cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Kewirausahaan dan Inovasi Teknologi: Strategi Membangun Daya Saing di Era Digital Feti Fatonah; Didit Haryadi; Iqbal Ar Rasyid; Ragowo Herdy Soelistio; Muhammad Athar Agustadi; Muh Alif Almer Aswan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5868

Abstract

Transformasi digital telah menciptakan perubahan paradigma yang mendasar dalam lanskap bisnis, menjadikan inovasi teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sinergi antara orientasi kewirausahaan dan adopsi teknologi menjadi strategi krusial untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana integrasi kewirausahaan dan inovasi teknologi berfungsi sebagai strategi efektif dalam membangun daya saing UMKM di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-analitis melalui tinjauan literatur sistematis dari berbagai studi kasus dan kajian terdahulu yang berfokus pada kewirausahaan digital dan adopsi teknologi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa inovasi teknologi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja, efisiensi biaya, dan daya saing. Strategi utama yang terbukti efektif meliputi: 1) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi operasional; 2) Pengembangan model bisnis digital yang inovatif (seperti model berbasis platform, subscription, atau e-commerce); dan 3) Penguatan kapasitas manajerial dan literasi digital, seringkali didorong oleh peran generasi muda dan program pelatihan kewirausahaan digital. Keunggulan kompetitif yang diperoleh bersumber dari penciptaan nilai tambah yang unik dan kemampuan untuk memperluas jangkauan pasar secara masif. Namun, tantangan berupa kesenjangan infrastruktur digital dan literasi yang rendah masih menjadi hambatan utama. Kewirausahaan yang didorong oleh inovasi teknologi adalah prasyarat bagi UMKM untuk tidak hanya survive, tetapi juga unggul secara kompetitif di era digital. Diperlukan kolaborasi multi-pihak untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan digital melalui kebijakan dukungan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan penyediaan akses teknologi yang merata.
Peran kewirausahaan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia : Tinjauan Literatur dan Implikasi Kebijakan Feti Fatonah; Gusti Sectiorita Sipayung; Juan Hasudungan Pjt; Kurniawan Rizky; Vovi Azepi G. Soeka Raja; Wardan Aldani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5870

Abstract

Kewirausahaan dianggap sebagai pendorong utama Pembangunan ekonomi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kewirausahaan dalam memajukan perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja, inovasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menggunakan metode studi literatur kualitatif, data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan resmi. Temuan utama menunjukkan bahwa kewirausahaan tidak hanya mengurangi pengangguran tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Di Indonesia, rasio entrepreneur telah meningkat menjadi 3,1% pada 2017, meskipun masih tertinggal dari negara tetangga. Implikasi kebijakan mencakup sinergi antara keluarga, pendidikan, dan pemerintah untuk menumbuhkan jiwa usaha kreatif.
Pengaruh Program Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Minat Pendirian Startup Jasa Teknis di Kalangan Teknisi Bandara Feti Fatonah; Priyohutomo Agung S; Rifki Baihaki; Irhas Adriyono; Hanzalah Gustan N; Fernanda Harpa F
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5872

Abstract

The study purpose was to analyze and test the influence of entrepreneurship learning programs on the increase in interest in establishing technical service startups among airport technicians. The aviation sector requires continuous innovation, and technicians, with their profound technical expertise, possess significant potential to become entrepreneurs (technopreneurs). However, they often lack business orientation. Materials and methods. The research method used is quantitative with a survey approach, involving a random sample of airport technicians who have participated in entrepreneurship learning programs (such as business training, startup ideology workshops, and feasibility studies). Data were collected through structured questionnaires and analyzed using simple linear regression. Results. The results show a positive and significant influence of the entrepreneurship learning program variable on the interest in establishing technical service startups. Effective learning, particularly that which emphasizes market opportunity identification, risk management, and business model formulation, significantly increases the self-confidence and intention of technicians to transition from technical employees to owners of aviation technical service businesses (such as independent Maintenance, Repair, and Overhaul services, or drone-based airport technology solutions). Conclusions. These findings recommend the necessity of a more comprehensive integration of practical entrepreneurship material into vocational education curricula and professional development programs for airport technicians.
Analisis Kelayakan Usaha Jasa Servis dan Perawatan AC Rumahan di Era Digital Isalatullah Isalatullah; Kevin Samuel Simangunsong; Miftahur Rizqi Nasution; Muhammad Alif Rifqi; Muhammad Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5873

Abstract

Perkembangan teknologi dan meningkatnya suhu udara di wilayah tropis menyebabkan kebutuhan masyarakat terhadap perangkat pendingin udara (AC) terus meningkat dari tahun ke tahun Seiring dengan meningkatnya penggunaan AC, permintaan terhadap jasa servis dan perawatan AC pun ikut meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha jasa servis dan perawatan AC rumahan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis kondisi nyata suatu usaha berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha jasa servis AC rumahan layak untuk dijalankan, dengan proyeksi laba yang stabil serta peluang ekspansi melalui pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan mengenai usaha jasa servis dan perawatan AC rumahan memiliki prospek yang menjanjikan, terutama jika dikombinasikan dengan strategi pemasaran digital dan pelayanan pelanggan yang responsif.
Efektivitas Program Teman Baik (Temani, Bantu, Ingatkan Dan Kuatkan): Psikoedukasi Bullying Di SMPN 7 Kota Bukittinggi Iqbal Rahman; Dienul Aina AB; Raudatul Jannati Ir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5874

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak pada kesehatan mental, sosial, dan akademik siswa. Hasil asesmen awal di SMPN 7 Kota Bukittinggi menunjukkan tingginya perilaku perundungan di kalangan siswa kelas VII, baik sebagai pelaku maupun korban. Sebagai siswa yang menjadi korban berasal dari keluarga broken home, yang menyebabkan rendahnya regulasi emosi dan kemampuan sosial. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi preventif melalui psikoedukasi untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying. Penelitian ini menggunakan metode penelian kuantitatif dengan desain eksperimen berbentuk Pra Eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design pada 57 siswa kelas VII di SMP N 7 Kota Bukittinggi. Efektivitas intervensi dievaluasi melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sampel T-Test. Karena data selisih tidak berdistribusi normal, analisis tambahan dilakukan dengan Wilcoxon Signed-Rank. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signitifikan pada pemahaman siswa. Rata-rata skor pretest sebesar 84,00 meningkat menjadi 91,33 pada posttest. Uji t menghasilkan t (57) = -3,644 dengan p < .001, sementara uji Wilcoxon memberikan nilai z = -3,566 dengan p < .001. Ukuran efek Cohen’s sebesar -0,478 menunjukkan pengaruh intervensi berada pada kategori sedang. Psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap anti bullying pada siwa kelas VII. Program ini berpotensi menjadi upaya preventif berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan seklahh aman dan bebas dari perundungan.
Islamic Self-Moderation as a Spiritual Remedy for Fear of Missing Out in the Digital Age Zainuddin Zainuddin; Mustafiyanti Mustafiyanti; Ulfa Hoyriah; Saskia Pungki; Nurdiana Sari; Muhammad Latif Nawawi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5875

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the way humans interact, communicate, and access information. However, this advancement has also created new psychological challenges, such as the Fear of Missing Out a sense of anxiety arising from the fear of being left behind from others’ experiences. This phenomenon negatively affects mental health, social relationships, and spiritual balance. This article aims to analyze the concept of self-moderation in Islam as a spiritual solution to the Fear of Missing Out in the digital era. Using a qualitative phenomenological approach, this study examines relevant Qur’anic verses and Hadiths, interpreting Islamic principles applicable to managing digital behavior. The findings indicate that values such as qana‘ah (contentment), tawakkal (trust in God), and life balance form a spiritual foundation that helps individuals use social media proportionally. By practicing self-moderation, Muslims can avoid social anxiety and maintain harmony between worldly and spiritual needs
Penggunaan Teknologi Dalam Dakwah Dan Penyebaran Islam Sari Aryani; Sheli Sellviana; Khoirun Nisa; Sigit Gimnastiar; Dwi Noviani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5878

Abstract

This research examines the transformation of Islamic da'wah through the utilization of digital technology in Indonesia as the country with the largest Muslim population in the world. Using a qualitative approach and case study method, this study analyzes how social media platforms (Instagram, YouTube, TikTok, Facebook, WhatsApp), digital religious applications (Muslim Pro, Al-Quran Indonesia, MyQuran), and Islamic fintech have revolutionized the methods of spreading Islamic teachings that were previously limited to conventional approaches. The research findings indicate that digital technology has exponentially increased the reach of da'wah, democratized access to Islamic education, and facilitated more transparent and efficient ZISWAF (zakat, infaq, sadaqah, waqf) transactions. However, digital da'wah also faces serious challenges such as the spread of religious hoaxes, the emergence of informal authorities, online radicalization, and commodification of piety. This research recommends strategies for optimizing digital da'wah through increasing digital literacy among preachers, collaboration between ulama and technology practitioners, verification of religious content, and development of regulations that support da'wah innovation while maintaining the authenticity of Islamic teachings.
Revolusi Digital Dan Kebudayaan Islam Ega Saputra saputra; Nadila Nadila; Intana Intana; Misiyah Misiyah; Dwi Noviani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5879

Abstract

The issues addressed in this paper are how the digital revolution influences the development of Islamic culture and the challenges Muslims face in navigating these changes. Furthermore, it is important to understand the positive and negative impacts of the digital revolution on Islamic cultural values. The purpose of this research is to analyze the dynamics of change in Islamic culture within the context of the digital revolution and to identify strategies that can be implemented to maintain and strengthen Islamic values. The research also aims to understand the adaptation of Muslim communities to digital technology. The method used in this research is a qualitative study using a literature analysis approach and observation of the phenomenon of digital technology use within Muslim communities. Data was collected from primary and secondary sources related to digital developments and the dynamics of Islamic culture. The results show that the digital revolution has brought about a major transformation in the way Muslims access, disseminate, and practice their cultural values. In addition to strengthening Islamic communication and education, digital technology also poses challenges in the form of the dissemination of inaccurate information and rapid changes in traditions. Muslim communities must be able to balance cultural preservation with the wise use of technology. In conclusion, the digital revolution has had a significant impact on Islamic culture, requiring an adaptive approach to ensure Islamic values ​​remain relevant and maintained in the digital era.   The purpose of this research is to analyze the dynamics of change in Islamic culture within the context of the digital revolution and to identify strategies that can be implemented to maintain and strengthen Islamic values. The research also aims to understand the adaptation of Muslim communities to digital technology.   The method used in this research is a qualitative study using a literature analysis approach and observation of the phenomenon of digital technology use within Muslim communities. Data was collected from primary and secondary sources related to digital developments and the dynamics of Islamic culture.   The results show that the digital revolution has brought about a major transformation in the way Muslims access, disseminate, and practice their cultural values. In addition to strengthening Islamic communication and education, digital technology also poses challenges in the form of the dissemination of inaccurate information and rapid changes in traditions. Muslim communities must be able to balance cultural preservation with the wise use of technology. In conclusion, the digital revolution has had a significant impact on Islamic culture, requiring an adaptive approach to ensure Islamic values ​​remain relevant and maintained in the digital era.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENGHADAPI LEDAKAN KONTEN VIRAL PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL Ranita Ranita; Firda Fadila Ghassani; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5881

Abstract

Era digital telah memunculkan ledakan konten viral yang berdampak signifikan terhadap perilaku, penalaran moral, dan karakter peserta didik sekolah dasar. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi komunikasi, tetapi juga menunjukkan adanya krisis nilai dalam cara anak-anak memahami dan menilai informasi yang mereka konsumsi. Paparan konten viral yang bersifat sensasional, emosional, dan mudah disebarkan tanpa filter etis telah menimbulkan berbagai konsekuensi sosial dan psikologis bagi peserta didik, termasuk penurunan empati, perilaku imitasi negatif, dan disorientasi nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi fenomena konten viral dan bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan secara praktis ke dalam kompetensi literasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah publikasi ilmiah dan laporan kebijakan (2018–2024) dari sumber nasional dan internasional, termasuk UNESCO, UNICEF, dan Kemendikbud. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru PAI berperan strategis dalam membentuk ketahanan moral digital (digital moral resilience) siswa melalui lima fungsi utama: (1) pembimbing moral digital, (2) filter informasi berbasis nilai Islam, (3) teladan dalam penggunaan media, (4) mediator komunikasi rumah–sekolah, dan (5) fasilitator etika digital. Sebagai hasil sintesis, penelitian ini menawarkan model konseptual Digital Islamic Moral Guidance (DIM-G) yang terdiri atas empat tahap utama: Tabayyun Digital, Ta’dib Media, Uswah Digital, dan Kolaborasi Rumah–Sekolah. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan agama dan literasi digital dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga berkarakter Islami dan beretika di dunia maya. Model DIM-G diharapkan menjadi kerangka praktis dalam kebijakan pendidikan moral digital di sekolah dasar Islam di Indonesia.
Correlation Of Self-Regulated Learning And Cefr Reading Achievement In EFL Learners Amanda Agni Oktavia Ramadhani; Defi Ela Safitri; Kiki Melisa; Salmah Salmah; Abdul Syahid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5883

Abstract

Pemahaman membaca merupakan aspek penting dalam pendidikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL); namun, banyak pembelajar menghadapi tantangan yang berasal dari strategi yang tidak memadai dan paparan yang kurang terhadap sumber daya Bahasa Inggris yang autentik. Tantangan-tantangan ini sering kali terkait dengan kemampuan pembelajar untuk mengelola dan mengatur proses belajar mereka sendiri, yang dikenal sebagai pembelajaran yang diatur sendiri (SRL). Studi ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) dan kemampuan pemahaman membaca siswa. Peserta penelitian terdiri dari 86 mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris, mewakili berbagai kelas. Desain penelitian korelasi digunakan, dan data dikumpulkan melalui kuesioner SRL dan bagian membaca dari EF Standard English Test (EF SET), yang sesuai dengan Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa (CEFR). Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) dan pemahaman membaca, menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan pengaturan diri yang lebih baik umumnya mencapai hasil membaca yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa mempromosikan strategi pembelajaran yang diatur sendiri dapat meningkatkan pemahaman membaca di kalangan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) dan memberikan wawasan penting bagi program pendidikan guru. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan metodologi pembelajaran yang diatur sendiri (SRL) ke dalam pengajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan kinerja akademik siswa dan mendorong kemandirian belajar mereka.