cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Analyzing Random Blood Glucose Levels Across Age And Gender In Diabetes Mellitus Patients Azry Maulina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola distribusi kadar glukosa darah acak serta korelasinya dengan variabel demografis, khususnya usia dan jenis kelamin, pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Seubadeh, Kabupaten Aceh Selatan, Indonesia. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif-analitik dan retrospektif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari 106 individu yang didiagnosis menderita diabetes melitus antara bulan Agustus hingga Desember tahun 2024. Nilai glukosa darah acak dikategorikan menjadi terkendali (<200 mg/dL) dan tidak terkendali (≥200 mg/dL). Berdasarkan data, sebanyak 86,79% pasien memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkendali, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (66,03%) dan berada dalam rentang usia 40–59 tahun (72,64%). Meskipun jumlah pasien laki-laki lebih sedikit secara keseluruhan, mereka justru memiliki proporsi yang lebih besar dalam kategori kadar glukosa darah yang terkendali, yang merupakan temuan menarik. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin dalam pengelolaan kadar glukosa darah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok demografis yang paling terdampak adalah perempuan dan individu usia produktif, sehingga menekankan perlunya intervensi yang peka terhadap usia dan gender. Pentingnya strategi pengelolaan diabetes yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer turut disoroti, mengingat pengaruh faktor-faktor seperti perbedaan hormonal, tingkat stres, aktivitas fisik, dan pola gaya hidup terhadap pengendalian kadar glukosa darah.
Kebijakan Penyediaan Air Minum Aman dan Layak 100 % di Kota Medan untuk Mewujudkan Medan untuk Semua Julfikri Masril
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1703

Abstract

Penyediaan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan merupakan tantangan besar bagi kota-kota berkembang di Indonesia, termasuk Kota Medan. Meskipun target nasional sebesar 100% layanan air minum pada tahun 2030 telah dicanangkan, berbagai kendala struktural dan teknis masih menghambat pencapaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya air baku alternatif, menganalisis tantangan tata kelola dan kebijakan, serta merumuskan strategi penguatan ketahanan penyediaan air di Kota Medan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui telaah kebijakan, studi dokumen, wawancara pemangku kepentingan, dan skoring multi-kriteria berbasis efektivitas, efisiensi, dan dampak jangka panjang. Temuan utama menunjukkan bahwa Kota Medan masih sangat bergantung pada sumber air baku konvensional seperti Sungai Deli dan Belawan yang mengalami degradasi kualitas dan kuantitas. Potensi air alternatif seperti Sungai Bingei, air hujan, dan air limbah terolah belum dimanfaatkan secara optimal. Sementara itu, ketergantungan kelembagaan terhadap PDAM Tirtanadi sebagai BUMD provinsi menimbulkan kesenjangan koordinasi dan perencanaan di tingkat kota. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembentukan mekanisme koordinasi lintas daerah untuk pengelolaan sumber air bersama merupakan pilihan kebijakan paling prioritas, diikuti oleh investasi teknologi air alternatif dan program efisiensi air di sektor konsumsi. Konsep-konsep seperti Integrated Urban Water Management (IUWM), Water Sensitive Urban Design (WSUD), dan prinsip Good Water Governance menjadi dasar strategis dalam perumusan rekomendasi. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan forum lintas wilayah, peraturan wali kota tentang rencana induk sumber air alternatif, serta skema pembiayaan inovatif melalui KPBU dan dana iklim. Hasil kajian ini diharapkan menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan tata kelola air yang lebih integratif, adaptif, dan berkelanjutan di Kota Medan.
Kebijakan Penataan Dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (Pkl) Di Kota Medan: Menuju Ruang Kota Yang Inklusif Dan Berdaya Deny Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1705

Abstract

Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan komponen vital dalam perekonomian lokal Kota Medan dengan jumlah mencapai 18.900 PKL yang tersebar di 21 kecamatan. Keberadaan PKL memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja informal. Namun, ketidakteraturan dalam penataan lokasi berjualan dan minimnya regulasi yang berpihak sering menimbulkan konflik sosial dan tata ruang. Peraturan Daerah Kota Medan no. 5 Tahun 2022 tentang zonasi Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan kebijakan zonasi bagi PKL di Kota Medan sebagai upaya pengaturan lokasi usaha PKL melalui pembagian zona merah, kuning, dan hijau serta mekanisme pengawasan terpadu (Bappeda, 2021). Namun dalam penerapannya peraturan ini belum terimplementasi dengan optimal sehingga masih banyak PKL beroperasi tanpa izin resmi, yang berdampak pada ketidakteraturannya kota dan potensi gesekan dengan aparat.. Minimnya regulasi yang adil dan berpihak kepada PKL dalam penataan dan perlindungan menyebabkan banyak PKL beroperasi di ruang publik tanpa izin resmi. Dukungan kebijakan terhadap PKL melalui rencana aksi diharapkan dapat diupayakan untuk memberikan ruang legal bagi PKL untuk berusaha tanpa mengorbankan ketertiban kota. Makalah ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan pada penataan PKL meliputi penyusunan regulasi teknis, pembentukan kelembagaan pengelola, sosialisasi dan partisipasi publik, serta mekanisme pengawasan berbasis teknologi. Diharapkan kebijakan ini dapat menciptakan keteraturan tata ruang yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan PKL secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Medan. Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan komponen vital dalam perekonomian lokal Kota Medan dengan jumlah mencapai 18.900 PKL yang tersebar di 21 kecamatan. Keberadaan PKL memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja informal. Namun, ketidakteraturan dalam penataan lokasi berjualan dan minimnya regulasi yang berpihak sering menimbulkan konflik sosial dan tata ruang. Peraturan Daerah Kota Medan no. 5 Tahun 2022 tentang zonasi Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan kebijakan zonasi bagi PKL di Kota Medan sebagai upaya pengaturan lokasi usaha PKL melalui pembagian zona merah, kuning, dan hijau serta mekanisme pengawasan terpadu (Bappeda, 2021). Namun dalam penerapannya peraturan ini belum terimplementasi dengan optimal sehingga masih banyak PKL beroperasi tanpa izin resmi, yang berdampak pada ketidakteraturannya kota dan potensi gesekan dengan aparat.. Minimnya regulasi yang adil dan berpihak kepada PKL dalam penataan dan perlindungan menyebabkan banyak PKL beroperasi di ruang publik tanpa izin resmi. Dukungan kebijakan terhadap PKL melalui rencana aksi diharapkan dapat diupayakan untuk memberikan ruang legal bagi PKL untuk berusaha tanpa mengorbankan ketertiban kota. Makalah ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan pada penataan PKL meliputi penyusunan regulasi teknis, pembentukan kelembagaan pengelola, sosialisasi dan partisipasi publik, serta mekanisme pengawasan berbasis teknologi. Diharapkan kebijakan ini dapat menciptakan keteraturan tata ruang yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan PKL secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Medan.
Analisis Organoleptik Kopi Bubuk Lan Coffee Robusta Rejang Di Kabupaten Rejang Lebong Rezhiner Binesoca; Fitri Lestari, S.P.,M.Si; Regi Fernandez S.Pd., M.P; Darwan Effendi, S.P,M.P
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik kopi bubuk Lan Coffee Robusta Rejang berdasarkan tiga atribut utama, yaitu aroma, rasa, dan tekstur, serta mengukur tingkat kesukaan konsumen terhadap produk tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan melibatkan 40 panelis, terdiri dari 20 panelis semi terlatih (mahasiswa sains perkopian) dan 20 panelis tidak terlatih (konsumen umum). Penilaian dilakukan menggunakan skala hedonik 1–5 dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menentukan rata-rata skor dan tingkat konsistensi antar penilai. Hasil menunjukkan bahwa atribut aroma memperoleh rata-rata skor tertinggi (3,98), diikuti tekstur (3,93) dan rasa (3,79). Panelis tidak terlatih memberikan skor lebih tinggi pada aroma, sedangkan panelis semi terlatih lebih menghargai rasa dan tekstur. Standar deviasi berkisar antara 0,61 hingga 0,86, menunjukkan konsistensi penilaian yang cukup baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa Lan Coffee Robusta Rejang memiliki kualitas sensorik yang diterima baik oleh konsumen, dan atribut tekstur menjadi kekuatan utama produk. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan produk serta strategi pemasaran kopi berbasis preferensi konsumen. n.
Legalitas Potensi Dan Resiko Transaksi Bisnis Bitcoin Menjadi Mahar Berdasarkan Hukum Islam Dan Hukum Positif Siti Sahnia Mammenasa Daeng Yusuf; Aslati; Said Agil Husin Al-Munawwar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1707

Abstract

Penelitian ini mengungkap legalitas potensi dan resiko transaksi bisnis bitcoin menjadi mahar berdasarkan hukum islam dan hukum positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui legalitas potensi dan resiko transaksi bisnis bitcoin menjadi mahar berdasarkan hukum islam dan hukum positif. Penelitian ini secara pustaka menggunakan metode penelitian normatif dengan dianalisis secara kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa peraturan Perundang-undangan seperti Undang-Undang, ayat-ayat Al-Qur’an, dan peraturan perundang-undangan mengenai penggunaan bitcoin dalam mahar menurut hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan potensi dan resiko transaksi bisnis bitcoin terdapat ketidakjelasan resiko yang didapatkan ditambah adanya kelemahan-kelemahan dari bentuk fisiknya, penanggung jawabnya, dan resiko tinggi keamanannya dalam transaksi bisnis walaupun tetap terdapat keuntungan. Potensi dan resiko pengguna bitcoin sebagai mahar di kalangan masyarakat Indonesia memiliki nilai dan ada nominalnya tentu sah, pemerintah dilarang penggunaannya sebagai alat transaksi yang sah di masyarakat. Akan tetapi diperbolehkan apabila dijadikan aset ataupun barang kepemilikan, sedangkan untuk menjadi mahar di kalangan masyarakat tergantung individu dalam meyakini. Legalitas transaksi bitcoin menjadi mahar berdasarkan hukum islam dan hukum positif pasangan harus menggunakan mahar bitcoin yang telah dilegalkan sebagai aset di Indonesia, sudut pandang ulama fiq nilai nominal pada uang kripto memberikan manfaat Perempuan. Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dianggap sah jika dengan cara benar dan memenuhi syariat Islam, dan sedangkan menurut Majlis Ulama Islam (MUI) mutlak mengharamkan.
Pengelolaan Umkm Dalam Meningkatkan Penjualan Di Depula Li Rahma Di Kota Gorontalo Maysara Igirisa; Ellys Rachman; Tety Thalib
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengelolaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam meningkatkan penjualan pada usaha Depula Li Rahma, sebuah usaha produksi kue kering yang berlokasi di Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi usaha yang berada di dalam lorong menjadi kendala utama dalam menarik pelanggan baru dan mempertahankan jumlah kunjungan harian. Selain itu, volume penjualan yang tidak stabil serta minimnya aktivitas promosi memperburuk performa usaha. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pemilik usaha mempertimbangkan pemindahan lokasi ke tempat yang lebih strategis, menerapkan strategi pemasaran yang adaptif untuk menjaga stabilitas penjualan, serta memanfaatkan media promosi digital guna menjangkau pasar yang lebih luas. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya manajemen lokasi dan promosi dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
Faktor-Faktor Peningkatan Penjualan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) D’Geprek Di Kota Gorontalo Yusnita Yahya; Rukiah Nggilu; Olgha S. Nusu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat peningkatan penjualan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) D’Geprek di Kota Gorontalo. Fokus utama penelitian meliputi aspek pengelolaan modal usaha, omset penjualan, dan promosi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kondisi penurunan penjualan yang dialami UMKM D’Geprek dalam beberapa bulan terakhir, meskipun usaha tersebut telah beroperasi secara aktif di sektor kuliner. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan pelaku usaha, dan dokumentasi aktivitas usaha. Analisis dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikannya, lalu menarik kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan modal usaha masih dilakukan secara manual tanpa pencatatan keuangan yang sistematis, serta belum terdapat pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha. Omset penjualan mengalami penurunan karena kurangnya inovasi dan persaingan yang ketat. Dalam aspek promosi, meskipun media sosial seperti Instagram dan WhatsApp telah dimanfaatkan, pendekatan promosi yang digunakan belum maksimal dan kurang menarik bagi konsumen. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar UMKM D’Geprek menerapkan sistem pencatatan keuangan sederhana, meningkatkan kualitas promosi melalui konten digital yang menarik, serta melakukan inovasi produk dan layanan guna meningkatkan daya saing di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Memaknai Nilai Kelokalan Masyarakat Paser dalam Tradisi Belian Puli Desa Tanjung Pinang Kalimantan Timur Rika Istianingrum; , Nurliani Maulida; Nurlia Nurlia; Nova Sri Wardaya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1710

Abstract

Masyarakat Paser Desa Tanjung Pinang Kalimantan Timur sarat dengan nilai kolakalan yang arif dan bijaksana dalam pandangan hidup mereka. Penelitian ini berawal dari fenomena unsur-unsur budaya lokal pada masyarakat Paser dalam tradisi Belian Puli, sebuah ritual pengobatan masyarakat Paser. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat Paser Desa Tanjung Pinang Kalimantan Timur yang sedang ikut melaksanakan acara adat ritual tradisi Belian Puli. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah memaknai nilai kearifan lokal masyarkat Paser dalam kehidupan sehari-hari yang tercermin dalam tradisi Belian Puli. Teknik pengumpulan data pada penlitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan teknik deskripstif dengan tahapan reduksi data, sajian data, verifikasi data. Adapun dalam penelitian ini, peneliti mengamati mengenai kearifan lokal dalam tradisi belian sebagai representasi masyarakat di Desa Tanjung Pinang. Nilai kearifan local yang tampak pada masyarakatar dalam acara ritual belian puli tersebuta adalah nilai kerukunan, nilai Syukur, nilai kesopansantunan, nilai disiplin, dan nilai gotong royong. Nilai kelokalan masyarakat Paser dalam tradisi ritual Belian Puli ini menjadi pandangan hidup mereka dan sebagai bentuk pelestarian sosial budaya masyarakat.
Uji Antioksidan Formula Sediaan Micellar Water Ekstrak Bunga Kertas (Bougainvillea glabra Var) Ani Ngete; Agenes Sri Harti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1711

Abstract

Bunga kertas (Bougainvillea glabra Var) mengandung senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan memiliki aktifitas sebagai antioksidan. Ekstraksi bunga kertas warna merah muda diekstraksi dengan metode infus. Pigmen merah pada tanaman bunga kertas berasal dari senyawa antosianin. Micellar water telah menjadi tren dalam dunia kecantikan karena kemampuannya membersihkan wajah secara efektif tanpa perlu dibilas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi micellar water ekstrak bunga kertas dalam menangkal radikal bebas, dengan membuat seri konsentrasi formula sediaan micellar water ekstrak bunga kertas sebesar 5%, 10% dan 20% dengan metode DPPH. Sediaan Micellar water yang berbahan aktif ekstrak bunga kertas diharapkan dapat direkomendasikan sebagai sediaan kosmetik yang memiliki aktivitas farmakologi sebagai sumber antioksidan ramah lingkungan dan minim efek samping. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan micellar water ekstrak bunga kertas (Bougainvillea glabra Var) sangat kuat, ditunjukkan dengan nilai IC50 micellar water sebesar 10.2792 ppm dan nilai IC50 Vitamin C sebagai pembanding sebesar 2.5049ppm
The Effectiveness of the Eco-Athletics Model on Improving Fundamental Motor Skills and Environmental Awareness of Physical Education Students at Pamulang University: The Effectiveness of the Eco-Athletics Model on Improving Fundamental Motor Skills and Environmental Awareness of Physical Education Students at Pamulang University Veni Elisyah; Rohmat Nurhidayat; Ilona Pratiwi Hutabarat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1713

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Eco-Athletics learning model in improving fundamental motor skills and environmental awareness among students of the Physical Education Study Program at Pamulang University. The research employed a quasi-experimental method using a pre-test and post-test design with a control group. It was conducted at the open sports field and educational park of Pamulang University for 8 weeks. Participants consisted of 60 students selected through simple random sampling and divided into an experimental group (n = 30) and a control group (n = 30). The experimental group received treatment using the Eco-Athletics model, which integrates outdoor physical activities and ecological education, while the control group followed conventional physical education. Instruments used included the Test of Gross Motor Development (TGMD-2) to measure motor skills and a validated environmental awareness questionnaire. Data analysis was performed using SPSS 25 with normality tests, paired t-tests, independent ttests, and Cohen's d effect size. Results indicated significant improvements in fundamental motor skills and environmental awareness in the experimental group compared to the control group (p < 0.05). The effect sizes for both variables were large (Cohen's d > 1.5). These findings suggest that the Eco-Athletics model is an effective pe