cover
Contact Name
Magfiroh
Contact Email
dokicti@gmail.com
Phone
+6285288852893
Journal Mail Official
dokicti@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Surya Alam 8 Blok A No. 15 Jl. Masjid Jami, Talang Jambe, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
ISSN : 29884160     EISSN : 29884497     DOI : https://doi.org/10.61994/taqrib
Taqrib : Journal Of Islamic Studies And Education is a scientific journal published by CV. Doki Courses and Training. Papers to be published in Taqrib: Journal Of Islamic Studies And Education are research articles (quantitative or qualitative research approaches), literature studies or original ideas that are considered to be able to contribute to the focus of scientific progress in formal and non-formal education in Islamic schools, madrasas, Islamic boarding schools and education Islam in tertiary institutions and Islamic Studies provides scientific articles on Islamic studies which are developed through the publication of articles, research reports and book reviews.
Articles 51 Documents
Pemikiran Wahid Hasyim Dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Dhini Ihwani, Dhini Ihwani; Fannia Athirah
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i2.975

Abstract

Kontribusi gagasan K.H. Wahid Hasyim terhadap penciptaan kurikulum pendidikan Indonesia dibahas dalam esai ini. Wahid Hasyim adalah seorang intelektual, negarawan, dan pemimpin agama yang menyoroti pentingnya pembinaan semangat kebangsaan dan pengembangan karakter di sekolah serta penggabungan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan nasional. Ia memulai sistem kurikulum yang menyeimbangkan keyakinan Islam dengan modernitas dengan mendirikan  Madrasah Nidzamiyah dan menggunakan teknik pembaruan pesantren. Studi ini mengkaji teori- teorinya dan mengevaluasi penerapannya pada sekolah kontemporer menggunakan metodologi penelitian kepustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gagasan Wahid Hasyim masihsangat relevan untuk pengembangan sistem pendidikan nasional yang inklusif dan menyeluruh yang didasarkan pada kemandirian intelektual dan prinsip-prinsip agama.
Administrasi Pembiayaan Pendidikan Di MIS Nelly Megawati Ario Kemuning Kota Palembang Meiwindah; Qoimatus Sadiah Budiarti; Abdul Hafiz
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i2.965

Abstract

Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana Administrasi Pembiayaan Pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar dilakukan di MIS Nelly Megawati Kota Palembang. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui teknik dan sumber triangulasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pendanaan pendidikan di MIS Nelly Megawati Kota Palembang terdiri dari iuran orang tua siswa, BOS Pusat/BOS Reguler, dan bantuan dari yayasan.  Dana ini digunakan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan, termasuk Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan, kecuali Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Namun, terdapat ketidaksesuaian antara anggaran yang tercantum dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dengan hasil yang dicapai. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dana yang diterima dari pemerintah dan jumlah siswa yang banyak.  
Model Evaluasi Kurikulum Pendidikan: Definisi, Fungsi, Manfaat, dan Penerapan CIPP (Context, Input, Process, Product) Ade Firdaus; Abdurrahmansyah
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i2.1298

Abstract

This study aims to discuss curriculum evaluation, including the definition of curriculum evaluation, the benefits of conducting it, the function of curriculum evaluation, and curriculum evaluation models. The discussion in this article is largely influenced by experts in the field of curriculum evaluation, so the opinions and thoughts of these experts serve as important references in reviewing the discussion.In the conclusion of this discussion, the author found that curriculum evaluation is a systematic effort carried out to improve the curriculum that is still in the development stage or the curriculum that has been implemented so that it is better prepared in the future, curriculum evaluation is beneficial for all parties including teachers, educational stakeholders, parents and the community, curriculum evaluation has formative and summative functions which ultimately have an impact on educational, instructional, diagnostic, and administrative activities., Curriculum evaluation models, including the CIPP Model (Context, Input, Process and Product).
Epistemologi Jadali dalam Tradisi Islam dan Relevansinya bagi Rasionalisme Modern Mutia Ummi Fadhillah; Ulya Putri Alfarida; Musa
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i2.1382

Abstract

Jadali epistemology represents one of the foundational pillars of the Islamic intellectual tradition, emphasizing the pursuit of truth through dialogue, rational argumentation, and coherence with divine revelation. Originating from the concept of mujadalah, Jadali evolved into a method of reasoning designed to test, refine, and authenticate arguments through sound logic and strong textual grounding. This article provides an in-depth examination of the Jadali mode of thought, including its dialogical, comparative, and critical methods, as well as the contributions of key figures such as Al-Ghazali and Fakhruddin al-Razi in strengthening the rational paradigm within Islamic scholarship. The study also compares Jadali epistemology with Western rationalism as developed by thinkers like René Descartes and Immanuel Kant. Although both traditions highlight the central role of reason, they differ fundamentally in their epistemological orientations: Western rationalism tends to be individualistic and introspective, whereas Jadali is dialogical, intersubjective, and firmly anchored in revelation. Through a qualitative library-based approach, this research demonstrates that Jadali epistemology offers a more holistic, ethical, and integrated model of knowledge, making it highly relevant for contemporary Islamic education and the cultivation of critical thinking in the modern era.
Administrasi Osis Bidang Keagamaan Di SMA Sandika Sukajadi Putri Dia Safitri; Fiona Eka Putri; Dapa Al Dimas
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i2.957

Abstract

Administrasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Sandika Sukajadi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pengembangan kepemimpinan dan keterampilan organisasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem administrasi OSIS yang diterapkan di sekolah tersebut, meliputi aspek pengelolaan, perencanaan, dan pelaksanaan program kerja. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi OSIS di SMA Sandika Sukajadi telah dilaksanakan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa tantangan dalam hal komunikasi dan koordinasi antar pengurus.
Penerapan Strategi Efektif Terhadap Peningkatan Literasi Al-Qur’an di TPA Nurul Iman Izzah Azizah AlHadi; Maya Setia Priyadi; Meutia Rachmatia; Mela Suhariyanti; Asri Widia Ningrum
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i2.1293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an melalui strategi efektif di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Iman Lampung Utara. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan siswa untuk tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah tajwid, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang efektif, seperti metode talaqqi, tahsin, pendekatan berbasis media audio-visual, serta penguatan pemahaman ayat melalui tafsir sederhana, dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Strategi tersebut terbukti membantu siswa memperbaiki kesalahan bacaan, meningkatkan kelancaran, serta menumbuhkan motivasi dalam memahami isi Al-Qur’an dan membantu siswa dalam menghafal Al-Qur’an juga. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang fariatif dan aplikatif berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan membaca sekaligus pemahaman Al-Qur’an di TPQ Nurul Iman Lampung.
Kajian Tafsir Q.S. An-Nisa Ayat 34 : Antara Tanggung Jawab dan Otoritas Dalam Relasi Gender Muhammad Dhafin Rizki Ramadhan; Kharisma Putri Anggraini; Hatimi Cahyani Lintang
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i2.1401

Abstract

Penelitian ini mengkaji QS. An-Nisa:34 dalam diskursus relasi gender Islam dengan fokus pada konsep qawwamah. Melalui pendekatan tafsir tematik dan kontekstual, ayat ini dianalisis berdasarkan konteks historis, linguistik, dan sosial. Berdasarkan tafsir klasik dan kontemporer, qawwamah dimaknai sebagai tanggung jawab moral, ekonomi, dan sosial laki-laki, bukan superioritas gender. Ayat ini menegaskan prinsip keadilan, keseimbangan, dan relasi gender yang saling melengkapi dalam Islam.  
Pembentukan Karakter Remaja Melalui Punishment dan Reward Titi Ulin Nuha; Dini Permana Sari
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 1 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i1.1510

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi esensial dalam membentuk individu yang berakhlak mulia. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), metode pembentukan karakter seringkali melibatkan penanaman nilai-nilai moral yang didukung oleh mekanisme pengendalian perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam efektivitas dan implementasi metode Reward (penghargaan) dan Punishment (hukuman) sebagai instrumen pedagogis dalam membentuk dan menginternalisasi karakter positif pada remaja. Fokus utama adalah mengukur sejauh mana kedua pendekatan ini, yang berakar pada prinsip targhīb (motivasi/janji kebaikan) dan tarhīb (ancaman/peringatan), mampu membentuk kesadaran moral, disiplin, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research), mengkaji berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk literatur PAI kontemporer, kajian psikologi pendidikan Islam, dan jurnal-jurnal terkait. Data dianalisis melalui teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola-pola konseptual, landasan teologis, serta argumen pro dan kontra mengenai penerapan punishment dan reward dalam pendidikan karakter remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Reward (penghargaan) memiliki korelasi positif yang kuat dalam meningkatkan motivasi intrinsik dan penguatan perilaku positif ( akhlak mahmūdah). Sebaliknya, penggunaan Punishment (hukuman) harus dilakukan dengan sangat bijaksana, non-fisik, edukatif, dan proporsional untuk menghindari trauma atau resistensi, serta harus berorientasi pada perbaikan (ta'dīb) bukan penghinaan. Dalam kerangka PAI, kedua mekanisme ini harus diposisikan sebagai alat bantu yang bersinergi untuk menumbuhkan self-control dan kesadaran bahwa segala tindakan memiliki konsekuensi di dunia dan akhirat. Karakter remaja yang terbentuk meliputi kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Reward dan  Punishment dan merupakan dualitas metode yang efektif dalam PAI untuk membentuk karakter remaja, asalkan penerapannya didasarkan pada prinsip-prinsip Islam yang humanis dan edukatif. Keberhasilan implementasi terletak pada keseimbangan, konsistensi, dan keteladanan pendidik, memastikan bahwa tujuan utamanya adalah pembentukan akhlak mulia dan kesalehan personal secara berkelanjutan.
Implementasi Pola Pengasuhan Islami Berbasis Keluarga  Di Desa Srigunung Sungai Lilin Gunadi; Sayid Habiburrahman; Hamidah
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 1 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i1.1272

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta dan fenomena pengamatan peneliti bahwa, liputan media massa akhir-akhir ini sering memberitakan seputar anak di televisi, surat kabar, radio, dan alat komunikasi lainnya, bahwa banyak anak yang terjerumus pada kenakalan. Masalah kenakalan anak ini semakin dirasakan meresahkan oleh masyarakat, baik anak sebagai korban maupun sebagai pelaku kenakalan itu sendiri, maka peran orang tua dalam membimbing anak sangat besar sebab pendidikan dan pengajaran serta pembinaan yang diajarkan orang tua kepada anaknya akan menentukan juga masa anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif análisis. Menurut pendekatannya penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan pendekatan Fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama Proses implemantasi pola pengasuhan Islami orang tua terhadap anak lebih menerapkan Metode kebiasaan diterapkan karena dianggap metode yang tepat oleh para orang tua dalam memberikan kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam membentuk perilaku anak yang sudah dilakukan secara turun temurun. Metode nasehat diterapkan karena dianggap sangat penting dalam mendidik anak terutama ketika anak melakukan kesalahan. Sedangkan metode keteladanan orang tua percaya dengan mendorong keteladanan, berharap anak akan tumbuh menjadi individu yang baik. Kedua, Faktor penghambat implemantasi pola pengasuhan Islami orang tua terhadap anak pada keluarga di Desa Srigunung Sungai Lilin yaitu: (1) Teknologi yang semakin canggih, (2) Keterbatasan waktu yang dimiliki orang tua, (3) Lingkungan.           
Manhaj Ulama Salaf dalam Menjaga Kemurnian Aqidah Islam Perspektif Salafi Tentang Tawassul Kontemporer Studi Keislaman Nabila Julianda Sapitri; Atik Rahmawati; Denistianah Habibah
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 1 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i1.1542

Abstract

ABSTRACT   The methodology (manhaj) of the salaf scholars plays a central role in preserving the purity of Islamic creed by upholding the Qur’an and Sunnah as the primary sources of guidance and exercising caution in matters of belief and worship. This article examines the salafi methodology by exploring the dynamics of salafi thought, the differences between the approaches of the salaf and khalaf, the concept of salaf according to Imam Ahmad ibn Hanbal and Ibn Taymiyyah, as well as the discourse on tawassul from a hadith perspective. Using a qualitative library research approach, the study finds that the salaf methodology is founded upon three main principles: the purification of tawhid, adherence to textual evidence (nass), and caution toward religious practices lacking clear proof. In the discussion of tawassul, salaf scholars emphasize the authenticity of hadith and restrict practices that may compromise the purity of creed. This article highlights the continued relevance of the salaf methodology in addressing contemporary theological and religious challenges.   ABSTRAK   Manhaj ulama salaf berperan penting dalam menjaga kemurnian aqidah dengan menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai rujukan utama serta bersikap hati-hati dalam persoalan keyakinan dan ibadah. Artikel ini mengkaji manhaj salaf melalui dinamika pemikiran salafi, perbedaan pendekatan salaf dan khalaf, konsep salaf menurut Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyah, serta pembahasan tawassul dalam perspektif hadis. Dengan metode kualitatif studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa manhaj salaf bertumpu pada pemurnian tauhid, kepatuhan pada nash, dan kehati-hatian terhadap praktik tanpa dalil yang jelas. Dalam isu tawassul, ulama salaf menekankan validitas hadis dan pembatasan praktik yang berpotensi menyimpang dari aqidah. Artikel ini menegaskan relevansi manhaj salaf dalam menjawab tantangan teologis masa kini.