cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Dinamika Materialisme, Kontrol Diri, dan Pembelian Impulsif dalam Fenomena PayLater I Gusti Ayu Tirtayani; Gusti Ayu Aghivirwiati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5902

Abstract

Perkembangan layanan kredit digital seperti PayLater telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan pengguna e-commerce. Kemudahan akses kredit ini tidak hanya memfasilitasi pemenuhan kebutuhan, tetapi juga berpotensi mendorong perilaku konsumtif dan pembelian impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh materialisme terhadap perilaku impulsive buying pada pengguna PayLater di e-commerce, serta menguji peran self-control sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada pengguna PayLater. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa materialisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying. Sementara itu, self-control memiliki arah pengaruh negatif dalam memoderasi hubungan antara materialisme dan impulsive buying, namun efek tersebut tidak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan pengendalian diri individu belum cukup kuat untuk meredam dorongan konsumtif yang bersumber dari orientasi materialistis, khususnya ketika didukung oleh kemudahan penggunaan PayLater. Nilai R Square sebesar 0,297 menunjukkan bahwa model penelitian ini menjelaskan 29,7% variasi perilaku impulsive buying, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi konsumen, platform e-commerce, serta penyedia layanan PayLater dalam memahami risiko perilaku konsumtif di era kredit digital.
Inovasi Menu Nabati dan Kesadaran Gaya Hidup Sehat Sebagai Determinan Minat Konsumsi Makanan Sehat Nabilah Azzah Aisyah; Eryd Saputra; Miratia Afriani; Rosie Oktavia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi menu nabati dan kesadaran gaya hidup sehat terhadap minat konsumsi makanan sehat di Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 240 responden yang memiliki pengalaman dalam mengonsumsi makanan sehat. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi menu nabati dan kesadaran gaya hidup sehat berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap minat konsumsi makanan sehat. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,431 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 43,1% variasi minat konsumsi makanan sehat. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi kuliner dan peningkatan kesadaran konsumen untuk mendorong pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pelaku usaha kuliner di Batam untuk merancang strategi inovasi menu dan edukasi konsumen guna meningkatkan minat terhadap makanan sehat berbasis nabati.
Efektivitas Pendekatan Kognitif Perilaku dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Meningkatkan Penyesuaian Diri Remaja Qonita Gina Berliana; Suhadianto Suhadianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami hambatan penyesuaian sosial pada seorang remaja serta mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis kognitif-perilaku dalam meningkatkan kemampuan adaptasi sosialnya. Klien, seorang remaja berusia 18 tahun, menunjukkan kesulitan dalam menjalin relasi, kecemasan sosial, rasa rendah diri, dan perilaku menarik diri yang berkaitan dengan pengalaman perundungan dan minimnya paparan sosial selama homeschooling. Hambatan ini sejalan dengan karakteristik penyesuaian sosial yang dikemukakan Schneiders. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika kognitif, emosional, dan perilaku klien yang memengaruhi proses adaptasinya di lingkungan sekolah. Metode penelitian. Pendekatan studi kasus dengan asesmen multi-metode melalui wawancara, observasi, tes kognitif WAIS, tes proyektif (DAP, BAUM, HTP, SSCT), serta Skala Penyesuaian Sosial Remaja. Intervensi dirancang menggunakan pendekatan kognitif-perilaku dengan teknik restrukturisasi kognitif dan latihan keterampilan sosial. Delapan sesi intervensi dilaksanakan selama Maret–Mei 2025, mencakup identifikasi pikiran otomatis, modifikasi pola pikir disfungsional, psikoedukasi hubungan pikiran-emosi-perilaku, perencanaan perilaku adaptif, dan evaluasi strategi koping. Hasil. Adanya perkembangan awal berupa peningkatan pemahaman klien terhadap pola pikir negatifnya, kemampuan menerapkan pikiran alternatif yang lebih adaptif, serta peningkatan keberanian dalam memulai interaksi sederhana. Namun, hambatan masih muncul berupa kegugupan, ketidakkonsistenan praktik di luar sesi, dan keterbatasan keterampilan sosial dalam situasi sosial yang lebih kompleks. Kesimpulan. Intervensi kognitif-perilaku terbukti membantu klien mencapai perubahan awal dalam penyesuaian sosial, meskipun diperlukan intervensi lanjutan. Fokus penguatan keterampilan sosial, pelatihan regulasi emosi, serta monitoring jangka panjang diperlukan agar perubahan positif dapat berkembang secara konsisten dan berkelanjutan.
Mendiagnosis Kegagalan Reformasi Kepolisian Melalui Perspektif Tata Kelola Reflektif: Bukti Dari Kepolisian Nasional Indonesia Yakob Noho Nani; Muchlis Akuba; Alfiah Agussalim; Yuliyanti Mozin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5907

Abstract

Studi ini mendiagnosis kegagalan reformasi kepolisian yang terus-menerus di Indonesia melalui lensa tata kelola reflektif dan pembelajaran kelembagaan. Terlepas dari reformasi regulasi, organisasi, dan teknologi yang ekstensif sejak pemisahan kepolisian dari militer, pola penggunaan kekerasan berlebihan, impunitas, dan menurunnya kepercayaan publik terus berulang. Melalui desain reflektif kualitatif, analisis dokumen sistematis dan tinjauan literatur empiris, studi ini meneliti dokumen kelembagaan, laporan pengawasan, dan studi empiris sebelumnya untuk mengidentifikasi kegagalan tata kelola yang mendasarinya. Analisis tersebut mengungkapkan empat defisit reflektif yang saling terkait: disfungsi moral, fragmentasi epistemik, bias analitis dalam pengambilan keputusan, dan tidak adanya mekanisme pembelajaran kelembagaan yang efektif. Kegagalan ini mencegah organisasi kepolisian untuk mengubah kesalahan dan pelanggaran menjadi sumber pembelajaran kolektif, yang mengakibatkan reformasi simbolis daripada reformasi substantif. Temuan studi ini berkontribusi secara konseptual dengan mengintegrasikan tata kelola reflektif dengan pembelajaran kelembagaan untuk menyediakan kerangka diagnostik untuk memahami kegagalan reformasi di lembaga publik yang bersifat koersif. Secara praktis, menawarkan landasan berbasis bukti untuk merancang strategi reformasi kepolisian yang lebih adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada pembelajaran.
Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Kandungan Mineral Kalsium (Ca), Fosfor (P), Kalium (K) Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Panen Kedua Antonius E. Armin; Dominggus B. Osa; Stefanus Tany Temu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi pemotongan terhadap kandungan mineral kalsium, fosfor dan kalium rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) panen kedua. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga di peroleh 15 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari T1= 5 cm dari atas permukaan tanah, T2= 10 cm, T3= 15 cm, T4= 20 cm, dan T5= 25 cm. Variabel yang diteliti yaitu mineral kalsium, fosfor dan kalium. Data yang peroleh dianalisis dengan sidik ragam, dan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan kalsium, fosfor dan kalium. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan antara T5:T4 berbeda sangat nyata (P<0,01), dan perlakuan T1:T2:T3 berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan mineral kalsium. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tinggi pemotongan yang berbeda dapat meningkatkan kandungan mineral kalsium, fosfor, dan kalium tanaman rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada panen kedua. Sehingga tinggi pemotongan 5 cm rumput gajah mini dapat menghasilkan kandungan mineral yang tertinggi dengan kandungan kalsium 0,98%, fosfor 0,62%, dan kalium 1,19%
The Meaning Of Freedom And Death In The Poetry Book “Kertas Basah" By Dea Anugrah Jonathan Susilo Effendi; Dimas Galih Prayogo; Yanti Rosalinah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5913

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi makna kebebasan dan kematian dalam buku puisi Kertas Basah karya Dea Anugrah. Puisi sebagai bentuk sastra yang padat dan simbolik sering menjadi medium untuk mengekspresikan krisis eksistensial dan ketegangan sosial-politik. Dalam Kertas Basah, kebebasan digambarkan sebagai kondisi yang rapuh dan terkungkung, sementara kematian muncul sebagai motif yang merefleksikan keputusasaan, perlawanan, dan pencarian otonomi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan dekat (close reading). Analisis dilakukan melalui pendekatan struktural dan semiotik, khususnya teori semiotika puisi Michael Riffaterre serta perspektif eksistensialisme Jean-Paul Sartre dan Martin Heidegger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan dan kematian tidak diposisikan sebagai tema yang terpisah, melainkan saling berkaitan, di mana kematian sering dimaknai sebagai bentuk kebebasan terakhir ketika tekanan sosial, psikologis, dan politis tidak lagi tertahankan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra Indonesia kontemporer, khususnya dalam memahami suara puitik dan kritik eksistensial Dea Anugrah.
Evaluasi dan Implementasi Kurikulum Bahasa Arab dalam Perspektif Organisasi dan Pengembangan Pendidikan abdurahman abdurahman; Muhammad Zuhdi; Suparto Suparto; Maswani Maswani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5916

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi dan implementasi kurikulum Bahasa Arab dalam perspektif organisasi dan pengembangan pendidikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Fokus kajian diarahkan pada konseptualisasi organisasi kurikulum, praktik implementasi pembelajaran, evaluasi kurikulum, serta implikasinya bagi pengembangan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Bahasa Arab tidak dapat dipahami sebagai dokumen administratif semata, melainkan sebagai instrumen strategis yang menentukan arah, isi, dan kualitas pembelajaran. Organisasi kurikulum yang sistematis dan kontekstual menjadi prasyarat utama bagi terciptanya pembelajaran Bahasa Arab yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan perkembangan pendidikan. Implementasi kurikulum menuntut keterlibatan aktif guru, penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi, serta dukungan kelembagaan yang memadai agar tujuan pembelajaran dapat diwujudkan secara optimal. Sementara itu, evaluasi kurikulum dalam perspektif organisasi berfungsi sebagai mekanisme reflektif untuk menilai keselarasan antara tujuan, proses, dan hasil pembelajaran, sekaligus sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan kurikulum. Artikel ini menegaskan bahwa evaluasi dan implementasi kurikulum Bahasa Arab yang dilakukan secara berkelanjutan akan berkontribusi pada penguatan mutu pendidikan, peningkatan profesionalisme pendidik, serta pembentukan peserta didik yang kompeten secara linguistik, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai keilmuan dan keislaman.
Evaluasi Program Tahfidz dan Tahsin Di Markaz Dirasah Qur’an Menggunakan Model Countenance Stake Afifah Rachman; Adibatusshobihat Adibatusshobihat; Muhammad Yasheer Gunawan; Mohammad Zikri Anugrah. A; Syarif Jalaluddin; Hesti Kusumaningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5918

Abstract

Program Tahfidz dan Tahsin adalah langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman Al-Qur’an, tetapi implementasinya di berbagai lembaga seringkali menemui hambatan seperti motivasi yang rendah, disiplin yang kurang, serta metode pembelajaran yang tidak selalu cocok dengan kebutuhan para peserta. Secara rasional, program ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk menanggapi tingginya angka buta huruf Al-Qur’an di Indonesia, sehingga lembaga seperti MDQ berupaya menyediakan lingkungan belajar yang terarah, sistematis, dan mampu menjembatani kesenjangan kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur’an pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif Program Tahfidz dan Tahsin di Markaz Dirasah Qur’an (MDQ) dengan menggunakan Model Countenance Stake yang mengevaluasi tiga komponen penting, yaitu antecedents, transactions, dan outcomes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang meliputi observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen dengan melibatkan pemimpin lembaga, guru, siswa, dan orang tua murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek antecedents, MDQ memiliki kualifikasi pengajar yang memadai, kurikulum yang terstruktur, serta metode pengajaran yang fleksibel, meskipun terdapat keterbatasan fasilitas akibat status bangunan yang belum sepenuhnya diwakafkan. Di bagian transactions, proses pembelajaran berlangsung terorganisir melalui tahsin, pratahfidz, dan tahfidz, disertai evaluasi rutin seperti mutaba’ah, tasmi’, dan ujian semester. Tantangan utama yang dihadapi mencakup ketidakkonsistenan kehadiran, motivasi siswa, serta bentrok jadwal dengan pendidikan formal. Dalam aspek outcomes, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan penghafalan dan mutu bacaan siswa, bahkan banyak peserta yang melebihi target hafalan minimal tiga juz, serta menunjukkan perubahan positif dalam kedisiplinan ibadah dan sikap religius. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan fasilitas, strategi motivasi yang lebih beragam, memperkuat kolaborasi dengan orang tua murid, serta penambahan jumlah tenaga pengajar agar pelaksanaan program dapat lebih optimal dan berkelanjutan.
EXPLORING INQUIRY-BASED LEARNING IN IMPROVING READING-VIEWING SKILLS. (A CASE STUDY IN CLASS SEVENTH GRADE STUDENTS’ OF SMPN 20 KOTA BENGKULU) Ayu Yeri Andira; Ferri Susanto; Anita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5920

Abstract

This study provides an in-depth description of how the implementation of the Inquiry-Based Learning model improves the reading–viewing skills of seventh-grade students at SMPN 20 Kota Bengkulu. Using a qualitative approach with a case study design, the research subjects consisted of 30 seventh-grade students and three English teachers as primary informants. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman & Saldana model, namely data reduction, data display, and drawing/verifying conclusions. The results show that the consistent implementation of Inquiry-Based Learning increases student engagement and reading–viewing abilities. Students become more active in asking questions, are able to analyze information from texts and visual media, and present findings logically. Teachers also applied differentiation through grouping by learning styles, the use of audiovisual media, and staged guidance as facilitators. Thus, this study concludes that Inquiry-Based Learning has a positive and effective impact on improving the reading–viewing skills of seventh-grade students at SMPN 20 Kota Bengkulu, especially through analytical, collaborative, and reflective activities that are relevant to 21st-century learning needs.
Transformatif Pendidikan Islam Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam: pendidikan dalam kajian filsafat Mohammad Rosi; Maria Ulfa; Tobi Tobi; Djoko Hartono4
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5921

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi pendidikan Islam melalui perspektif filsafat pendidikan Islam dengan tujuan mengembangkan kerangka pendidikan yang transformatif, holistik, dan relevan dengan tantangan abad ke-21. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, menganalisis karya-karya Dr. Yusuf Hanafi, Achmad Sultoni, dan Prof. Dr. H. Muh. Huda, serta literatur terkait untuk memahami konsep pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid, tarbiyah, ta’lim, dan tazkiyah dalam berbagai disiplin ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam meliputi metafisika, aksiologi, dan pragmatisme menjadi landasan penting dalam membangun pendidikan yang membentuk karakter, kecerdasan spiritual, dan kemampuan adaptif peserta didik. Transformasi kurikulum melalui revitalisasi tradisi lokal seperti Mapalus dan penerapan Kurikulum Merdeka di madrasah memungkinkan integrasi pendidikan agama dan nilai sosial-kultural, meskipun menghadapi tantangan kesiapan guru dan sumber daya. Dari aspek pedagogis, penggunaan teknologi imersif seperti VR, AR, dan AI, serta pembelajaran kooperatif berbasis nilai Islam, terbukti meningkatkan motivasi, hasil belajar, dan perkembangan moral siswa. Strategi pendidikan transformatif yang menekankan refleksi kritis, pengalaman autentik, dan pemahaman multidimensional dapat melahirkan peserta didik yang religius, kreatif, kritis, dan kompetitif secara global. Penelitian ini juga menyoroti peluang pendidikan Islam untuk mengintegrasikan nilai-nilai global, kewarganegaraan, dan inklusivitas dalam model pendidikan holistik. Rekomendasi meliputi pengembangan kurikulum berbasis integrasi nilai Islam, optimalisasi teknologi pembelajaran, pelatihan guru, revitalisasi tradisi lokal, serta penelitian komparatif dan longitudinal untuk memastikan relevansi dan efektivitas pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang beretika, adaptif, dan siap menghadapi dinamika masyarakat modern.