cover
Contact Name
Frits Rupilele
Contact Email
fritsrupilele@gmail.com
Phone
+6285243351957
Journal Mail Official
fritsrupilele@gmail.com
Editorial Address
Universitas Victory Sorong Jl. Basuki Rahmat Km.11,5 Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 26548356     EISSN : 26551799     DOI : 10.34124/jpkm
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang mencakup kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS, maka jurnal ini ditujukan untuk mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mencakup konsep, model dan implementasinya sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 84 Documents
PEMANFATAN MEDIA SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN BISNIS DI ERA DIGITAL PADA SISWA-SISWI SMA PAPUA KOTA SORONG Lahallo, Fensca Fenolisa; Muskita, Susana M. W.; Metanfanuan, Tia; Ferdinandus, Arce Y.; Rupilele, Frits Gerit John; Pakpahan, Ratna R.; Sipayung, Victor; Dias, Eche; Rompah, Wilkhelman
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i1.174

Abstract

Meskipun media sosial memiliki potensi yang besar untuk bisnis, banyak siswa SMA Papua Sorong yang masih belum memahami bagaimana memanfaatkannya secara efektif untuk membangun bisnis mereka. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya edukasi dimana masih kurangnya edukasi dan pelatihan tentang pemanfaatan media sosial untuk bisnis di kalangan siswa SMA Papua Sorong, kurangnya modal yang mengakibatkan banyak siswa SMA Papua Sorong yang tidak memiliki modal untuk memulai bisnis online. Banyak siswa memanfaatkan media sosial hanya untuk hiburan. Akan tetapi, pemanfaatan media sosial untuk membangun bisnis masih belum ada. Hal inilah yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan PkM yaitu untuk membangun kesadaran siswa-siswi SMA Papua Kota Sorong untuk termotivasi dalam memanfaatkan media sosial untuk sesuatu yang mendatangkan keuntungan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa banyak siswa-siswi yang memahami tentang pemanfaatan media sosial dalam membangun bisnis di era digital. Ini ditunjukkan dengan respon yang positif serta antusianya para siswa dalam menjawab pertanyaan terkait dengan materi sosialisasi. Hasil ini juga diperkuat dengan hasil kuesioner dimana terdapat 5 (lima) butir pernyataan untuk mengukur keterpamaham peserta terhadap materi sosialisasi diantaranya : pengertian media sosial, fungsi media sosial, jenis-jenis media sosial, dampak negatif media sosial, dan trik membangun bisnis melalui media sosial. Dari 17 orang siswa yang mengisi kuesioner, yang memiliki keterpahaman terkait materi sosialisasi berjumlah 14 orang dan 3 orang lainnya memiliki tingkat pemahaman yang cukup. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa materi sosialisasi ini dapat dipahami oleh para peserta.
KULIBOL (KERAJINAN UNIK LAMPU HIAS DARI BOTOL) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMIS BARANG BEKAS Nurlela, Nurlela; Harmi, Harmi; Anita, Ririn; Sudirman, Anghrina Ananta; Samsinar, Samsinar
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i1.162

Abstract

Limbah botol plastik masih dianggap sebagai sampah yang kurang bermanfaat. Padahal limbah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi beraneka ragam bentuk barang yang berguna sehingga mempercantik ruang atau si pemakainya. Paradigma umat manusia mengenai sampah selama ini hanya membuang sampah pada lokasi yang sudah disediakan pemerintah atau bahkan dibakar dan dibuang ke laut. Namun pendekatan ini berbahaya bagi lingkungan, sehingga untuk mengatasi masalah ini dengan prinsip “Mengurangi (Reduce), Menggunakan Kembali (Reuse), dan Mendaur Ulang (Recycle)” harus dipatuhi. Sampah merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah sampah botol plastik yang masih dianggap sebagai sampah yang kurang bermanfaat. Padahal sampah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk barang berguna yang mempercantik ruang atau pemakainya. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi sampah botol plastik adalah dengan mendaur ulang sampah tersebut dengan membuat berbagai produk lampu hias. Tujuan dari PKM-K adalah mendorong mahasiswa untuk berwirausaha dengan memanfaatkan botol bekas menjadi bisnis yang menguntungkan. Proses pelaksanaan program terdiri dari empat tahap yaitu input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Program Kreativitas Mahasiswa-K, yaitu KULIBOL (kerajinan unik lampu hias dari botol) disebarluaskan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan kewirausahaan dengan pemahaman yang utuh mengenai konsep kewirausahaan dan membangun atau menginspirasi mereka untuk tetap berbisnis.
PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA MENJADI TAS TOTE BAG YANG BERNILAI JUAL DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS MAHASISWA Soloweno, Sarmila Ramadhani; Ramadani, Fitri; Dahlan, Rupiati Saputri; Pratiwi, Gita; Samsinar, Samsinar
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i1.166

Abstract

Isu lingkungan menjadi perhatian banyak pihak diseluruh dunia. Dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh pencemaran dan limbah sering sekali merusak lingkunagn karena perulaku manusia yang kurang bijaksana dalam memanfaatkan barang bekas atau sisah hasil produksi yang menjadi limbah. Limbah kain perca merupakan sisah-sisah kain yang sudah tidak terpakai lagi. Namun sisah-sisah tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk produk baru. Tujuan dari program Kreativitas Mahasiswa (PKM-K) ini adalah untuk meningkatkan semangat mahasiswa untuk berwirausaha dalam memanfaatkan atau mendaur ulang limbah kain perca yang sudah tidak terpakai sehingga menjadi suatu produk kerajinan yang menambah manfaat dan memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan PKM-K adalah input, proses, output, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini dimulai dari proses produksi yaitu menyiapkan bahan dan alat, hingga tas tote bag siap dipasarkan, luaran dari proses penjahitan tas tote bag yang siap digunakan dan dijual kepada konsumen, dan terakhir evaluasi yaitu pengecekan tas tote  bag yang sudah jadi. Kemudian meninjau kembali kekurangan-kekurangan yang membuat pembeli kurang nyaman menggunakan produk tas tote bag. Kesimpulan dari kegiatan PKM-K  ini menghasilkan produk tas tote bag untuk mengurangi limbah kain perca menjadi produk yang digemari oleh generasi Z dan generasi milenial.
KERAJINAN LAMPU HIAS BUNGA KUPU-KUPU (KELABUKU) DARI BOTOL BEKAS YANG BERNILAI JUAL Ainun, Nur; Saputri, Naifa; Sriyanti, Lita; Aryunita, Gusna; Samsinar, Samsinar
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i1.161

Abstract

Paradigma umat manusia mengenai sampah selama ini hanya membuang sampah pada lokasi yang sudah disediakan pemerintah atau bahkan dibakar dan dibuang ke laut. Namun pendekatan ini berbahaya bagi lingkungan, sehingga untuk mengatasi masalah ini dengan prinsip “Mengurangi (Reduce), Menggunakan Kembali (Reuse), dan Mendaur Ulang (Recycle)” harus dipatuhi. Sampah merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah sampah botol plastik yang masih dianggap sebagai sampah yang kurang bermanfaat. Padahal sampah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk barang berguna yang mempercantik ruang atau pemakainya. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi sampah botol plastik adalah dengan mendaur ulang sampah tersebut dengan membuat berbagai produk lampu hias. Tujuan dari PKM-K adalah mendorong mahasiswa untuk berwirausaha dengan memanfaatkan botol bekas menjadi bisnis yang menguntungkan. Proses pelaksanaan program terdiri dari empat tahap yaitu input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Kesimpulan PKM-K yaitu KELABUKU (kerajinan lampu hias bunga kupu-kupu) disebarluaskan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan kewirausahaan dengan pemahaman yang utuh mengenai konsep kewirausahaan dan membangun atau menginspirasi mereka untuk tetap berbisnis.
DESAIN SHELTER OJEK PANGKALAN PENGHIJAUAN - PENFUI Mberu, Yuliana Bhara; Lily, Budhi Benyamin; Uak, Alexianus T M; Mukin, Andreas K S; Naikofi, Mauritius Ildo Rivendi; Malo, Elwaldus Surya Mahardika
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i2.196

Abstract

Pangkalan Ojek Penghijauan terletak di jalan Prof. Herman Johanes hadir sejak awal tahun 2000an, di Penfui Kota Kupang. Para pekerja (Ojek) Pangkalan melayani rute di area Kampus, perumahan dana permukiman belakang Undana – Penfui dan sekitarnya.  Sebab jalur tersebut tidak dilalui kendaraan umum. Para Ojek biasanya mangkal sejak pagi hari hingga malam hari. Permasalahan Bangunan Pangkalan Ojek: kondisi yang sangat memprihatikan. Lantai tanah berdebu dan atap yang mulai rusak. Saat musim hujan  terjadi kebocoran karena atap  seng yang mulai berkarat dan rusak. Saat musim hujan banyak sekali orang yang turut berteduh di bangunan ini meski terjadi kebocoran.  Berjarak 6 meter dari shelter terdapat sebuah toilet darurat yang dibangun seadanya oleh para ojek. Beberapa lembar seng berkarat di bentuk menjadi WC darurat.  Solusi yang diberikan adalah dengan membantu mendesain bangunan shelter ojek Pangakalan. Harapannya melalui desain ini dapat membantu menjawab permasalahan yang ada serta dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam desain shelter. Metode: (1) Survey Kondisi Lapangan Survey ini dilakukan untuk mengetahui topografi tanah dan juga keadaan sekitar shelter yang akan di desain Desain shelter ojek Pangkalan (2)Pembuatan desain dilakukan oleh tim dan disosialisasikan kepada mitra Ojek Pangkalan sesuai dengan tujuannya yaitu bangunan shelter yang ramah dan nyaman terhadap pengguna. Hasil : tersedianya desain Shelter Pangkalan Ojek Penghijauan Penfui.
VABOSETIK (VAS BUNGA DARI BOTOL DAN SENDOK PLASTIK) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN UMKM DI WILAYAH INDONESIA DENGAN NILAI EKONOMIS BARANG BEKAS Amal U, Claudiya; Natasyah, Natasyah; Nurmala, Nurmala; Miranti, Miranti; Samsinar, Samsinar
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i2.198

Abstract

Sampah sering dianggap sebagai sesuatu yang menjengkelkan, kotor, bau, sulit terurai menjadi tanah, mengganggu mata, mengganggu kesehatan dan bahkan menyebabkan banjir. Sampah anorganik merupakan jenis sampah yang sulit terurai secara alami oleh mikroorganisme. Pengolahan sampah anorganik dilakukan dengan cara mengumpulkan, membuang dan mengangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah plastik seperti botol bekas minuman dapat dikreasikan menjadi berbagai kerajinan tangan seperti membuat vas bunga dengan tambahan bahan dari sendok plastik sebagai penunjang untuk menambah ke estetikan nilai kerajinan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sampah plastik yang ada di rumah dan lingkungan sekitar dan juga dapat meningkatkan nilai ekonomis barang bekas. Dengan adanya kegiatan PKM-K VABOSETIK (Kerajinan Vas Bunga dari Botol dan Sendok Plastik) mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitasnya dengan berwirausaha yang hasilnya mempunyai nilai jual.  Kegiatan ini dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas yang dapat meminimalisir adanya sampah plastik yang diolah dengan cara daur ulang.
TETITUBOL (TEMPAT TISU DARI TUTUP BOTOL) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMIS BARANG BEKAS DAN PENCEGAHAN LIMBAH SAMPAH Putri, Putri; Aulia, Vioni; Satriani, Satriani; Juliawati, Tia; Samsinar, Samsinar
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i2.190

Abstract

Sampah menjadi salah satu permasalahan dalam kehidupan manusia sekarang ini. Kurangnya  kepedulian  masyarakat akan keadaan lingkungan hidup dan juga kurang memahami cara mengolah sampah yang baik dan benar. Melimpahnya sampah plastik di lingkungan  masyarakat  menjadi persoalan yang serius sehingga harus cepat untuk diselesaikan  dan mencari solusi akan hal tersebut. Kreativitas pemanfaatan barang bekas  menjadi  kerajinan  tangan  adalah solusi yang  cukup  baik  untuk  saat  ini  agar  dapat  mengubah  sampah tutup botol plastik menjadi  barang  yang  lebih  berguna  kembali, bahkan bisa memiliki nilai jual serta dapat di kreasikan menjadi barang yang mempunyai nilai estetika seperti tempat tisu. Kotak tisu adalah tempat menaruh tisu agar terlihat  dan terlindungi dari kotoran  atau  debu.  Secara umum, tisu terdiri dari tiga bagian utama: penutup, badan, dan alas. Ada beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan usaha ini adalah berdasarkan  input, proses, output (produk), dan evaluasi. Tujuan dari PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) ini adalah untuk membangun kemandirian dalam peningkatan pengetahuan memahami kemungkinan bahwa bisnis tersebut memiliki posisi  keuangan yang kuat. Pada titik ini, analisis ekonomi sangatlah  penting  agar kita dapat  melihat  laba  atas investasi kita dan memahami potensi bisnis kita.
PENINGKATAN SKILL DASAR OPERASIONAL LAUNDRY SANTRI PONDOK PESANTREN AL-MUHAJIRIN III MELALUI PENYULUHAN JENIS KAIN & TAKARAN PENGGUNAAN DETERGEN Damayanti, Elfina Hima; Raharjo, Raden Johnny Hadi
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i2.197

Abstract

Pondok Pesantren Al-Muhajirin III menghadapi tantangan besar dalam mempersiapkan santri menghadapi dunia kerja. Tantangan utama terletak pada kurangnya penguasaan keterampilan praktis, seperti operasional laundry yang yang merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari santri. Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis santri dalam operasional laundry khususnya terkait jenis kain, pemilihan dan penggunaan detergen, serta teknik mencuci yang benar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif dengan pendekatan sistematis, interaktif, dan terstruktur, yang dilengkapi dengan presentasi, video tutorial, serta praktik langsung. Hasil dari program menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan santri dalam mengenali jenis kain, memilih detergen yang tepat, dan mencuci pakaian dengan metode yang sesuai. Kesimpulan program ini menegaskan bahwa metode penyuluhan edukatif efektif dalam membekali santri dengan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis, sekaligus mendukung kemandirian mereka, serta memberikan bekal untuk membuka peluang usaha sederhana. Program ini diharapkan berkontribusi pada kesiapan santri bersaing di dunia kerja serta mendukung keberlanjutan pelatihan serupa.
INOVASI PENGOLAHAN BATANG PISANG MENJADI OLAHAN KERIPIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MENGOLA LIMBAH BATANG PISANG Maharani, Putri; Winanda, Winanda; Mulki, Aulia; Mardhayanti, Mardhayanti; Samsinar, Samsinar
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i2.191

Abstract

Batang pisang sering dianggap sebagai limbah tanpa manfaat ekonomi, tetapi memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan, seperti membantu sistem pencernaan, mengontrol kolesterol, dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini juga menimbulkan masalah lingkungan. Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-K) ini adalah untuk mengubah limbah batang pisang menjadi produk inovatif yang sehat dan bernilai jual tinggi, yaitu KEBAPIS. Diharapkan produk ini mampu meningkatkan ekonomi, terutama bagi UMKM, sekaligus menjadi alternatif makanan sehat. Metode pelaksanaan PKM-K adalah input, proses, output, dan evaluasi. Prosesnya dimulai dengan pelatihan produksi, pengembangan produk, dan kemudian pemasaran. Tahap evaluasi dilakukan untuk memastikan kualitas produk dan menilai strategi pemasaran yang efektif. Kesimpulan dari kegiatan PKM-K ini melalui inovasi ini, KEBAPIS berhasil mengubah limbah batang pisang menjadi produk yang diminati konsumen. Program ini memberikan dampak positif pada pengelolaan limbah, mendukung perekonomian UMKM, dan menciptakan alternatif makanan sehat. KEBAPIS menjadi solusi berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan serta pengembangan lokal.
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DI KALAGAN PEMUDA GEREJA GKI BETLEHEM MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BUNGA Kanggunum, Januarinda MR.; Samu-samu, Windy R.; Pattiapon, Imanuel B.; Sandalangi, Obaja; Muskita, Susana M.W
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v7i2.194

Abstract

Pelatihan pembuatan bunga di Gereja GKI Betlehem berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan barang bekas serta barang yang mudah di temui. Tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kreativitas dan ketrampilan pemuda Gereja GKI Betlehem dalam memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar lingkungan. Metode yang digunakan pelatihan dan Arahan. Pemuda Gereja GKI diberikan panduan dalam mengelola barang bekas dan barang yang mudah di temui. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kreativitas dan ketrampilan pemuda Gereja GKI Betlehem tetapi juga memperkuat mereka dalam mengelola barang bekas menjadi suatu kerajinan yang dapat bernilai jual tinggi.