cover
Contact Name
Sri Widarti
Contact Email
widacorset95@gmail.com
Phone
+6282135814923
Journal Mail Official
widacorset95@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wates Km 9,5 Argomulyo Sedayu Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta | Email : AKBID MMY
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
ISSN : 27212122     EISSN : 28087534     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal mengenai kesehatan masyarakat yang diterbitkan oleh ilmu kesehatan masyarakat c. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun untuk volume yang sama. Jurnal ini diterbitkan sebagai wahana komunikasi ilmiah antar sejarawan, peneliti, peneliti, pakar dan pemerhati untuk pengembangan IPTEK dalam bidang kesehatan masyarakat. Isi jurnal ini berupa hasil penelitian, kasus lapangan, resensi buku, atau kajian ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Artikel topik khusus dimungkinkan untuk diterbitkan di jurnal.
Articles 52 Documents
Hubungan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) dengan Kejadian Anemia pada Balita di Kabupaten Bantul Rokhayati; Safirina Aulia Rahmi; Sri Widarti; Afifah
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang berdampak buruk pada kesehatan anak dan dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang yang berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang kurang tepat dapat membuat anak-anak rentan mengalami anemia. Subjek dan Metode: Studi cross sectional di 25 posyandu wilayah kerja Puskesmas Banguntapan II, Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Sampel 200 balita berusia 24 – 60 bulan, dipilih dengan simple random sampling. Variabel dependen adalah anemia. Variabel independen adalah pemberian MP ASI. Data anemia di ukur dengan Hb meter, data variabel lainnya dikumpulkan dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistic Chi Square.Hasil: Risiko anemia pada balita secara langsung menurun dengan pemberian MP-ASI tepat (b= -3.03; CI 95%= -4.40 hingga -1.67; p <0.001). Kesimpulan: Ada hubungan pemberian MP ASI dengan kejadian Anemia pada balita.Kata kunci: Anemia, Balita, MP ASI
PENGARUH STRES PSIKOLOGIS, DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DEPRESI POSTPARTUM DIKABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Sri Widarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:Depresi postpartum merupakan salah satu gangguan emosional sebagai akibat dari kegagalan dalam penerimaan proses adaptasi psikologis pada wanita periode postpartum.Banyak faktor yang menjadi penyebab kejadian depresi postpartum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktorberpengaruh dengan kejadian depresi postpartum.Subyek dan Metode:Jenis penelitian ini adalah studi penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara purposive sampling sebanyak 210 di 30 Desa Kabupaten Bantul Yogyakarta. Variabel dependen adalah kejadian depresi postpartum pada ibu. Variabel independen adalah dukungan keluarga dan stres psikologis. Depresi postpartum diukur dengan kuesioner Endinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Stres psikologis diukur dengan kuesioner Kessler Psychological Distress Scale (EPDS). Variabel lain dikumpulkan dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan spss.Hasil:Depresi postpartum dipengaruhi secara langsung dan secara positif oleh stres psikologis (b= 3.53; CI95%= 0.34 hingga 6.72; p= 0.030), tetapi dipengaruhi langsung dan negatif oleh dukungan keluarga (b= -3.73; CI95%= -6.98 hingga -0.50; p= 0.024.Kesimpulan:Kejadian depresi postpartum secara langsung secara positif dipengaruhi jenis stres psikologis dan dipengaruhi langsung secara negatif dukungan keluarga.Kata Kunci: Depresi postpartum, stres psikologis, dukungan keluarga.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI KLINIK PRATAMA PURI ADISTY KOTAGEDE YOGYAKARTA Fika Pratiwi; Yulia Adhisty; Fauzul Husna
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Kadar hemoglobin normal umumnya berbeda pada laki-laki dan perempuan. Untuk pria, anemia biasanya didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 13,5 gram/100ml dan pada wanita sebagai hemoglobin kurang dari 12,0 gram/100ml. Pada wanita usia subur Hb < 12,0 g/dl dikatakan anemia, sedangkan pada ibu hamil dikatakan anemia bila Hb < 11,0 g/dl. Anemia keamilan merupakan peningkatan kadar cairan plasma selama kehamilan mengencerkan darah (hemodilusi) yang dapat tercermin sebagai anemia. Anemia kehamilan yang paling sering dijumpai adalah anemia gizi besiTujuan Penelitian : Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Di Klinik Pratama Puri Adisty Kotagede YogyakartaMetode Penelitian : Desain penelitian yang peneliti gunakan dalam adalah desaindeskriptif serta menggunakan desain cross sectional, total responden 39 orangHasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan ibuhamil tentang anemia yaitu sebagian besar responden (49%) berpengetahuan baik, rata-rata responden (46%) berpengetahuan cukup dan sebagian kecil responden (5%) berpengetahuan kurangKata kunci : pengetahuan, ibu hamil, anemia
EVALUASI POSBINDU DALAM MENCEGAH PENYAKIT TIDAK MENULAR Sarif Febriandi; Safirina Aulia Rahmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar di abad ke-211 dan telah menjadi perhatian global baik di negara berkembang maupun negara maju. penyebab utama kematian pada tahun 2016. PTM bertanggung jawab atas 73% kematian di Indonesia dengan proporsi diantaranya penyakit kardiovaskular (35%), kanker (12%), penyakit pernapasan kronis (6%), diabetes (6%), dan risiko kematian dini lebih dari 20%. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian PTM harus menjadi perhatian.Metode: Penelitian yang dilakukan adalah Narrative Literature Review (NLR). pencarian literatur menggunakan Google Scholar dengan artikel terbitan 2019-2023.Hasil: Penelitian dari 15 artikel menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan program posbindu belum terlaksana secara maksimal karena terdapat beberapa faktor penghambat seperti kunjungan kurangnya pelatihan kader, terbatasnya sumber daya, kurangnya sarana dan prasarana, kurang komunikasi, kurangnya pendanaan, dan ketidaksesuaian sasaran posbinduKesimpulan: Kegiatan program posbindu PTM meliputi 5 tahap yaitu wawancara, pengukuran fisik, pemeriksaan darah, kejiawaan, faktor resiko, dan konseling. Faktor yang mempengaruhi kunjungan program posbindu meliputi umur, sikap, pengetahuan, jarak tempuh, peran kader, pelatihan kader, koordinasi lintas sektor, sarana dan prasarana. Kunjungan masih di dominasi kaum lansia dan bapakbapak serta remaja kurang tertarik dikarenakan kurang tersedianya alat KesehatanKata Kunci: Program Posbindu, Penyakit Tidak Menular, EvaluasiABSTRACTBackground: Non-communicable diseases (NCDs) are one of the greatest health challenges of the 21st century and have become a global concern in both developing and developed countries as the leading cause of death in 2016. NCDs were responsible for 73% of deaths in Indonesia with proportions including cardiovascular disease (35%), cancer (12%), chronic respiratory disease (6%), diabetes (6%), and a risk of premature death of more than 20%. This suggests that the incidence of NCDs should be a concern.Methods: The research conducted was a Narrative Literature Review (NLR). literature search using Google Scholar with articles published in 2019-2023.Results: Research from 15 articles shows that the implementation of posbindu program activities has not been carried out optimally because there are several inhibiting factors such as lack of cadre training visits, limited resources, lack of facilities and infrastructure, lack of communication, lack of funding, and mismatch of posbindu targets.Conclusion: Posbindu PTM program activities include 5 stages, namely interviews, physical measurements, blood tests, psychiatric examinations, risk factors, and counseling. Factors affecting posbindu program visits include age, attitude, knowledge, distance, cadre role, cadre training, cross-sector coordination, facilities and infrastructure. Visits are still dominated by the elderly and men and adolescents are less interested due to the lack of availability of health equipment.Keywords: Posbindu Program, Non-Communicable Diseases, Evaluation
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RSUD WONOSARI, GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Fika Pratiwi; Nurul Aringtyas; Citra Azhari Sandi
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang : Sectio Caesarea adalah persalinan yang dilakukan sayatan pada rahim depan perut. Adapun faktor penyebab persalinan sectio caesarea yaitu indikasi medis ibu, indikasi medis janin, indikasi non medis dan faktor predisposisi. Persalinan ditolong oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 3299 persalinan selama Bulan Januari - November 2022. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penyebab persalinan sectio caesarea di RSUD Wonosari. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder. Teknik pengambilan data menggunakan teknik total sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sectio caesarea di RSUD Wonosari pada bulan Januari - Desember 2022, dengan jumlah sebanyak 239 orang. Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa persalinan sectio caesarea berdasarkan indikasi medis ibu jumlah terbanyak disebabkan Preeklampsia (48,5%), riwayat SC (16,7%), KPD (19,2%). Indikasi medis janin malpresentasi (9,5%), janin besar (0,4%). Faktor predisposisi sebagian besar pasien SC berusia <20 tahun dan >35 tahun (34,9%), paritas resiko tinggi (15,9%). Indikasi non medis berdasarkan sosial ekonomi rendah (31,8%), permintaan pribadi (0,0%). Kesimpulan : secara umum persalinan sectio caesarea dilakukan karena adanya indikasi medis pada ibu maupun janin dan sebagian besar pasien memiliki indikasi medis lebih dari satu. Kata Kunci : sectio caesarea, indikasi medis pada ibu, indikasi medis pada janin, indikasi non medis, faktor predisposisi ABSTRACT Background : Sectio Caesarea is a birth that is made through an incision in the uterus in front of the abdomen. The factors that cause sectio caesarea deliveries are maternal medical indications, fetal medical indications, non-medical indications and predisposing factors. Delivery assisted by a doctor specialist Obstetri And Gynecology in Gunungkidul Regency there were 3299 deliveries during January - November 2022. Objectives : This study aims to describe the factors that cause sectio caesarea deliveries at Wonosari Hospital. Methods: This study uses a quantitative descriptive research method with a secondary data analysis approach. Data collection technique using total sampling technique . The population of this study were all mothers giving birth by sectio caesarea at Wonosari Hospital in January - December 2022, with a total of 239 people. Results: The results of the study found that sectio caesarea deliveries based on medical indications for the mother were mostly caused by preeclampsia (48.5%), history of SC(16.7%), PROM (19.2%). Medical indications malpresentation fetus (9.5%), large fetus (0.4%). The predisposing factors for most of the SC patients were aged <20 years and >35 years (34.9%), high risk parity (15.9%). Non-medical indication based on low socioeconomic (31.8%), personal request (0.0%). Conclusion: in general , sectio caesarean delivery is carried out because of medical indications for both the mother and the fetus and most patients have more than one medical indication. Keywords: sectio caesarea, medical indications for the mother, medical indications for the fetus, nonmedical indications, predisposing factors
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN II BANTUL Fauzul Husna; Yulia Adhisty; Shinta Dwi Carera
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal di dunia pada bulan pertama kehidupan dan dua pertiganya meninggal pada minggu pertama. Penyebab utama kematian pada minggu pertama kehidupan adalah komplikasi kehamilan dan persalinan seperti asfiksia, sepsis, dan komplikasi berat lahir rendah.Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya bayi baru lahir di puskesmas Bangutapan II Bantul Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian yaitu ibu nifas di puskesmas banguntapan II Bantul. Metode sempel adalah accidental sampling sejumlah 32 Responden. Analisis menggunakan univariat Hasil Penelitian : Karakteristik responden pada penelitian ini berdasarkan umur responden memiliki umur 21-35 tahun dengan 27 responden (84.4%). Berdasarkan Pendidikan Sebagian besar responden memiliki tingkat Pendidikan menengah (SMA) dengan jumlah 16 responden (50%).dan berdasarkan pekerjaan responden yang memiliki pekerjaan sebanyak 20 responden (62.5%).Tingkat pengetahuan dari 32 responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden (53%). Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Ibu Nifas, tanda bahaya bayi baru lahir.ABSTRACTBackground: Every year an estimated 4 million babies die in the first month of life and two thirds die in the first week. The main causes of death in the first week of life are complications of pregnancy and childbirth such as asphyxia, sepsis and complications of low birth weight. Objective: To determine the level of knowledge of postpartum mothers about the danger signs of newborns at the Bangutapan II Health Center, Bantul Method: This type of research is descriptive. The research population is postpartum women at the Banguntapan II Health Center, Bantul. The Semnel method is accidental sampling, consisting of 32 respondents. Analysis using univariate Result: The research on the characteristics of the respondents in this study were based on the age of therespondents. Most of them were aged 21-35 years with 27 respondents, (84.4%). Based on education, most of the respondents had secondary education level (SMA) with a total of 16 respondents (50%) and based on the variety of respondents who had jobs, 20 respondents (62.5%) had a level of knowledge of 32 respondents who had a good level of knowledge, 17 respondents (53 %). Keywords: Knowledge of Postpartum Mothers, newborn danger signs
GAMBARAN FAKTOR RISIKO ANEMIA GRAVIDARUM DI PUSKESMAS SLEMAN TAHUN 2022 Nurul Ariningtyas; Fika Pratiwi; Lestari Alif Lailatul Alda
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Anemia kehamilan disebut “potential danger to mother and child”. Data Kesga DIY periode Januari-November 2022 menunjukkan kasus anemia ibu hamil di Puskesmas Sleman sebanyak 295 kasus. Faktor yang mempengaruhi anemia kehamilan menurut Wulandari (2021) yaitu; pendidikan, paritas, penghasilan, konsumsi tablet Fe, dan pengetahuan. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran persentase faktor risiko anemia gravidarum di Puskesmas Sleman berdasarkan paritas, usia, umur kehamilan dan status KEK. Metode Penelitian: Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS). Teknik pengambilan sampel total sampling yaituibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 430 ibu hamil periode Januari- Desember 2022. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan faktor risiko anemia gravidarum berdasarkan paritas: Multipara 245 (57%), Primipara 168 (39%) dan Grandemultipara 17 (4%). Berdasarkan usia > 20 - < 35 tahun 348 (81%) dan < 20->5 tahun 82 (19%). Berdasarkan umur kehamilan trimester III 236 (55%), trimester II 137 (32%) dan trimester I 57 (13%). Berdasarkan kunjungan ANC < 6 428 (99,5%) dan kunjungan ANC ≥6 2 (0,5%). Berdasarkan status KEK LILA ≥ 23,5 cm 331 (77%) dan LILA < 23,5 cm 99 (23%). Kesimpulan: Persentase faktor risiko anemia gravidarum di Puskesmas Sleman berdasarkan paritas Multipara 245 ibu hamil (57%), usia usia > 20 - < 35 tahun 348 ibu hamil (81%), umur kehamilan trimester 3 236 ibu hamil (55%) dan status KEK LILA ≥ 23,5 cm 331 ibu hamil (77%). Kata Kunci: Anemia Gravidarum, Kehamilan, Faktor Risiko. ABSTRACT Background: Anemia of pregnancy is called “potential danger to mother and child”. Data from Kesga DIY for the January- November 2022 showed that there were 295 cases of anemia in pregnant women at the Primary Health Care. Factors that affect the anemia in pregnancy, according to Wulandari’s research (2021), namely; education, parity, income, consumption of Fe tablets, and knowledge. Objective: Knowing the percentage of risk factors of anemia gravidarum at the Sleman Public Health Care based on parity, age, gestational age, chronic energy deficiency. Research Methods: This study uses a quantitive descriptive research method with the Secondary Data Analysis (ADS) approach. The total sampling technique was taken, namely pregnant women who experienced anemia as many as 430 pregnant women for the January-December 2022 period. Results: The results showed risk factor for anemia gravidarum based on parity: Multipara 245(57%), Primipara 168 (33%), and Grandemultipara 17 (4%). Based on age of pregnant women >20-< 35 years 348(81%) and <20/>35 years 82 (19%). Based on the gestasional age in the third trimester 236 (55%), in the second trimester 137 (32%), and the first trimester 57 (13%). Based on ANC visit <6 (99,5%) and ANC visit ≥ only 2 (0,5%). Based on status of KEK MUAC ≥ 23,5 cm 331(77%) and MUAC <23,5 cm 99(23 %). Conclution: Percentage of risk factors for anemia gravidarum at the Sleman Public Health Care based on Multipara parity245 pregnant women (57%), age >20-<35 years 348 pregnant women (81%), Gestasional age 3rt trimester236 pregnant women (55%) and KEK LILA status≥ 23,5 cm 331(77%). Keywords: Anemia Gravidarum, Pregnancy, Risk Factor
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG RISIKO PERNIKAHAN DINI PADA KEHAMILAN DI SMK MA’ARIF 2 SLEMAN Riadinata Shinta Puspitasari; Yulia Adhisty; Melati Sari Kusuma P
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Early Marriage (pernikahan dini) diartikan sebagai ikatan yang disahkan secara hukum antara dua lain jenis untuk membentuk sebuah keluarga berada dibawah batas umur dewasa. Perkawinan anak merupakan masalah kritis mengingat masih banyak daerah yang memiliki angka perkawinan dini tinggi. Kabupaten Sleman dengan 232 kasus permintaan dispensasi nikah dari januari hingga akhir Oktober 2022 angka itu masih bisa naik, oleh karena itu peneliti melakukan penelitian di SMK Ma’arif 2 Sleman karena sekolah ini terletak di Kabupaten Sleman.Tujuan Penelitian : Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Risiko Pernikahan Dini Pada Kehamilan Di SMK Ma’arif 2 Sleman.Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif, dengan pedekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan data primer dengan mengambil data langsung, populasi dalam penelitian ini sebanyak 100 orang, dan sampel dalam penlitian ini ada 36 orang, teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja putri tentang resiko pernikahan dini pada kehamilan di SMK Ma’arif 2 Sleman. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup 58.33% dan sebagian responden memiliki pengetahuan baik 41,67%. Kata kunci : Pengetahuan, Resiko pernikahan diniABSTRACKBackground: In adolescence, humans cannot be called adults, but they cannot also be called children. Adolescence is a period of human transition from children to adults. Early Marriage is defined as a legalized bond between two other types to form a family under the age limit of adulthood. Child marriage is a critical issue considering that there are still many areas that have high rates of early marriage. Sleman Regency, with 232 cases of requests for marriage dispensation from January to the end of October 2022, this number could still increase. Therefore, researchers conducted research at SMK Ma'arif 2 Sleman because this school is located in Sleman Regency.Research Objectives: To know the description of the level of knowledge of young women about the risks of early marriage in pregnancy at SMK Ma'arif 2 Sleman.Research Methods: This research was conducted using a descriptive method, with a cross-sectional approach, data collection using primary data by taking direct data, the population in this study were 100 people, and the sample in this research were 36 people, the sampling technique was purposive sampling.Research Results: Based on the results of the research on the level of knowledge of young women about the risks of early marriage in pregnancy at SMK Ma'arif 2 Slemanl. Most of the respondents have sufficient level of knowledge 58.33% and some respondents have good knowledge 41.67%.Keywords: Knowledge, Risk of early marriag
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA BAYI DENGAN TEKNIK OVER YOUR SHOULDER UNTUK MENGURANGI REGURGITASI DI PMB CATUR ENI SLEMAN Yulia Adhisty; Sri Widarti; Wasilatul Fadilah
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Ruang Lingkup Asuhan : Regurgitasi adalah keluarnya sebagian kecil isi lambung setalah beberapa saat setelah makanan masuk lambung, regurgitasi merupakan hal yang umum terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI. Strategi untuk mengurangi regurgitasi dapat dilakukan dengan teknik Over Your Shoulder yaitu dengan cara meletakkan bayi dipundak ibu atau dtelungkupkan didada ibu, lalu ditepuktepuk punggung sampai bayi bersendawa. Pelaksanaan Asuhan: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. S dilakukan sebanyak 8 kali kunjungan. Pendekatan manajemen kebidanan dimulai dari masa nifas sebanyak tiga kali kunjungan, neonatus tiga kali kunjungan dan bayi sebanyak dua kali kunjungan. Evaluasi : Asuhan Kebidanan Berkelanjutan yang diberikan pada By. Ny. S dengan penerapan teknik Over Your Shoulder untuk mencegah regurgitasi di PMB Catur Eni berhasil. Setelah dilakukan pengobservasian kunjungan setiap asuhan dan bahkan tidak terjadi regurgitasi sama sekali. Kesimpulan dan Saran: Tidak ditemukan adanya kesenjangan teori dan asuhan berhasil dilakukan, dari siklus nifas, bayi baru lahir dan bayi. Teknik Over Your Shoulder mampu mencegah regurgitasi pada bayi Ny. S. Saran untuk bidan dapat melakukan pendekatan pada setiap klien dengan memperhatikan karakter masing-masing klien, serta memperluas literasi pembelajaran kebidanan terbaru, sehingga dapat menerapkan sikap kritis dalam menghadapi kasus dan dapat menyesuaikan masalah berdasarkan evidence besed.ABSTRACTScope of Care: Regurgitation is the release of a small portion of stomach contents after a while after food enters the stomach. Regurgitation is a common occurrence in babies who are breastfed. A strategy to reduce regurgitation can be done using the Over Your Shoulder technique, namely by placing the baby on the mother's shoulder or face down on the mother's chest, then patting the back until the baby burps.Implementation of Care: Continuous Midwifery Care for Mrs. S made 8 visits. The obstetric management approach starts from the postpartum period with three visits, the neonate with three visits and the baby with two visits.Evaluation: Continuous Midwifery Care provided to By. Mrs. S by applying the Over Your Shoulder technique to prevent regurgitation at PMB Catur Eni was successful. After observing each visit, there was no regurgitation at all.Conclusions and Suggestions: There were no theoretical gaps found and care was successfully carried out, from the postpartum cycle, newborns and infants. The Over Your Shoulder technique is able to prevent regurgitation in Mrs. S. Suggestions for midwives to approach each client by paying attention to the character of each client, as well as expanding the latest midwifery learning literacy, so that they can apply a critical attitude in dealing with cases and can adjust problems based on evidence based
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG VITAMIN A PADA IBU NIFAS DENGAN MEDIA POSTER DI PMB GENIT INDAH BAMBANGLIPURO BANTUL 2022 Sri Widarti; Riadinata Shinta Puspitasari; Anandya Cahya Agista
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARILatar Belakang: Pemberian kapsul vitamin A kepada ibu nifas terbukti dapat mencegah morbiditas dan kematian bayi (Geogia, 2010). Pengetahuan mengenai vitamin A dibutuhkan oleh ibu nifas karena dengan tahunya ibu mengenai pentingnya vitamin A maka ibu akan mengkonsumsi vitamin A yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Faktor yang mendukung keberhasilan komunikasi adalah dengan media yang mampu meningkatkan ketertarikan dan pemahaman dari audiens (Khairuna, 2012). Poster adalah media yang efektif digunakan sebagai media komunikasi kesehatan karena tampilan fisiknya menarik (Sumartono, 2019). Tujuan: Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu tentang vitamin A pada ibu nifas dengan media poster di PMB Genit Indah Bambanglipuro Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan satu variabel. Populasi penelitian yaitu ibu nifas di PMB Genit Indah Bambanglipuro Bantul selama bulan Desember 2022-Februari 2023 sejumlah 69 ibu nifas. Metode sampel yang digunakan Acidental Sampling sebanyak 32 responden. Hasil Penelitian: Karakteristik responden pada penelitian ini berdasarkan pendidikan sebagian besar tingkat pendidikan menengah sebanyak 17 responden (53%), umur responden sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 23 responden (72%), pekerjaan responden sebagian besar tidak bekerja sebanyak 18 responden (56%). Tingkat pengetahuan sebelum pemberian media poster sebagian besar tingkat pengetahuan baik sebanyak 21 responden (66%). Sesudah pemberian media poster terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 34 % yang dapat dilihat dari jumlah pengetahuan akhir yaitu tingkat pengetahuan baik sebanyak 32 responden (100%). Kesimpulan: Karakteristik responden berdasarkan pendidikan, umur dan pekerjaan, pada penelitian ini terjadi peningkatan pengetahuan sesudah diberikan media poster. Kata kunci : Peningkatan pengetahuan, Ibu nifas, Vitamin A, Media PosterABSTRACTBackground: Giving vitamin A capsules to postpartum mothers is proven to prevent morbidity and infant mortality (Geogia, 2010). Knowledge about vitamin A is needed by postpartum mothers because with the mother's knowledge of the importance of vitamin A, the mother will consume vitamin A given by health workers. The factor that supports the success of communication is with media that can increase interest and understanding from the audience (Khairuna, 2012). Posters are an effective medium used as a health communication medium because of their attractive physical appearance (Sumartono, 2019).Purpose: To find out the increase in mother’s knowledge about vitamin A in postpastum mothers with poster media at Genit Indah Independent Midwife Practice Bambanglipuro Bantul.Research Methods: This type of quantitative descriptive research with a one variable approach. The study population, namely postpartum mothers at PMB Genit Indah Bambanglipuro Bantul, during December 2022-February 2023, amounted to 69 postpartum mothers. The sample method used by Acidental Sampling was 32 respondents.Results: The characteristics of respondents in this study are based on education at most secondary education levels as many as 17 respondents (53%), the age of respondents is mostly aged 20-35 years as many as 23 respondents (72%), the occupation of respondents is mostly not working as many as 18 respondents (56%). The level of knowledge before giving poster media was mostly a good level ofknowledge as many as 21 respondents (66%). After the provision of poster media, there was an increase in knowledge by 34% which can be seen from the number of final knowledge, namely the level of good knowledge as many as 32 respondents (100%).Conclusion: Characteristics of respondents based on education, age, occupation, in this study there was an increase n knowledge after being given poster media.Keywords: increase knowledge, postpartum mother, vitamin A, Poster media