cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281999049329
Journal Mail Official
jiimcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM)
ISSN : 29874513     EISSN : 29874505     DOI : https://doi.org/10.61116/jiim.v1i3.247
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang IPA dan Matematika.
Articles 62 Documents
Peran Pendidikan Lingkungan dalam Membangun Kesadaran pada Pengelolaan Sampah Kimia Rumah Tangga Ajeng Putri Cahyani
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kimia dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan dan meningkatkan kompetensi praktis siswa dalam pengelolaan sampah kimia rumah tangga (Household Hazardous Waste - HHW) di komunitas SMA/SMK di Banyuwangi. HHW, seperti baterai bekas, pembersih lantai, dan aerosol, merupakan sumber polusi lingkungan yang sering terabaikan dalam kurikulum sekolah. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Partisipatif (Participatory Action Research - PAR) dengan siklus 1: Asesmen Kebutuhan dan Siklus 2: Intervensi Edukasi. Partisipan penelitian meliputi 40 siswa anggota Klub Sains/Pecinta Alam dari dua sekolah di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Pre-test/Post-test (mengukur kesadaran dan pengetahuan HHW), Wawancara Terfokus, dan Analisis Produk (pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan HHW sederhana). Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan HHW dari rata-rata 55% (Pre-test) menjadi 85% (Post-test) setelah intervensi berbasis Kimia (materi Kimia Hijau dan Toksikologi Dasar). Hasil kualitatif menunjukkan peningkatan Tingkat Efikasi Diri siswa dalam mengedukasi keluarga dan komunitas mereka. Studi menyimpulkan bahwa integrasi konsep Kimia (sifat asam-basa, reaktivitas) dengan isu lingkungan lokal adalah metode efektif untuk mentransformasi pengetahuan menjadi tindakan konservasi yang bertanggung jawab di tingkat komunitas.
Budaya Belajar Mandiri Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Pembelajaran Matematika Nurchaidah, Nurchaidah
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif budaya belajar mandiri (self-regulated learning) siswa dalam Mata Pelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Buntu Pane, dengan fokus pada peran motivasi intrinsik dan dukungan lingkungan (sekolah dan rumah). Kemandirian belajar adalah prasyarat keberhasilan dalam Matematika yang kompleks. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Intrinsik dengan melibatkan 6 siswa kelas XI IPA yang mewakili kategori High Self-Regulation (HSR) dan Low Self-Regulation (LSR), 2 Guru Matematika, dan 4 Orang Tua siswa kunci. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam, Observasi Partisipan (Studi Lapangan), dan Analisis Jurnal Belajar Mandiri siswa. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga faktor utama: (1) Goal-Oriented Motivation: Siswa HSR memiliki tujuan belajar yang spesifik dan non-nilai (misalnya, mastery konsep), sementara siswa LSR memiliki motivasi ekstrinsik (nilai); (2) Teacher-as-Facilitator Gap: Guru masih dominan sebagai instruktur daripada fasilitator kemandirian belajar; dan (3) Non-Intervention Home Support: Dukungan orang tua umumnya bersifat finansial (non-academic) dan minim dalam pendampingan atau penciptaan ruang belajar yang terstruktur. Studi menyimpulkan bahwa Budaya Belajar Mandiri dalam Matematika di sekolah ini masih fragmen dan memerlukan intervensi kolektif yang berfokus pada pelatihan metacognitive strategy bagi siswa dan edukasi orang tua tentang dukungan akademik non-instruktif.
Praktik Guru Biologi dalam Mendorong Literasi Sains melalui Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Sekolah Yuristya Kayumi Meilani
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.802

Abstract

Penelitian Aksi Kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis upaya Guru Biologi dalam meningkatkan Literasi Sains dan memfasilitasi Aksi Nyata siswa terkait pengelolaan limbah rumah tangga (LRT) di lingkungan sekolah di Banyuwangi. Literasi Sains yang kuat harus mampu ditransformasikan menjadi tindakan berbasis bukti ilmiah (scientific action). Penelitian dilakukan dalam dua siklus Penelitian Aksi Kelas (Classroom Action Research) yang melibatkan 1 Guru Biologi dan 30 siswa kelas X SMA Negeri X Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui observasi kinerja praktik, jurnal refleksi guru/siswa, dan penilaian produk (desain sistem pengomposan). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan Literasi Sains Fungsional: Siswa berhasil mengaitkan konsep Biologi (dekomposisi, siklus nutrien) dengan masalah LRT organik; (2) Transformasi Aksi Nyata: Peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif siswa, di mana 85% siswa terlibat dalam implementasi sistem komposter mini di sekolah; dan (3) Attitudinal Change: Jurnal refleksi mengungkap pergeseran pandangan siswa dari limbah sebagai masalah menjadi sumber daya. Strategi kunci yang berhasil adalah Pedagogi Berbasis Proyek (PBP) Lingkungan yang mewajibkan siswa menganalisis limbah secara ilmiah (mengukur pH dan kelembaban) sebelum bertindak. Studi menyimpulkan bahwa Integrasi Teori Biologi dengan Aksi Nyata Lokal adalah kunci untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya melek sains tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis.
Aplikasi Matematika Terapan dalam Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Waladati Khoirun Nadhifa
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif relevansi dan aplikasi konsep Matematika terapan dalam kurikulum dan praktik kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, dengan fokus pada dua bidang: Teknik Mesin dan Perikanan. Pendidikan Vokasi menuntut Matematika berfungsi sebagai alat kerja (tool) yang langsung digunakan untuk pemecahan masalah teknis. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Multisitus yang melibatkan 15 partisipan kunci: 4 Guru Matematika, 4 Guru Kejuruan (2 Teknik Mesin, 2 Perikanan), 5 Siswa Kunci, dan 2 Perwakilan Industri di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam, Observasi Proses Praktik, dan Analisis Dokumen Kurikulum Lokal/Modul Praktik. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya Kesenjangan Sinkronisasi Vertikal (vertical synchronization gap): Guru Matematika mengajarkan konsep abstrak (misalnya, trigonometri) secara umum, sementara Guru Kejuruan mengajarkannya secara situasional (misalnya, menghitung sudut bevel atau menghitung volume tangkapan/pakan) tanpa mengaitkan kembali ke prinsip Matematis formal. Siswa melaporkan Matematika baru menjadi "penting" ketika mereka melihat aplikasinya di bengkel/laut, yang menunjukkan kebutuhan mendesak untuk Integrasi Kurikulum Context-Based Learning. Studi menyimpulkan bahwa relevansi Matematika di vokasi harus diposisikan sebagai Kompetensi Kunci dan memerlukan revisi kurikulum yang didorong oleh needs assessment dari industri.
Analisis Faktor Penghambat dan Pendorong Minat Siswa terhadap Pembelajaran Kimia Maulvin Mirza Ahmad
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara kualitatif faktor-faktor penghambat dan pendorong minat siswa terhadap Mata Pelajaran Kimia, dengan membandingkan pengalaman di Sekolah Unggulan (SU) dan Sekolah Pinggiran (SP) di Kabupaten Banyuwangi. Minat belajar adalah prasyarat keberhasilan dalam memahami konsep Kimia yang kompleks dan abstrak. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Komparatif Multisitus melibatkan 40 partisipan: 2 Guru Kimia (SU dan SP), 20 Siswa Kunci (10 SU dan 10 SP), 4 Orang Tua, dan 4 Kepala Sekolah/Wakil Kurikulum. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam, Observasi Kelas, dan Analisis Fasilitas Laboratorium. Hasil penelitian mengidentifikasi Faktor Instrumen (laboratorium dan ketersediaan alat) sebagai penghambat dominan di SP, sementara Faktor Pedagogis-Afektif (kompleksitas materi dan metode guru) menjadi penghambat di SU. Siswa SU didorong oleh Motivasi Ekstrinsik Tinggi (persaingan masuk PTN), sementara siswa SP didorong oleh Motivasi Mastery Personal (keingintahuan). Studi menyimpulkan bahwa kualitas pedagogi dan kontekstualisasi materi lebih krusial daripada fasilitas fisik dalam menumbuhkan minat. Rekomendasi melibatkan pengembangan Pedagogi Kimia Kontekstual yang relevan dengan latar belakang sosial-ekonomi siswa.
Persepsi Guru dan Siswa terhadap Penerapan Teknologi Mikroskop Virtual dan Simulasi Biologi Siti Kholisah
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa di kelas X SMA Banyuwangi terhadap penggunaan Mikroskop Virtual (MV) dan Simulasi Biologi (misalnya, simulasi pewarisan sifat) sebagai alat bantu pembelajaran. Penggunaan teknologi digital diharapkan dapat mengatasi kendala fasilitas laboratorium dan meningkatkan pemahaman konsep abstrak Biologi. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Intrinsik dengan melibatkan 3 Guru Biologi dan 25 Siswa Kelas X IPA dari dua SMA di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam Semi-Terstruktur, Observasi Kelas, dan Jurnal Refleksi guru dan siswa setelah sesi intervensi menggunakan teknologi MV/Simulasi. Hasil penelitian menunjukkan persepsi positif yang kuat dari kedua belah pihak terhadap aspek Visualisasi Konsep Abstrak dan Fleksibilitas Akses (belajar tanpa lab). Namun, teridentifikasi adanya hambatan, yaitu (1) Perceived Cognitive Load: Guru menilai siswa mengalami beban kognitif tinggi saat beralih antara simulasi dan konsep buku; dan (2) Digital Native Paradox: Siswa cepat beradaptasi, tetapi cenderung memperlakukan simulasi sebagai video game tanpa melakukan analisis data mendalam. Studi menyimpulkan bahwa efektivitas teknologi MV/Simulasi sangat bergantung pada kemampuan Guru Biologi untuk mengintegrasikannya sebagai alat inkuiri terstruktur, bukan hanya sebagai pengganti alat fisik atau sumber hiburan.
Team Assisted Individualization: Solusi Pembelajaran Kooperatif untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Makrumah, Makrumah; Hefi Rusnita Dewi; Abdur Rosyid
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 4 (2025): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i4.866

Abstract

Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII di salah satu SMP di Bangkalan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Melalui pengumpulan data secara komprehensif menggunakan instrumen observasi, angket respons, dan tes hasil belajar, hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi model TAI sangat signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini dibuktikan oleh skor rata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang mencapai 3,8 (kategori baik), keterlibatan siswa yang masuk dalam kategori sangat aktif, serta respons positif siswa dengan nilai rata-rata 4 (kategori sangat baik). Secara integratif, temuan ini mengonfirmasi bahwa model pembelajaran TAI merupakan instrumen yang efektif dalam melatih dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di tingkat sekolah menengah.
Kajian Perbandingan Aspek Farmakokinetik dan Farmakodinamik Obat Paracetamol dan Ibuprofen sebagai Antipiretik Adelia Mutiara Pramitha; Aditya Rizky Wicaksono; Muhammad Riza Zhafran; Alodya Ganes Lalita; Muhammad Akmal Bayu Insani; Iwan Sahrial Hamid
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 4 (2025): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i4.682

Abstract

Demam merupakan suatu kondisi saat suhu tubuh meningkat akibat adanya respons tubuh terhadap pirogen endogen sehingga memicu produksi prostaglandin E₂ (PGE₂) melalui aktivasi enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Mini Review ini bertujuan untuk membandingkan aspek farmakokinetik serta farmakodinamik pada obat antipiretik, yaitu paracetamol dan ibuprofen. Metode yang digunakan ialah tinjauan pustaka dari sumber-sumber ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa antipiretik memiliki cara kerja yang berbeda baik dalam segi farmakokinetik maupun farmakodinamiknya. Cara kerja paracetamol pada sistem saraf pusat melalui mekanisme modulasi PGE₂ dan aktivasi TRPA1, sementara metabolismenya akan melibatkan jalur glukuronidasi dan sulfat. Sedangkan, ibuprofen adalah NSAID yang menghambat COX-1 dan COX-2 secara langsung yang akan menyebabkan penurunan produksi PGE₂ secara signifikan dengan absorbsi cepat dan terdapat ikatan protein plasma yang tinggi. Berdasarkan analisis artikel yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan bahwa ibuprofen memiliki onset penurunan suhu yang lebih cepat dibandingkan paracetamol sekitar 1-2 jam pertama, meskipun efektivitasnya akan sebanding dengan paracetamol setelah 4-6 jam sesudah pemberian. Oleh karena itu, kedua obat antipiretik, seperti paracetamol dan ibuprofen, efektif sebagai antipiretik meskipun terdapat perbedaan farmakokinetik dan farmakodinamiknya yang dapat dipertimbangkan saat pemilihan terapi.
Analisis Manfaat dan Tantangan Aktivitas Organisasi pada Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Melissa Putri Margareta; Muhammad Imanda Alamsyah; Nur Alhasanah; Ussy Allissa Dewi Kusumastuti; Astria Prameswari; Yuni Pratiwi
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 4 (2025): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i4.786

Abstract

Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi perguruan tinggi memberikan manfaat signifikan bagi pengembangan keterampilan non-akademik, sekaligus menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik untuk menjaga keseimbangan dengan tanggung jawab akademik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas organisasi dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja mahasiswa, namun juga berpotensi menimbulkan prokrastinasi dan stres apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan waktu yang efektif. Meskipun demikian, sejumlah studi terdahulu masih memiliki keterbatasan, seperti fokus pada pengaruh jangka pendek, pendekatan yang bersifat korelasional, serta kurangnya eksplorasi pengalaman subjektif mahasiswa dalam menghadapi konflik peran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam manfaat dan tantangan mahasiswa, khususnya mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang angkatan 2024 dalam menyeimbangkan aktivitas organisasi dan tanggung jawab akademik. Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan mampu menggambarkan dampak keterlibatan organisasi terhadap kinerja akademik, efikasi diri, kesiapan kerja, serta kesejahteraan psikologis mahasiswa, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan strategi yang mendukung peran organisasi secara optimal dalam proses pendidikan tinggi.
Kontribusi Sudut Datang terhadap Sudut Pantul pada Pemantulan Cahaya Riska Rahmawati; Vionita Rasti Shasi Pasha; Renata Natalia Br Ginting; Putri Shinta Wulandari; Yanua Risma Salsabila; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi; Tyas Nisa Fadilah; Nisrina Nafisah
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 4 (2025): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i4.817

Abstract

Pemantulan cahaya merupakan salah satu sifat dasar cahaya yang terjadi ketika berkas cahaya mengenai suatu permukaan dan dipantulkan kembali ke arah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hukum pemantulan cahaya serta menentukan hubungan antara sudut datang dan sudut pantul pada berbagai jenis permukaan reflektif, seperti cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung menggunakan sinar laser dan papan optik untuk mengukur sudut datang serta sudut pantul. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sudut datang sama dengan sudut pantul (i = r) pada semua jenis permukaan yang diamati, sesuai dengan hukum pemantulan cahaya. Selain itu, pada cermin cekung dan cembung terlihat bahwa arah dan fokus pantulan bergantung pada bentuk lengkung permukaan. Kesimpulannya, percobaan ini membuktikan bahwa hukum pemantulan cahaya berlaku universal dan karakteristik pantulan dipengaruhi oleh jenis cermin yang digunakan.