cover
Contact Name
Magfiroh
Contact Email
dokicti@gmail.com
Phone
+6285288852893
Journal Mail Official
dokicti@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Surya Alam 8 Blok A No. 15 Jl. Masjid Jami, Talang Jambe, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Psychology and Social Sciences
ISSN : 29878551     EISSN : 29872545     DOI : https://doi.org/10.61994/jpss
Journal of Psychology and Social Sciences is a scientific journal published by CV. Doki Course and Training. The papers to be published in JPSS are research articles (quantitative or qualitative research approaches), literature studies or original ideas that are considered to contribute to scientific studies of Psychology. It covers problems in psychological studies such as educational psychology, social psychology, personality psychology, clinical psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, Islamic psychology, psychometrics and psychological measurement, counseling psychology, psychotherapy, family psychology. It is published four times a year, in March, Juny, September and December. There are two version of publication; print out (p) with ISSN: 2987-8551 and electronic (e) with ISSN Online: 2987-2545
Articles 79 Documents
Kasus Gejala Kecemasan pada Perempaun Dewasa di Puskesmas PJ Lulu Huwaida Nur Islami; Niken Titi Pratitis; Finanin Nur Indana
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis dan mengevaluasi efektivitas intervensi pada klien yang mengalami kecemasan akibat kondisi kesehatan kakak yang terdiagnosis kanker. Klien menunjukkan kekhawatiran berlebihan, pikiran otomatis negatif, gangguan tidur, ketegangan fisik, serta penurunan konsentrasi yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Asesmen dilakukan melalui observasi, wawancara klinis, DASS-42, serta tes grafis (HTP, DAP, dan BAUM). Hasil asesmen menunjukkan tingkat kecemasan berada pada kategori sedang tanpa indikasi depresi maupun stres berat. Meskipun terdapat gejala yang mengarah pada Generalized Anxiety Disorder, diagnosis tersebut tidak ditegakkan karena durasi gejala belum memenuhi kriteria DSM-5, sehingga kondisi lebih dipahami sebagai reaksi penyesuaian terhadap stresor spesifik. Intervensi menggunakan pendekatan Kognitif dengan teknik cognitive restructuring yang dilaksanakan dalam lima sesi serta dilengkapi latihan relaksasi pernapasan sebagai strategi coping. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan intensitas kecemasan, perbaikan kualitas tidur, serta peningkatan kemampuan klien dalam mengelola pikiran dan emosi secara lebih adaptif.    
Psikoedukasi Regulasi Emosi pada Anak Broken Home di Sanggar Kegiatan Belajar Kota X Mulisida; IGAA Noviekayati; Tatik Imadatus Sa’adati
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1637

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan emosional peserta didik di SPNF SKB Kota X serta pelaksanaan intervensi berbasis psikoedukasi sebagai upaya peningkatan kemampuan regulasi emosi. Latar belakang penelitian didasari oleh temuan adanya kesulitan anak dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi yang berkaitan dengan dinamika keluarga, khususnya pola asuh yang kurang konsisten dan kondisi keluarga tidak harmonis. Metode yang digunakan berupa asesmen kualitatif melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan kuesioner persepsi anak terhadap orang tua. Berdasarkan hasil asesmen, intervensi dilakukan pada tiga level, yaitu anak, orang tua, dan guru. Intervensi kepada anak dilaksanakan melalui psikoedukasi regulasi emosi, sementara orang tua memperoleh psikoedukasi pola asuh efektif disertai buku saku, serta guru mendapatkan penguatan peran pendampingan psikologis awal. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran emosi, keberanian mengekspresikan perasaan, serta pemahaman awal strategi regulasi emosi yang lebih adaptif. Meskipun demikian, perubahan perilaku memerlukan penguatan berkelanjutan melalui dukungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi kolaboratif dalam mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik pendidikan nonformal.  
Penerapan Token Economy Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa SMP: Studi Kasus Pada Siswa Kelas VIII Dinda Oktariana; Devi Puspitasari
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII-E SMP Negeri X Surabaya melalui penerapan program token economy. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi rendahnya kepatuhan terhadap aturan sekolah, kurangnya tanggung jawab akademik, lemahnya pengelolaan waktu belajar, serta rendahnya motivasi belajar. Metode asesmen dilakukan secara komprehensif melalui wawancara dengan guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran, observasi kelas, serta FGD dengan delapan siswa. Intervensi dilaksanakan selama satu minggu dengan sistem pemberian token sebagai positive reinforcement setiap kali siswa menunjukkan perilaku disiplin yang telah disepakati. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada aspek kepatuhan, kehadiran, fokus belajar, dan motivasi dalam kegiatan diskusi atau praktik. Namun, aspek ketepatan waktu pengumpulan tugas dan tanggung jawab akademik mandiri masih belum optimal. Secara keseluruhan, program token economy efektif dalam membentuk perilaku disiplin awal dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.  
Peran Psikoedukasi dalam Meningkatkan Regulasi Emosi Calon Pengantin Shintadewi Setya Duta; Etik Darul Muslikah
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika psikologis serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada komunitas calon pengantin di Kabupaten Jombang melalui intervensi berbasis psikoedukasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya angka perceraian dan permohonan dispensasi pernikahan usia dini di Kabupaten Jombang. Asesmen dilakukan menggunakan observasi semi terstruktur, wawancara individual, dan skala kesiapan pernikahan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki hambatan dalam aspek monitoring emotion, evaluating emotion, dan modification emotion akibat pola asuh otoriter sejak masa kanak-kanak. Intervensi dilakukan dalam bentuk workshop kesiapan pernikahan yang memuat materi strategi pengembangan keterampilan regulasi emosi, teknik relaksasi pernapasan dalam, journaling, dan analisis studi kasus melalui cuplikan film. Evaluasi melalui pre test dan post test menunjukkan peningkatan pemahaman pada 14 dari 15 peserta. Hasil ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif meningkatkan pemahaman regulasi emosi sebagai bagian dari kesiapan emosional dalam pernikahan.  
Pencegahan Perilaku Berisiko Remaja melalui Penguatan Kompetensi Interpersonal Orang Tua di Kelurahan K Nadiva Adhiba Assagaf; Adnani Budi Utami
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1654

Abstract

Kelurahan K merupakan wilayah dengan status "waspada" penyalahgunaan narkoba, di mana kecemasan orang tua terhadap risiko lingkungan memicu pola asuh otoriter dan komunikasi satu arah yang justru menciptakan jarak emosional dengan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi interpersonal orang tua melalui edukasi regulasi diri sebagai upaya pencegahan perilaku berisiko pada remaja. Peserta kegiatan adalah 13 orang tua yang memiliki anak usia remaja di wilayah Kelurahan K. Metode pelaksanaan dilakukan melalui psikoedukasi bertajuk "Regulasi Diri, Fondasi Aman" yang mencakup pemaparan materi perkembangan remaja serta pelatihan teknik Stop & Observe (S&O) dan validasi emosional. Keberhasilan program diukur melalui perbandingan pre-test dan post-test untuk melihat tingkat kepercayaan diri (self-efficacy) peserta dalam mengelola emosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada self-efficacy orang tua, di mana sebelum intervensi hanya 4 orang yang merasa yakin dalam bereaksi tenang, meningkat menjadi 7 orang pada kategori sangat yakin setelah intervensi. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan pemahaman dari pola asuh reaktif menjadi suportif. Disarankan bagi perangkat kelurahan dan PUSPAGA setempat untuk melakukan pendampingan berkelanjutan guna menjaga konsistensi praktik komunikasi suportif orang tua di lingkungan rumah.  
Bangkit: Mengungkap Resiliensi Pada Orang Dengan Hiv/Aids Setiawan, Peri
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i2.1597

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) remains a global health issue for which there is currently no cure. This virus damages the immune system of those infected, leaving the body unable to fight off other infections. If left untreated, the virus will mutate into a more serious disease, namely AIDS. HIV is a complex problem among teenagers, especially among gay groups, where teenagers experiencing this condition will experience double burdens, stress, depression, and even suicidal thoughts, so good resilience is needed in HIV patients. This study used a qualitative method with a phenomenological approach, collecting data through interviews and then analyzing it using IPA techniques. There were two respondents in this study who were HIV-positive and already resilient. The results of this study show that certain aspects play a major role in an individual's path to resilience, and that social and emotional support also influence a person's resilience process.
Prostrating in The Cloud: Faith, Identity, and the New Frontiers of Islamic Civilization Reza Fahmi; Aswirna, Prima
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i2.1619

Abstract

Introduction: The digital transformation of religious life has propelled Islamic worship into immersive virtual environments, signaling a shift in the structural expression of Islamic civilization. This study explores the emergence of "virtual spirituality" and how the "civilizational center" of Islam is transitioning from physical mosques to a global digital ummah defined by networked connectivity. Methods: Using a qualitative framework grounded in social construction theory and media ecology, the research employed digital ethnography and phenomenological interviews with 20 Muslim participants to examine the reconstruction of sacredness within metaverse platforms. Results: Findings reveal that virtual worship facilitates a heightened sense of shared presence through avatar-mediated embodiment. This allows for synchronized ritual movements that mirror traditional congregational rhythms. The data suggests that in these environments, sacredness is no longer derived from material architecture but from collective intentionality and symbolic interaction. Discussion: The study introduces virtual spirituality as a hybrid mode of religiosity. While providing opportunities for transnational solidarity and pedagogical innovations like immersive Hajj simulations, it introduces risks such as the commodification of sacred spaces and the fragmentation of scholarly authority by algorithms. The research concludes that Islamic civilization requires renewed theological engagement and digital literacy to ensure technological advancements enhance, rather than diminish, spiritual depth.
Kasus Relativitas Linguistik pada Siswa di Sekolah Menengah Pertama MP Surabaya Rizky Putri Zaini; Isrida Yul Arifiana
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i2.1656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena relativitas linguistik pada seorang siswa SMP di Surabaya yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran akibat keterbatasan dalam penggunaan Bahasa Indonesia dan lebih terbiasa dengan Bahasa Suroboyoan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi, studi dokumen raport siswa, serta tes psikologis (WISC, DAP, dan BAUM). Hasil asesmen menunjukkan bahwa klien memiliki kecerdasan umum pada kategori borderline (FIQ = 71), dengan kemampuan verbal yang lebih rendah dibandingkan kemampuan performance. Klien menunjukkan kesulitan dalam memahami penjelasan guru yang menggunakan Bahasa Indonesia dan lebih mudah memahami materi ketika menggunakan Bahasa Suroboyoan, terutama pada pelajaran Bahasa Jawa dan Agama, di mana nilai akademik klien konsisten lebih tinggi. Intervensi dilakukan melalui bimbingan belajar berbasis visual menggunakan teknik mind mapping sebagai strategi belajar untuk membantu klien memahami materi pelajaran dengan lebih efektif. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman belajar serta peningkatan nilai rata-rata akademik klien. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa berperan penting dalam memengaruhi pola pikir individu, namun tidak sepenuhnya menentukan kemampuan kognitif atau pemahaman konsep akademik. Dengan demikian, kondisi klien selaras dengan teori relativitas linguistik yang menyatakan bahwa perbedaan bahasa memengaruhi cara berpikir, tetapi tidak sepenuhnya menentukan pemahaman terhadap dunia.  
Peran Psikoedukasi dalam Meningkatkan Pemahaman Mood Swing pada Ibu Hamil Mita Lutfianah; Diah Sofiah
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i2.1660

Abstract

Kehamilan merupakan periode yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun psikologis pada perempuan. Salah satu perubahan yang sering terjadi adalah perubahan suasana hati atau mood swing yang dipengaruhi oleh faktor hormonal, kondisi fisik, serta dukungan sosial dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan psikologis yang dialami ibu hamil serta memberikan intervensi berupa psikoedukasi dan pelatihan afirmasi positif untuk membantu ibu hamil mengelola perubahan emosi selama masa kehamilan. Metode asesmen yang digunakan meliputi observasi, wawancara semi terstruktur, dan kuesioner psikoedukasi terhadap 10 ibu hamil trimester pertama dan ketiga di Puskesmas X Surabaya. Hasil asesmen menunjukkan bahwa 60% responden tidak mengetahui pengertian mood swing dan 80% tidak yakin bahwa perubahan emosi selama kehamilan merupakan kondisi yang wajar, meskipun seluruh responden melaporkan pernah mengalami perubahan suasana hati. Intervensi dilakukan melalui program psikoedukasi dan latihan afirmasi positif selama 60 menit. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai emosi selama kehamilan serta kemampuan mengenali dan mengelola perasaan yang muncul. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu hamil melalui pemahaman yang lebih baik mengenai perubahan emosional selama masa kehamilan.