pada Materi Listrik Dinamis di Sekolah Menengah Atas Rini Afridamayanti Supomo
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam esensi pengalaman siswa (fenomenologi) dalam memahami konsep-konsep abstrak Listrik Dinamis di SMA Negeri 1 Buntu Pane, dengan fokus pada akar miskonsepsi dari perspektif siswa. Miskonsepsi dalam Fisika seringkali bersifat persisten karena berakar pada intuisi dan pengalaman sehari-hari (commonsense knowledge). Penelitian ini menggunakan desain Studi Fenomenologis Kualitatif Interpretatif yang melibatkan 15 siswa kelas XII IPA yang teridentifikasi mengalami miskonsepsi pada materi Listrik Dinamis (Arus, Tegangan, Hambatan, Hukum Ohm, dan Rangkaian). Data dikumpulkan melalui Wawancara Eksploratif Semi-Terstruktur yang diikuti oleh Tes Diagnostik Tiga Tingkat (Three-Tier Diagnostic Test) untuk memvalidasi keberadaan miskonsepsi, serta Analisis Sketsa Konseptual yang dibuat siswa. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga akar miskonsepsi fenomenologis: (1) The Sinking Energy Model: Siswa mempersepsikan energi listrik ‘habis’ dalam proses, bukan berubah bentuk (attenuation model); (2) Consumption vs. Flow Confusion: Kebingungan antara kecepatan aliran (arus) dan jumlah energi yang digunakan (tegangan/hambatan); dan (3) Linear Causality Bias: Kecenderungan untuk melihat rangkaian sebagai proses sekuensial satu arah, mengabaikan sifat interdependensi sistemik. Studi menyimpulkan bahwa miskonsepsi berakar pada metode analogi yang tidak tepat yang digunakan guru dan dominasi pendekatan matematis yang mengabaikan pemahaman konseptual.