cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 3,430 Documents
Islamic Values in the Traditions and Customs of the Rampi Tribe of North Luwu Regency (An Educational Analysis) Rustam, Rustam; Cikka, Hairuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5930

Abstract

This study examines the Islamic values ​​internalized in the traditions and customs of the Rampi people in North Luwu Regency through an educational analysis approach. Despite living in a relatively remote mountainous region, the Rampi people demonstrate a harmonious process of cultural and religious acculturation. Various customary practices, such as village deliberations, mutual cooperation (gotong royong), respect for elders, and environmental conservation, embody important Islamic values, such as shura (religious dialogue), ta'awun (community-based harmony), birrul walidain (property and trust), and the concept of humans as caliphs on earth. These values ​​are not communicated formally but are passed down through daily customs, oral traditions, and social practices that have been passed down through generations. Thus, local Rampi traditions serve as an effective educational medium for strengthening the moral and spiritual character of the community.
Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Koperasi Serba Usaha Jannatul Ummahati Shobirin Berdasarkan Non-Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR): Tinjauan Laporan Keuangan Tahun 2022–2024 Fridamayanti, Emellya; Sari, Vira Permata; Zenya, Andi Wulandara; Rikayana, Hadli Lidya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5931

Abstract

Koperasi Serba Usaha (KSU) memegang peranan vital dalam mendorong perekonomian anggota dan masyarakat secara luas. Namun, unit usaha simpan pinjam dalam KSU memiliki risiko inheren, terutama masalah kredit macet, yang dapat mengancam stabilitas dan keberlanjutan koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai tingkat kesehatan keuangan Koperasi Serba Usaha Jannatul Ummahati Shobirin (KSU JUS) dengan menggunakan dua indikator kunci: rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan NPL) dan rasio penyaluran pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio LDR) berdasarkan laporan keuangan periode 2022 hingga 2024. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengolah data sekunder dari laporan keuangan koperasi yang diperoleh dari Rapat Anggota Tahunan (RAT). Hasil analisis rasio NPL menunjukkan tren penurunan kualitas kredit yang signifikan. NPL yang semula 3,03% pada tahun 2022 (kategori Sehat), meningkat tajam menjadi 6,64% pada tahun 2023, dan kembali naik menjadi 8,40% pada tahun 2024. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa proporsi kredit bermasalah telah melampaui batas toleransi 5% dan menempatkan koperasi pada kategori cukup sehat pada dua tahun terakhir. Sementara itu, analisis LDR menunjukkan risiko likuiditas yang sangat tinggi dan dikategorikan tidak sehat. Meskipun terdapat tren penurunan, rasio LDR masih sangat tinggi, yaitu 316,14% (2022), 301,55% (2023), dan 271,38% (2024). Angka LDR yang ekstrem ini menunjukkan penyaluran pinjaman yang jauh lebih besar daripada dana simpanan yang dihimpun, menciptakan ketergantungan tinggi pada sumber dana lain dan meningkatkan risiko ketidakmampuan memenuhi penarikan simpanan anggota secara mendadak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah KSU JUS perlu segera mengambil langkah perbaikan, termasuk pengetatan analisis kredit (seperti pendekatan 5C) dan penguatan strategi penghimpunan dana simpanan guna menstabilkan rasio NPL dan LDR.
Integration of Dakwah, Culture, and Economy (General and Islamic) Idris, Idris; MS, Syaifullah; Datumla, Sarpika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5932

Abstract

The integration of da'wah, culture, and economics is a comprehensive approach aimed at developing society holistically through a blend of spiritual values, social identity, and material well-being. Da'wah is not only understood as the activity of conveying Islamic teachings, but also as an empowerment process that utilizes the potential of local culture as a medium for internalizing religious values. This approach enables da'wah to be received more effectively because it aligns with traditions, local wisdom, and the social structure of the community. By adapting Islamic values ​​to cultural elements, harmony is created between religious teachings and social life, strengthening character, morality, and community cohesion. In addition to cultural aspects, the integration of da'wah into the economic sphere encourages the formation of an ethical, just, and sustainable economic system. Islamic values ​​such as trustworthiness, honesty, hard work, and social solidarity serve as the foundation for developing community economic activities, including micro-enterprises, sharia cooperatives, and a culture-based creative economy. The synergy between da'wah, culture, and the economy produces a model of community development that prioritizes not only material growth but also moral nobility and the preservation of local identity. Thus, the integration of these three aspects is a crucial strategy for realizing a religious, cultured, and prosperous society in the face of global dynamics and social change.
Laporan Penelitian Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Konsumen Pinang Sepakat Sejahtera Periode 2022-2024 Sulistya, Widya; Syalsabila, Keysa Dwina; Gaol, Kania Marsilla Lumban; Rikayana, Hadli Lidya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5935

Abstract

This study aims to analyze and assess the financial performance of the Pinang Sepakat Sejahtera Consumer Cooperative (KKPSS) over a three-year period, specifically from 2022 to 2024. As a Consumer Cooperative operating in the fashion, culinary, and handicraft sectors in Tanjungpinang, it plays a vital role in improving members' welfare and contributing to the local economy. A measurable financial performance analysis is crucial to evaluate management's efficiency in handling assets and capital to maximize profit. The research method is quantitative descriptive, focusing on financial ratio analysis: Liquidity (Current Ratio), Solvency (Total Asset to Debt Ratio), and Profitability (Return on Equity or ROE). Secondary data from KKPSS financial statements (2022–2024) serve as the primary source. Overall, the research concludes that KKPSS's financial performance is in a good category. The Solvency performance consistently falls into the Healthy category, indicating that the cooperative's total assets can adequately cover its total liabilities. The Profitability performance (ROE) is categorized as Quite Healthy, fluctuating between 14% and 19%, suggesting the need for SHU optimization. However, the Liquidity aspect is identified as Unhealthy. The main issue with Liquidity stems from a large amount of idle or unproductive cooperative assets within the current asset structure, which creates a pseudo-liquidity and hinders real cash availability. The Cooperative is advised to immediately review, activate, or divest these unproductive assets, and enhance product innovation supported by member participation to optimize the Surplus/Deficit for Members' Operations (SHU).
Strategi Guru Pai Dalam Meningkatkan Konsistensi Mengaji Al-Qur’an Siswa Kelas Viii-A Di Smp Unggulan Amanatul Ummah Surabaya Wahid, Achmad Amiril; El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5937

Abstract

Konsistensi mengaji Al-Qur’an merupakan suatu sifat dalam diri seorang peserta didik dengan dimulai adanya paksaan yang secara bertahap berubah menjadi kebiasaan sehari-hari. Konsisten mengaji dapat diartikan dengan kegiatan yang dilakukan seseorang dengan terus menerus mengaji setiap hari secara otomatis dengan sendirinya tanpa adanya paksaan dan perintah. Banyak strategi yang dapat meningkatkan peserta didik untuk mengaji Al-Qur’an dengan istiqamah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana strategi yang diterapkan guru PAI agar dapat meningkatkan konsistensi mengaji Al-Qur’an siswa kelas VIII-A di SMP Unggulan Amanatul Ummah Surabaya serta faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah jenis peneltian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi penelitian lapangan. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan melalui reduksi data, Penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan (1) penumbuhan sikap konsisten mengaji Al-Qur’an dengan pengadaan program TPQ setiap pagi hari di kelas masing-masing sebelum salat Duha. (2) strategi guru PAI dalam meningkatkan konsistensi mengaji Al-Qur’an dengan memberikan motivasi, suri tauladan, dan penugasan mengaji Al-Qur’an di rumah masing-masing. (3) faktor pendukung strategi guru PAI dalam menumbuhkan konsistensi mengaji Al-Qur’an adalah: peran antar komponen sekolah, sarana prasarana, program kegiatan, kedisiplinan siswa, dan kepedulian orang tua.
Hubungan Self Efficacy Dengan Self Management Pada Penderita Diabetes Melitus Di Klinik Romana Tahun 2024 Siringo, Marcelina Dwi Sawita; Simanullang , Murni Sari Dewi; Ginting, Friska Sri Handayani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5938

Abstract

Diabetes Melitus yang dikenal sebagai "the silent killer" merupakan penyakit kronis tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Indonesia menempati peringkat ke-5 di dunia dengan 18 juta jiwa penderita diabetes pada tahun 2020. Self management DM merupakan aspek fundamental dalam pengelolaan diabetes yang komprehensif, namun realitas menunjukkan masih terdapat kesenjangan signifikan dalam implementasinya. Penelitian menunjukkan bahwa 54,3%-64,3% penderita DM memiliki self management buruk di berbagai wilayah Indonesia. Self efficacy atau keyakinan diri menjadi faktor krusial yang mempengaruhi keberhasilan self management karena berkaitan dengan kemampuan pasien dalam melakukan perubahan perilaku kesehatan yang diperlukan untuk pengelolaan penyakit diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self efficacy dengan self management pada penderita Diabetes Melitus di Klinik Romana tahun 2024, khususnya dalam mengidentifikasi tingkat self efficacy dan self management serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 51 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DMSES (Diabetes Management Self Efficacy Scale) untuk mengukur self efficacy dan kuesioner DSMQ (Diabetes Self Management Questionnaire) untuk mengukur self management yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan pada bulan November 2024 dan dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki self efficacy baik (76,5%) dan self management baik (62,7%). Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berjenis kelamin perempuan (66,7%), berusia 41-50 tahun (39,2%), berpendidikan SMA (47,1%), dan berstatus menikah (76,5%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self efficacy dengan self management. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara self efficacy dengan self management pada penderita Diabetes Melitus, dimana self efficacy yang baik cenderung menghasilkan self management yang baik pula, meskipun faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan lingkungan juga berperan penting dalam keberhasilan self management diabetes melitus.
Pertunjukan Silat Muncak Di Perguruan Pendekar Bungsu Desa Kampung Bunga Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau Fitriani, Fitriani; Erawati, Yahyar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5939

Abstract

The study aims to determine the Muncak Silat Performance of the Pendekar Bungsu School in Rakit Kulim District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province. The method used is a qualitative method with descriptive analysis. Data collection was carried out using observation, interview and documentation techniques. The research subjects were 4 people, namely the Pendekar Bungsu silat teacher, Tuo Laman, Musicians, and the Audience. Qualitative data analysis was carried out interactively and continuously until complete, namely data reduction, data display, conclusion drawing/verification. Based on the results of the study on the Muncak Silat Performance at the Pendekar Bungsu School in Kampung Bunga Village, it was concluded that the Muncak silat performance usually consists of 2 to 4 martial artists in the arena or in a large yard, each martial artist uses a sword as a tool to demonstrate all movements harmoniously. In the Muncak silat performance, the martial artists wear clothing consisting of a peci, Malay clothes equipped with a sampin cloth. Each movement of the silat is accompanied by music played by 3 musicians using gongs or tetawak, calempong and silat drums. Silat movements and music go hand in hand in harmony, so that it becomes a performance that can be performed by a large audience.
Pluralitas Makhluk Dan Keesaan Khaliq: Telaah Kritis Konsepsi Para Sufi Mayani, Mayani; Aderus, Andi; Santalia, Indo; Shadra, Yasser Mulla
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5940

Abstract

Artikel ini membahas konsep pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq dalam perspektif tasawuf, dengan menyoroti perbedaan pemaknaan antara tasawuf falsafi dan tasawuf akhlaqi. Pluralitas makhluk dipahami sebagai kenyataan ontologis yang diakui oleh al-Qur’an, sementara keesaan Khaliq merupakan prinsip fundamental tauhid yang menjadi dasar seluruh bangunan teologi Islam. Kajian ini menunjukkan bahwa para sufi tidak menafikan keesaan Tuhan dalam memahami kemajemukan makhluk, melainkan berupaya menjelaskan relasi ontologis antara Yang Esa dan yang banyak melalui pendekatan spiritual dan metafisis. Tasawuf falsafi memaknai pluralitas sebagai manifestasi atau tajalli dari Wujud Tunggal, yang melahirkan konsep-konsep seperti fana’, baqa’, ittihad, hulul, wahdat al-wujud, serta doktrin Nur Muhammad sebagai asal mula kosmik. Sementara itu, tasawuf akhlaqi menegaskan perbedaan esensial antara Khaliq dan makhluk, dengan tetap mengakui pengalaman spiritual selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid dan syari‘ah. Melalui analisis komparatif, artikel ini menegaskan bahwa perbedaan tersebut lebih bersifat metodologis dan ekspresif, bukan pada penolakan terhadap tauhid. Dengan demikian, pemikiran sufistik tentang pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq merupakan upaya intelektual-spiritual untuk memperdalam makna tauhid, bukan penyimpangan dari ajaran Islam.
Strategi Konten Kreatif Social Media untuk Komunikasi Publik Instagram @pusdiklatanri Farhan, M; Burhanuddin, Burhanuddin; Burhani, Al - May Abyan Izzy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5941

Abstract

Transformasi digital mendorong lembaga pemerintah untuk mengadaptasi strategi komunikasi publik yang lebih visual, interaktif, dan mudah diakses oleh masyarakat. Instagram, khususnya melalui fitur Reels, menjadi salah satu medium strategis dalam menyampaikan informasi publik karena memiliki jangkauan luas dan tingkat keterlibatan audiens yang tinggi. Penelitian ini membahas strategi konten kreatif pada akun Instagram @pusdiklatanri dengan fokus pada perancangan desain cover reels dan penerapan teknik editing video sebagai elemen utama komunikasi visual. Pembahasan diarahkan pada bagaimana konsistensi identitas visual, kesederhanaan pesan, serta pengelolaan alur visual video berkontribusi terhadap efektivitas penyampaian informasi publik dan penguatan citra kelembagaan. Analisis menunjukkan bahwa desain cover reels yang konsisten dengan identitas institusi, didukung tipografi yang jelas dan hierarki visual yang terstruktur, berperan sebagai pintu awal perhatian audiens. Sementara itu, teknik editing video yang ringkas, informatif, dan selaras dengan pola konsumsi konten digital mampu mengurangi kompleksitas informasi serta meningkatkan pemahaman audiens. Integrasi antara desain cover dan editing video membentuk narasi visual yang tidak hanya informatif, tetapi juga komunikatif dan kredibel. Dengan demikian, strategi konten kreatif berbasis visual pada Instagram Reels dapat dipahami sebagai instrumen penting dalam memperkuat komunikasi publik lembaga pemerintah di era digital.
Penerbitan Hak Guna Bangunan oleh Badan Hukum Pengembang Tanpa Akta Pelepasan Hak atas Tanah: Tinjauan terhadap Asas Kepastian Hukum Wahyudi, Rizki
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5942

Abstract

The study purpose was to examine the legal validity of the transition from Freehold Title to Building Rights Title in housing development projects, particularly when developers physically control the land but have not obtained juridical control due to the absence of a Land Rights Release Act. This study also aimed to analyze how this situation affects the principle of legal certainty under Indonesian national land law. The issue arises because Article 106 Section c of Law No. 1 of 2011 defines land rights transition as a sale-and-purchase process conducted only with parties who meet the requirements as legal holders of land rights. When such requirements are not met, the law mandates a land rights release by the holder to the state, which must then be followed by appropriate administrative procedures. Materials and methods. This study used a normative juridical approach by examining literature sources and secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials, including statutory regulations, doctrinal writings, and relevant administrative practices. A field study was also used to support the juridical analysis and understanding of practical issues faced in housing development transactions. Results. Findings indicate that the transition of unregistered land intended for housing development must be carried out through a Land Rights Release Act executed before a notary. This mechanism functions as an exception within the framework of national land law and differs from the usual authority granted to Land Deed Officials. The absence of such an act causes defects in the formal and administrative requirements for issuing Building Rights Title certificates. Conclusions. Building Rights Title issued without a Land Rights Release Act is considered administratively defective, leading to potential cancellation. Such cancellation may be requested from the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning or the Head of the Land Office.