cover
Contact Name
Noviati
Contact Email
noviati.novy@gmail.com
Phone
+6287866159980
Journal Mail Official
noviati.novy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No G-37
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28093151     DOI : DOI : https://doi.org/10.54883/jikmw
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) universitas Mandala Waluya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) terbit setiap 6 Bulan yaitu Juni dan Desember. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) merupakan Open Journal System yang yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik dalam bidang Kesehatan. Bidang kajian ilmu yang masuk dalam ruang lingkup yaitu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Teknologi Elektro Medis, Psikologi
Articles 150 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Stres Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Budiman, Amin Aji; Prastiwi, Firman; Vierdiana, Dyah; Karlina Megananda, Nadia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1379

Abstract

Hipertensi kronis berpotensi menimbulkan tekanan mental akibat keterbatasan fungsi fisik dan kondisi kesehatan yang tidak optimal, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap stres. Dukungan keluarga berperan sebagai faktor protektif yang membantu proses adaptasi dan mencegah deteriorasi psikologis lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat stres pada lansia penderita hipertensi dengan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen yang digunakan meliputi Perceived Social Support–Family Scale (PSS-Fa) mengenai dukungan keluarga dan Perceived Stress Scale (PSS) mengukur stres, dengan jumlah responden 73 lansia dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan stres (p = 0,005) dengan kekuatan korelasi kuat (r = -0,967). Disimpulkan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam menurunkan tingkat stres lansia dan menjadi komponen kunci dalam menjaga kesehatan lansia.
Religiusitas sebagai Faktor Protektif Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Keperawatan Kafaabillah, Dita; Wahyu Kusumawati, Mira; Saraswati, Nurliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1380

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa keperawatan merupakan salah satu kelompok rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat tekanan akademik, praktik klinik, masalah finansial dan interaksi sosial. Religiusitas merupakan salah satu faktor protektif yang dapat memperkuat ketahanan psikologis pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat religiusitas dengan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 205 mahasiswa tingkat dua di salah satu universitas di Surakarta melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Daily Spiritual Experience Scale (DSES), Self-Reporting Questionnaire (SRQ), dan Psychological Well-Being (PWB). Analisis statistik hasil penelitian menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan responden memiliki tingkat religiusitas tinggi (76,58%), tingkat kesehatan mental normal (68,29%), dan tingkat kesejahteraan psikologis sedang (78,05%). Terdapat hubungan negatif signifikan antara religiusitas dan gangguan kesehatan mental (r = -0,282; p < 0,05). Terdapat hubungan positif signifikan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,403; p < 0,05). Kesimpulan: Mahasiswa dengan tingkat religiusitas tinggi akan memiliki kesejahteraan psikologis tinggi dan beresiko rendah mengalami masalah kesehatan mental. Kampus dapat mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pembinaan mahasiswa untuk mendukung kesehatan mental yang holistik.
Hubungan Tingkat Spiritualitas Dengan Kecemasan Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Sabar Hati Banyuanyar Budiman, Amin Aji; Prastiwi, Firman; Vierdiana, Dyah; Karlina Megananda, Nadia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1381

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang umum pada lansia. Keterbatasan fisik dan kondisi penyakit yang tidak membaik sering menimbulkan kecemasan serta gangguan psikologis. Spiritualitas berperan dalam menjaga keseimbangan emosional melalui hubungan individu dengan nilai-nilai transendental. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat spiritualitas dengan kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Metode yang digunakan adalah analitik korelasional dengan desain cross-sectional, menggunakan instrumen Daily Spiritual Experience Scale dan Geriatric Anxiety Scale. Hasil menunjukkan terdapat hubungan negatif lemah dengan antara spiritualitas dan kecemasan (p = 0,037). Semakin baik tingkat spiritualitas lansia, semakin rendah tingkat kecemasannya.
Di Balik Keheningan Pelecehan Seksual: Suara Siswa dan Guru tentang Kesejahteraan Psikologis Remaja di Sekolah Wahyu Kusumawati, Mira; Faradisa, Elok; AR, Dwi Intan Pakuwita; Yulianto, Sigit; Budiman , Amin Aji; Auliya, Syafa Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1382

Abstract

Latar belakang: Pelecehan seksual beresiko terjadi dilingkungan sekolah dan belum banyak diungkapkan. Siswa maupun guru merasakan dampak dari pelecehan seksual secara psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana siswa dan guru memaknai pelecehan seksual serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Metode: Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan partisipan 7 siswa kelas X-XI, usia 16-17 tahun dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Partisipan guru sebanyak 5 dengan kriteria minimal kerja 1 tahun dan pembina kegiatan siswa. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah negeri menengah atas di kota Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi‐terstruktur dan catatan lapangan, kemudian dianalisis dengan membuat kategori, sub tema dan tema. Hasil analisis menghasilkan enam tema utama: (1)Dinamika remaja di era digitalisasi terhadap pelecehan seksual; (2) Media sosial sebagai ancaman laten dan budaya diam; (3) Faktor pendukung berbalik menjadi pondasi yang rapuh bagi remaja; (4) Guru sebagai gatekeeper dengan beban berlapis; (5) Religiusitas, Norma, dan Akhlak sebagai benteng protektif remaja; (6) Rapuhnya kontrol diri dan keluarga akibat normalisasi. Kesimpulan: Pencegahan pelecehan seksual dan promosi kesejahteraan psikologis memerlukan intervensi multilevel yang mengintegrasikan dengan kebijakan sekolah dan ramah korban. Pentingnya penguatan kapasitas guru, keterlibatan aktif keluarga, pendidikan seksualitas komprehensif yang sensitif budaya dan literasi digital yang memadai bagi remaja.
Identifikasi Kadar Particulate Matter 2,5 (Pm2,5) Di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nii Tanasa Kabupaten Konawe Tahun 2025 Solihin; Fadmi, Fitri Rachmillah; Sya'ban, Abdul Rahim; Wangi, La Ode Fadar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1385

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2022 menunjukkan bahwa konsentrasi PM2,5 di Nii Tanasa mencapai 50 µg/m³, dimana hal tersebut hampir mendekati NAB untuk rata-rata konsentrasi harian yaitu 55 µg/m³. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kadar particulate matter 2,5 (PM2,5) di sekitar kawasan PLTU Nii Tanasa. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengukur konsentrasi PM2,5 disekitar kawasan PLTU Nii Tanasa. Hasil pengukuran PM2,5 dengan menggunakan HVAS menunjukkan bahwa konsentrasi PM2,5 di tiga titik berbeda yaitu Titik 1 sebesar 55 µg/m3, titik 2 sebesar 45 µg/m3 dan titik 3 sebesar 36 µg/m3. Nilai konsentrasi PM2,5 tersebut masih berada dibawah nilai baku mutu yang ditetapkan oleh WHO yaitu 55 µg/m3. Meskipun kadar PM2,5 masih dalam batas aman, namun sudah mengindikasikan udara telah mengalami pencemaran oleh PM2,5, yang dapat berdampak pada lingkungan. Sehingga diharapkan perlunya pengelolaan kualitas udara yang lebih ketat di sekitar PLTU, seperti penerapan sistem filtrasi emisi yang lebih efektif, peningkatan pengawasan lingkungan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi dampak polusi udara. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan dilakukan kajian lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang melalui analisis risiko kesehatan terhadap masyarakat sekitar PLTU Nii Tanasa.
Analisis Dampak Merokok terhadap Kekuatan dan Kesehatan Tulang: Studi Literatur Kusnandar, Hasna Sari; Hafiza Anindita Divia Cita; Alya Sukmawati Putri; Tionar Marchalina D. Simarmata; Rahma Naila Maheswari; Popi Sopiah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan dan kekuatan tulang berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 7 publikasi ilmiah nasional dan internasional melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Semantic yang terbit pada periode 2015-2025. Seleksi literatur dilakukan melalui pemeriksaan judul, pengecekan duplikasi, serta peninjauan abstrak yang kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi yang relevan. Artikel yang diulas membahas mengenai hubungan merokok dengan metabolisme tulang, Bone Mineral Density (BMD), osteoporosis, dan fraktur. Proses pemilihan artikel mengikuti alur PRISMA hingga diperoleh literatur yang layak dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan merokok berhubungan dengan perubahan pada mekanisme biologis yang berperan dalam menjaga kualitas struktur tulang. Literatur yang dianalisis menggambarkan adanya kecenderungan gangguan pada proses pembentukan dan pemeliharaan tulang, serta perubahan faktor-faktor fisiologis yang berkaitan dengan kerentanan terhadap masalah kesehatan tulang. Beberapa studi menyoroti adanya perbedaan respons pada kelompok tertentu yang terpapar kebiasaan merokok jangka panjang.
Efek Terapi Jangka Pendek Dry Needling vs Kinesio Taping pada Sindrom Nyeri Miofasial Otot Upper Trapezius : Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis dari Uji Klinis Terkontrol Acak Setiawan Dwi Prabandanu; Delta Iswara; Anggita Dian Karera; Dyah Ati Sayuka; Prasetyo Tri Kuncoro
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1306

Abstract

Sindrom nyeri miofasial merupakan salah satu penyebab tersering nyeri muskuloskeletal, terutama pada otot postural seperti upper trapezius. Dua modalitas terapi yang banyak digunakan adalah dry needling dan kinesio taping, namun bukti perbandingan efektivitasnya masih terbatas. Studi ini bertujuan membandingkan efektivitas terapi jangka pendek dry needling dan kinesio taping pada upper trapezius MPS melalui tiga parameter yaitu visual analog scale (VAS), pressure pain threshold (PPT), dan neck disability index (NDI). Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas keduanya dalam jangka pendek. Studi dilakukan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian studi RCT dilakukan melalui database Pubmed, Google Scholar, Cochrane, Scopus, dan Epistemonikos, serta dibatasi dalam 10 tahun terakhir. Setiap studi dinilai kelayakannya menggunakan ROB-2. Random-effect model digunakan untuk menghitung standardized mean differences (SMDs) dengan 95% confidence intervals (CIs) dan dianalisis menggunakan RevMan 5.4.1. Dari 66 studi, terdapat 8 studi RCT yang di inklusi dalam studi ini. Hasil pooled analysis menunjukkan dry needling memberikan tren penurunan nyeri dalam terapi jangka pendek dibandingkan kinesio taping pada upper trapezius MPS meskipun tidak signifikan secara statistik, baik pada VAS (SMD = −0.11; 95% CI: −0.34 hingga 0.12; p = 0.36), PPT (SMD = 0,03; 95% CI: −0,24 hingga 0,3), dan NDI (SMD = −0,27; 95% CI:0,74 hingga 0,2). Dalam jangka pendek (4–12 minggu), tidak terdapat perbedaan signifikan antara dry needling dan kinesio taping terhadap VAS, PPT, dan NDI pada pasien dengan sindrom nyeri miofasial otot upper trapezius. Keduanya merupakan pilihan terapi non-farmakologis yang efektif, namun diperlukan uji klinis lanjutan dengan metodologi lebih   kuat dan tindak lanjut jangka panjang.
Perbaikan Perfusi setelah Pemasangan Stent Arteri pada Vaskulitis Akibat Penyakit Autoimun yang Diduga Sjögren Mada Ilham Bawono Mada Ilham Bawono; Arif Prasetyo Utomo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1340

Abstract

Penyakit Sjögren (SS) merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan komplikasi vaskular serius, termasuk vaskulitis. Meskipun kondisi ini relatif jarang dilaporkan, terutama pada kasus dengan manifestasi vaskular tanpa gejala glandular khas, terapi konvensional seperti imunoterapi dan revaskularisasi medis sering kali tidak memberikan perbaikan signifikan. Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan perbaikan perfusi perifer setelah pemasangan stent arteri pada pasien dengan vaskulitis yang diduga akibat penyakit Sjögren. Seorang pria berusia 42 tahun datang dengan keluhan nyeri pada kaki kiri bagian distal yang berlangsung lebih dari satu tahun. Pemeriksaan angiografi menunjukkan stenosis arteri akibat vaskulitis, dan hasil laboratorium menunjukkan antibodi antinuklear positif dengan temuan serologis mendukung diagnosis Sjögren. Meskipun terapi imunosupresif dan revaskularisasi medis telah diberikan, gejala tetap bertahan, dan akhirnya dilakukan pemasangan stent arteri. Setelah prosedur, terjadi peningkatan aliran darah perifer dan perbaikan gejala nyeri, meskipun masih terdapat sedikit penyempitan pada segmen distal. Kasus ini menunjukkan bahwa stenting arteri bisa menjadi terapi tambahan bagi vaskulitis akibat Sjögren yang tidak merespon terapi konvensional. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan tindak lanjut jangka panjang diperlukan untuk menilai efektivitas dan keamanan prosedur ini.
Hubungan Tugas Kesehatan Keluarga Dengan Tingkat Kemandirian Dalam Aktivitas Sehari-hari Pada Lansia Penderita Hipertensi Alya rahmawati; Dewi Dolifah; Delli Yuliana Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1394

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan dapat menyebabkan penurunan fungsi fisik sehingga berdampak pada kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penurunan kemampuan tersebut dapat meningkatkan ketergantungan lansia terhadap keluarga, sehingga pelaksanaan tugas kesehatan keluarga menjadi faktor penting dalam mempertahankan kemandirian lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tugas kesehatan keluarga dengan tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari (Activities of Daily Living/ADL) pada lansia penderita hipertensi di Desa Licin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 62 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tugas kesehatan keluarga dan instrumen Barthel Index untuk menilai tingkat kemandirian lansia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga melaksanakan tugas kesehatan keluarga dengan kategori baik (77,4%), sedangkan tingkat kemandirian lansia didominasi oleh kategori ketergantungan ringan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tugas kesehatan keluarga dengan tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari pada lansia penderita hipertensi (p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan tugas kesehatan keluarga berhubungan dengan tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari pada lansia penderita hipertensi. Implikasi penelitian bagi keperawatan adalah pentingnya penguatan peran perawat komunitas dan perawat keluarga dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta pemberdayaan keluarga untuk mendukung kemandirian lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. 
Hubungan Kebisingan Dengan Stress Kerja Pada Tenaga Kerja Bagian Produksi di PT. Perkebunan Nusantara IV Adolina Nadila Chairani; Nurhayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1398

Abstract

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di Indonesia prevalensi gangguan atau penurunan fungsi pendengaran akibat paparan kebisingan diperkirakan mencapai 4,2%. Di negara maju, kebisingan merupakan salah satu masalah utama dalam kesehatan kerja, dengan sekitar 14% tenaga kerja di sektor industri terpapar kebisingan lebih dari 90 dBA. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur intensitas kebisingan dan tingkat stres kerja serta menganalisis hubungan antara kebisingan dengan stres kerja pada tenaga kerja bagian produksi di PT Perkebunan Nusantara IV Adolina. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata paparan kebisingan selama 8 jam kerja memiliki nilai maksimum sebesar 73,76 dBA, yang masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan kerja sebesar 85 dBA. Meskipun demikian, paparan kebisingan pada tingkat tersebut tetap berpotensi menimbulkan gangguan psikologis, seperti penurunan kenyamanan, gangguan konsentrasi, dan peningkatan beban mental, yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap timbulnya stres kerja. Rata-rata skor stres kerja responden sebesar 12,64 dengan standar deviasi 7,065 menunjukkan adanya variasi tingkat stres, mulai dari ringan hingga berat. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebisingan dengan stres kerja pada tenaga kerja bagian produksi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebisingan berhubungan dengan stres kerja, meskipun intensitas kebisingan yang terukur masih berada di bawah NAB.