cover
Contact Name
Noni Antika Khairunnisah
Contact Email
pendibasmandala@gmail.com
Phone
+6282341616497
Journal Mail Official
lpp.mandala@gmail.com
Editorial Address
Perum Elit Kota Mataram Asri Blok O No. 35, Jempong Baru, Sekarbela
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 2964349X     EISSN : 30319919     DOI : 10.58258/pendibas.v1i2.4325
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra terbit dua kali setiap tahun pada bulan Febuari dan Agustus yang memuat artikel ilmiah tentang pendidikan bahasa dan sastra dari hasil penelitian dan kajian literatur. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. Penerbit jurnal ini adalah Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala.
Articles 52 Documents
Efektivitas Metode Project-Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Nurrfidah, Nurrfidah; fandir, A.
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2025): Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/pendibas.v4i2.9469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial yang dibutuhkan dalam pendidikan abad ke-21 untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (pretest-posttest control group design), yang melibatkan 60 mahasiswa semester 4 pada program studi Manajemen Pendidikan. Kelompok eksperimen menerima pembelajaran menggunakan metode PjBL, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Instrumen pengumpulan data meliputi tes berpikir kritis berbasis indikator Facione, observasi, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Temuan kualitatif mendukung hasil kuantitatif, di mana mahasiswa menyatakan bahwa metode PjBL mendorong keterlibatan aktif, pemikiran reflektif, serta kemampuan kerja tim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL merupakan metode yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dan layak diimplementasikan secara lebih luas dalam lingkungan perguruan tinggi.
Representasi Identitas Budaya dalam Novel Kontemporer Indonesia Zulkarnaen, Deki; Mahfuz, Muhammad
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2025): Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/pendibas.v4i2.9470

Abstract

Identitas budaya merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembentukan karakter individu maupun kolektif masyarakat. Dalam konteks kesusastraan Indonesia, novel kontemporer memegang peranan penting sebagai medium yang tidak hanya mencerminkan dinamika sosial, tetapi juga berperan dalam membentuk dan merepresentasikan identitas budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana identitas budaya direpresentasikan dalam novel kontemporer Indonesia melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis analisis teks sastra. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pembacaan kritis terhadap tiga karya sastra kontemporer yang dipilih secara purposif berdasarkan keragaman representasi budaya yang ditampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya dalam novel kontemporer Indonesia direpresentasikan secara kompleks, berlapis, dan intertekstual. Identitas tersebut dikonstruksi melalui tokoh, latar, konflik, serta narasi yang berakar pada nilai-nilai lokal sekaligus berinteraksi dengan pengaruh global. Temuan ini memperkuat posisi sastra sebagai ruang artikulasi identitas budaya yang bersifat dinamis, negosiatif, dan reflektif terhadap realitas sosial-politik masyarakat Indonesia kontemporer.  
Dinamika emosional dan perkembangan kepribadian anak sekolah dasar dalam karya sastra anak di pondok Kanak-Kanak darussalam Muh Iqbal Syafii Iqbal Syafii
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/pendibas.v5i1.10180

Abstract

This research was conducted due to problems related to the emotions and personality of elementary school-aged children in children's literature at the Darussalam Kindergarten. This problem is a complex process, which can be divided into four main domains, namely physical, intellectual (including cognition and language), and emotional and social (including moral development for elementary school children. This research aims to describe how elementary school-aged children develop emotionally and personality through children's literature. This research uses a qualitative approach method with a descriptive study type. The focus is on one group of subjects which has more A high emotional soul, namely in grade 5, to gain a deep understanding in a real context.The data collection procedure was through observation, interviews, and documentation. The data obtained was then analyzed interactively through data presentation and drawing conclusions to see the conditions in the location as a whole. The results of the study indicate that children's emotions and personalities are the author will examine the emotional and social development of elementary school-aged children. Emotional and social development is a child's sensitivity to understanding the feelings of others when interacting in everyday life. This socio-emotional development cannot be separated from one another. When discussing children's social development, it must intersect with children's emotional development. Keywords: Emotional Development, Social, Elementary School Children
Globalisasi Penulisan Akademis: Keterampilan Menulis, Identitas Intelektual, dan Etika Pendidikan Nurfidah Nurfidah; A. Fandir
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/pendibas.v5i1.10302

Abstract

Penelitian ini menyelidiki dampak globalisasi terhadap keterampilan menulis, identitas intelektual, dan etika pendidikan di Akademi Bisnis Lombok. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 mahasiswa dan 3 dosen, serta observasi partisipatif di lingkungan akademik. Hasil penelitian mengungkap bahwa globalisasi telah memengaruhi tuntutan penulisan akademis, mendorong mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan standar internasional yang lebih kompleks. Identitas intelektual mahasiswa juga dipengaruhi, dengan adanya tekanan untuk mengartikulasikan pemikiran secara kritis dan mengatasi dilema identitas antara budaya lokal dan global. Etika pendidikan menjadi semakin penting dalam konteks globalisasi, dengan adanya risiko plagiarisme dan pelanggaran etika lainnya yang meningkat. Temuan ini menyoroti perlunya pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan global untuk memperkuat identitas intelektual sambil memastikan kepatuhan terhadap etika pendidikan.
PARADIGMA EKOLOGI DALAM KAJIAN SASTRA Nurfidah Nurfidah; Supriadin Supriadin
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/pendibas.v5i1.10303

Abstract

Studi ekologi dalam karya sastra mencakup dua dimensi utama: ekologi alam dan ekologi budaya. Pendekatan interdisipliner ini melibatkan pemeriksaan hubungan kompleks antara sastra dan lingkungan, termasuk aspek budaya, sosial, dan spiritual. Analisis karya sastra dari perspektif ekologi membutuhkan pemahaman menyeluruh tentang interaksi antara manusia dan alam, menggabungkan unsur-unsur ilmu lingkungan, sosiologi, antropologi, dan geografi. Penelitian ini mengungkapkan variabilitas studi ekologi karya sastra melalui berbagai topik dan pendekatan, termasuk ekokritik, etika lingkungan, antropologi budaya, dan pendidikan lingkungan. Kesimpulannya, paradigma ekologi dalam studi sastra memberikan wawasan mendalam tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam, serta dimensi budaya dan lingkungan yang terwujud dalam karya sastra. Pendekatan ini memainkan peran penting dalam memahami kompleksitas eksistensi manusia dan mempromosikan kesadaran lingkungan melalui karya sastra.
Morfologi Cerita La Golo Model Analisis Vladimir Propp Sri Damayanti
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/pendibas.v5i1.10421

Abstract

Morfologi cerita La Golo model analisis Vladimir Propp. penelitian ini bertujuan mengkaji fungsi dalam cerita berdasarkan model anlaisis yang dikembangkan oleh Vladimir Propp. Masalah pokok yang di kaji dalam penelitian ini meliputi fungsi (tindakan) pelaku dalam cerita. Metode yang digunakan adalah Metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik penjaringan data melalui studi pustaka. Hasil analisis telah ditemukan fungsi meninggalkan rumah dan fungsi tuntutan dalam cerita La Golo.
Warisan Leluhur yang Tak Lekang Waktu: Mengapa Masyarakat Sasak Masih Memilih Pengobatan Tradisional Gita Sarwadi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/pendibas.v5i1.10422

Abstract

Pase pertumbuhan dan perkembangan pengobatan modern yang terus menerus meningkat seiring perkemangan zaman, tapi disisi lain pemertahanan dan praktek pengobatan alternatif (lakok wat) masih diminati oleh masayarakt Sasak saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi alasan di balik ketahanan (resilience) pengobatan tradisional Sasak dengan menitikberatkan pada peran tradisi lisan dan bahasa sebagai media transmisi pengetahuan. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, kajian ini menemukan bahwa kekuatan pengobatan Sasak tidak hanya terletak pada efikasi ramuan herbal (farmakologi lokal), tetapi juga pada dimensi linguistik berupa mantra, jampi, dan doa yang disampaikan secara lisan.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bahasa Sasak, khususnya dalam ragam halus dan kuno, berfungsi sebagai pengikat memori kolektif yang menjaga orisinalitas teknik penyembuhan dari generasi ke generasi tanpa dokumentasi tertulis yang masif. Selain itu, adanya kepercayaan terhadap kekuatan "kata-kata" (the power of words) dalam ritual penyembuhan menciptakan ikatan psikologis dan spiritual antara penyembuh (Belian) dan pasien yang tidak ditemukan dalam sistem medis modern. Keberlangsungan tradisi ini membuktikan bahwa pengobatan tradisional Sasak bukan sekadar praktik medis purba, melainkan sebuah identitas budaya yang hidup dan terus beradaptasi melalui narasi tutur masyarakatnya.
The Correlation of Students’ Mind Mapping Ability Toward Their Writing Quaility Muhammad Afif; Heri Hidayatullah; Siti Syafiatul Qomariyah
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/kw262f62

Abstract

Writing is a complex cognitive activity requiring students to generate, organize, and express ideas coherently. This study investigated the correlation between students' mind mapping ability and their writing quality among eleventh-grade students at MA Nurul Ulum Mertak Tombok in the academic year 2025/2026. A quantitative correlational design was employed. Out of a population of 102 students across three classes, a sample of 16 students from Class XI Agama was selected using purposive sampling. Data were collected using two subjective achievement tests: a Mind Mapping Test evaluated across five parameters (Main Idea, Supporting Ideas, Organization, Relationship among Concepts, and Completeness) and a Descriptive Writing Quality Test evaluated using Jacobs et al.'s analytical rubric across five components (Content, Organization, Vocabulary, Language Use, and Mechanics). Quantitative analysis through SPSS revealed that both variables met the pre-requisite parametric assumptions of normality (Shapiro-Wilk p = 0.148 for Mind Mapping; p =0.210 for Writing Quality) and linearity (Deviation from Linearity F = 0.580,p = 0.767). The Pearson Product-Moment correlation yielded a coefficient of r = 0.964 with a 1-tailed significance value of p < 0.001. This indicates a statistically significant, positive, and very strong correlation between students' mind mapping ability and their writing quality. The findings empirically demonstrate that visualspatial pre-writing planning significantly enhances students' structural organization,
English Speaking Problems among Tourism Vendors in Gili Trawangan Olivya Abigael Pasorong; Sri Ariani; Ahmad Hanan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/fhdyr404

Abstract

English plays an essential role in the tourism industry because it serves as the primary medium of communication between tourism workers and international visitors. However, many tourism vendors still experience difficulties in communicating effectively in English, which may influence the quality of tourism services. This study aimed to identify the English speaking problems faced by tourism vendors in Gili Trawangan, examine the factors causing these problems, and explore the communication strategies they employed to overcome communication barriers. This study adopted a descriptive qualitative research design involving six tourism vendors selected through purposive sampling. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation and analyzed using an interactive qualitative data analysis model. The findings revealed six major English speaking problems, namely limited vocabulary, pronunciation difficulties, grammar mistakes, lack of fluency, difficulty understanding tourists' speech, and anxiety or lack of confidence. These problems were influenced by four main factors, including linguistic competence, educational background, environmental exposure, and psychological readiness. To maintain communication with foreign tourists, participants employed various communication strategies, including using simple expressions, gestures and body language, code-switching, translation applications, asking colleagues for assistance, and requesting tourists to repeat unclear utterances. The study concludes that successful communication in tourism workplaces depends not only on English proficiency but also on the effective use of communication strategies. Therefore, practical English for Tourism training is recommended to improve tourism vendors' communicative competence and service quality.
Linguistic Ladscape of Senggigi Main Road: Analysis of Forms and Functions Indy Nia Nirmala; Heri Hidayatullah; Taufik Suadiyatno
Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/r28re062

Abstract

The rapid growth of tourism has transformed many destinations into multilingual spaces where public signs function as communication media and representations of social, cultural, and economic activities. This study aims to analyze the linguistic forms and communicative functions of multilingual public signs along Senggigi Main Road, one of the main tourism corridors in West Nusa Tenggara, Indonesia. A descriptive qualitative approach was employed using Linguistic Landscape theory. Data consisted of 388 public signs collected through field observation and photographic documentation. The signs were analyzed according to their sources (top-down and bottom-up), language composition (monolingual, bilingual, and multilingual), and communicative functions (informational, symbolic, commercial, and cultural). The findings indicate that bottom-up signs dominate the linguistic landscape (86.3%), reflecting the significant role of private tourism businesses. Monolingual signs are the most common language composition (58.8%), followed by bilingual (38.1%) and multilingual signs (3.1%). Commercial function is the predominant communicative function (75.8%), while informational, symbolic, and cultural functions occur less frequently. These findings demonstrate that language choices in Senggigi's public signage primarily serve commercial purposes while simultaneously facilitating communication and representing local cultural identity. The study contributes to Linguistic Landscape research by integrating linguistic forms and communicative functions into a single analytical framework, providing a more comprehensive understanding of multilingual public signage in an Indonesian tourism destination.