cover
Contact Name
Noviati
Contact Email
noviati.novy@gmail.com
Phone
+6287866159980
Journal Mail Official
noviati.novy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No G-37
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28093151     DOI : DOI : https://doi.org/10.54883/jikmw
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) universitas Mandala Waluya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) terbit setiap 6 Bulan yaitu Juni dan Desember. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) merupakan Open Journal System yang yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik dalam bidang Kesehatan. Bidang kajian ilmu yang masuk dalam ruang lingkup yaitu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Teknologi Elektro Medis, Psikologi
Articles 150 Documents
Asuhan Keperawatan Gerontik pada Ny. A Dengan Penerapan Terapi Refleksi Pijat Kaki untuk Menurunkan Tekanan Darah Rauzahtul Ulfa; Iskandar; Miftahul Rauzah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1616

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal atau lebih dari 120/80 mmHg. Salah satu intervensi non farmakologi untuk mengatasi hipertensi yaitu refleksi pijat kaki yang efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Refleksi pijat kaki merupakan terapi memijat di titik refleksi di kaki yang dilakukan dengan mengusap pelan dan teratur untuk meningkatkan relaksasi. Tindakan terapi ini aman dilakukan bagi pasien karena bukan tindakan invasif dan mudah dilakukan oleh perawat. Tujuan studi kasus penelitian ini yaitu melaksanakan asuhan keperawatan gerontik pada Ny. A dengan penerapan terapi refleksi pijat kaki untuk menurunkan tekanan darah. Jenis penelitian ini yaitu metode studi kasus pada satu subjek yaitu Ny. A usia 70 tahun pasien hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 September s/d 4 Oktober 2025 di Desa Lambunot Tanoh Kecamatan Kutabaro Kabupaten Aceh Besar. Asuhan keperawatan yang diberikan yaitu terapi refleksi pijat kaki untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan durasi waktu yaitu 30 menit selama 5 hari berturut-turut. Pemantauan evaluasi asuhan keperawatan dilakukan sebelum dan sesudah terapi refleksi pijat kaki terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan keperawatan gerontik pada Ny. A pasien hipertensi dengan penerapan terapi refleksi pijat kaki didapatkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan yaitu sebelum diberikan terapi pada hari pertama sebesar 160/105 mmHg dan sesudah diberikan terapi pada hari kedua 148/90 mmHg, hari ketiga 140/80 mmHg, hari keempat 138/80 mmHg serta hari kelima sebesar 127/84 mmHg. Kesimpulan penelitian yaitu asuhan keperawatan gerontik pada Ny. A dengan penerapan terapi refleksi pijat efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Lansia Dengan Terapi Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Tekanan Darah Asyura Nuzula; Dewi Sartika; Desrina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1642

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg yang umumnya disebabkan oleh kekakuan pembuluh darah akibat proses penuaan. Semakin bertambah umur maka semakin berkurang fungsi-fungsi organ tubuh serta mengalami perubahan fisik meliputi perubahan dari tingkat sel sampai ke semua sistem organ tubuh salah satunya yaitu peningkatan tekanan darah sehingga menimbulkan hipertensi. Salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan pada pasien hipertensi yaitu relaksasi otot progresif yaitu suatu teknik relaksasi menggunakan serangkaian gerakan tubuh untuk melemaskan dan memberi efek nyaman pada seluruh tubuh.  Tujuan studi kasus penelitian ini yaitu melaksanakan asuhan keperawatan pada lansia dengan terapi relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah. Jenis penelitian ini yaitu metode studi kasus pada satu subjek yaitu Ny. M pasien hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 s/d 8 Oktober 2025 di Desa Lamteube Geupula Kecamatan Kutabaro Kabupaten Aceh Besar. Asuhan keperawatan terapi relaksasi otot progresif diberikan selama 7 hari, frekuensi sebanyak 1 kali sehari pada waktu pagi hari dengan durasi waktu selama 30 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan sphygmomanometer digital yang diukur pada lengan tubuh pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan tekanan darah yaitu sebelum diberikan terapi pada hari pertama 170/100 mmHg dan sesudah diberikan terapi pada hari ketujuh yaitu 140/90 mmHg. Kesimpulan penelitian yaitu asuhan keperawatan pada lansia dengan terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tekanan darah.
Pemetaan Bukti Ilmiah Edukasi Gizi dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil : Scoping Review Ridha Annisa Hakim; Maryam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1656

Abstract

Anemia kehamilan merupakan masalah kesehatan maternal global yang berdampak signifikan terhadap morbiditas serta mortalitas ibu dan anak. Edukasi gizi dipandang sebagai salah satu modalitas intervensi non-klinis strategis untuk memitigasi risiko tersebut. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai fokus, modalitas, dan karakteristik intervensi edukasi gizi bagi ibu hamil dan wanita prakonsepsi dalam konteks pencegahan serta manajemen anemia di negara berkembang. Tinjauan ini menerapkan kerangka kerja Arksey dan O'Malley serta pedoman PRISMA-ScR. Penelusuran artikel primer publikasi 2021–2026 dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Springer Nature Link. Karakteristik studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Tujuh artikel terpilih mencakup variasi jenis studi kuantitatif (cross-sectional, case-control, RCT), kualitatif, dan mixed methods. Studi-studi tersebut dilaksanakan di beberapa negara berkembang meliputi Arab Saudi, Etiopia, Nepal, Lebanon, dan Kenya. Sintesis data mengidentifikasi tiga bentuk intervensi edukasi gizi utama: (1) penyuluhan kesehatan individu maupun kelompok oleh tenaga kesehatan atau multidisiplin, (2) edukasi berbasis pelibatan komunitas dan keluarga, serta (3) pemanfaatan media edukatif seperti instrumen berbasis gambar dan platform digital (Health). Intervensi edukasi gizi melalui diversifikasi media, optimalisasi pangan lokal, penyuluhan interprofesional, serta penguatan dukungan sosiokultural keluarga berpotensi mendukung peningkatan kepatuhan suplementasi besi dan perbaikan status hemoglobin ibu hamil. Pendekatan kolaboratif yang integratif menjadi strategi krusial dalam memperkuat asuhan kebidanan di fasilitas kesehatan primer.
Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Terapi Pijat Kaki Terhadap Intensitas Nyeri Post Histerektomi Indikasi Mioma Uteri Ega Febriola; Syarifah Masthura; Riyan Mulfianda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1668

Abstract

Mioma uteri merupakan tumor jinak yang tumbuh pada otot rahim (uterus) atau dikenal sebagai fibroid. Penanganan penyakit ini dimulai dengan observasi jika tidak bergejala, penggunaan obat-obatan hingga prosedur operatif seperti histerektomi. Histerektomi adalah prosedur operasi pengangkatan rahim baik sebagian atau seluruhnya untuk mengatasi kondisi medis seperti mioma uteri. Umumnya setelah tindakan ini pasien merasakan nyeri ringan hingga berat pada sayatan perut, panggul atau punggung. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan skala nyeri yaitu memberikan terapi pijat kaki (foot massage) yang terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri setelah histerektomia. Tujuan penelitian studi kasus ini yaitu untuk melaksanakan asuhan keperawatan terapi pijat kaki terhadap intensitas nyeri post histerektomi indikasi mioma uteri. Jenis penelitian ini yaitu studi kasus pada satu subjek Ny. S pasien post histerektomi indikasi mioma uteri. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 5 s/d 8 Maret 2025 di ruang Arafah 3 Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Pemerintah Aceh. Instrumen penelitian yaitu lembar pengkajian menggunakan skala ukur nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Asuhan keperawatan terapi pijat kaki diberikan selama 4 hari, sebanyak 2 kali sehari pada waktu pagi dan siang dengan durasi waktu selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan keperawatan  pada Ny. S pasien post histerektomi indikasi mioma uteri sebelum terapi pijat kaki didapatkan skala nyeri yaitu 6 dan setelah terapi pijat kaki pada hari ke empat didapatkan skala nyeri yaitu 2. Kesimpulan penelitian yaitu asuhan keperawatan terapi pijat kaki dapat untuk menurunkan intensitas nyeri post histerektomi indikasi mioma uteri. Selain itu, penurunan nyeri juga dikarenakan adanya terapi farmakologis yaitu ketorolac.
Asuhan Keperawatan Komunitas pada Lansia Dengan Penerapan Kompres Hangat Air Serai Untuk Menurunkan Nyeri Asam Urat Wilda Lidayani; Angga Satria Pratama; Rita Zahara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1676

Abstract

Asam urat merupakan salah satu jenis rematik yang terjadi akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah yang kemudian membentuk kristal monosodium urat dalam sendi. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat secara tiba-tiba pada area persendian. Selain nyeri, penderita juga mengalami pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas pada sendi sehingga menyebabkan keterbatasan gerak dan kesulitan beraktivitas. Salah satu pencegahan yang dilakukan untuk menurunkan rasa nyeri tersebut yaitu terapi non farmakologis seperti kompres hangat air serai. Serai (Cymbopogon citratus) memiliki efek anti inflamasi dan analgesik sehingga dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada persendian. Tujuan penelitian yaitu untuk melaksanakan asuhan keperawatan komunitas pada lansia dengan penerapan kompres hangat air serai untuk menurunkan nyeri asam urat. Jenis penelitian ini yaitu studi kasus pada empat subjek lansia yaitu Ny. F, Ny. Y, Ny. J dan Ny. R penderita asam urat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 s/d 14 Februari 2025 di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Asuhan keperawatan komunitas lansia yang diberikan yaitu penerapan kompres hangat air serai sehari sekali dengan durasi waktu 10-15 menit serta frekuensi pemberian sebanyak 5 kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan keperawatan komunitas pada lansia pada Ny. F, Ny. Y, Ny. J dan Ny. R penderita asam urat sebelum sebelum kompres hangat air serai didapatkan skala nyeri yaitu 6 dan setelah kompres hangat air serai pada hari kelima didapatkan skala nyeri yaitu 3. Kesimpulan penelitian yaitu asuhan keperawatan komunitas pada lansia dengan penerapan kompres hangat air serai efektif untuk menurunkan nyeri asam urat.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian GERD Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Peni Perniati; Dewi Dolifah; Delli Yuliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1681

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan kronis yang banyak dialami mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi tekanan akademik tinggi dan perubahan gaya hidup. Pola makan yang buruk dan rendah kualitas diduga menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya GERD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan kejadian GERD pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Healthy Eating Index (HEI) dan kuesioner GERD-Q. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (73,2%), dan (34,1%) mengalami GERD. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian GERD (p = 0,003; Cramer's V = 0,380), di mana kejadian GERD lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan pola makan buruk. Dapat disimpulkan bahwa pola makan berperan penting terhadap kejadian GERD pada mahasiswa tingkat akhir.
Hubungan Kelengkapan Fasilitas Sanitasi dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Pengunjung Pasar AnduonohuKota Kendari Siti Rabbani Karimuna; Ni Ketut Susilawati; Nurghany; Tiara Wirdadinaka; Zhafira Syarlianti Azzahra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1683

Abstract

Ketersediaan fasilitas sanitasi yang memadai merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat, terutama kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) di lingkungan pasar tradisional. Pasar Anduonohu Kota Kendari sebagai lokasi dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi memiliki potensi terjadinya penyebaran penyakit berbasis lingkungan apabila kondisi sanitasi dan perilaku kebersihan pengunjung masih kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan fasilitas sanitasi dengan perilaku CTPS pada pengunjung Pasar Anduonohu Kota Kendari. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta observasi langsung terhadap kondisi fasilitas sanitasi pasar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kelengkapan fasilitas sanitasi dengan perilaku CTPS pada pengunjung Pasar Anduonohu Kota Kendari dengan nilai p-value sebesar 0,011 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pasar.
Case Report: Penerapan Modern Wound Dressing Dengan Adjuvant Infrared Dan Ozone Therapy Pada Pasien Ulkus Diabetikum Hasbinoer Ibnu Azhari; Rafika Rosyda; Popi Sopiah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1706

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi serius dari diabetes melitus tipe 2 yang memerlukan perawatan luka modern yang tepat untuk mencegah risiko infeksi, amputasi, hingga kematian. Terapi adjuvan seperti infrared dan ozon berpotensi diintegrasikan untuk mengoptimalkan proses penyembuhan jaringan. Kasus ini melibatkan seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi ulkus diabetikum grade 4 berdasarkan Skala Wagner. Instrumen evaluasi yang digunakan untuk memantau perkembangan luka meliputi WINNERS Scale dan indikator Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Pasien mendapatkan intervensi berupa penerapan modern wound dressing yang dikombinasikan dengan terapi adjuvan infrared dan ozone therapy. Perawatan luka ini dilakukan selama 8 kali kunjungan dalam kurun waktu 3 minggu di Homecare Fazza Care Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perkembangan positif yang dibuktikan dengan penurunan total skor WINNERS Scale dari 35 menjadi 29. Perbaikan kondisi luka teramati pada komponen tepi luka, penurunan jumlah eksudat, serta peningkatan kualitas jaringan granulasi. Namun, ukuran luka, kedalaman, dan proses epitelisasi belum menunjukkan banyak perubahan. Penerapan modern wound dressing dengan adjuvan infrared dan ozone therapy berasosiasi dengan perbaikan sebagian indikator luka. Meskipun demikian, proses penyembuhan total masih terhambat oleh faktor internal pasien, yaitu hiperglikemia persisten, faktor usia lanjut, nilai ankle brachial index (ABI) yang tinggi akibat kalsifikasi arteri, kurangnya asupan nutrisi protein, serta keterbatasan mobilisasi.
Hubungan Persepsi dan Self-efficacy dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Kenali Besar Kota Jambi Via Arelia Ramadhani; Yusnilawati; Yuliana; Rina Oktaria; Luri Mekeama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1717

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi ancaman kesehatan global dengan tren peningkatan kasus yang terus meluas. Upaya pencegahan secara mandiri sangat penting dilakukan oleh masyarakat untuk menekan populasi vektor nyamuk dan memutus rantai penularan di lingkungan. Namun, belum optimalnya tindakan pencegahan ini sering kali dipicu oleh kurang tepatnya persepsi serta rendahnya tingkat keyakinan diri di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi dan Self-efficacy dengan perilaku pencegahan DBD di Kelurahan Kenali Besar, Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 110 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara persepsi dengan perilaku pencegahan (p<0,001; r=0,626) serta self-efficacy dengan perilaku pencegahan (p<0,001; r=0,671). Persepsi yang baik dan tingkat Self-efficacy yang tinggi terbukti menjadi faktor psikologis penting yang mendorong optimalnya perilaku masyarakat dalam melakukan tindakan pencegahan DBD.
Pola Asuh Orang Tua Sebagai Faktor Risiko Kejadian Obesitas Pada Siswa Di SMAN 2 Kendari: Studi Kasus-Kontrol Sitti Masriwati; Dedi Krismiadi; Heltty; Rifka Aziza
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1718

Abstract

Obesitas pada remaja atau masa sekolah merupakan masalah kesehatan global yang jumlah kejadiannya terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif di masa mendatang. Salah satu faktor penting dalam pencegahan obesitas adalah peran orang tua, yang mencakup pengaturan pola makan serta pembentukan kebiasaan hidup sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor risiko pola asuh orang tua dengan kejadian obesitas pada siswa di SMAN 2 Kendari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan desain kasus-kontrol (case-control study). Kasus adalah siswa dengan obesitas, kontrol adalah siswa tanpa obesitas. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 537 orang. Perhitungan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan didapatkan sebanyak 44 responden. Sehingga dalam penelitian ini melibatkan 44 responden yang akan dilibatkan menjadi sampel kasus dan sebanyak 44 responden yang dilibatkan menjadi sampel kontrol. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportional Sampling. rancangan penelitian ini adalah case control study maka dilakukan perhitungan Odds Ratio (OR) Dengan mengetahui besarnya OR, dapat di estimasi besarnya risiko dan faktor. Angka Confidence Interval (CI) = 95%. Bila OR : > 1 berarti variabel independen merupakan faktor risiko obesitas, bila OR: < 1 merupakan faktor risiko kejadian obesitas dan bila OR : 1 berarti variabel independen bukan merupakan faktor risiko obesitas. Hasil dari penelitian ini bahwa pada pola asuh demokratis didapatkan hasil uji statistik nilai Odds Ratio (OR) 2,522 dengan demikian OR > 1 sehingga pola asuh demokratis merupakan faktor risiko kejadian obesitas pada siswa SMAN 2 Kendari. Sedangkan pada pola asuh otoriter didapatkan hasil uji statistik nilai Odds Ratio (OR) 2,100 dengan demikian OR > 1 sehingga pola asuh otoriter merupakan faktor risiko kejadian obesitas pada siswa SMAN 2 Kendari. Sedangkan pada pola asuh permisif diperoleh nilai Odds Ratio (OR) 2,544 dengan demikian OR > 1 sehingga pola asuh permisif merupakan faktor risiko pola asuh permisif orang tua dengan kejadian obesitas pada siswa SMAN 2 Kendari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua gaya pola asuh orang tua menyebabkan resiko terjadinya obesitas. orang tua dapat lebih meningkatkan peran dan perhatian dalam membentuk pola hidup sehat pada anak terutama dalam pengaturan pola makan untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak.