cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,141 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 2,141 Documents clear
Penerapan Storyboard Digital Berbasis AI untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Diana Permata Sari; Triaviranda Triaviranda; Esti Yolanda Munthe; Jusca Santanovalina Samosir; Nadra Amalia; Elly Prihasti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5714

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis puisi siswa akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang memfasilitasi imajinasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan storyboard digital berbasis AI dalam pembelajaran puisi serta dampaknya terhadap motivasi dan kualitas tulisan siswa SMP. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi pada storyboard digital membantu siswa menemukan ide, mengembangkan alur emosi, memilih diksi, dan menghasilkan puisi yang lebih ekspresif. Selain itu, keterlibatan dan antusiasme siswa meningkat selama proses pembelajaran. Kendala teknis seperti jaringan dan perangkat ditemukan, tetapi dapat diatasi dengan dukungan fasilitas sekolah. Secara keseluruhan, media storyboard digital berbasis AI efektif sebagai inovasi pembelajaran menulis puisi di era digital.
Efektivitas Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik Dalam Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Fariz Aditya; Yeni Yolanda Simbolon; Raja Songkup Pratama; Victoria Grace Daely; Enjelina Sinaga; Julia Ivanna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi keterbukaan informasi publik di desa, bentuk-bentuk transparansi yang digunakan, hambatan yang dihadapi, serta upaya pemerintah desa dalam mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah menerapkan keterbukaan informasi melalui penyediaan mading di depan kantor desa dan pemanfaatan media digital sebagai sarana publikasi APBDes, realisasi anggaran, dan kegiatan pembangunan. Transparansi tersebut dinilai efektif dalam memperluas akses informasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan berupa perbedaan persepsi masyarakat terhadap program pembangunan, khususnya pembangunan jalan yang memunculkan pro dan kontra. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan tingkat literasi informasi, kepentingan sosial, serta kesenjangan akses teknologi. Untuk mengatasi dinamika tersebut, pemerintah desa melakukan berbagai upaya, termasuk dialog dalam forum musyawarah desa, penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami, serta pendekatan langsung kepada masyarakat untuk meluruskan kesalahpahaman dan membangun pemahaman bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan informasi publik di desa telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan melalui peningkatan literasi informasi, komunikasi partisipatif, dan kapasitas perangkat desa.
Adaptasi Teknologi Apung Pada Rumah Panggung Dalam Mengatasi Banjir Di Tepi Sungai Ricky Daniel P; Ing Sri pare Eni; Ramos Pasaribu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5723

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara besar yang memiliki iklim tropis basah, dengan curah hujan cukup tinggi setiap tahunnya, Indonesia juga merupakan negara terpadat penduduk ke 4 di dunia menurut worldmeter dengan populasi sebanyak 280 juta jiwa pada tahun 2024, hal tersebut berdampak terhadap kebutuhan primer seperti rumah yang terus meningkat. Pulau kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang memiliki banyak sungai besar, yang disepanjang sungai berdiri rumah panggung yang telah ada sejak lama, namun dikarenakan muka air laut yang semakin tinggi akibat panas global menyebabkan rumah panggung ikut terendam air, maka penelitian ini di fokuskan kepada Adaptasi Teknologi Apung pada Rumah  Panggung dalam mengatasi Banjir yang diharapkan penghuni rumah panggung dapat nyaman dan aman jika terjadi banjir selanjutnya.  
Respon Tubuh Pemain Futsal terhadap Aktivitas Fisik di Lingkungan Bersuhu Dingin Selfi Desi Wulandari; Adinda Catur Desvita Putri; Oktavia Suci Sulistiyowati; Shuryana afrizal maulana; Ayunda Dwi Anggraini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons fisiologis pemain futsal perempuan terhadap aktivitas fisik di lingkungan bersuhu dingin, meliputi perubahan suhu tubuh permukaan, kehilangan cairan, dan status hidrasi. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pre-test post-test diterapkan pada sepuluh atlet futsal perempuan yang berlatih di lapangan indoor saat kondisi panas dengan suhu lingkungan mencapai 29 derajat Celsius. Pengukuran dilakukan menggunakan termometer digital inframerah untuk suhu tubuh, timbangan digital untuk berat badan, dan skala warna urin untuk evaluasi status hidrasi, dengan durasi aktivitas fisik selama sembilan puluh menit pada intensitas sedang hingga tinggi. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perubahan signifikan pada suhu tubuh permukaan dengan penurunan hanya 0,07 derajat Celsius, sementara kehilangan cairan tubuh relatif minimal dengan penurunan berat badan sebesar 0,78 kilogram yang tidak bermakna secara statistik. Status hidrasi sebagian besar atlet tetap terjaga pada kategori baik hingga sedang tanpa indikasi dehidrasi berat. Persepsi subjektif menunjukkan bahwa atlet mampu beradaptasi dengan kondisi dingin meskipun mengalami ketidaknyamanan ringan pada fase awal latihan. Temuan mengindikasikan bahwa mekanisme termoregulasi tubuh bekerja efektif dalam mempertahankan homeostasis selama aktivitas fisik di lingkungan dingin, sehingga risiko hipotermia dan dehidrasi minimal pada atlet yang aktif berlatih.
Analisis Perbandingan Kadar Aspal Aktual Hasil Ekstraksi Dengan Kadar Aspal Rencana (JMF) Terhadap Campuran Aspal HRS-WC (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Namrole-Leksula 1 Dari STA 03+000 - STA 03+350) Nulyati Rumbia; Atina Buton
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5730

Abstract

Kualitas campuran aspal sangat dipengaruhi oleh kadar aspal yang digunakan. Perbedaan antara kadar aspal rencana (Job Mix Formula/JMF) dengan kadar aspal aktual dapat memengaruhi performa perkerasan jalan, termasuk daya tahan terhadap beban lalu lintas dan kondisi lingkungan. Teknik Pengumpulan Data berupa Pengumpulan Data Primer dan Data Sekunder. Berdasarkan sumber pengambilan data, dalam penelitian ini peneliti menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari lokasi yang diteliti melalui prosedur pengambilan sampel campuran aspal pada AMP, bak finisher, dan hasil core drill, serta dokumentasi proses produksi dan penghamparan aspal di lapangan. Data primer tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi nyata kadar aspal aktual pada campuran HRS-WC. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari dokumen Job Mix Formula (JMF) dan spesifikasi teknis yang menjadi acuan dalam menilai kesesuaian kadar aspal aktual terhadap kadar aspal rencana. Kondisi campuran aspal pada Proyek Pembangunan Jalan Namrole–Leksula 1 menunjukkan adanya penurunan kadar aspal dari AMP hingga hasil core drill, namun deviasinya masih sangat kecil. Variasi kadar aspal tersebut tetap berada dalam batas toleransi yang ditetapkan sehingga kualitas campuran HRS-WC tidak terganggu. Hal ini menandakan bahwa proses produksi dan penghamparan aspal berlangsung terkendali. Dengan demikian, campuran aspal yang digunakan masih memenuhi persyaratan teknis perkerasan jalan Berdasarkan hasil ekstraksi kadar aspal aktual menunjukkan nilai rata-rata sebesar 6,72%, yaitu dari sampel Asphalt Mixing Plant (AMP) sebesar 6,76%, sampel finisher 6,73%, dan sampel core drill sebesar 6,68%. Dibandingkan dengan kadar aspal JMF sebesar 6,75%, kadar aspal aktual pada masing-masing sampel menunjukkan penurunan, kecuali pada sampel dari AMP. Deviasi kadar aspal dari AMP adalah 0,01%, dari finisher -0,02%, dan dari core drill -0,07%. Meskipun terjadi penurunan, seluruh nilai kadar aspal masih berada dalam batas toleransi Spesifikasi Umum 2018 Revisi 2, yaitu ± 0,3%, penelitian ini menunjukkan bahwa campuran kadar aspal HRS-WC yang digunakan masih memenuhi spesifikasi teknis dan layak digunakan dalam konstruksi jalan.
Tanggung Jawab Hukum Debitur Terhadap Objek Jaminan Fidusia Muhammad Hatta. R; Iriansyah Iriansyah; Yeni Triana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5786

Abstract

Terbentuknya sistem pembiayaan berbasis prinsip fidusia di Indonesia menimbulkan tantangan baru terkait tanggung jawab hukum debitur atas jaminan fidusia. Dalam praktiknya, banyak debitur, baik sengaja maupun tidak sengaja, tidak mematuhi ketentuan perjanjian fidusia, seperti tidak melakukan angsuran pembayaran atau mengalihkan jaminan tanpa izin kreditur. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan hukum, termasuk masalah wanprestasi, perlindungan hak kreditur, dan keadilan dalam penanganan jaminan fidusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam konsep tanggung jawab debitur atas jaminan fidusia dari perspektif hukum Indonesia dan untuk melihat akibat hukum yang timbul ketika debitur gagal memenuhi tanggung jawab tersebut. penelitian ini menggunakan kombinasi metode hukum dan konseptual, dengan mengumpulkan informasi dari literatur yang ada, undang-undang, putusan pengadilan, dan interpretasi hukum terkait kewajiban fidusia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab debitur dalam perjanjian fidusia berlandaskan pada prinsip kepercayaan dan keadilan. Debitur harus melindungi agunan yang disimpan dalam perwalian dan tidak dapat memberikannya tanpa persetujuan kreditur. Jika mereka melanggar aturan ini, itu mengarah pada wanprestasi, yang memungkinkan kreditur untuk mengambil kendali atas agunan tersebut.
Determinan Self-Efficacy Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Lilis Novitarum; Jagentar P. Pane; Jesika Rajagukguk
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5787

Abstract

Self-efficacy merupakan kepercayaan individu akan kemampuannya dalam melakukan tugas atau perawatan diri yang memiliki peran penting dalam menjamin perawatan diri yang lebih baik pada pasien gagal ginjal kronik. Pasien dengan self-efficacy rendah cenderung mengalami kendali dan kepercayaan diri yang minim sehingga berisiko mengalami perkembangan masalah emosional dan sosial termasuk kecemasan dan depresi. Determinan self-efficacy terdiri dari faktor eksternal dan internal yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan optimisme pasien gagal ginjal kronik, meliputi pengalaman pribadi, modeling sosial, persuasi verbal, serta kondisi fisik dan emosi. Data Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024 menunjukkan peningkatan signifikan jumlah pasien hemodialisa dengan 79 pasien baru dan 3.050 kunjungan hemodialisa pada periode Januari-Juni 2024, namun belum terdapat data komprehensif mengenai determinan self-efficacy pasien tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan self-efficacy pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024, khususnya dalam mengidentifikasi keempat komponen determinan self-efficacy tersebut. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional. Sampel berjumlah 65 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner self-efficacy yang diadopsi dan dimodifikasi dari penelitian Dewi (2019) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, mencakup 23 pernyataan yang terdiri dari 5 pernyataan pengalaman pribadi, 6 pernyataan modeling sosial, 6 pernyataan persuasi verbal, dan 6 pernyataan kondisi fisik-emosi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner langsung oleh responden selama bulan November 2024. Hasil penelitian menunjukkan determinan self-efficacy secara keseluruhan berada dalam kategori tinggi (92%), dengan distribusi komponen: persuasi verbal kategori tinggi (95,4%), modeling sosial kategori tinggi (90,8%), kondisi fisik-emosi kategori tinggi (90,8%), dan pengalaman pribadi kategori tinggi (83,1%). Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 56-65 tahun (36%), berjenis kelamin laki-laki (58%), berpendidikan SMA (40%), dan telah menjalani hemodialisa >24 bulan (39%). Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa implementasi determinan self-efficacy pada keempat komponen telah menunjukkan hasil positif, dengan persuasi verbal sebagai komponen tertinggi yang mengindikasikan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam meningkatkan keyakinan diri pasien untuk menjalani terapi hemodialisa secara optimal dan meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik.
Penerapan Hukum Pidana Terhadap Penyalahgunaan Izin Keimigrasian Menurut Undang-Undang Rino. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian (Studi Kasus kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non Tpi Jakarta Pusat) Andi Nina Mutmainnah; Hartanto Hartanto; Teguh Satya Bhakti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5430

Abstract

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Pusat sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam hal keimigrasian, baik itu pemberian izin, pengawasan, maupun penindakan terhadap penyalahgunaan izin keimigrasian, memiliki peran yang sangat penting dalam penerapan hukum pidana ini. Studi kasus yang berfokus pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Pusat menjadi sangat relevan untuk mengkaji bagaimana penerapan hukum pidana terhadap penyalahgunaan izin keimigrasian dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku serta kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Rumusan masalahnya adalah Bagaimana penerapan hukum pidana terhadap penyalahgunaan izin keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Pusat menurut Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian? Apa saja hambatan yang dihadapi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Pusat dalam menegakkan hukum pidana terhadap penyalahgunaan izin keimigrasian?. Metode Penelitian yang di pakai menggunakan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan izin keimigrasian oleh warga negara asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Pusat masih sering terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penggunaan visa kunjungan untuk bekerja secara ilegal, overstay, serta penggunaan izin tinggal tidak sesuai tujuan dan penegakan hukum pidana terhadap penyalahgunaan izin keimigrasian oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Pusat masih menghadapi berbagai hambatan, baik dari aspek internal maupun eksternal. Hambatan internal meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten di bidang penyidikan, minimnya sarana dan prasarana, serta tidak adanya prosedur teknis yang baku dalam penanganan perkara pidana keimigrasian.
Identitas Skena di Ruang Komunal Melalui Pemaknaan Lirik Lagu “Creep” Radiohead Shinta Eka Hakiki; Teguh Hartanto Patrianto; Rahmawati Zulfiningrum; Puri Kusuma Dwi Putri; Zahrotul Umami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna lirik lagu “Creep” karya Radiohead sebagai simbol identitas skena ketika dipraktikkan dalam ruang komunal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes dan perspektif etnomusikologi, penelitian ini menelaah transformasi makna lirik dari teks individual menjadi representasi budaya kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tekstual, “Creep” memuat narasi personal tentang keterasingan dan kerentanan diri. Namun, ketika diperdengarkan dalam ruang komunal seperti kafe skena, lirik tersebut mengalami pergeseran makna melalui proses denotasi–konotasi–mitos, hingga menjadi simbol identitas outsider yang diterima dan dirayakan dalam budaya skena. Ruang komunal berfungsi sebagai mediator afektif yang memungkinkan pendengar mengalami pengalaman emosional bersama, terlihat dari fenomena nyanyi kolektif dan penguatan rasa kebersamaan meski antarindividu tidak saling mengenal. Temuan ini menegaskan bahwa musik bukan hanya teks, tetapi praktik budaya yang membentuk identitas melalui interaksi sosial dan atmosfer ruang. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian etnomusikologi dan semiotika, serta implikasi praktis bagi pengelola ruang komunal, komunitas skena, dan pelaku industri kreatif dalam memahami peran musik sebagai media pembentuk identitas budaya.
Dinamika Komunikasi Interpersonal Dan Pembentukan Solidaritas Dalam Komunitas Yoga Tertawa Bhm Bona I Gusti Ayu Agung Shinta Maharani; Anak Agung Istri Agung Maheswari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi interpersonal dalam pembentukan solidaritas sosial pada Komunitas Yoga Tertawa BHM Bona. Komunitas ini berkembang sebagai ruang interaksi yang menghadirkan dukungan emosional, keterhubungan sosial, serta kehangatan antaranggota melalui aktivitas tawa bersama. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi partisipatif, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal seperti sapaan ramah, percakapan santai, dan berbagi cerita serta komunikasi nonverbal seperti senyuman, kontak mata, dan tawa kolektif menjadi fondasi terbentuknya solidaritas anggota. Aktivitas kolektif seperti tirta yatra, bakti sosial, dan pertemuan rutin memperkuat kohesi sosial melalui pengalaman bersama yang bersifat emosional. Analisis menggunakan teori FIRO mengungkap bahwa pemenuhan kebutuhan inclusion, control, dan affection menjadi faktor utama dalam keberlanjutan hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika komunikasi interpersonal berperan signifikan dalam membentuk dan mempertahankan solidaritas sosial dalam komunitas.