cover
Contact Name
Noviati
Contact Email
noviati.novy@gmail.com
Phone
+6287866159980
Journal Mail Official
noviati.novy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No G-37
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28093151     DOI : DOI : https://doi.org/10.54883/jikmw
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) universitas Mandala Waluya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) terbit setiap 6 Bulan yaitu Juni dan Desember. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya (JIKMW) merupakan Open Journal System yang yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik dalam bidang Kesehatan. Bidang kajian ilmu yang masuk dalam ruang lingkup yaitu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Teknologi Elektro Medis, Psikologi
Articles 150 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Siswa/I SD Insan Ikhlas Islamic School Terhadap Bencana Gempa Bumi Melalui Kegiatan Edukasi dan Simulasi Susilawati; Tri Dela Puspita; Widia Lestari; Delina Yanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar setelah pemberian edukasi dan simulasi bencana gempa bumi. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest yang melibatkan 31 siswa kelas V SD Insan Ikhlas Islamic School. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kesiapsiagaan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 9,35 menjadi 9,52, namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p = 0,415). Skor rata-rata kesiapsiagaan juga meningkat dari 25,06 menjadi 25,77, dengan proporsi siswa yang memiliki kesiapsiagaan tinggi meningkat dari 22,6% menjadi 48,4%, tetapi perbedaannya juga belum signifikan secara statistik (p = 0,057). Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan setelah pemberian edukasi dan simulasi gempa bumi, meskipun perubahan tersebut belum mencapai signifikansi statistik. Oleh karena itu, edukasi dan simulasi bencana perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan berulang untuk mengoptimalkan peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar.
Dampak Aktivitas Pertambangan terhadap Karakteristik Lingkungan dan Sosial Wilayah Pesisir Mohammad Asfan; Vivi Avriliyani; Samsia; Dwi Yani; Arifatur Rahmania; Muhammad Habil Ahmad; Noviati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1473

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan strategis yang memiliki karakteristik fisik, ekologis, dan sosial ekonomi yang saling berinteraksi serta rentan terhadap tekanan aktivitas pertambangan. Kegiatan pertambangan, seperti penambangan pasir, emas, dan nikel, memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis karakteristik wilayah pesisir serta dampak aktivitas pertambangan berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi pedoman PRISMA. Artikel dipilih melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 10 artikel ilmiah yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa dampak dominan aktivitas pertambangan meliputi penurunan kualitas perairan, perubahan morfologi pantai dan abrasi, degradasi ekosistem pesisir, serta penurunan produktivitas perikanan. Selain itu, aktivitas pertambangan memicu konflik pemanfaatan ruang, marginalisasi nelayan, dan perubahan struktur sosial ekonomi masyarakat pesisir. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan pertambangan di wilayah pesisir perlu dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan partisipatif melalui penguatan kebijakan, pengawasan lingkungan, serta pelibatan masyarakat guna menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Integrasi Mitigasi Struktural Dan Nonstruktural Untuk Pengurangan Risiko Bencana Di Indonesia : Systematic Literature Review Lira Frisky; Noviati; Dewi Sari Pratiwi; Nawawi; Sry Wahyu Ningsi; Soliha Rahma Dina; Nova Dwi Asri; Reski Nur Amaliyah; Samsidar; Ashmi Septika Jaya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1474

Abstract

Indonesia menghadapi risiko bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, dan iklim yang dinamis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep, bentuk penerapan, dan integrasi mitigasi struktural dan nonstruktural dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada Google Scholar, EBSCO, PubMed, SpringerLink, dan portal jurnal terbuka untuk publikasi tahun 2019–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi berupa penelitian yang membahas mitigasi bencana, tersedia dalam teks lengkap, dan diterbitkan pada jurnal ilmiah. Setelah proses penyaringan dan seleksi, diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis menggunakan simplified approach, yaitu sintesis tematik melalui pengelompokan dan perbandingan hasil penelitian. Hasil menunjukkan bahwa integrasi mitigasi struktural, seperti tanggul dan shelter, dengan mitigasi non struktural, seperti edukasi, sistem peringatan dini, dan penguatan kelembagaan masyarakat, merupakan pendekatan yang paling efektif dalam meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Namun, implementasinya masih terkendala kesenjangan regulasi, keterbatasan anggaran, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola kolaboratif, modernisasi sistem peringatan dini, dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendukung pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan
Identifikasi Kebencanaan Pesisir Akibat Aktivitas Pertambangan Pasir Laut Mila s. Yage; Wulandary; Iwanti; Tyara Pat; Vivi Asliyah; Fichemalasari; Emylia Putri; Noviati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1475

Abstract

Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan mengidentifikasi karakteristik kebencanaan pesisir akibat aktivitas pertambangan di Indonesia. Proses seleksi literatur menggunakan pendekatan PRISMA dengan kriteria inklusi berupa artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2014–2024, membahas kebencanaan pesisir dan aktivitas pertambangan di Indonesia, tersedia dalam teks lengkap, serta melalui proses peer-review. Sementara itu, kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak relevan dengan topik, publikasi duplikat, dan artikel yang tidak menyediakan data yang memadai. Hasil seleksi menghasilkan 9 artikel yang memenuhi kriteria. Analisis menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan, khususnya pertambangan pasir laut, berkontribusi terhadap peningkatan abrasi dan erosi pantai, perubahan morfologi pesisir, kerusakan ekosistem pesisir, serta meningkatkan kerentanan wilayah terhadap banjir rob dan intrusi air laut. Tingkat kerentanan juga dipengaruhi oleh faktor alam, kondisi sosial-ekonomi, dan kapasitas adaptasi masyarakat. Mitigasi bencana yang efektif memerlukan pendekatan terpadu melalui mitigasi struktural dan nonstruktural, penegakan regulasi pertambangan, pengelolaan wilayah pesisir berbasis risiko, serta partisipasi aktif masyarakat. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi perumusan kebijakan pengurangan risiko bencana pesisir yang berkelanjutan.
Tinjauan Sistem Tanggap Darurat Bencana Di Wilayah Pesisir Yang Dipengaruhi Aktivitas Pertambangan Noviati; Titi Saparina L; Abdul Rahim Sya`ban; Julya Darma Putri; Sahlianti Ramadani; Hilda; Rispan; Yaya Oda Apriani; Waode Nurlaila; Waode Ferawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1476

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan yang rentan terhadap bencana alam, terutama ketika dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan yang meningkatkan kerentanan lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis temuan ilmiah mengenai tanggap darurat bencana pesisir dan peran pertambangan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran literatur dilakukan pada berbagai basis data ilmiah berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh 10 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas tanggap darurat dipengaruhi oleh penerapan sistem peringatan dini (early warning system), kesiapsiagaan masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta rehabilitasi ekosistem pesisir. Namun, lemahnya implementasi regulasi pertambangan dan rendahnya kapasitas kelembagaan masih menjadi kendala utama dalam pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, penguatan sistem tanggap darurat yang terintegrasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap bencana.
Dinamika Bencana Pesisir dan Peran Pertambangan dalam Tanggap Darurat di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis Dewi Wulan Aprilia; Marlinang; Wa Ode Nurhayati; Muthmainnah Pratiwi; Laode Irfan Sarudin; Dwi Amalia R. Mekuo; Noviati; La Ode Ardiansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1477

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan yang rentan terhadap bencana alam, terutama ketika dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan yang meningkatkan kerentanan lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis temuan ilmiah mengenai tanggap darurat bencana pesisir dan peran pertambangan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran literatur dilakukan pada berbagai basis data ilmiah berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh 10 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas tanggap darurat dipengaruhi oleh penerapan sistem peringatan dini (early warning system), kesiapsiagaan masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta rehabilitasi ekosistem pesisir. Namun, lemahnya implementasi regulasi pertambangan dan rendahnya kapasitas kelembagaan masih menjadi kendala utama dalam pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, penguatan sistem tanggap darurat yang terintegrasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap bencana.
Peran Stakeholder dalam Manajemen Bencana Pesisir dan Pertambangan: Literature Review Apriansyah; Putri Munako; Nur Awalia Az'zahra; Armayani; Mimi Yati; Noviati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1484

Abstract

Manajemen bencana pesisir dan pertambangan merupakan isu strategis yang memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), mengingat tingginya tingkat kerentanan wilayah pesisir terhadap bencana alam maupun bencana yang dipicu oleh aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis peran pemerintah, industri, dan masyarakat dalam manajemen bencana pesisir dan pertambangan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian disusun berdasarkan prinsip PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dengan proses seleksi literatur yang meliputi tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Pencarian literatur dilakukan pada basis data ilmiah yang kredibel dan menghasilkan 12 artikel yang relevan untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah berperan sebagai aktor utama dalam perumusan kebijakan, koordinasi kelembagaan, dan pengawasan, industri memiliki peran ganda sebagai sumber risiko sekaligus mitra potensial dalam mitigasi bencana melalui tanggung jawab sosial dan kolaborasi lintas sektor, sementara masyarakat berperan penting dalam kesiapsiagaan, respons awal, dan adaptasi berbasis lokal. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas manajemen bencana pesisir dan pertambangan sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi antar stakeholder dalam suatu kerangka tata kelola yang integratif dan berkelanjutan.
Asuhan Keperawatan pada An. AA Dengan Pneumonia Berat: Pemberian Tindakan Suction Rahmatul Fadhilah; Muhammad Iqbal S; Nanda Desreza
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1579

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru manusia dan sering terjadi pada bayi, anak-anak hingga orang dewasa. Penyakit ini dapat membuat pasien sesak napas dikarenakan adanya secret dan lendir  pada tenggorokan sehingga menghambat saluran pernapasan. Salah satu tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah ini yaitu melakukan tindakan suction yang merupakan prosedur penghisapan untuk membersihkan saluran pernapasan dari secret, lendir, dahak atau cairan berlebih. Hal ini dilakukan menggunakan alat penghisap khusus (suction pump) dan selang kateter steril. Suction dapat mencegah obstruksi, memperbaiki oksigenasi dan mengurangi risiko Ventilator-Associated Pneumonia (VAP). Tujuan studi kasus ini yaitu untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada An. AA dengan pasien pneumonia berat pemberian tindakan suction. Jenis penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada satu subjek yaitu An. AA pasien pneumonia berat. Pelaksanaan studi kasus ini dilakukan pada ruang PICU Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Provinsi Aceh pada tanggal 3 s/d 9 Maret 2025. Asuhan keperawatan yang diberikan yaitu tindakan suction dengan durasi waktu yaitu 10-15 detik selama 7 hari perawatan. Instrumen penelitian yaitu lembar pengkajian fisik. Pemantauan evaluasi yang dilakukan yaitu setelah tindakan suction terhadap manajemen jalan napas pada pasien pneumonia berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan keperawatan pada An. AA dengan tindakan suction didapatkan adanya perbaikan jalan napas pada pasien pneumonia berat.  Kesimpulan penelitian ini yaitu asuhan keperawatan pada An. AA dengan pneumonia berat yaitu pemberian tindakan suction dapat membantu mempertahankan kepatenan jalan napas.
Efektivitas PROMAMA (Akupresur, Moksibusi, Aromaterapi) terhadap Hemoglobin, Berat Badan dan Kecemasan Ibu Hamil Trimester 1 Wiqodatul Ummah; Woro Tri Utami; Ristamaya Danar Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1594

Abstract

Mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan dapat berdampak pada penurunan status gizi dan peningkatan kecemasan ibu hamil. Intervensi non farmakologis seperti akupresur, moksibusi, dan aromaterapi (PROMAMA) berpotensi menjadi alternatif dalam mengatasi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi PROMAMA terhadap kadar hemoglobin, berat badan, dan tingkat kecemasan ibu hamil trimester pertama. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 60 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30) menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test/Wilcoxon dan independent t-test/Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kadar hemoglobin (p=0,001) dan berat badan (p=0,002), serta penurunan signifikan tingkat kecemasan (p=0,000) pada kelompok intervensi. Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna pada seluruh variabel (p<0,05). Disimpulkan bahwa intervensi PROMAMA efektif dalam meningkatkan kondisi fisiologis dan psikologis ibu hamil trimester pertama. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi non farmakologis dalam pelayanan antenatal.
Pengaruh Faktor Sosiodemografi Keluarga terhadap Status Gizi Anak Balita Ima Candra Kusuma; Lusiana Ambarsari; Amrina Nur Rohmah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1595

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor sosiodemografi keluarga, seperti tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ayah, dan pendapatan keluarga, berperan dalam menentukan status gizi balita. Identifikasi faktor-faktor tersebut diperlukan sebagai dasar penyusunan program intervensi gizi yang tepat sasaran. Menganalisis hubungan faktor sosiodemografi keluarga dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Ngawen. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Candirejo wilayah kerja Puskesmas Ngawen pada November–Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–59 bulan sebanyak 62 balita dengan teknik total sampling. Data faktor sosiodemografi dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi diukur berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U) mengacu pada standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (58,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia balita (p-value 0,397) dan jenis kelamin (p-value 0,204) dengan status gizi. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu (p-value 0,001), pekerjaan ayah (p-value <0,001), dan pendapatan keluarga (p-value <0,001) dengan status gizi balita. Tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ayah, dan pendapatan keluarga berhubungan dengan status gizi balita, sedangkan usia dan jenis kelamin balita tidak berhubungan. Peningkatan status gizi balita memerlukan dukungan edukasi gizi bagi orang tua serta penguatan kondisi ekonomi keluarga.