cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Stabat-Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
ISSN : 30314542     EISSN : 30314291     DOI : https://doi.org/10.60076/jkri
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles 130 Documents
Tingkat Pengetahuan Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Orang Dewasa: Kajian Cross Sectional Ika Setyawati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 5 (2026): JKRI - April 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan kanker semakin meningkat dan sebagai penyebab utama kematian di Indonesia. Pengetahuan masyarakat tentang PTM sangat penting dalam mencegah, skrining dini, dan mengelola penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan orang dewasa mengenai PTM. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 78 responden pada tahun 2025. Pengetahuan tentang PTM diukur dengan kuesioner. Analisis data statistik deskriptif dan regresi logistik. Sebanyak 20 responden (25,7%) memiliki pengetahuan sangat baik, sebanyak 38 responden (48,7%) pengetahuan baik dan pengetahuan cukup sebanyak 15 responden (19,2%). Hanya 5 responden (6,4%) yang memiliki pengetahuan kurang. Upaya peningkatan pengetahuan dewasa tentang PTM dapat dijadikan tahap awal agar orang dewasa mampu menentukan konsumsi makanan yang tepat bagi tubuhnya sehingga PTM dapat dicegah.
Optimalisasi Penerapan Asuhan Kepenataan Anestesi pada Pasien Obesitas dengan Kesulitan Intubasi di RSUD Kota Yogyakarta Abdur Rahman Rafi; Muhaji; Raden Sugeng Riyadi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 6 (2026): JKRI - Mei 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas meningkatkan risiko komplikasi anestesi, terutama kesulitan intubasi, sehingga memerlukan penerapan Asuhan Kepenataan Anestesi (ASKAN) yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan ASKAN pada pasien obesitas dengan kesulitan intubasi di RSUD Kota Yogyakarta menggunakan desain kualitatif melalui wawancara, observasi, dan multiple studi kasus. Hasil menunjukkan penerapan ASKAN secara klinis telah baik, namun dokumentasi belum optimal sesuai standar terbaru. Teknik ramped position terbukti efektif meningkatkan keberhasilan intubasi. Optimalisasi ASKAN perlu ditingkatkan melalui penguatan dokumentasi, SOP, pelatihan, serta dukungan sarana untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Dampak Trauma Emosional Masa Kecil Terhadap Kesehatan Mental Pada Dewasa Muda : Studi Kasus Bunga Aurellia Putri; Eva Yulyani; Luthfiyatul Azizah; Nurani Syakinah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 6 (2026): JKRI - Mei 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma yang terjadi pada masa kecil merupakan hal yang bahkan menjadi alasan terbesar untuk memicu terjadi nya berbagai masalah kesehatan mental (physigological problems), PTSD atau post-traumatic stress disorder adalah salah satu jenis despressi yang terjadi karena ada nya trauma yang semula sang korban tak memiliki masalah mental sama sekali. PTSD adalah adalah keadaan dimana seseorang memiliki ketakutan atau kewaspadaan bahkan menunjukkan suatu gejala tertentu setelah kembali teringat dengan peristiwa traumatis yang telah terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengerti, memahami dan menggambarkan betapa penting nya meihat hubungan traumatis masa kecil dengan kesehatan mental pada dewasa muda. Dengan terfokus pada dampak psikologis yang timbul dan efek yang terjadi pada pribadi dewasa muda. Metode yang dilakukan adalah Literatur Review dengan tinjauan pustaka, mengumpulkan dan me-review berbagai artikel bahasa inggris dan bahasa indonesia dengan berbasis dari Data scienceDirect dan Google scholar, kami mendapatkan sepuluh jurnal yang berkaitan dengan kata kunci ; trauma masa kecil, stress, depressi, post-traumatic stress disorder, mental health. Hasil dari kajian review adalah untuk ; mengetahui dan memahami gejala serta efek post traumatic stress disorder pada dewasa muda, serta mencari solusi atas trauma yang sebelumnya dengan konseling atau penataan kembali lingkungan
Gambaran Faktor Risiko Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Puskesmas Kota Selatan Tahun 2025 Hana Aulia Putri; Mohamad Zukri Antuke; Nanang Roswita Paramata; Sitti Rahma; Dzul Ikram Hasanuddin
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo. Provinsi Gorontalo berada pada peringkat ke-16 nasional untuk kasus TB paru, Puskesmas Kota Selatan melaporkan 30 kasus pada tahun 2022. Kondisi tersebut menegaskan perlunya kajian lokal karena penularan TB paru dipengaruhi oleh faktor individu, perilaku, dan lingkungan. Informasi mengenai faktor risiko di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan tahun 2025. Penelitian ini memakai desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel terdiri atas 45 responden yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan hasil pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi tiap faktor risiko. Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa 19–59 tahun sebesar 71,1% dan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebesar 57,8%. Faktor risiko yang paling menonjol adalah kondisi fisik rumah tidak sehat, mencakup pencahayaan kurang, ventilasi alami tidak memadai, sirkulasi udara buruk, dan jenis lantai yang belum memenuhi syarat kesehatan, masing-masing sebesar 91,1%. Temuan serupa juga terlihat pada riwayat kontak dengan penderita TB, yaitu 91,1%, sedangkan kebiasaan merokok ditemukan pada 42,2% responden. Faktor risiko TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan berkaitan dengan lingkungan fisik rumah yang tidak sehat dan riwayat kontak dengan penderita TB. Upaya promotif dan preventif perlu diarahkan pada edukasi rumah sehat, peningkatan kewaspadaan masyarakat, penggunaan masker, perbaikan ventilasi, pembukaan jendela rutin, serta deteksi dini kontak serumah secara berkelanjutan oleh petugas puskesmas setempat secara aktif
Kejang Neonatorum Akibat Hypoxic Ischemic Encephalopathy Grade II Dengan Pneumonia Neonatorum Pada Bayi Cukup Bulan Muhammad Ridwan Monisa; Sophia Sri Wahyuni Djoko; Rifah Zafarani Soumena
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypoxic-Ischemic Encephalopathy (HIE) merupakan penyebab utama kejang neonatorum pada neonatus cukup bulan dan dapat menimbulkan morbiditas neurologis jangka panjang. Asfiksia perinatal menyebabkan edema serebri, gangguan metabolik, dan kejang. Pneumonia neonatorum dan sepsis neonatal awitan dini (SNAD) dapat memperberat cedera hipoksik-iskemik melalui hipoksemia dan inflamasi sistemik. Seorang neonatus laki-laki usia 17 hari dirujuk ke RSUP Leimena dengan kejang sejak hari kedua kehidupan. Lahir spontan di rumah, ketuban hijau, lilitan tali pusat satu kali, tidak langsung menangis, APGAR score 5/8. Pemeriksaan laboratorium awal: leukositosis 31,69 ×10³/µL, neutrofilia 76,9%, IT ratio 25%. Foto toraks: infiltrat tipis infrahiler kanan. MSCT kepala: brain edema, hilangnya diferensiasi grey-white matter. Pasien menerima ventilasi mekanik, fenobarbital, diazepam, manitol, cefotaxime, amikasin, dan metronidazol. Kondisi membaik secara bertahap.Kejang neonatorum terutama disebabkan HIE grade II akibat asfiksia perinatal. Pneumonia dan SNAD memperberat kondisi melalui hipoksia dan inflamasi sistemik. Terapi komprehensif memberikan luaran klinis yang baik.
The Use of Black Cumin as a Root Canal Treatment Sealer Naira Nisa; Najmanina Azzahra; Reas Saputra Riyan Tan; Zahra Dwi Purwanita; Aleya Najwa Syaoqina Muhammad Ghufran Maulana Hendra; Dara Nadhifah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan perawatan saluran akar sangat bergantung pada penggunaan sealer yang mampu menutup saluran secara rapat sekaligus membasmi mikroorganisme patogen di tubulus dentin. Sayangnya, sealer konvensional seperti epoxy resin, Zinc Oxide Eugenol (ZOE), dan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) masih memiliki kekurangan dalam hal toksisitas, risiko iritasi, serta efektivitas antimikroba yang terbatas. Sebagai alternatif, jintan hitam (Nigella sativa) mulai diteliti karena kandungan senyawa bioaktifnya seperti thymoquinone, flavonoid, dan tanin yang kaya akan sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antijamur. Tinjauan pustaka ini mengeksplorasi potensi jintan hitam sebagai bahan aktif dalam sealer endodontik melalui metode studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak jintan hitam, khususnya komponen thymoquinone, efektif menghambat bakteri penyebab infeksi persisten seperti Enterococcus faecalis dan Staphylococcus aureus, serta jamur Candida albicans. Selain itu, sifat antiinflamasi dan antioksidannya turut mendukung pemulihan jaringan periapikal. Meski potensi biologisnya menjanjikan, riset yang ada saat ini masih terbatas pada uji in vitro. Penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik fisik seperti kelarutan, adhesivitas, dan kemampuan penutupan hermetis masih sangat diperlukan sebelum jintan hitam dapat resmi dikembangkan sebagai bahan tambahan sealer masa depan
Review Literatur: Mekanisme Penghambatan Enzim α-Amilase Dan α-Glukosidase Oleh Ekstrak Syzygium Cumini Sebagai Agen Antihiperglikemik Helmalia Jelita Putri; Marscha Dwi Lestari; Farrel Darian Hafiz; M. Ilham Fanani
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghambatan enzim -amilase dan -glukosidase merupakan strategi terapi utama dalam mengurangi hiperglikemia postprandial pada diabetes melitus tipe 2. Syzygium cumini (Jamblang), tanaman dari famili Myrtaceae, mengandung beragam senyawa bioaktif termasuk flavonoid, asam fenolat, tanin, dan alkaloid yang menunjukkan potensi penghambatan enzim yang signifikan. Ulasan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis mekanisme penghambatan -amilase dan -glukosidase oleh ekstrak Syzygium cumini, serta menilai potensinya sebagai agen antihiperglikemik alami. Penelusuran sistematis dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci Syzygium cumini, alpha-amilase, dan alpha-glukosidase. Dari 64 artikel yang ditemukan, 58 dieliminasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 6 artikel terpilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa senyawa gallic acid, ellagic acid, catechin, quercetin, dan myricetin mampu menghambat kedua enzim melalui mekanisme yang bervariasi. Hambatan ekstrak ini tercatat lebih selektif terhadap -glukosidase, dengan nilai yang sebanding atau lebih kuat dari acarbose sebagai obat pembanding. Selain itu, studi in vivo membuktikan bahwa ekstrak S. cumini memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan ekspresi GLUT-4 dan perlindungan jaringan dari stres oksidatif (penurunan peroksidasi lipid). Temuan ini mendukung potensi terapeutik Syzygium cumini sebagai agen antihiperglikemik alami komprehensif dengan profil keamanan yang menjanjikan
Karakteristik Pasien Stroke Hemoragik Di Bangsal Rawat Inap RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Keisya Julita Putri Mokoginta; Jeane Novita Irene Abbas; Sri Andriani Ibrahim; Muhammad Isman Jusuf; Vivien Novarina A. Kasim
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke hemoragik merupakan penyakit neurologis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi dan berisiko menyebabkan kecacatan permanen. Stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak yang menyebabkan perdarahan pada jaringan otak dan ruang subaraknoid. Data mengenai karakteristik pasien stroke hemoragik di Provinsi Gorontalo masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk menggambarkan karakteristik pasien stroke hemoragik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif data sekunder berupa rekam medis di bangsal rawat inap RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo periode Januari - Desember 2024. Dari 110 data pasien yang ditemukan, sebanyak 51 rekam medis memenuhi kriteria inklusi dan digunakan sebagai sampel penelitian. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, gejala awal, defisit neurologis, hasil CT Scan (Computed Tomography Scan) kepala, lama rawatan, dan hasil akhir pasien. Kelompok usia terbanyak adalah 45–54 tahun sebanyak 21 pasien (41,2%). Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 29 pasien (56,9%). Gejala awal terbanyak berupa kelemahan anggota gerak satu sisi. Defisit neurologis yang sering ditemukan adalah penurunan kesadaran dan hemiparesis/hemiplegia. Hasil CT scan kepala dominan perdarahan intraserebral (ICH) lesi hiperdens sebanyak 27 pasien (52,9%). Pasien terbanyak dirawat selama 8–14 hari sejumlah 28 pasien (54,9%), diikuti hasil akhir pasien didominasi kondisi membaik sebanyak 43 pasien (84,3%). Pasien stroke hemoragik didominasi kelompok usia 45–54 tahun dan laki-laki. CT scan kepala terbanyak berupa perdarahan intraserebral, dengan lama rawatan dominan 8–14 hari dan hasil akhir pasien sebagian besar membaik
Post-ACS Telecardiology in Hajj Pilgrims: The Impact of Remote Monitoring on Readmission Rates and Clinical Outcomes Muhammad Alif Adril; Naufal Al Hakim Salsabila; Tafadilla Nurilla Zanuba; Hasna Wahyu Mahargyani; Ilham Fahmi Noor
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jemaah haji dengan riwayat sindrom koroner akut (ACS) menghadapi peningkatan risiko kekambuhan karena aktivitas fisik yang ekstrem dan paparan panas. Telekardiologi menawarkan pemantauan jarak jauh untuk menjaga stabilitas klinis selama ibadah haji. Tinjauan naratif ini mensintesis publikasi tentang intervensi telekardiologi pasca-ACS pada populasi yang sangat mobile. Tinjauan ini mengevaluasi hasil seperti rawat inap ulang, kejadian kardiovaskular, kepatuhan pengobatan, dan penentu implementasi seperti literasi digital dan konektivitas. Telemonitoring dan telekonsultasi meningkatkan deteksi dini gejala, meningkatkan pengendalian faktor risiko, dan mengurangi rawat inap ulang. Rehabilitasi jantung digital menggunakan perangkat yang dapat dikenakan dan EKG seluler meningkatkan aksesibilitas dan mempercepat triase cepat. Dalam konteks haji, layanan ini mengoptimalkan titrasi obat dan penyesuaian hidrasi. Namun, implementasi yang sukses membutuhkan SOP spesifik konteks, infrastruktur yang andal, integrasi data yang aman, dan strategi untuk menjembatani kesenjangan literasi digital. Telekardiologi terintegrasi dapat mengurangi rawat inap ulang dan meningkatkan hasil klinis bagi jemaah pasca-ACS. Studi perbandingan prospektif selama musim Haji diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas biaya dan menyempurnakan protokol rujukan lintas batas.
Pengaruh Latihan Mandiri Berbasis Rumah menggunakan Stress Ball terhadap Hand-Grip Strength dan Dexterity pada Pasien Pasca Stroke Dessy Carmelia Nurhadana; Shaura Ladayna Isma
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 8 (2026): JKRI - Juli 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kekuatan genggam tangan (hand-grip strength) dan ketangkasan (dexterity) merupakan salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas fungsional pada pasien pasca stroke. Program latihan mandiri berbasis rumah menggunakan stress ball berpotensi menjadi intervensi sederhana, murah, dan mudah diterapkan untuk mendukung rehabilitasi jangka panjang, namun bukti efektivitasnya masih terbatas. Menganalisis pengaruh latihan mandiri berbasis rumah menggunakan stress ball terhadap hand-grip strength dan dexterity pada pasien pasca stroke. Penelitian ini menggunakan desain pre–post intervention pada pasien pasca stroke yang menjalani latihan mandiri menggunakan stress ball selama lima bulan. Latihan dilakukan dua kali setiap hari selama masing-masing 15 menit, dengan evaluasi setiap dua minggu yang meliputi perkembangan fungsi tangan dan kepatuhan latihan. Luaran yang dinilai adalah hand-grip strength menggunakan hand dynamometer dan dexterity menggunakan Box and Block Test (BBT). Sebanyak 12 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian penelitian. Rerata hand-grip strength meningkat dari 16,5 kg sebelum intervensi menjadi 19,5 kg setelah intervensi, dengan peningkatan pada 83,3% peserta. Analisis berpasangan menunjukkan peningkatan tersebut bermakna secara statistik (p = 0,002). Sementara rerata skor Box and Block Test meningkat dari 24,3 menjadi 25,2 blok/menit, dengan 66,7% peserta mengalami peningkatan nilai. Namun, peningkatan dexterity tersebut belum mencapai kemaknaan statistik (p = 0,323). Secara keseluruhan, 50,0% peserta mengalami perbaikan pada kedua luaran, sedangkan seluruh peserta (100%) menunjukkan peningkatan pada sedikitnya satu parameter. Latihan mandiri berbasis rumah menggunakan stress ball berpotensi meningkatkan kekuatan genggam dan ketangkasan tangan pada pasien pasca stroke sehingga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari program rehabilitasi jangka panjang yang mudah diterapkan di rumah.

Page 13 of 13 | Total Record : 130